Anda di halaman 1dari 2

MENILAI RISIKO BAWAAN DAN RISIKO SIGNIFIKAN

A. Penilaian Risiko oleh Entitas


Penilaian risiko oleh entitas merupakan salah satu dari lima komponen dalam
pengendalian internal yang harus ditangani oleh manajemen. ketika manajemen memahami
proses penilaian risiko yang lebih formal, manajemen mungkin memutuskan untuk
mengembangkan, mengimplementasi dan mendokumentasikan prosesnya sendiri. Jika ini terjadi,
audior akan mengevaliasi:
 Pengendalian yang ada terhadap proses manajemen ini
 Lengkapnya identifikasi risiko bisnis dan risiko kecurangan
 Penilaian manajemen terhadao besaran risiko atau dampak moneter dan peluang
terjadinya
 Tanggapan manajemen terhadap risiko yang dinilai yang merupakan hasil dari proses
penilaian risiko

B. Mendokumentasikan Risiko yang Dinilai


Menilai faktor risiko memerlukan kearifan profesional. Penilaian risiko salah saji
material dilakukan pada dua tingkat, yakni ditingkat laporan keuangan dan di tingkat aseri untuk
jenis transaksi, saldo akun dan disclosures.
Dokumentasi bisa dalam bentuk memo (bentuk cerita atau naratif) atau daftar risiko.

C. Mengidentifikasi Risiko Signifikan


Jika risiko salah saji sudah diidentfikasi dan dinilai, yang diperlukan ialah menelaah
temuan dan kemudian memilih (berdasarkan kearifan professional) risiko-risiko yang memang
signifikan

D. Menanggapi Risiko Signifikan


Ketika risiko digolongkan signifikan, auditor harus memberikan tanggapan.Tanggapan
auditor, berupa langkah audit, terhadap risiko signifikan.
1. Evaluasi pengendalian internal
Apakah manajemen merancang dan mengimplementasi pengendalian internyang
menangkal risiko signifikan?Lihat eksistensi pengendalian langsung seperti kegiatan
pengendalian dan pengendalian tidak langsung seperti pengendalian pervasive yang dapat
dimasukkan dalam pengendalian lingkungan, penilaian risiko, sistem informasi, dan
unsur pemantauan.
2. Tanggapan audit terhadap risiko signifikan
Apakah prosedur audit selanjutnya (yang direncanakan) secara spesifik menanggapi
risiko signifikan? Prosedur ini dirancang untuk memperoleh bukti audit dengan
keandalan tinggi, dan dapat terdiri atas uji pengendalian.
3. Bukti yang diperoleh tahun lalu
Dalam hal auditor merencanakan menguji efektifnya operasi (untuk pengendalian yang
menangkal risiko signifikan, auditor tidak dapat mengandalkan bukti audit yang
diperoleh tahun lalu mengenai efektifnya pengendalian intern.
4. Prosedur analitikal substantif saja, tidak cukup
Penggunaan prosedur analitikal substantive saja, tidaklah cukup untuk menanggapi risiko
signifikan.jika pendekatan terhadap risiko signifikan terdiri atas prosedur abstantif saja,
prosedur audit dapat berupa :
 ujia rincian saja, atau
 kombinasi uji rincian dan prosedur analitikal substantif.

E. Mendokumentasikan Risiko Signifikan


Auditor mendokumentasikan risiko signifikan yang diidentifikasikannya dan tanggapan
audit yang akan dilakukannya. Jika semua risiko didokumentasikan di satu tempat,
pendokumentasian risiko signifikan sekadar perluasan dari informasi yang sudah
didokumentasikan.