Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

BACA NILAI RESISTOR DAN PENGUKURAN

Praktikan: 1. Edo Rafsanzani (P27838117034)


2. Isna Fatimatuz Zahra (P27838117026)
3. YB Rischa Via Octantri (P27838117023)

Asisten: Dhimas Sugma Herdinanta


Waktu Percobaan: 13 September 2017
TEM412209-Elektronika Diskrit
Laboratorium Elektronika
Jurusan Teknik Elektromedik-Poltekkes Kemenkes Surabaya

Resistor adalah komponen 1. Pendahuluan


elektronika yang berfungsi untuk
1.1. Latar Belakang
menghambat atau membatasi aliran
listrik yang mengalir dalam suatu
Seperti yang kita
rangkaian elektronika. Pada kali ini
ketahui, semua alat elektronik
kami membaca gelang warna yang
membutuhkan resistor yang
terdapat pada resistor dan mengukur
berfungsi untuk menghambat
menggunakan multimeter untuk
arus listrik pada alat-alat
mengetahui nilai resistor. Setelah
elektronik. Resistor adalah
melakukan praktikum kami megetahui
komponen pasif yang tidak
bahwa nilai baca pada kode warna
berisi kekuatan/penguatan
dan hasil pengukuran menggunakan
tetapi hanya
multimeter tidak selalu sesuai
melemahkan/mengurangi
dikarenakan faktor toleransi,
sinyal tegangan yang
keakuratan multimeter yang berbeda,
melewatinya.
dan kurang telitinya praktikan dalam
Penggunaan resistor
membaca nilai resistor.
pada suatu alat pun berbeda-
beda tergantung kebutuhan
Kata kunci : Resistor, Multimeter, dan
rangkaian, yang harus
Pengukuran
disesuaikan adalah daya dan
tegangan yang masuk serta
hambatan yang ada di
dalamnya.

1.2. Tujuan

Praktik ini bertujuan


agar praktikan dapat
membaca nilai resistor dengan
membaca kode warna pada
resistor, mengukur nilai
resistor menggunakan
multimeter, mengetahui nilai
resistansi pada resistor, dan
mengetahui baik buruknya
resistor dilihat dari nilai
toleransinya.

2. Dasar Teori
2.1. Pengertian dan Fungsi Resistor
Resistor adalah
komponen elektronika yang
Halaman 6

berfungsi untuk menghambat


atau membatasi aliran listrik
yang mengalir dalam suatu
rangkaian elektronika.
Fungsi-fungsi resistor
dalam rangkaian elektronika
diantaranya adalah sebagai
berikut:
 Sebagai pembagi arus.
 Sebagai penghambat
aliran arus listrik.
 Sebagai pembatas /
pengatur arus.
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

 Sebagai penurun atau grafit dengan


tegangan. bahan isolasi yang
 Sebagai pembagi berfungsi untuk
tegangan. membungkusnya.

2.2. Satuan Resistor

Ohm (simbol: Ω) adalah


satuan SI untuk resistansi
listrik, diambil dari Gambar 2.2 Resistor Komposisi
Karbon
nama Georg Ohm. Nilai
satuan terbesar yang Jenis resistor
digunakan dalam pengukuran komposisi karbon
resistor adalah: merupakan resistor
 1 Mega Ohm (MΩ) = jenis rendah yang
1.000.000 Ohm memiliki induktansi
 1 Kilo Ohm (KΩ) = yang rendah
1.000 Ohm sehingga sangat
ideal dipergunakan
2.3. Simbol Resistor dalam frekuensi
tinggi tetapi
Pada umumnya resistor umumnya resistor
disimbolkan dengan huruf R jenis ini cukup
dalam teori dan penulisan menganggu karena
formula. Tetapi dalam desain menimbulkan noise
rangkaian elektronika, dan kurang stabil
resistor digambarkan seperti : ketika panas.

2. Resistor Film
Karbon

Resistor jenis ini


nilai resistansinya
Gambar 2.1 Simbol Resistor sudah tercantum
dalam bentuk tabel
2.4. Jenis-Jenis Resistor kode warna. Karena
memiliki nilai
Berdasarkan nilai resistansi yang
resistansinya, resistor dapat tinggi dan juga
dikategorikan dalam 2 jenis, bentuk fisiknya
yaitu resistor tetap (fixed kecil, resistor ini
resistor) dan resistor tidak banyak digunakan di
tetap (variable resistor). dalam berbagai
rangkaian
2.4.1. Resistor Tetap elektronika. Rating
daya yang dimiliki
Resistor tetap resistor ini adalah
(fixed resistor) 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1
merupakan jenis resistor Watt, dan 2 Watt.
yang nilainya sudah
tertulis pada badan
resistor dengan
menggunakan kode
warna ataupun angka.
Nilai dari resistansinya
Gambar 2.3 Resistor Karbon Film
tidak dapat berubah
karena dalam proses 3. Resistor Film
Halaman 6

pembuatannya telah Metal


ditentukan nilai tetap
dari resistor tersebut.
Resistor jenis
Resistor tetap dapat kita
film metal memiliki
temui dalam beberapa
kestabilan suhu
jenis, seperti:
yang lebih baik
dibanding film
1. Resistor karbon, dan tidak
Komposisi Karbon mudah noise.
Jenis resistor
komposisi karbon
dibuat dari
campuran karbon
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

Gambar 2.6 Resistor Keramik

2.4.2. Resistor Tidak Tetap


Gambar 2.4 Resistor Film Metal

Resistor tidak
Resistor ini dilapisi
tetap adalah resistor
dengan film logam
yang mempunyai nilai
yang tipis ke subtrat
resistansi yang bisa
keramik dan
berubah nilai
dipotong berbentuk
hambatannya baik itu
spiral. Nilai
disengaja oleh kita
resistansinya
maupun dipengaruhi
dipengaruhi oleh
oleh kondisi
panjang, lebar, dan
lingkungan/cuaca.
ketebalan spiral
Resistor tidak tetap
logam.
terdapat beberapa jenis,
seperti:
4. Resistor Kawat
1. Potensiometer
Resistor ini
bentuknya
Potensiometer
bervariasi dan
bisa kita sebut
memiliki ukuran
dengan variable
yang cukup besar
resistor. Seiring
dan memiliki
dengan
resistansi yang
perkembangan
tinggi dan tahan
zaman
terhadap panas
potensiometer
yang tinggi. Daya
dibuat dengan
yang tersedia untuk
ukuran yang kecil
resistor jenis kawat
dengan
ini adalah dalam
menggunakan
ukuran 1 Watt, 2
karbon. Bahan dari
Watt, 5 Watt, dan 10
karbon ini lebih
Watt.
kecil, dan memiliki
resistansi yang
besar.

Nilai resistansi
yang berubah dari
potensiometer ini
karena disengaja,
Gambar 2.5 Resistor Kawat biasanya
disesuaikan oleh
5. Resistor Keramik kebutuhan.

Jenis resistor
keramik ini dilapisi
dengan kaca tipis,
banyak digunakan
dalam rangkaian
elektronika saat ini
karena bentuk Gambar 2.7 Potensiometer
fisiknya relatif
Halaman 6

sangat kecil serta 2. Trimpot


memiliki tingkat
resistansi tetelitian Trimpot adalah
yang tinggi. Daya kependekan dari
yang dimiliki trimmer
resistor ini sebesar potentiometer. Sifat
1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 dan karakteristik
Watt, dan 2 Watt. dari trimpot tidak
Sedang nilai jauh beda dengan
resistansinya potensiometer.
tertulis pada Hanya saja, trimpot
tubuhnya. ini memiliki ukuran
yang jauh lebih kecil
jika dibandingkan
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

dengan komponen
potensiometer. elektronika peka
Untuk mengubah cahaya ini sering
nilai resistansinya, diaplikasikan dalam
kita dapat memutar rangkaian
lubang tengah pada elektronika sebagai
badan trimpot sensor pada lampu
dengan penerang jalan,
menggunakan lampu kamar tidur,
obeng. rangkaian anti
maling, shutter
kamera, alarm, dan
lain sebagainya.

Gambar 2.8 Trimpot

3. NTC dan PTC


Gambar 2.10 LDR
NTC
(Negative 2.5. Tabel Warna Resistor
Temperature
Coefficient) dan PTC
(Positive
Temperature
Coefficient)
merupakan resistor
yang nilai
resistansinya
berubah jika terjadi
perubahan
temperatur di
sekelilingnya. Untuk
NTC, nilai resistansi
akan naik jika Tabel 2.1 Tabel Warna Resistor
temperatur
sekelilingnya turun. Pada umumnya gelang-
Sedangkan, nilai gelang warna pada resistor
resistansi PTC akan berjumlah 4-5 dengan
naik jika temperatur spesifikasi warna berbeda-
sekelilingnya naik. beda. Resistor yang memiliki
4 gelang warna terdiri dari
gelang 1 dan 2 sebagai gelang
digit, gelang 3 adalah gelang
pengali, dan gelang 4 adalah
gelang toleransi. Resistor
yang terdiri dari 5 gelang
Gambar 2.9 NTC dan PTC
warna terdiri dari gelang 1,2,
dan 3 adalah gelang digit,
4. LDR gelang 4 adalah pengali, dan
gelang 5 adalah toleransi.
Light Dependent
Resistor (LDR) 2.6. Pengertian dan Fungsi Multimeter
adalah jenis resistor
yang nilai hambatan Multimeter atau
atau nilai multitester adalah alat
pengukur listrik yang sering
Halaman 6

resistansinya
tergantung pada dikenal sebagai VOM (Volt-
intensitas cahaya Ohm Meter) yang dapat
yang diterimanya. mengukur tegangan
Nilai hambatan LDR (voltmeter), hambatan (ohm-
akan menurun pada meter), maupun arus
saat cahaya terang (amperemeter). Ada dua
dan nilai kategori multimeter:
hambatannya akan multimeter digital atau DMM
menjadi tinggi jika (Digital Multi-Meter) untuk
dalam kondisi gelap. yang baru dan lebih akurat
hasil pengukurannya, dan
multimeter analog. Masing-
LDR yang
masing kategori dapat
merupakan
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

mengukur listrik AC maupun


listrik DC.
Mencatat
Mencatat nilai
nilai
2.6.1. Multimeter Digital kode
kode warna
warna ke
ke
dalam
dalam lembar
lembar
Multimeter kerja
kerja
Digital yaitu multimeter
yang pembacaan hasil
ukurnya berupa digit
angka.

3.2.2. Mengukur Nilai Resistor dengan


Multimeter

Gambar 2.11 Multimeter Digital


Menyiapkan
multimeter dengan
2.6.2. Multimeter Analog
kabel probe sudah
menancap pada
Multimeter multimeter sesuai
Analog yaitu terminalnya
multimeter yang
pembacaan hasil Menghitung nilai
ukurnya menggunakan resistor berdasarkan
penunjuk jarum. gelang warnanya

Mengarahkan
selektor multimeter
pada pengali
tahanan sesuai
dengan besar
tahanan yang akan
diukur
Gambar 2.12 Multimeter Analog
Melakukan kalibrasi
dengan menyatukan
3. Metodologi ujung kedua probe
3.1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang Memutar selektor


digunakan dalam praktikum adjustment sampai
ini adalah: jarum penunjuk
menunjuk skala nol
1) Resistor

2) AVOmeter (multimeter) Menghubungkan


kedua probe ke kaki
3) Lembar kerja resistor

Mencatat hasil
3.2. Langkah Kerja pengukuran yang
ditunjuk oleh jarum
3.2.1. Menentukan Nilai Resistor
multimeter di
dengan Kode Warna
lembar kerja
Halaman 6

Menyiapkan
Menyiapkan Membandingkan
resistor
resistor sejumlah
sejumlah nilai kode warna
20
20 buah
buah yang
yang dengan pengukuran
berbeda
berbeda

Mengidentifikasi
Mengidentifikasi
kode
kode warna
warna
gelang
gelang pada
pada
resistor
resistor

Menghitung
Menghitung nilai
nilai
kode
kode warna
warna pada
pada
resistor
resistor
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

4. Hasil dan Analisis Diakses pada hari Jumat, 15


September 2017.
4.1. Hasil
Dien_Elcom.com, 2012, Macam-
Terlampir
Macam Resistor.
4.2. Analisis
http://www.dien-
Untuk mengetahui nilai elcom.com/2012/06/macam-
hambatan yang terdapat pada macam-resistor-resistor-
suatu resistor dapat dilakukan tetap.html
dengan dua cara, yaitu
dengan menghitung kode Diakses pada hari Jumat, 15
warna yang terdapat di September 2017.
gelang resistor dan dengan Frisky Volino, 2016, Pengertian,
menggunakan suatu alat yang Fungsi multimeter Analog dan
dinamakan AVOmeter Digital beserta Kelebihan dan
(multimeter). Dalam membaca Kekurangannya.
nilai hambatan suatu resistor
terdapat perbedaan antara http://friskybule.blogspot.co.id/
pembacaan dengan 2016/04/pengertianfungsi-
menghitung kode warna dan multimeter-analog-dan.html
dengan AVOmeter. Hal ini Diakses pada hari Jumat, 15
dikarenakan resistor memiliki September 2017.
nilai toleransi.
5. Kesimpulan
Nilai hambatan suatu resistor PARAF
dapat diketahui dengan ASISTEN
menggunakan dua cara, yaitu TGL
dengan membaca kode warna yang
terdapat pada gelang-gelang
JAM
resistor dan dengan suatu alat
yang dinamakan
AVOmeter/multimeter.
Dalam suatu pengamatan nilai
baca dan nilai ukur suatu resistor
tidak selalu sama, hal ini
dikarenakan terdapat nilai
toleransi dalam suatu resistor.
Selain itu, ketelitian pengamat
juga mempengaruhi dalam
ketepatan pembacaan dan
pengukuran nilai hambatan
resistor. Bila nilai ukur melebihi
dari nilai toleransi dari resistor
tersebut, berarti resistor tersebut
jelek atau rusak.

6. Daftar Pustaka
Eko_Rudiawan, 2013, Pengertian
dan Fungsi Resistor.
http://dasarelektronika.com/pe
ngertian-dan-fungsi-resistor/
Diakses pada hari Jumat, 15
September 2017.
Halaman 6

Wikipedia, 2017, Resistor.


https://id.wikipedia.org/wiki/Re
sistor
Diakses pada hari Jumat, 15
September 2017.
Dickson Kho, 2016, Pengertian
LDR (Light Dependent Resistor
dan Cara Mengukurnya).
http://teknikelektronika.com/pe
ngertian-ldr-light-dependent-
resistor-cara-mengukur-ldr/
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

Halaman 6
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

Lampiran :

Warna cincin Nilai


No 4 Toleran
1 2 3 5 Baca Ukur +% -%
. (Pengali) si
1 MERAH MERAH MERAH EMAS 2200 2.300 5% 2.310 2.090
19.00
2 MERAH HITAM JINGGA EMAS 20.000 21.000 5% 21.000
0
3 JINGGA PUTIH MERAH EMAS 3.900 3.900 5% 4.075 3.705
ABU-
4 MERAH COKELAT EMAS 820 820 5% 861 779
ABU
COKELA 14.25
5 HIJAU JINGGA EMAS 15.000 15.000 5% 15.750
T 0
6 JINGGA PUTIH COKELAT EMAS 390 390 5% 409,5 370,5
COKELA ABU-
7 MERAH EMAS 1.800 1.800 5% 1.890 1.710
T ABU
20.90
8 MERAH MERAH JINGGA EMAS 22.000 21.000 5% 23.100
0
ABU- 64.60
9 BIRU JINGGA EMAS 68.000 67.000 5% 71.400
ABU 0
31.35
10 JINGGA JINGGA JINGGA EMAS 33.000 32.000 5% 34.650
0
COKELA ABU- 17.10
11 JINGGA EMAS 18.000 18.000 5% 18.900
T ABU 0
44.65
12 KUNING UNGU JINGGA EMAS 47.000 49.000 5% 49.350
0
COKELA 150.00 140.00 142.5
13 HIJAU KUNING EMAS 5% 157.500
T 0 0 00
ABU-
14 BIRU COKELAT EMAS 680 690 5% 714 646
ABU
15 HIJAU BIRU MERAH EMAS 5.600 5.600 5% 5.880 5.320
COKELA
16 HIJAU MERAH EMAS 1.500 1.500 5% 1.575 1.425
T
37.05
17 JINGGA PUTIH JINGGA EMAS 39.000 38.000 5% 40.950
0
53.20
18 HIJAU BIRU JINGGA EMAS 56.000 54.000 5% 58.800
0
COKELA 1.000.0 1.000.0 1.050.0 950.0
19 HITAM HIJAU EMAS 5%
T 00 00 00 00
COKELA
20 HITAM COKELAT EMAS 100 100 5% 105 95
T
Halaman 6