Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setiap aset yang dimiliki atau dikuasai oleh suatu perusahaan memiliki
potensi mengalami penurunan nilai, namun ada yang diatur sendiri dalam standar
aset terkait atau diatur umum dalam PSAK 48 tentang Penurunan. Penurunan nilai
atau impairment menjadi bahasa yang semakin populer dalam akuntansi saat
PSAK mengadopsi IFRS. Istilah impairment sudah lama dikenal dalam akuntansi
khususnya aset tetap. PSAK berbasis IFRS menggunakan istilah penurunan nilai
tak hanya untuk aset tetap tetapi juga untuk aset tak berwujud, goodwill, aset
keuangan dan juga investasi.

PSAK 48 tentang penurunan nilai aset menyatakan bahwa penurunan nilai


aset terjadi apabila jumlah tercatatnya(carrying amount) melebihi jumlah
terpulihkan (recoverable amount).Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit
penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi
biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Pada setiap akhir periode pelaporan,
entitas menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut, kemudian nilai tercatat yang aset lebih tinggi diturunkan ke nilai
terpulihkannya.

Dalam PSAK 16 yang membahas mengenai Aset tetap, disebutkan bahwa


Aset tetap yang diperoleh dinilai sebesar harga perolehan atau nilai revaluasi
terakhir dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan nilai.Penurunan
nilai disebutkan dalam paragraf yang membhas tentang pengukuran aset tetap.
Selanjutnya dalam PSAK 19 tentang aset tak berwujud menyebutkan hal yang
sama, bahkan disebutkan untuk goodwill tidak boleh lagi diamortisasi tetapi
diimpairment (diturunkan nilainya).DalamPSAK 55 tidak menyebutkan
penyisihan piutang untuk piutang yang tidak dapat ditagih tetapi memberikan
istilah dalam bahasa yang umum sebagai penurunan aset keuangan.

Penurunan nilai (Impairment) diatur khusus dalam PSAK 48 yaitu tentang


penurunan nilai. Dalam PSAK 48 disebutkan bahwa penurunan nilai diterapkan
untuk semua aset kecuali tidak berlaku untuk beberapa aset yaitu persediaan
(PSAK 14), aset keuangan (PSAK 55), kontrak konstruksi (PSAK 34), kontrak
asuransi (PSAK 62), properti investasi yang diukur dengan nilai wajar (PSAK
13), aset tidak lancar dimiliki untuk dijual (PSAK 58) dan aset pajak tangguhan
(PSAK 46).

1.2 Rumusan masalah

Dalam pembahasan ini hanya membahas mengenai penurunan nilai yang


berlaku umum yang diatur dalamPSAK 48 tentang penuruan nilai aset. Dalam
makalah ini tidak menyoroti penurunan nilai yang berlaku dalam PSAK
khusus.Konsep penurunan nilai ini menjadi kerangka dasar akuntansi penurunan
nilai,namun untuk beberapa aset yang telah disebutkan di atas, penurunan nilai
menggunakan kaidah yang berbeda.

1.3 Tujuan

Sesuai dengan latar belakang dan pokok permasalahan yang telahdiuraikan


maka tujuan dari makalah ini yaitu untuk mengetahui penurunan nilai yang
berlaku umum sesuai yang diatur dalam PSAK 48
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Penurunan Nilai


Penurunan nilai dari asset merupakan suatu kondisi di mana nilai tercatat
asset (carrying amount) melebihi jumlah terpulihkan (recoverable
amount).

1. Perbedaan dengan IFRS


PSAK 48 penurunan nilai aset telah megadopsi seluruh pengaturan dalam
IAS 36 impairment of assets per fektif 1 januari 2014, kecuali:
1. IAS 36 paragraf 2 (g) tentang ruang lingkup. PSAK 48 tidak
mengecualikan asset biologij karena IAS 41 agriculture.
2. IAS 36 paragraf 4 (a) tentang ruang lingkup yang mencakup entitas
anak. PSAK 48 memeberikan tambahan penjelasan entitas anak yang
dicatat dengan metode biaya dalam laporan keuangan tersendiri sesuai
dengan PSAK 4: Laporan keuangan tersendiri.
3. IAS 36 paragraf 5 tengtang ruang lingkup. PSAK 48 tidak
mengecualikan asset biologic karena IAS 41 agriculture belum diadopsi.
4. IAS 36 paragraf 12 (h) tentang sumber informasi penurunan nilai atas
entitas anak, entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas. PSAK
48 memberikan tambahan penjelasan entitas tersebut dicatat dengan
metode biaya dalam laporan keuangan tersendiri sesuai dengan PSAK 4:
Laporan keuangan tersendiri.
5. IAS 36 paragraf 12 (h) (i) tentang sumber informasi penurunan nilai
dalam laporan keuangan tersendiri tidak diadopsi. Hal ini terkait dengan
perbedaan pengaturan dalam PSAK 4: Laporan keuangan tersendiri
dibandingkan IAS 27 separate financial statement.
6. IAS 36 paragraf 139 tentang tanggal efektif dan ketentuan transisi.
7. IAS 36 paragraf 140 – 140 D tentang tanggal efektif dan ketentuan
transisi tidak diadopsi karena tidak relevan.
8. IAS 36 paragraf 140 E – 140 J tentang tanggal efektif dan ketentuan
transisi. Adopsi IAS 36 menjadi PSAK 48 telah menggunakan IAS 36
yang telah mengakomodir amandemen tersebut.
9. IAS 36 paragraf 140 E tentang tanggal efektif dan ketentuan transisi.
Opsi peberapan dini dihilangkan karena penerapan dini hanya dapat
dilakukan dengan tepat jika seluruh pengaturan dalam IFRS terkait
diadopsi secara bersamaan menjadi SAK.
10. IAS 36 apendik B tentang amandemen terhadap PSAK 16: asset tetap
tidak diadopsi karena tidak relevan.

2. Ruang lingkup
Pernyataanini diterapkan untuk akuntansi penurunan nilai seluruhaset,
kecuali:
a. Persediaan(PSAK 14: Persediaan);
b. Aset yang timbul dari kontrak konstruksi (PSAK34: Kontrak
Konstruksi);
c. Aset pajak tangguhan(PSAK 46: Pajak Pengahsilan);
d. Aset yang timbul dari imbalankerja (PSAK 24: ImbalanKerja);
e. Aset keuangan yang termasuk dalam ruang limgkup
PSAK 55: Instruen Keuangan: PengakuandanPengukuran;
f. Propertiinvestasi yang diukur pada nilai wajar (PSAK:
PropertiInvestasi)
g. Biayaakuisisitangguhandanasettakberwujudyangtimbuldarihak
kontraktual asuradurberdasarkankontrakasuransiyang
termasukdalamruang lingkupPSAK 62: Kontrak Asuransi;
h. Asettidaklancar(ataukelompoklepasan)yangdiklafisikasikanseb
agaidimiliki untuk dijual sesuai denganPSAK 58: Aset tidak
Lancar yang Dimilikiuntuk Dijual danOperasiyang
Dihentikan.

Pernyataan dalam PSAK 48 ini berlaku untuk aset keuangan yang


dikelompokkan sebagai investasi pada entitas anak dan ventura bersama yang
disajikan dengan metode biaya dalam laporan Keuangan tersendiri seperti yang
dijelaskan dalam PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri.
3. Identifikasi Aset Yang Mengalami Penurunan Nilai
Padasetiapakhirperiodepelaporan,entitasmenilaiapakahterdapatindikasiase
t mengalamipenurunan nilai.Jika terdapatindikasitersebut, makaentitas
mengestimasijumlahterpulihkanaset tersebut. Terlepas apakahterdapat
indikasi penurunan nilai, entitasjuga:

a. Mengujipenurunanasettak
berwujuddenganmasamanfaattakterbatasatau aset tak berwujud
yangbelumdapat digunakan,secaratahunan, dengan
membandingkanjumlahtercatatnyadenganjumlahterpulihkannya.
Pengujian penurunannilaiinidapatdilakukankapansajadalam
suatuperiodetahunan asalkandilakukanpada saatyang sama setiap
tahunnya.Aset takberwujudyang berbedadapatdiujipenurunan
nilainyapadawaktuyangberbeda. Akantetapi, untukasettakberwujud
yangbarudiakuidalamperiodetahunanberjalan,aset
takberwujudtersebutdiujipenurunan
nilaisebelumperodetahunanberjalan berakhir.

b. Menguji penurunan nilai goodwill yang diperoleh dalam kombinasi


bisnis secara tahunan.

Perusahaan dapat mengindikasi terjadinya penurunan nilai. Informasi dari


sumber-sumber eksternal:

a. Terdapatindikasiyang dapatdiobservasibahwa nilaiaset


telahturunsecara signifikanselamaperiodetersebutlebihdari
yangdiperkirakansebagai akibatdari berjalannya
waktuataupemakainnormal.

b. Perubahansignifikandalamhalteknologi,pasar,ekonomi,ataulingkup
hukumtempatentitasberoperasiataudipasartempatasetdikaryakan,
yangberdampak merugikanterhadapentitas,telahterjadiselamaperiode
tersebut, atauterjadi dalam waktudekat.
c. Sukubungapasaratau tingkatimbalhasilpasarlainatasinvestasitelah
meningkatselamaperiode tersebut,dankenaikantersebutmungkinakan
mempengaruhitingkatdiskontoyangdigunakandalammenghitung nilai
pakai aset danmenurunkanjumlahterpulihkanaset secara material.

d. Jumlahtercatataset neto entitasmelebihi kapitalisasipasarnya.

Informasi dari sumber-sumber internal:


a. Terdapat buktimengenai keusanganataukerusakanfisik aset.
b. Telahterjadiatauakanterjadidalamwaktudekatperubahansignifikan
yangberdampak merugikansehubungandenganseberapajauh,ataucara,
asetdigunaknataudiperkirakanakandigunakan.Rencana untuk melepas
aset sebelumtanggalyang diperkirakansebelumnya,
danpenilaiankembali umurmanfaat aset
daritakterbatasmenjaditerbatas.
c. Tedpatbuktidaripelaporaninternalyangmengidentifikasibahwakinerja
ekonomik asetlebihburuk, atauakanlebihburuk, dari yang
diperkirakan.

Bukti dari pelaporan internal yang mengindikasikan bahwa aset


mungkinmengalami penurunan nilai mencakup adanya:

a. Aruskasuntukmemperolehaset,atau kebutuhan
kasselanjutnyauntukpengoperasian ataupemeliharaanasettersebut,yang
secarasignifikanlebihtinggidariyang dianggarkan sebelumnya;

b. Aruskasnetoataulabarugioperasiaktualdariasetyanglebihburukdariyang
dianggarkan

c. Penurunansignifikanaruskasnetoataulabaoperasiyang
dianggarkan,ataukenaikan signifikan rugiyangdianggarkan,yang bersal
dariaset tersebut;atau

d. Rugi operasi atau arus kas keluar neto atas aset, ketika jumlah periode
bejalan digabungkan dengan jumlahyangdianggarkan untuk
masadepan.
B. Pengukuran Jumlah Terpulihkan
1. Pengukuran Jumlah Terpulihkan Aset Takberwujud dengan Manfaat
Umur Takterbatas
asettakberwujuddenganmasamanfaattakterbatasdiuji penurunan
nilainya setiap tahundengan mebandingkanjumlahtercatatnya dengan
jumlahterpulihkannya. perhitungan rinci terkini atas jumlah
terpulihkan aset yang dilakukan periode terdekat sebelumnya dapat
digunakan dalam menguji penurunan nilai aset tersebut pada tahun
berjalan sepanjang seluruh kriteria berikut ini terpenuhi :
a. Jika asettakberwujudasettidak menghasilkanarus kas masuk
datipenggunaan berkelanjutanyang sebagian besarindenpenden
dariasetataukelompokasetlain dankarenanya diujipenurunannilainya
sebagaibagiandariunitpenghasilkas
yangmencakupasettakberwujudtersebut,maka aset
danliabilitaspembentuk unittersebuttidakberubahsecara
signifikansejakpenghitunganterkinijumlah terpulihkan;
b. Penghitungan terkini jumlah terpulihkan menghasilakna suatu
jumlah yang melebihijumlah tercatataset dengan margin
substansi;dan
c. Berdasarkananalisisperistiwayang telahterjadidankeadaanyang
telahberubah sejak penghitunganterkinijumlah
terpulihkan.,kecilkemungkinanbahwa penentuan jumlah terpulihkan
saatiniakanlebihkecildaripada jumlahtercatat

2. Nilai wajar dikurangi biaya pelepasan.


Biayapelepasanaset,selaindaribiayayangtelahdiakuisebagailiabilitas,ad
alah pengurang
dalammenukurnilaiwajardikurangibiayapelepaasan.Contohbiaya
tersebutadalah biaya hukum,materaidanpajak transaksisejenis,biaya
pemindahan aset,danbiayaikrementallansung
untukmenjadikanasetdalamkondisisiapdijual.
3. Nilai pakai.
Elemen-elemenberikut,tercemindalampenghitungan nilaipakai aset:
a. Estimasiaruskasmasadepanyangdiharapkanentitasakandiperoleh
dari aset;

b. Harapantentang kemungkinan variasi dari jumlahatauwaktuarus


kas masa depantersebut;

c. Nilaiwaktuuang,direspresentasikanolehsukubungapasarbebasresi
koyang berlaku;

d. Harga untukmenanggung ketidakpastianyangmendekat pada


aset; dan

e. Faktorlain,sepertiketidaklikuiditasan,yang akan
dipertimbangkanolehpelaku
pasardalammenilaiaruskkasmasadepanyangdiharapakanentitas
akan diperoleh dariaset tersebut.

C. PENGAKUAN DAN PENGUKURAN RUGI PENURUNAN NILAI


Rugi penurunan nilai terjadi apabila jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari
pada jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat tersebut diturunkan menjadi
jumlah terpulihkan. Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi kecuali
aset yang dinyatakan dalam jumlah revaluasian sesuai dengan pernyataan lain.

1. Unit Penghasil Kas dan Goodwil


Unit Penghasil Kas (UPK) asset adalah kelompok terkecil dari
asset yang termasuk asset tersebut dan menghasilkan arus kas
masuk yang independen dari asset atau kelompok asset lain. Jika
terdapat indikasi bahwa suatu asset turun nilainya, jumlah
terpulihkan diestimasi untuk asset individual. Jika tidak mungkin
mengestimasi jumlah terpulihkan asset individual, entitas
menentukan nilai terpulihkan dari UPK yang mana asset tercakup
(asset dari unit penghasil kas). Mengidentifikasi UPK memerlukan
pertimbangan tersendiri. Jika jumlah terpulihkan tidak dapat
ditentukan untuk asset individual, entitas mengidentifikasi agregasi
terendah atas asset yang menghasilkan arus kas masuk yang berdiri
sendiri. UPK diidentifikasi secara konsisten dari periode ke periode
untuk asset atau jenis asset yang sama, kecuali perubahan dapat
dijustifikasi.Jumlah terpulihkan dari suatu asset individual tidak
dapat ditentukan jika:
1. Nilai pakai asset tidak dapat diestimasi mendekati nilai
wajarnya dikurangi nilai biaya penjualan (contoh, apabila
arus kas masa depan dari penggunaan asset tidak dapat
diestimasikan menjadi tak berarti)

2. Asset tidak menghasilkan arus kas masuk yang independen


dari kelompok asset lain.

Goodwill yangdiperoleh dalamkombinasi bisnis sejaktanggalakuisisi


dialokasikanpadassetiapunitpenghasil kaspihak pengakuisisi,ataukelompok
unitpenghasilkasyangdiperkirakanmemberikan
manfaatdarisinergikombinasibisnistersebut, terlepasapakahasetatauliabilitas lain
dari pihak yang diakuisisi ditempatkan dalam unit atau kelompok unit tersebut.
Setiap unitataukelompokunit yangmemperoleh alokasi goodwill:

a. Merepresentasikanlevelterendahdalamentitasyanggoodwill-
nyadipantau untuktujuanmanajemeninternal; dan

b. Tidak lebih besar dari segmen operasi yang didefinisikan dalam


PSAk 5: SegmenOperasiparagraf05 sebelumpenggabungan.

2. RugiPenurunanNilaiUnit PenghasilKas
Rugipenurunannilaidiakuiunitpenghasilkas(kelompokterkecildariu
nit
penghasilkasyangtelahmemperolehalokasigoodwillatauasetkorpora
t)jika,
danhanyajika,jumlahterpulihkandariunittersebut(kelompokdari
unit)lebih kecildarijumlahtercatatnya.Rugipenurujnan
nilaidialokasikanuntuk mengurangijumlahtercatataset dari
unittersebut(kelompok dari unit) dengan urutansebagai berikut:

a. Pertama, untuk mengurangi jumlah tercatat atas setiap


goodwill yang dialokasikanpada unitpenghasilkas
(kelompoklain);dan

c. Selanjutnya,keasetlainyadariunittersebut(kelompokunit)diba
giprorata atas dasar jumlahtercatat setiap aset dala unit
tersebut(kelompok unit).

Dalammengalokasikanrugipenurunannilaientitas tidakmengurangi
jumlahtercatataset denganjumlahyang tertinggi dari:
a. Nilaiwajarnyadikurangi biaya pelepasan (jika dapat diukur);
b. Nilaipakainya (jika tidak dapat ditentukan);dan
Jumlahrugipenurunannilaiyangseharusnyadialokasikanpadaasetters
ebut menjadi dialokasikanprorata pada set laindariunit(kelompok
unit.

D. PEMBALIKAN RUGI PENURUNAN NILAI


Dalammenilaiapakahterdapatindikasibahwarugipenurunannilaiyang
telahdiakui atasaset(selaingoodwill)padaperiodesebelumnya
mungkintidakada lagiatau mungkintelahmenurun,entitas
mempertimbangkan minimalindikasi berikut ini:

Informasi dari sumber eksternal


a. Terdapat indikasi yang dapat diobservasi bahwa nilai aset
meningkat secara signifikan selamaperiode.

b. Perubahan signifikan yang berdampak menguntungkan bagi


entitas telah terjadi selama
periode,atauakanterjadidalamwaktudekat,dalamhalteknologi,
pasar, kondisiekonomikmaupun
hukumtempatentitasberoperasiataupsartempatasetitu
digunakan.

c. Sukubungapasaratautingkatimbalhasilpasarlainatasinvestasit
elahmenurun selama periode tersebut, dan penurunan
tersebut akan mempengaruhi tingkat diskontoyang
digunakandalammenghitung
nilaipakaiasetsehinggameningkatkan jumlah terpulihkan
secaramaterial.
Informasi dari sumber internal

a. Perubahansignifikanyangberdampakmenguntungkanbagientit
astelahterjadi selama periode, ataudiharapkanakanterjadi
dalamwaktudekat, terkait
bagaimanaataucaraasettersebutdigunakanataudiperkirakan
untukdigunakan. Perubahan
initermasukbiayayangtimbulselamaperiodeuntukmemperbaik
i atau meningkatkan kinerja aset atau merestrukrisasi operasi
di tempat aset tersebut tercakup

b. Bukti terdia dari pelaporan internal yang


mengidentifikasikan bahwa kinerja ekonomik asetlebihbaik
atauakanlebihbaik daripada yang diperkirakan.

1.PembalikanRugiPenurunanNilai Aset individual

Jumlah tercatat aset yang meningkat selain goodwill yang dapat ke


pembalikan rugi penurunan nilai, tidak boleh melebihi jumlah
tercatat (neto setelahamortisasiataupenyusutan) seandainya aset
tidak mengalamirugi penurunan nilai pada tahun-
tahunsebelumnya.
Pembalikanrugipenurunannilaiatasasetselaingoodwilldiakuisegera
dlamlabarugi,kecuali asetdisajikanpadajumlahrevaluasiandengan
PSAKlain
(sebagaicontoh,modelrevaluasiandiPSAK16:AsetTetap).Setiappem
ulihan rugipenurunan nilaiaset
revaluasiandiperlakukansebagaikanaikan revaluasi sesuai
denganPSAK terkait.
Setelahpembalikanrugipenurunannilaidiakui,penyusutan(amortisasi
) yangdibebankanatasasettersebutdisesuaikan
padaperiodemasadepanuntuk
menglokasikanjumlahtercatatasetyangdirevisi,dikurangi
nilairesidunya(jika ada),dengandasar sistematik selama sisa
umurmanfaatnya.

2. PembalikanRugiPenurunanNilaiUnit PenghasilKas

Pembalikanrugipenurunannilaiunitpengjasilkasdialokasikanpadaaset
dari unittersebut(kecualiuntukgoodwill)secaraproratadengan
jumlahtercatat aset tersebut. Peningkatandalamjumlah tercatat ini
diperlakukan secara pembalikanrugipenurunannilai
untukasetindividualdandiakui sesuaidengan paragraf 11.
Dalammengalokasikanpembalikanrugipenurunannilaiunitpenghasil
kassesuaidenganparagraf122,jumlahtercatatasettidakboleh
dinaikkandiatas nilai yang terendahdari:

(a)Jumlahterpulihkan(jika dapat ditentukan);dan

(b) Jumlah tercatat yang telah ditentukan (amortisasi atas


penyusutan neto) seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode
sebelumnya.

3. PembalikanRugiPenrunanNilai Goodwill

Rugipenurunannilaiyangdiakuiatasgoodwilltidakdapatdibalikpada
periode selanjutnya

E. PENGUNGKAPAN
Untuk setiap kelas aset,entitasmengungkapkanhal berikut ini:

a. Jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama
periode danposlaporanlabarugidanpenghasilankomprehensif lain yang
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai.

b. Jumlahpembalikanrugipenurunannilaiyangdiakuidalamlabarugi selama
periode dan pos laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensiflainyang didalamnyatercakuprugipenurunannilaiyang
dibalik.

c. Jumlahrugipenurunannilaiatasasetrevalusianyangdiakuidalam
penghasilankomprehensif lainselama periode.

d. Jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revalusian yang


diakui dalampenghasilankomprehensif lainselama periode.

Kasus yang berhubungan dengan Penurunan Nilai

Perusahaan Melody melakukan reviu penurunan nilai dari beberapa aset


yang dimilikinya pada tahun 2010. Sebidang tanah yang bebas digunakan dicatat
pada nilai wajar dengan surplus revaluasi senilai Rp 50 juta, aset-aset lainnya
dicatat pada nilai historis dikurangi akumulasi depresiasi atau amortisasi.
Haril dari reviu sebagai berikut:

Nilai Wajar Value in Use Carrying


dikurangi Amount
Biaya Untuk
menjual
Tanah ( Nilai Wajar) 312.000.000 320.000.000 380.000.000
Bangunan (neto) 852.0000.000 890.000.000 860.000.000
Mesin (neto) 21.000.000 18.000.000 27.000.000

Berdasarkan informasi yang tersedia, aset yang mengalami penurunan nilai


adalah:

Recovable Carrying
Impairment
Amount Amount
Tanah ( Nilai Wajar) 320.000.000 380.000.000 60.000.000
Bangunan (neto) 890.000.000 860.000.000 -
Mesin (neto) 21.000.000 27.000.000 6.000.000

Adapun jurnal dari penurunan nilai diatas sebagai berikut:

Surplus Revaluasi 50.000.000


Rugi Penurunan Nilai 10.000.000
Tanah 60.000.000
Rugi Penurunan Nilai 6.000.000
Mesin 6.000.000

Penurunan Nilai UPK

PT Melati melakukan reviu penurunan nilai dari UPK X pada tahun 2011, berikut
ini aset yang dimiliki oleh PT Melati:

Nilai Tercatat
Goodwill 100.000.000
Aset Tetap (net) 300.000.000
Aset Tak Berwujud (net) 200.000.000
Properti Investasi (net) 250.000.000
Aset Keuangan pada nilai wajar 107.000.000
Persediaan 50.000.000
Piutang Dagang 130.000.000
Total 1.137.000.000
Setelah reviu penurunan nilai, PT Melati menemukan fakta bahwa nilai yang
dapat dipulihkan atas UPK X senilai Rp.800.000.000 termasuk properti investasi
senilai Rp.200.000.000.

Perhitungan penurunan nilai Unit Penghasil Kas

Carrying Allocated Recovable


amount after Impairment Amount
Impairment Loss
Loss
Goodwill 100.000.000 (100.000.000 -
)
Aset Tetap (net) 300.000.000 (112.200.000) 187.800.00
0
Aset Tak Berwujud 200.000.000 (74.800.000) 125.200.00
0
Properti Investasi 200.000.000 200.000.00
0
Aset Keuangan 107.000.000 - 107.000.00
0
Persediaan 50.000.000 - 50.000.000
Piutang Dagang 130.000.000 - 130.000.00
0
Total 1.087.000.000 (287.000.000 800.000.00
) 0