Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KECIL

KEWIRAUSAHAAN

Dosen pembimbing :
Ezra Aditya, ST, M.Sc

business entrepreneur :
Ahmad Zaky
CEO bukalapak.com

Oleh :
Eka Maidisa
1410015311057

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS BUNG HATTA
KOTA PADANG
Achmad Zaky dilahirkan di Sragen pada tanggal 24 Agustus
1986. Masa kecil Zaky tak berbeda dengan anak-anak kecil lainnya.
Ia tumbuh dan besar di Sragen, TK-SMA di Sragen , Jawa Tengah.
Achmad Zaky mulai mengenal dunia komputer pada tahun 1997
yaitu usia 11tahun. Ketika itu pamannya membelikan ia buku-buku
tentang komputer. Sejak saat itu hobi seorang Achmad Zaky adalah
utak-atik komputer .

Kecerdasan Achmad Zaky terlihat nyata ketika dibangku SMA


ia ditunjuk mewakili sekolahnya untuk berkompetisi di ajang
Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang computer. Dan Achmad
Zaky pun menang sampai tingkat nasional. Lulus SMA, Achmad
Zaky diterima sebagai mahasiswa Teknik Informatika ITB. Pada
semester 4 ia mencapai IPK 4.00 , yaitu nilai sempurna untuk semua
mata kuliah di semester itu.

Tak hanya bidang akademis, bidang organisasipun Achmad Zaky


menonjol. Terbukti atas buah pemikirannya, di ITB sekarang ada
jurusan/cabang Share Global Student Think-Tank. Kemudian Ahmad
Zaky juga mendirikan Entrepreneur Club ITB atau Technopreneur
Club (TEC ITB).Achmad Zaky juga sering menjadi pembicara di
Amateur Radio Club (ARC) ITB. Prestasi Achmad Zaky yang lain
semasa kuliah yaitu ia sering menjadi pemenang dalam kejuaraan
sains tingkat nasional. Seperti menyabet Juara II di kompetisi Indosat
Wireless Innovation Contest pada tahun 2007. Pada kompetisi itu
Achmad Zaky membuat MobiSurveyor yaitu software yang berfungsi
untuk melakukan fast counting dalam sebuah survey. Kemenangan
Achmad Zaky lainnya adalah pada ajang INAICTA (Indonesia ICT
Awards) ia berhasil mendapatkan Merit Award di tahun 2008.

Berkat otaknya yang cemerlang juga, saat masih mahasiswa


tahun 2008 Achmad Zaky mendapat scholarship atau beasiswa dari
pemerintah Amerika Serikat untuk bersekolah di Oregon State
University . Kemudian di tahun 2009 ditunjuk untuk mewakili
almamaternya dalam kompetisi Harvard National Model United
Nations.

Tak dipungkiri lagi bagaimana cerdasnya Achmad Zaky. Selain


prestasi yang telah dibahas diatas, Achmad Zaky pernah mendapat
projek dari stasiun TV swasta untuk membuat perangkat lunak guna
menghitung cepat perolehan hasil pemilu (software quickcount) .
Setelah Achmad Zaky lulus kuliah dari ITB, ia mendirikan Suitmedia
yaitu semacam perusahaan konsultasi dibidang teknologi terutama
teknologi computer. Ia sering mendapat job untuk membangun system
IT berbagai perusahaan besar di tanah air.

Disela kesibukannya tersebut, Achmad Zaky berfikir ingin


membangun sesuatu yang lebih berguna untuk orang banyak. Ia
kemudian memutuskan untuk mendirikan situs belanja online yang
lebih simple dan bisa digunakan oleh banyak orang secara gratis.
Berdirilah BUKALAPAK.COM pada tahun 2010. Yang misi dan
visinya adalah Memajukan para UKM di Indonesia lewat internet.

Disaat bukalapak.com dibuat, tak banyak orang yang mau


bergabung dan membuka lapak/toko online di Bukalapak.com
padahal menjadi merchant (membuka stand online) di bukalapak.com
gratis dan mudah. Hingga Achmad Zaky harus turun ke mall-mall
untuk mengajak pedagang membuka stand online di Bukalapak.
Walaupun tak dipungut biaya sepeserpun alias gratis, tak serta-merta
mereka para pedagang di mall ini mau membuka stand online mereka
di bukalapak.com karena mungkin mainstream mereka adalah mereka
gak mau belajar, gak mau ribet dengan berbagai hal online. Ya, pada
tahun itu (2010) tak banyak orang yang melek internet, paham tentang
toko online, tahu tentang potensi e-commerce bagi bisnis mereka.
Achmad Zaky tak berputus asa, ia terus mengedukasi para pedagang
itu agar melek internet, bahwa dengan dibantu internet dagangannya
bakalan makin laris, karena makin luas jangkauan pemasarannya.
Hingga satu demi satu pedagang itu mau membuka stand
onlinenya. Kebanyakan dari mereka adalah pedagang kecil yang
mengaku omsetnya dari offline kecil sekali hungga mereka berharap
dengan adanya stand online bisa menambah pemasukan. Tak pelak
lagi dalam waktu yang relative singkat para pedagang tersebut
mengaku omsetnya naik. Dari sini Achmad Zaky menyimpulkan
bahwa ia akan focus untuk mengajak pengusaha/pedagang kecil dulu,
karena ini calon merchant yang potensial. Hingga terkumpullah
sampai sekarang 10.000 merchant di bukalapak.com.

Apa yang bisa kita simpulakan adalah, orang sekelas dan


secerdas Achmad Zaky pun dengan backround pendidikan dan
prestasi segudang, jika ingin memajukan usaha tak lepas dari yang
namanya kerja keras. Kerja Keras adalah hal mutlak yang harus mau
dilalui oleh semua pebisnis jika ingin sukses bahkan sebelum kerja
cerdas, kerja keras adalah mutlak. Tahun demi tahun, pertumbuhan
bukalapak menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam sehari ada 4-
sampai 5Milyar rupiah total transaksi yang terjadi di Bukalapak.com
. Hal ini membuat Achmad Zaky mulai dilirik investor asing seperti
Softbank dan Sequoia Capital , dua investor yang juga menjadi
investor Tokopedia, Alibaba, Google, Facebook dan berbagai startup
lainnya.

Achmad Zaky juga mendapat tawaran pendanaan dari 500


Startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan Elang Mahkota
Teknologi Tbk (EMTEK Group). Yah…seperti itulah, memantaskan
diri dulu, barulah tanpa diminta para investor itu memberikan
fundingnya.

Ada kisah menarik saat Achmad Zaky ditawari sejumlah


pendanaan oleh Softbank. Achmad Zaky sempat menolak karena ia
mengira Softbank ingin mengakuisisi Bukalapak.com. Ternyata
Softbank hanyalah ingin membeli 15% saham Bukalapak.com dan
pengurusan Bukalapak.com tetaplah menjadi tanggung jawab
Achmad Zaky. Bahkan akhirnya Achmad Zaky diajak oleh
perwakilan Softbank untuk melakukan study banding di Jepang
terhadap startup-startup yang ada di sana dimana tingkat
pertumbuhannya pesat sekali dan pengelolaannya jauh lebih
professional. Dari situ Achmad Zaky terbuka fikirannya untuk lebih
mengelola Bukalapak.com secara professional.

Achmad Zaky dianggap telah berhasil menjadikan


Bukalapak.com sebagai situs e-commerce , sebagai bisnis startup dan
sebagai Marketplace yang cukup berhasil. Keberhasilannya ini
membuat Achmad Zaky pada tahun 2015 dinobatkan sebagai 10
Technopreneur under 30 tahun yang berpengaruh di Asia.

Achmad Zaky tak segan membuka rahasia kesuksesan teranyar


yang diraih perusahaannya. Pria kelahiran Sragen tahun 1986 ini
menyebutkan fokus pada produk dan layanan menjadi kunci utama
kesuksesan Bukalapak di jagat e-commerce Indonesia.
“Memfokuskan diri dalam bidang ini (e-commerce) dan terus
memperbaiki diri. Dalam bisnis yang kami lakukan, kepercayaan baik
penjual dan pembeli menjadi sangat penting, ditambah tentunya
kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi,” ujar Zaky di
Restaurant Seribu Rasa, Jakarta.
Fokus pada produk yang dimilikinya membuat Zaky dan
timnya tak gentar menghadapi persaingan yang kian ketat di industri
e-commerce Tanah Air. Mendorong para pebisnis di kelas usaha kecil
menengah (UKM) diklaim jadi salah satu usaha yang dilakukan
Bukalapak dalam menjaring trafik.

“Kita coba memudahkan prosedur berjualan di Bukalapak


supaya penjual senang bertahan di platform yang kami buat. Kita juga
berusaha membuat para pengusaha UKM untuk terjun ke bisnis online
dengan menghadirkan platform yang menarik dan mudah
dimengerti,” ungkapnya lagi.

Bukalapak sendiri berusaha mengamankan transaksi yang


terjadi antara penjual dan pembeli dengan sistem money escrow yang
disediakannya. Sistem pembayaran layaknya rekening bersama ini
jadi salah satu jaminan keamanan transaksi di Bukalapak.

Saat ini, Bukalapak.com mengaku telah menyediakan lebih dari


1,25 juta produk dengan penambahan 80 ribu produk setiap harinya.
Jumlah pedagang yang ada di situs bisnis online ini mencapai 140
ribu dan nilai transaksinya tiap bulan sekitar Rp 20 miliar.