Anda di halaman 1dari 6

Definisi Tajuk

Definisi Umum

Kamus Dewan Edisi Keempat menakrifkan 1politik ialah ilmu; ilmu (pengetahuan)
bkn cara pemerintahan (dasar-dasar pemerintahan dll), ilmu siasah, ilmu kenegaraan:
pentingnya pengetahuan -kpd setiap rakyat negara yg mengamalkan pemerintahan
demokrasi sudah tidak dapat disangkal lagi; Maksud lain ialah segala sesuatu bkn
pemerintahan sesebuah negara atau hubungannya dgn negara lain: dasar luar negeri
kita adalah bebas tetapi menentang penjajahan dlm-antarabangsa; diayah -penyebaran
pengetahuan (ajaran) politik; parti - pertubuhan yg bergiat dlm bidang politik; tokoh - ahli
politik yg terkemuka (terkenal);

Seterusnya, kelicikan, muslihat, tipu muslihat; - parti kegiatan politik yg dijalankan


utk, melalui atau oleh parti: beliau telah diberi peluang berkecimpung dlm kegiatan - parti
walaupun pengalamannya masih cetek;- wang kegiatan menyogokkan atau memberikan
wang oleh ahli politik kpd kumpulan orang atau individu tertentu utk mendapatkan
sokongan, terutamanya utk pemilihan sesuatu jawatan penting dlm parti dsb; berpolitik
mengambil bahagian dlm politik, menjalankan (mengamalkan) politik: keadilan -adalah
subjektif; mempolitikkan memasukkan ke dlm urusan politik, menjadikan sbg urusan
politik, menjadikan (sesuatu) kelihatan ada kaitannya dgn politik: Menteri Pendidikan
telah menjelaskan bahawa banyak pihak telah isu-isu tersebut tanpa memahami perkara
yg sebenar yg akan dijalankan oleh kerajaan; kepolitikan perihal politik; pempolitikan
perbuatan mempolitikkan sesuatu perkara (isu).

Menurut pengertian politik menurut para ahli - Menurut Ramlan Surbakti (1991:1)
bahawa adalah definisi politik interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka
proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan
bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

Menurut Kartini Kartono (1996: 64) bahawa politik dapat diartikan sebagai
aktivitas perilaku atau proses yang menggunakan kekuasaan untuk menegakkan
peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan yang sah berlaku di tengah masyarakat.

1
Noresah Baharom, (2007). Kamus Dewan. Edisi Keempat. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan
Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia.
Dengan demikian jelaslah bahwa politik yang bersangkut paut dengan soal-soal negara
dan pemerintah.

Ada beberapa definisi mengenai pendidikan politik yang dikutip oleh Kartini Kartono
(1996 : 64) sebagai berikut :

Pendidikan politik adalah bentuk pendidikan orang dewasa dengan menyiapkan


kader-kader untuk pertarungan politik dan mendapatkan penyelesaian agar menadang
dalam perjuangan politik. Pendidikan politik adalah upaya edukatif yang internasional, di
sengaja dan sistematis untuk membentuk inividu sadar politik, dan mampu menjadi
pelaku politik yang bertanggung jawab secara etis atau moril dalam mencapai tujuan-
tujuan politik.

R. Hayer menyebut : pendidikan politik adalah usaha membentuk manusia


menjadi partisipasi yang bertanggung jawab dalam politik. Politik berasal dari kata
Yunani polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang
menjadi polites yang berarti warganegara,politeia yang berarti semua yang
berhubungan dengan negara, politika yang berarti pemerintahan negara
dan politikos yang berarti kewarganegaraan. Interaksi warga Negara terjadi di dalam
suatu kelembagaan yang dirancang untuk memecahkan konflik sosial dan membentuk
tujuan negara. Dengan demikian kata politik menunjukkan suatu aspek kehidupan, yaitu
kehidupan politik yang lazim dimaknai sebagai kehidupan yang menyangkut segi-segi
kekuasaan dengan unsur-unsur: negara (state), kekuasaan (power), pengambilan
keputusan (decision making), kebijakan (policy, beleid), dan pembagian (distribution)
atau alokasi (allocation).

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah bermacam-


macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses
menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Politik
merupakan upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki. Politik
menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan
perseorangan (individu).

Kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang memengaruhi


kebijakan dari pihak yang berwenang yang diterima oleh suatu masyarakat dan yang
memengaruhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu. Dalam ilmu politik selalu ada
kekuasaan atau kekuatan.” Idrus Affandi mendefinisikan: “Ilmu politik ialah ilmu yang
mempelajari kumpulan manusia yang hidup teratur dan memiliki tujuan yang sama
dalam ikatan negara. Masih banyak pengertian tentang politik dan atau ilmu politik yang
disampaikan para ahli. Sedangkan secara praktis, politik mempelajari negara sebagai
suatu lembaga yang bergerak dengan fungsi-fungsi dan tujuan-tujuan tertentu (negara
sebagai lembaga yang dinamis).

Berikut ini adalah pengertian dan definisi politik menurut beberapa ahli Politik Barat:

Rod hague menyatakan politik adalah kegiatan yang menyangkut cara


bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif
dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara
anggota-anggotanya. Andrew Heywood pula, politik adalah kegiatan suatu bangsa yang
bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-
peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari
gejala komflik dan kerjasama

Carl Schmidt; 2Politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih
membuat keputusan - keputusan daripada lembaga-lembaga abstrak. Roger F.Soltau-
Politik yakni ilmu yang mempelajari tentang Negara,tujuan-tujuan Negara, dan lembaga-
lembaga Negara yang akan melaksanakan tujuan tersebut dan hubungan antara Negara
dengan warga negaranya serta Negara lain. Robert
Politik ialah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia. W.A Robson pula
mengatakan politik yakni ilmu yang mempelajari tentang kekuasaan dalam masyarakat,
yakni sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Yang terakhir ialah
Paul Janet berpendapat politik ialah ilmu yang mengatur perkembangan Negara dan
juga prinsip-prinsip pemerintahan.

Ini pula definisi menurut Islam: Secara lughah (bahasa), siyasah (politik) berasal
dari kata sasa, yasusu, siyasatan yang bererti ‘mengurus kepentingan seseorang’.
Perkataan siyasatan menurut pengertian bahasa adalah ‘pemeliharaan/pengurusan’.
Dalam kamus Al-Muhits dikatakan – sustu ar-ra’iyata siyasatan, ai amartuha wa
nahaituha, ai ra’itu syu’naha bi al-awamir wa an-nawahi (aku memimpin rakyat dengan
sungguh-sungguh, atau aku memerintah dan melarangnya, atau aku mengurusi urusan-
urusan mereka dengan perintah-perintah dan larangan-larangan). Ini dari segi bahasa.
Adapun maksud siyasah menurut istilah/syara’ adalah ri’ayah asy-syu’un al-ummah
dakhiliyyan wa kharijiyan (mengatur/memelihara urusan umat sama ada dalam atau luar

2
Schmitt wrote extensively about the effective wielding of political power.
negeri) [Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur]. Pengertian ini diambil
dari beberapa hadis di mana Rasulullah saw menggunakan lafaz ‘siyasah’ untuk
menunjukkan maksud pengurusan/pemeliharaan urusan umat, antaranya hadis riwayat
Bukhari dan Muslim,

“Adalah Bani Israel dahulu yang mengatur urusan mereka adalah nabi-nabi
(tasusuhum al-anbiya’). Bila wafat seorang Nabi, maka diganti dengan Nabi yang
berikutnya. Sesungguhnya tidak akan ada lagi Nabi sesudahku tetapi akan ada
Khulafa’ dan jumlahnya banyak. Para sahabat bertanya, ‘Lalu apa yang engkau
perintahkan kepada kami?’ Nabi bersabda, ‘Penuhilah ba’iat yang pertama, yang
pertama sahaja, berikanlah kepada mereka hak mereka. Sesungguhnya Allah akan
meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus/pelihara.”

Berkenaan lafaz tasusuhum al-anbiya’, Ibn Hajar al-‘Ashqalani berkata, “Dalam


hal ini terdapat isyarat bahawa harus ada bagi rakyat, orang yang mengatur urusan
mereka, membimbing mereka ke jalan yang baik, dan memberikan keadilan kepada
orang yang dizalimi dari orang yang zalim.” [Fath al-Bari, VI/497] Menurut Imam As-
Suyuthi pula, tasusuhum bermaksud “yang menjalankan urusan mereka” [As-Suyuthi,
ad-Dibaj, IV/456]. Dan menurut Imam an-Nawawi, tasusuhum bererti “yang menangani
urusan mereka sebagaimana para amir dan wali menangani urusan rakyat.” [Imam an-
Nawawi, Sahih Muslim bi Syarh an-Nawawi, XII/231-232]. Justeru, hadis ini menjelaskan
makna as-siyasah (politik). Secara bahasa, kata sasa-yasusu-siyasah juga boleh
membawa makna ra’a syu’unahu (memelihara urusan-urusannya). Dengan kata lain, as-
siyasah (politik) maknanya adalah ri’ayah syu’un al-ummah (pengaturan dan
pemeliharaan urusan-urusan umat). Inilah pengertian politik menurut Islam, yang mana
berdasarkan hadis ini, semua nabi, termasuk Nabi Muhammad saw menjalankan
peranan politik mereka sebagai pengurus, pengatur, dan pemelihara urusan umat. Dan
peranan politik (mengatur urusan umat) ini dengan jelas akan diambil alih pula oleh para
Khalifah3 yang sekali gus menjelaskan bahawa pemimpin/pengurus umat Islam (untuk
seluruh dunia) setelah Rasulullah adalah Khalifah, yang akan mengurusi/memelihara
kepentingan umat Islam.

3
Gelaran khalifah ini juga dikenali sebagai Amīr al-Mu'minīn (‫ )أمير المؤمنين‬yang bermakna
"pemimpin orang yang beriman". Sejak tumbangnya Empayar Turki Uthmaniyyah, gelaran ini
tidak lagi digunakan
METODOLOGI KAJIAN

Kaedah kajian menggunakan soal selidik, temu ramah dan pemerhatian kepada pelajar
Universiti Sultan Zainal Abidin.

i. Soal selidik
Kaedah soal selidik merupakan metodologi utama dalam mengumpulkan data.
Suatu borang soal selidik telah dikeluarkan dan diedarkan kepada pelajar.
Soalan-soalan tersebut merangkumi pelbagai isu, pandangan serta pengetahuan
masyarakat pelbagai etnik. Borang diisi seterusnya dikumpulkan dan data
dicatatkan.

ii. Temu ramah individu


Beberapa pelajar akan dipilih secara perseorangan untuk ditemuramah secara
rawak berkenaan kajian yang dijalankan. Temu ramah tersebut melibatkan kaum
Melayu, Cina, India dan juga tokoh politik yang berpengalaman luas dalam isu
berkaitan. Setiap daripada mereka dikehendaki untuk menjawab setiap
pertanyaan yang ditujukan dan jawapan mereka akan direkod dan dikumpulkan
untuk dianalisis dalam kajian kali ini.

SKOP KAJIAN

Kajian ini dilakukan kepada semua mahasiswa Universiti Sultan Zainal Abidin dan juga
ahli politik. Skop kajian menjerumus kepada masyarakat Melayu, masyarakat Cina,
masyarakat India serta ahli politik berpengalaman dengan bertanyakan isu-isu semasa
mengenai persepsi masyakat Malaysia politik di Malaysia dan juga kesedaran lapisan
masyarakat mengenai peri pentingnya akan mengundi dalam pilihan raya yang bakal
diadakan setiap empat tahun sekali. Kajian telah dihadkan demikian supaya lebih
berfokus dan selari dengan tajuk kajian. Kajian ini juga merangkumi pengkajian kitab-
kitab ilmiah di Perpustakaan UniSZA Kampus Gong Badak. Perpustakaan UniSZA
menjadi rujukan untuk mencari maklumat tambahan iaitu buku-buku, surat khabar, jurnal
dan sebagainya.