Sistem Torqflow pada Alat Berat
Sistem Torqflow pada Alat Berat
TORQFLOW SYSTEM
( SISTIM PEMINDAH HIDROLIK )
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga
dapat tersusun buku “ BASIC MECHANIC COURSE “ Buku ini disusun untuk
melengkapi bahan pelatihan di lingkungan PT United Tractors Tbk.
Buku panduan ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan
harapan dalam pemahamannya akan lebih mudah, khususnya bagi PESERTA
TRAINING dalam proses belajar mengajar pada materi Basic Mechanic Course
Alat-alat Berat.
Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku
Paduan ini masih jauh dari sempurna, maka dengan keterbatasan yang ada
penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari Instruktur dan para
pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi
salah persepsi untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku Paduan
Program Training Basic Mechanic Course ini.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan
Team perumus yang telah membantu sehingga terselesaikannya pembuatan
buku paduan ini.
Penyusun
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP i
TORQFLOW SYSTEM
DAFTAR ISI
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP ii
TORQFLOW SYSTEM
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP iii
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 1
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 2
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 3
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 4
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 5
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 6
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 7
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 8
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 9
TORQFLOW SYSTEM DAMPER
BAB I
1. PRINSIP KERJA
Adapun prinsip kerja damper dapat dijelaskan sebagai berikut :
Jika sebuah beban digantung pada ujung spring (seperti terlihat pada gambar
dibawah), kemudian apabila beban ditarik kebawah clan kemudian dilepas,
beban akan bergerak naik turun secara cepat. Gerakan naik turun dari beban
akan sulit untuk berhenti atau bisa digambarkan grafik dibawah.
Tetapi, jika sebuah spring dipasang lagi pada beban tersebut clan diikatkan
pada dinding (seperti terlihat pada gambar dibawah), getaran yang terjacli
dapat dikurangi.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 9
TORQFLOW SYSTEM DAMPER
Ada dua macam damper yang digunakan di Komatsu, untuk meredam getaran
tersebut, yaitu
1. Spring Damper
2. Rubber Damper
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 10
TORQFLOW SYSTEM DAMPER
Konstruksi seperti terlihat pada gambar dibawah, dimana outer body diikatkan
ke flywheel. Shaft out put terpasang pada inner body ( splined,sedangkan
antara outer body dan inner body dipasang rubber cushion.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 11
TORQFLOW SYSTEM DAMPER
1. Coupling 5. Bearing
2. Output Shaft 6. Outer body
3. Cover 7. Rubber cushion
4. Bearing 8. Inner Body
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 12
TORQFLOW SYSTEM DAMPER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 13
TORQFLOW SYSTEM DAMPER
1. Output shaft
2. Flywheel
3. Outer Body
4. Coupling
5. Universal Joint
6. Flange
7. Cover
8. Rubber coupling
9. Breather
10. Oil Level gauge
tube
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 14
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BAB II
1. PRINSIP DASAR.
Torque Converter adalah suatu komponen power train yang bekerjanya secara
hidrolis. Fungsi utamanya tidak jauh berbeda dengan main clutch / kopling,
sehingga torque converter sering disebut juga fluid clutch.
Untuk menjelaskan bagaimana suatu torque converter bekerja , dibawah ini
digambarkan suatu contoh kejadian yang sangat erat hubungannya dengan
prinsip kerja torque converter.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 15
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
masuk dan keluar menjadi berbeda. Gaya yang bekerja pada oli besarnya
sebanding dengan gaya resultan antara kecepatan masuk dan keluar, dimana
akan menimbulkan gaya reaksi pada dinding pipa, sehingga mengakibatkan
pipa terdorong kearah yang berlawanan arah kanan ( searah dengan gaya
reaksi ).
Besarnya gaya yang bekerja pada oli dan gaya reaksi yang timbul pada
dinding pipa adalah sebanding dengan besarnya aliran oli. Semakin besar
aliran oli, semakin besar gaya reaksi yang dihasilkan.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 16
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Pada umumnya torque converter mempunyai tiga bagian utama, yaitu : Pump
( impeller ), Turbin ( Runner ) dan Stator ( Reactor ). Pump dihubungkan
dengan flywheel oleh drive case dan digerakkan langsung oleh
engine,menghasilkan energi kinetis pada oli dalam torque converter. Turbin
dipasang tetap pada out put shaft, dimana sudu turbin menerima energi
kinetis ( oil flow ) dari pump yang kemudian mengubahnya menjadi energi
mekanis. Stator terpasang pada Stator Shaft yang terpasang fix pada case /
housing dari Torq Converter.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 17
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Jika pump diputar, dan pada sudu - sudunya penuh oli, maka pump
akan menghasilkan oil flow dan masuk ke sudu - sudu turbin, dan turbin akan
ikut berputar. Sisa oil flow yang dari turbin mengalir masuk ke sudu - sudu
stator, selanjutnya mengalir ke arah mana pump berputar. Jika torque
converter kekurangan oli maka turbin tidak dapat berputar dan tenaga engine
tidak dapat dipindahkan ke Transmisi
Dapat dikatakan bahwa turbin selalu berputar lebih lambat dari pada
pump (engine), tetapi torque nya lebih besar daripada torque engine. Kecuali
dalam hal - hal tertentu adakalanya turbin berputar lebih cepat dan pump,
misalnya sewaktu unit mengalami over speed ( pada waktu unit jalan turun /
misoperation )
Semakin besar torque ratio, semakin kecil speed rationya, kemudian jika
turbin menjadi berhenti karena beban, torque rationya menjadi maksimum,
pada keadaan demikian torque converter disebut dalam keadaan stall.
Seperti terlihat pada Grafik
Stall
300
T
Torque Turbin
o
r 200
q Torque Engine
u
e
100
Pada putaran engine 2000 Rpm, turbin lebih rendah, selanjutnya akan
semakin lambat apabila torque ( beban ) turbin bertambah. Jika beban
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 18
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Unit - unit yang memakai torque converter, enginenya tidak akan stall
walaupun unit mendapat beban berlenihan, tetapi torque converternya yang
mengalami stall. Bila keadaan ini dibiarkan terlalu lama, oli torque converter
akan menjadi sangat panas ( overheat ). Dalam hal ini tenaga mekanis engine
diubah menjadi energi panas.
Tenaga engine yang diserap oleh pump ( Impeller ), tidak seluruhnya daopat
dipindahkan ke out put shaft torque converter, karena sebagaian akan
berubah menjadi energi panas yang mengakibatkan temperatur olinya panas,
sehingga perlu dipasang oli cooler pada sirkulasi olinya.
Tenaga engine
100
50
Effisiensi Tenaga engine yang dapat dipindahkan torque
(%) converter ke transmissi
0 1000 2000
Putaran turbin ( RPM )
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 19
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Pump Torque (kg.m) 100 x (½)2 = 25 100 100 x (1.5)2 = 225 100 x (2)2 = 400
Dari tabel diatas terlihat bahwa semakin tinggi putaran pump, akan semakin
besar torque pumpnya atau bisa digambarkan seperti grafik sebagai berikut :
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 20
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Ketika speed ratio mendekati 1 ( satu ) kecepatan turbin hampir sama dengan
kecepatan pump. Dan tenaga engine hampir tidak ada yang diteruskan melalui
fluid coupling, karena primary torque ( torque pump ) turun mendekati 0 ( nol
). Karena pump torque selalu sama dengan torque turbin, efficiensi fluid
coupling menjadi :
Nt . Tp Nt
= = = e ( speed ratio )
Np . Tt Np
Tetapi pada kesempatan, jika diperhitungkan dengan effisiensi mekanik dan
fluid resistance, akan ada tenaga yang hilang sehingga effisiensinya akan lebih
rendah dari effisiensi teoritisnya.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 21
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 22
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 23
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 24
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 25
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
2. gear
3. Seal cage 15. Retainer 29. Sealm seat
4. Input shaft 16. Shaft 30. Spacer
5. Front Housing 17. Trans. Input shaft 31. Cover
6. Idle gear 18. Stator shaft boss 32. Hyd. Pump gear
7. Idle gear shaft 19. Stator clutch housing. 33. Power train
pump gear
8. Clutch housing 20. Return spring 34. Cover
9. Drive case 21. Stator clutch plate 35. Cover
10.Turbine 22. Stator clutch disc
11.Rear housing 23. Stator clutch piston
12.Stator 24. Turbine boss A. Hydraulic pump mount
13.Pump 25. L/up clutch disc B. Power train pump
mount
14.Stator shaft 26. L/up clutch plate C. Scavenging
pump mount
27. L/up clutch piston
A. TORQUE COVENTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 26
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Pada umumnya torque converter terdiri atas tiga komponen utama yaitu :
1. Pump ( Impeller ).
2. Turbin ( Runner ).
3. Stator ( Reactor ).
Pump dan turbin suatu torque cinverter mempunyai banyak sudu, masing -
masing sudu pump atau turbin dibuat simetris dan dapat dianggap
merupakan suatu pipa yang dilengkungkan dan dari dalamnya dialirkan oli
yang bertekanan.
1. Pump ( Impeller ).
Pump ini dipasang / dihubungkan dengan flywheel oleh drive case dan
digerakkan langsung oleh engine. Jadi begitu engine berputar, maka pump
pun akan ikut berputar, sehingga oli yang ada didalam- nya akan terlempar
karena gaya centrifugal dari bentuk sudu pump itu sendiri.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 27
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
sepanjang sudu - sudu pump dan ini disebut “ absorption torque of pump “ (
besarnya torque engine yang diserap oleh pump untuk memberikan gaya pada
aliran oli melalui sudu - sudunya ).
Selanjutnya, jika pump berputar lebih cepat, secara serempak menghasilkan
aliran oli yang lebih besar, sehingga absorption torque of pump bertambah
cepat.
Engine harus dijalankan pada putaran tertentu, sehingga besarnya absorption
torque of pump seimbang dengan engine. Yakni pada putaran dimana kurva
absorption torque of pump dan kurva engine torque berpotongan.
Torque engine yang diserap oleh pump, berarti juga daya ( horse power )
engine yang diserap oleh pump. Pada grafik dibawah ditunjukkan hubungan
antara horse power engine dengan horse power yang diserap pump. Engine
harus dioperasikan pada kecepatan tertentu sehingga besarnya horse power
yang diserap maksimum.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 28
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
2. Turbin.
Turbin dipasang apad out put shaft dan berfungsi merubah energi kinetis dari
oli yang sedang diberikan pump, menjadi mekanis pada shaft output
nya.Perubahan arah dan kecepatan aliran oli dalam sudu - sudu turbin meng
hasilkan gaya reaksi sehingga turbin berputar.
Besarnya torque yang dihasilkan pada shaft turbin adalah sebanding dengan
resultan dua besaran yang diperoleh dari hasil perkalian kecepatan keliling
aliran pada bagian inlet dan outlet dengan masing - masing radius pada kedua
ports. Torque turbin juga dipengaruhi dengan jumlah aliran dari fluida.
Kuntruksi turbin seperti gambar dibawah ini.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 29
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
3. Stator.
Stator dipasanga pada shaft yang tetap pada housing yang berfungsi
mengarahkan oil flow dari sudu - sudu turbin untuk masuk kembali ke sudu -
sudu pump sesuai dengan arah putaran pump, sehingga oil flow yang masih
mempunyai tenaga kinetis akan membantu mendorong dan memperingan
kerja pump dan selanjutnya akan memperbesar tenaga kinetis dari outlet
pump berikutnya
Jika turbin berputar cepat hingga speed rationya mendekati satu, maka arah (
sudut aliran) oli akan berubah, sehingga oli yang keluar dari turbin akan
memukul punggung sudu - sudu stator. Keadaan yang demikian menga
kibatkan aliran oli menjadi tidak beraturan dan efisiensi torque converter akan
menurun.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 30
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
FREE WHEEL.
Free wheel atau sering disebut “ one way clutch “ dipasang pada stator,
terletak antara stator dan shaft yang berfungsi agar stator dapat berputar ke
satu arah saja pada shaftnya, dimana akan ber -fungsi juga menaikkan
effisiensi dari torque converter.
1. Roller type.
2. Sprag type.
Konstruksi seperti ini terlihat pada gambar diatas, apabila stator diputar
padashaftnya kearah ( a ), roller akan bergerak ke kanan kearah ruangan
yang lebih sempit, stator akan terkunci dan diam. Apabila stator diputar
kearah ( b ), roller akan bergerak ke kiri pada ruangan ang lebih luas
melawan spring, sehingga memungkinkan stator dapat berputar lancar kearah
(b)
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 31
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 32
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 33
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Speed turbin nt
Speed Ratio = , atau e =
Speed pump np
Torque turbin TT
Torque Ratio = , atau t =
Torque pump TP
Power turbin
= x 100 %
Power pump
= e x t x 100 %.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 34
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Suatu unit torqflow yang sedang beroperasi ke dalam torque converter diberi
oli dengan tekanan tertentu dimana pump / impeller dalam torque converter
berputar karena berhubungan langsung dengan flywheel melalui drive case
sehingga oli yang mengalir dalam sudu - sudu pump terjadi gaya sentrifugal
dari pump itu sendiri dan terlempar keluar menimbulkan tenaga aliran ( energi
kinetis ) pada oli tersebut.
Aliran oli yang terlempar segera masuk ke dalam sudu - sudu turbin dan
mendorongnya sehingga turbin berputar karena menerima tenaga kinetis dari
oli tersebut
Selanjutnya flow oil segera meninggalkan turbin dan masuk ke dalam sudu -
sudu stator. Dalam sudu - sudu startor, arah flow oil dirubah diarahkan
kembali masuk ke dalam inlet sudu - sudu pump, karena flow oil ini masih
menyimpan energi kinetis, sehingga selanjtunya dapat membantu kerja pump
dan menghasilkan tenaga kinetis baru pada outlet yang mana selanjutnya
akan diterima turbin, demikian dan seterusnya.
Dengan adanya aliran oli yang bertekanan maka pump, turbin dan stator
masing - masing mendapat gaya ( F ) dan torque ( T ). Karena gaya yang
menimbulkan torque adalah sama yaitu oli, maka berlalu hukum
keseimbangan.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 35
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Gbr. II-25. Gaya dan torque yang terjadi pada sudu - sudu.
Tp - Tt + Ts = 0 , atau
Tt = Tp + Ts
Di atas terlihat akan fungsi dari stator yang sebenarnya dimana Tt bisa lebih
tinggi dari Tp ( = torque engine ) dengan adanya stator.
Berubah - ubahnya arah dan kecepatan oil flow yang disebabkan oleh berubah
- ubahnya speed ratio akibat variasi beban, maka berubah - ubah pula “
turning torque “ dari turbin.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 36
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Kesimpulan
a. Semakin tinggi putaran pump akan semakin besar gaya sentrifugal yang
dihasilkan dan semakin besar pula flow
FLOW SPEED
speed dari oli.
FLOW SPEED DARI
Seperti dijelaskan bahwa flow oil dalam torque converter pada berbagai speed
ration menimbulkan berbagai variasi torque dari turbin.
FLOW SPEED
a. Pada keadaan stall :
4• Tt
Torque ratio = = 35
Tp
3• Tt = tp + Ts, dimana Ts = maksimum.
TORQUE RATIO ( t )
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 37
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Tetapi dalam unit troqflow drive, tenaga engine tidak 100 % yang dapat
dipindahkan oleh torque converter ke transmisi yang masih tergantung dengan
speed ratio dan torque ratio. atau :
1. SINGLE PHASE
Gbr. II-26. Skematik dan grafik torque converter type single phase.
Pada torque converter type single phase ini, apabila speed ratio naik
mendekati 1 ( satu ) torque turbin akan turun mendadak, semakin tinggi
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 38
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
speed ratio semakin tinggi pula effisiensi torque converter dan akan mencapai
maksimum pada speed ratio = 0,7 ( sebagai contoh ).
Beberapa tenaga engine yang tidak dapat dipindahkan oleh torque converter
adalah sebagai tenaga yang hilang ( slip ) yang kemudian akan berubah
menjadi panas pada oli dalam torque converter itu sendiri. Oleh sebab itu
adalah sebagai alasan yang tepat kenapa torque converter harus di lengkapi
dengan oil cooler yang cukup besar untuk mencegah panas oli yang berlebihan
pada saat operasi.
Oil flow dan speed ratio dalam converetre type single phase :
Kemungkinan I.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 39
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Kemungkinan II.
Kemungkinan III.
Kemungkinan IV.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 40
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 41
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
2. Double Phase.
Pada torque converter type double phase, antara stator dan shaftnya dipasang
free wheel sehingga bisa berputar satu arah. Pada permulaan effisiensi akan
menurun, stator mulai berputar, sehingga oil flow akan mengarah kembali
menuju pump, sehingga effisiensi torque converter akan naik kembali
mendekati 100 %.
Kemungkinan I
Flow Oil paca saat dimana 0 < SP.Ratio < 0,5 Pump berputar
Turbin berputar / tidak dan STATOR tidak dapat berputar yang
justrumengarahkan Oil kembali ke Pump dengan arah terlihat pada
( Tt = Tp + Ts ).
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 42
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Kemungkinan II
Flow oil pada saat dimana 0,6 < Sp.Ratio < 0,8 F/W STATOR belum akan
mulai berputar dan masih dapat mengarahkan oil masuk kembali ke Pump.
( Tt = Tp + 0
Kemungkinan III
Flow Oil pada saat dimana Sp.Ratio > 0,8. F/W.STATOR berputar sehingga
tidak mengganggu arah Oil yang akan kembali ke PUMP adalah arah oil apa
bila F/W.STATOR tidak berputar
( Tt = Tp - 0 )
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 43
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 44
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
3. TRIPLE PHASE
Pada torque converter tipe three phase, etrdapat dua stator yang masing -
masing dilengkapi dengan free wheel. Pada permulaan effisiensi mulai
menurun, stator satu ( S1 ) akan berputar menghindari turunnya effisiensi.
Kemudian speed ratio dapat lebih tinggi yang selanjutnya effisiensi akan
menurun lagi, tetapi stator dua ( S2 ) mulai berputar menyebabkan torque
turbin tidak turun dan naiklah effisiensi yang kedua kalinya.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 45
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 46
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Ada juga Torque Converter yang dilengkapi dengan lock up clutch tetapi stator
tidak memakai free wheel. Torque Converter tipe ini digunakan bulldozer (
D375 A-2, D475 A -2 ) dimana dilengkapi denagn stator clutch. Sehingga
ketika lock up clutch difungsikan ( engaged ), stator clutch akan
disengaged untuk membebaskan stator dari housingnya dan dapat berputar
bebas. Jadi ketika lock up clutch difungsikan, oli dalam torque converter dapat
bergerak bebas bersama dengan putaran pump dan turbin, tanpa adanya
hambatan dari sudu - sudu bila stator dalam keadaan diam. ( Seperti terlihat
pada gambar II - 35 )
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 47
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Lock up clutch dijalankan oleh tekanan oli, dimana oli yang menuju lock up
clutch maupun stator clutch diatur oleh lock up valve. Lock up valve ini
digerakkan solenoid berdasarkan sensor kecepatan ( yaitu kecepatan out put
shaft ) dan sensor tekanan modulating oli transmisi.
Kuntruksi Torque Converter
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 48
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 49
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
B. SIRKUIT HIDROLIK.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 50
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 51
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Dalam torque converter, impeller yang juga berfungsi sebagai pump menerima
oli dari trasnmission case, yang disuplai oleh oil pump melalui transmission
control valve, dimana preessurenya dibatasi oleh torque converter releif valve.
C VALVE.
Pada suatu sirkuit hidrolik untuk torque comverter, kebutuhan akan adanya
valve sudah pasti sangat dibutuhkan. Dlam hal ini kita mengenal dua buah
valve, yaitu : torque converter relief valve dan torque converter regulator
valve. Torque converter relief valve ditempatkan pada sisi inlet dari torque
converter, dimana berfungsi untuk membatasi tekanan maksimum yang akan
masuk ke dalam torque converter
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 52
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
Oli dalam torque converter jauh lebih tinggi tekanannya dibandingkan dengan
tekanan udara luar. Jika didalam torque converter terjadi gelembung -
gelembung udara, maka akan menimbulkan busa. Jika hal ini benar - benar
terjadi akan mengakibatkan performancenya akan berkurang.
Untuk mencegah hal ini, yaitu agar tidak terjadi gelembung – gelembung
udara dalam torque converter, maka oli yang dapat keluar dari torque
converter tekanannya dibatasi oleh regulator valve. Ada dua tipe regualtor
valve yang kita kenal, yaitu :
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 53
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
6. TROUBLE SHOOTING
al ring
• Does the oil temperature go up when the
tion
converter is stalled, and down when it is not
ter (se
stalled ?
alfunc
ge d
Yes = Normal (wrong selection of gear
onvere
r clong
speed )
alve m
mp
d
ive
n of pu
Check before troubleshooting.
longge
rque c
starine
defect
elief v
• Is oil lever in transmission and steering case
Ca u s e
correct ?
e)
to
suctio
me n t c
erter r
g loos
p um p
p um p
ged
id e
ive
s
r clong
longge
king in
ing at
oler ele
e conv
ive plu
defect
nging
nging
k
Filter c
e
Oil lea
Scave
Air lea
Torqu
Scave
defect
Strain
Pump
Oil co
Tank to Torque Scavenging
Pump Converter Pump
a. b. c. d. e. f. g. h. i.
Remedy C
No. C X X C X
Diagnosis X X X X
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 54
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 55
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 56
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BAB III
TORQFLOW TRANSMISION
Torqflow transmission adalah merupakan alat pemindah tenaga yang meng-
gunakan fluida dalam hal ini oli sebagai pengontrolnya. Torqflow transmission
berfungsi untukmengatur kecepatan gerak, maju, mundur dan pada alat alat
besar yang tak kalah pentingnya adalah untuk meningkatkan torsi dengan cara
mereduksi putarannya melalui perbandingan jumlah gigi - giginya pada
transmisi.
Pemasangan Torqflow transmission biasanya dipasang bersama torque
converter apabila tanpa torque converter biasanya disebut hidroshift
trasnmission. Torqflow transmission juga dinamakan powershift trasnmission.
Sedangkan keuntungan dari alat ini adalah untuk meningkatkan efektivitas
pengoperasaian kenyamanan dan lain - lain yang akhirnya akan mempenga-
ruhi poduktivitas alat.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 57
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
PLANETARY GEAR
Dari gambar Input shaft dihubungakan dengan Planetary Carrier ( untuk lebih
singkat selanjutnya disebut CARRIER ), sedangkan output shaft dihubungkan
dengan Sun gear. Ketika kedua Ring gear ditahan diam tak berputar ( dengan
cara meng-engage-kan clutch yaitu mengikat ring gear dengan case ). Maka
sun gear yang selanjutnya sebagai output akan mendapat tenaga putar dari
input. Dikarenakan adanya perbedaaan jumlah gigi dari kedua Sun gear ( lihat
gambar ) maka apabila clutch untuk speed 2 di-engage-kan, output
putarannya akan lebih cepat dari pada clutch untuk speed 1 di-engage-kan.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 58
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 59
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
KA
S = Sun gear
C = Carrier
R = Ring Gear
S C R
KI
Apabila sun gear diputar ke kanan (KA), carrier ditahan, maka arah ring gear
adalah kekiri (KI) ( Berlawanan arah )
Caranya :
S,C& R segaris, sun gear (S) bergerak ke (KA) , C ditahan, tarik garis dari
KA memotong C ketemu garis vertikal dari R, sehingga ketemu KI yang
berlawanan dengan KS
S.Ns + R.Nr = ( S + R ) Nc
Contoh perhitungan :
Diketahui : Jumlah gigi sun gear = 39, Jumlah gigi sun gear = 78 Apabila
sumber diputar ke kanan sebesar 100 rpm dan carrier di stop. Ditanyakan :
Arah dan besarnya putaran ring gear ? Jawab
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 60
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
S.Ns + R.Nr = ( S + R ) Nc
39.100 + 78Nr = ( 39 + 78 ) .0
78Nr = -3900 Nr = - 50
Jadi putaran ring gear 50 rpm ( direduksi ).Arah putaran berlawanan ( tanda
minus ).
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 61
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
KA
S = Sun gear
R = Ring Gear
C = Carrier
C
S R
KI
Apabila sun gear diputar kekanan (KA) , ring gear ditahan, maka arah carrier
adalah kekiri (KI). Jadi putaran input sun gear akan berlawanan dengan
putaran output Carrier
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 62
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
1. Pin
2. Washer spring
3. Plate
4. Disc
5. Spring
6. Housing
7. Piston
8. Ring gear
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 63
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
Pada Planetary gear system, untuk pemindahan kecepatan dengan cara yang
sederhana yaitu cukup membuat engage dan disengage clutchnya. Semua
gear sudah saling berhubungan satu sama lain ( contoh constant mesh ). Hal
ini memungkinkan untuk mengurangi kebisingan dari hubungan roda giginya
pada waktu shifting.
Apabila kita ingin clutch engage menahan ring gear. Berarti kita harus
mengirimkan oil pressure dari control valve untuk mendorong piston menekan
disc dan plate. Disc dan plate tertekan akibatnya ring gear dan case akan
sertahan putaranya. Akibatnya ring gear akan tertahan putarannya. Untuk
merelease, kita alihkan oil pressurenya kembali ke control valve / tanki,
sehingga piston akan kembali ke posisi semula dibantu dengan adanya return
spring.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 64
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
1. Disc
2. Ball Valve
3. Piston housing
4. Piston
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 65
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
Gambar dibawah menunjukkan salah satu type dari torqflow transmission yang
mempuyai rotary clutch pada clutch ke 5. Rotary clutch ini biasanya untuk
kecepatan 1, yang selalu berputar bersama - sama dengan output shaft tidak
seperti clucth yang lainnya, sehingga oil pressure yang dikirim kepadanya (
melalui shaft untuk kepentingan clutch ). Nantinya akan sulit untuk di drain
kembali ke case oleh karena adanya gaya centrifugal. Oleh sebab itu
diciptakan BALL CHECK VALVE
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 66
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 67
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
Keterangan Gambar
5. Front Cover 37. Clutch spring
6. Sun Gear for reverse 38. Clutch plate
7. Ring gear for reverse 39. Clutch disc
8. Pinion shaft 40. Tie bolt
9. Planetary pinion for reverse 41. Carrier for reverse
10. Ring gear for reverse
11. Sun gear for forward
12. Planetary pinion
13. Ring gear for forward
14. Pinon shaft
15. Ring gear for 3 rd
16. Planetary pinion for 3rd
17. Sun gear for 3 rd
18. Ring gear for 2 nd
19. Planetary pinion for 2 nd
20. Pinion shaft
21. Sun gear for 2 nd
22. 1 st clutch inner drum
23. 1 st clutch piston
24. 1 st clutch piston housing
25. Output shaft
26. Collar
27. Block
28. 1 st clutch housing
29. Seal ring
30. Carrier for 2 nd speed
31. Plate
32. Carrier fo forward 3rd speed gear
33. Piston housing for forward
34. Carrier for reverse
35. Piston housing for reverse
36. Clutch piston fr reverse
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 68
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
M = 3.0 M = 3.5
R2 2&5 0,790
R3 2&4 0,478
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 69
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 70
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 71
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 72
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
Keterangan gambar
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 73
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 74
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 75
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
C. CONTROL VALVE.
Control valve adalah kombinasi beberapa valve yang berfungsi untuk
mengatur arah aliran dan mengatur tekanan yang mau masuk ke sistim serta
mengatur jumlah flow / aliran yang diperlukan oleh sistim hidrolik
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 76
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
Control valve adalah kombinasi dari beberapa valve yang ekerja pada fungsi
masing - masing, antara lain :
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 77
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
CARA KERJA
h a
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 78
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 79
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
SAFETY VALVE.
fungsinya :
Sebagai penyelamat, jangan sampai unit bergerak (maju/mundur) sebelum
dikehendaki operator pada saat engine di start. Dengan cara menutup saluran
oli yang akan menuju ke Directional valve
Cara kerja :
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 80
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 81
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
Ketika engine di start dengan gear shift lever tidak netral. Ketika lever tidak
netral maka fluida dari reducing valve tidak berhubungan dengan orifice ( e
). Pada kondisi ini, safety valve tidak bergerak ke kiri untuk membuka aliran
sirkuit dari reducing valve directional valve sehigga machine tidak bisa
bergerak.
REDUCING VALVE.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 82
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 83
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 84
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
a. POSISI ENGAGED
b. POSISI DISENGAGED
Apabila aliran dari transmission valve dihentikan, pressure oil yang menekan
piston akan menurun akibatnya piston ( 6 0 akan kembali ke posisi semula
dikarenakan gaya dorong dari valve spring ( 7 ). Hal ini menyebabkan shaft ( 1
) dan clutch gear (4) terpisah kembali
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 85
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 86
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING
BAB IV
TROUBLE SHOOTING.
Maksud trouble shooting adalah untuk menunjukkan sesuatu dengan tepat
sumber dari penyebab kerusakan, melakukan reparasi dengan cepat dan untuk
mencegah terulang kembali kerusakan yang same. Oleh sebab itu, cara yang
paling efektif untuk melakukan trouble shooting, adalah dengan jalan
mengajukan beberapa pertanyaan kepada si operator jawaban yang benar dari
operator in! akan menjadi data untuk menentukan penyebab kerusakan.
1. Hal - hal yang harus dlingat pada saat melakukan Trouble Shooting.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 87
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING
e. Trouble Shooting.
Gunakan hasil penyelidikan dan pengukuran pada point 2 - 4 untuk
memperkecil penyebab kerusakan, kemudian gunakan chart trouble
shooting untuk melokalisir posisi penyebab kerusakan secara akurat.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 88
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING
Note :
Apabila masalah sudah diatasi, penyebab perlu diperhatikan adalah slip
pada steering clutch
Item d (penyebab) hanya khusus mesin yang digunakan servo valve
Keterangan :
X = Ganti
A = Adjust
- Δ = Perbaiki
C = Bersihkan
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 89
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING
Tanyakan operator.
Apakah unit tiba - tiba mati /
berhenti kerusakan didalam
part.
Terdapat getaran tinggi dari
unit kerusakan part.
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 90
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING
Tanyakan operator.
1. Bagaimana operasi sebelumnya
2. Bagaimana mengetahui
dayanya kurang ?
Bandingkan dengan
sebelumnya --> Unit perhati
kan ketidak wajarannya.
Bandingkan dengan yang lain -
-> Unit yang normal.
Check sebelum mengatasi
gangguan.
~ Apakah jumlah oli transmisi
& steering normal ?
~ Apakah ada kebocoran oil
dari pipa, tanki valve ?
~ Apakah rem steering
mengunci ?
~ Apakah kekencangan
rantai normal ?
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 91
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING
TROUBLE SHOOTING
Jawaban :
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 92
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 93
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST
BAB V
PERFORMANCE TEST
Ada tiga macam pengetesan yang harus dilakukan untuk mengecheck
kemampuan torque converter, dimana masing - masing pengetesan
mempunyai standard tersendiri. Pengetesan tersebut adalah stall speed,
Internal leakage dan tekanan. Bila hasil test kemampuan tekanan torque
converter tersebut tidak sesuai dengan standard dapat mempengaruhi kerja
dari mesin, dimana mesin dapat kehilangan tenaga ( low of power ).
A. STALL SPEED.
Stall speed adalah besarnya putaran maksimum engine pada saat putaran
turbin nol, karena kelebihan beban. Dalam melakukan pengetesan, pemberi -
an beban berlebihan dapat dilakukan dengan mengoperasikan brake.
Prosedur pengetesan :
1. Pasang tachometer pada engine speed pick up port untuk mengetahui
putaran engine. Usahakan posisi engine dapat dibaca dengan mudah dan
jelas.
2. Panaskan engine dan ukur speed engine pada posisi low idle dan high idle.
Sesuaikan dengan nilai standard.
3. Injak brake pedal dan posisikan gear shift lever pada speed tertinggi. Stall-
kan torque converter dengan speed engine full throttle dan biarkan tempe-
ratur olinya naik.
4. Bila temperatur oli memasuki daerah merah pada temperatur gauge,
kembalikan segera gear shift lever ke posisi netral untuk menurunkan
temperatur.
5. Ulangi step c dan d tiga klai dan ukurlah putaran engine ketika temperatur
gauge memasuki daerah merah.
6. Bandingkan dengan standard.
B. INTERNAL LEAKAGE.
Internal leakage adalah kebocoran oli dari torque converter yang terkumpul
dalam case torque converter. Jika oli di dalam case terlalu banyak, maka
torque converter menjadi tertahan oleh rendaman oi yang mengakibatkan
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 94
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST
pemborosan tenaga engine dan oli dalam case cepat panas. Disamping itu
transmisi juga akan kekurangan oli.
Prosedur pengetesan I :
a. Buka tutup bawah torque converter ( bottom guard ).
b. Hidupkan engine pada medium idle speed selama 1 menit kemudian
matikan.
c. Buka drain plug pada bagian bawah case, kemudian tampung oli yang
keluar.
d. Ukur berapa liter jumlah seluruh oli dalam case. Jumlah oli yang diijinkan
dalam case tidak lebih dari 10 liter. Oli dalam case terlalu banyak terutama
diakibatkan oleh kemungkinan kebocoran oli ke case terlalu besar atau
kapasitas pemindahan oli oleh scavenging pump berkurang.
Prosedur pengetesan II :
a. Buka tutup bawah torque converter ( bottom guard ).
b. Buka drain plug pada bagian bawah casetorque converter.
c. Hidupkan engine pada posisi speed maksimum dan transmisi dalam keadaan
netral. Ukur berapa oli yang keluar dari drain plug selama 1 menit engine
full speed. Bandingkan dengan standard, jika lebih menandakan bahwa
kebocoran oli ke case terlalu besar sehingga scavenging pump tidak
mampu memindahkan ke case transmission.
C. TEKANAN.
Pengetesan tekanan oli dilakukan pada torque converter dan transmission
contro valve.
Pada dasarnya meliputi :
Torque converter relief pressure.
Torque converter regulator pressure.
Modulating relief pressure.
Reducing pressure.
Prosedur pengetesan ;
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 95
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 96
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 97
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST
BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 98