Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Indonesia adalah Negara berkembang yang sedang giat-giatnya melaksanakan
pembangunan disegala bidang, yaitu bidang politik, sosial, budaya, dan masih banyak
lagi. Seiring dengan pembangunan tersebut maka di indonesia pun banyak membutuhkan
investasi baik dari dalam maupun luar negeri yang tercipta melalui beberapa perusahaan
swasta. Pembangunan di Indonesia kian meluas keberbagai daerah dengan ditandai
munculnya daerah-daerah industri dan lain-lain. Dan tentunya pembangunan tersebut
tidak lebas dari penanaman modal yang dilakukan oleh Negara maupun masarakat
pribumi dan asing.
Dalam melakukan suatu kegiatan investasi tidak semua investasi dapat dilakukan
dengan mudah, karena hampir semua investasi mengandung suatu resiko kerugian. Bagi
investasi yang mempunyai resiko rendah hampir semua investor ingin melakukannya.
Akan tetapi jika investasi tersebut memiliki resiko tinggi, maka tidak mudah untuk
mencari investor yang mau melakukannya, adalah perusahaan modal ventura yang berani
melakukan investasi di mana investasi tersebut mengandung suatu resiko tinggi.
Keputusan ini dibuat dengan berbagai pertimbangan tentunya dan hal ini sesuai pula
dengan maksud dan tujuan didirikannya perusahaan modal ventura yaitu melakukan
penanaman modal dalam suatu usaha yang mengandung resiko tinggi.
Kegiatan investasi yang dibiayai oleh modal ventura biasanya dalam jangka waktu
panjang dan memiliki resiko tinggi, seperti membentuk atau pengembngan usaha baru
dibidang tertentu. Meskipun resiko yang dihadapi tinggi, pihak modal ventura
mengharapkan suatu keuntungan yang tinggi pula dari penyertaan modalnya berupa
capital gain atau deviden. Perusahaan yang pembiayaannya dari modal ventura disebut
Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) atau invest company1. Tentu ini akan menarik untuk
dipelajari, dan hal tersebut diataslah yang mendorong saya untuk membahas tentang
modal dana ventura di Indonesia.

1
Martono. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Yogyakarta: EKONISIA
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan modal ventura ?
2. Bagaimana sejarah modal ventura ?
3. Bagaimana mekanisme modal ventura ?
4. Apa saja jenis modal ventura ?
5. Apa tujuan dan manfaat dari modal ventura ?
6. Apa karakteristik dari modal ventura ?
7. Darimana sumber dana modal ventura ?
8. Bagaimana jenis pembiayaan modal ventura ?
9. Apa kunci keberhasilan modal ventura ?
10. Bagaimana kelembagaan modal ventura ?
11. Apa hambatan usaha modal ventura ?
12. Apa permasalahan kerjasama dalam modal ventura ?

1.3 TUJUAN MAKALAH


1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan modal ventura
2. Mengetahui sejarah modal ventura
3. Mengetahui mekanisme modal ventura
4. Mengetahui apa saja jenis modal ventura
5. Mengetahui tujuan dan manfaat dari modal ventura
6. Mengetahui karakteristik modal ventura
7. Mengetahui sumber dana modal ventura
8. Mengetahui jenis pembiayaan modal ventura
9. Mengetahui kunci keberhasilan modal ventura
10. Mengetahui kelembagaan modal ventura
11. Mengetahui hambatan usaha dari modal ventura
12. Mengetahui permasalahan kerjasama dalam modal ventura
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN MODAL VENTURA


Modal ventura adalah penyertaan, hal tersebut tidak berarti bahwa bentuk formal dari
pembiayaan selalu penyertaan. Bentuk pembiayaan bias berupa obligasi atau bahkan
pinjaman, namun obligasi atau pinjaman itu tidak sama dengan obligasi atau pinjaman
biasa karena mempunyai syarat pengambilan dan balas jasa yang lebih lunak. Syarat yang
lebih lunak itu dapat bermacam-macam, antara lain dapat berupa :
a. Bagi hasil
b. Pembayaran pinjaman hanya jika perusahan pasangan usaha mampu (mengalami
tingkat keuntungan tertentu)
c. Pinjaman dapat dikonversikan menjadi saham/penyertaan

Disamping pengertian diatas, modal ventura oleh beberapa pihak diberi batasan sebagai
berikut :

a. Perusahan modal ventura adalah badan usaha yang melakukan pembiayaan dalam
bentuk penyertaan modal kedalam suatu perusahaan penerima bantuan untuk
jangka waktu tertentu2
b. Modal ventura adalah usaha penyediaan pembiayaan untuk memungkinkan
pembentuka dan pengembangan usaha-usaha baru di berbagai bidang (Robert
White)
c. Modal ventura adalah investasi jangka panjang dalam bentuk pemberian modal
yang mengandung resiko, dimana penyedia dana (Perusahaan Modal Ventura)
terutama mengharapkan capital gain disamping pendapatan bungan atau deviden
(Tony Lorenz)
d. Modal ventura adalah dana yang diinvestasikan pada perusahaan atau individu
yang memiliki resiko tinggi (Clinton Richardson)3

2.2 SEJARAH MODAL VENTURA

Munculnya konsep pembiayaan dengan modal ventura diawali tahun 1920-1930 pada
saat keluarga keluarga kaya di Amerika Serikat seperti Ford, Rockefeller, Payson dan

2
Keppres No. 61 Tahun 1988
3
Totok budiantoso dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Eds 2
lain-lain membentuk suatu pendanaan. Pendanaan ini diarahkan untuk mendorong usaha-
usaha individu yang sedang mengalami kesulitan modal dalam suatu kegiatan investasi
yang potensial, dan kegatan ini terus-menerus berkembang keseluruh dunia termasuk ke
Indonesia yang dikenal sebagai usaha modal ventura.

Awal pegakuan secara formal adanya usaha modal ventura di Indonesia adalah pada
saat berlakunya paket 20 desember 1988 (pakdes 20, 88) yang menempatkan usaha
modal ventura sebagai salah satu kegiatan pembiayaan disamping bentuk-bentuk
kegiatan pembiayaan yang lain. Pada kenyataannya usaha modal ventura relative kurang
berkembang di Indonesia dibandingkan lembaga pembiayaan yang lain. Kurang
berkembangnya usaha modal ventura di Indonesia terutama disebabkan karena :

a. Belum dikenal
Meskipun modal ventura sudah berkembang sejak awal abad ke-20, usaha ini
relatif belum dikenal oleh masyarakat di Indonesia baik perusahaan pasangan usaha
yang potensial maupun pihak pihak yang mempunyai kapasitas untuk
mengembangkan atau menjadi perusahaan modal ventura.
b. Risiko
Meskipun pembiayaan dengan cara penyertaan memungkinkan adanya rate of
return yang lebih tinggi bagai perusahaan modal ventura, namun salah satu
konsekuensi dari pembiayaan dalam bentuk penyertaan adanya resiko yang lebih
tinggi terhadap tidak terbayarnya kembali pembiayaan atau penyertaan serta tidak
terbayarnya balas jasa modal.
c. Kesesuaian
Masing masing perusahaan modl ventura memiliki karakteristik dan selera
yang berbeda-beda serta spesifik mengenai calon perusahaan pasangan usahanya.
Di sisi lain masing masing calon perusahaan pasangan usaha juga mempunyai
karakteristik dan selera yang berbeda beda serta spesifik mengenai calon
perusahaan modal ventura yang akan membiayai usahanya. Jadi dalam hal ini sulit
ditemukan pasangan yang sesuai antara perusahan pasangan usaha dengan
perusahaan modal ventura.
d. Tenaga professional
Sejalan dengan kurang berkembangnya usaha modal ventura di Indonesia,
tegana professional yang berpengalaman dan menguasai bidang usaha modal
ventura juga tidak mudah untuk didapat. Hal ini menyebabkan suatu perusahaan
modal ventura di Indonesia biasanya kurang didukung dengan tenaga yang
memadai.
e. Pasar modal
Penyertaan modal dengan skema modal ventura dibatasi hanya untuk jangka
waktu tertenu saja, tidak untuk selamanya., salah satu cara penarikan kembali
penyertaan yang telah dilakukan atas berbagai alas an atau divestasi adalah
dengan menawarkan kepemilikan atau saham dari perusahaan pasangan usaha
melalui pasar modal. Mengingat pasar modal di Indonesia saat ini relatif belum
cukup berkembang, maka alternative divestasimodal ventura melalui pasar modal
kurang dapat diandalkan.
f. Peraturan perundangan
Peraturan perundangan yang saat ini belumsecra lengkap mendukung
perkembangan usaha modal ventura di Indonesia.

2.3 MEKANISME MODAL VENTURA

Perusahaan modal ventura memberikan bantuan meliputi dua bentuk, yaitu bantuan
dana dan bantuan manajemen. Berdasarkan keterangan tersebut, mekanisme pembiayaan
ini akan meliputi prinsip bantuan yang diberikan, tahap atau saat perusahaan pasangan
mulai menerima bantuan modal ventura, bentuk bantuan dana yang diberikan, bentuk
kesepakatan antara perusahaan modal ventura dengan perusahaan pasangan usaha, dan
cara divestasi.

2.3.1 Prinsip Bantuan

Terdapat tiga prinsip bantuan yang diberikan kepada suatu perusahaan pasangan
usaha, yaitu:

a. Prinsip pertama
Pembiayaan melalui modal ventura dapat diberikan dalam bentuk penyertaan
modal secara langsung, yaitu ekuitas (equity) dan/atau dapat pula diberikan
dalam bentuk pinjaman subordinasi atau obligasi konversi pada perusahaan yang
disertai, yaitu ekuitas kuasi (quasy equity). Meskipun pembiayaan bias dalam
bentuk ekuitas maupun ekuitas kuasi, hal tersebut tidak mengubah prinsip bahwa
pembiayaan yang diberikan melalui modal ventura adalah berupa pmbiayaan
yang lunak. Ekuitas kuasi bisa saja berbentuk pinjaman, namun pinjaman
tersebut bukan seperti pinjaman komersial pada umumnya. Pinjaman tersebut
mempunyai persyaratan yang lunak, seperti antara lain jangka waktu yang
relative panjang, adanya tenggang waktu mulai pembayaran (grace period), dapat
dikonversikan menjadi penyertaan murni, dll.
b. Prinsip kedua
Mengingat pada dasarnya bentuk dari investasi modal ventura adalah berupa
penyertaan, maka pendekatan dalam pengambilan keputusan oleh perusahaan
modal ventura terhapap perusahaan pasangan usahanya adalah berdasarkan
pemikiran jangka panjang. Pendekatan jangka panjang ini mewarnai perilaku
perusahaan modal ventura terhadap perusahaan pasangan usahanya, yang antara
lain dapat dilihat dari cara pembagian keuntungan. Pada tahap awal penyertaan,
perusahaan modal ventura (PMV) biasanya mendapatkan proporsi bagi hasil
yang sangat kecil atau bahkan tidak sama sekali. Kebijakan ini diharapkan akan
dapat meningkatkan kemampuan arus kas perusahaan pasangan usaha untuk
menandai kegiatan usahanya dan juga melakukan ekspansi usaha, sehingga
dalam jangka panjang perusahaan pasangan usahaakan berkembang menjadi
lebih sehat dan besar. Konsekuensi susulan yang melekat pada PMV adalah perlu
ikut campur tangan berupa bantuan dalam manajemen atau pengelolaan
perusahaan yang dibiayainya.
c. Prinsip ketiga
Bantuan yang diberikan memang mempunyai misi jangka panjang untuk
mengembangkan usaha perusahaan yang dibiayainya, namun hal ini tidak berarti
bantuan tersebut selamanya atau tanpa batas waktu. Penyertaan yang dilakukan
oleh PMV pada dasarnya bersifat sementara sampai dengan batas waktu tertentu.
Batas waktu ini sangat bervariasi dari Negara ke Negara, dan di Indonesia batas
waktunya hanya sampai 10 tahun. Pada akhir masa penyertaan, PMV harus
memilih berbagai macam cara untuk melakukan divestasi.

Penerapan ketiga prinsip diatas sangat diperlukan agar mekanisme dan proses
yang dilakukan dalam suatu modal ventura dapat berjalan sesuai dengan
pengertian dasar dari modal ventura. Mungkin saja terjadi mekanisme pembiaya
yang dilakukan diberi nama modal ventura namun secara prinsip sebenarnya
bukan modal ventura melainkan kredit atau sekedar perjanjian pinjam meminjam
biasa. Selanjutnya, kunci keberhasilan bantuan yang diberikan kepada
perusahaan pasangan usaha atau kunci agar perusahaan pasangan usaha menjadi
dapat berkembang dan berdiri sendiri adalah:
a. Batuan diarahkan agar perusahaan pasangan usaha dapat berdiri
sendiri, baik dari sisi pengelolaan maupun dari pendanaan usaha.
b. Kegiatan usaha dilaksanakan dengan dukungan modal yang cukup dan
sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.
c. Kegiatan usaha dilaksanakan dengan dukungan sumber daya manusia
yang tepat dari segi kuantitas, kualitas, dan proporsi untuk kebutuhan
jangka panjang perusahaan.
d. Kesepakatan atau perjanjian yang dibuat harus tegas namun fleksibel
terhadap perkembangan perekonomian dan teknologi.
e. Dukungan dana dan sumber daya manusia dari pihak PMV yang
memadai sesuai dengan karakteristik dari masing-masing perusahaan
pasangan usaha.

2.3.2 Tahap Pembiayaan

Pada dasarnya perusahaan pasangan usaha dapat memperoleh bantuan modal ventura
dalam setiap tahap kegiatan usahanya dan tidak harus pada tahap awal kegiatan usaha.
Dalam tahap manapun perusahaan modal ventura mulai memberikan bantuannya kepada
perusahaan pasangan usaha, keputusan tersebut selalu diawali dengan analisis mendalam
terhadap kelayakan usaha dari calon perusahaan pasangan usaha. PMV tidak akan
memberikan bantuan kepada calon perusahaan yang prospeknya untuk survive dan
perkembangannya sangat diragukan. Secara lebih spesifik, perusahaan pasangan
usaha(PPU) dapat mendapatkan bantuan modal ventura pada saat saat :

a. Pengembangan ide usaha


Ditinjau dari dari sisi risiko yang ditanggung oleh PMV, tahap ini merupakan
tahap yang paling berisiko. Pada tahap ini kegiatan usaha masih pada tahap
pengembangan ide dasar yang masih belum ditelaah secara mendalam oleh calon
perusahaan pasangan usaha. Tugas PMV termasuk dalam membantu pembuatan studi
kelayakan bisnis dari kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh PPU nya.
b. Awal kegiatan usaha
Pada tahap ini, calon PPU sudah sangat yakin akan kelayakan dan prospek
dari kegiatan usaha yang akan dilakukan dan yang bersangkutan telah siap untuk
memulai kegiatan usahanya. PMV diharapkan memberikan bantuan dana dan
manajemennya untuk awal kegiatan usaha ini.
c. Awal pengembangan usaha
Pada tahap ini PPU telah berhasil memulai kegiatan usahanya dan hasilnya
menunjukkan tanda-tanda adanya prospek pengembangan usaha. Apabila pada tahap
ini calon PPU merasa perlu mendapatkan bantuan dari PMV, maka PMV dapat
memuai memberikan bantuannya.
d. Ekspansi
Pada tahap ini PPU tlah berhasil melaksanakan kegiatan usaha dengan baik
dan berminat untuk melakukan pengembangan antara lain berupa peningkatan omzet,
peningkatan pangsa pasar, perluasan target pasar, pembukaan cabang, dll. Kegiatan
usaha akan semakin kompleks melakukan pendanaan yang lebih lancer, lebih besar,
dan juga memerlukan kualitas pengelolaan yang lebih tinggi, sehingga meskipun pada
tahap ini PPU telah mampu untuk memperoleh pinjamandari bank atau pihak lain,
kehadiran PMV tetap bias diharapkan.
e. Kejenuhan atau penurunan
Kegiatan usaha yang pada awalnya menunjukkan tanda-tanda baik dapat saja
erubah menjadi kurang menguntungkan karena berbagai macam sebab. Penyebab
terjadinya hal ini bisa saja karena adanya pesaing, krisis ekonomi, perubahan atau
pergeseran selera konsumen, perubahan kebijakan pemerintah, siklus produk yang
telah sampai pada tahap penurunan kepercayaan dari pihak kreditur seperti bank dll
serta juga bias terjadi kesulitan pencarian solusi manajerial untuk mengatasi
permasalahan. Kehadiran bantun dari modal ventura tidak mustahil juga diperlukan
oleh PPU pada tahap ini.

2.3.3 Bentuk Pembiayaan


Perusahaan modal ventura dapat memberikan bantuan dana dalam satu atau lebih
bentuk bentuk dibawah ini :
a. Penyertaan modal dalam bentuk saham
b. Obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham
c. Pinjaman yang dapat dikonversikan saham
d. Pinjaman yang memberikan hak opsi bagi PMV untuk membeli saham
e. Pinjaman dengan tingkat bunga yang relative rendah
f. Pinjaman yang tidak perlu dibayar bila perusahaan belum mampu menutupi semua
biaya operasinya
g. Pinjaman yang apabila terjadi likuidasi, maka pengembaliannya berasa prioritas
setelah obligasi dan pinjaman lainnya
h. Dan lain lain sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip modal ventura

2.3.4 Bentuk Kesepakatan


Kesepakatan-kesepakatan antara PMV dengan PPUnya dituangan dalam suatu
kesepakatan formal atau perjanjian resmi secara tertulis yang meliputi mekanisme
pemberian bantuan dana dan manajemen sejak awal sampai dilakukannya tahap divestasi.
Isi perjanjian tersebut meliputi :
a. Jumlah pembiayaan
Jumlah pembiayaan harus disebutkan dengan jelas dengan satuan mata uang
yang telah disepakati bersama.
b. Cara penarikan atau pencairan
Cara penarikan dana bantuan dapat bermacam-macam. Dana tersebut dapat
ditarik tunai, menggunakan cek, menggunakan bilyet giro, pemindah bukuan
kerekening tertentu, dll sesuai kesepakatan bersama.
c. Jadwal penggunaan bantuan dana
Jadwal penarikan atau penggunaan dana harus disesuaikan dengan kebutuhan
dana tersebut dalam kegiatan usaha PPU. Apabila dana terlambat diberikan akan
dapat menyebabkan PPU mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatan
usahanya. Sedangkan apabila dana yang dicairkan melebihi kebutuhan kegiatan
usaha dalam suatu saat, maka dapat menyebabkan adanya dana menganggur atau
bahkan mungkin terjadi penyalahgunaan dana yang tidak sesuai dengan tujuan
semula dalam kesepakatan.
d. Jangka waktu bantuan dana
Jangka waktu bantuan dana harus disebutkan dengan tegas sehingga PPU
dapat membuat rencana arus kas yang sesuai.
e. Bentuk balas jasa financial
Bentuk balas jasa yang diberikan oleh PPU dapat berupa bunga, bagi hasil dari
keuntungan, biaya, dll.
f. Cara, jumlah, waktu pembayaran balas jasa financial
Cara, jumlah, waktu pembayaran balas jasa financial harus disebutkan dengan
jelas. Balas jasa dalam bentuk bagi hasil harus juga disertai proporsi bagi hasil
atas dasar periode waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan.
g. Cara penarikan kembali investasi (divestasi)
Divestasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yang rencana pelaksanaannya
harus disepakati dulu pada awal proses modal ventura.
h. Syarat divestas yang dipercepat
Dalam keadaan tertentu, divestasi dapat saja dilakukan lebih awal dari pada
waktu yang telah direncanakan. Keadaan tertentu sebagai prasyarat pelaksanaan
divestasi yang dipercepat tersebut bias sangat bervariasi, antara lain : prospek PPU
yang sangat diragukan, kerugian PPU yang sangat besar, krisis perekonomian,
keuntungan atau perkembangan PPU yang sangat besar sehingga tidak lagi
memerlukan bantuan modal ventura dll sesuai dengan kesepakatan.
i. Perubahan atau pemindahan kepemilikan
Kesepakatan tentang adanya kemungkinan perubahan atau perpindahan
kepemilikan atas PPU antara lain :
1. Prioritas kepada pihak tertentu untuk diberikan kesempatan membeli
saham atas PPU. Pihak tertentu ini termasuk PPU itu sendiri.
2. Ada atau tidaknya keharusan bagi PPU setelah jangka waktu tertentu untuk
kembali membeli saham yang dimiliki oleh PMV dengan harga tertentu.
3. Kepastian mengenai boleh atau tidaknya PMV mengalihkan saham
miliknya pada pihak ketiga. Kesepakatan ini penting karena perubahan
kepemilikan ini belum tentu sesuai dengan keinginan PPU.
4. Kepastian mengenai boleh atau tidaknya PPU melibatkan investor lain
dalam kegiatan usahanya. Seandainya dimungkinkan, kedua pihak juga
harus menyepakati perlu atau tidaknya pemberitahuan atau persetujuan
terlebih dahulu dari PMV atau pihak yang lain. Kesepakatan ini penting
karena masuknya investor lain dapat menyebabkan perubahan proporsi
kepemilikan dan kemungkinan adanya campurtangan dalam pengelolaan
kegiatan usaha dari investor yang baru tersebut.
2.3.5 Cara Divestasi
Mengingat penyertaan modal ventura bersifat sementara atau tidak untuk selamanya,
maka kedua belah pihak harus memikirkan cara-cara divestasi yang akan dilaksanaka.
Divestasi atau penarikan kembali penyertaan modal yang telah dilakukan oleh PMV pada
PPU dapat dilaksanakan dengan cara cara berikut ini :
a. Pembelian kembali saham modal ventura oleh PPU
Apabila PPU cukup mampu maka divestasi dapat dilakukan dengan cara
pembelian kembali saham modal ventura oleh PPU itu sendiri.
b. Go-public atau penawaran saham pada pasar modal
Cara ini dapat dilakukan apabila kondisi PPU betul-betul sehat dan prospektif
seingga sahamnya nanti dapat dijual melalui bursa efek dengan harga yang wajar.
c. Pemberian kredit atau pinjaman dari bank
Sebagai ganti dari penyertaan yang ditarik, PMV berusaha menghubungkan
PPU dengan bank untuk mendapatkan kredit atau pinjaman. Cara ini dapat
dilakukan apabila PPU cukup sehat dan prospektif menurut penilaian bank.
d. PPU dijual kepada perusahaan atau pihak lain
Apabila ada perusahaan lain yang tertarik untuk memiliki PPU tersebut, maka
PPU dapat dijual kepada perusahaan lain tersebut, baik dengan cara tunai atau
dibeli dengan saham.
e. PPU dilikuidasi
Cara ini hanya akan ditempuh apabila cara-cara lain seperti yang telah
disebutkan diatas sudah sama sekali tidak mungkin untuk ditempuh. Likuidasi
terpaksa dilakukan biasanya karena telah diberikan bantuan modal ventura usaha
nasabah tidak dapat berkembang dan cenderung rugi atau mempunyai prospek
dimasa mendatang yang tidak menentu.

2.4 JENIS MODAL VENTURA


2.4.1 Berdasarkan Pemberian Bantuan
Bantuan yang diberikan PMV kepada PPU dapat meliputi dua hal, yaitu bantuan
financial dan manajemen. Atas dasar cara pemberian kedua jenis bantuan tersebut,
mekanisme modal ventura dapat dibedakan menjadi :
a. Single tier approach
Pendekatan ini menempatkan PMV dalam dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai
pemberi bantuan pembiayaan (fund company) dan juga sebagai bantuan
manajemen atau pengelolaan dana (management company). Berdasarkan
pengertian tersebut, pihak-pihak utama yang terkait dalam kegiatan modal ventura
hanya terdiri dari (1) perusahaan modal ventura dan (2) perusahaan pasangan
usaha.
b. Two tier approach
Pendekatan ini memungkinkan sebuah PPU untuk menerima bantuan
pembiayaan dan bantuan manajemen dari PMV yang berbeda. Berdasarkan
pengertian tersebut, pihak-pihak yang terkait meliputi tiga pihak, yaitu (1) PMV
yang memberikan bantuan pembiayaan, (2) PMV yang memberikan bantuan
manajemen, dan (3) PPU
2.4.2 Berdasarkan Cara Menghimpun Dana
Perusahaan modal ventura secara umum dapat menghimpun dana dari pinjaman
dan juga dari modal sendiri dalam berbagai bentuk. Sumber modal sendiri ini bias
berasal dari investor perorangan, perusahaan dana pensiun, perusahaan asuransi, bank
dll. Jika ditinjau dari cara penghimpunan dananya modal ventura dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu :
a. Leverage venture capital
Modal ventura yang bersumber dari suatu PMV dengan sebagian besar
menghimpun dananya dalam bentuk pinjaman dari berbagai macam pihak
disebut leverage venture capital. Penjelasan tersebut tidak berarti bahwa PMV
ini sama sekali tidak mempunyai modal sendiri, modal sendiri tetap ada tetapi
dalam proporsi yang relative jauh lebih kecil dibandingkan dengan
pinjamannya. Dana dari penhimpunan dana inilah yang nantinya digunakan
oleh PPU untuk melakukan kegiatan usahanya.
b. Equity venture capital
Modal ventura yang bersumber dari suatu perusahaan modal ventura
dengan sebagian besar penghimpunan dananya dalam bentuk modal sendiri
dalam berbagai bentuk disebut equity venture capital. Penjelasan tersebut
bukan berarti PMV ini sama sekali tidak memiliki pinjaman dari pihak lain,
pinjaman dari pihak lain mungkin saja ada tetapi dalam proporsi yang relatif
jauh lebi kecil dibandingkan dengan modal sendirinya.
2.4.3 Berdasarkan Kepemilikan
Atas dasar kepemilikan, PMV dibedakan dalam beberapa jenis sebagai berikut :
a. Private venture capital company
PMV yang belum go public atau belum menjual sahamnya melalui
bursa efek.
b. Public venture capital company
PMV yang telah go public atau menjual sahamnya melalui bursa.
c. Bank affiliate venture capital company
PMV yang didirikan oleh bank-bank yang mengalami surplus dana
atau memang memiliki misi khusus dalam hal bank ventura. PMV ini biasanya
adalah suatu anak perusahaan dari bank yang mendirikannya dan memiliki
menejemen yang terpisah dari perusahaan induknya. Alas an pihak bank
mendirikan PMV ini biasanya tidak selalu hanya karena ingin menambah
keuntungan melalui diversifikasi usaha yang didukung oleh adanya surpluss
dana. Alasan lain yang biasanya menjadi dasar pendirian adalah adanya misi
sosial dari bank untuk membantu usaha kecil yang mengalami kesulitan dana
dan manajemen, sehingga bank tersebut berusaha mendirikan PMV.
d. Conglomerate venture capital company
PMV yang didirikan atau dimiliki oleh sejumlah perusahaan besar.
Perusahaan modal ventura jenis ini banyak terdapat dinegara industry dan
kepemilikan suatu PMV bisa saja dari dua atau lebih perusahaan besar.

2.5 Tujuan dan Manfaat Modal Ventura

Pembiayaan modal ventura di samping berorientasi untuk memperoleh keuntungan


yang tinggi, dengan risiko yang tinggi pula, juga bertujuan antara lain :

a. Memungkinkan dan mempermudah pendirian suatu perusahaan baru.


b. Membantu membiayai perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana dalam
pengembangan usahanya, terutama pada tahap-tahap awal.
c. Membantu perusahaan baik pada tahap pengembangan suatu produk maupun
pada tahap mengalami kemunduran.
d. Membantu terwujudnya dari hanya suatu gagasan menjadi produk jadi yang siap
dipasarkan.
e. Memperlancar mekanisme investasi dalam dan luar negeri.
f. Mendorong pengembangan proyek research and development.
g.Membantu pengembangan teknologi baru dan memperlancar terjadinya alih
teknologi.
h.Membantu dan memperlancar pengalihan kepemilikan suatu perusahaan.
Selain memiliki tujuan Modal Ventura juga memiliki manfaat, yaitu:

1. Manfaat bagi perusahaan pasangan usaha


Beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan pasangan usaha, yaitu:

1) Kegiatan usaha dapat ditingkatkan

Pada umumnya perusahaan pasangan usaha merupakan perusahaan kecil yang


memerlukan penambahan dana untuk meningkatkan kegiatan usahanya. Perusahaan
yang kecil dan baru pada awal perkembangan biasanya sulit untuk mendapatkan
fasilitas kredit dari bank. Dengan adanya pembiayaan modal ventura maka
perusahaan kecil dan masih dalam awal perkembangan dapat menjadi perusahaan
pasnagan usaha sehingga dapat memperoleh bantuan dana untuk meningkatkan
kegiatan usahanya.

2) Kemungkinan berhasilnya usaha lebih besar

Seseorang yang menemukan produk baru atau suatu ciptaan baru belum tentu
mampu memproduksi dan berhasil memasarkan hasil produknya. Pelaksanaan
produksi dan pemasaran produknya membutuhkan suatu keahlian, pengalaman dan
jaringan pemasaran yang dapat menjamin kelancaran usaha. Dengan maksudnya
modal ventura yang memiliki kemampuan manajemen dan latar belakang bisnis
yang kuat sebagai partner usaha, maka kemungkinan berhasilnya perusahaan
pasangan akan menjadi lebih besar.

3) Meningkatkan efisiensi pemasaran produk

Pada awal dilakukannya kegiatan produksi baisanya kegiatan pemasaranya tidak


efisien. Hal ini disebabkan kegiatan pemasaran dilakukan sendiri dan jumlah
produksinya masih relatif kecil. Dengan masuknya modal ventura yang dapat
memberikan bantuan dana, bantuan manajemen, juga memiliki jaringan pemasaran
yang luas. Sehingga menjadi perusahaan pasangan usaha yang akan dapat
meningkatkan efisiensi pemasaran produknya.
4) Peningkatan bank abilitas

Perusahaan yang baru akan mengalami kesulitan memperoleh dana biasanya juga
memiliki manajemen yang lemah. Dalam kondisi yang demikian para kreditur
masuk bank kurang berminat untuk memberikan pinjaman. Dengan masuknya
modal ventura akan meningkatkan kepercayaan para kreditur/bank untuk
memberikan pinjaman kepada perusahaan tersebut.

5) Peningkatan tingkat likuiditas

Pembiayaan modal ventura dengan cara modal penyertaan tidak perlu membayar
bunga dan angsuran hutang. Berbeda dengan hutang bank ysng menimbulkan
kewajiban membayar angsuran hutang dan beban bunga. Dengna demikian
penambahan modal penyertaan secara langsung akan meningkatkan tingkat
likuiditas.

6) Peningkatan tingkat rentabilitas

Dengan bantuan penambahan dana sekaligus bantuan manajemen yang memiliki


tenaga-tenaga profesional dan berpengalaman, maka kegiatan produksi dan
pemasaran akan lebih efektif dan efisien. Volume produksi dan penjualan dapat
ditingkatkan. Biaya produksi dan pemasaran dapat ditekan dan pada akhirnya akan
meningkatkan kemampuan memperoleh laba (rentabilitas).

2. Manfaat bagi Perusahaan Modal Ventura


Manfaat yang diperoleh perusahaan modal ventura (venture capitalist) adalah sebagai
berikut:

1) Memperoleh pendapatan

Bantuan dana yang diberikan kepada perusahaan pasangan usaha (investee


company) dapat berupa saham dan obligasi konversi (convertible bond). Apabila
bangtuan dana dalam bentuk saham maka sebagai imbalannya perusahaan modal
ventura akan memperoleh dividen. Penyertaan modal dalam bentuk saham dapat
dijual apabila pada suatu saat perusahaan modal ventura membutuhkan dana.
Apabila dalam penjualan saham tersebut harganya naik akan mendapatkan capital
gain sebagai pendapatannya. Apabila bantuan dana dalam bentuk obligasi konversi
akan memperoleh bunga sebagai pendapatannya.

2) Peningkatan kemampuan teknis dan pengalaman bagi karyawan dan staf


perusahaan modal ventura.

Karyawan dan staf perusahaan modal ventura akan meningkat kemampuan teknis
dan pengalamannya dalam mengelola berbagai perusahaan seiring dengan semakin
seringnya memberikan bantuan manajemen kepada perushaan pasangan usaha.
Peningkatan kemampuan teknis dan pengalaman tersebut selain bermanfaat bagi
karyawan dan staf juga bermanfaat bagi perusahaan modal ventura.

3) Peningkatan informasi tentang modal ventura

Keberhasilan dalam melakukan modal penyertaan dan memberikan bantuan


manajemen kepada perusahaan pasangan usaha secara bertahap dapat
meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan masyarakat tentang kegiatan modal
ventura.

2.6 Karakteristik Modal Ventura

Pembiayaan modal ventura memiliki beberapa karakteristik yang membedakan


dengan jenis pembiayaan lainnya sepertti perbankan, perusahaan pembiayaan : leasing,
factoring dan pembiayaan konsumen. Perbadaan karakteristik pembiayaan modal ventura
inilah menempatkan modal ventura sebagai bentuk pembiayaan yang unik. Karakteristik
modal ventura tersebut antara lain sebagai berikut :

a. Pembiayaan Modal Ventura Merupakan Equity (Quasi Equity Financing)


Bentuk pembiayaan oleh perusahaan modal ventura dilakukan dengan
penyertaan modal langsung pada perusahaan pasangan usaha. Di samping itu,
pembiayaan modal ventura dapat pula dilakukan dengan menggunakan istrumen
obligasi konversi atau convertible bond. Bentuk pembiayaan ini dikenal sebagi
semi equity financing.
b. Modal Ventura Merupakan Investasi dengan Perspektif Jangka Panjang (Long-
term Perspective)
Modal ventura tidak mengharapkan perolehan keuntungan dengan
memperdagangkan sahamnya secara jangka pendek akan tetapi mengharapkan
capital gain setelah jangka waktu tertentu. Hal ini berarti pembiayaan atau bisnis
modal ventura pada prinsipnya memiliki perspektif yang bersifat jangka pendek.
c. Modal Ventura Merupakan Pembiayaan yang Besifat Risk Capital
Dikatakan berisiko tinggi karena pembiayaan modal ventura tidak disertai
dengan jaminan seperti halnya dengan kredit perbankan. Akan tetapi hanya
didasarkan pada keyakinan atas gagasan yang diusulkan tersebut. Risiko tinggi
tersebut sebenarnya diimbangi dengan harapan mendapatkan return yang lebih
besar.
d. Pembiayaan Modal Ventura Bersifat Aktif (Active Investment)
Pembiayaan lain adalah pembiayaan modal ventura selalu disertai dengan
keterlibatan dalam manajemen perusahaan yang dibiayai, meliputi manajemen
keuangan, pemasaran dan pengawasan operasional. Keikutsertaan dalam
manajemen tersebut diharapkan akan dapat mengurangi risiko investasi
perusahaan modal ventura dan untuk membantu perusahaan yang bersangkutan
meningkatkan profitabilitas.
e. Keuntungan Berupa Capital Gain dan Dividen
Keuntungan yang diharpkan diperoleh perusahaan modal ventura terutama
capital gain atau apresiasi nilai saham di samping dividen.
f. Rate of Return yang Tinggi
Bidang usaha yang umunya dibiayai oleh modal ventura adlah yang bersifat
terobosan-terobosan baru yang menjanjikan keuntungan yang tinggi.

2.7 Sumber Dana Modal Ventura


Sumber dana modal ventura dapat berasal dari berbagai sumber antara lain sebagai
berikut :
a. Investor Perseorangan
Alternatif sumber dana modal ventura adalah dari investor individu. Hanya
saja menarik investor perseorangan untuk mengikutsertakan dananya ke dalam
suatu usaha modal ventura tidak semudah yang dipikirkan kalau tidak ingin
dikatakan sulit. Hal ini disebabkan bisnis modal ventura memiliki tingkat risiko
yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Umumnya investor
perseorangan lebih menyukai dan cenderung melakukan investasi pada usaha
yang telah berjalan lancer dan bersifat jangka pendek. Bagi investor individu yang
memiliki kesabaran dan kesiapan menerima dan menanggung risiko tinggi dalam
suatu usaha merupakan seorang venture capitalist murni. Karena dalam usaha
modal ventura sulit diharapkan akan meberi hasil yang besar atas investasi yang
ditanam dalam kurun waktu satu atau dua tahun.
b. Investor Institusi
Biasanya bagi perusahaan-perusahaan besar terutama dinegara-negara industry
memiliki suatu divisi tersendiri yang khusus menangani bisnis modal ventura.
Tugas divisi khusus ini adalah menampung dan mengevaluasi suatu ide-ide
terutama dalam bidang teknologi yang dapat dikembangkan menjadi suatu produk
teknologi baru yang dapat dipasarkan. Keikutsertaan investor institusi ini
merupakan salah satu sumber dana modal ventura.
c. Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun
Lembaga keuangan nonbank ini merupakan sumber dana modal ventura yang
cukup besar. Potensi lembaga ini sebagai investor dalam usaha modal ventura
didukung oleh sumber dananya yang berjangka panjang.
d. Perbankan
Sumber dana modal ventura dapat diperoleh dari bank-bank yang tertarik
melakukan bisnis modal ventura. Namun perlu dipertimbangkan mengenai sifat
dana bank yang jangka pendek sementara modal ventura jangka panjang. Dana-
dana yang berasal dari bank sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan
pembiayaan dengan pola bagi hasil yang berjangka waktu pendek.

e. Lembaga Keuangan Internasional

Lembaga keuangan internasional dapat menjadi sumber dana modal ventura


terutama yang berkaitan dengan upaya membantu pengembangan sektor-sektor
tertentu. Kelebihan sumber dana ini di samping berbiaya murah juga biasanya
memiliki jangka waktu panjang dengan masa tenggang waktu. Untuk
mendapatkan sumber dana ini umumnya melalui two step loan dari pemerintah.

2.8 Jenis Pembiayaan Modal Ventura


Pembiayaan modal ventura adalah pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan yang
telah memiliki badan hukum perseroan dalam bentuk penyertaan saham4. Pembiayaan
yang dapat diberikan perusahaan modal ventura dapat dilakukan dalam beberapa cara
sebagai berikut :
1. Penyertaan Modal Langsung
Penyertaan modal langsung adalah penyertaan modal usaha perusahaan modal
ventura (PMV) pada perusahaan pasangan usaha dengan cara mengabil bagian
sejumlah tertentu saham perusahaan pasangan usaha (PPU) yang bersangkutan.
Pola pembiayaan ini dikenal dengan equity financing atau pembiayaan langsung.
Karena pembiayaannya berupa penyertaan saham maka perusahaan pasangan
usaha haruslah berbentuk badan hukum perseroan terbatas. Bagian saham yang
diambil perusahaan modal ventura tersebut berasal dari saham-saham yang masih
dalam portofolio yaitu saham yang masih belum diambil bagian dan disetor oleh
pemegang saham lainnya (pemegang saham lama). Penyertaan modal dalam
bentuk saham dapat dilakukan dengan cara :
a. Bersama-sama mendirikan suatu perusahaan
Pembiayaan modal ventura yang dilakukan dengan cara mendirikan PT
bersama berlaku sepenuhnya ketentuan-ketentuan hukum Perjanjian dalam
KUH Perdata khususnya ketentuan mengenai kebebasan berkontrak (pasal
1338) dan ketentuan mengenai syarat-syarat sahnya suatu perjanjian (pasal
1320) disamping ketentuan-ketentuan mengenai pendirian suatu PT yang
diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan
terbatas. Selanjutnya semua janji yang tealh disepakati terlebih dahulu oleh
para pihak dituangkan dalam suatu dokumen hukum yang disebut dengan
Perjanjian Antar Calon Pendiri/Pemegang Saham (Sharwholder
Agreement).
b. Penyertaan modal PMV dalam bentuk pengambilan sejumlah portofolio
saham PPU.
Penyertaan ini dilakukan oleh PMV dalam hal suatu PPU yang hendak
dibiayai telah berbentuk badan hukum, dalam arti anggaran dasarnya telah
memperoleh pengesahan dari instansi yang berwenang (Menteri

4
Siamat, Dahlan. 2001. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: FE Universitas Indonesia
Kehakiman). Pembiayaan modal ventura dalam bentuk ini perlu
diperhatikan mengenai ketentuan dalam anggaran dasar calon PPU yang
bersangkutan, keputusan-keputusan rapat pemegang saham, rapat Direksi
dan Rapat Dewan Komisaris.

2. Semi Equity Financing


Pembiayaan dalam bentuk semi equity dilakukan dengan membeli obligasi
konversi atau convertible bond yang diterbitkan oleh perusahaan pasangan usaha.
Cara pembiayaan seperti ini banyak disukai baik oleh perusahaan modal ventura
maupun perusahaan pasangan usaha karena sifatnya yang lebih fleksibel. Obligasi
konversi lebih menarik bagi perusahaan modal ventura karena dalam periode
pembiayaan tersebut perusahaan modal ventura memiliki pendapatan tetap dalam
bentuk bunga sementara apabila kinerja perusahaan semakin membaik sehingga
nilai perusahaan yang dibiayai tersebut semakin baik, maka perusahaan modal
ventura akan menggunakan hak konversinya (call option).

3. Pembiayaan Bagi Hasil


Instrumen pembiayaan ini dilakukan dalam hal usaha yang akan dibiayai tidak
berbentuk badan hukum atau syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk penyertaan
langsung belum atau tidak dipenuhi oleh PPU. Bentuk instrument pembiayaan ini
menekankan pada aspek bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh dari uasaha
yan dibiayai oleh karena itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bentuk
pembiayaan ini adalah kewenangan bertindak pihak yang mewakili PPU, objek
usaha serta jaminan atas pemberian bantuan dana. Pola pembiayaan bagi hasil ini
merupakan instrument pembiayaan yang dimodifikasi untuk menjembatani
kendala pembiayaan bagi badan usaha yang belum berbadan hukum, terutama
usaha kecil.

Pembiayaan modal ventura berbeda dengan kegiatan pembiayaan melalui


sektor perbankan (debt financing), modal ventura tidak menentukan besarnya
return yang akan diperoleh sehingga perusahaan yang dibiayai, disebut perusahaan
pasangan usaha (PPU), tidak memiliki suatu kewajiban pembayaran keuntungan
secara tetap kepada perusahaan modal ventura sebagaimana halnya dengan bank.
Keuntungan yang diharapkan terutama dalam bentuk capital gain.
2.9 Kunci Keberhasilan Modal Ventura

Meskipun modal ventura merupakan usaha yang berisiko tinggi namun beberapa
faktor perlu dipertimbangkan untuk keberhasilan modal ventura, yaitu :

a. Keuntungan Merupakan Prioritas Tinggi


Sasaran utama modal ventura haruslah memaksimalkan keuntungan. Oleh
karena itu, perusahaan modal ventura dalam melakukan investasi memperoleh
keuntungan yang lebih menarik. Modal ventura yang berhasil adalah yang
menikmati keuntungan yang diterima dari perusahaan pasangan usahanya setelah
divestasi.
b. Kualitas Investasi
Akses pada peluang investasi yang berkualitas tinggi merupakan salah satu
faktor penentu keberhasilan modal ventura. Disamping itu keadaan perekonomian
suatu negara ikut juga menjadi faktor pendukung kegiatan modal ventura yang
menciptakan peluang bagi sector-sektor usaha dan tersedianya entrepreneur yang
andal.
c. Perusahaan Modal Ventura Harus Memiliki Keahlian Manajerial
Pembiayaan modal ventura berupa penyertaan modal saham berbeda dengan
pembiayaan dalam bentuk uang (debt financing) dalam beberapa hal. Pembiayaan
modal ventura tidak diikat dengan jaminan apa pun dari pasangan usaha dan tidak
mendapatkan pendapatan bunga sebagaimana halnya dengan kredit bank. Oleh
karena itu hasil yang diperoleh perusahaan modal ventura setelah waktu yang
cukup lama sangat tergantung pada kemampuan perusahaan meningkatkan
nilainya. Untuk itu perusahaan modal ventura membutuhkan keahlian khusus
untuk menilai risiko dan keuntungan atas setiap peluang investasi.
d. Perusahaan Modal Ventura Harus Mampu Menggunakan Berbagai Instrumen
Keuangan
Pembiayaan modal ventura harus dapat memanfaatkan beberapa bentuk
instrumen keuangan, misalnya saham biasa, saham preferen dan atau obligasi
konversi dalam rangka mengoptimalkan investasinya.

2.10 Kelembagaan Modal Ventura

Kelembagaan modal ventura di Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya


menggunakan konsep modal ventura murni sebagaimana dilakukan oleh perusahaan
modal ventura di luar negeri. Struktur kelembagaan modal ventura yanh ada saat ini
adalah tidak dipisahkan badan hhukum venture capital fund di satu pihak dengan
management venture capital di pihak lainnya. Atau dengan kata lain pengelolaan pool
of funds masih bersatu dengan perusahaan manajemen. Ketentuan perundangan modal
ventura memang tidak mengenal adanya pemisahan kedua jenis struktur tersebut. Hal
ini cukup menyulitkan dalam upaya memobilisasi dana untuk pengembangan usaha ini.
Sumber dana perusahaan modal ventura di Indonesia praktis hanya berasal dari modal
yang disetor oleh para pemegang saham perusahaan yang bersangkutan.

Masalahnya menjadi kompleks karena pembiayaan perusahaan modal ventura


umumnya berjangka panjang sehingga turn over dana menjadi tidak likuid yang pada
gilirannya perusahaan modal ventura akan mengalami kehabisan dana karena semua
modal telah ditempatkan kepada perusahaan pasangan usahanya. Apabila hal ini terjadi
sudah barang tentu perusahaan modal ventura yang bersangkutan akan terhenti kegiatan
pembiayaannya bilamana pemegang saham tidak menembahkan modal baru. Sejalan
dengan itu dengan pengembangan usaha modal ventura selanjutnya perlu dipikirkan
untuk mengubah kelembagaan yang ada sehingga sesuai dengan kebutuhan usaha
modal ventura sebagaimana telah digambarkan di atas yaitu pemisahhan antara venture
capital fund dengan management venture capital company. Dengan adanya pemisahan
tersebut akan memungkinkan adanya fleksibilitas mobilisasi dana baik dana yang
bersumber dari dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan modal ventura di
Indonesia.

2.11 Hambatan Usaha Modal Ventura

Lambannya perkembangan usaha modal ventura terutama dari kemampuan


menyalurkan dana pada prinsipnya disebabkan oleh beberapa faktor antar lain sebagai
berikut:

a. Modal ventura merupakan usaha yang memiliki risiko tinggi.


b. Modal ventura merupakan konsep pembiayaan baru sehingga fungsi dan
peranannya belum banyak dipahami oleh kalangan dunia usaha, pemodal maupun
kalangan pengusaha .
c. Adanya keengganan pengusaha atas penyerahan sebagian saham pada perusahaan
modal ventura.
d. Banyaknya pengusaha (entrepreneur) yang kurang berminat atau bersedia atas
keterlibatan modal ventura dalam manajemen perusahaan.
e. Sulitnya perusahaan modal ventura menemukan perusahaan pasangan usaha yang
memenuhi criteria untuk dibiayai.
f. Investor lebih tertarik pada pembiayaan berjangka pendek.
g. Perangkat peraturan mengenai kegiatan usaha modal ventura dirasa masih sangat
kurang memadai dan kurang mendukung.
h. Pasar modal sebagai salah satu sarana divestasi massih kurang mendukung.
i. Kurangnya tenaga profesional yang berpengalaman dalam bidang tertentu.

2.12 Permasalahan Kerjasama Modal Ventura

a. Faktor intern

Faktor intern yang sangat potensial dapat mempengaruhi keberhasilan PPU


adalah masalah kemampuan pengelolaan (manajemen) kegiatan usaha yang
dijalankan oleh direksi atau pengurus yang merupakan mitra bisnia PMV.
Kegagalan kerja sama yang diakibatkan oleh faktor manajemen tersebut pada
umumnya karena antara lain sebagai berikut:

a. Adanya keterbatasan kemampuan dalam mencari atau mengantisipasi pasar


b. Tidak mampu memperoleh bahan baku yang relatif murah
c. Kurang mampu membaca laporan keuangan sehingga tidak dapat mengetahui
penyebab lemahnya kemampuan keuangannya
d. Kegiatan usaha cenderung dilakukan sendiri atau one man show
e. Lemahnya pengetahuan di bidang ketentuan perundangan misalnya
perpajakan
f. Pencampuran keperluan pribadi dengan pengelolaan perusahaan khususnya
masalah keuangan
g. Sumber dan besarnya pendapatan yang terbatas
h. Kurangnya keterbukaan dan kejujuran mengungkapkan permasalahan
perusahaan
i. Latar belakang pendiri usaha berawal dari bisnis keluarga yang tertutup
bagi pihak lain
j. Perselisihan di antara pemegang saham non-PMV

b. Faktor Ekstern
Faktor ekstern yang sangat berpengaruh pada keberhasilan kerja sama
pembiayaan ini terutama disebabkan oleh faktor ekonomi makro antara lain
meliputi:

a. Kompetisi pasar yang yang sangat tajam


b. Terjadinya resesi atau depresi ekonomi
c. Kebijakan pemerintah yang kurang kondusif terhadap usaha PPU
d. Dukungan lembaga regulator
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Secara sempit modal ventura dapat diartikan sebagai modal yang ditanamkan pada
usaha yang mengandung risiko dengan tujuan memperoleh pendapatann (return) berupa
bunga tau dividen. Konsep pembiayaan modal ventura mulai diperkenalkan di Amerika
Serikat antara tahun 1920 – 1930. Pada waktu itu pengusaha kaya seperti Ford,
Rockeffeler, dan lain-lain memberntuk pendanaan yang dimaksudkan untuk membantu
perusahaan-perusahaan kecil yang sedang mengalami kesulitan dana. Biasanya
perusahaan kecil yang dibantu pendanaannya adalah perusahaan yang memiliki potensi
tetapi kesulitan dana. Pendanaan yang akhirnya dikenal dengan nama modal ventura
berkembang ke seluruh dunia misalnya negara-negara di Eropa, Jepang, dan Korea.
Modal Ventura pada dasarnya adalah kumpulan modal (pool of fund) yang berasal
dari investor untuk dikelola secara profesional oleh perusahaan manajemen dan di
investasikan pada PPU. Dana yang di investasikan dalam Modal Ventura merupakan
dana investasi yang memiliki risiko tinggi dan bersifat jangka panjang. Walaupun
demikian investor akan tetap tertarik pada jenis investasi ini asalkan dapat
memberikan return yang tinggi dan risikonya dapat dikelola secara profesional.

3.2 SARAN

Seiring berkembangnya usaha modal ventura dikota kota besar yang mengakibatkan
usaha modal ventura hanya banyak diketahui oleh masyarakat kota pada umumnya,
sehingga masyarakat-masyarakat di perdesaan yang usahanya kurang mengetahui
tentang adanya usaha modal ventura ini, alangkah baiknya usaha modal ventura ini
diperkenalkan kepada masyarakat-masyarakat didaerah perdesaan atau terpencil
sekalipun, sehingga masyarakat diperdesaan juga bisa mendapatkan penyertaan dana
dari usaha modal ventura ini untuk membantu perkembangan dan kelanjutan usahanya.
Daftar pustaka

Budiantoso, Totok dan Sigit Triandaru.2006. Bank dan Lembaga Keuangan


Lain.Jakarta:Salemba Empat

Kasmir.2002.Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi Ke-6, Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada

Martono. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Yogyakarta: EKONISIA

Siamat, Dahlan. 2001. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: FE Universitas Indonesia

Susilo, Y sri dkk.2000. Bank Dan Lembaga Keuangan Lain.Jakarta: Salemba Empat