Anda di halaman 1dari 4

Pekerjaan Rumah

Divisi : Rawat Inap


Peserta didik : Adi Agung AWD, Rio Maruli T, Damai T, Tiar Marina O

Pembagian Kortikosteroid Berdasarkan Durasi Kerja


Potensi
Potensi Waktu paruh Durasi
Macam Glukokortikoid
Mineralokortikoid Plasma Kerja
Kortikosteroid Ekivalen
(mg) (Menit) (jam)
(mg)
Kerja singkat
Hidrokortison 20 0,8 90 8-12
(kortisol)
Kortison 25 1 30 8-12
Kerja sedang
Prednison 5 0,25 60 24-36
Prednisolon 5 0,25 200 24-36
Metilprednisolon 4 0 180 24-36
Triamsinolon 4 0 300 24-36
Kerja Panjang
Deksametason 0,75 0 200 36-54
Batasan Penggunaan Kortikosteroid :
Beberapa pertimbangan dalam pemilihan steroid :
1. Steroid dengan efek mineralokortikoid minimal umumnya dipilih untuk menurunkan retensi natrium.
2. Penggunaan tablet prednison atau steroid kerja sedang lain untuk jangka panjang dengan waktu paruh sedang dan afinitas reseptor steroid
yang relatif lemah dapat mengurangi efek samping.
Penggunaan deksametason untuk jangka panjang dengan waktu paruh lama dan afinitas reseptor steroid yang kuat dapat menambah efek
samping tetapi tidak memberikan efek terapetik yang lebih baik.
3. Jika pasien tidak respon terhadap pemberian kortison dan prednison, maka harus dipertimbangkan pemberian pengganti dari bentuk aktif
secara biologik yaitu kortisol dan prednisolon. Secara umum, pada penyakit hati berat sekalipun, penggantian steroid telah terbukti tidak
bermanfaat.
4. Metilprednisolon digunakan untuk dosis denyut (pulse therapy) karena mempunyai karakteristik efek retensi natrium rendah dan potensi
glukokortikoid kuat.

MINERALOKORTIKOID
Efek terhadap metabolism: menimbulkan efek retensi Na dan deplesi K

GLUKOKORTIKOID
Efek terhadap metabolisme: glukosa, anti imunitas, neuroendokrinologik dan sitotoksik
GLUKOKORTIKOID

Tipe sel Faktor yang dipengaruhi Keterangan


Makrofag dan monosit Asam arakhidonat dan metabolitnya Dihambat sebagian melalui induksi glukokortikoid terhadap protein(lipokortin) yang
(prostaglandin dan leukotrien) menghambat fosfolipase A2.
Sitokin, termasuk: Memblok produksi dan pelepasan. Sitokin menimbulkan efek multipel pada
Interleukin (IL)-1, IL-6, dan TNF-α inflamasi (contohnya, aktifasi sel T, stimulasi proliferasi fibroblast)
Acute phase reactants Komponen ketiga dari komplemen.

Sel endotel Endothelial leukocyte adhesion molecule-


ELAM-1 dan ICAM-1: molekul adhesi intrasel, penting untuk lokalisasi leukosit.
1(ELAM-1) dan intracellularadhesion Sama dengan atas, untuk makrofag & monosit.
molecule-1 (ICAM-1) Acute phase reacta-
Sama, untuk makrofag dan monosit
nts Sitokin (misalnya IL-1) Sama, untuk makrofag dan monosit
Derivat asam arakhidonat

Basofil Histamin Pelepasan IgE dihambat oleh glukokortikoid


Leukotrien C4
Fibroblast Metabolit asam arakhidonat Sama, untuk makrofag dan monosit. Glukokortikoid juga menekan sintesis DNA yang
diinduksi oleh growth factor dan proliferasi fibroblast.

Limfosit Sitokin (IL-1, IL-2, IL-3, IL-6, TNF-α, Sama, untuk makrofag & monosit.
GM-CSF, interferon gamma)