Anda di halaman 1dari 4

STOMATITIS AFTOSA REKUREN (SAR)

a) Definisi
Kelainan yang dikarakteristikan dengan ulser rekuren yang terbatas pada
mukosa mulut pada pasien tanpa tanda–tanda penyakit lainnya. Terjadi pada
20% populasi.

b) Patofisiologi
- Etiologi belum diketahui
- Faktor predisposisi dapat berupa: genetik, defisiensi hematinik, abnormalitas
imunologi, faktor lokal seperti trauma dan berhenti merokok, menstruasi,
infeksi pernafasan atas, alergi makanan, anxietas, dan stres psikologi
- Abnormalitas pada cascade sitokin mukosa menyebabkan respom imun yang
dimediasi sel secara belebihan dan menyebabkan ulserasi terlokalisasi pada
mukosa.
- Berhubungan dengan HLas tertentu yang berhubungan dengan penglepasan
gen yang mengontrol sitokin proinflamasi Interleuken (IL)-1B dan IL-6

c) Hasil anamnesis (subjective)

Adanya sariawan yang sering kambuh dan terasa sakit (rasa terbakar), dapat
disertai dengan demam sebelum sariawan muncul.

d) Gejala klinis dan pemeriksaan


- Ulser yang didahului gejala prodromal berupa rasa terbakar setempat pada 2
– 48 jam sebelum muncul ulser
- Pada periode inisial, terbentuk area eritem. Dalam hitungan jam terbentuk
papula putih, berulserasi, dan secara bertahap membesar dalam 48 – 72 jam
- Ulser bulat, simetris dan dangkal
1) Ulser Mayor : Diameter lebih dari 1.0 cm; sembuh dalam beberapa
minggu–bulan, sangat sakit;
mengganggu makan dan bicara; meninggalkan
jaringan parut

Gambar 12
Major Apthous Ulceration

2) Ulser Minor : Diameter 0.3 – 1.0 cm ; sembuh dalam 10 – 14 hari ;


sangat sakit ; dapat mengganggu makan dan bicara ; sembuh tanpa
jaringan parut
Gambar 13
Major Apthous Ulceration

- Ulser Herpetiformis : Diameter 0.1-0.2 cm; melibatkan permukaan mukosa


yang luas
- Lokasi tersering : mukosa nonkeratin terutama mukosa bukal dan labial
- Rekuren
- Lokasi berpindah–pindah namun terbatas pada mukosa mulut

e) Diagnosis banding
- Viral stomatitis
- Pemphigus
- Pemphigoid
- Lupus Eritematosus
- Penyakit dermatologi
- Karsinoma sel squamosa
- Penyakit granulomatosa misalnya sarcoidosis dan penyakit
Crohn
- Kelainan darah
- Infeksi HIV / AIDS
- Ulkus Traumatik

f) Prosedur Tindakan Kedokteran Gigi


- Hilangkan faktor predisposisi
- Simptomatik: topikal steroid, anastetik topikal, antiseptik kumur,
- Suportif: multivitamin, imunomodulator

g) Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan hematologi terutama serum iron, folat, vitamin B12 dan feritin),
pemeriksaan penyaring dengan pemeriksaan darah perifer lengkap
- Biopsi (diindikasikan hanya untuk membedakan dengan ulser granulomatosa
atau pemphigus da pemphigoid

h) Peralatan dan bahan/obat


- Dental unit lengkap,
- Alat diagnostik standar,
- Bur untuk menghilangkan permukaan tajam
- bahan antiseptik dan desinfektan,
- Kasus ringan – sedang: Emolient pelindung seperti orabase, anastetik
topical, Topikal steroid dengan potensiasi tinggi
- Kasus berat : Sistemik steroid

i) Lama perawatan
- Kasus ringan – sedang : 10 – 14 hari
- Kasus berat : beberapa minggu – beberapa bulan

j) Faktor penyulit
Lesi yang sangat sakit mengganggu intake sehingga
membutuhkan hospitalisasi

k) Prognosis Baik
l) Keberhasilan perawatan
- Frekuensi dan durasi kejadian ulser berkurang
- Rasa sakit teratasi sehingga intake terjamin

m) Persetujuan Tindakan Kedokteran


Wajib, minimal lisan dan dicatat dalam rekam medik

n) Faktor sosial yang perlu diperhatikan


- Pola diet pasien

o) Tingkat pembuktian
Grade B

p) Referensi
Greenberg, Glick, Ship. Burket’s Oral Medikine 11th ed. 2008.