Anda di halaman 1dari 4

TUGAS GENETIKA

TERMINOLOGI DALAM GENETIKA

OLEH KELOMPOK 14:

Novia Widyati Tuthaes

Fety Desiani Nitbani

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2018
A. Pengertian Terminologi

Terminologi dalam bahasa latin Terminus atau peristilahan adalah ilmu tentang
istilah dan penggunaannya.

B. Terminologi dalam genetika:


1. Hibrid : keturunan dari hasil perkawianan dua varietas (orang tua yang berbeda)
2. Karakter:
• Bervariasi antar individu

• dapat diturunkan

• misalnya warna bunga dan bentuk biji

3. Sifat : varian dari setiap karakter, bunga warna ungu, merah dan putih
4. Genotipe : susunan genetik yang mendasari pemunculan suatu sifat.
5. Fenotipe: karakter yang dapat diamati secara langsung sebagai suatu sifat yang
terdapat pada suatu individu.
6. Lokus : kedudukan atau tempat gen dalam kromosom
7. Alel : variasi suatu gen
 Dua alel dari gen yang mengontrol warna bunga pada tanaman kacang
ercis, yaitu R = ungu, dan r = putih.
 Multi alel dari yang mengontrol satu karakter, misalnya warna bulu pada
kancil dan golongan darah pada manusia.
8. Kromosom: Benang-benang halus di dalam inti sel sebagai pembawa sifat
keturunan.
9. Gen: Substansi hereditas yang menentukan sifat suatu individu.
10. DNA (Deoxyribonucleid acid): Senyawa kimia terpenting yang membawa
keterangan genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
11. Dominan: Sifat yang muncul pada keturunan, bersifat menutupi sifat lain, dan
dilambangkan dengan huruf kapital.
12. Resesif: Sifat yang tidak muncul pada keturunan karena sifatnya ditutupi sifat lain,
dilambangkan dengan huruf kecil.
13. Intermediet: Sifat suatu gen dimana sepasang gen tidak ada dominan dan tidak ada
resesif. Jadi, sifat keturunannya merupakan sifat gabungan dari kedua induknya.
14. Homozigot : Sepasang alel yang terdiri atas dua gen yang sama.
15. Heterozigot : Sepasang alel yang terdiri atas dua gen yang berbeda.
16. Parental : Induk yang mengalami persilangan.
17. Autosom : kromosom yang menyusun tubuh suatu individu, disingkat A.
18. Back cross : persilangan antara individu F1 dengan salah satu induknya.
19. Carrier :Individu pembawa sifat.
20. Epistasis: Gen yang menutupi ekspresi gen yang lainnya.
21. Filius: Dalam ilmu genetika disingkat F, yang berarti keturunan
22. Nondisjunction: Peristiwa di mana pasangan kromosom homolog tidak berpisah
pada saat meiosis, menyebabkan kelainan kelainan sifat pada individu pembuahan
gamet.
23. Galur murni: Individu yang memiliki sifat-sifat sama dengan induknya, karena
hasil perkawinan sendiri yang berlangsung terus menerus sampai beberapa
generasi.
24. Gen letal: Gen yang menyebabkan kematian individu.
25. Heterogametik: Penentuan jenis kelamin berdasarkan susunan gamet yang
berbeda.
26. Homogametik: Penentuan jenis kelamin berdasarkan susunan gamet yang sama.
27. Irradiasi: radiasi yang terkendali.
28. Kriptomeri: Gen dominan yang seolah-olah tersembunyi yang disembunyikan
oleh gen dominan lainnya.
29. Kromosom seks: Susunan kromosom yang menentukan jenis kelamin individu.
30. Mozaik: Sel-sel yang bersusunan genetis yang sama tetapi ekspresinya berbeda,
berhubungan dengan perbedaan keaktivan gen-gen pada saat terjadi
embryogenesis.
31. Mutan: Embrio yang mengalami mutasi.
32. Pedigree: Catatan asal usul suatu sifat dari generasi ke generasi.
33. Plasmid: Moleul DNA yang beruntai rangkap dan berkembangbiak secara bebas
lepas dari kromosom induk.
34. Plasmid rekombinan : Plasmid yang disambungkan.
35. Polimeri : Pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-
sendiri , tetapi mempengaruhi bagian-bagian yang sama pada suatu organisme.
36. Poliploidi : Buah dengan ukuran sangat besar.
37. Rekombinasi : Terbentuknya kombinasi baru.
38. Hukum Mendel I : (Hukum Segregasi) pada waktu pembelahan meiosis, anggota
dari pasangan gen akan memisah, sehingga setiap gamet hanya akan membawa 1
gen (alel) saja.
39. Hukum Mendel II : (Hukum Berpasangan Secara Bebas) pada waktu
pembelahan meiosis, anggota pasangan gen dapat berpasangan secara bebas
dengan anggota pasangan gen lainnya selama pembentukan gamet.
40. Kromosom Homolog : kromosom yang mempunyai panjang sama, posisi letak
sentromer yang sama, dan letak gen untuk karakter tertentu terdapat pada lokus
yang sama. Sepasang kromosom homolog, masing – masing berasal dari ayah (♂)
dan lainnya berasal dari ibu (♀)
41. Persilangan Monohibrid : Yaitu persilangan antara 2 individu dengan 1 sifat
beda
42. Persilangan Dihibrid : Yaitu persilangan antara 2 individu dengan 2 sifat beda.
43. Kodominan : Kenampakan fenotip yang berasal dari sepasang alel dalam keadaan
heterosigot, yang bersama-sama diekspresikan & kemudian memberikan karakter
tersendiri. Misal : golongan darah AB
44. Alel Ganda : Beberapa alel (lebih dari 2) yang menempati lokus yang sama pada
sebuah kromosom. Misal : golongan darah ABO, ditentukan oleh interaksi alel-
alel I A, I B dan i.
45. Faktor Rhesus : Manusia dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu yang mempunyai
Rh+, dimana kalau dilakukan test dengan zat yang mengandung anti-Rh, akan
terjadi penggumpalan eritrosit, karena orang tersebut mempunyai antigen-Rh.
Kelompok lain yaitu yang mempunyai Rh-, tidak mengalami penggumpalan
setelah dilakukan test tersebut, karena tidak mempunyai antigen-Rh. Orang
dengan Rh+ mempunyai genotip R R atau R r, sedangkan orang dengan Rh-,
mempunyai genotip r r.
46. Pautan (Terangkai, Terkait atau Linkage) : Suatu peristiwa dimana gen-gen
terletak pada kromosom yang sama. Gen A berpaut dengan gen B pada kromosom
yang sama. Sedangkan alelnya, gen a dan gen b, berpautan pada kromosom
homolognya.
47. Dominansi sebagian (Incomplete/partial dominance) : suatu keadaan dimana
alel-alel dari suatu gen tidak ada yang dominan.
48. Pautan Kelamin (Rangkai-Kelamin atau Sex-linkage) : Suatu peristiwa dimana
gen-gen terdapat pada kromosom kelamin (kromosom kelamin X atau Y). Contoh
gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin X adalah : gen resesif yang
menyebabkan buta warna, penyakit hemofili (darah sukar membeku) pada
manusia.
49. Pada kucing, warna bulu ditentukan oleh kromosom kelamin X. Warna hitam
ditentukan oleh gen H, warna kuning oleh gen h dan warna belang (belang hitam-
kuning-putih) oleh gen Hh. Dengan demikian, karena kucing betina mempunyai
kromosom XX, maka kucing betina yang belang memiliki kromosom XHXh.
50. Epistasi Dominan : Peristiwa dimana suatu gen dominan mengalahkan pengaruh
gen dominan lainnya yang bukan alelnya => 12 : 3 : 1
51. Epistasi Resesif : Peristiwa dimana gen resesif mengalahkan pengaruh gen
dominan yang bukan alelnya => 9 : 3 : 4
52. Gen komplementer : Gen-gen dominan yang berlainan tetapi bila terdapat
bersama-sama dalam genotip akan saling membantu dalam menentukan fenotip
=> 9 : 7