Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN BBDM SKENARIO 1

“RUAM KULIT”
KELOMPOK 13

DISUSUN OLEH :

Ika Namira Irsan 22010116120032


Martin Livanto Wibisono 22010116120033
Kukuh Tri Wibiansyah 22010116120034
Sri Suci Ningtyas Ardi 22010116120035
Moh Arya Lingga Bharadaksa 22010116140197
Mufti Maulana Rizky 22010116140198
Najamuddin Candra Nirwana 22010116140199
Diah Ayu Siti Sarah 22010116140200
Alfin Ihza Trimahendra 220101116140201
BBDM SKENARIO 1
RUAM KULIT
Seorang perempuan , usia 40 tahun berat badan 80 kg pekerjaan pedagang sayur keliling.
Pasien datang dengan keluhan bercak kemerahan diperut , ketiak , dan paha sejak 1 tahun lalu
Bercak bercak tersebut terasa gatal terutama saat berkeringat sehingga penderita sering
menggaruknya. Saat bekerja penderita sering menggunakan baju berlapis lapis . Penderita
pernah berobat ke puskesmas dan mendapatkan salep hidrokortison dan tablet kecil berwarna
kuning , nmun bercak tidak membaik hanya gatalnya saja yang berkurang setelah minum obat
dan gatal akan muncul lagi bila berkeringat . Pemeriksaan pada lesi kulit tampak adanya
plakat eritema berskuama , batas tegas , bagian tepi aktif dan bagian tengah lesi menyembuh
(central healing ). Pada pemeriksaan kerokan kulit dengan KOH 10 % tampak hifa bercabang
dan spora .Dokter memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang lebih lanjut untuk diagnosis
dan factor factor yang berkaitan .
Step 1 . Clarify Unfamiliar Terms
1. Central Healing
Wujud kelainan kulit berwarna merah tetapi dibagian tengah berwarna pucat atau
putih, seakan habis pigmen kulitnya.
2. Ruam Kulit
Peradangan dan perubahan warna yg terjadi pada kulit dan timbul gatal gatal , benjol ,
mengelupas , bersisik atau iritasi.
3. Salep Hidrokortison
Obat oles untuk melawan efek histamin yang menyebabkan gatal.
4. Plakat Eritema Berskuama
Plakat merupakan peninggian , ada perbedaan antara dasar dengan yang terinfeksi .
Sedangkan eritema berwarna kemerahan , berskuama itu bentuknya seperti sisik .
5. Lesi
Lesi merupakan jaringan abnormaql pada tubuh karena trauma fisik, kimiawi,
elektrik, infeksi , metabolisme, autoimun.
6. Hifa
Struktur jamur yang bentuknya seperti filamen benang yang terbentuk dari
pertumbuhan spora.
7. Kerokan kulit
Metode pengambilan jaringan untuk kepentingan histopatologis.
Step 2. Define The Problems
1. Mengapa terasa gatal saat berkeringat ?
2. Apa hubungan bercak kemerahan di perut , ketiak , dan paha terhadap skenario ?
3. Mengapa setelah diberi obat hidrokortisone bercaknya tidak hilang ?
4. Pemeriksaan lanjutan yang seharusnya dilakukan ?
5. Mengapa bisa timbul central healing ?
6. Apa hubungan pekerjaan pedagang sayur keliling dengan diagnosis ?
7. Hubungan dengan diberikan obat kecil berwarna kuning ?
8. Mengapa ada plakat eritema berskuama ?
Step 3. Explanation
1. Terasa gatal saat berkeringat karena suhu naik (panas) hal ini menyebabkan udara
menjadi lembab pada tubuh . Udara yang lembab merangsangang pertumbuhan jamur
menjadi meningkat hal ini menyebabkan pelepasan histamine .Peredaran histamine ini
merangsang rasa gatal .
2. Hubungan nya yaitu masuk ke etiologi dimana pasien memakai baju berlapis . yang
diselimuti baju itu bagian badan dan kaki yang mana pada bagian tsb lembab dan
mudah ditumbuhi jamur , dan tempatnya dapat digunakan untuk menggolongkan jenis
tinea.
3. Anti histamin digunakan untuk menghilangkan gatal yaitu anti alergi bukan
menghilangkan jamurnya .
4. Pemeriksaan Lanjutan :
Wood ‘s lamp
Kultur : SDA + OLIVE OIL
5. Central Healing dapat ditemukan karena central healing merupakan tanda khas dari
dermatofitosis , yaitu pada penyakit tinea corporis . Salah satu manifes klinis dari
tinea corporis yaitu central healing yang mana daerah sekitarnya kemerahan atau
hiperpigmentasi dan tengahnya tetap tidak seaktif pinggir , lama kelamaan lesi bulat
lalu meluas akhirnya gabung jadi polisiklik , bulat kayak anggur hal ini menandakan
kronis dan sudah tidak bisa dikatakan central healing lagi soalnya udah total . Kalau
central healing bergabung , tetap dermatofitosis tapi penyakitnya bukan tinea corporis.
Jadi nya gabung sama tinea cruris jadinya tinea corporis et cruris .
6. Hubungan pedagang sayur dengan tanda klinis di skenario yaitu , pedagang sayur
bekerja pada suhu panas soalnya berkeliling dan memakai baju yang berlapis lapis hal
ini membuat banyak keringat dan terjadilah kelembaban pada tubuh , ketika tubuh
lembab maka akan mudah berkembang jamur serta menginfeksi terhadap tubuhnya .
7. Hubungan dengan diberikan obat kecil berwarna kuning yaitu kemungkinan
merupakan obat CTM , Alloris , dan pehachlor , yang merupakan obat gatal sehingga
dapat mengurangi rasa gatal pada bercak merah tersebut .
8. Eritema terjadi karena reaksi non spesifik inflamasi yang menghasilkan warna merah
Plakat terjadi karena perluasan atau peninggian inflamasi .
Skuama menurut jurnal terjadi karena sakitnya ga akut sudah 1 tahun . Terbentuk
akibat respon jaringan terhadap infeksi dimana tepi lesi masih aktif akan
meningkatkan proliferasi sel epidermis dan menghasilkan skuama.

Step 4.MIND MAP


STEP 5. DEFINE LEARNING OBJECT
1. Menyebutkan berbagai macam kemungkinan ruam kulit yang dapat menjadi diagnosis
banding kasus ini
2. Menjelaskan pathogenesis masing masing ruam kulit yang berkaitan dengan kasus ini
3. Menjelaskan factor factor predisposisi terjadinya berbagai ruam kulit yang berkaitan
dengan kasus ini .
4. Menjelaskan tentang ujud kelainan kulit yang tampak , serta tanda tanda khas maupun
tidak khas pada pemeriksaan fisik berbagai macam kulit terkait . Wujud kelainan kulit
dan tanda tanda yang perllu diketahui , antara lain ; Plakat eritema , central healing
,tanda auspitz, fenomena tetesan lilin dan fenomena koebner .
5. Menjelaskan pemeriksaan penunjang apa saja yang diperlukan pada berbagai macam
ruam kulit terkait ,antara lain : Pemeriksaan kerokan kulit dengan KOH , biopsy kulit
untuk pemeriksaan histopatologik , pemeriksaan laboratorium darah ( gula darah .
HbA1C,SGOT ,SGPT )
6. Menjelaskan bagaimana pengambilan specimen , cara cara pemeriksaan dan
interpertasi hasil dari berbagai pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada berbagai
macam ruam kulit terkait tersebut diatas antara lain , pemeriksaan kerokan kulit
dengan KOH , biopsy kulit untuk pemeriksaan histopatologik , pemeriksaan
laboratorium darah (gula darah , HBA1C ,SGOT,SGPT)
7. Menjelaskan penatalaksanaan kasus ini , baik medikamentosa maupun non
medikamentosa termasuk pencegahan kasus ini dan edukasi pasien .