Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA KARYA BUDI


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XII IPA I /1 (Ganjil)
Materi Pokok : Teori Relativitas Khusus
Pertemuan ke- :I
Alokasi Waktu : 4 JP (4 x 45 menit)

A Kompetensi Inti
KI.1 Mengembangkan sikap rasa ingin tahu, jujur, tanggung jawab, logis, kritis, analitis, dan
kreatif melalui pembelajaran fisika.
KI.2 Merumuskan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena fisika benda, merumuskan
hipotesis, mendesain dan melaksanakan eksperimen, melakukan pengukuran secara teliti,
mencatat dan menyajikan hasil dalam bentuk tabel dan grafik, menyimpulkan, serta
melaporkan hasilnya secara lisan maupun tertulis.
KI.3 Menganalisis konsep, prinsip, dan hukum mekanika, fluida, termodinamika, gelombang,
dan optik serta menerapkan metakognisi dalam menjelaskan fenomena alam dan
penyelesaian masalah kehidupan.
KI.4 Memodifikasi atau merancang proyek sederhana berkaitan dengan penerapan konsep
mekanika, fluida, termodinamika, gelombang, atau optik.

B Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.7 Menjelaskan fenomena perubahan Pertemuan ke-1
panjang, waktu, dan massa
3.7.1 Menunjukkan gerak yang bersifat relatif
dikaitkan dengan kerangka acuan
dan kesetaraan massa dengan 3.7.2 Menguraikan kerangka acuan
energi dalam teori relativitas
3.7.3 Menerangkan persamaan-persamaaan yang
khusus.
berlaku pada kerangka acuan dengan
4.7 Mempresentasikan konsep
menggunakan Transformasi Galileo.
relativitas tentang panjang,
waktu, massa, dan kesetaraan 3.7.4 Menjelaskan teori relativitas khusus
massa dengan energi
3.7.5 Menjelaskan postulat postulat Einstein
Pertemuan ke-2
3.7.6 Mengidentifikasi akibat adanya postulat
Einstein (kecepatan relativistik, konstraksi
panjang, dilatasi waktu, massa relativistik,
momentum relativistik, dan energi
relativistik) dengan menggunakan
transformasi Lorentz.
4.7.1 Menunjukkan penyelesaian terkait dengan
konsep relativitas panjang, waktu, massa,
dan kesetaraan massa dengan energi.
4.7.2 Mmenyimpulkan teori relativitas khusus
Einstein

C Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
Melalui model pembelajaran discovery learning, peserta didik mampu:
1. Menunjukkan gerak yang bersifat relatif
2. Menguraikan kerangka acuan
3. Menerangkan persamaan-persamaaan yang berlaku pada kerangka acuan dengan
menggunakan Transformasi Galileo.
4. Menjelaskan teori relativitas khusus
5. Menjelaskan postulat Einstein

D. Materi Pembelajaran
1. Fakta :
 Agar navigasi GPS dalam mobil berfungsi secara akurat, satelit yang
menjadi pusat informasinya harus menggunakan relayivitas dalam kerjanya.
2. Konsep :
 Transformasi Galileo, postulat Einstein, kecepatan relativistik, konstraksi
panjang, dilatasi waktu, massa relativistik, dan energi relativistik.
3. Prosedur :
 Mempresentasikan teori relativitas khusus dan mepresentasikan akibat
postulat Einstein pada paradoks kembar.

E. Metode Pembelajaran
 Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Scientific (Scientific Approach)
 Model Pembelajaran : Discovery Learning
 Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi kelompok, kajian pustaka.

F. Media dan Alat Pembelajaran


1 Media : Lembar Soal (lampiran 1 dan 2)
2 Alat Pembelajaran : a. Papan tulis dan perangkatnya
b. Laptop dan Infocus
c. lembar SAS (Student Activity Seats) (Lampiran 1)

G. Sumber Pembelajaran
1. Prasetyo, Aris N, Indarti dan Naila Hilmiyana S. 2016. Buku Siswa Fisika Kelas
XII Edisi Revisi 2017. Surakarta: Mediatama.
2. Kangingan, M. 2013 Taxt Book Fisika untuk Kelas X, XI, XII SMA Edisi Revisi.
Cimahi: SSCI Serie’s
3. Internet

H. Langkah Pembelajaran

Nilai Karakter
Alokasi
Kegiatan / Sintak Deskripsi yang
Waktu
Dikembangkan
Pendahuluan  Guru memberi salam, Religiositas 10
mengecek kehadiran peserta (kegiatan menit
didik dan meminta ketua berdoa)
kelas untuk memimpin doa
dan berdoa bersama.

 Peserta didik berdoa bersama Gotong Royong


lalu mengecek kebersihan
kelas, minimal di sekitar
tempat duduknya tidak ada
sampah atau benda yang
tidak berhubungan dengan
pelajaran saat itu.

 Motivasi:
Guru memberikan motivasi
dengan mengkaitkan materi
yang akan dibahas dengan
pengetahuan awal peserta
didik mengenai Relativitas
Newton: “Masih ingat
tentang Hukum Newton I?
Bagaimana kerangka acuan
sesuai dengan hukum Newton
I?”

 Peserta didik memberikan Kemandirian


Nilai Karakter
Alokasi
Kegiatan / Sintak Deskripsi yang
Waktu
Dikembangkan
pendapat tentang pertanyaan (berpikir kritis,
yang diberikan guru. keratif)

 Apersepsi :
Guru memberikan apersepsi
dengan mengaitkan materi
yang akan dibahas.
“Pernahkah kalian berada di
pantai yang menghadap ke
arah barat pada sore hari?
Pada saat itu, kamu akan
melihat bahwa matahari
bergerak perlahan-lahan
turun ke bawah kaki langit
sampai akhirnya hilang dari
pandangan. Akan tetapi,
sebenarnya apakah matahari
atau kamu yang bergerak?”

 “Peserta didik menyimak Kemandirian


dan menjawab apersepsi (berpikir kritis,
keratif)
yang diberikan oleh guru.

 Guru menyampaikan tujuan


pembelajaran yang
dirumuskan bersama-sama
dengan peserta didik.

 Peserta didik menyimak Kemandirian


tujuan pembelajaran yang (berpikir kritis,
diharapkan dapat dicapai keratif)
setelah proses pembelajaran
selesai.
Q1. Sebutkan tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini yang telah 3 menit
disampaikan!
 Guru menjelaskan urutan
kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan dan materi
pelajaran yang akan dibahas.
Nilai Karakter
Alokasi
Kegiatan / Sintak Deskripsi yang
Waktu
Dikembangkan

 Peserta didik menyimak Kemandirian


dengan baik.
Q2. Apa saja materi yang akan dibahas pada pertemuan ini? 3 menit
Kegiatan Inti

1. Stimulation Mengamati
(Pemberian  Guru menampilkan video 10
Rangsangan) animasi mengenai gerak menit
relatif.
Kemandirian
 Peserta didik mengamati (berpikir kritis,
video animasi gerak relatif keratif)
yang ditampilkan guru.
2.Problem Statement Menanya 10
(Identifikasi  Guru memberikan menit
Masalah) kesempatan kepada siswa
untuk menuliskan pertanyaan
setelah mengamati video
animasi.
Kemandirian
 Peserta didik membuat (berpikir kritis,
pertanyaan yang ditulis di keratif)
kertas yang telah disediakan
setelah mengamati video
animasi.
Q3. Tuliskan pertanyaan mengenai video animasi yang telah diamati!
3.Data collection Mengeksplorasi / Mengumpulkan 30
(Pengumpulan Data) Data menit
 Guru memberikan lembar
soal kepada peserta didik
untuk mendiskusikan
mengenai permasalahan yang
terdapat dalam lembar soal.

 Peserta didik Litarasi


mengumpulkan informasi
dengan melakukan studi
literatur dari bergbagai
sumber bacaan untuk
memecahkan permasalahan
yang terdapat pada lembar
soal.
Q4. Jawablah pertanyaan yang terdapat dalam lembar soal!
4. Data Processing Mengasosiasikan / Mengolah Data 30
(Pengolahan Data) (Associating) menit
 Guru membimbing peserta
Nilai Karakter
Alokasi
Kegiatan / Sintak Deskripsi yang
Waktu
Dikembangkan
didik u n t u k mencatat dan
menganalisis data yang
diperoleh dari hasil diskusi
dan studi literatur.

 Peserta didik mencatat dan Integritas


menganalisis data yang
diperoleh dari hasil diskusi
dan studi literatur dengan
jujur.
5.Verification Mengkomunikasikan Hasil 25
(Pembuktian)  Guru memberikan menit
kesempatan kepada peserta
didik untuk
mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas.

 Peserta didik
mempresentasikan hasil Kemandirian
diskusi kelompok di depan (berpikir kritis,
keas. keratif)
6. Generalization  Guru membimbing peserta 5 menit
(menarik didik untuk menyimpulkan
kesimpulan) materi relativitas khusus dari
hasil diskusi kelompok yang
telah dilakukan.

 Peserta didik menyimpulkan


materi relativitas khusus dari Kemandirian
hasil diskusi kelompok yang (berpikir kritis,
telah dilakukan. keratif)

Q5. Tuliskan kesimpulan mengenai konsep transformasi Galileo, teori


relativitas khusus, dan postulat einstein!
Kegiatan Penutup  Simpulan : 15
Guru bersama-sama dengan menit
peserta didik
menyimpulkan hasil
pembelajaran.

 Refleksi:
Guru memberikan refleksi
dan apresiasi terhadap
kegiatan peserta didik
selama pembelajaran.

Q6. Tuliskan materi apa saja yang belum dipahami dan upaya yang dilakukan
untuk memahami materi yang belum dipahami!
Nilai Karakter
Alokasi
Kegiatan / Sintak Deskripsi yang
Waktu
Dikembangkan
 Evaluasi :
Guru mengevaluasi dengan
memberikan post test
mengenai teori relativitas
khusus.

 Tindak Lanjut :
Guru memberikan tugas
berupa Pekerjaan Rumah
(PR) secara individu.

 Guru menyampaikan
rencana pembelajaran
untuk pertemuan
berikutnya.

I. Penilaian
1 Rancangan Penilaian
a. Penilaian Pengetahuan
Teknik Keterangan
No IPK
Penilaian
Pertemuan ke-1 Tes Hasil belajar
3.7.1 Tertulis  Harian
3.7.2 (Q1-Q6)
3.7.3
3.7.4
3.7.5

b. Penilaian Keterampilan :
- Kinerja (Diskusi kelompok)
- Portofolio (rancangan diskusi, hasil diskusi)
c. Penilaian Sikap :
 Sikap Spiritual
 Sikap Sosial

2. Instrumen Penilaian
a Pengetahuan : Soal latihan harian dalam Quiz ke 4 (lampiran 2)
b Keterampilan : Penilaian portofolio (lampiran 3)
c Sikap : Lembar Observasi ( lampiran 4)
Bandung, 18 November 2018
Guru Pamong Guru Pengajar,

Ginanjar Restu U S.Pd Azmy Almas Dalila


NIP.

Mengetahui,
Kepala Sekolah,

Dra. Hj. Erna Irawati, M.M.Pd


NIP. 5335745647300043
Lampiran 1
LEMBAR SAS (STUDENT ACTIVITY SEATS)
RELATIVITAS KHUSUS

Nama :
Kelas :
Q1.

Q2.

Q3.

Q4.
Q5.

Q6.
Lampiran 2
QUESTION

Q1. Sebutkan tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini yang telah disampaikan!
Q2. Apa saja materi yang akan dibahas pada pertemuan ini?
Q3. Tuliskan pertanyaan mengenai video animasi yang telah diamati!
Q4. Jawablah pertanyaan yang terdapat dalam lembar soal!
1. Sebutkan contoh gerak yang bersifat relatif dalam kehidupan sehari-hari!
2. Apa fungsi dari kerangka acuan? Gambarkan dua kerangka acuan suatu benda!
3. Tuliskan persamaan posisi dan kecepatan dengan menggunakan transformasi Galileo!
4. Sebuah kereta api bergerak dengan kecepatan 60 km/jam. Seorang penumpang
berjalan dalam kereta dengan kecepatan 6 km/jam searah dengan kereta. Berapa
kecepatan penumpang tersebut terhadap orang yang diam di tepi rel?
5. Tuliskan postulat Einstein!
Q6. Tuliskan materi apa saja yang belum dipahami dan upaya yang dilakukan untuk
memahami materi yang belum dipahami!

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran


No Kunci Jawaban Skor
Q1 Melalui model pembelajaran discovery learning, peserta didik mampu: 15
1. Menunjukkan gerak yang bersifat relatif
2. Menguraikan kerangka acuan
3. Menerangkan persamaan-persamaaan yang berlaku pada kerangka
acuan dengan menggunakan Transformasi Galileo.
4. Menjelaskan teori relativitas khusus
5. Menjelaskan postulat Einstein

Q2 Transformasi Galileo, teori relativitas khusus, dan postulat Einstein 10


Q3 Fleksibel 5
Q4 1. Ketika seorang penumpang berada dalam kereta dan melewati 60
pepohonan, maka penumpang tersebut akan merasa jika pohon yang
bergerak sedangkan penumpang yang diam.
2. Kerangka acuan berungsi untuk menentukkan kedudukan sebuah
bendadiam atau bergerak.

3. Persamaan Posisi Persamaan Kecepatan


x’ = x –vt 𝑣𝑥′ = 𝑣𝑥 − 𝑣
y’ =y 𝑣𝑦′ = 𝑣𝑦
z’= z 𝑣𝑧′ = 𝑣𝑧
4. Diketahui :
𝑣 = 60 km/jam ( kecepatan kereta relatif terhadap orang yang diam
di tepi rel)
𝑣𝑥′ = 6 km/jam ( kecepatan penumpang relatif terhadap kereta api)

Ditanya : 𝑣𝑥
Jawab :
𝑣𝑥′ = 𝑣𝑥 − 𝑣
𝑣𝑥 = 𝑣𝑥′ + 𝑣
= 60 km/jam + 6 km/jam
= 66 km/jam
= 18,3 m/s

5. Isi Postulat Einstein


a) Hukum-hukum fisika adalah sama dalam tiap-tiap kerangka
acuan inersia.
b) Laju cahaya dalam ruang hampaadalah sama untuk semua
kerangka acuan inersia dan tidak bergantung pada gerak dari
sumber yang lain.
Q5 Bersifat fleksibel 5
Q6 Bersifat Fleksibel 5
TOTAL SKOR 100

Penilaian
Nilai = Skor yang diperoleh x 100
Skor Maksimum

Lembar Penilaian Pengetahuan


No Uraian Jumlah
Nama
Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Skor
1
2
3
4
5
Lampiran 3
Lembar Penilaian Keterampilan

Indikator Jumlah
No Nama Peserta Didik Nilai
1 2 3 4 Skor

1 AGHIL SUPANGKAT
2 ALIFATUSSAADAH
AZZAHRA
3 CINDI WULANDARI
4 DIKI IMANSYAH
5 HAFSYAH NUR FADDILAH
6 HERU SETIADI
7 ILDA SEPHIANI
KUSPRIYANTI
8 INDRI AFRIANTI
MUHARAM
9 JULIAN WIGUNA
10 LILIS YULIANA
11 MALIK ROSYDIN
12 MERI FITRIANI
13
MUHAMMAD FAIZAL
RAHMAN
14 NELVA LISNAWATI
15 NURMANSYAH KAMIL
16 NURUL AULIA
DAMAYANTI
17 RAMA RAMADAN
18 SAHRUL MAULANA
19 SEPTIA NURANDINI
20 SUHENDRIK MAULANA
SIDIK
21 TRESA SIAHAAN
22 TUTI ALAWIYAH
23 WIDIA NOPYANTI
24 YASINTA MONICA SALZA
25 YUNI SEPTIANI
26 ZULFA FUZIANI

Indikator Penilaian Portofolio


1. Sikap
2. Keaktifan
3. Wawasan
4. Kemampuan mengemukaan pendapat
Penilaian
Skor 2 untuk kondisi lengkap semua komponen
Skor 1 untuk kondisi komponen ada dan tidak lengkap
Skor 0 untuk kondisi komponen tidak ada
MATERI PEMBELAJARAN TEORI RELATIVITAS KHUSUS

KELAS XII

Hukum Newton I hanya berlaku pada suatu kerangka acuan yang disebut kerangka
inersia. Kerangka inersia didefinisikan sebagai suatu kerangka acuan yang tidak dipercepat.
Kerangka inersia ini dapat berupa kerangka diam atau kerangka yang bergerak beraturan
dengan kecepatan tetap. Semua hukum Fisika yang berlaku dalam suatu kerangka inersia
berlaku gaya pada kerangka inersia yang lain..

Contoh 1, anggap di dalam kereta terdapat sebuah lampu yang tergantung seimbang
tidak bergerak. Apa yang akan terjadi pada lampu itu setelah 2 detik dilihat oleh pengamat
dalam kereta (Anda) dan pengamat yang berdiri di atas tanah (namakan pengamat ini Tono)?

Jawab : Pada contoh diatas kita sudah menyimpulkan bahwa Anda dan Tono berada dalam
kerangka inersia. Menurut hukum Newton I, Anda akan tetap melihat lampu dalam keadaan
diam tidak hanya setelah 2 detik tapi selama lampu tersebut tidak diganggu. Sedangkan Tono
yang melihat kereta dan lampu bergerak bersama dengan kecepatan v akan tetap melihat
lampu itu bergerak melewatinya dengan kecepatan v tidak mengalami percepatan atau
perubahan kecepatan (ini sesuai dengan hukum Newton I).

Pada waktu kelas X, kita telah mempelajari Hukum Newton tentang gerak, di
mana Hukum I Newton tidak membedakan antara partikel yang diam dan partikel yang
bergerak dengan kecepatan konstan. Jika tidak ada gaya luar yang bekerja, partikel tersebut
akan tetap berada dalam keadaan awalnya, diam atau bergerak dengan kecepatan awalnya.
Benda akan dikatakan bergerak apabila kedudukan benda tersebut berubah terhadap kerangka
acuannya. Kerangka acuan di mana Hukum Newton berlaku disebut kerangka acuan inersia.
Jika kita memiliki dua kerangka acuan inersia yang bergerak dengan kecepatan konstan
relatif terhadap yang lainnya, maka tidak dapat ditentukan bagian mana yang diam dan
bagian mana yang bergerak atau keduanya bergerak. Hal ini merupakan konsep Relativitas
Newton, yang menyatakan “gerak mutlak tidak dapat dideteksi”.
Konsep ini dikenal oleh para ilmuwan pada abad ke-17. Tetapi, pada akhir abad ke-19
pemikiran ini berubah. Sejak saat itu konsep relativitas Newton tidak berlaku lagi dan gerak
mutlak dideteksi dengan prinsip pengukuran kecepatan cahaya. Dengan demikian gerak
benda itu tidak mutlak melainkan bersifat relatif.

A. Transformasi Galileo
Untuk menyatakan kedudukan sebuah titik atau benda kita memerlukan satu sistem
koordinat atau kerangka acuan. Misalnya untuk menyatakan sebuah benda bergerak, seorang
pengamat memerlukan suatu kerangka acuan dengan sistem koordinat misalnya (x, y, z). Jadi
kerangka acuan adalah suatu sistem koordinat (x, y, z) di mana seorang pengamat melakukan
pengamatan suatu kejadian. Dalam hal ini kita gunakan kerangka acuan inersial di mana
hukum Newton berlaku. Kerangka acuan inersial yaitu suatu kerangka acuan yang berada
dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan terhadap kerangka acuan lain
pada garis lurus. Untuk menyatakan hubungan antara pengamatan suatu kejadian peristiwa
yang terjadi dalam suatu kerangka inersial, jika diamati oleh pengamat yang berada dalam
kerangka acuan lain yang bergerak dengan kecepatan relatif konstan, digunakan transformasi
Galileo.

Gambar1.1 Dua Kerangka Acuan

Gambar diatas menggambarkan kerangka acuan S dengan sistem koordinat (x , y, z)


dan S’ dengan sistem koordinat (x’, y’, z’), di mana kerangka acuan S’ bergerak di dalam
kerangka acuan S ke arah sumbu x positif dengan kecepatan relatif konstan sebesar vterhadap
kerangka acuan S.
Mula-mula kedua kerangka acuan berimpit (t = 0), setelah bergerak selama t sekon
maka kerangka acuan S’ telah menempuh jarak d = v t. Sebagai ilustrasi seorang anak pergi
naik kereta. Apabila bersamaan kereta itu bergerak anak tersebut juga berjalan di dalam
gerbong kereta api, searah dengan gerak kereta dengan kecepatan vx’ relatif terhadap kereta
api, maka kedudukan anak tersebut dapat dinyatakan dalam koordinat (x, y, z) terhadap
kerangka S dan (x’, y, z’) terhadap kerangka S’. Sehingga kedudukan benda antara kerangka
acuan S’ terhadap S dapat dinyatakan :
x’ = x – v.t, y’= y, z’= z, t’= t
Persamaan ini dikenal dengan transformasi Gallileo.

Kebalikan tranformasi Galileo dinyatakan :


x = x’ + v.t’, y = y’, z = z’, t = t’
Kecepatan anak dalam kereta tersebut berjalan menurut pengamat yang berada
di S dan S’ dapat ditentukan menurut transformasi Gallileo sebagai berikut :
Pengamat di S’ anak dalam kereta tersebut berjalan dengan kecepatan v’x sebesar :

Pengamat di S anak dalam kereta tersebut berjalan dengan kecepatan vx sebesar :

Kedua persamaan diatas merupakan penjumlahan kecepatan transformasi Galileo yang


kemudian dikenal dengan penjumlahan kecepatan menurut teori Relativitas Newton, di
mana relativitas Newton menyatakan bahwa semua hukum Fisika Mekanika Newton berlaku
untuk semua kerangka acuan inersial, sedangkan kecepatan benda tergantung pada
kerangka acuan (bersifat relatif).
Postulat Einstein

c) Hukum-hukum fisika adalah sama dalam tiap-tiap kerangka acuan inersia.


d) Laju cahaya dalam ruang hampaadalah sama untuk semua kerangka acuan inersia
dan tidak bergantung pada gerak dari sumber yang lain.

Postulat pertama didasarkan pada tidak adanya kerangka acuan umum yang diam mutlak,
sehingga tidak dapat ditentukan mana yang dalam keadaan diam dan mana yang dalam
keadaan bergerak. Misalnya, seseorang berinisial A berada di dalam pesawat dan seseorang
berinisial B berada di permukaan bumi. Dari sudut pandang A, pesawat diam pada suatu
tempat dan permukaan bumi-lah yang bergerak. Sedangkan dari sudut pandang B, permukaan
bumi tempat dia berpijak yang tetap diam dan pesawat dengan berisi si A didalamnya yang
bergerak.

Postulat kedua menyatakan bahwa kecepatan cahaya c konstan, tidak bergantung pengamat
yang mengukur dari kerangka acuan inersia. Segala pengukuran harus dibandingkan dengan
kecepatan cahaya dan tidak ada kecepatan yang lebih besar dari kecepatan cahaya