Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTEK ILMU TEKNIK INDUSTRI

KUNJUNGAN INDUSTRI DI PT. INDUSTRI DAN


FARMASI SIDO MUNCUL, Tbk.

KELOMPOK 4
KELAS B

1. Agidd Widya B. (R0017006)


2. Bayu Andika (R0017024)
3. Dyah Ayu Kinanti (R0017036)
4. Kevin Dewangga A.K (R0017064)
5. Hestika Mitya M. (R0017056)
6. Melati Ayundra S.P (R0017074)
7. Noorma Aulia R. (R0017082)
8. Sandra Devita (R0017100)

PROGRAM STUDI D3 HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2018

i
PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTEK ILMU TEKNIK INDUSTRI


KUNJUNGAN INDUSTRI DI PT. INDUSTRI DAN FARMASI SIDO MUNCUL,
Tbk.

Kelompok 4

Telah disahkan pada :

Hari ............ Tanggal ..... April 2018

Dosen Pengampu,

Seviana Rinawati,SKM,M.Si
NIP. 1984092220140901

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i


PENGESAHAN............................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................ 1
B. Tujuan ............................................................................................................. 2
C. Manfaat ........................................................................................................... 2
BAB II. LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka ............................................................................................. 3
B. Perundang-undangan ...................................................................................... 7
BAB III. HASIL
A. Pelaksanaan..................................................................................................... 12
B. Deskripsi Perusahaan ...................................................................................... 12
BAB IV. PEMBAHASAN
A. Menghitung Angka Produktivitas Pekerja.............................................. ....... 16
B. Analisis kerja dan Sistem Kerja Manusia-Mesin......................................... 16
C. Faktor-faktor terkait perancangan stasiunkerja.............................................. 18
D. Keterkaitan method engineering terhadap peningkatan
produktivitas kerja........................................................................................ 20
E. Contoh Peta Proses Operasi(PPO), Peta Aliran Proses (PAP),
Diagram Aliran (DA), Peta Pekerja dan Mesin (PPDM), Peta
Proses Kelompok Kerja (PPKK), peta tangan kiri dan tangan kanan
(PTKTK) yang ada di PT Sido Muncul....................................................... 20

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan ......................................................................................................... 21
B. Saran ............................................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii
0
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan produksi dalam perusahaan khususnya perusahaan-perusahaan


modern, biasanya didominasi oleh mesin-mesin pabrik sehingga dalam
melakukan penataan mesin-mesin tersebut harus diperhatikan agar proses
produksi dapat berjalan dengan lancar. Akan tetapi, kegiatan produksi tetap tidak
dapat terlepas dari peran para pekerja/ sumber daya manusia. Misalnya :
perusahaan Sido Muncul dalam proses produksi jamu selain menggunakan
mesin modern juga tetap memanfaatkan sumber daya manusia yang ada. Dalam
penyortiran bahan baku dan pengemasan sebagian tetap masih mengunakan jasa
para pekerja. Di samping itu, hal lain yang berpengaruh dalam proses produksi
adalah keterkaitan waktu kerja. Bagaimana suatu perusahaan dapat
memproduksi sesuai dengan permintaan pasar ataupun sesuai target yang telah
ditetapkan oleh perusahaan. Hal lainnya juga harus diperhatikan oleh sebagian
besar perusahaan adalah bagaimana perusahaan dapat menghasilkan produk
yang berkualitas, sehingga para konsumen dapat tertarik untuk tetap
mengkonsumsi tanpa harus berpindah ke produk lain. Dengan adanya ketepatan
penataan mesin mesin dan waktu dalam proses produksi diharapkan
produktivitas perusahaan bisa menjadi lebih baik.

Produktivitas merupakan salah satu kriteria penting yang sering


digunakan dalam pengukuran kinerja ekonomi. Pada tingkat perusahaan,
produktivitas menunjukkan seberapa baik perusahaan tersebut mengelola
sumber daya (resources) yang dimilikinya dalam menghasilkan suatu barang
atau jasa. Produktivitas yang tinggi memegang peranan penting terhadap
profitabilitas dan daya saing perusahaan. Perusahaan dengan produktivitas yang
tinggi akan cenderung menikmati margin keuntungan yang lebih tinggi
dibandingkan para kompetitornya, dengan demikian produktivitas adalah faktor
yang sangat menentukan keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Melalui

1
pengukuran produktivitas, perusahaan dapat mengevaluasi kecenderungan
perkembangan produktivitas perusahaan dari waktu ke waktu antara
produktivitas yang dimiliki sekarang dengan produktivitas standard yang
ditetapkan pihak manajemen, sehingga ketika terjadi penurunan produktivitas
dapat segera diidentifikasi apa penyebab permasalahan tersebut dan selanjutnya
dilakukan tindakan korektif.

B. Tujuan
1. Mengetahui produktivitas tenaga kerja di PT. Sido Muncul.
2. Mengetahui Jenis perusahaan PT. Sido Muncul dan sistem manusia
mesin apa yang digunaka
3. Mengetahui faktor-faktor terkait dengan perancangan stasiun kerja yang
ada di PT. Sido Muncul.
4. Mengetahui keterkaitan method engineering di PT. Sido Muncul terhadap
peningkatan produktivitas kerja.
5. Mengetahui Peta Proses Operasi(PPO), Peta Aliran Proses (PAP), Peta
Pekerja dan Mesin (PPDM), Peta Proses Kelompok Kerja (PPKK), Peta
Tangan Kiri Dan Tangan Kanan (PTKTK) yang ada di PT. Sido Muncul.

C. Manfaat

Bagi mahasiswa
1. Dapat mengetahui secara langsung aplikasi ilmu yang di dapatkan saat
menempuh studi.
2. Menambahkan pengetahuan dan pengalaman mahasiwa di PT. Sido
Muncul.
3. Melatih diri dalam bersosialisasi pada lingkungan tempat kerja.
4. Mehasiswa dapat memahami dan mengerti situasi kerja yang sebenarnya

Bagi perusahaan
1. Terciptanya inovasi baru yang nantinya dapat di manfaatkan oleh
perusahaan.
2. Sebagai saran promosi produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
3. Meningkatkan mutu sumber daya manusia.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

1. Produktivitas
Produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil
yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan
(input). Dengan kata lain, produktivitas memiliki dua dimensi. Dimensi
pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target
berkaitan dengan kuaitas, kuantitas, dan waktu. Yang kedua adalah
efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan
realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

𝒐𝒖𝒕𝒑𝒖𝒕 × 𝒔𝒕𝒂𝒏𝒅𝒂𝒓𝒕 𝒕𝒊𝒎𝒆


𝑷𝒓𝒐𝒅𝒖𝒌𝒕𝒊𝒗𝒊𝒕𝒂𝒔 = × 𝟏𝟎𝟎%
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 × 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂

Berdasarkan rumus tersebut, produktivitas adalah perbandingan


antara output dengan input. Salah satu output yang dapat digunakan
untuk pengukuran produktivitas adalah target produksi, apabila
perbandingan target produksi dengan input tidak sesuai maka akan
mempengaruhi naik turunnya produktivitas perusahaan.

2. Analisis kerja

- Flow shop
Penjadwalan flowshop merupakan suatu pergerakan unit-unit yang
terus- menerus melalui suatu rangkaian stasiun-stasiun kerja yang disusun
berdasarkan produk (Baker, 1974). Susunan suatu proses produksi jenis
flowshop dapat diterapkan dengan tepat untuk produk-produk dengan desain
yang stabil dan diproduksi secara banyak (volume produk), sehingga

3
investasi dengan tujuan khusus (special purpose) yang dapat secepatnya
kembali.
Penjadwalan adalah pengurutan pembuatan/pengerjaan produk secara
menyeluruh pada beberapa buah mesin. Dengan demikian masalah
sequencing senantiansa melibatkan pengerjaan sejumlah komponen yang
sering disebut dengan istilah job. Job sendiri masih merupakan komposisi
dari sejumlah elemen-elemen dasar yang disebut aktivitas atau operasi. Tiap
aktivitas atau operasi ini membutuhkan alokasi daya tertentu yang sering
disebut dengan waktu proses (Ginting, 2009). Penjadwalan merupakan alat
ukur bagi perencanaan agregat.

- Pengertian peta kerja


Peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk
berkomunikasi secara luas dan sekaligus bias mendapatkan informasi -
informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja
(Sutalaksana, 2006). Manfaat dari peta kerja adalah dapat melihat semua
langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja yang kemudian
menggambarkan semua langkah yang dialami dalam proses produksi,
seperti tansportasi, operasi mesin, pemeriksaan dan perakitan, sampai
menjadi produk jadi, baik berupa produk lengkap atau merupakan bagian
dari suatu produk lengkap.

3. Faktor-faktor perancangan stasiun kerja


Perancangan stasiun kerja dalam industri banyak pertimbangan dari
berbagai aspek yang menyangkut perbaikan metode/cara kerja, dengan,
menekankan pada prinsip ekonomi gerakan bertujuan meningkatkan efisiensi
dan produktivitas kerja. Faktor seperti: SDM, alat kerja dan bahan yang
digunakan serta lingkungan kerja akan mempengaruhi kinerja/performans
kerja.
- Faktor SDM
Pertimbangan mengenai kebutuhan data terkait dimensi tubuh
manusia/anthropometric data. Data tersebut sangat menunjang dalam
proses perancangan produk yang bertujuan untuk menyerasikan antara

4
produk dan manusia yang menggunakannya. Begitupun gerakan kerja
yang efisien berkaitan dengan pengaturan gerakan material handling.
Pengukuran energi yang dikeluarkan untuk melaksanakan aktivitas
tertentu.
Penentuan beban kerja, termasuk beban statis maupun dinamis
yang diukur berdasarkan parameter fisiologis misal: volume oksigen,
detak jantung dll. Data fisiologis selain berguna dalam perancangan
kerja juga dapat untuk pengaturan jawdal kerja (penyusunan waktu
istirahat).

- Faktor Alat Kerja


Peran dan fungsi alat kerja/mesin yang menunjang operator
dalam melaksanakan tugas. Moenir (1992) mengemukakan bahwa
sarana adalah segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan fasilitas
yang berfungsi sebagai alat utama/ pembantu dalam pelaksanaan
pekerjaan dan juga dalam rangka kepentingan yang sedang
berhubungan dengan organisasi kerja. Peralatan kerja, yaitu semua jenis
benda yg berfungsi langsung sebagai alat produksi untuk menghasilkan
barang/berfungsi memproses suatu barang yg berlainan fungsi dan
gunanya.
Perlengkapan kerja, yaitu semua jenis benda yg berfungsi
sebagai alat pembantu tidak langsung dalam produksi, mempercepat
proses, membangkit & menambah kenyamanan dalam pekerjaan.
Perlengkapan bantu atau fasilitas, yaitu semua jenis benda yang
berfungsi membantu kelancaran gerak dalam pekerjaan.

- Faktor Lingkungan Kerja


Peran dan fungsi lingkungan kerja yang berkaitan dengan usaha
menciptakan kondisi kerja yang menjamin manusia dan mesin
berfungsi pada kapasitas maksimalnya.
Meski pekerja yang sehat telah diseleksi dan dianggap mampu
beradaptasi dengan lingkungan tetapi akumulasi paparan akan tetap
terjadi, sehingga sangat penting mempertimbangkan aspek lingkungan

5
fisik kerja yang berpotensi bahaya untuk dapat dilakukan antisipasi
yang tepat.
Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik atau sesuai jika
manusia dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman dan
nyaman. Kesesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam
jangka waktu yang lama lebih jauh lagi lingkungan-lingkungan kerja
yang kurang baik dapat menutut tenaga kerja dan waktu yang lebih
banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang
efisien (Sedarmayanti, 2001).

4. Teknik tata cara kerja

Teknik tata cara kerja adalah suatu ilmu yang mempelajari prinsip-
prinsip dan teknik-teknik untuk mendapatkan suatu rancangan sistem kerja
yang terbaik. Teknik Tata Cara berkenaan dengan pemilihan, pengembangan
dan pendokumentasian metode dari pekerjaan yang dilaksanakan. Meliputi
analisa kondisi input-output, analisa elemen kerja, analisa aliran
operasi/kerja, analisa pengaturan area kerja, analisa pilihan peralatan dan alat
bantu, analisa gerakan kerja, dan analisa waktu kerja. Method Engineering
meliputi :
- Telah kerja (work study).
Berkaitan dengan mengamati metode kerja yang dipilih menjadi
obyek, termasuk work breakdown system (menguraikan kerja tersebut
menjadi elemen-elemen kerja yang lebih rinci), motion study (studi
gerakan kerja), process mapping (memetakan prosedur kerja yang
mendeskripsikan rangkaian, hubungan dan urutan elemen kerja).
- Pengukuran kerja (work measurement).
Berkaitan dengan mengukur dan menilai metode kerja, termasuk
time study (mengukur waktu kerja secara langsung atau tak langsung),
performance rating (menilai performa kerja saat pengukuran
dibandingkan dengan kondisi normal atau wajar yang biasanya terjadi
di sistem yang diamati).

6
- Perbaikan kerja (work improvement).
Berkaitan dengan memperbaiki metode kerja melalui rancangan
metode kerja baru atau hanya beberapa perubahan-perubahan atas
metode kerja sebelumnya, termasuk eliminate (menghilangkan elemen
kerja yang tidak diperlukan), combine (menggabungkan beberapa
elemen kerja untuk dikerjakan bersamaan atau overlapping), rearrange
(mengubah urutan elemen kerja) dan simplify (menyederhanakan
elemen kerja). Terkadang dengan menambahkan alat bantu,
menerapkan teknologi, mengatur tata letak.
- Pembakuan kerja (work standardization).
Berkaitan dengan membakukan dan mendokumentasikan metode
kerja, termasuk standard time (waktu baku), standard output (output
baku), standard operating procedure (prosedur kerja baku), process
mapping (peta kerja).

B. Perundang – undangan

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam undang undang ini yang dimaksud dengan :
1. Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada
waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
2. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna
menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri
maupun untuk masyarakat.
3. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau
imbalan dalam bentuk lain.
4. Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-
badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau
imbalan dalam bentuk lain.
5. Pengusaha adalah :

7
a. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan
suatu perusahaan milik sendiri;
b. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri
sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;
c. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di
Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b
yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia.
6. Perusahaan adalah :
a. setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang
perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta
maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar
upah atau imbalan dalam bentuk lain;
b. usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan
mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam
bentuk lain.
7. Perencanaan tenaga kerja adalah proses penyusunan rencana ketenagakerjaan
secara sistematis yang dijadikan dasar dan acuan dalam penyusunan kebijakan,
strategi, dan pelaksanaan program pembangunan ketenagakerjaan yang
berkesinambungan.
8. Informasi ketenagakerjaan adalah gabungan, rangkaian, dan analisis data yang
berbentuk angka yang telah diolah, naskah dan dokumen yang mempunyai arti,
nilai dan makna tertentu mengenai ketenagakerjaan.
9. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh,
meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin,
sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai
dengan jenjang dan kualifikas jabatan atau pekerjaan.
10. Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup
aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar
yang ditetapkan.
11. Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan
secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara
langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh

8
yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di
perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.
12. Pelayanan penempatan tenaga kerja adalah kegiatan untuk mempertemukan
tenaga kerja dengan pemberi kerja, sehingga tenaga kerja dapat memperoleh
pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya, dan pemberi
kerja dapat memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhannya.
13. Tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud
bekerja di wilayah Indonesia.
14. Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau
pemberi kerja yang memuat syarat syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.
15. Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh
berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan
perintah
16. Hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para
pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur
pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai nilai
Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
17. Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan
untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang
bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna
memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh
serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.
18. Lembaga kerja sama bipartit adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai
hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang
anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/ serikat buruh yang sudah
tercatat instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur
pekerja/buruh.
19. Lembaga kerja sama tripartit adalah forum komunikasi, konsultasi dan
musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan yang anggotanya terdiri dari
unsur organisasi pengusaha, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah.
20. Peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh
pengusaha yang memuat syarat syarat kerja dan tata tertib perusahaan.

9
21. Perjanjian kerja bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan
antara serikat pekerja/serikat buruh atau beberapa serikat pekerja/serikat buruh
yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan
dengan pengusaha, atau beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang
memuat syarat syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.
22. Perselisihan hubungan industrial adalah perbedaan pendapat yang
mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan
pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan
mengenai hak, perselisihan kepentingan, dan perselisihan pemutusan hubungan
kerja serta perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh hanya dalam satu
perusahaan.
23. Mogok kerja adalah tindakan pekerja/buruh yang direncanakan dan dilaksanakan
secara bersama-sama dan/atau oleh serikat pekerja/serikat buruh untuk
menghentikan atau memperlambat pekerjaan.
24. Penutupan perusahaan (lock out) adalah tindakan pengusaha untuk menolak
pekerja/buruh seluruhnya atau sebagian untuk menjalankan pekerjaan.
25. Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal
tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara
pekerja/buruh dan pengusaha.
26. Anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun.
27. Siang hari adalah waktu antara pukul 06.00 sampai dengan pukul 18.00.
28. 1 (satu) hari adalah waktu selama 24 (dua puluh empat) jam.
29. Seminggu adalah waktu selama 7 (tujuh) hari.
30. Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk
uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh
yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan,
atau peraturan perundang undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan
keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.
31. Kesejahteraan pekerja/buruh adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan/atau
keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam maupun di luar
hubungan kerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi
produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.

10
32. Pengawasan ketenagakerjaan adalah kegiatan mengawasi dan menegakkan
pelaksanaan peraturan perundang undangan di bidang ketenagakerjaan.
33. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.

11
BAB III

HASIL

A. Pelaksanaan

Kegiatan kunjungan perusahaan yang dilakukan oleh mahasiswa semester 2


kelas B Diploma III Hiperkes dan Keselamatan Kerja Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret, dilaksanakan pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 20 April 2018
Waktu : 09.00 s.d. 12.00
Lokasi : PT Sido Muncul
Alamat : Semarang

B. Deskripsi Perusahaan

Di tengah persaingan sektor Industri jamu yang semakin ketat, PT


Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk telah berhasil memiliki market
share terluas dan reputasi yang baik sebagai industri jamu terbesar di Indonesia.
Keberhasilan yang telah dicapai saat ini tentunya tidak terlepas dari peran dan
pelaku pendiri industri ini. Perusahaan yang kini sudah berhasil Go Public
masuk Bursa Efek Indonesia itu dilalui melalui perjalanan yang cukup panjang.
Berawal dari keinginan pasangan suami istri Siem Thiam Hie yang lahir pada
tanggal 28 Januari 1897 dan wafat 12 April 1976 bersama istrinya Ibu Rakhmat
Sulistio yang terlahir pada tanggal 13 Agustus 1897 dengan nama Go Djing Nio
dan wafat 14 Februari 1983, memulai usaha pertamanya dengan membuka usaha
Melkrey, yaitu usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa.

Pada tahun 1928, terjadi perang Malese yang melanda dunia. Akibat
perang ini, usaha Melkrey yang mereka rintis terpaksa gulung tikar dan
mengharuskan mereka pindah ke Solo, pada 1930. Tanpa menyerah, pasangan
ini kemudian memulai usaha toko roti dengan nama Roti Muncul. Lima tahun

12
kemudian, berbekal kemahiran Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) dalam
mengolah jamu dan rempah-rempah, pasangan ini memutuskan untuk membuka
usaha jamu di Yogyakarta.

Tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu
menggunakan nama Jamu Tujuh Angin. Ketika perang kolonial Belanda yang
kedua di tahun 1949, mereka mengungsi ke Semarang dan mendirikan usaha
jamu dengan nama Sido Muncul, yang artinya “ impian yang terwujud”. Di Jalan
Mlaten Trenggulun No. 104 itulah, usaha jamu rumahan dimulai dengan di bantu
oleh tiga orang karyawan. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang
lebih praktis, mendorong beliau memproduksi jamu Tolak Angin dalam bentuk
serbuk. Produk ini mendapat tempat di hati masyarakat sekitar dan
permintaannya pun terus meningkat. Pada tahun 1970, dibentuk persekutuan
komanditer dengan nama CV Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul. Kemudian
pada 1975, bentuk usaha industri jamu pun berubah menjadi Perseroan Terbatas
dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, dimana seluruh usaha
dan aset dari CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul digabungkan, dan
dilanjutkan oleh perseroan terbatas ini.

Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl.Mlaten Trenggulun


ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang semakin besar.
Oleh sebab permintaan pasar yang semakin tinggi , membuat generasi kedua dari
pendiri PT Sido Muncul Desy Sulistio, memutuskan untuk memindahkan pabrik
ke Lingkungan Industri Kecil di Jalan Kaligawe Semarang pada tahun 1984.
Kemudian dimulailah pembangunan pabrik yang dilengkapi dengan fasilitas
modern, hingga dapat berkembang pesat seperti saat ini, dan menjadi pelopor
perusahaan jamu dengan standar farmasi. Demi mengantisipasi kemajuan masa
mendatang, Sido Muncul merasa perlu untuk membangun pabrik yang lebih
besar dan modern, maka pada tahun 1997 diadakan peletakan batu pertama
pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran, oleh Sri Sultan Hamengkubuwono
X dan disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu.

Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, kecamatan Bergas, Ungaran dengan


luas sekitar 30 hektar tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan

13
Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, pada 11 November 2000. Saat
peresmian pabrik, Sido Muncul menerima dua sertifikat sekaligus, yaitu Cara
Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat
yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi. Sertifikat inilah yang menjadikan
Sido Muncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik
sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas sekitar 8 hektar dan sisanya menjadi
kawasan pendukung lingkungan pabrik. Sebagai perusahaan yang telah berdiri
sejak 1951, Sido Muncul yang kini merupakan perusahaan herbal bertaraf
modern senantiasa berupaya untuk memberikan produk-produk yang baik dan
menyehatkan bagi seluruh konsumennya, dan dengan demikian memberikan
nilai positif bagi masyarakat.

Seiring waktu berjalan Sido Muncul mulai mengembangkan bisnisnya


yang awalnya hanya berkonsentrasi di bidang jamu (herbal), maka pada tahun
2004 Sido Muncul membuat divisi baru yaitu “Divisi Food”. Produk pertama
yang dibuat adalah minuman energi “Kuku Bima Energi” dengan rasa original.
Kemudian produk berikutnya adalah permen yaitu Permen Tolak Angin, Permen
Jahe Wangi dan Permen Kunyit Asam. Disusul dengan minuman kesehatan
seperti Sido Muncul VitaminC-1000, Kuku Bima Kopi Ginseng, Kopi Jahe Sido
Muncul. Susu Jahe, Alang Sari Plus, Colla Mill. Untuk minuman energi “Kuku
Bima Energi” Sido Muncul mengeluarkan beberapa varian rasa yaitu rasa
Anggur, Jambu, Jeruk, Nanas, Kopi, Mangga, Susu Soda serta Kuku Bima
Energi Plus Vitamin C.

Produk-produk yang telah di produksi sampai saat ini oleh Sido Muncul
ada lebih dari 250 jenis produk dengan produk unggulan Tolak Angin, Kuku
Bima Energi, Alang Sari Plus, Kopi Jahe Sido Muncul, Kuku Bima Kopi
Ginseng, Susu Jahe, Jamu Komplit dan Kunyit Asam. Kini, produk-produk Sido
Muncul telah berhasil di ekspor ke beberapa negara Asia Tenggara (Malaysia,
Singapore, Brunei dll), Australia, Korea, Nigeria, Algeria, Hong Kong, USA,
Saudi Arabia, Mongolia dan Rusia. Saat ini perseroan juga tengah melakukan
penjajagan dengan distributor dan perusahaan asal Thailand, Vietnam dan
Jepang.

14
Tepat tanggal 18 November 2013, Sido Muncul yang memiliki 109
distributor di seluruh Indonesia kembali melakukan perubahan. Perusahaan
keluarga ini memilih naik kelas menjadi perusahaan terbuka dengan tujuan agar
perusahaan ini langgeng dan dipercaya oleh masyarakat. Saat ini PT. Industri
Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk. telah menjadi Pabrik Jamu terbesar di
Indonesia dan masih akan terus berkembang dan kini tercatat dengan Kode
saham dari Perseroan SIDO di Bursa Efek Indonesia.

Visi dan Misi PT Sido Muncul

Visi

Menjadi Perusahaan Obat Herbal, Makananan Minuman Kesehatan Dan


Pengolahan Bahan Baku Herbal Yang Dapat Memberikan Manfaat Bagi
Masyarakat Dan Lingkungan

Misi

1. Mengembangkan produk-produk berbahan baku herbal yang rasional, aman


dan jujur berdasarkan penelitian.
2. Mengembangkan penelitian obat-obat herbal secara berkesinambungan.
3. Membantu dan mendorong pemerintah, institusi pendidikan, dunia
kedokteran agar lebih berperan dalam penelitian dan pengembangan obat
dan pengobatan herbal.
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membina
kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami, dan
pengobatan secara naturopathy.
5. Melakukan corporate social responsibility (CSR) yang intensif.
6. Mengelola perusahaan yang berorientasi ramah lingkungan.
7. Menjadi perusahaan obat herbal yang mendunia.

15
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Menghitung Angka Produktivitas Pekerja di PT Sido Muncul,Tbk

Menurut Ghiselli dan Brown (1995) melihat produktivitas dari dua segi
yaitu output sebagai pengukur produktivitas, yang didalamnya mengandung dua
aspek yaitu jumlah dan kualitas, sedang yang lain dilihat dari segi hilangnya
waktu sebagai pengukur produktivitas kerja. Angka produktivitas kerja dapat
dihiting dengan rumus
𝒐𝒖𝒕𝒑𝒖𝒕 × 𝒔𝒕𝒂𝒏𝒅𝒂𝒓𝒕 𝒕𝒊𝒎𝒆
𝑷𝒓𝒐𝒅𝒖𝒌𝒕𝒊𝒗𝒊𝒕𝒂𝒔 = × 𝟏𝟎𝟎%
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 × 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂
Angka prodktivitas di PT Sido Muncul,Tbk adalah
𝟐𝟎𝟎 × 𝟔𝟎
𝑷𝒓𝒐𝒅𝒖𝒌𝒕𝒊𝒗𝒊𝒕𝒂𝒔 = 𝟏𝟎𝟎%
𝟑𝟎𝟎𝟎 × 𝟒𝟐𝟎
= 1.51%
Jadi , angka produktivitas di PT Sido Muncul,Tbk dapat dikatakan produktif
dengan hasil sebesar 1.51%

B. Analisis kerja dan Sistem Kerja Manusia-Mesin di PT Sido Muncul,Tbk.

 Flow shop

Penjadwalan flowshop merupakan suatu pergerakan unit-unit yang


terus- menerus melalui suatu rangkaian stasiun-stasiun kerja yang disusun
berdasarkan produk (Baker, 1974). Susunan suatu proses produksi jenis
flowshop dapat diterapkan dengan tepat untuk produk-produk dengan desain
yang stabil dan diproduksi secara banyak (volume produk), sehingga investasi
dengan tujuan khusus (special purpose) yang dapat secepatnya kembali.
Penjadwalan adalah pengurutan pembuatan/pengerjaan produk secara
menyeluruh pada beberapa buah mesin. Dengan demikian masalah
sequencing senantiansa melibatkan pengerjaan sejumlah komponen yang

16
sering disebut dengan istilah job. Job sendiri masih merupakan komposisi
dari sejumlah elemen-elemen dasar yang disebut aktivitas atau operasi. Tiap
aktivitas atau operasi ini membutuhkan alokasi daya tertentu yang sering
disebut dengan waktu proses (Ginting, 2009). Penjadwalan merupakan alat
ukur bagi perencanaan agregat. Pesanan-pesanan aktual pada tahap ini
ditugaskan pertama kalinya pada sumber daya tertentu, kemudian dilakukan
pengurutan kerja pada tiap-tiap pusat pemrosesan sehingga dicapai optimisasi
utilitas kapasitas yang ada. Pada penjadwalan ini permintaan akan produk-
produk yang tertentu (jenis dan jumlah) dari jadwal produksi akan ditugaskan
pada pusat-pusat pemrosesan.
Permasalahan muncul apabila pada tahap operasi tertentu beberapa
atau seluruh pekerjaan itu membutuhkan stasiun kerja yang sama. Dengan
dilakukannya pengukuran pekerjaan ini unit-unit produksi dapat
dimanfaatkan secara optimum. Pemanfaatan ini antara lain dilakukan dengan
jalan meningkatkan utilitas unit-unit produksi melalui usaha mereduksi waktu
menganggur (idle) dari unit-unit yang bersangkutan.

 Sistem Manusia Mesin

Macam Hubungan (Interaksi) Manusia – mesin :


1. Sistem manusia – Mesin Secara Manual :
- Masukan ( Input) akan langsung ditransformasikan oleh manusia
menjadi keluaran (output)\
- Manusia memegang kendali secara penuh dalam menjalankan
aktifitas.
- Mesin hanya sekedar menambah kemampuan dalam menyelesaikan
aktifitas.
- Manusia sebagai sumber tenaga (Power) dan sekaligus fungsi kendali
(Control)

2. Sistem manusia – mesin secara Semi-otomatis :


- Adanya mekanisme khusus yg akan mengolah masukan (input) atau
informasi dari luar sebelum masuk kedalam system manusia

17
- Reaksi yg berasal dari Sistem Manusia akan diolah atau dikontrol
terlebih dahulu melalui suatu mekanisme tertentu, sebelum suatu
output berhasil diproses oleh mesin
- Mesin yg memberikan sumber tenanga (Power)
- Manusia yg melakukan proses kendali (Control)

3. Sistem manusia – mesin secara Otomatis :


- Mesin memegang peranan penuh secara langsung
- Mesin sebagai penerima rangsangan dari luar
- Mesin juga sebagai pengendali aktifitas
- Manusia hanya memonitor agar mesin dapat bekerja secara baik
- Manusia dapat memasukan data atau mengganti program apabila
diperlukan
- Mesin berfungsi penuh sebagai sumber tenanga (Power) & Pengendali
(Control) aktifitas.

Menurut pengertian diatas, PT Sido Muncul merupakan jenis


perusahaan flow shop karena proses produsi berlangsung terus
menurus(berulang) dengan produk dalam jumlah besar, macam produk
sedikit, jangka waktu yang lama dan siklus waktu periode yang singkat.
PT Sido Muncul,Tbk menerapkan sistem semi otomatis karena
terdapat mekanisme khusus yang mengolah suatu input dari luar sebelum
masuk sistem manusia akan diolah dahulu melewati mekanisme tertentu
sebelum output berhasil diproses. Misalnya pada proses pengemasan dimana
manusia hanya mengontrol dan melakukan pengecekan tanpa mengendalikan
hasil produk.

C. Faktor-faktor terkait perancangan stasiun kerja yang ada di PT Sido


Muncul,Tbk.

Kondisi kerja adalah keadaan dimana tempat kerja yang baik meliputi
fisik atau non fisik yang dapat memberikan kesan meyenangkan,aman,tentram
dan lain-lain(Parlinda,1993).

18
Jika kondisi kerja baik maka hal tersebut dapat memacu timbulnya rasa
puas dalam diri pekerja yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap
kinerjanya,begitu sebaliknya, jika kondisi kerja buruk maka pekerja tidak akan
mempunyai kepuasan dalam bekerja.
a. Faktor sumber daya manusia
- Di PT Sido Muncul sudah menerapkan gerakan kerja yang efisien
berkaitan dengan pengaturan gerakan material handling ,salah satunya
dapat dilihat dalam prose packaging.
- Mengekonomiskan gerakan agar dapat memperbaiki efisiensi dan
mengurangi kelelahan kerja.

b. Faktor alat kerja dan bahan yang digunakan


Faktor alat kerja yang ada di PT Sido Muncul sudah sangat
menunjang terkait dengan perancangan stasiun kerja. Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan mesin-mesin ataupun alat yang sudah modern baik dalam
proses awal, proses produksi, maupun proses packaging. Walaupun dalam
proses pengemasan minuman serbuk seperti minuman wedang jahe Sido
Muncul sehingga menghasilkan produk yang berkualitas.

c. Faktor lingkungan kerja yang mempengaruhi kinerja


Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai jika manusia
dapat melaksanakan kegiatan secara optimal,sehat,aman dan nyaman.
Kesesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu
yang lama lebih jauh lagi lingkungan – lingkungan kerja yang kurang baik
dapat menuntut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak
mendukung diperolehnya sistem kerja yang efisien (Sedarmayanti,2001).

Di PT Sido Muncul,Tbk menunjukkan kondisi lingkungan kerja fisik


yang nyaman, bersih,kondusif, ventilasi dan pencahayaan yang mencukupi
serta terhindar dari paparan bahan yang menimbulkan radiasi baik secara
langsung maupun tidak langsung. Kondisi lingkungan kerja non fisik dapat
dilihat dari interaksi antar pekerja yang baik dan saling menjalin komunakasi
dengan baik.

19
D. Keterkaitan method engineering di PT Sido Muncul terhadap peningkatan
produktivitas kerja

Tujuan method engineering adalah melakukan perbaikan metode kerja di


setiap bagian untuk meningkatkan fleksibilitas sistem kerja, kepuasan pelanggan
dan meningkatkan produktivitas kerja.

Keterkaitan method engineering terhadap peningkatan produktivitas


kerja di PT Sido Muncul adalah :

1. Pemilihan bahan baku yang sangat mengedepankan kualitas dan keamanan.


Dibuktikan dengan adanya uji bahan baku di labaroturium sebelum bahan
baku tersebut diproses lebih lanjut. Misalnya seperti pengujian madu dari
penyuplai di laboratorium untuk menguji apakah madu dari penyuplai
mengandung mikroba atau tidak.
2. Adanya simulasi tanggap darurat bencana,penyuluhan-penyuluhan
,penggunaan pakaian kerja yang sesuai dengan tempat kerja dan proses
produksi yang dapat meningkatkan produktivitas kerja. Hal tersebut tentunya
sangat bermanfaat bagi pekerja khususnya dan juga salah satu upaya
implementasi dari budaya kesehatan dan keselamatan kerja.
3. Penanganan limbah ,baik limbah cair maupun limbah padat organik-
anorganik telah dilakukan dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari pengelolaan
limbah padat berupa ampas jamu yang diolah menjadi pelet yang dapat
digunakan sebagai bahan bakar mesin, sedangkan limbah padat anorganik
akan diolah menjadi kemasan-kemasan riject dengan melakukan kerjasama
dengan Ibu-Ibu PKK. Penanganan limbah B3 sudah dilakukan dengan
menggunakan IPAL yang sudah tersedia dan dibuang di sungai.

E. Contoh Peta Proses Operasi(PPO), Peta Aliran Proses (PAP), Diagram


Aliran (DA), Peta Pekerja dan Mesin (PPDM), Peta Proses Kelompok
Kerja (PPKK), peta tangan kiri dan tangan kanan (PTKTK) yang ada di
PT Sido Muncul.

20
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Pada perhitungan produktivitas di PT Sido Muncul,Tbk dapat dikatakan


bahwa tingkat produktivitas pada industri tersebut sebesar 1.51% dan dapat
dikatakan produktif. Sedangkan untuk analisis kerjanya PT Sido Muncul
merupakan jenis perusahaan flow shop karena proses produsi berlangsung terus
menurus(berulang) dengan produk dalam jumlah besar, macam produk sedikit,
jangka waktu yang lama dan siklus waktu periode yang singkat.
Faktor-faktor yang terkait perancangan stasiun kerja pada PT. Sido
Muncul telah dapat dikategorikan sebagai industri yang telah memenuhi standar.
Standar tersebut berkaitan dengan sumber daya manusia, alat kerja dan bahan
yang digunakan, dan lingkungan kerjanya. Pada faktor SDM nya PT. Sido
Muncul seudah menerapkan gerakan kerja yang efisien dan dapat mengurangi
kelelahan. Selanjutnya pada faktor alat kerja dan bahan yang digunakan, industri
tersebut telah sangat menunjang terkait perancangan stasiun kerja, hal tersebut
diketahui dari mesin-mesin yang telah dirancang modern dan bisa menunjang
kebutuhan pekerjanya. Faktor lingkungan kerja di PT. Sido Muncul juga
menunjukkan kondisi yang nyaman, bersih, dan kondusif.
Keterkaitan method engineering dengan peningkatan produktivitas kerja
di PT. Sido Muncul ini di dapat pada pemilihan bahan baku yang
mengedepankan kualitas dan keamanan. Selain itu juga adanya simulasi-
simulasi tanggap darurat, penuyuluhan-penyuluhan, penggunaan APD pada
setiap pekerjaan. Tidak hanya itu PT. Sido Muncul telah melakukan penanganan
limbah-limbah yang setiap harinya dihasilkan dari proses produksi bahan baku.
Pengolahan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian PT. Sido Muncul
terhadap lingkungan sekitar. Limbah yang di olah pun juga bisa dimanfaatkan
menjadi sesuatu yang berguna untuk PT. Sido Muncul sendiri maupun untuk
masyarakat luas.

21
B. Saran

Saran yang dapat diberikan untuk PT. Sido Muncul dapat berupa :
1. Untuk Perusahaan
Diharapkan kepada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul,Tbk
untuk lebih meningkatkan produktivitas pekerja, yang dapat menciptakan
perusahaan yang lebih baik. Serta menjamin hak-hak para pekerjanya.

2. Untuk Pemerintah
Diharapkan kepada pemerintah khususnya pihak yang bersangkutan
untuk mengadakan inspeksi dan evaluasi kepada perusahaan-perusahaan
industri agar kualitas perusahaan, maupun pekerja dapat menjadi lebih baik
lagi.

22
DAFTAR PUSTAKA

Clark,D.R.1996. Worksatation Evaluation and Design. Dalam: Battacharya,A.&


McGlothlin,J.D.eds. Occupational Ergonomic. Marcel Dekker Inc. USA: 279-
302

Das, B and Sengupta, A.K.,1993. A Systemic Approachto Industrial Wprkstation


Design. Dalam : Marras W.S., et al. Eds. The Ergonomics Of Manual Work. :
Taylor& Francis, London-Wasington DC.n

http://journals.ums.ac.id/index.php/jiti/article/download/321/275 Diakses tanggal 24


april 2018 pukul 09.50 wib

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/04/sistem-manusia-mesin-ergonomi/ Diakses
pada 26 April 2018 pukul 18.55 WIB

http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/TIK/article/viewFile/1425/1545, Diakses pada


tanggal 24 April 2018 pukul 90.55 WIB

http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php-S1-2014-198308-chapter1.pdf Diakses pada


tanggal 23 April 2018 pukul 10.00 WIB

http://journals.ums.ac.id/index.php/jiti/article/download/321/275 Diakses tanggal 24


april 2018 pukul 09.50 wib

https://media.neliti.com Diakses tanggal 24 April 2018 pukul 10.05

http://arifindustri.lecture.ub.ac.id/opinions/op-workstudy/3 Diakses tanggal 26 April


2018 pukul 11.34 WIB

23
LAMPIRAN

24