Anda di halaman 1dari 5

Analisis Sintesis Tindakan Fisioterapi Dada

Pada An.F Di Ruang Anggrek


RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen

Hari : Kamis
Tanggal : 15 November 2018
Jam : 08.30 WIB
A. Keluhan Utama
Anak A berusia 11 tahun mengatakan dia mengeluh batuk, dan
dahak sulit dikeluarkan
B. Diagnosa Medis
ISPA
C. Diagnosa Keperawatan
Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d sekresi yang tertahan
D. Data Fokus
DS:
Pasien mengatakan dia mengeluh batuk masih ada, tetapi dahak
sulit dikeluarkan, terakhir dahak dapat dikeluarkan kemarin dan
itupun hanya sedikit
DO:
- Pasien tampak batuk, selama pengkajian pasien batuk 5x dan
dahak tidak keluar
- RR : 26x/m
- Suara nafas ronchi, tapi terdengar pelan

E. Dasar Pemikiran
Pada pasien yang sulit mengeluarkan dahak dapat dilakuakn
fisioterapi dada yang bertujuan meningkatkan efisiensi pola
pernafasan dan membersihkan jalan nafas (Kusyati Eni Ns, dkk.
2008)

1
F. Prinsip Tindakan Keperawatan
Fase Orientasi
1. Memberi salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan tindakan
4. Menjelaskan langkah prosedur
5. Menanyakan kesiapan pada keluarga

Fase Kerja
Peralatan
1. Handuk kecil 1 buah
2. Tempat sputum tertutup berisi cairan desinfektan
3. Bengkok
4. Kom berisi tissue 1 buah
5. Stetoskop
6. Jam tangan
7. Perlak dan alas
8. Bantal 2 buah
9. Handscon
10. Air hangat

Prosedur pelaksanaan
1. Mencuci tangan
2. Memakai handscone
3. Melakukan auskultasi pada area paru pada dada depan
dan belakang, pasien diminta tarik nafas panjang
4. Memberikan minum air hangat
5. Mengatur posisi pasien sesuai dengan letak sekret (area
lobus posterior kanan atas); pasien membungkuk memeluk
bantal

2
6. Memasang handuk pada dada dan pengalas pada
pangkuan
7. Melakukan clapping selama 3-5 menit pada area yang
terdapat sekret (punggung sebelah kanan)
8. Melakukan vibrasi pada saat ekhalasi selama 3 kali pada
area yang terdapat sekret
9. Mengajarkan batuk efektif dan meminta pasien
melakukannya
10. Menampung sekret pada sputum
11. Memberikan minum air hangat
12. Melepas sarung tangan
13. Mencuci tangan

Fase Terminasi
1. Mengevaluasi tindakan
2. Merapikan pasien
3. Merapikan alat
4. Berpamitan

G. Analisis Tindakan
Tindakan ini efektif untuk membantu mengeluarkan secret yang
tidak mampu di keluarkan dengan prosedur napas dalam.Dengan
dilakukannya tindakan ini pasien dapat mengeluarkan secret lebih
baik dan airway pasien dapat terbebas dari hambatan secret.

H. Bahaya Dilakukannya Tindakan


Tindakan akan berbahaya bila dilakukan pada pasien dengan
trauma thorak, trauma servical, dan pasien pasien dengan chest
tube, karena akan menambah cidera yang di alaminya
(Potter,Perry, 2011)

3
I. Tindakan Keperawatan Lain yang Dilakukan
1. Mengukur TTV
2. Mengkaji status pernapasna
3. Mengauskultasi suara nafas
J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
S: Pasien mengatakan setelah dilakukan tindakan fisioterapi dada,
dan batuk efektif dahaknya bisa keluar
O:
- Pasien tampak mampu mengeluarkan sputum sebanyak 3x
sedikit-sedikit
- Irama nafas reguler
- RR : 24x/m
- Suara nafas bersih (vesikuler)
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
- Anjurkan pasien untuk melakukan batuk efektif

K. Evaluasi diri
Setelah melakukan tindakan fisi terapi dada ini saya bersyukur
dapat melakukannya dengan baik, dan pasien dapat bernapas
dengan lega, hal yang harus saya pebaiki kedepannya adalah
kemantapan dari setiap langkah dalam melakukan fisioterapi dada
pada pasien agar pasien dapat lebih nyaman dan percaya dengan
pelayanan keperawatan yang saya lakukan.

L. Daftar pustaka

Brunner & Suddart. 2010. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.


Edisi 10. Alih Bahasa: Agung Waluyo,dkk. Jakarta: EGC.

4
Kusyati Eni Ns, dkk. 2008. Ketrampilan Dan Prosedur Laboratorium
Keperawatan Dasar. Jakarta: EGC.
Perry, Peterson, Potter. 2011. Buku Saku Ketrampilan Dan
Prosedur Dasar. Edisi 7.Alih Bahasa: Rosidah, Monika Ester.
Jakarta: EGC.

Mengetahui,
Mahasiswa Praktikan, Pembimbing Klinik/CI

Jannatun Nikmah H.N.


NIM. P27220018239