Anda di halaman 1dari 4

ARSITEKTUR MONUMENTALISME & BRUTALISME

1) Arsitektur Monumentalism
Seetelah Perang Dunia II, arsitektur modern berkembang dalam bentuk-bentuk baru,
otentik asli yang tidak ada sebelumnya. Kaidah-kaidah dan teori modernism awal abad XX,
ditinggalkan. Konsep “bentuk mengikuti fungsi” atauu “form follow function” dari aliran
fungdionalisme tidak lagi menjadi kriteria utama.
Dalam aliran Arsitektur Monumentalism bentuk tidak hanya ditentukan oleh fungsi,
tetapi ditentukan oleh semua aspek arsitektural, tata letak, lingkungan, teknologi, bahan dan
elemen-elemen lainnya yang tidak selalu fungsional. Selain itu, konsep-konsep lama
diterapkan sesuai dengan konsep dan pola pikir yang sejalan dengan perkembangan teknologi,
bahan dan dimensi. Sehingga penerapan baru ini menghasilkan bentuk-bentuk baru yang ciri
monumentalnya sangat menonjol. Rancangan-rancangan Le Corbusier, Oscar Niemeyer
Saarinen, Luis I Khan, Phipips Jhonson yang dibangun setelah tahun 50an dapat dikategorikan
sebagai arsitektur aliran monumentalisme dengan bentuk otentik, megah dan sclutural.

Karakteristik Arsitektur Monumentalisme


 Bangunan fungsional yang dianggap penting karena usia, dan ukuran
 Terkesan kokoh, agung dan megah
 Bersifat sederhana, bersih dan polos
 Berfungsi sebagai ruang yang terpusat
Boston City Hall (1967)
Aliran Arsitektur Monumentalism yang diterapkan pada bangunan ini dapat dilihat
dari efek bayangan kisi-kisi dan elem konstruksi pada wajah-wajah menampilkan bentuk
dinamis dan memberikan bentuk sculptural yang sangat menawan. Kesan monumental gedung
ini ditampilkan dalam bentuk dan juga tata letak serta lokasi yang terbuka luas. Boston City
Hall menjadi suatu bentuk monumental dalam sejarah perkembangan arsitektur modern,
ungkapan dari kejenuhan pada teori dan konsep arsitektur ‘Fungsionalisme’ ‘Purisme’ dan
‘Rasionalisme’ yang menjunjung tinggi fungsi dan menjauhkan elemen-elemen dekorasi.
Bentuknya yang unik, otentik membuat sukar untuk menggolongkan bentuk aliran baru ini.
Namun jelas bahwa gedung ini sangat monumental dengan adanya efek banyangan oleh
cahaya matahari.

1) Arsitektur Brutalisme
Arsitektur brutalis berkembang dari tahun 1950 sampai pertengahan 1970an, turun
dari gerakan arsitektur modernis pada awal abad ke-20. Istilah ini berasal dari kata Prancis
untuk "mentah", karena Le Corbusier menggambarkan pilihannya bahan béton brut , beton
mentah. Kritikus arsitektur Inggris Reyner Banham mengadaptasi istilah tersebut menjadi
"brutalisme" (awalnya "New Brutalism") untuk mengidentifikasi gaya yang muncul.
Istilah "brutalisme" pada awalnya diciptakan oleh arsitek Swedia Hans Asplund
untuk menggambarkan Villa Göth di Uppsala , yang dirancang pada tahun 1949 oleh orang-
orang sezamannya Bengt Edman dan Lennart Holm . Dia awalnya menggunakan istilah
Swedia nybrutalism (brutalisme baru), yang diangkat oleh sekelompok arsitek Inggris yang
berkunjung, termasuk Michael Ventris.
Di Inggris, istilah ini selanjutnya diadopsi oleh arsitek Alison dan Peter Smithson
Istilah ini mendapatkan mata uang yang luas ketika sejarawan arsitektur Inggris Reyner
Banham menggunakannya dalam judul bukunya tahun 1966, The New Brutalism: Ethic or
Estesthetic?, untuk mengkarakterisasi sekelompok pendekatan arsitektural yang baru
dibentuk, terutama di Eropa.

Arsitektur Brutalisme merupakan arsitektur yang beda dari biasanya baik dari segi
bentuk yang aneh, menyimpang dari kaidah-kaidah ataupun bentuk-bentuk yang belum pernah
ditemukan di tahun sebelumnya. Dilihat dari segi sistem konstruksi juga memiliki perbedaan,
dalam konstruksi beton eksposed dihasilkan oleh perancah kasar atau sengaja dikasarkan
setelah perancahnya dibuka. Meskipun kata brutal ada hubungannya dengan beton brut yang
artinya beton kasar, namun kriteria pengelompoka aliran Arsitektur Brutalisme adalah pada
bentuknya secara keseluruhan dan bukan dari system konstruksi tersebut.

Karakteristik Arsitektur Brutalisme


Memiliki bentuk yang aneh dan menyimpang dari kaidah-kaidah atau bentuk pada masa
sebelumnya.
Menggunakan system konstruksi beton exposed dengan permukaan bidang kasar yang
dihasilkan oleh perancah kasar atau sengaja dikasarkan setelah perancahnya dibuka.
Struktur brutalisme biasanya berat dan tidak ada proses pelapisan dengan lapisan pasir
halus sebagai bahan penutup akhir.
Bentuk arsitektur cenderung pada sifat-sifat kasar dan kaku serta bertentangan antara satu
sama lain.
Menggunakan desain yang memadukan antara kehalusan beton dan tekstur-tekstur keras
dalam bentuk aslinya.
Ada beberapa contoh arsitek yang menerapkan aliran Arsitektur Brutalisme seperti
Paul Rudolph dengan karya Yale School of Art and Architecture, Le Corbusier dengan karya
Notre Dame Ronchamp dan I M Pei dengan karya Museum Everson dimana semuanya
berbentuk sculptural abstrak total (Salah satu ungkapan aliran Arsitektur Brutalisme) . Untuk
memperjelas aliran Arsitektur Brutalisme berikut merupakan salah satu contoh karya dari
James Stirling yang terkenal dengan hasil karya dikategorikan Brutalisme.
Leicester University Engineering

(1959-1963)

Dapat dilihat pada gedung pendidikan diatas pada bagian yang memiliki unsur
aliran Arsitektur Brutalisme, yaitu atap bengkel datar dengan penampang gregaji, seperti
pada pabrik-pabrik, memberikan ekspresi kuat dari bangunan pendidikan teknik dan
industrial. Normalnya atap dibuat tegak lurus atau dibawah 35 derajat, tetapi atap gedung
ini melintang diagonal 45 derajat.

Cambridge University (1965-1967)


Gedung Cambridge University menampilkan bentuk-bentuk aneh, otentik dan tidak
seperti gedung pada umumnya yang sesuai dengan kaidah aliran Arsitektur Brutalisme.
Gedung ini memiliki sudut siku berbentuk huruf L dengan bagian tengah (hall) yang
beratap kaca, bagian ini dibuat bertrap, semakin ke atas semakin kecil dengan material
kaca yang membuat gedung ini beda dari bangunan yang lainnya.