Anda di halaman 1dari 10

TEKNOLOGI TERAPAN DALAM

PELAYANAN PERSALINAN
Obat & Alat

Fakultas Ilmu Kesehatan


Prodi DIV Bidan Profesi Universitas Nasional
Obat

■ Analgetik inhalasi
■ Anastesi local
■ Apoid
■ Anti emetic
■ Oksitiksin/ meningkatkan kontratilitas uterus
■ Tokolitik/menurunkan kontratilitas uterus
■ Kortikosteroid dan tokolisis
Apoid
Analgetik inhalasi
■ Preparat gas ini akan menghasilkan
Meperidin, meplazinol, diamorfin,
analgetika intermiten pada saat timbulnya
nalokson
kontraksi uterus (HIS). Reinolda
menganjurkan pemberian hanya pada ■ Opoid digunakan dalam persalinan,
masa transisi, kala dua persalinan, praedah, intrabedah, pasca bedah dan
penjagitan perineum dan sementara dalam masa intensif untuk menghasilkan
menunggu analgesia epidural untuk analgetika, sedasi serta pengurangan
memberikan hasil yang efektif rasa cemas.
■ Efek samping : ■ Efek samping :
Depresi sistem syaraf pusat (sedasi) Sistem saraf pusat (ssp)-fungsi yang lebih
tinggi
Halusinasi
Depresi
Mual
Penumpukkan sistem saraf pusat
Hipoksia
Anastesi local Kortikosteroid dan
tokolisis
■ Obat-obat golongan kortikosteroid
banyak digunakan dalam
– Lignokain, Bupirakin penatalaksanan persalinan yang
prematur
■ Obat-obat anestesi lokal meredakan rasa
nyeri untuk jangka waktu yang singkat. ■ Efek samping
Dalam kebidanan, obat-obatan tersebut – §Efek samping ini cenderung
diberikan secara topikal, subkutan, infiltrasi timbul dengan cepat
di sekeliling serabut saraf yang tunggal
■ Efek samping ■ - Masalah kardiovaskuler
Menyekat saluran cepat ion natrium pada ■ - Gangguan metabolik-hiperglikemia
semua jaringan penghambat impuls, yaotu : SSP, ■ - Masalah sistem saraf pusat
jantung dan sistem kardivaskular, sistem syaraf
perifer, sistem syaraf simpatis, otot polos, – §Efek samping ini cenderung
uterus, kandung kemih, usus, otot skelet, telinga timbul dalam jangka waktu yang
berdengung, perasaan yang aneh dalam mulut, lebih lama
kebingungan, penglihatan kabur, menggigil, ■ - Kerja anti inflamasi-infeksi
keadan gelisah, entoria, gemetaran, mual,
tremor, konuksi, depresi pernapasan, koma dan ■ - Gangguan metabolit
kematian
■ - Supresi adrenal
Alat

■ Massage
■ Relaksasi
■ Distraksi
■ Hipnobirthing
■ Hipnosis
■ Kompres hangat/dingin
Massage
■ Metode Message
1. Metode Effluerage
2. Metode deep back massage
3. Metode firm counter pressure
4. Abdominal lifting
Relaksasi kebebasan mental dan fisik dari ketegangan dan stress.
■ 3 hal utama yang diperlukan dalam
relaksasi, yaitu : posisi yang tepat,
pikiran beristirahat, lingkungan yang
tenang
■ Keuntungan
1. Relaksasi akan menurunkan
ansietas yang berhubungan dengan
nyeri atau stress
2. Menurunkan nyeri otot
3. Menolong individu untuk melupakan
nyeri
4. Meningkatkan periode istirahat dan
tidur
5. Meningkatkan keefektifan terapi
nyeri lain
6. Menurunkan perasaan tak berdaya
dan depresi yang timbul akibat nyeri
Pengalihan dari fokus perhatian terhadap nyeri ke stimulus
Distraksi yang lain.

2 teknik :
■ Distraksi visual
■ Distraksi pendengaran
■ Distraksi pernafasan
■ Distraksi intelektual -Imajinasi
Terbimbing (Guided Walking
Imagery, Autogenic Abeaction,
Covert sensitization, Covert
Behaviour Rehearsal)
Hipnosis Membantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh
sugesti positif.

■ membantu untuk nyeri akut dan kronis


■ Meditasi
■ melibatkan menggunakan sejumlah
teknik kesadaran untuk membantu
menenangkan pikiran dan bersantai
tubuh.Dua teknik yang paling umum
adalah :
1) Meditasi transendental. Pasien
mengulangi satu kata atau frase disebut
mantra dan diajarkan untuk
memungkinkan pikiran lain dan perasaan
untuk lulus.
2) Mindfulness Meditasi. Meditasi
kesadaran. Orang yang memfokuskan
semua perhatian nya pada pikiran dan
sensasi.Bentuk meditasi sering diajarkan
dalam program-program pengurangan
stres.
kompres hangat untuk meningklatkan aliran darah ke bagian
yang terinjuri
Kompres hangat/dingin
■ Area pemberian kompres panas Sel tidak mampu untuk menerima aliran darah dan nutrisi
dan dingin bisa menyebabkan secara adekuat sehingga menimbulkan iskemik
respon sestemik dan respon local.
Stimulasi ini mengirimkan impuls-
impuls dari perifer ke hipotalamus
yang kemudian menjadi sensasi
temperature tubuh secara normal
(Potter dan Perry, 1997).