100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
6K tayangan103 halaman

Sistem Torqflow pada Alat Berat

Buku panduan ini membahas sistim pemindah tenaga torqflow pada alat berat. Sistim ini menggunakan zat cair (oli) untuk memindahkan tenaga dari mesin ke rangkaian transmisi. Buku ini menjelaskan berbagai komponen sistim torqflow seperti damper, torque converter, transmisi planet, dan sirkuit hidroliknya.

Diunggah oleh

mwtherasta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
6K tayangan103 halaman

Sistem Torqflow pada Alat Berat

Buku panduan ini membahas sistim pemindah tenaga torqflow pada alat berat. Sistim ini menggunakan zat cair (oli) untuk memindahkan tenaga dari mesin ke rangkaian transmisi. Buku ini menjelaskan berbagai komponen sistim torqflow seperti damper, torque converter, transmisi planet, dan sirkuit hidroliknya.

Diunggah oleh

mwtherasta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC MECHANIC COURSE

TORQFLOW SYSTEM
( SISTIM PEMINDAH HIDROLIK )

PT UNITED TRACTORS Tbk.


TRAINING CENTER DEPT.
2007
TORQFLOW SYSTEM

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga
dapat tersusun buku “ BASIC MECHANIC COURSE “ Buku ini disusun untuk
melengkapi bahan pelatihan di lingkungan PT United Tractors Tbk.
Buku panduan ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan
harapan dalam pemahamannya akan lebih mudah, khususnya bagi PESERTA
TRAINING dalam proses belajar mengajar pada materi Basic Mechanic Course
Alat-alat Berat.
Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku
Paduan ini masih jauh dari sempurna, maka dengan keterbatasan yang ada
penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari Instruktur dan para
pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi
salah persepsi untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku Paduan
Program Training Basic Mechanic Course ini.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan
Team perumus yang telah membantu sehingga terselesaikannya pembuatan
buku paduan ini.

Jakarta, 17 Agustus 2007

Penyusun

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP i
TORQFLOW SYSTEM

DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar …………………………………….......………….. i


2. Daftar isi ……………………………………………………….......….. ii
3. Pendahuluan ..................................................... 2
BAB I DAMPER
1. Prinsip kerja ....................................................... 9
2. Spring damper .................................................... 10
3. Rubber damper ................................................... 11
BAB. II TORQUE CONVERTER
1. Prinsip dasar ………………........................................ 15
2. Sifat torque converter .......................................... 18
3. Pump / Impeller .................................................. 27
4. Turbin .............................................................. 29
5. Stator ............................................................... 30
6. Free wheel ........................................................ 31
7. Istilah dalam Torque converter ............................. 33
8. Klasifikasi dan Performance .................................. 35
9. Single phase ………………………………........................... 38
10. Doble phase ..................................................... 42
11. Triple phase ...................................................... 45
12. TC With lockup clutch ......................................... 47
13. Sirkuit hidrolik ................................................... 50
14. Valve ............................................................... 52
15. Trouble shooting ................................................ 54
BAB. III . TORQFLOW TRANSMISSION
1. Planetary gear system ......................................... 57
2. Single pinion ....................................................... 59
3. Doble pinion ....................................................... 61
4. Engaged dan Disengaged clutch ............................ 63
5. Ball check valve .................................................. 65
6. Gear Train Komatsu ............................................. 69
7. Hydraulic circuit ................................................. 72

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP ii
TORQFLOW SYSTEM

8. TM Control valve .................................................. 76


9. Modulating valve .................................................. 78
10. Safety valve …..................................................... 80
11. Reducing valve ……………………………………………………….. 82
12. Counter shaft TM system ………………………………………. 84
13. Posisi engaged & Disengaged …………………………………. 85
BAB. IV. TROUBLE SHOOTING
1. Trouble shooting ………………………………………………………. 87
2. Gear shifting lambat ………………………………………………… 98
3. Unit tidak bisa bergerak ……………………………………………. 90
BAB. V. PERFORMANCE TEST
1. Stall speed …………………………………..……………………………. 94
2. Internal leakage ………………..……………………………………… 94
3. Pressure / tekanan ……

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP iii
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

TORQ FLOW SYSTEM

Torqflow system adalah sistim pemindah tenaga dari engine ke power


train dengan perantara zat cair (dalam hal ini digunakan oli). Unit yang
memakai sistem ini mempunyai daya dorong ( Tractive force ) yang
lebih besar dibandingkan dengan yang memakai direct drive. Disamping
itu apabila mendapat beban yang berlebihan, engine tidak mati.

Masih banyak keuntungan lain dari torqflow system dibandingkan de-


ngan direct drive, antara lain :

4 Dapat meredam getaran dari engine ( torsional vibration ) pada


saat akselerasi dan melindungi engine bila terjadi perubahan
beban.
4 Daya dorong dan putaran engine diatur secara otomatis sesuai
dengan beban .
4 Perpindahan gigi dari transmisi halus, mudah dan dapat dilakukan
dengan cepat tanpa unit berhenti.

Disamping mempunyai banyak keuntungan, torqflow system juga ada


beberapa kelemahan. System ini tidak bisa memindahkan tenaga engine
secara penuh karena mengalami slip di torque converternya.
Kelemahan lain adalah terletak pada konstruksinya yang rumit dan
harganya yang lebih mahal.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 1
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

POWER TRAIN BULLDOZER

1. Engine (170E-3) 6. Hydraulic pump 11. Final drive


2. Damper (SAR(4)140+(3)71 12. Sprocket
3. Universal Joint 7. Transmission 13. Track shoe
4. Pwr train Pump 8. Steering clutch 14. Transfer
(BAL 180+112) 9. Steering Brake 15. Scavenging pump
5. P.T.O 10. Steering Brake (BAR 163+277)

Gbr. 1. Skema Power Train Torqflow System

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 2
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

Pada unit Komatsu, torqflow system dapat diklasifikasikan sebagai


berikut :

1. DAMPER + HYDROSHIFT TRANSMISSION.


Contoh unit yang memakinya : D45, D31, D41, GD505, GD605,
GD655.

2. DAMPER + TORQUE CONVERTER + TORQFLOW TRANSMISSION.


Contoh unit yang memakinya : D45, D53, D57, WA500, WA800.

3. TORQUE CONVERTER + TORQFLOW TRANSMISSION.


Contoh unit yang memakinya : D55, D65, D85, D155, D355,
GD705, WA180, WA300, WA400.

4. TORQUE CONVERTER WITH UP CLUTCH + TORQFLOW


TRANSMISSION.
Contoh unit yang memakinya : WS16, HD200.

5. DAMPER + TORQUE CONVERTER WITH UP CLUTCH + TORQFLOW


TRANSMISSION.
Contoh unit yang memakinya : D275, D375, D475, WS23, HD325,
HD465, HD785.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 3
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 4
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

Gbr. 2. Skema Power Train Torqflow System dengan Hydroshift


Transmission.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 5
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

Gbr. 3. Skema Power Train Torqflow System dengan Damper dan


Torque Converter.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 6
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

Gbr. 4. Skema Power Train Torqflow System


dengan Torque Converter.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 7
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

Gbr. 5. Skema Power Train Torqflow System


dengan Torque Converter with lock up clutch.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 8
TORQFLOW SYSTEM PENDAHULUAN

Gbr. 6. Skema Power Train Torqflow System dengan


Damper dan Torque Converter with lock up clutch.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 9
TORQFLOW SYSTEM DAMPER

BAB I

Damper dipasang pada flywheel engine untuk menaikkan kehandalan


dan ketahanan (reliability and durability) dari komponen-komponen power
train, yaitu dengan menyerap getaran - getaran puntir ( twisting vibration )
yang disebabkan karena adanya perubahan torque engine pada saat akselerasi
/ deselerasi atau pada saat operasi dengan beban berat. Getaran tersebut
harus dihilangkan atau setidak-tidaknya dikurangi, sehingga getaran tidak
diteruskan ke power train clan umur komponen powertrain bisa lebih lama.

1. PRINSIP KERJA
Adapun prinsip kerja damper dapat dijelaskan sebagai berikut :
Jika sebuah beban digantung pada ujung spring (seperti terlihat pada gambar
dibawah), kemudian apabila beban ditarik kebawah clan kemudian dilepas,
beban akan bergerak naik turun secara cepat. Gerakan naik turun dari beban
akan sulit untuk berhenti atau bisa digambarkan grafik dibawah.

Gbr. I-1 Gerakan beban tanpa peredam.

Tetapi, jika sebuah spring dipasang lagi pada beban tersebut clan diikatkan
pada dinding (seperti terlihat pada gambar dibawah), getaran yang terjacli
dapat dikurangi.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 9
TORQFLOW SYSTEM DAMPER

Gbr. I-2 Gerakan beban dengan peredam.

2. KUNTRUKSI DAN CARA KERJA

Ada dua macam damper yang digunakan di Komatsu, untuk meredam getaran
tersebut, yaitu
1. Spring Damper
2. Rubber Damper

2.1. SPRING DAMPER.

Damper ini menggunakan torsion spring untuk meredam getaran,


dimana disc diikatkan pada flywheel sehingga begitu engine hidup damper disc
langsung berputar, Berputarnya damper disc ini akan menarik torsion spring,
kemudian torsion spring akan membawa friction plate berputar sehingga
splined hub juga ikut berputar memutarkan out put shaft. Unit yang mema -
kai damper tipe ini, seperti D 21, D31, D41.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 10
TORQFLOW SYSTEM DAMPER

Gbr. I-3 Kuntruksi spring damper.

2.2. RUBBER DAMPER.

Konstruksi seperti terlihat pada gambar dibawah, dimana outer body diikatkan
ke flywheel. Shaft out put terpasang pada inner body ( splined,sedangkan
antara outer body dan inner body dipasang rubber cushion.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 11
TORQFLOW SYSTEM DAMPER

1. Coupling 5. Bearing
2. Output Shaft 6. Outer body
3. Cover 7. Rubber cushion
4. Bearing 8. Inner Body

Gbr. I-4. Konstruksi rubber damper.

Tenaga engine dipindah ke flywheel dan outer body ( 6 ), kemudian


rubbercushion ( 7 ) meredam getaran engine. Tenaga engine kemudian
diteruskan melalui inner body (8) ke output shaft (2). Dari sini, tenaga engine
diteruskan melalui coupling ke torque converter.
Dam er tipe ini dipakai pada unit WA 500, WA 800, HD 325 , HD 785, D 375
A-2 dan sebagainya

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 12
TORQFLOW SYSTEM DAMPER

Gbr. I-5. Posisi rubber cushion saat terbebani.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 13
TORQFLOW SYSTEM DAMPER

Contih gambar aplikasi Dumper, pada unit bulldozer D 375A

1. Output shaft
2. Flywheel
3. Outer Body
4. Coupling
5. Universal Joint
6. Flange
7. Cover
8. Rubber coupling
9. Breather
10. Oil Level gauge
tube

Gbr. I-6 Dumper Bulldozer D 375 A - 5

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 14
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

BAB II

1. PRINSIP DASAR.

Torque Converter adalah suatu komponen power train yang bekerjanya secara
hidrolis. Fungsi utamanya tidak jauh berbeda dengan main clutch / kopling,
sehingga torque converter sering disebut juga fluid clutch.
Untuk menjelaskan bagaimana suatu torque converter bekerja , dibawah ini
digambarkan suatu contoh kejadian yang sangat erat hubungannya dengan
prinsip kerja torque converter.

Gbr. II-1. Gerakan slang akibat aliran fluida.

Sepotong slang ( pipa karet ) yang diletakkan melengkung diatas lantai


dan salah satu ujungnya dibiarkan bebas sedang ujung yang lainnya
dihubungkan dengan pipa pompa air yang ditanam di dinding.
Apabila ke dalam slang tersebut kita alirkan air atau udara bertekanan, slang
itu sendiri akan berusaha menjadi lurus. Pada bagian yang melengkung, slang
berusaha membelokkan arah aliran air agar mengalir mengikuti lengkungan
slang itu sendiri. Perubahan arah aliran air akan menghasilkan gaya reaksi
pada sisi dalam lengkungan slang, sehingga slang dipaksa lurus.

Untuk mengadakan perubahan arah aliran, kecepatan atau jumlah aliran


diperlukan suatu gaya.
Sebagai contoh, sepotong pipa yang melengkung seperti gambar dibawah.
Apabila aliran oli melalui pipa tersebut, maka kecepatan aliran oli pada bagian

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 15
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

masuk dan keluar menjadi berbeda. Gaya yang bekerja pada oli besarnya
sebanding dengan gaya resultan antara kecepatan masuk dan keluar, dimana
akan menimbulkan gaya reaksi pada dinding pipa, sehingga mengakibatkan
pipa terdorong kearah yang berlawanan arah kanan ( searah dengan gaya
reaksi ).
Besarnya gaya yang bekerja pada oli dan gaya reaksi yang timbul pada
dinding pipa adalah sebanding dengan besarnya aliran oli. Semakin besar
aliran oli, semakin besar gaya reaksi yang dihasilkan.

Gbr. II-2. Gaya reaksi pada didnding pipa

KONSTRUKSI DAN PRINSIP KERJA.

Torque Converter dipasang antara engine dan transmisi, berfungsi


memindahkan tenaga engine ke transmisi. Dimana tenaga mekanis menjadi
tenaga kinetis ( Oil Flow ), yang selanjutnya output shaft torque converter
digerakkan oleh energi kinetis dari oil flow tersebut.
Torque Converter dapat memindahkan tenaga engine ke transmisi secara
halus, tidak berisik dan tidak ada shock, yaitu dengan menggunakan oli
sebagai media perantara. Sehingga tidak menimbulkan benturan - benturan
yang keras pada roda gigi dan poros transmisi dan apabila unit mendapat
benturan atau beban kejutan pada attachmentnya tidak akan diteruskan ke

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 16
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

engine. Sebaliknya, vibrasi yang mungkin timbul pada setiap perubahan


torque engine, akan diserap oil flow dalam torque converter.

Ditinjau dari kebutuhan unitnya, torque converter memiliki keunggulan utama


yang tidak diperoleh dari jenis - jenis komponen pemindah tenaga yang lain.
Dimana torque output dapat berubah secara otomatis disesesuaikan dengan
besar kecilnya beban unit, tanpa mengubah putaran dan torque engine.

Pada umumnya torque converter mempunyai tiga bagian utama, yaitu : Pump
( impeller ), Turbin ( Runner ) dan Stator ( Reactor ). Pump dihubungkan
dengan flywheel oleh drive case dan digerakkan langsung oleh
engine,menghasilkan energi kinetis pada oli dalam torque converter. Turbin
dipasang tetap pada out put shaft, dimana sudu turbin menerima energi
kinetis ( oil flow ) dari pump yang kemudian mengubahnya menjadi energi
mekanis. Stator terpasang pada Stator Shaft yang terpasang fix pada case /
housing dari Torq Converter.

Gbr. II-3. Skematik Torque Converter.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 17
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Jika pump diputar, dan pada sudu - sudunya penuh oli, maka pump
akan menghasilkan oil flow dan masuk ke sudu - sudu turbin, dan turbin akan
ikut berputar. Sisa oil flow yang dari turbin mengalir masuk ke sudu - sudu
stator, selanjutnya mengalir ke arah mana pump berputar. Jika torque
converter kekurangan oli maka turbin tidak dapat berputar dan tenaga engine
tidak dapat dipindahkan ke Transmisi

A. Sifat Torque Converter.

Dapat dikatakan bahwa turbin selalu berputar lebih lambat dari pada
pump (engine), tetapi torque nya lebih besar daripada torque engine. Kecuali
dalam hal - hal tertentu adakalanya turbin berputar lebih cepat dan pump,
misalnya sewaktu unit mengalami over speed ( pada waktu unit jalan turun /
misoperation )
Semakin besar torque ratio, semakin kecil speed rationya, kemudian jika
turbin menjadi berhenti karena beban, torque rationya menjadi maksimum,
pada keadaan demikian torque converter disebut dalam keadaan stall.
Seperti terlihat pada Grafik

Stall

300
T
Torque Turbin
o
r 200
q Torque Engine
u
e
100

(Kg.m) 0 1000 2000


Putaran turbin (RPM)

Gambar. II-4 Grafik Torque Converter NP = 2000 Rpm

Pada putaran engine 2000 Rpm, turbin lebih rendah, selanjutnya akan
semakin lambat apabila torque ( beban ) turbin bertambah. Jika beban

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 18
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

berlebihan ( overload ), turbin akan dipaksa berhenti, sementara engine tetap


berputar.
Sebagai contoh apabila unit sedang mendaki atau mendorong beban yang
berat, dengan sendirinya putaran turbin turun, menghasilkan kecepatan unit
berkurang yang mana sebaliknya menambah gaya dorong unit semakin besar.

Unit - unit yang memakai torque converter, enginenya tidak akan stall
walaupun unit mendapat beban berlenihan, tetapi torque converternya yang
mengalami stall. Bila keadaan ini dibiarkan terlalu lama, oli torque converter
akan menjadi sangat panas ( overheat ). Dalam hal ini tenaga mekanis engine
diubah menjadi energi panas.
Tenaga engine yang diserap oleh pump ( Impeller ), tidak seluruhnya daopat
dipindahkan ke out put shaft torque converter, karena sebagaian akan
berubah menjadi energi panas yang mengakibatkan temperatur olinya panas,
sehingga perlu dipasang oli cooler pada sirkulasi olinya.

Tenaga engine
100

Kerugian tenaga (yang berubah menjadi


energi panas)

50
Effisiensi Tenaga engine yang dapat dipindahkan torque
(%) converter ke transmissi

0 1000 2000
Putaran turbin ( RPM )

Gambar. II-5 Grafik Effisiensi Torque Converter

Seperti digambarkan pada grafik diatas, semakin rendah putaran turbin


semakin besar tenaga engine yang berubah menjadi panas dan tenaga yang
dipindahkan ke transmisi semakin berkurang.
Berbeda dengen fluid coupling, pada fluid coupling pump dan turbin speed
akan naik atau turun pada kecepatan yang sama ( speed ratio konstan ).
Sebagai contoh seperti tabel dibawah, diasumsikan torque pump 100 Kg.m
pada saat putarannya 1000 Rpm.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 19
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Speed change ½ 1 1.5 2

Pump Speed (rpm) 500 1000 1500 2000

Turbin Speed (Rpm) 250 500 750 1000

Pump Torque (kg.m) 100 x (½)2 = 25 100 100 x (1.5)2 = 225 100 x (2)2 = 400

Dari tabel diatas terlihat bahwa semakin tinggi putaran pump, akan semakin
besar torque pumpnya atau bisa digambarkan seperti grafik sebagai berikut :

Gambar. II-6 Grafik hubungan antara pump torque dan


Pump speed pada fluid coupling

Kemampuan fluid coupling digambarkan dengan grafik hubungan antara


efficiency (  ), torque ratio ( t ) dan primari torque coeficien ( besarnya
torque pump ketika berputar 1000 rpm/ = tp )

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 20
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gambar. II-7 Grafik performan fluid coupling

Ketika speed ratio mendekati 1 ( satu ) kecepatan turbin hampir sama dengan
kecepatan pump. Dan tenaga engine hampir tidak ada yang diteruskan melalui
fluid coupling, karena primary torque ( torque pump ) turun mendekati 0 ( nol
). Karena pump torque selalu sama dengan torque turbin, efficiensi fluid
coupling menjadi :
Nt . Tp Nt
= = = e ( speed ratio )
Np . Tt Np
Tetapi pada kesempatan, jika diperhitungkan dengan effisiensi mekanik dan
fluid resistance, akan ada tenaga yang hilang sehingga effisiensinya akan lebih
rendah dari effisiensi teoritisnya.

Gambar. II-8 Grafik efisiensi fluid coupling

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 21
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gambar dari torque converter

1. Drive case 15. Nut 29. Cover


2. Drive gear 16. Drain plug 30. Stator shaft
3. Bolt 17. Strainer 31. Bearing
4. Snap ring 18. Cover 32. Drive gear
5. Pilot bearing 19. Stud 33. Pump
6. Pilot 20. Cover 34. Bolt
7. Bolt 21. Driven gear assy 35. Turbine
8. Boss 22. Pump case 36. Relief valve
9. Bolt 23. Drive gear assy 37. Regulator valve
10.Stator 24. St. shaft bearing 38. Cover

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 22
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

11.Stator boss 25. Coupling 39. Scavenging pump


12.Housing 26. Seal seat 40. Strainer
13.Drain plug 27. Turbine shaft
14.Drive gear 28. Oil seal

Gambar. II-9 Komponent Torque Converter

Kuntruksi dari Torque converter

Gbr. II-10 Konstruksi torque converter

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 23
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gbr. II-11 Konstruksi torque converter (D 155)

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 24
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gambar kontruksi Torque Converter

1. Coupling 14. Bearing cage 28. Scavenging pump

Gbr. II-12 Konstruksi torque converter (D 155)

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 25
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

2. gear
3. Seal cage 15. Retainer 29. Sealm seat
4. Input shaft 16. Shaft 30. Spacer
5. Front Housing 17. Trans. Input shaft 31. Cover
6. Idle gear 18. Stator shaft boss 32. Hyd. Pump gear
7. Idle gear shaft 19. Stator clutch housing. 33. Power train
pump gear
8. Clutch housing 20. Return spring 34. Cover
9. Drive case 21. Stator clutch plate 35. Cover
10.Turbine 22. Stator clutch disc
11.Rear housing 23. Stator clutch piston
12.Stator 24. Turbine boss A. Hydraulic pump mount
13.Pump 25. L/up clutch disc B. Power train pump
mount
14.Stator shaft 26. L/up clutch plate C. Scavenging
pump mount
27. L/up clutch piston

Gbr. II-7. Konstruksi Torque Converter D 375A-5

A. TORQUE COVENTER

Gbr. II-13 Konstruksi torque converter (D 155)

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 26
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Pada umumnya torque converter terdiri atas tiga komponen utama yaitu :

1. Pump ( Impeller ).
2. Turbin ( Runner ).
3. Stator ( Reactor ).

Pump dan turbin suatu torque cinverter mempunyai banyak sudu, masing -
masing sudu pump atau turbin dibuat simetris dan dapat dianggap
merupakan suatu pipa yang dilengkungkan dan dari dalamnya dialirkan oli
yang bertekanan.

1. Pump ( Impeller ).
Pump ini dipasang / dihubungkan dengan flywheel oleh drive case dan
digerakkan langsung oleh engine. Jadi begitu engine berputar, maka pump
pun akan ikut berputar, sehingga oli yang ada didalam- nya akan terlempar
karena gaya centrifugal dari bentuk sudu pump itu sendiri.

Gbr. II-14 . Pump / Impeller

Apa yang menimbulkan perubahan kecepatan aliran oli di dalam sudu


pump adalah gaya yang bekerja pada oli dalam sudu. Torque engine yang ada
dalam impeller mengahsilkan gaya sentrifugal pada olii sehingga oli mengalir

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 27
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

sepanjang sudu - sudu pump dan ini disebut “ absorption torque of pump “ (
besarnya torque engine yang diserap oleh pump untuk memberikan gaya pada
aliran oli melalui sudu - sudunya ).
Selanjutnya, jika pump berputar lebih cepat, secara serempak menghasilkan
aliran oli yang lebih besar, sehingga absorption torque of pump bertambah
cepat.
Engine harus dijalankan pada putaran tertentu, sehingga besarnya absorption
torque of pump seimbang dengan engine. Yakni pada putaran dimana kurva
absorption torque of pump dan kurva engine torque berpotongan.

Gbr. II-15 . Grafik absorption of Pump

Dengan alasan ini, jika kecepatan engine diturunkan dengan mengurangi


throttle, engine akan bekerja pada torque yang rendah ( dilukiskan dengan
garis putus - putus ) sehingga mengurangi gaya dorog ( tractive force ) unit.

Torque engine yang diserap oleh pump, berarti juga daya ( horse power )
engine yang diserap oleh pump. Pada grafik dibawah ditunjukkan hubungan
antara horse power engine dengan horse power yang diserap pump. Engine
harus dioperasikan pada kecepatan tertentu sehingga besarnya horse power
yang diserap maksimum.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 28
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gbr. II-16. Grafik absorption horse power of Pump

2. Turbin.
Turbin dipasang apad out put shaft dan berfungsi merubah energi kinetis dari
oli yang sedang diberikan pump, menjadi mekanis pada shaft output
nya.Perubahan arah dan kecepatan aliran oli dalam sudu - sudu turbin meng
hasilkan gaya reaksi sehingga turbin berputar.
Besarnya torque yang dihasilkan pada shaft turbin adalah sebanding dengan
resultan dua besaran yang diperoleh dari hasil perkalian kecepatan keliling
aliran pada bagian inlet dan outlet dengan masing - masing radius pada kedua
ports. Torque turbin juga dipengaruhi dengan jumlah aliran dari fluida.
Kuntruksi turbin seperti gambar dibawah ini.

Gbr. II-17. Turbin / Runner

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 29
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

3. Stator.

Stator dipasanga pada shaft yang tetap pada housing yang berfungsi
mengarahkan oil flow dari sudu - sudu turbin untuk masuk kembali ke sudu -
sudu pump sesuai dengan arah putaran pump, sehingga oil flow yang masih
mempunyai tenaga kinetis akan membantu mendorong dan memperingan
kerja pump dan selanjutnya akan memperbesar tenaga kinetis dari outlet
pump berikutnya
Jika turbin berputar cepat hingga speed rationya mendekati satu, maka arah (
sudut aliran) oli akan berubah, sehingga oli yang keluar dari turbin akan
memukul punggung sudu - sudu stator. Keadaan yang demikian menga
kibatkan aliran oli menjadi tidak beraturan dan efisiensi torque converter akan
menurun.

Gbr. II-18. Stator.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 30
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

FREE WHEEL.
Free wheel atau sering disebut “ one way clutch “ dipasang pada stator,
terletak antara stator dan shaft yang berfungsi agar stator dapat berputar ke
satu arah saja pada shaftnya, dimana akan ber -fungsi juga menaikkan
effisiensi dari torque converter.

Ada dua tipe dari free wheel :

1. Roller type.
2. Sprag type.

1. ROLLER TYPE FREE WHEEL

Gbr. II-19. Free wheel tipe roller.

Konstruksi seperti ini terlihat pada gambar diatas, apabila stator diputar
padashaftnya kearah ( a ), roller akan bergerak ke kanan kearah ruangan
yang lebih sempit, stator akan terkunci dan diam. Apabila stator diputar
kearah ( b ), roller akan bergerak ke kiri pada ruangan ang lebih luas
melawan spring, sehingga memungkinkan stator dapat berputar lancar kearah
(b)

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 31
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gbr. II-20 Free wheel tipe roller.

2. SPRAG TYPE FREE WHEEL

Gbr. II-21 . Free wheel tipe Sprag.

Pada sprag A, lebih panjang daripada B terlihat pada gambar ( C ).


Apabila stator diputar kearah ( a ), sprag akan bergeser ke kiri sesuai dengan
arah anak panah, yang mana posisi ini A lebih panjang daripada jarak antara
stator dengan shaft, sehingga stator akan terkunci dan diam.
Sebaliknya, apabila digunakan stator diputyar kearah ( b ) akan dapat
berputar dengan lancar selama B lebih pendek dari pada jarak antara stator
dengan shaftnya.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 32
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gbr. II-22 . Free wheel tipe Sprag.

Gbr. II-23 . Sprag type

Istilah - istilah Dalam Torque Converter

 Stall : Suatu keadaan dimana kecepatan turbin sama


dengan nol berhenti karena beban berlebihan,
sedangkan kecepatan pump masih ada se -suai
dengan kecepatan engine.

 Elemen : Jumlah komponen utama dalam torque


converter yang berhubungan dengan oil flow.

 Stage : Sesuatu yang berhubungan langsung dengan


out put shaft, dalam hal ini adalah jumlah turbin.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 33
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

 Phase : Perubahan kenaikan effisiensi dari torque


converter ( perubahan fungsi dari stator ),
berhubungan dengan konstruksi stator.
 Stall Speed : Besarnya maksimum speed dari pump pada
saat turbin berhenti,karena beban berlebihan.
 Speed Ratio : Perbandingan antara kecepatan turbin dengan
kecepatan pump atau out put speed, dimana :

Speed turbin nt
Speed Ratio = , atau e =
Speed pump np

 Torque Ratio : Perbandingan antara torque turbin dengan


torque pump, dimana :

Torque turbin TT
 Torque Ratio = , atau t =
Torque pump TP

 Efficiency : Perbandingan power out put (turbin / dengan


power input ( pump / engine ) dalam persen.

Power turbin 
= x 100 %
Power pump

Speed turbin x torque turbin


= x 100 %
Speed pump x torque pump

= Speed ratio x torque ratio x 100 %

= e x t x 100 %.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 34
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

3. KLASIFIKASI DAN PERFORMANCE

Suatu unit torqflow yang sedang beroperasi ke dalam torque converter diberi
oli dengan tekanan tertentu dimana pump / impeller dalam torque converter
berputar karena berhubungan langsung dengan flywheel melalui drive case
sehingga oli yang mengalir dalam sudu - sudu pump terjadi gaya sentrifugal
dari pump itu sendiri dan terlempar keluar menimbulkan tenaga aliran ( energi
kinetis ) pada oli tersebut.
Aliran oli yang terlempar segera masuk ke dalam sudu - sudu turbin dan
mendorongnya sehingga turbin berputar karena menerima tenaga kinetis dari
oli tersebut

Gbr. II-24. Aliran oli dalam torque converter.

Selanjutnya flow oil segera meninggalkan turbin dan masuk ke dalam sudu -
sudu stator. Dalam sudu - sudu startor, arah flow oil dirubah diarahkan
kembali masuk ke dalam inlet sudu - sudu pump, karena flow oil ini masih
menyimpan energi kinetis, sehingga selanjtunya dapat membantu kerja pump
dan menghasilkan tenaga kinetis baru pada outlet yang mana selanjutnya
akan diterima turbin, demikian dan seterusnya.

Dengan adanya aliran oli yang bertekanan maka pump, turbin dan stator
masing - masing mendapat gaya ( F ) dan torque ( T ). Karena gaya yang
menimbulkan torque adalah sama yaitu oli, maka berlalu hukum
keseimbangan.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 35
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

AKSI = REAKSI atau AKSI - REAKSI = NOL.

Gbr. II-25. Gaya dan torque yang terjadi pada sudu - sudu.

Jadi dapat dirumuskan :

Tp - Tt + Ts = 0 , atau

Tt = Tp + Ts

dimana : Tt = Torque turbin.


Tp = Torque pump.
Ts = Torque stator.

Di atas terlihat akan fungsi dari stator yang sebenarnya dimana Tt bisa lebih
tinggi dari Tp ( = torque engine ) dengan adanya stator.
Berubah - ubahnya arah dan kecepatan oil flow yang disebabkan oleh berubah
- ubahnya speed ratio akibat variasi beban, maka berubah - ubah pula “
turning torque “ dari turbin.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 36
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Kesimpulan
a. Semakin tinggi putaran pump akan semakin besar gaya sentrifugal yang
dihasilkan dan semakin besar pula flow
FLOW SPEED
speed dari oli.
FLOW SPEED DARI

b. Semakin rendah speed ratio,


SIRKULASI OIL

semakintinggi flow speed oli, karena


gaya sentrifugal dari pump semakin
besar.

0 1 c. Semakin tinggi speed ratio, flow speed


SPEED RATIO
semakin terganggu karena gaya
sentrifugal dari pump dan turbin
mendekati balance ( seimbang ).

Seperti dijelaskan bahwa flow oil dalam torque converter pada berbagai speed
ration menimbulkan berbagai variasi torque dari turbin.

FLOW SPEED
a. Pada keadaan stall :
4• Tt
Torque ratio = = 35
Tp
3• Tt = tp + Ts, dimana Ts = maksimum.
TORQUE RATIO ( t )

b. Pada speed ratio = 0,8.


2
• Tt
Torque ratio = =1
Tp
1• Tt = tp - Ts, dimana Ts = 0.

c. Pada speed ratio = 1


Tt
0 0,5 0,8 1
Torque ratio = <1
SPEED RATIO
Tp
Tt = tp - Ts.
Kemampuan suatu torque converter, digambarkan oleh torque ratio dan
effisiensi maksimumnya. Di dalam unit direct drive seluruh tenaga engine
dapat dipindahkan oleh main clutch ke transmisi ( kecuali slip ), baik speed
ratio maupun torque ratio selalu sama dengan satu.
atau :
Effisiensi = Torque ratio x speed ratio x 100 %
= 1 x 1 x 100 %
Effisiensi = 100 %.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 37
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Tetapi dalam unit troqflow drive, tenaga engine tidak 100 % yang dapat
dipindahkan oleh torque converter ke transmisi yang masih tergantung dengan
speed ratio dan torque ratio. atau :

Effisiensi = Torque ratio x speed ratio x 100 %


Effisiensi = kurang dari 100 %.

Semakin tinggi torque ratio maksimum dan effisiensi maksimumnya, tentu


saja kemampuan ( performance ) yang dimiliki torque converter akan semakin
tinggi. Effisiensi pemindahan tenaga suatu torque converter selalu berubah -
ubah sesuai dengan perubahan speed rationya. Effisiensi torque converter
maksimum berkisar antara 80 - 90 % .

TYPE – TYPE TORQUE CONVERTER

Besarnya effisiensi maksimum suatu torque converter dipengaruhi oleh type


dari torque converter.

1. SINGLE PHASE

Gbr. II-26. Skematik dan grafik torque converter type single phase.

Pada torque converter type single phase ini, apabila speed ratio naik
mendekati 1 ( satu ) torque turbin akan turun mendadak, semakin tinggi

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 38
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

speed ratio semakin tinggi pula effisiensi torque converter dan akan mencapai
maksimum pada speed ratio = 0,7 ( sebagai contoh ).

Beberapa tenaga engine yang tidak dapat dipindahkan oleh torque converter
adalah sebagai tenaga yang hilang ( slip ) yang kemudian akan berubah
menjadi panas pada oli dalam torque converter itu sendiri. Oleh sebab itu
adalah sebagai alasan yang tepat kenapa torque converter harus di lengkapi
dengan oil cooler yang cukup besar untuk mencegah panas oli yang berlebihan
pada saat operasi.

Oil flow dan speed ratio dalam converetre type single phase :
 Kemungkinan I.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 39
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

 Kemungkinan II.

 Kemungkinan III.

 Kemungkinan IV.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 40
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

1. Drive gear 7. Stator shaft 13. Scavenging pump


2. Drive case 8. Housing 14. Drive case
3. Turbin 9. Coupling 15. Strainer
4. TC Housing 10. Turbin shaft 16. Drain plug
5. Pump 11. Stator 17. Turbin boss
6. Drive Gear 12. 18. holder
19. Pilot
Gbr. II - 27. Konstruksi torque converter
tipe single phase.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 41
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

2. Double Phase.

Gbr. II-28 Skematik dan grafik torque converter

Pada torque converter type double phase, antara stator dan shaftnya dipasang
free wheel sehingga bisa berputar satu arah. Pada permulaan effisiensi akan
menurun, stator mulai berputar, sehingga oil flow akan mengarah kembali
menuju pump, sehingga effisiensi torque converter akan naik kembali
mendekati 100 %.

Kemungkinan I

Flow Oil paca saat dimana 0 < SP.Ratio < 0,5 Pump berputar
Turbin berputar / tidak dan STATOR tidak dapat berputar yang
justrumengarahkan Oil kembali ke Pump dengan arah terlihat pada
( Tt = Tp + Ts ).

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 42
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

 Kemungkinan II

Flow oil pada saat dimana 0,6 < Sp.Ratio < 0,8 F/W STATOR belum akan
mulai berputar dan masih dapat mengarahkan oil masuk kembali ke Pump.

( Tt = Tp + 0

 Kemungkinan III

Flow Oil pada saat dimana Sp.Ratio > 0,8. F/W.STATOR berputar sehingga
tidak mengganggu arah Oil yang akan kembali ke PUMP adalah arah oil apa
bila F/W.STATOR tidak berputar

( Tt = Tp - 0 )

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 43
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

1. Coupling 7. Outer race 13. Stator


2. Input Shaft 8. Pump 14. Lockup clutch disc
3. Case 9. Retainer 15. Lockup clutch piston
4. Drive case 10. Stator shaft 16.Lockup clutch housing
5. Boss 11. Stator bushing 17. Retainer
6. Turbine 12. Free wheel

Gbr. II-29 Kuntruksi torque converter doble phase


With lockup clutch

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 44
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

3. TRIPLE PHASE

Gbr. II-30. Skematik dan grafik torque converter


tipe triple phase.

Pada torque converter tipe three phase, etrdapat dua stator yang masing -
masing dilengkapi dengan free wheel. Pada permulaan effisiensi mulai
menurun, stator satu ( S1 ) akan berputar menghindari turunnya effisiensi.
Kemudian speed ratio dapat lebih tinggi yang selanjutnya effisiensi akan
menurun lagi, tetapi stator dua ( S2 ) mulai berputar menyebabkan torque
turbin tidak turun dan naiklah effisiensi yang kedua kalinya.

Gbr. II-31 Grafik torque converter tipe triple phase.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 45
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

1. Pilot 8. 2nd. Stator Asst 15. Scavenging pump


2. Holder 9. Pump 16. Plug
3. Nut 10. TC Housing 17. Free wheel
4. Turbine 11. Stator shaft 18. Drive case
5. Drive case 12. Cover 19. Turbin shaft
6. 1st. Stator assy 13. Coupling 20. Relief valve
7. Trust plate 14. Drive gear 21. Regulator Valve

Gbr. II-32 Kuntuksi torque converter tipe triple phase.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 46
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

4. TORQUE CONVERTER dengan LOCK UP CLUTCH

Cara lain untuk menaikkan effisiensi torque converter, dapat digunakan


susunan clutch yang terletak antara pump dan turbin seperti gambar berikut :

Gbr. II-33. Skematik dan grafik torque converter


dengan Lock Up Clutch.

Torque converter berfungsi sebagaimana mestinya, hanya pada speed tertentu


dan apabila dikehendaki operator clutch dapat engaged yang berarti
menghubungkan langsung antara turbin dengan pump sehingga merupakan
unit direct drive dengan effisiensi 100 %.Torque Converter seperti ini biasanya
stator dilengkapi dengan free wheel. Contoh unit yang menggunakan : HA
200, 320 dan WS 16, 23, dan sebagainya. (seperti terlihat pada gambar II-34)

Ada juga Torque Converter yang dilengkapi dengan lock up clutch tetapi stator
tidak memakai free wheel. Torque Converter tipe ini digunakan bulldozer (
D375 A-2, D475 A -2 ) dimana dilengkapi denagn stator clutch. Sehingga
ketika lock up clutch difungsikan ( engaged ), stator clutch akan
disengaged untuk membebaskan stator dari housingnya dan dapat berputar
bebas. Jadi ketika lock up clutch difungsikan, oli dalam torque converter dapat
bergerak bebas bersama dengan putaran pump dan turbin, tanpa adanya
hambatan dari sudu - sudu bila stator dalam keadaan diam. ( Seperti terlihat
pada gambar II - 35 )

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 47
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Lock up clutch dijalankan oleh tekanan oli, dimana oli yang menuju lock up
clutch maupun stator clutch diatur oleh lock up valve. Lock up valve ini
digerakkan solenoid berdasarkan sensor kecepatan ( yaitu kecepatan out put
shaft ) dan sensor tekanan modulating oli transmisi.
Kuntruksi Torque Converter

Gbr. II-34. Kuntrusi torque converter


dengan Lock Up Clutch HD 465

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 48
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gambar kontruksi Torque Converter

Gbr. II-35. Konstruksi Torque Converter D 375A-5

1. Coupling 14. Bearing cage 28.Scavenging pump gear


2. Seal cage 15. Retainer 29. Sealm seat
3. Input shaft 16. Shaft 30. Spacer
4. Front Housing 17. Trans. Input shaft 31. Cover
5. Idle gear 18. Stator shaft boss 32. Hyd. Pump gear
6. Idle gear shaft 19. Stator clutch housing.33. Power train pump gear
7. Clutch housing 20. Return spring 34. Cover
8. Drive case 21. Stator clutch plate 35. Cover
9. Turbine 22. Stator clutch disc
10.Rear housing 23. Stator clutch piston
11.Stator 24. Turbine boss Pump
12.Pump 25. L/up clutch disc
13.Stator shaft 26. L/up clutch plate
27. L/up clutch piston

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 49
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

B. SIRKUIT HIDROLIK.

Sirkuit hydraulic sederhana pada Torque converter

1. Transmission case. 9. Stator.


2. Strainer. 10. Torque converter temp gauge
3. Transmission oil pump.
4. Transmission oil filter. 11. Torque Converter regulatorvalve
5. Transmission control valve.
6. Relief valve. 12. Oil cooler.
7. Pump ( impeller ). 13. Torque converter case.
8. Turbine ( runner ). 14. Scavenging pump.
9. Torque converter housing. 15. Oil filter by pass valve.

Gbr. II-36. Sirkuit hidrolik torque converter.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 50
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

SIRKUIT HIDROLIK TORQUE CONVERTER D 155

1. Strainer 9. TC Regulator Valve


2. TC Pump 10. Oil Cooler
3. Oil Filter 11. TM Lubricating valve
4. Modulating Valve 12. TC Case
5. Quick return Valve 13. Scavenging Pump
6. TC Relief Valve 14. Brake Lub. Valve
7. Torque Converter 15. TM Lubricating
8. Oil Temperatur gauge 16. Transmission case

Gbr. II-36. Sirkuit hidrolik torque converter. D 155A -2

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 51
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Dalam torque converter, impeller yang juga berfungsi sebagai pump menerima
oli dari trasnmission case, yang disuplai oleh oil pump melalui transmission
control valve, dimana preessurenya dibatasi oleh torque converter releif valve.

Oli yang merupakan zat perantara dalam menghantarkan tenaga, di dalam


suatu torque converter sebagian akan bocor melalui seal ring yang kemudian
akan berfungsi untuk melumasi bearing – bearing dan akhirnya akan jatuh di
dalam toruqe converter case.
Karena ada kebocoran oli ( internal leakage ), tekanan oli dalam torque
converter akan condong untuk berubah – ubah. Dalam hal ini oli yang keluar
dari torque converter diatur oleh regulator valve untuk menstabilkannya.

Dalam penghantaran tenaga tersebut, oli dalam torque converter akan


menjadi panas dan dapat dilihat pada torque converter oil temperature gauge
di instrument panel ( dash board ) yang diambilkan melalui tube didekat
regulator valve dan selanjutnya oli tersebut didinginkan di oil cooler
sebelum digunakan untuk pelumasan transmisi dan PTO.

C VALVE.

Pada suatu sirkuit hidrolik untuk torque comverter, kebutuhan akan adanya
valve sudah pasti sangat dibutuhkan. Dlam hal ini kita mengenal dua buah
valve, yaitu : torque converter relief valve dan torque converter regulator
valve. Torque converter relief valve ditempatkan pada sisi inlet dari torque
converter, dimana berfungsi untuk membatasi tekanan maksimum yang akan
masuk ke dalam torque converter

Di dalam torque converter sebagian dari tenaga engine berubah menjadi


panas, dimana panas ini diambil oleh oli dan oli pun ikut panas. Oli yang panas
ini selanjutnya dialirkan ke oli cooler untuk didinginkan dan kembali lagi untuk
bersikulasi.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 52
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

Gbr. II - 37. Relief dan regulator valve.

Oli dalam torque converter jauh lebih tinggi tekanannya dibandingkan dengan
tekanan udara luar. Jika didalam torque converter terjadi gelembung -
gelembung udara, maka akan menimbulkan busa. Jika hal ini benar - benar
terjadi akan mengakibatkan performancenya akan berkurang.
Untuk mencegah hal ini, yaitu agar tidak terjadi gelembung – gelembung
udara dalam torque converter, maka oli yang dapat keluar dari torque
converter tekanannya dibatasi oleh regulator valve. Ada dua tipe regualtor
valve yang kita kenal, yaitu :

1. Regulator valve variable type


2. Fix type ( Throttling type )

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 53
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

6. TROUBLE SHOOTING

H – 1 Torque converter temperature too high

Ask the operator the following points.

al ring
• Does the oil temperature go up when the

tion
converter is stalled, and down when it is not

ter (se
stalled ?

alfunc

ge d
Yes = Normal (wrong selection of gear

onvere

r clong
speed )

alve m
mp

d
ive
n of pu
Check before troubleshooting.

longge
rque c

starine

defect
elief v
• Is oil lever in transmission and steering case

Ca u s e
correct ?

e)
to
suctio

me n t c
erter r

g loos

p um p

p um p
ged

id e
ive

s
r clong

longge

king in
ing at

oler ele
e conv

ive plu
defect

nging

nging
k

Filter c
e

Oil lea

Scave
Air lea

Torqu

Scave
defect
Strain

Pump

Oil co
Tank to Torque Scavenging
Pump Converter Pump

a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Remedy    C
No. C X X C X
Diagnosis X X X X

Pump makes abnormal noise when oil


1 o
is cold

2 High Idling, low idling speeds too low o o


Hydraulic pressure at outlet port of o
3
torque converter too low
Hydraulic pressure at inlet port of
4 o
torque converter too low

Transmission modulating pressure o o


5
too low

Excessive leakage of oil inside torque


6 o
converter

Hydraulic pressure at outlet port of o


7
torque converter too high

If all check show no problem


this is the cause

The following symbols are used to indicate the


action to be taken when a cause of failure is
located
X = Replace  = Repair
A = Adjust C = Clean

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 54
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

H . 8 TORQUE CONVERTER OVERHEAT

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 55
TORQFLOW SYSTEM TORQUE CONVERTER

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 56
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

BAB III

TORQFLOW TRANSMISION
Torqflow transmission adalah merupakan alat pemindah tenaga yang meng-
gunakan fluida dalam hal ini oli sebagai pengontrolnya. Torqflow transmission
berfungsi untukmengatur kecepatan gerak, maju, mundur dan pada alat alat
besar yang tak kalah pentingnya adalah untuk meningkatkan torsi dengan cara
mereduksi putarannya melalui perbandingan jumlah gigi - giginya pada
transmisi.
Pemasangan Torqflow transmission biasanya dipasang bersama torque
converter apabila tanpa torque converter biasanya disebut hidroshift
trasnmission. Torqflow transmission juga dinamakan powershift trasnmission.
Sedangkan keuntungan dari alat ini adalah untuk meningkatkan efektivitas
pengoperasaian kenyamanan dan lain - lain yang akhirnya akan mempenga-
ruhi poduktivitas alat.

Pada Komatsu digunakan 2 tipe power shift transmission :

1. Planetary Gear System.


2. Counter Shaft System.

1. PLANETARY GEAR SYSTEM.


Planetary gear system terdiri dari tiga elemen, yaitu :
 Sun gear
 Carrier
 Ring gear.
Apabila mencoba untuk memutarkan dua elemen dari ketiganya atau satu
diputar sedangkan satu lagi ditahan maka akan menghasilkan pu- taran yang
bervariasi pada elemen outputnya, lebih cepat atau lebih lambat, maju atau
mundur. Speed ratio dari gear penggerak dengan gear yang dige -rakkan
sangat tergantung jumlah gigi dari masing - masing gear. Kebanyakan
pemakaian dari planetary gear system terdapat pada transmission system
yang mana untuk kecepatan putar dan arah putar dari intput dapat diubah
bervariasi dalam berbagai tingkatan pada planetary gear sistim.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 57
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Gbr. III-1. Skematik Planetary gear type Transmission.

PLANETARY GEAR
Dari gambar Input shaft dihubungakan dengan Planetary Carrier ( untuk lebih
singkat selanjutnya disebut CARRIER ), sedangkan output shaft dihubungkan
dengan Sun gear. Ketika kedua Ring gear ditahan diam tak berputar ( dengan
cara meng-engage-kan clutch yaitu mengikat ring gear dengan case ). Maka
sun gear yang selanjutnya sebagai output akan mendapat tenaga putar dari
input. Dikarenakan adanya perbedaaan jumlah gigi dari kedua Sun gear ( lihat
gambar ) maka apabila clutch untuk speed 2 di-engage-kan, output
putarannya akan lebih cepat dari pada clutch untuk speed 1 di-engage-kan.

Gbr. III-2. Planetary Gear.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 58
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

MACAM – MACAM PLANETARY GEAR SYSTEM


Terdapat 2 macam Planetary gear system :
1. Single Pinion
2. Doble Pinion

1. SINGLE PINION TYPE

Gbr. III-3 Single pinion type.

CARA KERJA PLANETARY TYPE :


Apabila Carrier ditahan, Ring gear akan berputar berlawanan arah terhadap
Sun gear kalau sedang berputar. Ini salah satu aplikasi pada planetary gear
transmission untuk mendapatkan posisi gerak mundur ( Reverse ). Yaitu de
ngan cara menahan carriernya, sebagai input adalah sun gear berputar ke
kanan dan sebagai outputnya ring gear maka ring gear akan beputar ke kiri.

Gbr. III-4 . Prinsip kerja planetary gear.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 59
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

CARA MENENTUKAN ARAH PUTARAN

KA
S = Sun gear
C = Carrier
R = Ring Gear

S C R

KI

Apabila sun gear diputar ke kanan (KA), carrier ditahan, maka arah ring gear
adalah kekiri (KI) ( Berlawanan arah )
Caranya :

S,C& R segaris, sun gear (S) bergerak ke (KA) , C ditahan, tarik garis dari
KA memotong C ketemu garis vertikal dari R, sehingga ketemu KI yang
berlawanan dengan KS

SPEED RATIO UNTUK SINGLE PINION TYPE.


Untuk mengetahui speed ratio pada planetry type type single Pinion digunakan
rumus sebagai berikut :

S.Ns + R.Nr = ( S + R ) Nc

Dimana, S = Jumlah gigi pada sun gear.


R = Jumlah gigi pada ring gear.
Ns = Jumlah putaran sun gear.
Nr = Jumlah putaran ring gear.
Nc = Jumlah putaran carrier.

Contoh perhitungan :
Diketahui : Jumlah gigi sun gear = 39, Jumlah gigi sun gear = 78 Apabila
sumber diputar ke kanan sebesar 100 rpm dan carrier di stop. Ditanyakan :
Arah dan besarnya putaran ring gear ? Jawab

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 60
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

S.Ns + R.Nr = ( S + R ) Nc
39.100 + 78Nr = ( 39 + 78 ) .0
78Nr = -3900 Nr = - 50
Jadi putaran ring gear 50 rpm ( direduksi ).Arah putaran berlawanan ( tanda
minus ).

Gbr. III-5. Skematik speed ratio untuk single pinion

2. DUAL PINION TYPE.

Gbr. III-5 . Dual pinion type.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 61
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Gbr. III-6 . Skematic Dual pinion type.

Pada gambar menunjukkan Dual, yang mana mempunyai 3 pasang pinion ( 6


buah ). Pada sistem ini apabila carrier ditahan maka sun gear dan ring gear
akan searah putarannya. Namun apabila ring gear yang ditahan akibatnya
carrier akan berlawan dengan sun gear. Aplikasi dari planetary gear system
seperti digunakan untuk gerak mundur ( reverse ). yaitu sun gear sebagai
input putaran berputar ke kanan, carrier sebagai output akan berputar ke kiri
apabila ring gearnya ditahan.

Cara Menentukan Arah Putaran :

KA
S = Sun gear
R = Ring Gear
C = Carrier
C
S R

KI

Apabila sun gear diputar kekanan (KA) , ring gear ditahan, maka arah carrier
adalah kekiri (KI). Jadi putaran input sun gear akan berlawanan dengan
putaran output Carrier

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 62
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

CARA ENGAGE DAN DISENGAGE CLUTCH

Gbr. III-7 . Proses engage dan disengage clutch.

Proses engage dan disengage clutch


Kelebihan dari planetary gear system, untuk pemindahan klecepatan dengan
cara yang sederhana yaitu cukup membuat engage dan disengage clutchnya.
Semua gear sudah saling berhubungan satu sama lain ( contoh stant mesh ).
Hal ini memungkinkan untuk mengurangi kebisingan dari hubungan roda gigi
nya pada waktu shifting.

1. Pin
2. Washer spring
3. Plate
4. Disc
5. Spring
6. Housing
7. Piston
8. Ring gear

Gbr. III-8. Proses engage dan disengage clutch Bulldozer D 375

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 63
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Pada Planetary gear system, untuk pemindahan kecepatan dengan cara yang
sederhana yaitu cukup membuat engage dan disengage clutchnya. Semua
gear sudah saling berhubungan satu sama lain ( contoh constant mesh ). Hal
ini memungkinkan untuk mengurangi kebisingan dari hubungan roda giginya
pada waktu shifting.
Apabila kita ingin clutch engage menahan ring gear. Berarti kita harus
mengirimkan oil pressure dari control valve untuk mendorong piston menekan
disc dan plate. Disc dan plate tertekan akibatnya ring gear dan case akan
sertahan putaranya. Akibatnya ring gear akan tertahan putarannya. Untuk
merelease, kita alihkan oil pressurenya kembali ke control valve / tanki,
sehingga piston akan kembali ke posisi semula dibantu dengan adanya return
spring.

a. GERAK MAJU ( Forward Drive ).

Apabila sun gear ditahan ( dengan meng-engage -kan forward clutchnya ).


Maka ring gear akan diputar lebih cepat searah dengan carrier.

Gbr. III-9 Gerak maju ( forward drive ).

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 64
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

b. GERAK MUNDUR ( Reverse Drive ).


c.
Apabila ring gear ditahan ( dengan meng-engage -kan reverse clutch ).
Maka carrier akan berputar berlawanan dengan input shiftnya ( sun gear ).

Gbr. III-10. Gerak mundur ( reverse drive ).

BALL CHECK VALVE

1. Disc
2. Ball Valve
3. Piston housing
4. Piston

II-11. Ball check valve.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 65
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Gambar dibawah menunjukkan salah satu type dari torqflow transmission yang
mempuyai rotary clutch pada clutch ke 5. Rotary clutch ini biasanya untuk
kecepatan 1, yang selalu berputar bersama - sama dengan output shaft tidak
seperti clucth yang lainnya, sehingga oil pressure yang dikirim kepadanya (
melalui shaft untuk kepentingan clutch ). Nantinya akan sulit untuk di drain
kembali ke case oleh karena adanya gaya centrifugal. Oleh sebab itu
diciptakan BALL CHECK VALVE

Gbr. III-12 Ball check valve.

Ball check valve berfungsi sebagai :

 Menutup drain port saat ada oil pressure masuk sehingga


maksud untuk engage clutch dapat terselenggra dengan baik ( tidak ada
kebocoran ).

 Membuka drai port ( karena adanya gaya centrifugal ) sehingga


oil tadi akan cepat keluar / drain dan clutchpun akan cepat pula untuk
disengage.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 66
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

KUNTRUKSI TRANSMISSION D 375-5

Gbr. III-13. Transmisi Bulldozer D 375-5

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 67
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Keterangan Gambar
5. Front Cover 37. Clutch spring
6. Sun Gear for reverse 38. Clutch plate
7. Ring gear for reverse 39. Clutch disc
8. Pinion shaft 40. Tie bolt
9. Planetary pinion for reverse 41. Carrier for reverse
10. Ring gear for reverse
11. Sun gear for forward
12. Planetary pinion
13. Ring gear for forward
14. Pinon shaft
15. Ring gear for 3 rd
16. Planetary pinion for 3rd
17. Sun gear for 3 rd
18. Ring gear for 2 nd
19. Planetary pinion for 2 nd
20. Pinion shaft
21. Sun gear for 2 nd
22. 1 st clutch inner drum
23. 1 st clutch piston
24. 1 st clutch piston housing
25. Output shaft
26. Collar
27. Block
28. 1 st clutch housing
29. Seal ring
30. Carrier for 2 nd speed
31. Plate
32. Carrier fo forward 3rd speed gear
33. Piston housing for forward
34. Carrier for reverse
35. Piston housing for reverse
36. Clutch piston fr reverse

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 68
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

 GEAR TRAIN KOMATSU

D55 S-3, D75 S-2 D65 A, S-6

M = 3.0 M = 3.5

D55 S-3, D75 S-2 D65 A, S-6

Direction & Clutch Direction & Clutch


Gear Gear
Speed Applied Speed Applied
F1 2&4 1,833 F1 1&3 2,000
F2 2&3 0,955 F2 1&5 1,133

R1 1&4 1,438 F3 1&4 0,680

R2 1&3 0,749 R1 2&3 1,400

R2 2&5 0,790

R3 2&4 0,478

Gbr. III-14. Gear Train D 55 , D 65 & D 75

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 69
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

 GEAR TRAIN KOMATSU

Gbr. III-15. Gear Train D 85 , D 155

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 70
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

 GEAR TRAIN KOMATSU

Gbr. III-15. Gear Train D 21 , D 31

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 71
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

B. POWER TRAIN HYDRAULIC CYRCUIT

Gbr. III-15. Sirkuit hidrolik TF Transmission

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 72
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Keterangan gambar

1. Transmision case 12. Regulator valve


2. Strainer 13. Oil Cooler
3. Transmission pump 14. TM Lubricating valve
4. Oil Filter 15. TM Lubricating
5. Reducing valve 16. PTO Lubricating
6. Quick Return Valve 17. Torque converter case
7. Moduling valve 8. Strainer
8. Speed valve 19. Scavengging pump
9. Directional valve A. Transmisiion pressure port
10. Relief valve B. Modulating pressure port
11. Torque converter C. TC Relief pressure port
D. TC Regulator pressure port
E. TC oil temperatur gauge
F. Forward clutch
R. Reverse clutch
1, 2 & 3 Speed clutch

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 73
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Gbr. III-16. Sirkuit hidrolik TF Transmission

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 74
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Gbr. III-17. Sirkuit hidrolik T/F Transmision D 85Ess-2A

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 75
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

C. CONTROL VALVE.
Control valve adalah kombinasi beberapa valve yang berfungsi untuk
mengatur arah aliran dan mengatur tekanan yang mau masuk ke sistim serta
mengatur jumlah flow / aliran yang diperlukan oleh sistim hidrolik

Gbr. III-18. Control valve transmisi Bulldozer D 155A

Gbr. III-19. Skematik speed dan Directional control valve

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 76
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Control valve adalah kombinasi dari beberapa valve yang ekerja pada fungsi
masing - masing, antara lain :

1. Modulating Relief Valve, fungsinya :


 Mengatur dan membatasi maximum oil pressure yang akan digunakan
oleh setiap transmission clutch.
 Bersama - sama dengan quick return valve memodulate pressure
sehingga dapat mengurangi kejutan pada clutch ( slow engage ) dan
sock pada unit yang dapat memungkinkan panjang umur dari setiap
komponen.
 Mengatur ( waktu ) oil flow yang menuju ke torque converter.

2. Quick Return Valve, fungsinya :


Mengatur langkah gerak dari sleeve dari modulating valve ( dengan
mengatur flow oil ke sleeve dan ke drain ) sehingga dapat terjadi cepat
dalam disengage dan lambat / pelan - pelan dalam engage setiap
transmission clutch.

3. Reducing Valve, fungsinya :


Menurunkan tekanan oil yang akan masuk ke rotary clutch.

4. Speed Vave, fungsinya :


Mengatur arah aliran oil ke setiap speed clutch dan drain.

5. Safety Valve, fungsinya :


Sebagai penyelamat, jangan sampai unit bergerak (maju/mundur) sebelum
dikehendaki operator pada saat engine di start. Dengan cara menutup
saluran oli yang akan menuju ke Directional valve

6. Directional Valve, fungsinya :


Mengarahkan aliran oil ke directional clutch ( forward / reverse ) dan
drain.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 77
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

MODULATING RELIEF VALVE

Gbr. III - 20. Modulating Relief valve

Modulating relief valve terdiri dari valve ( 6 ), piston ( 7 ) dan ( 9 ), piston


spring ( 12 ), sleeve spring ( 4 ) Fungsinya bersama dengan quick return
valve ( 13 ) memodulasi tekanan dan merelief tekanan

CARA KERJA

h a

Gbr. III - 21. cara kerja Modulating Relief valve

Ketika spool speed valve ( 28 ) dan spool directional valve ( 23 ) digerakkan


untuk membuka sirkuit dari torqflow pump, fluida mengisi ruangan antara
pump dan clutch piston dan pada waktu yang sama pressure mulai naik.Fluida
dari pump mengalir melalui orifice ( a ) dari modulating valve ( 6 ), memasuki
ruangan antara piston ( 7 ) dan ( 9 ), hal ini menyebabkan modulating valve

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 78
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

ke <---- ( kiri ) sehingga membuka port ( h ) menghubungkan modulating


valve dan modulating sleeve. ( 8 ).

Gbr. III - 22. cara kerja Modulating Relief valve

Fluida yang mengalir orifice ( b ) dari quick return valve ( 13 ) menyebabkan


pergerakkan quick return valve ke -----> ( kanan ), sehingga menutup drain
port ( c ). Fluida mengalir terus sehingga membangkitkan back pressure pada
modulating sleeve.

Gbr. III - 23. cara kerja Modulating Relief valve

Back pressure modulating sleeve bertambah dengan aniknya pressure dalam


sirkuit.Pergerakkan dari modulating sleeve ke < ----- ( kiri ) menutup port ( h
). Didahului modualting valve yang kemudian diikuti sleeve bergerak ke < ----
( kiri ) pressure berlanjut naik sehingga sleeve bergerak ke < --- ( kiri )
sampai menyentuh stopper ( 1 ). Pressure naik hingga setting pressure 20

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 79
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Kg/cm2. Kenaikan dari modualting pressure tersebut dapat digambarkan


dalam grafik dibawah ini :

Gbr. III - 24. Grafik Modulating presure

SAFETY VALVE.
fungsinya :
Sebagai penyelamat, jangan sampai unit bergerak (maju/mundur) sebelum
dikehendaki operator pada saat engine di start. Dengan cara menutup saluran
oli yang akan menuju ke Directional valve
Cara kerja :

Gbr. III - 25. Safety valve

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 80
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Safety valve ( 25 ) dipasang antara speed valve ( 28 ) dan directional valve


(23). Untuk menjaga agar machine tidak bergerak pada saat engine didtart
dengan gear engaged ( lever tidak posisi netral ). Agar machine dapat
digerakkan, lever harus posisi netral lebih dahulu.

Gbr.III - 26. Cara kerja Safety valve

Gear shift lever dioperasikan meng-engage-kan gear.Pada saat speed valve


digerakkan kesalah satu speed. Fluida sebelah kanan safety valve didarin
melalui orifice ( e ).Fluida dari speed valve sebelah kanan mengalir ke safety
valve kemudian masuk orifice ( f ) menggerakkan piston ke kanan, sehingga
menyebabkan safety valve tetap pada posisinya dan sirkuit yang ke directional
valve dibuka.

Gbr. III - 27. Cara kerja Safety valve

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 81
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Ketika engine di start dengan gear shift lever tidak netral. Ketika lever tidak
netral maka fluida dari reducing valve tidak berhubungan dengan orifice ( e
). Pada kondisi ini, safety valve tidak bergerak ke kiri untuk membuka aliran
sirkuit dari reducing valve directional valve sehigga machine tidak bisa
bergerak.

REDUCING VALVE.

Menurunkan tekanan oil yang akan masuk ke rotary clutch.

Gbr. III - 28. Reducing valve

Reducing valve ( 16 ) dipasangkan pada sirkuit antara modulating valve ( 6 )


dan speed valve ( 28 ) dan menjaga pressure oil pada clutch 1 dibawah 12,5
kg/cm2. Pressure sistem semua diset oleh modulating relief valve 20 kg/cm2
Ketika pressure pada clutch 1 naik, piston ( 15 ) digeser ke kanan oleh aliran
fluida melalui orifice ( g ) dari reducing valve, menyebabkan reducing valve
bergerak ke kiri. Hal ini akan menyebabkan pressure yang akan menuju ke
speed clutch 1 menjadi terpelihara sebesar 12,5 kg/cm2

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 82
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Dari Reducing Valve Rotary clutch

Gbr. III - 28. Flow oli menuju rotary clutch

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 83
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

COUNTER SHAFT ( CLUTCH PACK ) SYSTEM.

Gbr. III - 29. Clutct pack / Countrer shaft Transmisi

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 84
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

8. Reverse clutch 15. 2 nd – 4 th shaft


9. Forward clutch 16. 4 th Clutch
10. Torque converter 17. Rear coupling
11. Input shaft 18. Out put shaft
12. 1 st – 3 rd shaft 19. Reverse idle gear
13. 1st Clutch 20. 2 nd clutch
14. 3 rd clutch 21. Parking brake disc

a. POSISI ENGAGED

Gbr. III – 30 . Clutct posisi engaged

Oil dikirim dari transmission valve masuk melalui shaft ( 1 ) kemudian


mendorong permukaan belakang piston ( 6 ) dan menggerakkannya untuk
menekan separator plate ( 2 ) dan clutch disc ( 3 ) sehingga terikat menjadi
satu hal ini akan menyebabkan gaya geraknya bisa disalurkan.
Oli di drain lewat saluran drain ( 5 ), namun oli drain ini tidak mempengaruhi
kekuatan engaged-nya dikarenakan flow oli yang masuk lebih besar daripada
yang keluar lewat lobang ini.

b. POSISI DISENGAGED
Apabila aliran dari transmission valve dihentikan, pressure oil yang menekan
piston akan menurun akibatnya piston ( 6 0 akan kembali ke posisi semula
dikarenakan gaya dorong dari valve spring ( 7 ). Hal ini menyebabkan shaft ( 1
) dan clutch gear (4) terpisah kembali

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 85
TORQFLOW SYSTEM TRANSMISSION

Gbr. III – 31 . Clutct posisi Disengaged

Gbr. III - 32. Forward 1 st Countrer shaft Transmisi

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 86
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING

BAB IV
TROUBLE SHOOTING.
Maksud trouble shooting adalah untuk menunjukkan sesuatu dengan tepat
sumber dari penyebab kerusakan, melakukan reparasi dengan cepat dan untuk
mencegah terulang kembali kerusakan yang same. Oleh sebab itu, cara yang
paling efektif untuk melakukan trouble shooting, adalah dengan jalan
mengajukan beberapa pertanyaan kepada si operator jawaban yang benar dari
operator in! akan menjadi data untuk menentukan penyebab kerusakan.

1. Hal - hal yang harus dlingat pada saat melakukan Trouble Shooting.

a. Ketika melakukan trouble shooting jangan terburu - buru untuk


membongkar komponen, apabia komponen dibongkar, maka kerusakan lain
akan terjadi pula.

b. Tanyakan hat-hal berikut kepada sl operator.


 Apakah ada problem yang terjadi sebelum problem inidilaporkan
 Apakah terdengar suara-suara aneh sebelum kerusakan terjadi
 Apakah kerusakan ini terjadi secara tiba-tiba atau bagaimana
kondisi engine ini sebelumnya?
 Pada kondisi bagaimana kerusakan ini teriadi ?
 Pemahkan engine ini direparasi sebelumnya ?
 Pemahkan kerusakan seperti ini terjadi sebelumnya ?

c. Periksa hal berikut sebelum melakukan trouble shooting ?


 Periksa permukaan oli.
 Periksa kebocoran-kebocoran oli / yang terjadi.
 Periksa juga komponen-komponen lainnya secara visual.

d. Tegaskan kerusakan. Tentukan dulu tingkat kerusakan oleh kitA sendiri


dan putuskan " apakah kerusakan ini merupakan kerusakan nyata atau
sebagai problem dalam operasi saja ".

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 87
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING

 Ketika mengetes unit untuk menentukan kembali gejala kerusakan,


jangan lakukan pengetesan atau pengukuran - pengukuran yang dapat
menyebabkan timbulnya kerusakan yang lebih parah lagi.

e. Trouble Shooting.
Gunakan hasil penyelidikan dan pengukuran pada point 2 - 4 untuk
memperkecil penyebab kerusakan, kemudian gunakan chart trouble
shooting untuk melokalisir posisi penyebab kerusakan secara akurat.

f. Tindakan untuk menghilangkan sumber kerusakan.


Walaupun kerusakan telah direparasi, jika sumber kerusakan belum
ditemukan, maka sudah dipastikan kerusakan yang sama pasti terjadi.
Untuk mencegah hall ini selalu harus diselidiki " Mengapa kerusakan itu
terjadi “ kemudian hilangkan sumber kerusakan.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 88
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING

SAAT GEAR SHIFTING TERLAMBAT


saa Check selalu gangguan :

~ Apakah isi oli transmisi dan


steering case normal.
~ Apakah ada kebocoran oli
dari pipa antara case dan
valve ?

Note :
 Apabila masalah sudah diatasi, penyebab perlu diperhatikan adalah slip
pada steering clutch
 Item d (penyebab) hanya khusus mesin yang digunakan servo valve

Keterangan :
X = Ganti
A = Adjust
- Δ = Perbaiki
C = Bersihkan

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 89
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING

 UNIT TIDAK BISA BERGERAK

Tanyakan operator.
 Apakah unit tiba - tiba mati /
berhenti kerusakan didalam
part.
 Terdapat getaran tinggi dari
unit kerusakan part.

Check sebelum mengatasi


gangguan.

 Apakah jumlah olie transmissi


dan steering sesuai ?
 Apakah pergerakan spool
untuk control valve transmisi
sesuai ?
 Apakah ada kerusakan di
universal joint?
 Apakah rem steering mengunci

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 90
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING

DAYA TARIK KURANG & KECEPATAN GERAK RENDAH

Tanyakan operator.
1. Bagaimana operasi sebelumnya
2. Bagaimana mengetahui
dayanya kurang ?

 Bandingkan dengan
sebelumnya --> Unit perhati
kan ketidak wajarannya.
 Bandingkan dengan yang lain -
-> Unit yang normal.
 Check sebelum mengatasi
gangguan.
~ Apakah jumlah oli transmisi
& steering normal ?
~ Apakah ada kebocoran oil
dari pipa, tanki valve ?
~ Apakah rem steering
mengunci ?
~ Apakah kekencangan
rantai normal ?

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 91
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING

TROUBLE SHOOTING

Q.6. Apa yang terjadi jika :


a.Spool jamed disebelah kanan.
b.Spool jamed disebelah kiri.
Q.5. Apa yang terjadi
jika spring lemah.
Q.7. Apa yang terjadi bila saluran
ini buntu.
Q.5. Apa yang terjadi bila saluran
ini buntu.
Q.1. Apa yang terjadi bila
spring lemah.

Q.2. Apa yang terjadi bila :


Q.3. Apa yang terjadi jika : a.Spool jamed terbuka terhadap
a.Spool jamed disebelah kanan. sleeve.
b.Spool jamed disebelah kiri. b.Spool jamed tertutup terha
dap sleeve.

Jawaban :

1. Tekanan relief akan menjadi rendah, akibatnya clutch bisa slip.


2. a.Tekanan oli tidak bisa naik, sehingga clutch tidak bisa engaged dan
unit tidak bisa jalan.
b.Tekanan oli menjadi tinggi ( naik secara mendadak melebihi standard
), sehingga clutch housing bisa pecah.
3 a. Tekanan oli akan naik secara mendadak dan clutch akan engaged
secara tiba - tiba ( tidak ada modulate ).
b. Akan menjadi slip pada clutch dan tidak akan ada tenaga yang dapat
dipindahkan, karena tekanan oli tidak bisa naik.
4. Tidak ada tekanan yang menekan piston dan spool cenderung menempel
pada sleeve akibatnya tekanan akan naik secara mendadak melebihi
standard dan clutch housing pecah.
5. Spool reducing valve cenderung berada pada sebelah kiri, sehingga oli yang
berada dibelakang sleeve tidak bisa keluar. Akibatnya tekanan oli akan naik
secara mendadak dan clutch akan engaged secara tiba - tiba.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 92
TORQFLOW SYSTEM TROUBLE SHOOTING

6. a. Oli dibelakang sleeve akan selalu drain, sehingga tekanan relief


tidak bisa naik dan clutch akan slip.
b. Oli tidak bisa keluar ( drain ) dan sleeve akan selalu berada pada
sebelah kanan, akibatnya sama 3.a.
7. Oli tidak bisa menyensor sleeve, sehingga sleeve akan selalu berada pada
sebelah kiri. Akibatnya sama dengan 3.b.

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 93
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST

BAB V

PERFORMANCE TEST
Ada tiga macam pengetesan yang harus dilakukan untuk mengecheck
kemampuan torque converter, dimana masing - masing pengetesan
mempunyai standard tersendiri. Pengetesan tersebut adalah stall speed,
Internal leakage dan tekanan. Bila hasil test kemampuan tekanan torque
converter tersebut tidak sesuai dengan standard dapat mempengaruhi kerja
dari mesin, dimana mesin dapat kehilangan tenaga ( low of power ).

A. STALL SPEED.
Stall speed adalah besarnya putaran maksimum engine pada saat putaran
turbin nol, karena kelebihan beban. Dalam melakukan pengetesan, pemberi -
an beban berlebihan dapat dilakukan dengan mengoperasikan brake.

Prosedur pengetesan :
1. Pasang tachometer pada engine speed pick up port untuk mengetahui
putaran engine. Usahakan posisi engine dapat dibaca dengan mudah dan
jelas.
2. Panaskan engine dan ukur speed engine pada posisi low idle dan high idle.
Sesuaikan dengan nilai standard.
3. Injak brake pedal dan posisikan gear shift lever pada speed tertinggi. Stall-
kan torque converter dengan speed engine full throttle dan biarkan tempe-
ratur olinya naik.
4. Bila temperatur oli memasuki daerah merah pada temperatur gauge,
kembalikan segera gear shift lever ke posisi netral untuk menurunkan
temperatur.
5. Ulangi step c dan d tiga klai dan ukurlah putaran engine ketika temperatur
gauge memasuki daerah merah.
6. Bandingkan dengan standard.

B. INTERNAL LEAKAGE.
Internal leakage adalah kebocoran oli dari torque converter yang terkumpul
dalam case torque converter. Jika oli di dalam case terlalu banyak, maka
torque converter menjadi tertahan oleh rendaman oi yang mengakibatkan

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 94
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST

pemborosan tenaga engine dan oli dalam case cepat panas. Disamping itu
transmisi juga akan kekurangan oli.

Prosedur pengetesan I :
a. Buka tutup bawah torque converter ( bottom guard ).
b. Hidupkan engine pada medium idle speed selama 1 menit kemudian
matikan.
c. Buka drain plug pada bagian bawah case, kemudian tampung oli yang
keluar.
d. Ukur berapa liter jumlah seluruh oli dalam case. Jumlah oli yang diijinkan
dalam case tidak lebih dari 10 liter. Oli dalam case terlalu banyak terutama
diakibatkan oleh kemungkinan kebocoran oli ke case terlalu besar atau
kapasitas pemindahan oli oleh scavenging pump berkurang.

Prosedur pengetesan II :
a. Buka tutup bawah torque converter ( bottom guard ).
b. Buka drain plug pada bagian bawah casetorque converter.
c. Hidupkan engine pada posisi speed maksimum dan transmisi dalam keadaan
netral. Ukur berapa oli yang keluar dari drain plug selama 1 menit engine
full speed. Bandingkan dengan standard, jika lebih menandakan bahwa
kebocoran oli ke case terlalu besar sehingga scavenging pump tidak
mampu memindahkan ke case transmission.

C. TEKANAN.
Pengetesan tekanan oli dilakukan pada torque converter dan transmission
contro valve.
Pada dasarnya meliputi :
 Torque converter relief pressure.
 Torque converter regulator pressure.
 Modulating relief pressure.
 Reducing pressure.

Prosedur pengetesan ;

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 95
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST

a. Bersihkan plug dari kotoran.


b. Buka plug ( check port ), kemudian pasang gauge yang sesuai dengan
besar tekanan yang diukur pada check port tersebut.
c. Hidupkan engine, kemudian setelah dipanaskan ukur tekanan oli pada
low idle speed dan high idle speed atau sesuai dengan yang dikehendaki
tabel standard.
d. Bandingkan dengan standard.

Gbr V-1 Plug pengetesan pressure oli transmisi D 375

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 96
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 97
TORQFLOW SYSTEM PERFORMANCE TEST

BC1MMTDS-HAN/08/01/TP 98

Anda mungkin juga menyukai