Anda di halaman 1dari 8

Struktur jaringan adiposa

Jaringan adiposa adalah jaringan ikat fibrosa longgar dikemas dengan banyak sel (disebut
“adiposit”) yang khusus untuk penyimpanan trigliserida atau lebih sering disebut sebagai
“lemak”.

Setiap sel adiposit diisi dengan tetesan besar trigliserida tunggal (lemak). Karena ini
menempati sebagian besar volume sel, sitoplasma, nukleus, dan komponen lainnya didorong
ke arah tepi sel yang dibatasi oleh membran plasma (juga dikenal sebagai “membran sel”).

Definisi adiposit:

“adiposit adalah sel hewan yang memiliki fungsi tertentu untuk penyimpanan trigliserida
(lemak). Ketika trigliserida yang disimpan di daerah pusat sitoplasma adiposit, inti mereka
berada di perifer.”

Fungsi dari jaringan adiposa


 Jaringan adiposa bertindak sebagai lapisan isolasi, membantu mengurangi kehilangan
panas melalui kulit.
 Jaringan adiposa juga memiliki fungsi perlindungan, memberikan perlindungan
mekanik (“bantalan”) dan dukungan di beberapa organ utama, misalnya ginjal.
 Jaringan adiposa juga sarana penyimpanan energi.

Makanan yang berlebih diubah menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan adiposa dalam

tubuh. Sel-sel Darah


Sel-sel darah dibedakan menjadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel

darah pembeku (trombosit).

a. Sel darah merah

Sel darah merah adalah penyusun jaringan darah terbesar. Pada wanita, jumlahnya sekitar 4,5

juta/mm3 darah, sedangkan pada laki-laki sekitar 5 juta/mm3 darah.

http://uniqpost.com/63190/20-fakta-menakjubkan-tubuh-manusia/11/

Sel-sel darah merah berbentuk cakram dengan diameter 75 nm, serta ketebalan di tepi 2 nm

dan ketebalan di tengah 1 nm. Sel darah merah pada orang dewasa dibentuk di dalam

sumsum tulang. Sel-sel pembentuk sel darah merah ini disebut eritroblast, tetapi pada embrio,

sel-sel darah merah dibentuk di dalam hati dan limpa.

Artikel Penunjang : Struktur dan Fungsi Hati

Artikel Penunjang : Pengertian, Struktur dan Fungsi Limpa


http://www.easynotecards.com/print_cards/24151
Warna sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut hemoglobin (Hb).

Hemoglobin adalah suatu protein yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin mengandung zat

besi (Fe). Hb ini mempunyai daya ikat tinggi terhadap O2. Dalam peredarannya ke seluruh

tubuh, darah diikat oleh Hb yang kemudian diberi nama oksihemoglobin. Selain mengikat O2,

Hb juga dapat mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang ke luar tubuh melalui

organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut karbominohemoglobin.

Baca juga: Sistem Pernapasan Manusia

Eritrosit dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-

minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan

kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Produksi

eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di

sumsum tulang membranosa. Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas

sumsum tulang semakin turun.


Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang mieloid yang terdapat di

sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit

(pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel

darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama

dalam limfa dan hati. Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan

sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan

untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah

menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin, yaitu yang berwarna kehijau-

hijauan yang dapat dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.

b. Sel darah putih

Sel darah putih adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi luar. Saat

terjadi luka, maka sel darah putih akan berkumpul di tempat luka yang merupakan jalur

masuk bagi bakteri dan virus. Saat ada bakteri atau virus yang masuk, maka sel darah putih

akan melakukan pola penyerangan yang hasilnya akan menimbulkan nanah. Nanah itu sendiri

merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, mikroorganisme, sel tubuh sekitar, dan

cairan tubuh.

Sel darah putih mempunyai nukleus dengan bentuk yang bervariasi. Ukurannya berkisar

antara 10 nm–25 nm. Fungsi sel darah putih ini adalah untuk melindungi badan dari infeksi

penyakit serta pembentukan antibodi di dalam tubuh.

Jumlah sel darah putih lebih sedikit daripada sel darah merah dengan perbandingan 1:700.

Pada tubuh manusia, jumlah sel darah putih berkisar antara 6 ribu–9 ribu butir/mm3, namun
jumlah ini bisa naik atau turun. Faktor penyebab turunnya sel darah putih, antara lain karena

infeksi kuman penyakit.

Kondisi sel darah putih yang turun di bawah normal disebut leukopenia, sedangkan kondisi di

mana jumlah sel darah putih naik di atas jumlah normal disebut leukositosis.

Sel darah putih dibentuk di dalam sumsum tulang, limfe, dan kelenjar limfe. Sel darah putih

terdiri atas agranulosit dan granulosit. Agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler,

sedangkan granulosit bila plasmanya bergranuler.

1) Granulosit (leukosit bergranula)

 Neutrofil, plasmanya bersifat netral, inti selnya sering kali berjumlah banyak dengan
bentuk bermacam-macam, bersifat fagositosis terhadap eritrosit, kuman dan jaringan
mati.
 Eosinofil, plasmanya bersifat asam sehingga akan berwarnamerah tua bila ditetesi
eosin, bersifat fagosit dan jumlahnya akan meningkat jika tubuh terkena infeksi.
 Basofil, plasmanya bersifat basa sehingga akan berwarna biru jika ditetesi larutan
basa, jumlahnya bertambah banyak jika terjadiinfeksi, bersifat fagosit, mengandung
heparin, yaitu zat kimia anti penggumpalan.

2) Agranulosit (leukosit tidak bergranula)

 Limfosit, tidak dapat bergerak, berinti satu, ukuran ada yang besar dan ada yang kecil,
berfungsi untuk membentuk antibodi.
 Monosit, dapat bergerak seperti Amoeba, mempunyai inti yang bulat atau bulat
panjang, diproduksi pada jaringan limfa dan bersifat fagosit.
Jenis sel darah putih (http://www.easynotecards.com/print_cards/24151)

c. Sel pembekuan

Di dalam darah terdapat protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah

fibrinogen menjadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman dan terisi

keping darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan dan akhirnya darah bisa membeku.

Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama

darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah.

Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase.

Artikel Penunjang : Pengertian, Sifat, Fungsi dan Macam Macam Enzim

Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi

enzimaktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca2+) di

dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang

mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati.

Pembentukannya dibantu oleh vitamin K.


Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin.

Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak

mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah.

Baca juga : Sistem Peredaran Darah Manusia

Cairan darah (plasma darah)

Plasma merupakan cairan yang menyertai sel-sel darah. Plasma ini berwarna kekuning-

kuningan. Plasma darah manusia tersusun atas 90% air dan 10% zat-zat terlarut. Beberapa zat

tersebut antara lain seperti berikut.

1. Zat makanan dan mineral, antara lain glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak,
kolesterol, dan garam mineral.
2. Zat hasil produksi dari sel-sel, antara lain enzim, hormon, dan antibodi.
3. Karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen.
4. Protein, terdiri atas:

 antiheofilik berfungsi dalam pencegahan terjadinya anemia;


 tTromboplastin berfungsi untuk proses pembekuan darah ketika terluka;
 protrombin yang berperan penting dalam proses pembekuan darah;
 fibrinogen yang juga berperan penting dalam proses pembekuan darah;
 albumin yang berperan menjaga keseimbangan tekanan osmotik darah;
 gammaglobulin b