Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH MIKROBIOLOGI DAN VIROLOGI

“MYRIAPODA”

Disusun oleh:

1. Dina Lestari Putri 16330093


2. Rizal Adhitya 16330101

Kelas: FARMASI C
Mata Kuliah: Mikrobiologi dan Virologi
Dosen: Sister Sianturi, S. Si.,M. Si.

PROGRAM STUDI FARMASI S1


FAKULTAS FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita senantiasa ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena curahan
rahmat serta karunianya lah kami akhirnya sampai pada tahap menyelesaikan makalah ini.

Kami sekaligus pula menyampaikan rasa terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk


Ibu Sister Sianturi, S. Si.,M Si. selaku dosen mata kuliah Mikrobiologi dan Virologi Jurusan
Farmasi yang telah menyerahkan kepercayaan kepada kami guna menyelesaikan makalah ini.

Kami sungguh-sungguh berharap sekali makalah ini bisa berguna pada tujuan untuk
meningkatkan pengetahuan sekaligus wawasan terkait materi ”MYRIAPODA”

Kami juga sadar bahwa pada makalah ini tetap ditemukan banyak kekurangan serta jauh
dari kesempurnaan. Dengan demikian, kami benar benar menantinya adanya kritik dan saran
untuk perbaikan makalah yang hendak kami tulis di masa yang selanjutnya, menyadari tidak ada
suatu hal yang sempurna tanpa disertai saran yang konstruktif.

Kami berharap makalah sederhana ini bisa dimengerti oleh setiap pihak terutama untuk
para pembaca. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada perkataan yang tidak berkenan
di hati.

Jakarta, 24 Desember 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Cover ......................................................................................................................................
Kata Pengantar ....................................................................................................................... ii
Daftar Isi ................................................................................................................................iii
Bab I Pendahuluan ................................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 2
Bab II Pembahasan ................................................................................................................ 3
2.1 Pengertian Arhtropoda ............................................................................................... 3
2.2 Klasifikasi dan ciri ciri Arthropoda ........................................................................... 4
2.3 Myriapoda .................................................................................................................. 6
2.4 Chilopoda ................................................................................................................... 7
2.5 Diplopoda................................................................................................................... 12
Bab III Penutup ...................................................................................................................... 21
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................ 21
Daftar Pustaka ........................................................................................................................ 22

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga,
laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-
buku. Hewan-hewan yang termasuk filum moluska memiliki tubuh lunak, tidak bersegmen
dengan bagian anterior kepala. Keadaan tubuh yang lunak itu merupakan dasar pemberian nama
filum ini
Tubuh utama molluska diselubingi oleh lipatan kulit yang disebut pallium, dan ruangan
diantara tubuh utama dengan pallium yang disebut cavtum pallil.
Hewan ini memiliki coelem yang sempit. Sebagian besar moluska hidup di laut tetapi
banyak juga yang hidup di air tawar bahkan beberapa hidup di darat sampai ketinggian 6.000 m.
Filum ini dibagi menjadi 5 kelas diantaranya: kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas Crustacea,
kelas Arachnida, dan kelas Insecta.
Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk
berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui
orang adalah arthropoda.
Myriapoda merupakan salah satu dari sub kelas Arthropoda, Myriapoda adalah gabungan
dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu
pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen
(perut).Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang
banyak mengandung sampah, kebun dan di bawah batu-batuan. Misalnya pada kelas Diplopoda
yaitu pada kaki seribu yang memiliki dua pasang kaki persegmen.

1
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apakah pengertian arthropoda itu?


2. Bagaimana klasifikasi arthropoda itu?
3. Apakah pengertian dari myriapoda?
4. Apa sajakah jenis-jenis myriapoda?
5. Bagaimana ciri-ciri umum chilopoda?
6. Bagaimana ciri-ciri umum diplopoda?
7. Apa sajakah perbedaan chilopoda dan diplopoda?

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui pengertian arthropoda


2. Untuk mengetahui klasifikasi arthropoda
3. Untuk mengetahui pengertian myriapoda
4. Untuk mengetahui jenis-jenis myriapoda
5. Untuk mengetahui ciri-ciri umum chilopoda
6. Untuk mengetahui ciri-ciri umum diplopoda
7. Untuk mengetahui perbedaan chilopoda dan diplopoda

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Arhtropoda
Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan tumbuhan, laba-laba,
udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda biasa ditemukan di laut, udara tawar, darat,
dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Kata Arthropoda berasal
dari bahasa Yunani ἄρθρον árthron, "ruas, buku, atau segmen", dan πούς pous (podos), "kaki",
yang jika disatukan berarti "kaki berbuku-buku". Arthropoda juga dikenal dengan nama hewan
berbuku-buku.
Karakteristik yang membedakan arthropoda dengan filum yang lain yaitu: tubuh
bersegmen, segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh
bersegmen berpasangan (asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin.
Secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentari seperti
pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah yang biasanya
berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di
daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi.
Sistem saraf mereka seperti tangga tali, terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak
yang berlokasi di atas kanal alimentari, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke
sekitar kanal alimentari dan tali saraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary,
ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi. Tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan
material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan
spirakel, tidak ada silia atau nefridia.
Penglihatan mereka bergantung pada berbagai variasi kombinasi mata majemuk dan
ocelli (mata tunggal) yang berbentuk mangkuk pigmen: pada kebanyakan spesies ocelli hanya
dapat mendeteksi arah dari sumber cahaya, dan mata majemuk adalah sumber informasi utama,
tetapi mata utama pada laba-laba adalah ocelli yang dapat membentuk bayangan dan dalam
beberapa kasus, dapat berputar untuk melacak mangsa. Arthopoda juga memiliki berbagai sensor
kimia dan mekanik, sebagian besar didasarkan pada modifikasi dari banyak setae (bulu) yang
keluar melalui kutikula mereka. Metode repoduksi Artropoda beragam; semua spesies darat
menggunakan pembuahan dalam, tetapi sering dilakukan dengan cara pemindahan sperma tidak
langsung. Spesies air menggunakan pembuahan dalam atau pembuahan luar. Hampir semua

3
artropoda bertelur, tetapi kalajengking melahirkan setelah telurnya menetas di dalam tubuh
induknya.

2.2 Klasifikasi dan Ciri-ciri Artropoda

Arthropoda umumnya diklasifikasikan dalam lima upafilum, yang salah satunya telah punah:

1. Trilobitomorpha adalah upafilum yang terdiri atas banyak spesies laut yang telah punah.

2. Chelicerata meliputi laba-laba, tungau, kalajengking, dan organisme lain yang terkait.
Karakteristik mereka adalah memiliki kalisera, yaitu tambahan di atas/di depan mulut. Kalisera
pada kalajengking tampak seperti cakar kecil yang digunakan untuk makan, tetapi kalisera pada
laba-laba telah berkembang menjadi taring yang menyuntikkan racun.

3. Myriapoda meliputi kaki seribu, lipan, dan kerabatnya. Mereka memiliki banyak segmen
tubuh, setiap segmen memiliki satu atau dua pasang kaki. Mereka kadang-kadang
dikelompokkan dengan hexapoda.

4. Krustasea umumnya adalah hewan air (kecuali kutu kayu) dan karakteristiknya adalah
memiliki tambahan biramous. Termasuk dalam Crustacea adalah lobster, kepiting, teritip, udang,
dan banyak lainnya.

5. Hexapoda meliputi serangga dan tiga ordo kecil hewan mirip serangga dengan enam kaki
toraks. Mereka kadang-kadang dikelompokkan dengan myriapoda, dalam sebuah kelompok yang
dinamakan Uniramia, meskipun bukti genetik lebih cenderung mendukung pengelompokan yang
lebih dekat antara hexapoda dan crustace.

4
Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Empat dari lima
bagian spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang
ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Jumlah spesiesnya yaitu sekitar
900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang
diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua
permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan
Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan.
Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu
terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan
kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri
dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari
tubuhnya.

Perbedaan Empat Kelas Antropoda :

Ciri – ciri Crustacea Arachnida Myriapoda Insecta


Chilopoda Diplopoda
Pembagian Kepala dada Sefalothoraks Kepala dan Kepala dan Kepala,
Tubuh (sefalothoraks) dan abdomen abdomen abdomen, dada dan
dan abdomen (perut) yang bentuknya perut
gepeng silindris
Jumlah Sepasang pada Tiga pasang Tiap ruas Tiap ruas 3 pasang
kaki setiap ruas (5 pada dada terdapat terdapat dua
pasang pada dada) sepasang pasang kaki
kaki
Sayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada 1 atau
2 pasang
Jumlah 2 pasang Tidak ada 1 pasang 1 pasang 1 pasang
antenna
Alat Insang dan Paru – paru Trakea Trakea Trakea
respirasi permukaan tubuh buku
Habitat Air tawar dan laut Darat Darat Darat Darat

5
2.3 Myriapoda

Myriapoda adalah termasuk Anthropoda yang biasa disebut kaki seribu. Myriapoda
adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas
mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu
kepala dan abdomen (perut). Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat
terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan.

A. Ciri-ciri umum Myriapoda


 Tubuh terbagi menjadi banyak ruas (± 10 sampai 200 segmen) dengan kaki yang keluar
pada setiap ruasnya.
 Dibagian kelapa terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata
tunggal (ocellus).
 Kepala terlihat jelas sedangkan dada dan abdomen tak ada
 Ukuran bervariasi,mulai dari mikroskopik sampai 30 cm
 Eksoskeleton terdiri dari zat kitin,yang bias mengalami ekdisis ( pergantian
kulit/perontokkan).
 Simetri bilateral
B. Sistem Organ Myriapoda

Sistem Organ Keterangan


Sistem pencernaan Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar
ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun
pada segmen pertama, sedangkan Diplopoda bersifat
herbivor, pemakan sampah dan daun-daunan.
Sistem respirasi Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel
yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada
Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya.
Sistem peredaran darah Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ
transportasiberupa jantung yang panjang dan terletak
memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda
terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada
Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen.
Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung
hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut
dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam
arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat
hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam

6
peredaran darah).
Sistem ekskresi Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi
yang bertugas mengeluarkan cairan yang mengandung
unsur Nitrogen (N).
Sistem syaraf Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat
penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal dan
satu pasang antena sebagai alat peraba.
Sistem reproduksi Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan
ovum dan sperma (fertilisasi internal). Myriapoda ada
yang vivipar dan ada yang ovipar.

C. Habitat Myriapoda

 Daerah tropis.

 Tempat lembab, seperti di bawah batu- batuan. Walaupun begitu, kelembaban yang
berlebihan dapat membuat mereka mati karea osmosis.

 Tempat yang banyak sampah.

D. Penggolongan Myriapoda
Myriapoda terbagi atas 2 golongan yaitu:
 Chilopoda (Lipan)
 Diplopoda (Kaki seribu)

2.4 Chilopoda

Chilopoda disebut juga dengan “centipede”. Chilopoda adalah anggota dari hewan tak
bertulang belakang yang termasuk dalam filumArthropoda, kelas Myriapoda. Hewan ini
tergolong hewan pemangsa (predator), yang memangsa cacing dan serangga/ insekta, molusca,
dan binatang kecil lainnya.
Ordo Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
 Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26 cm
 Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi yang
beracun.
 Tubuh agak gepeng,
 terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas).

7
 Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua
segmen terakhirnya.
 Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang
berguna untuk membunuh mangsanya.
 Maksiliped berfungsi untuk membunuh mangsanya.
 Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok
mata tunggal dan mulut.
 Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil
lainnya, sehingga bersifat karnivora.
 Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai
anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
 Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan
lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
 Habitat di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.
Kelas ini sering disebut Sentipedes.
 Sistem reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi
internal).

8
Habitat Chilopoda

Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat
yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan. Habitatnya
juga di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Bergerak cepat dan
predator. Adakalanya merayap ke dalam ruang di lokasi tersembunyi. Lebih menyukai tempat
yang lembab. Mudah kehilangan air jika mereka tidak memiliki kutikula lilin. Biasanya
ditemukan di luar ruangan, tetapiterkadang dapat merayap ke dalam ruangan.

Sistem Organ Chilopoda

1. Sistem Pernapasan
Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka
hampir pada setiap ruas, berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap
ruas.
2. Sistem Pencernaan
Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus dan
mempunyai kelenjar ludah. Kedalam pencernaan makanan ini menempel dua buah saluran
Malpighi yang berfungsi sebagai alat eksresi. Chilopoda bersifat karnivora dengan gigi beracun
pada segmen I.
3. Sistem Reproduksi
Alat reproduksi terpisah, pembuahan terjadi secara seksual yaitu dengan pertemuan ovum
dan sperma (fertilasi internal), dan alat reproduksi ini dihubungkan dengan beberapa kelenjar
accessories. Telur yang telah dibuahi akan diletakkan di bawah batu, di bawah sampah, atau
ditutupi oleh tanah.
4. Sistem Persyarafan
Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu
pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba.

9
Makanan Chilopoda

Kelompok hewan ini adalah predator yang akan membunuh dan mengkonsumsi berbagai
invertebrata lainnya seperti laba-laba, moluska, serangga, slaters dan kelabang lainnya. Bila
bertemu mangsanya, makaakan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan
kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa. Mangsa biasanya bergerak kemudian
racun disuntikkan melalui taring dan kemudian dirobek-potong oleh rahang dan bagian-
bagian lunak dimakan.

Bentuk Pertahanan Chilopoda

Kelabang mampu mematahkan kaki mereka ketika kelangsungan hidup mereka terancam
dan dapat menumbuhkan bagian-bagian tubuh setelah mereka merasa aman.
Pergerakan kelas ini tergolong cepat, dan hidup di bawah batu-batuan atau timbunan
pohon-pohon yang telah membusuk. Chilopoda yang hidup di daerah tropis
misalnya Lithibius (kelabang/lipan) yang memiliki racun yang berbahaya, demikian pula
genus Scolopendra. Hewan ini panjangnya kira-kira 25 cm, gigitannya dapat menyebabkan rasa
sakit dan bahkan dapat menyebabkan hal serius bagi manusia.

Famili Chilopoda

Beberapa yang termasuk Famili Chilopoda yaitu:

1. Geophilidae: Tubuhnya panjang berwarna kuning, dengan 27-31 segmen pada semua
kaki, tidak mempunyai mata.Bantalan segmen Berbeda dengan kelompok lain,yang
hanya memiliki 5,8,10 dan 12 segmen yang disertai dengan perubahan bentuk
tagmatic.Mereka juga memiliki antena dengan 14 segmen,hewan muda yang mempunyai
banyak segmen dan kaki umumnya ditemukan dilokasi pantai di Benua Eropa.
Contohnya: Geophilus flavus

10
2. Scolopendridae : Tubuh panjang dengan 21-23 segmen berwarna hitam, biasa dikenal
dengan kelabang hitam berkepala merah. Mempunyai antenna dengan 17-31 segmen,
hewan muda yang baru menetas memiliki banyak segmen dan kaki.
Contoh : Scolopendra morsitans, memiliki 21 pasang kaki, memiliki mata, dan
merupakan hewan yang cosmopolitan.

3. Lithobius : dikenal dengan sebutan kelabang coklat. Tubuh dengan kaki pada 15
segmen, palpus maxillary dengan 3 buah segmen, spesies yang baru menetas memiliki
tujuh pasang segmen. Distribusi di negara-negara benua Eropa.
Contoh : Lithobius forficatus, panjang tubuh 3mm, pada kepalanya terdapat antenna
dengan 33-43 segmen.

4. Scutigeridae: Biasa juga disebut sebagai "kelabang berkaki panjang", tubuhnya pendek,
dengan 15 buah segmen, 15 pasang kaki yang sangat panjang, dan yang pasangan kaki
terakhir paling panjang yang berukuran lebih panjang bila dibandingkan dengan
kelabang-kelabang pada umumnya. Memiliki antena sangat panjang.
Contoh : (house centipede, Scutigera coleoptrata).

11
Layaknya kelabang-kelabang lainnya, kelabang berkaki panjang adalah hewan nokturnal
yang berarti mereka melakukan aktivitasnya di malam hari. Di siang hari, mereka lebih banyak
bersembunyi di tempat yang gelap misalnya di bawah batu atau di celah pohon. Bukan tanpa
alasan mengapa kelabang memiliki pola hidup demikian. Kelabang tidak memiliki semacam
penutup pada lubang pernapasannya (spirakel) sehingga kelabang mudah kehilangan cairan
dalam bentuk uap saat beraktivitas. Untuk mencegah dehidrasi akibat suhu lingkungan yang
tinggi & pengeluaran uap air secara berlebihan, kelabang pun selalu berusaha menghindari
cahaya yang intensitasnya berlebihan.

Patologi dan Gejala klinik Chilopoda


Toksin dari kelabang mengandung antikoagulan dan 5 hidroksi triptamin. Jarang dijumpai
kematian akibat gigitan dari kelabang.
Gigitan kelabang menimbulkan :
 Rasa nyeri
 Eritema
 Pendarahan
 Nekrosis

Pengobatan Chilopoda
Bagian proksimal dari tempat gigitan dipasang tourniquet kemudian diberikan obat
golongan barbiturat, kortikosteroid, dan antihistamin. Dapat pula diberikan obat anti racun.

2.5 Diplopoda
Kata “Diplopoda” berasal dari kata “diplous” yang berarti “ganda,” dan “podos” yang
berarti “kaki.” Hal ini mengacu pada dua pasang jumlah kaki pada tiap segmen tubuhnya. Kelas
Myriapoda terbesar ini sangat beraneka ragam dan terdiri dari 16 ordo. Sebagian besar kaki
seribu adalah detritivora, dan membentuk humus dari sisa-sisa tumbuhan. Mereka adalah ada di
berbagai ekosistem darat, juga ada pada habitat di dalam tanah. Hewan ini bukan organisme
akuatik, walaupun ada spesies yang dapat bertahan hidup berbulan-bulan di dalam air.

12
Meskipun nama “Millipede” berarti “kaki seribu,” namun tidak ada yang mencapai angka
tersebut. Rekor kaki paling banyak berjumlah 750 dari spesies Illacme plenipes. Jumlah kaki
yang sangat banyak tersebut disebabkan karena setiap segmen tubuhnya memiliki dua pasang
kaki. Satu segmen tubuh tersebut sebenarnya adalah dua segmen yang tergabung menjadi satu,
inilah yang menjadi ciri-ciri utama hewan ini. Lain halnya dengan lipan, kaki pada Diplopoda
terletak di bagian bawah tubuh.

Ciri-ciri Diplopoda

 Tubuh berbentuk silindris, ada yang bersegmen dan ada yang tidak
 Mempunyai dua pasang kaki, kecuali segmen dada
 Mempertahankan diri dengan menggulung tubuh, atau mengeluarkan bau yang tidak sedap
 Pada kepala terdapat sepasang antenna dan sepasang mata yang dinamakan ocelli
 Habitat ditempat lembab dan gelap, umumnya didarat
 Bentuk tubuh bulat, panjang, dan memiliki banyak kaki
 Bersifat Herbivor (pemakan sampah atau daun-daunan)
 Bergerak sangat lambat
 Pada bagian mulut terdapat sepasang mandibula dan maxilla
 Pada antenna terdapat rambut penciuman dan pada segment ada kelenjer pembau terbuka
kearah ventral
 Respirasi denagn trakea yang tidak bercabang
 Ekresi menggunakan 2 atau4 saluran Malpighi

13
 System saraf tangga tali
 Reproduksi secara seksual (festilasi internal), ada yang vivipar dan ovipar.

Struktur Tubuh Diplopoda

Kaki seribu memiliki tubuh yang terbagi atas dua bagian, kepala di sebelah depan dan
bagian tubuhyang panjang dibelakangnya.
Pada hampir setiap segmen tubuh dari kaki seribu dewasa terdapat dua pasang kaki। Segmen
tubuh pertama setelah kepala disebut tengkuk (collum) dan tidak berkaki। Tiga segmen
berikutnya (segmen 2 hingga 4) mengandung sepasang kaki pada tiap segmennya Kaki seribu
yang belum dewasa sering kali mempunyai segmen terakhir yang tidak berkaki. Kaki seribu yang
belum dewasa sulit sekali ditentukan jenisnya. Oleh karena itu pilihlah kaki seribu dewasa,
spesimen yang segmen terakhirnya lengkap dengan kaki atau specimen yang hanya mempunyai
sedikit segmen tanpa kaki untuk ditentukan identitasnya.
Alat mulut kaki seribu hanya memiliki dua pasang alat mulut, mandibula yang
digunakan untuk mengunyah dan suatu keping di sebelah belakang yang disebut
gnathochilarium.
Organ Tömösváry: Ini adalah organ perasa yang terletak di kepala pada kebanyakan
kaki seribu.Organ ini umumnya berbentuk cincin yang agak menonjol, tetapi dapat juga
berbentuk ladam atau hanya sekedar berbentuk suatu lubang. Posisinya terletak di bagian
belakang dasar sungut. Tidak semua bangsa kaki seribu memiliki organ ini.
Ozopor: Organ ini pada kebanyakan bangsa kaki seribu terdapat pada sejumlah
segmen tubuh, yaitu lubang kelenjar yang menghasilkan bau tertentu. Bagian ini agak sulit untuk
dilihat. Pada kebanyakan hewan, ozopore terletak di sebelah samping tubuh dan dimulai pada
segmen ke enam. Pada sebagian kecil kelompok hewan ini, lubang kelenjar terdapat di sepanjang
bagian tengah dorsal. Paranota: Bagian dorsal setiap segmen cincin ditutupi dengan perisai yang
kerat dan disebut tergit.Pelebaran kearah samping tubuh dinamakan paranota.
Kebanyakan kaki seribu memiliki “bintik mata” pada daerah sisi kepala. Mata demikian
dapat terdiri dari sejumlah bintik mata yang bersatu membentuk daerah penglihatan. Sejumlah
kaki seribu, misalnya Polydesmida, tidak pernah memiliki bintik mata. Kaki seribu yang hidup di
dalam gua pada beberapa bangsa telah kehilangan alat penglihatan mereka, meskipun kerabatnya
yang hidup di permukaan tanah mempunyai daerah penglihatan yang terbentuk dengan baik.
14
Kaki seribu dewasa umumnya mempunyai alat kelamin yang jelas. Alat kelamin tentu
terdapat pada kedua jenis kelamin, hanya lebih nyata pada hewan jantan. Kaki yang berubah
menjadi alat kelamin umumnya dapat ditemukan di dua bagian, di daerah segmen cincin yang ke
tujuh atau pada bagian ujung tubuhnya, meliputi pasangan kaki yang terakhir.
Pasangan kaki yang terakhir umumnya dinamakan telopod. Pasangan kaki ke tujuh
yang termodifikasi kadang-kadang tersembunyi pada suatu kantung. Pada kelompok hewan
demikian hewan jantan terlihat tidak punya pasangan kaki pada segmen ke tujuh). Pasangan kaki
ke tujuh yang mengalami modifikasi dikenal dengan gonopod. Organ ini sangat penting untuk
mengidentifikasi jenis. Hewan betina mempunyai alat kelamin (kadang-kadang disebut cifopod)
dapat ditemukan di sebelah belakang pasangan kaki kedua.

Gambar 1. Bagian-bagian tubuh suatu kaki seribu jantan dari Bangsa Julida. Pada tampak
samping kaki pada bagian segmen depan, kaki-kaki terlihat lebih depan dibandingkan dengan
tempat sebenarnya (menurut Blower, 1985). Perhatikan bahwa pasangan kaki pertaman
berbentuk cakar adalah ciri paling jelas dari Julid jantan. collum = tengkuk, ocelli = bintik, mata,
ocular field = daerah mata, mandible = rahang, ozopore(s) = ozopor, gonopod(s) = gonopod,
leg(s) = kaki.

15
Gambar 7. Struktur segmen cincin (diplosegmen)(menurut Demange, 1981). ozopore(s) =ozopor,
leg(s) = kaki, gland = kelenjar, prozonite = prozonit, metazonite = metazonit,
suture = sambungan, stigma = lubang halus, sternite = sternit, posterior = belakang, anterior =
depan.

Habitat
Hewan ini hidup didarat tempat, tempat gelap seperti di dalam gua, dan pada daerah yang
lembab seperti pada dedaunan mati dan serasah kayu.

Sistem Peredaran Darah


Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin
yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan
kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran
darah).

Sistem Reproduksi
 Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi internal).
 Beberapa spesies jantan membentuk “kantong sperma” dan sang betina akan
memasukannya ke dalam alat reproduksinya

16
Pertahanan diri
Kaki seribu tidak menggunakan sungut berbisa untuk melindungi diri dari musuh.
Mekanisme pertahanan utamanya adalah menggulungkan tubuhnnya seperti bola atau berbentuk
lingkaran agar organ vital seperti kepala,perut dan kaki tertutup oleh kulit tebalnya. Tetapi ada
juga yang menyemprotkan asam hydrocyanic (HCN),yang lebih dikenal sebagai gas hydrogen
sianida yaitu cairan beracun yang keluar melalui pori-pori di sepanjang sisi tubuh. Zat ini mampu
membakar eksoskeleton dari serangga kecil pengganggu seperti semut.

Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan berupa saluran berbentuk tabung yang sederhana,dengan dua pasang
kelenjar ludah dan Banyak kaki seribu akan melembabkan makanannya dengan liurnya sebelum
dicerna.

Makanan Diplopoda
Hewan kelas diplopoda bersifat herbifor, memakan dedaunan, maupun kayu-kayu yang
membusuk dan materi lain dari tumbuhan atau tannaman.

Famili Diplopoda

Polyxenidae: Tubuhnya kecil, integument lunak, tiap-tiap segmen denga tonjolan rambut
dikedua sisinya, maxial menyerupai kaki, dan hewan jantan tidak memiliki kaki kopulasi.
Contohnya: Polyxenus fasciculatus, Panjang tubuh 2,5 mm, mempunyai 13 pasang kaki

17
Julidae: Integumen maxilla berbentuk seperti keeping, hewan jantan mempunyai 2 pasang kaki
kopulasi pada segmen ketujuh. Contohnya: Julus virgatus, lulus sp tubuhnya mempunyai 30
sampai 35 segmen dan 50 sampai 60 pasang kaki, tidak memiliki kaki pada segmen ketiga,
panjang tubuh 12 mm.

Polidesmidae: Tubuhnya memiliki 19 sampai 22 segmen, yang merupakan kaki kopulasi pada
hewan jantan adalah pasangan pertama dari dua pasang yang terdapat pada segmen ketujuh.
Contohnya: Polydesmus serratus, panjang tubuh 37 mm, hewan jantan mempunyai 30 pasang
kaki sedangkan betina dengan 31 pasang kaki.

18
Klasifikasi Glomerinda
Glomerida adalah ordo pil-kaki seribu yang ditemukan terutama di belahan bumi utara.
Mereka secara dangkal menyerupai serangga pil atau kutu kayu, dan dapat bergulung seperti
bola.

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Diplopoda
Subkelas : Chilognatha
Infrakelas : Pentazonia
Superordo : Oniscomorpha
Ordo : Glomerida

Memiliki dua belas segmen tubuh, 17 sampai 19 pasang kaki, dan laki-laki memiliki kaki
belakang yang diperbesar yang terlibat dalam perkawinan. Pesanan tersebut mencakup sekitar 30
genera dan setidaknya 280 spesies, termasuk Glomeris marginata , pil penangkap paus Eropa
yang umum.

Ordo tersebut berisi anggota di Eropa, Asia Tenggara dan Amerika dari California sampai
Guatemala. Meskipun secara historis dianggap berkaitan erat dengan sphaerotheriidans serupa
yang juga dapat bergulung, beberapa bukti DNA menunjukkan bahwa mereka mungkin lebih
dekat hubungannya dengan glomeridesmidans , ordo yang kurang diketahui yang tidak
menggulung.
19
Morfologi Glomerida
Glomerida adalah kaki seribu berbentuk oval yang panjangnya mencapai 20 mm (0,79 in).
Seperti Sphaerotheriida (yang disebut Giant Pill-kaki seribu), mereka mampu bergulung seperti
bola ("volvation"), sebuah sifat juga dibagi dengan pillbugs yang tidak terkait (Oniscidean
crustacea). Mereka memiliki 12 segmen tubuh, meskipun lempeng dorsal kedua dan ketiga (
tergites ) bisa menyatu, dan tergite ke 11 mungkin berukuran kecil atau sebagian tersembunyi
tampak sebagai 11 segmen.

Kepalanya relatif besar dan bundar, memiliki antena yang panjang dan ramping, dan organ
Tömösváry berbentuk tapal kuda. Mata mungkin hadir atau tidak hadir. Collum (segmen pertama
di belakang kepala) kecil sedangkan tergite kedua sangat membesar. Kelenjar defensif ( ozopori )
terletak di bagian punggung, berbeda dengan ozopori lateral pada kaki seribu lainnya. Laki-laki
dan perempuan berbeda dalam jumlah pasangan kaki: laki-laki memiliki 17 wanita betina
memiliki 19. Selain itu, pada pria dewasa, pasangan kaki terakhir dimodifikasi menjadi
pelengkap yang dikenal sebagai telopoda.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

20
 Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan tumbuhan, laba-laba,
udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda biasa ditemukan di laut, udara
tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit.
 Myriapoda adalah termasuk Anthropoda yang biasa disebut kaki seribu. Myriapoda
adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan
setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki.
 Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat
karnivor dengan gigi beracun pada segmen pertama, sedangkan Diplopoda bersifat
herbivor, pemakan sampah dan daun-daunan.
 Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang bertugas mengeluarkan
cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N).
 Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu
pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba.
 Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi
internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar.
 Chilopoda disebut juga dengan “centipede”. Chilopoda adalah anggota dari hewan tak
bertulang belakang yang termasuk dalam filumArthropoda, kelas Myriapoda. Hewan ini
tergolong hewan pemangsa (predator), yang memangsa cacing dan serangga/
insekta, molusca, dan binatang kecil lainnya.
 Kata “Diplopoda” berasal dari kata “diplous” yang berarti “ganda,” dan “podos” yang
berarti “kaki.” Hal ini mengacu pada dua pasang jumlah kaki pada tiap segmen tubuhnya.
Kelas Myriapoda terbesar ini sangat beraneka ragam dan terdiri dari 16 ordo. Sebagian
besar kaki seribu adalah detritivora, dan membentuk humus dari sisa-sisa tumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA

 Brotowidjoya, Mukayat Djarubito. 1994. Zoologi Dasar. Penerbit :Erlangga : Jakarta

21
 Soemadji, dkk. 1995. Materi Pokok Zoologi/ Universitas Terbuka. Penerbit : Depdikbud .
Jakarta
 Kimball, JW. 2010. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
 Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya
 Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata. Bandung: ALFABETA
 https://smayani.wordpress.com/2009/05/13/myriapoda/
 http://mutmainnah-biologi-mutmainnah.blogspot.co.id/2009/12/diplopoda.html
 http://pbiologiunivet.blogspot.co.id/2011/10/diplopoda-chilopoda-dan-arachnoida.html

22