Anda di halaman 1dari 10

NAMA: WINDI WAHYUNI TANJUNG

NIM: 2163311042

KELAS: NON. REGULER A

PENGANTAR

Jurnal : BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARAN

Nama Jurnal: TINDAK TUTUR EKSPRESIF MARIO TEGUH DALAM ACARA “GOLDEN
WAYS”

Nama Penulis: Wulandari, Agustina, Ngusman

Volume: 2 No 1

Tahun Terbit: 2015

Nama Riviewer: WINDI WAHYUNI TANJUNG

Nama Jurnal: TINDAK TUTURDAN FUNGSI TUTURAN EKSPRESIF DALAM ACARA


GAUL NITE DI METRO TV: SUATU KAJIAN PRAGMATIK

Nama Penulis: Fenda Dina Puspita Sari

Volume: Vol. 1 No 2

Tahun Terbit: -

Nama Riviewer: WINDI WAHYUNI TANJUNG

I. RINGKASAN ARTIKEL/JURNAL
A. Jurnal I (Tindak Tutur Ekspresif Mario Teguh Dalam Acara “Golden Ways”)
Bertutur merupakan bentuk komunikasi antarpersonal yang sangat penting dalam kehidupan
bermasyarakat. Satu hal yang selalu berkaitan dan tidak pernah lepas dari kegiatan bertutur adalah
konteks (situasi tuturan). Situasi tuturan dapat juga disebut dengan peristiwa tutur yang
disesuaikan dengan tempat atau situasi di sekitar penutur, sehingga maksud yang disampaikan
penutur dapat dimengerti oleh lawan tutur. Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam
mengemukakan pikiran dan perasaan melalui tuturan, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Apalagi jika tindak tutur yang dilakukan penuturnya memiliki maksud agar tuturannya
diartikan sebagai evaluasi mengenai hal yang disebutkannya di dalam ujaran itu. Tuturan semacam
ini biasa disebut sebagai tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ekspresif merupakan tuturan yang
memiliki potensi dalam menjatuhkan muka pelaku tutur, misalkan saja pada tindak tutur ekspresif
jenis mengkritik, mengeluh, menuduh, dan mengecam, tidak semua orang dapat menerima
kritikan, keluhan, tuduhan, dan kecaman yang dilontarkan kepadanya. Begitu pula halnya pada
acara Golden Ways.
Leech (1993:17) menegaskan bahwa dalam pandangan pragmatik, komunikasi tidak hanya
harus lancar, tetapi juga harus memenuhi tuntutan sosial. Purwo (1990:17) mengatakan bahwa
kancah yang dijelajahi pragmatik (yang disepakati hingga kini) ada empat (a) deiksis, (b)
praanggapan (presupotision), (c) tindak tutur (speech act), dan (d) implikatur percakapan
(conversational implicature). Selanjutnya. Terdapat faktor-faktor yang menandai adanya peristiwa
tutur dalam acara Golden Ways seperti yang diungkapkan oleh Hymes di atas, yakni adanya tempat
dan suasana bicara yang merupakan ruang diskusi bagi Mario Teguh dengan penonton. Di sini,
Mario Teguh selaku motivator seringkali mengajukan pertanyaan kepada penonton, bahkan
sebaliknya penonton juga diperbolehkan bertanya kepada Mario Teguh terkait materi yang sedang
disampaikan.
B. Jurnal II TINDAK TUTURDAN FUNGSI TUTURAN EKSPRESIF DALAM
ACARA GAUL NITE DI METRO TV: SUATU KAJIAN PRAGMATIK
Menurut Searle (Wijana, 2009: 20), tindak tutur secara pragmatis dapat diklasifikasikan
menjadi tiga jenis tindak tutur. Ketiga tindak tutur tersebut terdiri dari tindak tutur lokusi
(locutionary acts), tindak tutur ilokusi (illocutionary acts), dan tindak tutur perlokusi
(perlocutionary acts) Tuturan ekspresif merupakan bagian dari tindak tutur ilokusi. Tuturan
ekspresif adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar ujaran tersebut dapat diartikan
sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan dalam tuturan itu dan memiliki beberapa fungsi di
dalamnya. Tuturan ekspresif memiliki beberapa fungsi yang terdiri dari mengkritik/menyindir,
mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, mengucapkan terima kasih, menyanjung, dan
meminta maaf.
Menurut John R. Searle (1969: 23-24) dalam praktik penggunaan bahasa di masyarakat,
terdapat setidaknya tiga macam tindak tutur yang harus dipahami bersama. Ketiga macam tindak
tutur di dalam pemakaian bahasa yang sesungguhnya di masyarakat tersebut adalah tindak tutur
lokusi (locutionary acts), tindak tutur ilokusi (illocutionary acts), dan tindak tutur perlokusi
(perlocutionary acts). Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. Tindak
tutur lokusi ini disebut sebagai The Act of Saying Something (Wijana, 2009: 20). Metode
penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hal ini
disebabkan data-data dalam penelitian ini berupa deskripsi tuturan antara penutur dan lawan tutur
yang terdapat pada acara Galau Nite di Metro TV. .
II. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

No Aspek Kelebihan Kekurangan


1. Kegayutan antar elemen Pada kegayutan elemen dalam jurnal Pada jurnal kedu ini
pertama penulis mampu menjaikan tidak menyertai
menjelaskan secara sistematis tindak tahun terbit yang
tutur yang terdapat dalam jurnal yaitu dapat menguatkan
Bertutur merupakan bentuk jurnal
komunikasi antarpersonal yang
sangat penting dalam kehidupan
bermasyarakat. Satu hal yang selalu
berkaitan dan tidak pernah lepas dari
kegiatan bertutur adalah konteks
(situasi tuturan). Situasi tuturan dapat
juga disebut dengan peristiwa tutur
yang disesuaikan dengan tempat atau
situasi di sekitar penutur, sehingga
maksud yang disampaikan penutur
dapat dimengerti oleh lawan tutur.
Setiap orang mempunyai cara
tersendiri dalam mengemukakan
pikiran dan perasaan melalui tuturan,
baik secara langsung maupun tidak
langsung.
Kegayutan antar elemen pada jurnal
kedua dijelaskan sebelumnya, bahwa
acara Galau Nite ini selalu
menyisipkan beberapa informasi atau
sindiran politik yang terjadi di
Indonesia. Tanpa disadari ternyata
terdapat beberapa jenis tindak tutur
dan fungsi tuturan ekspresif di
dalamnya. Mulai dari adanya tuturan
mengkritik, menyindir, mengeluh,
menyalahkan, mengucapkan selamat,
mengucapkan terima kasih,
menyanjung, sampai meminta maaf.
Semuanya ada dalam tuturan acara
ini. Pengertian tindak tutur itu sendiri
adalah hasil dari suatu kalimat dalam
kondisi tertentu dan merupakan
satuan terkecil dari komunikasi
bahasa.
2. Originalitas temuan Pada jurnal pertama ini terdapat data- Pada jurnal pertama
data yang akurat sehingga dan kedua ini
keoriginalitas peneliti bisa dikatakan penjelasannya
baik dan mencakup standar untuk banyak akan tetapi
melakukan penelitian seperti. Data membuat bingung
penelitian ini adalah tindak tutur pembaca karena
ekspresif yang digunakan oleh Mario terlalu banyak
Teguh. Pada penelitian ini, model menyertai
data dilakukan dengan cara pembahasan dari
mengklasifikasikan jenis kesantunan ahli – ahli.
tindak tutur ekspresif dalam acara
Mario Teguh dalam acara Golden
Ways di Metro TV , penarikan/
verifikasi kesimpulan, yaitu menarik
kesimpulan berdasarkan reduksi data
dan model data yang telah dilakukan.
Penarikan kesimpulan dalam
penelitian ini adalah dengan
menginventarisasi, jenis, strategi,
dan konteks penggunaan strategi
bertutur dalam tindak tutur ekspresif
oleh Mario Teguh dalam dalam acara
Golden Ways di Metro TV.
Pada jurnal kedua ini terdapat data-
data yang akurat sehingga
keoriginalitas peneliti bisa dikatakan
baik dan mencakup standar untuk
melakukan penelitian Data yang telah
dikumpulkan selanjutnya akan
disajikan dalam bentuk uraian-uraian
kualitatif tentang tindak tutur lokusi,
ilokusi, perlokusi, dan fungsi tuturan
ekspresifnya dengan memperhatikan
data yang ada. Pemaparan hasil
analisis ini dapat menghasilkan
wacana baru bahwa pada acara
Galau Nite yang ditayangkan di
Metro TV tanpa disadari ataupun
tidak, sebenarnya terdapat beberapa
tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi,
dan fungsi tuturan ekspresif di
dalamnya.

3. Kemuktahiran masalah Pada jurnal pertama ini masalah yang Pada jurnal
ditemukan adalah Di dalam penelitian pertama dan kedua
ini ditemukan lima jenis tindak tutur tidak ada dijumpai
ekspresif diantaranya Pertama, kelemahan dalam
tindak tutur ekspresif mengucapkan kemuktahiran
terima kasih digunakan oleh Mario masalah
Teguh dalam acara Golden Ways
pada saat acara berlangsung,
penggunaannya adalah seperti tindak
tutur (1) Yes, terima kasih, Mas
Hilbram. (TC38). Tindak tutur (1)
merupakan tindak tutur ekspresif
mengucapkan terima kasih. Maksud
Pn adalah mengucapkan terima kasih
kepada pembawa acara atas
kesempatan yang diberikan dalam
menyampaikan kesimpulan dari topik
yang dibahas. tindak tutur ekspresif
mengucapkan terima kasih digunakan
oleh Mario Teguh dalam acara
Golden Ways pada saat acara
berlangsung, penggunaannya adalah
seperti tindak tutur (2). Selamat
malam, assalamualaikum wr,wb.
(TB3) Tindak tutur (2), merupakan
tindak tutur ekspresif mengucapkan
selamat, maksud tindak tutur ini, Pn
mengucapkan selamat malam kepada
penonton.Tindak tutur ini digunakan
oleh Mario Teguh selaku penutur (Pn)
sebanyak 6 tindakan atau 4,1 %.
Tindak tutur mengucapkan selamat
cenderung digunakan oleh Mario
Teguh pada saat acara dimulai.
Tindak tutur mengucapkan selamat di
atas, menggunakan strategi basa-basi
kesantunan negatif pada konteks
situasi usia petutur lebih muda, topik
pembicaraan tidak sensitif (-K-SSn).
Pada jurnal pertama ini masalah yang
ditemukan adalah Masalah pokok
penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut: Pertama,
bagaimanakah jenis-jenis tindak tutur
yang terdapat pada acara Galau Nite
di Metro TV? Kedua, bagaimanakah
bentuk-bentuk dan fungsi tuturan
ekspresif yang terdapat pada acara
Galau Nite di Metro TV? Kemudian,
tujuan dari penelitian ini adalah
mendeskripsikan jenis-jenis tindak
tutur dan fungsi tuturan ekspresif
yang terdapat pada acara Galau Nite
di Metro TV.
4. Kohesi dan kohensi Pada jurnal pertama dan kedua ini Pada bagian kohesi
kohesi dan kohensi tersebut tidak dan koherensi
dijumpai satupun kalimat yang jurnal tidak dapat
menyimpang dari gagasan utama ditemukan
ataupun loncatan-loncatan pikiran kelemahannya hal
yang membingungkan . penulis ini dikarenakan
mampu menghubungkan antara penulis sudah
paragraph utama dan hubungan yang sangat bagus dalam
disampaikan pada paragraph dan juga memaparkan materi
penulis mampu memadupadankan dan tidak ada
setiap penggunaan kata-kata dalam satupun
setia paragraph. pembahasan yang
menyimpang
maupun.

III. IMPLIKASI
A. TEORI
Teori yang digunakan pada dua jurnal sangat mengimplikasikan teori pada jurnal ini
mengkaji teori tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, fungsi tuturan ekspresif\ pada
pragmatik
B. Program pengembangan di Indonesia
Jurnal ini sangat berpengaruh pada pengembangan di Indonesia yang melibatkan tidak tutur
yang mengkaji dalam pragmatik yang mencakup di Indonesia.
C. Pembahasan dan Analisis
Jurnal dari Wulandari, Agustina, Ngusman dan Fenda Dina Puspita Sari ini sangat bagus dari segi
pembahasan dan analisisnya karena pada jurnal ini sudah sangat jelas dalam menyajikan materi
sehingga dapat membantu pembaca sebagai mahasiswa dengan jurnal ini pembaca dituntut untuk
lebih mengetahui dan mengkaji tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, fungsi tuturan ekspresif yang
terdapat didalam pragmatik sebagai bahan belajar.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis terhadap data penelitian pada bab sebelumnya, maka dapat
disimpulkan bahwa pada penelitian ini ditemukan jenis-jenis tindak tutur dan fungsi tuturan
ekspresif dalam acara Galau Nite di Metro TV yang terdapat di lima episode yang berbeda, yakni
episode Long Distance Relationship, Teman Tapi Mesra, Kisah Kasih di Sekolah, Generasi
Matre, dan Teman Makan Teman.

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan tiga hal sebagai
berikut ini. (1) Terdapat lima tindak tutur ekspresif yang cenderung digunakan oleh Mario
Teguh di antaranya, tindak tutur ekspresif memuji, mengucapkan selamat, memberi maaf,
mengucapkan terimakasih, dan mengkritik. (2) Strategi bertutur yang digunakan oleh Mario
Teguh dalam acara Golden

Ways, terdiri atas empat strategi, yaitu Strategi bertutur secara apa adanya tanpa basa-basi, strategi
bertutur dengan menggunakan basa-basi kesantunan positif, strategi bertutur dengan basa-basi
kesantunan negatif, dan strategi bertutur secara “off record” atau samar-samar. (3) Konteks situasi
tutur cenderung menggunakan konteks sosial, dimana latar dan setting yang melengkapi hubungan
antara penutur (Pn) dengan petutur (Pt). Konteks sosial yang ditemukan dalam acara Golden Ways
terdiri atas tiga situasi yakni situasi (+K-Ssn), (K+Ssn), dan (-K –Ssn)

SARAN

Jurnal pertama memiliki abstrak berbahasa inggris akan tetapi abtrak yang berbahasa Indonesia
tidak ada, dan tahun jurnal pada jurnal kedua tidak ada dicantumkan, sedangkan yang kita ketahui
bahwa abtrak dan tahun jurnal sangat perlu dipaparkan dalam jurnal, agar pembaca dapat
memahami tujuan jurnal dan tahun kapan jurnal dibuat.

Saran saya abtrak dan tahun jurnal di sertakan didalam jurnal ini agar pembaca memahmi tujuan
jurnal ini bagaimana dan kapan jurnal itu dibuat