Anda di halaman 1dari 2

Percobaan Tauber

Prinsip uji Tauber ialah pentosa dengan benzidin di dalam asam asetat glasial akan
membentuk senyawa berwarna merah ceri.Pereaksi Tauber terdiri atas benzidin di dalam
asam asetat glasial.
Uji Tauber tidak dilakukan dalam percobaan, namun menurut literatur uji Tauber ini
memberikan hasil positif pada arabinosa yang merupakan aldopentosa.Pada uji Tauber,
pentosa dalam asam asetat glasial jika dipanaskan berubah menjadi furfural yang
kemudian dengan benzidin akan berkondensaasi membentuk zat yang berwarna merah
ceri. Heksosa tidak memberikan warna merah ceri.Reaksi ini positif untuk aldopentosa
dan negatif untuk ketopentosa.
Reaksi uji Tauber sebagai berikut.
CHO

H OH
-3 H 2O
+ CH 3COOH O Warna
H OH
H
+ H2N NH2
H OH merah leci
O
CH 2OH (Benzidin)
(Furfural)
(Pentosa)

Gambar 4 Reaksi uji Tauber

Prinsip uji iod ialah polisakarida dengan penambahan iodium akan membentuk kompleks
adsorbsi berwarna yang spesifik.Pereaksi iod terdiri atas larutan iod encer.
Dari hasil percobaan diperoleh data pengamatan yang sesuai dengan literatur. Karbohidrat
dengan golongan polisakarida akan memberikan reaksi dengan larutan iod dan
memberikan warna yang spesifik bergantung pada jenis karbohidratnya. Polisakarida
yang banyak mengandung amilosa akan berwarna biru tua sedangkan jika banyak
mengandung amilopektin akan berwarna cokelat kemerahan.

Reaksi positif terhadap pentosa dan negative terhadap heksosa

Reagen tauber berisi larutan 4% benzidin dalam asam asetat glacial

Reaksi: pentosa dihidrolisis oleh asam asetat glacial menjadi furfural. Furfural yang
terbentuk akan bereaksi dengan 4% benzidin membentuk kompleks senyawa berwarna
merah anggur.

Arabinosa + asam asetat glacial ———→ furfural + 3 H2O


Furfural + benzidin ——→ warna merah anggur

Arabinosa termasuk pentosa (aldopentosa) sehingga memberi reaksi positif terhadap


reagen Tauber, sedang glukosa dan fruktosa termasuk heksosa sehingga reaksinya negatif

Hidrolisis Selulosa
Uji selanjutnya adalah uji selulosa yang dimana potongan kertas saring yang di
tambah H2SO4 berwarna hitam dan dipanaskan tetap hitamsetelah itu di tambah air dan di
tambah dengan benedict warnanya biru muda yang mana menandakan bahwa terdapatnya
kandungan karbohidrat (selulosa) pada kertas tersebut. Hampir 50% karbohidrat yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang terpenting
dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh
karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa
berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan
memperlancar defekasi.

Hidrolisis amilum
Uji ini yang dimana sampel agar-agar di tambah dengan NHCl kemudian di panaskan
dan di tambah larutan iodium menghasilkan warna kuning orange yang menandakan bahwa
sampel mengandung karbohidrat. Amilum merupakan sumber enersi utama bagi orang
dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara seclang berkembang oleh karena di
konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Disamping bahan pangan kaya akan amilumjuga
mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya. Amilum
merupakan karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumbuh-tumbuhan dalam bentuk granul
yang dijumpai pada umbi dan akarnya.