Anda di halaman 1dari 1

Judul Identifikasi Kandungan Boraks Dan Formalin Pada mkanan Dengan

Menggunakan Scientific vs Simple Methods


Sumber Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat – LPPM ITS

Penulis Siti Nurkhamidah, Prof. Ali Altway, Prof. Sugeng, dkk

Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan bahan makanan yang tidak
mudah rusak, boraks banyak sekali digunakan dalam industri makanan, seperti:
dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, tahu, bakso, sosis, dan lain-lain.
Selain boraks, formalin juga banyak digunakan sebagai bahan pengawet
makanan. Padahal zat-zat kimia tersebut merupakan bahan beracun dan bahan
berbahaya bagi manusia sehingga sangat dilarang digunakan sebagai bahan
baku makanan. Karena itu, diperlukan metode identifikasi yang sederhana
(simple method) untuk kedua bahan berbahaya tersebut dalam makanan,
sehingga dapat dilakukan oleh konsumen terutama para ibu rumah tangga
dengan mudah.
Metode Penelitian Pengujian menggunakan scientific dan simple methods. Scientific method disini
adalah metode identifikasi yang dilakukan di laboratorium menggunakan
bahan-bahan kimia. Dimana hasil dari identifikasi ini akan dibandingkan
dengan hasil identifikasi menggunakan simple method. Pada simple method,
bahan-bahan yang digunakan merupakanbahan-bahan alam yang mudah di
dapatkan dari linkungan sekitar dan tidak harus dilakukan di laboratorium. Uji
validitas dari simple method tersebut, maka hasil ujinya perlu dibandingkan
dengan scientific method. Identifikasi dengan Scientific method menggunakan
metode nyala api dan metode kertas tumerik. Sedangkan pada simple method
untuk identifikasi boraks dapat dilakukan dengan membuat larutan ekstrak
kurkumin kemudian ditetesi dengan bahan makanan yang sudah dilarutkan
terlebih dahulu ke dalam air.

Pembahasan Hail uji yang telah dilakukan pada sampel ikan asin, ikan teri, rebon/udang
kering, bakso ayam, bakso sapi, bakso ikan, tahu, sosis sapi, sosis ayam, bleng
lontong, kerupuk, dan mie untuk masing-masing metode. Hasil positif
ditunjukkan pada sampel rebon udang kering dan bleng. Sedangkan pada
pengujian scientific method hasil positif ditunjukkan pada sampel ikan asin,
ikan teri, dan rebon/udang kering. Pada analisa uji boraks, hasil positif ditandai
dengan warna kertas kunyit berubah menjadi coklat kemerahan. Untuk uji
formalin, ditandai dengan hilangnya warna pink keunguan dari larutan KMnO4
setelah diteteskan ke dalam larutan sampel.
Kesimpulan Hasil uji dengan menggunakan curcumin/turmeric paper test (simple method)
dan uji nyala api (scientific method) menunjukaan bahwa dari 28 sampel yang
di uji, ada dua sample yang positif mengandung boraks. Sedangkan pada uji
formalin dengan menggunakan scientific method menunjukkan hasil bahwa
terdapat 7 (tujuh) sampel yang positif mengandung formalin dari 28 sampel
yang diuji dan sebagian besar sampel tersebut merupakan ikan asin.