Coronary angiography
Coronary angiography adalah prosedur untuk memeriksa arteri pada jantung
yaitu arteri koronaria yang dilakukan untuk mengetahui adanya sumbatan atau
penyempitan. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang penting bila di
curigai adanya Sindrom Arteri Koroner.
Indikasi penggunaan angiografi koroner
Rekomendasi penggunaan angiografi koroner terdapat pada beberapa pedoman
praktis yaitu antara lain
1. angina stabil, unstable angina (UA)
2. infark miokard non ST elevasi (NSTEMI), infark miokard akut dengan
ST elevasi (STEMI),
3. pembedahan non-kardiak
4. gagal jantung,
5. serta penyakit katup jantung
6. pasien yang akan menjalani revaskularisasi
7. Rekurensi dini gejala sedang sampai berat pasca revaskularisasi
8. Evaluasi hasil pengobatan medik PJK, penyakit jantung kongenital
Kontraindikasi
Tidak ada kontraindikasi absolut untuk prosedur ini, tetapi terdapat beberapa
kontraindikasi relatif:
1. Panas badan tanpa sebab pasti
2. Infeksi
3. Anemia dengan hemoglobin < 8 mg/dl
4. Ketidakseimbangan elektrolit darah
5. Perdarahan aktif yang berat
6. Stroke
7. Keracunan digitalis
Prosedur
Prosedur angiografi koroner dilakukan dengan anastesi lokal, umumnya ber
langsung ≤30 menit pada pasien rawat jalan, dengan persentasi komplikasi
mayor akibat tindakan (kematian, stroke, infark miokard) <0,1%
Pasien ditidurkan di meja khusus, dilakukan sterilisasi serta anestesi lokal pada
daerah insersi jarum. Sheath dimasukkan hingga ujung berada dalam arteri,
kemudian kateter dimasukkan dan didorong hingga mendekati jantung dengan
panduan sinar X. Ujung kateter dapat berada di jantung, arteri koroner kanan,
ataupun arteri koroner kiri tergantung tujuan prosedur. Kontras diinjeksikan
melalui kateter sehingga menggambarkan anatomi jantung dan pembuluh darah
koroner pasien yang dapat dilihat dari serangkaian foto sinar X. Ketika kontras
diinjeksikan, pasien akan merasa sensasi panas pada lokasi insersi jarum,
merasa seakan tubuh menjadi basah, serta adanya sensasi logam di lidah. Hal ini
wajar dan sepantasnya diinformasikan kepada pasien sebelum prosedur
dilaksanakan. Setelah rangkaian tindakan di atas selesai, kateter ditarik keluar
secara perlahan.