Anda di halaman 1dari 11

TUMBUH KEMBANG PADA USIA TODDLER ( 1 – 3 TAHUN )

I. DEFINISI TUMBANG
 Pertumbuhan adalah Perubahan fisik dan peningkatan ukuran.(
Barbara Konzier,2010 )
 Perkembangan adalah Peningkatan kompleksitas fungsi dan
kemajuan ketrampilan.( Barbara Konzier,2010 )

II. IDENTIFIKASI
Pada usia toodler peningkatan usia tubuh terjadi secara bertahap bukan
secara linier yang menunjukkan karakteristik, percepatan atau perlambatan
pertumbuhan.
Diantaranya:
1. Tinggi badan
Rata-rata bertambah tinggi 7,5/tahun
Rata-rata tinggi toddler usia 2 tahun sekitar 86,6 cm
2. Berat badan
Rata-rata pertumbuhan berat badan toddler adalah 1,8-2,7 kg/tahun
Pada usia 2 tahun sekitar 12,3 kg
Pada usia 2,5 tahun berat toddler mencapai 4 x berat lahir
3. Lingkar kepala
Pada usia 1-2 tahun lingkar kepala = lingkar dada
Total laju peningkatan lingkar kepala pada tahun kedua adalah 2,5
cm, kemudian berkurang menjadi 1,25 cm/tahun sampai usia 5
tahun
4. Lingkar lengan atas
LLA mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot
yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh
dibandingkan dengan berat badan, laju tumbuh lambat.Tumbuh
menjadi lambat dari 11 cm waktu lahir menjadi 16cm pada 1
tahun, selanjutnya pada usia 1-3 tahun tidak banyak berubah.
5. Lipatan kulit
Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular
merupakan refleksi tumbuh jaringan lemak dibawah kulit, yang
mencerminkan kecukupan energi pada keadaan defisiensi lipatan
kulit akan menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi
berlebih.

III. BATASAN USIA


Batasan pada usia toddler adalah 1 sampai 3 tahun.

IV. KARAKTERISTIK / CIRI – CIRI


Pada usia toddler memiliki karakteristik sebagai berikut:
A. Perkembangan Psikososial
Erikson melihat periode 18 bulan sampai 3 tahun sebagai suatu waktu
ketika tugas perkembangan berpusat pada Otonomy Vs rasa malu dan ragu.
Toddler memulai perkembangan rasa Otonominya dengan cara
menonjolkan diri mereka dengan seringnya mengatakan kata “tidak”.
Mereka juga sering merasa putus asa karena pengekangan tingkah lakunya
dan pada usia antara 1 sampai 3 tahun mereka memiliki suatu ciri khas
tingkah laku, yang sering disebut”Temper Tantrum”. Namun lambat laun
mereka akan dapat mengontrol emosi mereka dengan bantuan dari orang
tua.
Periode perkembangan Otonomi adalah suatu waktu saat anak mulai
mengadakan kontak sosial. Toddler menjadi sangat ingin tahu dan banyak
bertanya. Pada usia ini anak menjadi lebih kreatif, meskipun produk yang
dihasilkan dari aktivitasnya mungkin tak sempurna.
Respon stress yang biasa muncul pada toddler adalah separation anxiety
dan regression. Misalnya, toddler menjadi sangat cemas ketika harus
berpisah dari orang tuanya. Regresi atau kembali pada tingkatan
perkembangan yang lebih awal dapat di lihat saat toddler “ngompol”, atau
menggunakan bedak bayi. Perawat dapat membantu menjelaskan pada
orang tua bahwa hal itu wajar dan itu menunjukkan bahwa toddler mulai
mencoba untuk menentukan posisinya dalam keluarga.
Selama usia toddler, kemampuan untuk mengerti dan mengekspresikan
bahasa berkembang dengan pesat. Kemampuannya untuk mengerti kata-
kata lebih maju dari pada kemampuannya untuk mengekspresikan kata dan
ide. Saat usia 1 tahun, toddler sudah bisa mengenal nama mereka sendiri.

B. Perkembangan Psikoseksual ( Fase Anal )


1. Fokus tubuh : Area anal
2. Tugas perkembangan: Belajar untuk mengatur defekasi dan urinasi.
3. Krisis perkembangan: Toilet training
4. Ketrampilan koping yang umum: Temper tantrum, negativisme, bermain
dengan feses dan urine, perilaku regresif, seperti menghisap ibu jari,
mengeriting rambut menjadi simpul-simpul, menangis, iritabilitas, dan
mencibir.
5. Kebutuhan seksual: Sensasi menyenangkan berhubungan dengan fungsi
eksretori, anak mengeksplorasi tubuh secara aktif.
6. Bermain: Anak senang bermain dengan ekskreta ( feses ).
7. Peran orang tua: Membantu anak mencapai kontinensia tanpa kontrol
yang trelalu ketat atau overpermissive.

C. Perkembangan kognitif
Menurut Piaget, toddler berada pada tingkatan ke5 dan 6 dari fase
sensorimotorik dan memulai fase prekonseptual sekitar usia 2 tahun. Pada
tingkatan ke lima, toddler menyelesaikan masalahnya melalui proses trial-
and-error. Pada tingkatan keenam, toddler dapat menyelesaikan masalah
melalui pemikiran. Misalnya, ketika anak diberi mainan baru, toddler tidak
akan segera mengambil mainan itu dan melihat bagaimana mainan itu
bekerja, tetapi mereka akan memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan
berfikir bagaimana mainan itu bekerja.
Selama fase prekonseptual, sedapat mungkin toddler mengembangkan
keterampilan kognitif dan intelektual. Mereka belajar tentang urutan
waktu. Mereka mulai berfikir simbolik, contohnya: kursi mungkin
diibaratkan sebagai tempat yang aman, sedangkan selimut identik dengan
kenyamanan.
D. Perkembangan Moral
Menurut Kohlberg, tingkatan pertama dari perkembangan moral adalah
prekonvensional ketika anak merespon pada label “baik” atau “buruk”.
Selama tahun kedua kehidupan, anak mulai belajar mengetahui beberapa
aktifitas yang mendatangkan pengaruh dan persetujuan. Mereka juga
mengenal ritual-ritual tertentu, seperti mengulang bagian dari doa-doa.
Saat usia dua tahun, toddler belajar pada perilaku orang tua mereka yang
berkaitan dengan urusan moral

E. Perkembangan spiritual
Tingkatan toddler pada perkembangan spiritual adalah Undiferensiasi.
Toddler mungkin mengetahui beberapa praktek keagamaan, tapi utamanya
mereka perlu belajar tentang pengetahuan dan reaksi emosional, daripada
menentukan kepercayaan yang akan diikuti. Toddler mungkin akan
mengulang beberapa doa saat akan tidur dan menyesuaikan diri pada ritual
tertentu, sebab ini akan menghasilkan suatu pengaruh dan penghargaan.
Respon orang tua ini meningkatkan rasa aman pada toddler.

V. TUGAS PERKEMBANGAN

Usia Motorik/Bermain Bahasa Sosial/Kognisi


12-15 bulan Motorik kasar  Mengatakan 4  Menoleransi perpisahan
 Berjalan tanpa bantuan sampai 6 kata dengan orang tua
 Memanjat tangga  Meminta obyek  Dapat meniru orang tua
 Berlutut tanpa sokongan dengan membersihkan
Motorik halus menunjukkanya rumah(menyapu,mengela
 Senang menjatuhkan  Memahami p,melipat pakaian)
benda ke lantai perintah sederhana  Makan sendiri dan sedikit
 Dapat membangun  Menggunakan kata tumbah
menara 2 kotak “tidak”meskipun  Mencium dan memeluk
 Melepaskan butir-butir menyetujui orang tua
ke dalam leher botol permintaan  Ekspresi emosi, temper
yang sempit tantrum
 Mencoret- coret dengan
spontan
 Menggunakan cangkir
dengan baik
16-18 bulan Motorik kasar  Mengatakan 10  Peniru yang baik
 Berlari kikuk dan sering kata lebih  Mengatur sendok dengan
jatuh  Menunjuk obyek baik
 Berjalan naik tangga umum seperti  Melepaskan sarung
dengan 1 tangan sepatu atau bola tangan, kaos kaki dan
berpegangan dan 2 atau 3 bagian resleting
 Menarik dan mendorong tubuh  Mulai sadar
mainan kepemilikan”mainanku”
 Melompat dengan kedua  Mengembangkan
kaki ketergantungan pada
 Duduk sendiri di kursi obyek transisi seperti
 Melempar bola dari 1 “selimut keamanan”
tangan ke tangan lain
tanpa jatuh
Motorik halus
 Membangun menara 3
sampai 4 kotak
 Membalik halaman
buku 2 atau 3 lembar
sekaligus
 Dalam menggambar
membuat tekanan sesuai
tiruan

19-24 bulan Motorik kasar  Perbendaharaan  Tempertantrum menurun


 Naik turun tangga kata kira-kira 300  Mendorong orang untuk
sendiri dengan 2 kaki kata menunjukkan sesuatu
pada setiap langkah  Menggunakan 2-3 kepada mereka
 Berlari seimbang kata dalam kalimat  Peningkatan kamandirian
dengan langkah lebar  Menggunakan kata  Berpakaian sendiri
 Menangkap obyek tanpa ganti saya, kamu,  Tahap permainan paralel
jatuh dan aku  Mempunyai lapang
Motorik halus  Memahami perhatian lanjut
 Menendang bola dengan perintah langsung
baik  Menyebutkan nama
 Membangun menara pertama dengan
dengan 6-7 kotak menunjukkan
 Menyusun 2 atau lebih dirinya
kotak menyerupai kereta  Mengungkapkan
 Membalik satu halaman kebutuhan untuk
buku makan, minum, dan
 Menggambar meniru toileting
gerakan vertikal da  Bicara dengan
melingkar tidak putus- putus
 Memencet bel pintu dan
membuka gerendel
24- 30 bulan Motorik kasar  Menyebutkan nama  Dapat dipisahkan dari ibu
 Melompat dengan kedua pertama dan nama dengan lebih mudah
kaki terakhir  Dalam bermain,
 Melompat atau  Menunjuk pada diri membantu menyingkirkan
melangkah dari kursi sendiri dengan kata sesuatu, dapat membawa
 Berdiri sebentar pada ganti yang tepat barang pecah belah,
satu kaki  Menggunakan kata mendorong dengan
 Mengambil 2 langkah jamak kendali yang baik
pada ujung ibu jari kaki  Menyebutkan satu  Mulai mengakui
Motorik halus warna perbedaan jenis kelamin
 Membangun menara 8 sendiri
kotak  Dapat ke toilet sendiri
 Koordinasi jari kecuali bercebok
baik,memegang krayon
dengan jari bukan
mengenggam
 Menggerakkan jari
secara mandiri
 Mengambar, meniru
gerakan vertikal dan
horisontal serta
menyilang

30-36 bulan Motorik kasar  Menggunakan kata  Mencoba membedakan


 Mencoba menjaga ganti aku, kamu, benda dari tinggi dan
keseimbangan diri dan saya dengan besarnya,meski belum
dengan berjalan di atas benar tentu benar
balok atau jembatan  Siap mendengar  Menunturkan cerita-cerita
kayu cerita yang lebih sederhana dari hasil
 Mulai dapat memainkan kompleks dengan imaginasinya
papan luncur karakter lebih  Dapat mengingat apa
 Mulai mencoba beragam yang dilakukanya pada
mengayuh sepeda roda  Mulai memahami masa lalu dan
tiga kata bahasa menceritakanya
Motorik halus sederhana dalam  Memahami konsekuensi
 Dapat menyusun mengucapkan kata dari tindakanya, misalnya
menara dengan delapan pendek bila tidak hati-hati saat
kotak berlari akan jatuh
 Dapat mengunting
dengan yang besarnya
seauai dengan telapak
tanganya
VI. PERMASALAHAN YANG KESEHATAN LAZIM TERJADI

Pada usia Todder masalah kesehatan yang sering terjadi adalah

1. Kecelakaan
 Kecelakaan mobil,tenggelam,terbakar,keracunan dan jatuh.
 Kemungkinan kecelakaan tersebut dapat terjadi dikarenakan serba
ingin tahu dan suka merasakan dan mencicipi segala hal

2. Masalah Penglihatan
 Pada usia Todder ini anak perlu menjalani pemeriksaan
penglihatan untuk mengetahui adanya kelainan pada penglihatan

3. Karies Gigi
 Karies gigi banyak terjadi pada usia todder , biasanya disebabkan
oleh asupan makanan manis yang berlebihan atau penggunaan
botol susu yang lama saat tidur siang atau tidur malam

4. Infeksi Pernafasan dan telinga


 Infeksi pernafasan dan telinga sering terjadi di sepanjang masa
toddler

Pada usia Toddler terdapat reaksi terhadap penyakit dan reaksi terhadap
hospitalisasi.

1. Reaksi terhadap penyakit


 Toddler kurang mampu mendefinisikan konsep tentang citra tubuh,
terutama batasan tubuh.
 Toddler bereaksi terhadap nyeri mirip dengan bayi,dan
pengalaman sebelumnya dapat mempengaruhi toddler dengan
baik.
2. Reaksi terhadap Hospitalisasi
 Hospitalisasi mekanisme pertahanan primer toddler adalah regresi
 Toddler juga merasa kehilangan kendali berkaitan dengan
keterbatasan fisik, kehilangan rutinitas ketergantungan dan takut
terhadap cedera atau nyeri pada tubuh.
 Toddler seolah tidak mau kehilangan orangtua dengan
menunjukkan respon verbal seperti merangkul dengan erat,
menangis. ( PROTES )
 Tidak tertarik terhadap lingkungan dengan menunjukkan sikap
pasif, depresi dan kehilangan nafsu makan. (PUTUS ASA )
TUGAS TUMBANG TODDLER

DISUSUN :
Kelompok II
1. Donata Desna Puspa Dewi ( E1.13.008 )
2. Dwi Astuti ( E1.13.010 )
3. Nofita Veronika ( E1.13.020 )
4. Roseka Yuliyanti ( E1. 13.022 )

STIKES TELOGOREJO PRODI S1 KEPERAWATAN


KELAS TRANSFER 2013/ 2014
DAFTAR PUSTAKA

 Barbara, Konzier.2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan,Edisi 7


Volume 1.EGC.Jakarta
 Dwi,Sulityo.2011.Pertumbuhan Perkembangan Anak dan
Remaja.TIM.Jakarta
 Dian,Adriyana.2011.Tumbuh Kembang Dan Terapi Bermain Pada
Anak. Salemba Medika. Jakarta
 Ari,Sulistyawati. 2014. Deteksi Tumbuh Kembang Anak.Salemba
Medika. Jakarta