Anda di halaman 1dari 74

PERATURAN

DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN


KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

Nomor : 04/Per/Dep.1/III/2018

TENTANG

KRITERIA DAN INDIKATOR PENILAIAN


PEMERINGKATAN KOPERASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN


KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 Peraturan


Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor
21/Per/M.KUKM/X/2015 tentang Pemeringkatan Koperasi,
perlu disusun pedoman kriteria dan indikator penilaian
pemeringkatan koperasi ;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud


dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Deputi Bidang
Kelembagaan tentang Pedoman Kriteria dan Indikator Penilaian
Pemeringkatan Koperasi.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang


Perkoperasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1992 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3502);

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
1
2. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5679);

3. Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2015 tentang


Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
106);

4. Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah


Nomor 08/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;

5. Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah


Nomor 10/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Kelembagaan
Koperasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
181);

6. Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah


Nomor 21/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Pemeringkatan
Koperasi.

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
2
MEMUTUSKAN

Menetapkan: PERATURAN DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KEMENTERIAN


KOPERASI DAN UKM TENTANG KRITERIA DAN INDIKATOR
PENILAIAN PEMERINGKATAN KOPERASI

Pasal 1
Kriteria dan Indikator Penilaian Pemeringkatan Koperasi adalah pedoman bagi
Lembaga Independen Pemeringkat Koperasi (LIPK) dalam pelaksanaan
Pemeringkatan Koperasi.

Pasal 2
Kriteria dan Indikator Penilaian Pemeringkatan Koperasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 1 merupakan panduan dalam penggunaan kriteria,
pengertian, penilaian, evaluasi dan pelaporan dan sekaligus sebagai panduan
pembinaan koperasi bagi aparat dalam memperbaiki peringkat koperasi.
Pasal 3

Koperasi wajib melakukan pemeringkatan paling sedikit sekali dalam 2 (dua)


tahun.

Pasal 4

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan agar semua pihak
mengetahuinya, menyebarluaskan dan mensosialisasikan.

.1. ....../.......
3. Dep.1.2. ....../.......

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
3
Lampiran I : Peraturan Deputi Bidang
Kelembagaan Kementerian
Koperasi dan UKM
Nomor : 04/Per/Dep.1/III/2018
Tanggal : 20 Maret 2018
Tentang : PERATURAN DEPUTI BIDANG
KELEMBAGAAN KEMENTERIAN
KOPERASI DAN UKM TENTANG
KRITERIA DAN INDIKATOR
PENILAIAN PEMERINGKATAN
KOPERASI

A. Latar Belakang

Pembangunan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)


merupakan bagian utama dalam rangka peningkatan pembangunan ekonomi,
peningkatan kesejahteraan rakyat dan penciptaan lapangan kerja. Hal ini
dapat dilakukan dengan mendorong Koperasi dan UMKM untuk
meningkatkan kapasitas kelembagaan dan usahanya secara mandiri, sehingga
mampu meningkatkan usahanya dan mendukung serta berkontribusi dalam
menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Dalam kurun waktu lima tahun yaitu 2014 – 2019, pembangunan


Koperasi dan UMKM dilakukan dengan berbagai program dalam rangka
peningkatan daya saing. Kebijakan-kebijakan tersebut mencakup upaya-
upaya peningkatan kapasitas dan kinerja, penguatan dan perluasan sistem
kelembagaan dan usaha. Untuk mengetahui kinerja koperasi perlu dilakukan
pengukuran dan penilaian melalui pemeringkatan koperasi yang hasilnya
dapat digunakan untuk memenuhi salah satu bahan pengajuan proposal
teknis dalam rangka akses ke pembiayaan melalui perbankan maupun
lembaga non bank, atau kemitraan dengan badan usaha/lembaga lainnya.

Sesuai dengan peraturan Menteri Koperasi Nomor


21/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Pemeringkatan Koperasi pada Pasal 5 ayat
(6) diamanatkan perlu adanya Peraturan Deputi Bidang Kelembagaan tentang
kriteria dan indikator penilaian pemeringkatan koperasi.

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
4
B. Pengertian Umum

Pengertian Umum dalam Pedoman ini meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau


badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan
prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang
berdasar atas asas kekeluargaan.
2. Pemeringkatan Koperasi adalah suatu kegiatan penilaian terhadap
kondisi dan atau kinerja koperasi melalui sistem pengukuran yang
obyektif dan transparan dengan kriteria, indikator dan persyaratan
tertentu yang dapat menggambarkan tingkat kualitas lembaga koperasi.
3. Koperasi Primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan
orang seorang yang dibentuk sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang.
4. Koperasi Sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan
badan hukum koperasi, sekurang-kurangnya 3(tiga) koperasi yang
berbadan hukum.
5. Koperasi Berkualitas adalah koperasi yang memiliki kinerja baik dalam
bidang kelembagaan, usaha, keuangan serta bermanfaat bagi anggota
sebagai badan hukum aktif dan badan usaha yang dicirikan oleh prinsip-
prinsip kohesivitas dan partisipasi anggota yang kuat dengan kinerja usaha
yang semakin sehat dan berorientasi kepada usaha anggota serta
memiliki kepedulian sosial.
6. Nomor Induk Koperasi (NIK) adalah kombinasi angka unik yang dimiliki
oleh koperasi sebagai identitas koperasi.

C. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan Peraturan Deputi ini untuk menetapkan pedoman


kriteria dan indikator penilaian pemeringkatan koperasi sebagai alat penilaian
kinerja koperasi secara objektif, transparan, independen dan bertanggung
jawab sehingga dapat meningkatkan kualitas lembaga koperasi sebagai
badan hukum dan badan usaha

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup kriteria dan indikator penilaian pemeringkatan koperasi


meliputi :

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
5
a. pelaksanaan pengumpulan data;
b. pelaksanaan pengolahan data;
c. penyelesaian lembar hasil pemeringkatan; dan
d. penetapan hasil pemeringkatan dan predikat.

E. Sasaran Pemeringkatan
a. koperasi Primer; dan
b. koperasi Sekunder.

F. Persyaratan Koperasi

Pemeringkatan koperasi dilaksanakan bagi koperasi yang memenuhi syarat


sebagai berikut :

a. sudah berbadan hukum minimal 1 (satu) tahun;


b. telah membuat laporan keuangan;
c. telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

G. Kriteria dan Indikator Pemeringkatan


Pelaksanaan pemeringkatan koperasi didasarkan kepada penilaian terhadap 6
(enam) aspek koperasi berkualitas, yang terdiri dari :
a. Aspek Kelembagaan Koperasi (Bobot 30), meliputi:
1) legalitas badan hukum;
2) partisipasi anggota;
3) alat kelengkapan organisasi koperasi;
4) program kerja, dan rencana strategis;
5) standar operasional prosedur;
6) standar operasional manajemen;
7) rapat anggota;
8) pendidikan dan pelatihan;
9) rasio peningkatan jumlah anggota;
10) penghargaan Koperasi 3 (tiga) tahun terakhir.

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
6
b. Aspek Usaha Koperasi (Bobot 25), meliputi:
1) legalitas usaha;
2) keterikatan aktivitas usaha anggota dengan usaha anggota lain;
3) keterikatan usaha anggota dengan usaha koperasi;
4) peningkatan volume usaha;
5) peningkatan kapasitas produksi atau jasa;
6) peningkatan SHU.

c. Aspek Keuangan Koperasi (Bobot 25), meliputi:


1) struktur permodalan;
2) kemampuan penyediaan dana untuk memenuhi kewajiban yang sudah
jatuh tempo (tingkat liquiditas);
3) persentase pelunasan simpanan wajib;
4) total hutang jangka pendek terhadap aset;
5) kemampuan koperasi untuk memenuhi kewajibannya (Solvabilitas);
6) rasio laba bersih terhadap investasi (Return On Investment);
7) penambahan aset;
8) audit Kantor Akuntan Publik (KAP);
9) keberlanjutan usaha.

d. Aspek Manfaat Koperasi Terhadap Anggota (Bobot 10), meliputi:


1) peningkatan penghasilan anggota;
2) menawarkan barang dan jasa yang lebih murah;
3) menumbuhkan motif berusaha anggota;
4) menumbuhkan sikap jujur dan terbuka;
5) pemberian layanan koperasi diluar aktivitas usaha.

e. Aspek Manfaat Koperasi terhadap Masyarakat(Bobot 10), meliputi:


1) penyerapan tenaga kerja;
2) jumlah layanan koperasi yang dapat dinikmati masyarakat;
3) penurunan angka kemiskinan.

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
7
H. Tata Cara Penilaian Indikator dan Parameter Pemeringkatan Koperasi
Penilaian pemeringkatan dinilai melalui Indikator dan Parameter yang dimiliki
oleh koperasi. Metode penilainnya dengan menggunakan rata-rata bobot nilai,
langkah-langkah tatacara penilaiannya adalah sebagai berikut:
1. Nilai Aspek n = (Jumlah Nilai Parameter x % Bobot Aspek)
Contoh :
Nilai Aspek 1 = (Nilai Indikator1 x 30%)
Nilai Asepk 2 = (Nilai Indikator1 x 25%)
Nilai Asepk 3 = (Nilai Indikator1 x 25%)
Nilai Asepk 4 = (Nilai Indikator1 x 10%)
Nilai Asepk 5 = (Nilai Indikator1 x 10%)

2. Hasil Penilaian Pemeringkatan =( Nilai Aspek 1+ Nilai Aspek 2+ Nilai Aspek 3+


Nilai Aspek 4+ Nilai Aspek 5 )
I. Penetapan Hasil Pemeringkatan

Hasil pemeringkatan koperasi ditetapkan dalam 4 (empat) klasifikasi kualitas :

a. Koperasi dengan kualifikasi ”Sangat Berkualitas”, dengan predikat AAA,


dengan jumlah penilaian diatas 1.200;

b. Koperasi dengan kualifikasi ” Berkualitas”, dengan predikat AAB, ”, dengan


jumlah penilaian 1.000 sampai dengan 1.200;

c. Koperasi dengan kualifikasi ” Cukup Berkualitas”, dengan predikat ABB,


dengan jumlah penilaian 800 sampai dengan 999;

d. Koperasi dengan kualifikasi ” Tidak Berkualitas”, dengan predikat BBB,


dengan jumlah penilaian kurang dari 799;

.1. ....../.......
3. Dep.1.2. ....../.......

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
8
Profil Koperasi
1) Identitas Koperasi :
1. Nama Koperasi : ....................................................................................
2. Jenis Koperasi : Simpan Pinjam/ Produsen / Konsumen/ Jasa/Pemasaran
3. Tahun Berdiri : .....................................................................................
4. Badan Hukum*) :
Nomor : .....................................................................................
Tanggal : .....................................................................................
5. NIK : .....................................................................................
6. Alamat Lengkap :
Desa/Jl. : .....................................................................................
Kelurahan : .....................................................................................
Kecamatan : .....................................................................................
Kab./Kota : .....................................................................................
Provinsi/D.I. : .....................................................................................
No./Telp. : .....................................................................................
E-mail : .....................................................................................
*)No.Badan Hukum sebelum perubahan

2) Unit Usaha Inti :


......................................................................................................................
3) Unit Usaha Pendukung :
......................................................................................................................
4) Unit Usaha Tambahan :
......................................................................................................................
5) Susunan Pengurus :
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
6) Susunan Pengawas :
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

7) Keragaan Koperasi (posisi tahun terakhir):


1. Anggota : ............. orang
2. Manajer : ............. orang
3. Karyawan : ............. orang
4. Total Asset : Rp. ................
5. Total Kewajiban : Rp. ................
6. Modal Sendiri : Rp. ................
7. Modal Pinjaman : Rp. ................
8. Volume Usaha : Rp. ................
9. SHU : Rp. ................

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
9
Lampiran II : Peraturan Deputi Bidang
Kelembagaan Kementerian
Koperasi dan UKM
Nomor : 04/Per/Dep.1/III/2018
Tanggal : 20 Maret 2018
Tentang : KRITERIA DAN INDIKATOR
PENILAIAN PEMERINGKATAN
KOPERASI

ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN


KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
KELEMBAGAAN 30 1 LEGALITAS BADAN Akte pendirian notaris Belum ada 0
KOPERASI HUKUM 5 Dalam proses 50
Sudah ada 100
SK pengesahan Belum ada 0
Sudah ada 100
Telah diumumkan di dalam berita Belum 0
Negara Republik Indonesia (RI) diumumkan
Dalam Proses 50
Telah 100
diumumkan
Telah diumumkan di dalam Belum 0
tambahan berita Negara Republik diumumkan
Indonesia (RI) Telah 100
diumumkan
Memiliki Sertifikat Nomor Induk Tidak ada 0
Koperasi (NIK) Dalam Proses 50
Ada serta 100
bersertifikat

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
10
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
2 PARTISIPASI Persentase anggota yang aktif dalam < 10% 0
ANGGOTA (DALAM 2 membayar simpanan wajib 10-50% 50
PERMODALAN ATAU > 50% 100
BIDANG USAHA) Persentase anggota yang aktif < 10% 0
dalam bertransaksi dengan koperasi 10-50% 50
> 50% 100
3 ALAT KELENGKAPAN Kelengkapan struktur organisasi Tidak lengkap 0
ORGANISASI 2 Kurang 50
KOPERASI lengkap
Lengkap 100
Adanya job description (uraian Tidak ada 0
tugas) Ada 100
4 RENCANA STRATEGIS Adanya RENSTRA (visi, misi, Tidak ada 0
(RENSTRA) 3 tujuan, sasaran, program dan Kurang 50
kegiatan tahunan) lengkap
Lengkap 100
Adanya RAPBK Tidak ada 0
Ada 100
5 STANDAR SOP Kelembagaan dan Organisasi Tidak ada 0
OPERASIONAL 3
Tidak lengkap 50
PROSEDUR (SOP)
Lengkap 100
SOP Usaha Tidak ada 0
Tidak lengkap 50
Lengkap 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
11
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
SOP keuangan Tidak ada 0
Tidak lengkap 50
Lengkap 100
6 STANDAR Aturan terkait dengan pengambilan Tidak ada 0
OPERASIONAL 3 keputusan dibidang kebijakan Ada 100
MANAJEMEN (SOM) Wewenang pengeluaran uang Tidak ada 0
Ada 100
Penentuan investasi pengembangan Tidak ada 0
usaha Ada 100
7 RAPAT ANGGOTA Pelaksanaan rapat anggota Tidak tepat 0
PERTANGGUNGJAWA 4 waktu
BAN PENGURUS DAN Tepat waktu 100
PENGAWAS Keputusan RAT yang Belum 0
dinotariatkan Sudah 100
Pimpinan sidang dalam Unsur 0
pembahasaan pertanggungjawaban pengurus
pengurus dan pengawas Unsur 50
pengawas
Unsur anggota 100
Keabsahan pengambilan keputusan Tidak sah 0
oleh anggota (quorum) Sah 100
8 PENDIDIKAN DAN Ada program pendidikan dan Tidak ada 0
PELATIHAN 4 pelatihan perkoperasian pengurus, Ada 100
dan pengawas
Program pendidikan anggota < 2 angkatan 0
2-5 angkatan 50
> 5 angkatan 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
12
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
Jumlah pendidikan dan pelatihan 0 0
bagi karyawan 1-3 50
>3 100
Jumlah pendidikan dan pelatihan 0 0
karyawan berbasis kompetensi 1-3 50
yang diteruskan dengan uji >3
kompetensi 100
9 RASIO PENINGKATAN 2 Persentase peningkatan jumlah < 1% 0
JUMLAH ANGGOTA anggota 1-10% 50
SATU TAHUN > 10% 100
TERAKHIR Jumlah anggota yang keluar > 50 orang 0
10-50 orang 50
< 10 orang 100
10 PENGHARGAAN 2 Jumlah penghargaan yang pernah 0 0
KOPERASI 3 TAHUN diterima dari luar Kementerian 1-3 50
TERAKHIR Koperasi dan UKM >3 100
Jumlah penghargaan yang pernah 0 0
diterima dari Kementerian Koperasi 1-3 50
dan UKM >3 100
USAHA 25 1 LEGALITAS USAHA 1 Kesesuaian izin usaha koperasi Tidak sesuai 0
KOPERASI dengan aktivitas usaha Sesuai 100
KETERIKATAN keterikatan usaha antar
2 AKTIVITAS USAHA 1 anggota/adanya transaksi antar Tidak ada 0
ANGGOTA DENGAN anggota Ada
USAHA ANGGOTA 100
LAIN

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
13
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
3 KETERKAITAN USAHA 1 Keterkaitan usaha koperasi dengan Tidak ada 0
ANGGOTA DENGAN usaha anggota sebagai penyedia Ada 100
USAHA KOPERASI barang dan jasa atau sebaliknya
4 PENINGKATAN 1 Persentase peningkatan omset < 5% 0
VOLUME USAHA 5-10% 50
> 10% 100
5 PENINGKATAN 1 Persentase peningkatan kapasitas < 5% 0
KAPASITAS produksi/jasa 5-10% 50
PRODUKSI/JASA > 10% 100
6 PENINGKATAN SHU 1 Persentase keuntungan yang < 5% 0
dihasilkan dibanding tahun 5-10% 50
sebelumnya > 10% 100
KEUANGAN 25 1 STRUKTUR 1 Rasio antara modal sendiri dengan < 20% 50
KOPERASI PERMODALAN modal pinjaman 20-50% 80
> 50% 100
KEMAMPUAN Cash Ratio < 5% 50
2 PENYEDIAAN DANA 1 ≥ 5% 100
UNTUK MEMENUHI Acid Test Ratio < 10% 50
KEWAJIBAN YANG ≥ 10% 100
SUDAH JATUH TEMPO
(TINGKAT Current Ratio < 110% 0
LIQUIDITAS) 110%-150% 50
> 150% 100
3 PERSENTASE 1 persentase peningkatan simpanan < 10% 0
PELUNASAN wajib secara riil dibandingkan 10-20% 50
SIMPANAN WAJIB dengan simpanan wajib seharusnya > 20% 100
ANGGOTA

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
14
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
4 TOTAL KEWAJIBAN 2 Persentase kewajiban jangka > 70% 0
JANGKA PENDEK pendek terhadap aset 30%-70% 50
TERHADAP ASET < 30% 100
Persentase peningkatan hutang > 10% 50
dagang ≤ 10% 100
5 KEMAMPUAN 1 Persentase asset dengan kewajiban < 110% 0
KOPERASI UNTUK 110%-120% 50
MEMENUHI >120% 100
KEWAJIBANNYA
(SOLVABILITAS)
6 RASIO LABA BERSIH 1 Persentase SHU bersih terhadap < 10% 0
TERHADAP ASSET investasi/aset 10%-20% 50
INVESTASI (RETURN > 20% 100
ON INVESTMENT/ROI)
7 PENAMBAHAN ASET 1 Persentase penambahan aset < 3% 0
3%-5% 50
> 5% 100
8 AUDIT KANTOR Kelengkapan laporan keuangan Tidak ada 0
AKUNTAN PUBLIK 2 (neraca, PHU, arus kas, perubahan neraca+PHU 25
(KAP) ekuitas dan catatan atas laporan neraca+ PHU+ 50
keuangan) lap perubahan
ekuitas
neraca+ PHU+ 75
lap perubahan
ekuitas + arus
kas

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
15
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
neraca+ PHU+ 100
lap perubahan
ekuitas + arus
kas + catatan
atas lap
keuangan
Opini hasil audit KAP Tidak ada 0
Tidak wajar 25
Tidak 50
memberikan
pendapat
WDP 75
WTP 100
9 KEBERLANJUTAN 2 Rasio antara pendapatan < 100% 0
USAHA operasional dengan biaya 100%-110% 50
operasional > 110% 100
Kemitraan dengan badan hukum tidak ada 0
lain ada 60
MANFAAT 10 1 PENINGKATAN Rata-rata SHU yang diterima < 12 x UMR 0
KOPERASI BAGI PENGHASILAN 2 peranggota per tahun setempat
ANGGOTA ANGGOTA = 12 x UMR 50
setempat
> 12 x UMR 100
setempat
Jumlah anggota yang usahanya naik < 5 orang 0
kelas (mikro ke kecil atau kecil ke 5-20 orang 50
menengah) > 20 orang 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
16
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
2 MENAWARKAN 1 Jumlah barang/jasa yang ditawarkan > 10% 0
HARGA BARANG DAN dengan harga lebih murah dari 5%-10% 50
JASA KEPADA pesaing
< 5% 100
ANGGOTA YANG
LEBIH MURAH
3 MENUMBUHKAN 1 Jumlah wirausaha baru yang < 5 orang 0
MOTIF BERUSAHA ditumbuhkan oleh koperasi 5-20 orang 50
ANGGOTA > 20 orang 100
4 MENUMBUHKAN Jumlah publikasi laporan keuangan Tidak ada 0
SIKAP JUJUR DAN 2 1-2 kali 25
TERBUKA 3-4 kali 75
> 4 kali 100
Jumlah publikasi informasi < 2 kali 0
perubahan harga barang dan jasa 2-6 kali 25
yang disediakan koperasi 7-12 kali 75
>12 kali 100
5 PEMBERIAN LAYANAN 1 Koperasi telah memberikan Tidak ada 0
KOPERASI DILUAR pelayanan kepada anggota dibidang ada 100
AKTIVITAS USAHA sosial, kesehatan, pendidikan,
keagamaan, olahraga
MANFAAT 10 1 PENYERAPAN 1 Jumlah tenaga kerja koperasi < 5 orang 0
KOPERASI TENAGA KERJA 5-10 orang 25
TERHADAP 11-15 orang 50
MASYARAKAT 16-20 orang 75
> 20 orang 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
17
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI PRODUSEN, KONSUMEN, JASA, DAN PEMASARAN
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter Parameter
2 JUMLAH LAYANAN 1 Dampak keberadaan koperasi bagi Tidak ada 0
KOPERASI YANG masyarakat dibidang infrastruktur, ada 100
DAPAT DINIKMATI transportasi, penerangan, air bersih,
MASYARAKAT kerohanian
3 PENURUNAN ANGKA Persentase dana pembangunan 0 0
KEMISKINAN 2 daerah kerja (CSR) terhadap 1% - 2,5% 60
lingkungan > 2,5% 100
Kontribusi gerakan koperasi di < 0,01% 50
daerah yang bersangkutan terhadap ≥ 0,01% 100
PDRB (kota/kabupaten)

.1. ....../.......
3. Dep.1.2. ....../.......

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
18
Lampiran III : Peraturan Deputi Bidang
Kelembagaan Kmenterian
Koperasi dan UKM
Nomor : 04/Per/Dep.1/III/2018
Tanggal : 20 Maret 2018
Tentang : KRITERIA DAN INDIKATOR
PENILAIAN PEMERINGKATAN
KOPERASI

ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN


KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
KELEMBAGAAN 30 1 LEGALITAS BADAN 5 Akte pendirian notaris Belum ada 0
KOPERASI HUKUM Dalam proses 50
Sudah ada 100
SK pengesahan Belum ada 0
Dalam proses 50
Sudah ada 100
Telah diumumkan di dalam Belum diumumkan 0
berita negara Republik Sudah diumumkan 100
Indonesia (RI)
Telah diumumkan di dalam Belum diumumkan 0
tambahan berita negara Sudah diumumkan 100
Republik Indonesia (RI)
Memiliki Nomer Induk Tidak ada 0
Koperasi (NIK) Ada 50
Ada serta 100
bersertifikat

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
19
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
2 PARTISIPASI ANGGOTA 2 Persentase anggota yang aktif < 20% 50
(DALAM PERMODALAN dalam membayar simpanan 20-50% 80
ATAU BIDANG USAHA) wajib > 50% 100
Persentase anggota yang aktif < 20% 50
dalam bertransaksi dengan 20-50% 80
koperasi > 50% 100
3 ALAT KELENGKAPAN 2 Kelengkapan struktur Tidak lengkap 50
ORGANISASI KOPERASI organisasi Kurang lengkap 80
Lengkap 100
Adanya uraian tugas ( job Tidak ada 0
description ) Ada 100
4 RENCANA STRATEGIS 2 Adanya RENSTRA (visi, misi, Tidak ada 0
(RENSTRA) tujuan, sasaran, program dan Kurang lengkap 50
kegiatan tahunan) Lengkap 100
Rencana jangka menengah Tidak ada 0
Ada 100
Adanya RAPBK Tidak ada 0
Ada 100
5 STANDAR OPERASIONAL 3 SOP Kelembagaan dan Tidak ada 0
PROSEDUR (SOP) organisasi Tidak lengkap 50
Lengkap 100
SOP Usaha Tidak ada 0
Tidak lengkap 50
Lengkap 100
SOP Keuangan Tidak ada 0
Tidak lengkap 50
Lengkap 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
20
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
6 STANDAR OPERASIONAL 3 Aturan terkait dengan Tidak ada 0
MANAJEMEN (SOM) pengambilan keputusan Ada 100
dibidang kebijakan
Wewenang pengeluaran uang Tidak ada 0
Ada 100
Penentuan investasi Tidak ada 0
pengembangan usaha Ada 100
7 RAPAT ANGGOTA 4 Pelaksanaan rapat anggota Tidak tepat waktu 0
PERTANGGUNGJAWABAN Tepat waktu 100
PENGURUS DAN Keputusan RAT yang Belum 0
PENGAWAS dinotariatkan Sudah 100
Persentase anggota yang hadir < 50% 50
50%-80% 80
> 80% 100
Keabsahan pengambilan Tidak sah 0
keputusan oleh anggota Sah 100
(quorum)
8 PENDIDIKAN DAN 4 Ada program pendidikan dan Tidak ada 0
PELATIHAN pelatihan perkoperasian Ada 100
pengurus, pengawas
program pendidikan anggota < 2 angkatan 0
2-5 angkatan 50
> 5 angkatan 100
Jumlah pendidikan dan 0 0
pelatihan karyawan 1-3 Orang 50
> 3 Orang
100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
21
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
Jumlah pendidikan dan 0 0
pelatihan karyawan berbasis 1-3 Orang 50
kopetensi yang diteruskan > 3 Orang 100
dengan uji kompetensi
9 RASIO PENINGKATAN 2 Persentase peningkatan jumlah 0% 0
JUMLAH ANGGOTA SATU anggota 1-10% 50
TAHUN TERAKHIR > 10% 100
Jumlah anggota yang keluar > 50 orang 0
10-50 orang 50
< 10 orang 100
10 PENGHARGAAN 2 Jumlah penghargaan yang 0 0
KOPERASI 3 TAHUN pernah diterima dari luar 1-3 50
TERAKHIR Kementerian KUKM >3 100
Jumlah penghargaan yang 0 0
pernah diterima dari 1-3 50
Kementerian KUKM >3 100
USAHA 26 1 LEGALITAS USAHA 1 Izin usaha simpan pinjam Tidak ada 0
KOPERASI Dalam Proses 50
Ada 100
2 SELISIH BUNGA 1 Nilai interest spread > 24% 0
SIMPANAN DENGAN 18-24% 25
BUNGA PINJAMAN 13-17% 50
(INTEREST SPREAD) 10-12% 75
< 10% 100
3 PENINGKATAN VOLUME 1 Persentase peningkatan <1% 0
PINJAMAN pinjaman 1-10% 50
> 10% 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
22
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
4 PINJAMAN PRODUKTF 1 Persentase pinjaman produktif < 10% 0
(MODAL KERJA) terhadap total pinjaman 10-25% 25
TERHADAP TOTAL 26-40% 50
PINJAMAN 41-60% 75
> 60% 100
5 PENILAIAN KESEHATAN 1 Hasil penilaian kesehatan Belum dinilai 0
USAHA SIMPAN PINJAM usaha simpan pinjam Dalam pengawasan
25
khusus
Dalam pengawasan 50
Cukup sehat 75
Sehat 100
6 PENINGKATAN SHU 1 Persentase keuntungan yang < 5% 0
dihasilkan dibanding tahun 5-10% 50
sebelumnya > 10% 100
KEUANGAN 25 1 STRUKTUR 1 Rasio antara modal sendiri dan < 20% 50
KOPERASI PERMODALAN modal pinjaman 20-50% 80
> 50% 100
2 KEMAMPUAN 3 Simpanan anggota < 5% 0
MENGHIMPUN DANA 5-10% 25
11-20% 50
21-30% 75
> 30% 100
Dana jangka panjang dari Tidak ada 0
lembaga keuangan (bank/non- Ada
100
bank)
Modal Penyertaan Tidak ada 0
Ada 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
23
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
3 PERSENTASE PELUNASAN 1 Persentase peningkatan < 10% 0
SIMPANAN WAJIB simpanan wajib secara riil 10-20% 50
ANGGOTA dibanding simpanan wajib > 20%
seharusnya 100
4 TOTAL KEWAJIBAN 1 Persentase kewajiban jangka > 70% 0
JANGKA PENDEK pendek terhadap total aset
30%-70% 50
TERHADAP ASET
< 30% 100
5 KEMAMPUAN KOPERASI 1 Persentase aset terhadap <110% 0
UNTUK MEMENUHI kewajiban 110%-120% 50
KEWAJIBANNYA >120% 100
(SOLVABILITAS)
6 KREDIT BERMASALAH 1 risiko pinjaman bermasalah > 20% 0
( NON PERFORMING (kurang lancar, diragukan dan 15-20% 25
LOAN/ NPL) macet) berdasarkan 10-14% 50
kolektibilitas 5-9% 75
< 5% 100
7 PENAMBAHAN ASSET 1 Persentase penambahan aset < 3% 0
3%-5% 50
> 5% 100
8 AUDIT KANTOR 2 Kelengkapan laporan Tidak ada 0
AKUNTAN PUBLIK (KAP) keuangan (neraca, PHU, neraca+PHU 25
laporan arus kas, perubahan neraca+ PHU + lap. 50
ekuitas dan catatan atas perubahan ekuitas
laporan keuangan) neraca+ PHU + lap. 75
peubahan ekuitas +
arus kas

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
24
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
neraca+ PHU + lap. 100
peubahan ekuitas +
arus kas + catatan
atas lap keuangan
Opini hasil audit KAP Tidak ada 0
Tidak wajar 25
Tidak memberikan 50
pendapat
WDP 75
WTP 120
9 KEBERLANJUTAN USAHA 2 Rasio antara pendapatan < 100% 0
operasional dengan beban 100%-110% 50
operasional > 110% 120
Kemitraan dengan lembaga tidak ada 0
keuangan lain ada 120
MANFAAT 10 1 PENINGKATAN 2 Rata-rata SHU yang diterima < 12 x UMR
0
KOPERASI BAGI PENGHASILAN ANGGOTA per anggota per tahun setempat
ANGGOTA = 12 x UMR
50
setempat
> 12 x UMR
100
setempat
Jumlah anggota yang usahanya < 5 orang 0
naik kelas (mikro ke kecil atau 5-20 orang 50
kecil ke menengah) > 20 orang
100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
25
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
2 MENAWARKAN JASA 1 besarnya jasa pinjaman/bunga > bunga bank 0
PINJAMAN/BUNGA kepada anggota dibanding = bunga bank 50
KEPADA ANGGOTA YANG bank < bunga bank
LEBIH RENDAH 100
3 MENUMBUHKAN MOTIF 1 Jumlah wirausaha baru yang < 5 orang 0
BERUSAHA ANGGOTA ditumbuhkan oleh koperasi 5-20 orang 50
> 20 orang 100
4 MENUMBUHKAN SIKAP 2 Jumlah publikasi laporan Tidak Ada 0
JUJUR DAN TERBUKA keuangan 1-2 kali 25
3-4 kali 75
>4 100
Jumlah publikasi informasi < 2 kali 0
perubahan suku bunga dan 2-6 kali 25
jasa/produk pinjaman yang 7-12 kali 75
disediakan Koperasi Simpan >12 kali
Pinjam 100
5 PEMBERIAN LAYANAN 1 Koperasi telah memberikan Tidak ada 0
KOPERASI DILUAR pelayanan kepada anggota ada
AKTIFITAS USAHA dibidang sosial, kesehatan,
100
pendidikan, keagamaan,
olahraga
MANFAAT 10 1 PENYERAPAN TENAGA 1 Jumlah tenaga kerja koperasi < 20 50
KOPERASI KERJA ≥ 20 100
TERHADAP 2 JUMLAH LAYANAN 1 Jumlah unit usaha yang dapat <3 50
MASYARAKAT KOPERASI YANG DAPAT diakses oleh masyarakat 3-5 80
DINIKMATI MASARAKAT >5
100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
26
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
3 PENURUNAN ANGKA 2 Penggunaan dana 0 0
KEMISKINAN pembangunan daerah kerja 1-2,5% 60
(CSR) terhadap lingkungan > 2,5% 100
Kontribusi gerakan koperasi di < 0,01% 50
daerah yang bersangkutan ≥ 0,01%
terhadap PDRB 100
(kota/kabupaten)

.1. ....../.......
3. Dep.1.2. ....../.......

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
27
Lampiran IV : Peraturan Deputi Bidang
Kelembagaan Kementerian
Koperasi dan UKM
Nomor : 04/Per/Dep.1/III/2018
Tanggal : 20 Maret 2018
Tentang : KRITERIA DAN INDIKATOR
PENILAIAN PEMERINGKATAN
KOPERASI

ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN


KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
KELEMBAGAAN 30 1 LEGALITAS BADAN 5 Belum ada 0
KOPERASI HUKUM Akte pendirian notaris Dalam proses 50
Sudah ada 100
Belum ada 0
SK pengesahan
Sudah ada 100
Telah diumumkan di dalam Belum diumumkan 0
berita Negara Republik Dalam Proses 50
Indonesia (RI) Telah diumumkan 100
Telah diumumkan di dalam Belum diumumkan 0
tambahan berita Negara Dalam Proses 50
Republik Indonesia (RI) Telah diumumkan 100
Tidak ada 0
Dalam Proses 50
Memiliki Sertifikat Nomer Ada serta
Induk Koperasi (NIK) bersertifikat
100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
28
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
2 PARTISIPASI 2 < 20% 50
ANGGOTA (DALAM Persentase anggota yang aktif
20-50% 80
PERMODALAN dalam membayar simpanan
wajib > 50%
ATAU BIDANG 100
USAHA) < 20% 50
Persentase anggota yang aktif
dalam bertransaksi dengan 20-50% 80
koperasi > 50% 100
3 ALAT 2 Kelengkapan struktur Tidak lengkap 50
KELENGKAPAN organisasi Kurang lengkap 80
ORGANISASI Lengkap 100
KOPERASI Adanya job description Tidak ada 0
(uraian tugas) Ada 100
4 RENCANA 3 Adanya RENSTRA (visi, Tidak ada 0
STRATEGIS misi, tujuan, sasaran, program Tidak lengkap 50
(RENSTRA) dan kegiatan tahunan) Lengkap 100
Rencana jangka menengah Tidak ada 0
Ada 100
Adanya RAPBK Tidak ada 0
Ada 100
5 STANDAR 3 SOP kelembagaan dan Tidak ada 0
OPERASIONAL organisasi Tidak lengkap 50
PROSEDUR (SOP) Lengkap 100
SOP usaha Tidak ada 0
Tidak lengkap 50
Lengkap
100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
29
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
SOP keuangan Tidak ada 0
Tidak lengkap 50
Lengkap 100
6 STANDAR 3 Aturan terkait dengan Tidak ada 0
OPERASIONAL pengambilan keputusan Ada
100
MANAJEMEN (SOM) dibidang kebijakan
Wewenang pengeluaran uang Tidak ada 0
Ada 100
Penentuan investasi Tidak ada 0
pengembangan usaha Ada 100
7 RAPAT ANGGOTA 4 Pelaksanaan rapat anggota Tidak tepat waktu 0
PERTANGGUNGJA Tepat waktu 100
WABAN PENGURUS Keputusan RAT yang Belum 0
DAN PENGAWAS dinotariatkan Sudah 100
Persentase anggota yang hadir < 50% 50
50%-80% 80
> 80% 100
Keabsahan pengambilan Tidak sah 0
keputusan oleh anggota Sah 100
8 PENDIDIKAN DAN 4 Ada program pendidikan dan Tidak ada 0
PELATIHAN pelatihan perkoperasian Ada
100
pengurus, dan pengawas
program pendidikan anggota < 2 angkatan 0
2-5 angkatan 50
> 5 angkatan 100
Jumlah pendidikan dan 0 0
pelatihan karyawan 1-3 orang 50
> 3 orang 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
30
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
Jumlah pendidikan dan 0 0
pelatihan karyawan berbasis 1-3 orang 50
kopetensi yang diteruskan > 3 orang
dengan uji kopetensi 100
9 RASIO 2 Persentase peningkatan < 1% 0
PENINGKATAN jumlah anggota 1-10% 25
JUMLAH ANGGOTA > 10% 50
SATU TAHUN jumlah anggota yang keluar > 50 orang 0
TERAKHIR 10-50 orang 25
< 10 orang 50
10 PENGHARGAAN 2 Jumlah penghargaan yang 0 0
KOPERASI 3 TAHUN pernah diterima dari luar 1-3 50
TERAKHIR Kementerian KUKM >3 100
Jumlah penghargaan yang 0 0
pernah diterima dari 1-3 50
Kementerian KUKM >3 100
11 DEWAN PENGAWAS 1 Adanya dewan pengawas Tidak ada 0
SYARIAH syariah bersertifikat Ada 1 orang 50
Lebih dari 1 orang 100
USAHA 26 1 LEGALITAS USAHA 1 izin usaha simpan pinjam Tidak ada 0
KOPERASI dan pembiayaan syariah Dalam Proses 50
Ada 100
2 RATA-RATA 1 Rata-rata nisbah bagi hasil 70% VS 30% 0
NISBAH BAGI 60% VS 40% 25
HASIL 50 %VS 50% 50
PEMBIAYAAN 40% VS 60% 75
30% VS 70% 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
31
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
MUDHARABAH &
MUSYARAKAH
3 PENINGKATAN 1 Persentase peningkatan < 1% 0
VOLUME PIUTANG volume piutang dan 1-10% 50
DAN PEMBIAYAAN pembiayaan > 10% 100
PER TAHUN
4 PEMBIAYAAN 1 Persentase pembiyaan < 10% 0
PRODUKTF produktif terhadap total 10-25% 25
(MODAL KERJA) pinjaman 26-40% 50
TERHADAP TOTAL 41-60% 75
PIUTANG DAN
> 60% 100
PEMBIAYAAN
5 PENILAIAN 1 Hasil penailaian kesehatan Belum dinilai 0
KESEHATAN usaha simpan pinjam dan Dalam pengawasan 25
USAHA SIMPAN pembiayaan syariah khusus
PINJAM DAN Dalam pengawasan 50
PEMBIAYAAN Cukup sehat 75
SYARIAH Sehat 100
6 PENINGKATAN SHU 1 Persentase keuntungan yang < 5% 0
dihasilkan dibanding tahun 5-10% 50
sebelumnya > 10% 100
KEUANGAN 25 1 STRUKTUR 1 Rasio antara modal sendiri < 20% 50
KOPERASI PERMODALAN dan modal luar 20-50% 80
> 50% 100
2 TINGKAT 4 Cash receive requirement < 5% 50
LIQUIDITAS ≥ 5%
(KEMAMPUAN 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
32
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
PENYEDIAAN DANA Acid test ratio < 10% 50
UNTUK MEMENUHI ≥ 10% 100
KEWAJIBAN
Cash Ratio < 14% dan > 56% 0
LANCAR ATAU
(14% – 20%) dan 50
YANG SUDAH
(46% – 56%)
JATUH TEMPO )
(21% – 25%) dan 75
(35% – 45%)
(26% – 34%) 100
Current ratio < 110% 0
110%-150% 50
> 150% 100
3 PERSENTASE 1 Persentase peningkatan < 20% 50
PELUNASAN simpanan wajib secara riil 20-50% 80
SIMPANAN WAJIB dibanding simpanan wajib > 50%
(NOMINAL Rp.) seharusnya 100
4 PERSENTASE 1 Persentase peningkatan < 20% 0
BESARAN simpanan dari anggota per 20-50% 25
SIMPANAN tahun > 50%
SUKARELA 50
5 KEMAMPUAN 1 Persentase asset dengan < 9% 0
KOPERASI UNTUK kewajiban 9%-16% 25
MEMENUHI 17%-24% 50
KEWAJIBANNYA ≥25%
(SOLVABILITAS) 100
6 RETURN ON 1 Persentase laba bersih setelah < 10% 0
INVESTMENT (ROI) pajak terhadap Investasi/Asset 10%-20% 25
> 20% 50

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
33
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
7 PIUTANG & 1 Tunggakan macet berdasarkan > 5% 50
PEMBIAYAAN kolektibilitas
BERMASALAH (
≤ 5% 100
NON PERFORMING
FINANCING/ NPF)
8 PENAMBAHAN 1 Persentase penambahan asset 0% 0
ASSET
1-5% 50
> 5% 100
9 AUDIT KANTOR 2 Kelengkapan laporan Tidak ada 0
AKUNTAN PUBLIK keuangan (neraca, phu, arus neraca+PHU 25
(KAP) kas, perubahan ekuitas dan neraca+ PHU + lap
catatan atas laporan 50
peubahan ekuitas
keuangan) neraca+ PHU + lap
peubahan ekuitas + 75
arus kas
neraca+ PHU + lap
peubahan ekuitas +
100
arus kas + catatan
atas lap keuangan
Hasil Opini KAP Tidak ada 0
Tidak wajar 25
Tidak memberikan
50
pendapat
WDP 75
WTP 100
10 KEBERLANJUTAN 2 Rasio antara pendapatan < 100% 0
USAHA operasional dengan beban 100%-110% 50
operasional > 110% 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
34
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
Kemitraan dengan badan tidak ada 0
hukum lain ada 60
MANFAAT 10 1 PENINGKATAN 2 Jumlah SHU yang diterima < 12 x UMR
0
KOPERASI BAGI PENGHASILAN anggota per tahun setempat
ANGGOTA ANGGOTA = 12 x UMR
50
setempat
> 12 x UMR 100
setempat
Jumlah anggota yang < 5 orang 0
usahanya naik kelas (mikro ke 5-20 orang 50
kecil atau kecil ke menengah) > 20 orang 100
2 PENGELOLAAN 1 sudah mempunyai unit kerja sudah 0
ZAKAT INFAK khusus pengelola zakat infak belum
SODAQOH (ZIS) sodaqoh 100
3 MENUMBUHKAN 1 Jumlah wirausaha baru yang < 5 orang 0
MOTIF BERUSAHA ditumbuhkan oleh koperasi 5-20 orang 50
ANGGOTA > 20 orang
100
4 MENUMBUHKAN 2 Jumlah publikasi laporan Tidak Ada 0
SIKAP JUJUR DAN keuangan
1-2 kali 25
TERBUKA
3-4 kali 75
> 4 kali 100
Jumlah publikasi informasi <2 kali 0
perubahan jasa/produk bagi
2-6 kali 25
hasil yang disediakan
Koperasi Simpan Pinjam 7-12 kali 75
Pembiayaan Syariah >12 kali 100

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
35
ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN
KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS)
ASPEK BOBOT NO INDIKATOR BOBOT PARAMETER KRITERIA SKOR NILAI
ASPEK PARAMETER Parameter
5 PEMBERIAN 1 Koperasi telah memberikan Tidak ada 0
LAYANAN pelayanan kepada anggota ada
KOPERASI DILUAR dibidang sosial, kesehatan,
AKTIFITAS USAHA pendidikan, keagamaan, 100
olahraga
MANFAAT 10 1 PENYERAPAN 1 Jumlah tenaga kerja koperasi < 20 50
KOPERASI TENAGA KERJA ≥ 20 100
TERHADAP 2 JUMLAH LAYANAN 1 Jumlah unit usaha yang dapat <3 50
MASYARAKAT KOPERASI YANG diakses oleh masyarakat 3-5 80
DAPAT DINIKMATI
>5 100
MASARAKAT
3 PENURUNAN 2 Persentase dana pembangunan 0 0
ANGKA daerah kerja (CSR) terhadap 1-2,5% 60
KEMISKINAN SHU > 2,5% 100
Kontribusi koperasi yang < 0,01% 50
bersangkutan terhadap
kontribusi seluruh koperasi
≥ 0,01% 100
terhadap PDRB
(kota/kabupaten)

.1. ....../.......
3. Dep.1.2. . ...../.......

Draft :
Dep.1.4.1 : ……../……. Plt.Dep.1.4 : ……../……. Dep. 1.3 : ……../……. Sesdep : ……../…….
36
Penjelasan Atas Lampiran II

Peraturan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM


Nomor : 04 /Per/Dep.1/ IIII /2018
Tentang Kriteria Dan Indikator Penilaian Pemeringkatan Koperasi

ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN KOPERASI


PRODUSEN, KONSUMEN, JASA DAN PEMASARAN :

A. ASPEK KELEMBAGAAN KOPERASI, terdiri dari indikator sebagai berikut:


1. Legalitas Badan Hukum
Legalitas Badan Hukum adalah badan atau perkumpulan yang mempunyai
Anggaran Dasar, dan disyahkan oleh pemerintah. :
• Akte Pendirian Notaris dengan kriteria penilaian : Belum Ada (skor 0),
Dalam Proses (skor 50) dan Sudah Ada (skor 100).
• SK Pengesahan dengan kriteria penilaian : Belum Ada (skor 0) dan
Sudah Ada (skor 100).
• Telah Diumumkan Di Dalam Berita Negara Republik Indonesia (RI)
dengan kriteria penilaian: Belum Diumumkan (skor 0); Dalam proses
(skor 50) dan Telah Diumumkan (skor 100).
• Telah Diumumkan Di Dalam Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia (RI) dengan kriteria penilaian : Belum Diumumkan (skor 0)
dan Telah Diumumkan (skor 100).
• Memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) dengan Kriteria : Tidak Ada (skor
0), Dalam proses (skor 50) dan Ada Serta Bersertifikat (skor 100).

37
2. Partisipasi Anggota (Dalam Permodalan Atau Bidang Usaha) :
Partisipasi Anggota merupakan faktor penting dalam mendukung
keberhasilan koperasi, dilandaskan pada prinsip identitas ganda (dual
identity) yaitu sebagai pemilik sekaligus sebagai pengguna. Sebagai
pemilik, anggota wajib berpartisipasi dalam penyertaan modal,
pengawasan dan membuat keputusan; sedangkan sebagai
pengguna/pelanggan, anggota koperasi wajib memanfaatkan fasilitas,
layanan, barang, maupun jasa yang disediakan oleh koperasi. Dengan
parameter sebagai berikut :
• Persentase Anggota Yang Aktif Dalam Membayar Simpanan Wajib
dengan kriteria penilaian : <10% (skor 0), 10-50% (skor 50) dan >50%
(skor 100).
• Persentase Anggota Yang Aktif Dalam Bertransaksi Dengan Koperasi
dengan kriteria penilaian : <10% (skor 0), 10-50% (skor 50) dan >50%
(skor 100).

3. Alat Kelengkapan Organisasi Koperasi :


Perlengkapan Organisasi Koperasi (POK) adalah struktur organisasi
koperasi terdiri dari tiga unsur Rapat Anggota Tahunan (RAT), Pengurus
Koperasi, dan Pengawas Koperasi
• Kelengkapan Struktur Organisasi dengan kriteria penilaian : Tidak
Lengkap (skor 0), Kurang Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).
• Adanya Job Description (Uraian Tugas) dengan kriteria penilaian : Tidak
Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

4. Rencana Strategis (RENSTRA) :


Rencana Strategis (RENSTRA) adalah suatu dokumen perencanaan yang
berorientasi pada hasil, biasanya terdiri dari Visi, Misi, Tujuan, Kebijakan,
Program dan Kegiatan yang berorientasi pada apa yang hendak di capai
dalam kurun waktu tertentu (3 – 5 tahun). Dengan parameter sebagai
berikut :

38
• Adanya Rencana Strategis (Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program dan
Kegiatan Tahunan) dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0), Tidak
Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).
• Adanya RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi)
dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

5. Standar Operasional Prosedur (SOP):


Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan
dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan dalam kegiatan usaha koperasi yang bertujuan untuk
memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para manajer dan karyawan
koperasi. Dengan parameter sebagai berikut :
• SOP Kelembagaan dan Organisasi dengan kriteria penilaian: Tidak Ada
(skor 0), Tidak Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).
• SOP Usaha, dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) Tidak
Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).
• SOP Keuangan, dengan Kriteria peniliaian : Tidak Ada (skor 0), Tidak
Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).

6. Standar Operasional Manajemen (SOM) :


Standar Operasional Manajemen (SOM) merupakan suatu ketentuan yang
digunakan dalam kegiatan manajemen organisasi guna melaksanakan
tugas manajemen seperti penyusunan perencanaan, penyusunan
kebijakan dan pengambilan keputusan terkait dengan tugas dan tanggung
jawab masing-masing. Dengan parameter sebagai berikut :
• Aturan Terkait Level Pengambilan Keputusan dibidang Kebijakan,
dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).
• Wewenang Pengeluaran Uang, dengan kriteria penilaian : Tidak Ada
(skor 0) dan Ada (skor 100).
• Penentuan Investasi Pengembangan Usaha dengan kriteria, penilaian :
Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

39
7. Rapat Anggota Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas :
Rapat Anggota Pertanggungjawaban adalah suatu acara penyampaian
pertanggungjawaban penmgurus dan pengawas sebagai mandat untuk
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang dilaksanakan selama
tahun tahun berjalan. Dengan parameter sebagai berikut :
• Pelaksanaan Rapat Anggota dengan kriteria penilaian : Tidak Tepat
Waktu (skor 0) dan Tepat Waktu (skor 100).
• Keputusan RAT yang Dinotariatkan dengan kriteria penilaian : Belum
(skor 0) dan Sudah (skor 100).
• Pimpinan sidang dalam pembahasaan pertanggungjjawaban pengurus
dan pengawas, dengan Kriteria peniliaian : Unsur Pengurus (skor 0),
Unsur Pengawas (skor 50) dan Unsur anggota (skor 100).
• Keabsahan Pengambilan Keputusan Oleh Anggota (quorum) dengan
kriteria penilaian : Tidak Sah (skor 0) dan Sah (skor 100).

8. Pendidikan dan Pelatihan:


Pendidikan dan Pelatihan adalah salah satu elemen penting untuk
meningkatkan kapasitas pengurus, pengawas, karyawan dan anggota agar
memahami peran dibidangnya dalam pengelolaan kelembagaan usaha dan
keuangan koperasi. Dengan parameter sebagai berikut :
• Ada Program Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian Pengurus dan
Pengawas dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor
100).
• Program pendidikan anggota dengan kriteria penilaian : < 2 angkatan
(skor 0), 2-5 angkatan (skor 50) dan > 5 angkatan (skor 100).
• Jumlah pendidikan dan pelatihan bagi karyawan dengan Kriteria
peniliaian : 0 (skor 0), 1-3 (skor 50) dan >3 (skor 100).

• Jumlah pendidikan dan pelatihan karyawan berbasis kompetensi yang


diteruskan dengan uji kompetensi dengan Kriteria peniliaian : 0 (skor
0), 1-3 (skor 50) dan >3 (skor 100).

40
9. Rasio Peningkatan Jumlah Anggota 1 (satu) tahun Terakhir :
Rasio Peningkatan Jumlah Anggota adalah rasio untuk mengetahui
tingkat perkembangan keanggotaan koperasi. Dengan perkembangan
anggota, dapat diketahui perkembangan pemodalan yang berasal dari
partisipasi anggotanya. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran
pengembangannya. Dengan parameter sebagai berikut :
• Persentase Peningkatan Jumlah Anggota dengan kriteria penilaian :
< 1% (skor 0), 1-10% (skor 50) dan >10% (skor 100).

• Jumlah anggota yang keluar dengan kriteria penilaian :


>50 orang (skor 0), 10-50 orang (skor 50) dan <10 orang (skor 100)

10. Penghargaan Koperasi 3 (tiga) Tahun Terakhir :


Penghargaan koperasi 3 (tiga) tahun terakhir adalah penghargaan yang
tidak hanya diberikan oleh instansi kementerian koperasi dan UKM tapi
juga dapat diberikan oleh pihak lain atas keberhasilan dari kinerja
manajemen atau produk/jasa yang telah dihasilkan, untuk itu perlu
diketahui dari manasaja penghargaan diterima. Dengan parameter sebagai
berikut :
• Jumlah Penghargaan yang Pernah Diterima Dari Luar Kementerian
Koperasi dan UKM dengan kriteria penilaian : 0 (skor 0), 1-3 (skor 50)
dan >3 (skor 100).
• Jumlah Penghargaan yang Pernah Diterima Dari Kementerian Koperasi
dan UKM dengan Kriteria peniliaian : 0 (skor 0), 1-3 (skor 50) dan >3
(skor 100).

B. ASPEK USAHA KOPERASI, dengan indikator sebagai berikut :


1. Legalitas Usaha :
Legalitas usaha adalah suatu dokumen bukti secara sah yang diterbitkan
oleh Pemerintah yang harus dimiliki koperasi dalam manjalankan kegiatan
usahanya. Dengan parameter sebagai berikut :

41
 Kesesuaian izin usaha koperasi dengan Jenis Aktifitas Usaha dengan
Produk yang dihasilkannya seperti : Surat Keterangan Daerah, NPWP,
SIUP, SITU, SIUP, TDP, IMB, Sertifikat Halal, Ijin BPOM

dengan kriteria penilaian: Tidak Sesuai (skor 0) dan Sesuai (skor 100).

2. Keterikatan Aktivitas Usaha Anggota Dengan Usaha Anggota Lain :


Keterikatan Usaha Anggota Dengan Usaha Anggota Lain adalah usaha
produktif yang dilakukan anggota yang berkesesuaian/bekerjasama dengan
usaha produktif anggota lain dalam sebuah koperasi. Dengan parameter
sebagai berikut :
• Ada Keterikatan Usaha Antar Anggota/Adanya transaksi antar anggota
dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

3. Keterikatan Usaha Anggota Dengan Usaha Koperasi :


Keterikatan Usaha Anggota Dengan Usaha Koperasi adalah usaha produktif
yang dilakukan anggota yang berkesesuaian /bekerjasama dengan usaha
koperasi. Dengan parameter sebagai berikut :
• Keterikatan Usaha koperasi dengan usaha anggota sebagai penyedia
barang dan jasa atau sebaliknya dengan kriteria penilaian : Tidak Ada
(skor 0) dan Ada (skor 100).

4. Peningkatan Volume Usaha :


Peningkatan Volume Usaha adalah hasil pendapatan penjualan
produk/jasa dalam kurun waktu tertentu (1 tahun). Dengan parameter
sebagai berikut :
• Persentase Peningkatan Omset dengan kriteria penilaian : < 5% (skor 0),
5-10% (skor 50) dan >10% (skor 100).

5. Peningkatan Kapasitas Produksi/Jasa :


Peningkatan Kapasitas Produksi/Jasa adalah peningkatan volume atau
jumlah produk yang dihasilkan oleh koperasi dibanding tahun sebelumnya.
Dengan parameter sebagai berikut :

42
• Persentase Peningkatan Kapasitas Produksi/Jasa dengan kriteria
penilaian : <5% (skor 0), 5-10% (skor 50) dan >10% (skor 100).

6. Peningkatan SHU :
Peningkatan SHU adalah persentase perolehan keuntungan yang dihasilkan
tahun berjalan dibanding perubahan tahun sebelumnya. Dengan parameter
sebagai berikut :
• Persentase keuntungan yang dihasilkan dibanding tahun sebelumnya
dengan kriteria penilaian : <5% (skor 0), 5-10% (skor 50) dan >10% (skor
100).

C. ASPEK KEUANGAN KOPERASI, dengan indikator sebagai berikut :


1. Struktur Permodalan:
• Rasio Antara Modal Sendiri dan Modal Pinjaman dengan kriteria
penilaian : <20% (skor 50), 20-50% (skor 80) dan >50% (skor 100).

2. Kemampuan Penyediaan Dana Untuk Memenuhi Kewajiban Yang


Sudah Jatuh Tempo (Tingkat Likuiditas) :
Rasio Kas (Cash Ratio) adalah perbandingan antara kas dan saldo
giro/tabungan dengan hutang lancar yang ada, semakin tinggi nilai ini
tentunya semakin baik.
Cash Ratio = Total Kas dan Bank / Kewajiban Lancar
Rasio Cair (Acid Test Ratio/Quick Rasio) adalah kemampuan koperasi
dalam menggunakan aktiva lancar dikurangi persediaan untuk menutupi
hutang lancarnya.
Quick Ratio = (Asset Lancar-Persediaan/Inventory) / Kewajiban Lancar

Rasio Lancar (Current Ratio) adalah perbandingan antara jumlah aktiva


lancar dengan hutang lancar, nilai rasio yang disarankan minimal 150%,
yang menandakan koperasi mampu menutupi hutang jangka pendeknya
dengan menggunakan aktiva lancar yang ada.
Current Ratio = Asset Lancar / Kewajiban Lancar

43
• Cash Ratio dengan kriteria penilaian : <5% (skor 50) dan ≥5% (skor
100).

• Acid Test Rasio dengan kriteria penilaian : <10% (skor 50) dan ≥10%
(skor 100).
• Current Ratio dengan kriteria penilaian <110% (skor 0) dan 110% -
150% (skor 50) dan >150% (skor 100).
3. Persentase Pelunasan Simpanan Wajib Anggota:
Persentase pelunasan simpanan wajib anggota adalah persentase
peningkatan simpanan wajib secara riil dibandingkan dengan simpanan
wajib yang seharusnya
• Persentase Peningkatan Simpanan Wajib Secara Riil Dibanding
Simpanan Wajib Seharusnya dengan kriteria penilaian : <10% (skor 0),
10-20% (skor 50) dan >20% (skor 100).

4. Total Kewajiban Jangka Pendek Terhadap Aset :


Kewajiban Jangka Pendek Terhadap Asset adalah persentase
perbandingan antara Kewajiban jangka pendek terhadap asset koperasi.
Dengan parameter sebagai berikut :
• Persentase Kewajiban Jangka Pendek Terhadap Aset dengan kriteria
penilaian : >70% (skor 0), 30%-70% (skor 50) dan <30% (skor 100).
• Persentase Peningkatan Hutang Dagang dengan kriteria penilaian :
>10% (skor 50) dan ≤10% (skor 100).

5. Kemampuan Koperasi Untuk Memenuhi Kewajibannya (Solvabilitas) :


Tingkat Solvabilitas adalah kemampuan koperasi untuk memenuhi
kewajibannya (baik hutang jangka pendek dan hutang jangka panjamg).
Solvabilitas = Asset / Kewajiban
Dengan parameter sebagai berikut :
• Persentase Kewajibian dengan Asset dengan kriteria penilaian : <110%
(skor 0), 110%-120% (skor 50) dan >120% (skor 100).

44
6. Rasio Laba Bersih Terhadap Asset Investasi (Return On Investment
/ROI) :
Return On Investment (ROI) adalah rasio laba bersih terhadap asset biaya,
digunakan untuk mengetahui seberapa efisiensi koperasi memanfaatkan
assetnya untuk mendapatkan keuntungan.

ROI = (SHU bersih)/Investasi x 100%

• Persentase Keuntungan Terhadap Investasi/asset dengan kriteria


penilaian: <10% (skor 0), 10% - 20% (skor 50) dan >20% (skor 100).

7. Penambahan Aset :
Persentase Penambahan Asset adalah perubahan persentase asset tahun
ini disbanding tahun sebelumnya dikali seratus persen. Dengan
parameter sebagai berikut :
• Persentase Penambahan Asset dengan kriteria penilaian: < 3% (skor
0), 3%-5% (skor 50) dan >5% (skor 100).

8. Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) :


Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah kegiatan audit atas laporan
keuangan (neraca, PHU, arus kas, perubahan ekuitas dan catatan atas
laporan keuangan) dan dengan hasil opini hasil audit apakah WTP, WDP,
Tidak Memberikan Pendapat, Tidak Wajar, dengan parameter sebagai
berikut :
• Kelengkapan Laporan Keuangan (Neraca, PHU, Arus Kas, Perubahan
Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan) dengan kriteria
penilaian : Tidak ada (skor 0); neraca + PHU (skor 25); neraca + PHU
+ laporan perubahan ekuitas (skor 50); neraca + PHU + laporan
perubahan ekuitas + arus kas (skor 75); neraca + PHU + laporan
perubahan ekuitas + arus kas + catatan atas laporan keuangan (skor
100).

45
• Opini Hasil Audit KAP dengan kriteria penilaian : Tidak ada (skor 0),
Tidak Wajar (skor 25), Tidak Memberikan Pendapat (skor 50), WDP
(skor 75) dan WTP (skor 100).

9. Keberlanjutan Usaha :
Keberlanjutan Usaha adalah keberlanjuan kegiatan operasional koperasi
untuk tahun-tahun kedepan. Dengan parameter sebagai berikut :
• Rasio Antara Pendapatan Operasional Dengan Biaya Operasionalm
dengan kriteria penilaian : <100% (skor 0), 100%-110% (skor 50) dan
>100% (skor 100).
• Kemitraan dengan badan hukum lain dengan kriteria penilaian : Tidak
Ada (skor 0) dan Ada (skor 60)

D. ASPEK MANFAAT KOPERASI BAGI ANGGOTA, dengan indikator sebagai


berikut :
1. Peningkatan Penghasilan Anggota :
• Rata-rata SHU yang Diterima perAnggota Pertahun dengan kriteria
penilaian : <12 x UMR Setempat (skor 0), =12 x UMR Setempat (skor
50) dan >12 x UMR Setempat (skor 100).
• Jumlah Anggota yang Usahanya Naik Kelas (Mikro Ke Kecil atau Kecil
Ke Menengah) dengan kriteria penilaian : <5 orang (skor 0), 5 - 20 (skor
50) dan >20 (skor 100).

2. Menawarkan Harga Barang dan Jasa Kepada Anggota yang Lebih


Murah :
• Jumlah Barang/Jasa yang ditawarkan dengan harga lebih murah dari
pesaing dengan kriteria penilaian : >10% (skor 0), 5% - 10% (skor 50)
dan <5% (skor 100).

3. Menumbuhkan Motif Berusaha Anggota :


• Jumlah Wirausaha Baru yang Ditumbuhkan Oleh Koperasi dengan
kriteria penilaian : <5 orang (skor 0), 5 – 20 orang (skor 50) dan >20
orang (skor 100).

46
4. Menumbuhkan Sikap Jujur dan Terbuka :
• Jumlah publikasi laporan keuangan dengan kriteria penilaian :
Tidak ada(skor 0), 1-2 kali (skor 25), 3-4 kali (skor 75) dan >4 (skor
100).
 Jumlah publikasi informasi perubahan harga barang dan jasa yang
disediakan koperasi dengan kriteria penilaian: <2 kali (skor 0), 2-6 kali
(skor 25), 7 – 12 kali (skor 75) dan >12 (skor 100).
5. Pemberian Layanan Koperasi Diluar Aktifitas Usaha :

• Koperasi telah memberikan pelayanan kepada anggota dibidang


sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan, olahraga dengan kriteria
penilaian : Tidak Ada (skor 0); Ada (skor 100).

E. ASPEK MANFAAT KOPERASI TERHADAP MASYARAKAT, dengan indikator


sebagai berikut :
1. Penyerapan Tenaga Kerja :
Penyerapan Tenaga Kerja adalah jumlah Manajer dan Karyawan yang
bekerja di koperasi baik sebagai tenaga kontrak maupun tetap.
• Jumlah Tenaga Kerja Koperasi dengan kriteria penilaian : <5 orang
(skor 0), 5-10 orang (skor 25), 11-15 orang (skor 50), 16-20 (skor 75)
dan >20 orang (skor 100).

2. Jumlah Layanan Koperasi yang Dapat Dinikmati Masyarakat :


Jumlah Layanan Koperasi yang Dapat Dinikmati Masyarakat merupakan
dampak keberadaan koperasi bagi masyarakat dibidang
penyediaan/fasilitasi infrastruktur, transportasi, penerangan, air bersih
dan kerohanian.
• Dampak keberadaan koperasi bagi masyarakat dibidang
infrastruktur, transportasi, penerangan, air bersih, kerohanian
dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0), Ada (skor 100).

47
3. Penurunan Angka Kemiskinan :
Penurunan Angka Kemiskinan meliputi Pengunaan dana pembangunan
daerah kerja (CSR) terhadap lingkungan dan Kontribusi gerakan koperasi
di daerah yang bersangkutan terhadap PDRB (kota/kabupaten) untuk
menurunkan angka kemiskinan masyarakat disekitar koperasi.
• Persentase Dana Pembangunan Daerah Kerja (CSR) Terhadap
lingkungan dengan kriteria penilaian : 0 (skor 0), 1% - 2,5% (skor 60),
>2,5% (skor 100).
• Kontribusi gerakan koperasi didaerah yang bersangkutan terhadap
PDRB (kota/kabupaten) dengan kriteria penilaian: <0.01% (skor 50),
≥ 0.01% (skor 100)

48
Penjelasan Lampiran III

Peraturan Deputi Bidang Kelembagaan


Nomor : 04/Per/Dep.1/III/2018
Tentang Pedoman Pemeringkatan Koperasi

ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN


KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) :

A. Aspek Kelembagaan Koperasi, dengan indikator serta parameter sebagai


berikut :
1. Legalitas Badan Hukum
Legalitas Badan Hukum adalah badan atau perkumpulan yang
mempunyai Anggaran Dasar, dan disyahkan oleh pemerintah. :

• Akte Pendirian Notaris dengan kriteria penilaian : Belum Ada (skor 0),
Dalam Proses (skor 50) dan Sudah Ada (skor 100).
• SK Pengesahan dengan kriteria penilaian : Belum Ada (skor 0), Dalam
Proses (skor 50) dan Sudah Ada (skor 100).
• Telah Diumumkan Di Dalam Berita Negara Republik Indonesia (RI)
dengan kriteria penilaian: Belum Diumumkan (skor 0) dan Sudah
Diumumkan (skor 100).
• Telah Diumumkan Di Dalam Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia (RI) dengan kriteria penilaian : Belum Diumumkan (skor 0)
dan Sudah Diumumkan (skor 100).
• Memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) dengan Kriteria : Tidak Ada
(skor 0), Ada (skor 50) dan Ada Serta Bersertifikat (skor 100).

2. Partisipasi Anggota (Dalam Permodalan Atau Bidang Usaha)


Partisipasi Anggota merupakan faktor penting dalam mendukung
keberhasilan koperasi, dilandaskan pada prinsip identitas ganda (dual
identity) yaitu sebagai pemilik sekaligus sebagai pengguna. Sebagai
pemilik, anggota wajib berpartisipasi dalam penyertaan modal,
pengawasan dan membuat keputusan; sedangkan sebagai

49
pengguna/pelanggan, anggota koperasi wajib memanfaatkan fasilitas,
layanan, barang, maupun jasa yang disediakan oleh koperasi, dengan
parameter pemeringkatan :
• Persentase Anggota yang Aktif Dalam Membayar Simapanan Wajib
dengan kriteria penilaian : <20% (skor 50), 20-50% (skor 80) dan
>50% (skor 100).
• Persentase Anggota yang Aktif Dalam Bertransaksi Dengan
Koperasi dengan kriteria penilaian : <20% (skor 50), 20-50% (skor
80) dan >50% (skor 100).

3. Alat Kelengkapan Organisasi Koperasi


Alat Kelengkapan Organisasi Koperasi adalah struktur organisasi
koperasi terdiri dari tiga unsur Rapat Anggota Tahunan (RAT),
Pengurus Koperasi, dan Pengawas Koperasi, dengan parameter
pemeringkatan:
• Kelengkapan Struktur Organisasi dengan kriteria penilaian : Tidak
Lengkap (skor 50), Kurang Lengkap (skor 80) dan Lengkap (skor 100).
• Adanya Job Description (Uraian Tugas) dengan kriteria penilaian :
Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

4. Rencana Strategis (RENSTRA)


Rencana Strategis (RENSTRA) adalah suatu dokumen perencanaan
yang berorientasi pada hasil, biasanya terdiri dari Visi, Misi, Tujuan,
Kebijakan, Program dan Kegiatan yang berorientasi pada apa yang
hendak di capai dalam kurun waktu tertentu (1 – 5 tahun, dengan
parameter pemeringkatan :
• Adanya Rencana Strategis (Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program
dan Kegiatan Tahunan dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor
0), Kurang Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).
• Rencana jangka menengah dengan kriteria penilaian : Tidak Ada
(skor 0) dan Ada (skor 100).

50
• Adanya RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Koperasi) dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada
(skor 100).

5. Standar Operasional Prosedur (SOP)


Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan
dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan dalam kegiatan usaha koperasi yang
bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para
manajer dan karyawan koperasi, dengan parameter pemeringkatan :
• SOP Kelembagaan dan Organisasi dengan kriteria penilaian : Tidak
Ada (skor 0), Tidak Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).
• SOP Usaha dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0), Tidak
Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).

• SOP Keuangan dengan Kriteria peniliaian : Tidak Ada (skor 0), Tidak
Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).

6. Standar Operasional Manajemen (SOM)


Standar Operasional Manajemen (SOM) merupakan suatu ketentuan
yang digunakan dalam kegiatan manajemen organisasi guna
melaksanakan tugas manajemen seperti penyusunan perencanaan,
penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan terkait dengan
tugas dan tanggung jawab masing-masing, dengan parameter
pemeringkatan:
• Aturan Terkait dengan Pengambilan Keputusan di Bidang
Kebijakan dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada
(skor 100).
• Wewenang Pengeluaran Uang dengan kriteria penilaian : Tidak Ada
(skor 0) dan Ada (skor 100).
• Penentuan Investasi Pengembangan Usaha dengan kriteria
penilaian: Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

51
7. Rapat Anggota Pertranggungjawaban Pengurus dan Pengawas
Rapat Anggota Pertanggungjawaban adalah suatu acara penyampaian
pertanggungjawaban pengurus dan pengawas sebagai mandat untuk
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang dilaksanakan selama
tahun tahun berjalan, dengan parameter pemeringkatan:
• Pelaksanaan Rapat Anggota dengan kriteria penilaian : Tidak
Tepat Waktu (skor 0) dan Tepat Waktu (skor 100).
• Keputusan RAT yang Dinotariatkan dengan kriteria penilaian :
Belum (skor 0) dan Sudah (skor 100).
• Persentase Anggota yang Hadir dengan Kriteria peniliaian : <50%
(skor 50), 50-80% (skor 80) dan >80% (skor 100).
• Keabsahan Pengambilan Keputusan Oleh Anggota (quorum)
dengan kriteria penilaian : Tidak Sah (skor 0) dan Sah (skor 100).

8. Pendidikan dan Pelatihan


Pendidikan dan Pelatihan adalah salah satu elemen penting untuk
meningkatkan kapasitas pengurus, pengawas, karyawan dan anggota
agar memahami peran dibidangnya dalam pengelolaan kelembagaan
usaha dan keuangan koperasi, dengan parameter pemeringkatan:
• Ada Program Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian Pengurus,
Pengawas dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada
(skor 100).
• Program Pendidikan Anggota dengan kriteria penilaian : <2
Angkatan (Skor 0), 2-5 Angkatan (skor 50), >5 angkatan (skor 100).
• Jumlah Pendidikan dan Pelatihan Karyawan dengan kriteria
penilaian : 0 (skor 0), 1-3 Orang (skor 50) dan >3 Orang (skor 100).
• Jumlah Pendidikan dan Pelatihan Karyawan berbasis Kompetensi
yang diteruskan dengan uji kompetensi dengan Kriteria peniliaian : 0
(skor 0), 1-3 Orang (skor 50) dan >3 Orang (skor 100).

52
9. Rasio Peningkatan Jumlah Anggota 1 (satu) tahun Terakhir
Rasio Peningkatan Jumlah Anggota adalah rasio untuk mengetahui
tingkat perkembangan keanggotaan koperasi. Dengan perkembangan
anggota, dapat diketahui perkembangan pemodalan yang berasal dari
partisipasi anggotanya. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran
pengembangannya, dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Peningkatan Jumlah Anggota dengan kriteria
penilaian: 0% (skor 0), 1-10% (skor 50) dan >10% (skor 100).

• Jumlah Anggota Keluar dengan kriteria penilaian: >50 Orang (skor


0), 10-50 Orang (skor 50), <10 Orang (skor 100).

10. Penghargaan Koperasi 3 (tiga) Tahun Terakhir


Penghargaan koperasi 3 (tiga) tahun terakhir adalah penghargaan
yang tidak hanya diberikan oleh instansi kementerian koperasi dan
UKM tapi juga dapat diberikan oleh pihak lain atas keberhasilan dari
kinerja manajemen atau produk/jasa yang telah dihasilkan, untuk itu
perlu diketahui dari manasaja penghargaan diterima, dengan
parameter pemeringkatan:
• Jumlah Penghargaan yang Pernah Diterima Dari Luar
Kementerian Koperasi dan UKM dengan kriteria penilaian : 0 (skor
0), 1-3 (skor 50) dan >3 (skor 100).
• Jumlah Penghargaan yang Pernah Diterima Dari Kementerian
Koperasi dan UKM dengan Kriteria peniliaian : 0 (skor 0), 1-3 (skor
50) dan >3 (skor 100).

B. ASPEK USAHA KOPERASI, dengan indikator serta parameter sebagai


berikut :
1. Legalitas Usaha
Legalitas usaha adalah suatu dokumen bukti secara sah yang
diterbitkan oleh Pemerintah yang harus dimiliki koperasi dalam
manjalankan kegiatan usahanya, dengan parameter pemeringkatan:

53
• Ijin Usaha Simpan Pinjam dengan kriteria penilaian: Tidak ada
(skor 0), Dalam Proses (skor 50) dan ada (skor 100).

2. Selisih Bunga Simpanan dengan Bunga Pinjaman (Interest Spread)


Dengan parameter pemeringkatan:
• Nilai Interest Spread dengan kriteria penilaian : >24% (skor 0), 18-
24% (skor 25), 13-17% (skor 50), 10-12% (skor 75) dan <10% (skor
100).

3. Peningkatan Volume Pinjaman


Persentase antara total pinjaman tahun berjalan dengan tahun
sebelumnya. Dengan parameter pemeringkatan :
• Persentase Peningkatan Pinjaman dengan kriteria penilaian : <1%
(skor 0), 1-10% (skor 50) dan >10% (skor 100).

4. Pinjaman Produktif (Modal Kerja) Terhadap Total Pinjaman


Pinjaman Produktf (Modal Kerja) Terhadap Total Pinjaman adalah
Persentase pinjaman untuk usaha produktif anggotanya terhadap
total pinjaman, dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Pinjaman Produktif Terhadap Total Pinjaman dengan
kriteria penilaian : <10% (skor 0), 10-25% (skor 25), 26-40% (skor
50), 41-60% (skor 75) dan >60% (skor 100).

5. Penilaian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam


Dengan parameter pemeringkatan:
• Hasil Penilaian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam dengan kriteria
penilaian : Belum Dinilai (skor 0), Dalam Pengawasan Khusus
(skor 25), Dalam Pengawasan (skor 50), Cukup Sehat (skor 75)
dan Sehat (skor 100).

6. Peningkatan SHU
Peningkatan SHU adalah persentase perolehan keuntungan yang
dihasilkan tahun berjalan dibanding perubahan tahun sebelumnya,
Dengan parameter pemeringkatan:

54
• Persentase Keuntungan yang Dihasilkan Dibanding Tahun
Sebelumnya dengan kriteria penilaian : <5% (skor 0), 5-10% (skor
50) dan >10% (skor 100).

C. ASPEK KEUANGAN KOPERASI, dengan indikator serta parameter sebagai


berikut :
1. Struktur Permodalan

Struktur Permodalan (Laverage Ratio) adalah Rasio antara Modal


Sendiri dengan Modal Luar (Modal Pinjaman), Dengan parameter
pemeringkatan:
• Rasio Antara Modal Sendiri dan Modal Pinjaman dengan kriteria
penilaian : <20% (skor 50), 20-50% (skor 80) dan >50% (skor 100).

2. Kemampuan Menghimpun Dana


Dengan parameter pemeringkatan:
• Simpanan Anggota dengan kriteria penilaian : <5% (skor 0),
5-10% (skor 25), 11-20 (skor 50), 21-30% (skor 75) dan >30%
(skor 100).
• Dana Jangka Panjang dari Lembaga Keuangan (Bank, non-bank)
dengan kriteria penilaian : Tidak ada (skor 0), dan ada (skor 100).
• Modal Penyertaan dengan kriteria penilaian : Tidak ada (skor 0)
dan ada (skor 100).

3. Persentase Pelunasan Simpanan Wajib Anggota


Persentase pelunasan simpanan wajib anggota adalah persentase
peningkatan simpanan wajib secara riil dibandingkan dengan
simpanan wajib yang seharusnya, dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Peningkatan Simpanan Wajib Secara Riil Dibanding
Simpanan Wajib Seharusnya dengan kriteria penilaian : <10%
(skor 0), 10-20% (skor 50) dan >20% (skor 100).

55
4. Total Kewajiban Jangka Pendek Terhadap Asset
Kewajiban Jangka Pendek Terhadap Asset adalah persentase
perbandingan antara Kewajiban jangka pendek terhadap asset
koperasi, dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Kewajiban Jangka Pendek terhadap Total Asset
dengan kriteria penilaian : <70% (skor 0), 30-70% (skor 50) dan
<30% (skor 100).

5. Kemampuan Koperasi Untuk Memenuhi Kewajibannya


(Solvabilitas)
Tingkat Solvabilitas adalah kemampuan koperasi untuk memenuhi
kewajibannya (baik hutang jangka pendek dan hutang jangka
panjamg), Solvabilitas = Asset / Kewajiban, dengan parameter
pemeringkatan:
• Persentase Kewajiban Terhadap Asset dengan kriteria penilaian:
<110% (skor 0), 110-120% (skor 50) dan >120% (skor 100).

6. Kredit Bermasalah (Non Performance Loan (NPL)


Kredit Bermasalah (Non Performing Loan (NPL)/ Non Performing
Financing (NPF) adalah bagian dari piutang yang tidak dapat ditagih,
biasanya berupa piutang dagang atau pinjaman terdiri dari kredit
yang berklasifikasi kurang lancar, diragukan dan macet, dengan
parameter pemeringkatan:
• Resiko Pinjaman Bermasalah (kurang lancer, diragukan dan
macet) berdasarkan kolektibilitas dengan kriteria penilaian :
>20% (skor 0), 15-20% (skor 25), 10-14% (skor 50), 5-9% (skor
75) dan <5% (skor 100).

7. Penambahan Aset
Penambahan asset adalah perubahan persentase asset tahun ini
disbanding tahun sebelumnya dikali seratus persen, dengan
parameter pemeringkatan:

56
• Persentase Penambahan Asset dengan kriteria penilaian : <3%
(skor 0), 3-5% (skor 50) dan >5% (skor 100).

8. Audit Kantor Akuntan Publik (KAP)


Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah kegiatan audit atas laporan
keuangan (neraca, PHU, arus kas, perubahan ekuitas dan catatan
atas laporan keuangan) dan dengan hasil opini hasil audit apakah
WTP, WDP, Tidak Memberikan Pendapat, Tidak Wajar dengan
parameter pemeringkatan :
• Kelengkapan Laporan Keuangan (Neraca, PHU, Arus Kas,
Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan)
dengan kriteria penilaian : Tidak ada (skor 0), neraca+ PHU
(skor 25), neraca+ PHU + lap peubahan ekuitas (skor 50),
neraca+ PHU + lap perubahan ekuitas + arus kas (skor 75) dan
neraca+ PHU + lap perubahan ekuitas + arus kas + catatan atas
lap keuangan (skor 100).
• Opini Hasil Audit KAP dengan kriteria penilaian : Tidak Ada
(skor 0), Tidak Wajar (skor 25), Tidak Memberikan Pendapat
(skor 50), WDP (skor 75) dan WTP (skor 120).

9. Keberlanjutan Usaha
Keberlanjutan Usaha adalah keberlanjuan kegiatan operasional
koperasi untuk tahun-tahun kedepan, dengan parameter
pemeringkatan:
• Rasio antara Pendapatan Operasional dengan Beban Operasional
dengan kriteria penilaian : <100% (skor 0), 100-110% (skor 50)
dan >110% (skor 120).
• Kemitraan dengan Lembaga lain dengan kriteria penilaian : Tidak
ada (skor 0) dan ada (skor 120).

57
D. ASPEK MANFAAT KOPERASI BAGI ANGGOTA, dengan indikator serta
parameter sebagai berikut :
1. Peningkatan Penghasilan Anggota
Peningkatan penghasilan anggota merupakan jumlah SHU yang
diterima Anggota, dengan parameter pemeringkatan:
• Rata-rata SHU yang Diterima perAnggota Pertahun dengan
kriteria penilaian : <12x UMR Setempat (skor 0), =12x UMR
Setempat (skor 50) dan >12x UMR Setempat (skor 100).
• Jumlah Anggota yang Usahanya Naik Kelas (Mikro Ke Kecil atau
Kecil Ke Menengah) dengan kriteria penilaian : <5 orang (skor 0),
5-20 orang (skor 50) dan >20 orang (skor 100).

2. Menawarkan Jasa Pinjaman/Bunga Kepada Anggota yang Lebih


Rendah
Menawarkan Jasa Pinjaman/Bunga Kepada Anggota Yang Lebih
Rendah, dengan parameter pemeringkatan:
• Besarnya Jasa pinjaman/bunga kepada anggota dibanding bank
dengan kriteria penilaian : > bunga bank (skor 0), = bunga bank
(skor 50) dan < bunga bank (skor 100).

3. Menumbuhkan Motif Berusaha Anggota

Menumbuhkan Motif Berusaha Anggota adalah Jumlah Wirausaha


Baru yang Ditumbuhkan Oleh Koperasi, dengan parameter
pemeringkatan:
• Jumlah Wirausaha Baru yang Ditumbuhkan Oleh Koperasi
dengan kriteria penilaian : <5 orang (skor 0), 5-20 orang (skor
50) dan >20 orang (skor 100).

58
4. Menumbuhkan Sikap Jujur dan Terbuka
Menumbuhkan Sikap Jujur dan Terbuka meliputi jumlah publikasi
laporan keuangan dan publikasi informasi perubahan harga barang
dan jasa yang disampaikan oleh koperasi, dengan parameter
pemeringkatan:
• Jumlah Publikasi Laporan Keuangan dengan kriteria penilaian:
Tidak ada (skor 0), 1-2 kali (skor 25), 13-4 kali (skor 75) dan
>4 (skor 100).
• Jumlah Publikasi informasi perubahan suku bunga dan
jasa/produk pinjaman yang disediakan Koperasi Simpan Pinjam
dengan kriteria penilaian: <2 kali (skor 0), 2-6 kali (skor 25), 7-
12 kali (skor 75) dan >12 (skor 100).

5. Pemberian Layanan Koperasi Diluar Aktifitas Usaha


Pemberian Layanan Koperasi Diluar Aktifitas Usaha yaitu apabila
koperasi telah memberikan pelayanan kepada anggota dibidang
sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan, olahraga, dengan
parameter pemeringkatan:
• Koperasi telah memberikan pelayanan kepada anggota dibidang
sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan, olahraga dengan
kriteria penilaian : Tidak ada (skor 0) dan ada (skor 100).

E. ASPEK MANFAAT KOPERASI TERHADAP MASYARAKAT, dengan


indikator serta parameter sebagai berikut :
1. Penyerapan Tenaga Kerja
Penyerapan Tenaga Kerja adalah jumlah Manajer dan Karyawan yang
bekerja di koperasi baik sebagai tenaga kontrak maupun tetap, dengan
parameter pemeringkatan:
• Jumlah Tenaga Kerja Koperasi dengan kriteria penilaian : <20
(skor 50) dan ≥20 (skor 100).

59
2. Jumlah Layanan Koperasi yang Dapat Dinikmati Masyarakat
Jumlah Layanan Koperasi yang Dapat Dinikmati Masyarakat
merupakan dampak keberadaan koperasi bagi masyarakat dibidang
enyediaan/fasitasi infrastruktur, transportasi, penerangan, air bersih
dan kerohanian, dengan parameter pemeringkatan :
• Jumlah Unit Usaha yang Dapat Diakses Oleh Masyarakat dengan
kriteria penilaian : <3 (skor 50), 3-5 (skor 80) dan >5 (skor 100).

3. Penurunan Angka Kemiskinan


Penurunan Angka Kemiskinan meliputi Pengunaan dana pembangunan
daerah kerja (CSR) terhadap lingkungan dan Kontribusi gerakan
koperasi di daerah yang bersangkutan terhadap PDRB (kota/kabupaten)
untuk menurunkan angka kemiskinan masyarakat disekitar koperasi:
• Penggunaan Dana Pembangunan Daerah Kerja (CSR) Terhadap
Lingkungan dengan kriteria penilaian : 0% (skor 0), 1-2,5% (skor
60) dan >2,5% (skor 100).
• Kontribusi gerakan koperasi di daerah yang bersangkutan
terhadap PDRB (kota/kabupaten), dengan kriteria penilaian:
<0,001% (skor 50) dan ≥ 0,001% (skor 100).

60
Penjelasan Lampiran IV

Peraturan Deputi Bidang Kelembagaan


Nomor : 04 /Per/Dep.1/ III/2018
Tentang Pedoman Pemeringkatan Koperasi

ASPEK, INDIKATOR DAN PARAMETER PEMERINGKATAN KOPERASIL


SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS) :

A. ASPEK KELEMBAGAAN KOPERASI, dengan indikator serta parameter


sebagai berikut :
1. Legalitas Badan Hukum
Legalitas Badan Hukum adalah badan atau perkumpulan yang
mempunyai Ang garan Dasar, disyahkan dan ditetapkan oleh
pemerintah yang merupakan subjek hukum, yang dapat melakukan
perbuatan hukum, memiliki kekayaan sendiri dan dapat digugat dan
menggugat dimuka hokum, dengan parameter pemeringkatan :
• Akte Pendirian Notaris dengan kriteria penilaian : Belum Ada
(skor 0), Dalam Proses (skor 50) dan Sudah Ada (skor 100).
• SK Pengesahan dengan kriteria penilaian : Belum Ada (skor 0)
dan Sudah Ada (skor 100).
• Telah Diumumkan Di Dalam Berita Negara Republik Indonesia
(RI) dengan kriteria penilaian: Belum Diumumkan (skor 0),
Dalam Proses (skor 50) dan Telah Diumumkan (skor 100).
• Telah Diumumkan Di Dalam Tambahan Berita Negara
Republik Indonesia (RI) dengan kriteria penilaian : Belum
Diumumkan (skor 0), Dalam Proses (skor 50) dan Telah
Diumumkan (skor 100)..
• Memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) dengan Kriteria : Tidak
Ada (skor 0), Dalam Proses (skor 50) dan Ada Serta
Bersertifikat (skor 100).

61
2. Partisipasi Anggota (Dalam Permodalan Atau Bidang Usaha)
Partisipasi Anggota merupakan faktor penting dalam mendukung
keberhasilan koperasi, dilandaskan pada prinsip identitas ganda (dual
identity) yaitu sebagai pemilik sekaligus sebagai pengguna. Sebagai
pemilik, anggota wajib berpartisipasi dalam penyertaan modal,
pengawasan dan membuat keputusan; sedangkan sebagai
pengguna/pelanggan, anggota koperasi wajib memanfaatkan fasilitas,
layanan, barang, maupun jasa yang disediakan oleh koperasi, dengan
parameter pemeringkatan :
• Persentase Anggota yang Aktif Dalam Membayar Simpanan
Wajib dengan kriteria penilaian : <20% (skor 50), 20-50% (skor
80) dan >50% (skor 100).
• Persentase Anggota yang Aktif Dalam Bertransaksi Dengan
Koperasi dengan kriteria penilaian : <20% (skor 50), 20-50%
(skor 80) dan >50% (skor 100).

3. Alat Kelengkapan Organisasi Koperasi


Alat Kelengkapan Organisasi Koperasi adalah struktur organisasi
koperasi terdiri dari tiga unsur Rapat Anggota Tahunan (RAT),
Pengurus Koperasi, dan Pengawas Koperasi, dengan parameter
pemeringkatan:
• Kelengkapan Struktur Organisasi dengan kriteria penilaian :
Tidak Lengkap (skor 50), Kurang Lengkap (skor 80) dan Lengkap
(skor 100).
• Adanya Job Description (Uraian Tugas) dengan kriteria penilaian
: Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

62
4. Rencana Strategis (RENSTRA)
Rencana Strategis (RENSTRA) adalah suatu dokumen perencanaan
yang berorientasi pada hasil, biasanya terdiri dari Visi, Misi, Tujuan,
Kebijakan, Program dan Kegiatan yang berorientasi pada apa yang
hendak di capai dalam kurun waktu tertentu (1 – 5 tahun, dengan
parameter pemeringkatan :
• Adanya Rencana Strategis (Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program
dan Kegiatan Tahunan) dengan kriteria penilaian : Tidak Ada
(skor 0), Tidak Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).
• Rencana jangka menengah dengan kriteria penilaian : Tidak
Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

• Adanya RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja


Koperasi) dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada
(skor 100).

5. Standar Operasional Prosedur (SOP)


Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah suatu set intruksi yang
memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk atau diveratif yang
mencakup hal-hal dari suatu operasi yang memiliki suatu prosedur
pasti atau terstandarisasi, tanpa kehilangan keefektibilitasnya. Untuk
dapat mengetahui apakah koperasi telah menyusun dan
menerapkannya perlu dilakukan penilaian, dengan parameter
pemeringkatan :
• SOP Kelembagaan dan Organisasi dengan kriteria penilaian :
Tidak Ada (skor 0), Tidak Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor
100).
• SOP Usaha dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0), Tidak
Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).

• SOP Keuangan dengan Kriteria peniliaian : Tidak Ada (skor 0),


Tidak Lengkap (skor 50) dan Lengkap (skor 100).

63
6. Standar Operasional Manajemen (SOM)
Standar Operasional Manajemen (SOM) merupakan suatu ketentuan
yang digunakan dalam kegiatan manajemen organisasi guna
melaksanakan tugas manajemen seperti penyusunan perencanaan,
penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan terkait dengan
tugas dan tanggung jawab masing-masing, dengan parameter
pemeringkatan:
• Aturan Terkait dengan Pengambilan Keputusan di Bidang
Kebijakan dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan Ada
(skor 100).
• Wewenang Pengeluaran Uang dengan kriteria penilaian : Tidak
Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).
• Penentuan Investasi Pengembangan Usaha dengan kriteria
penilaian: Tidak Ada (skor 0) dan Ada (skor 100).

7. Rapat Anggota Pertranggungjawaban Pengurus dan Pengawas


Rapat Anggota Pertanggungjawaban adalah suatu acara penyampaian
pertanggungjawaban penmgurus dan pengawas sebagai mandate
untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang dilaksanakan
selama tahun tahun berjalan, dengan parameter pemeringkatan:
• Pelaksanaan Rapat Anggota dengan kriteria penilaian : Tidak
Tepat Waktu (skor 0) dan Tepat Waktu (skor 100).
• Keputusan RAT yang Dinotariatkan dengan kriteria penilaian :
Belum (skor 0) dan Sudah (skor 100).
• Persentase Anggota yang Hadir dengan Kriteria peniliaian :
<50% (skor 50), 50-80% (skor 80) dan >80% (skor 100).
• Keabsahan Pengambilan Keputusan Oleh Anggota dengan
kriteria penilaian : Tidak Sah (skor 0) dan Sah (skor 100).

64
8. Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan Pelatihan adalah salah satu elemen penting untuk
meningkatkan kapasitas pengurus, pengawas, karyawan dan anggota
agar memahami peran dibidangnya dalam pengelolaan kelembagaan
usaha dan keuangan koperasi, dengan parameter pemeringkatan:
• Ada Program Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian
Pengurus, Pengawas dengan kriteria penilaian : Tidak Ada (skor
0) dan Ada (skor 100).
• Program Pendidikan Anggota dengan kriteria penilaian : <2
Angkatan (Skor 0), 2-5 Angkatan (skor 50), >5 orang (skor 100).
• Jumlah Pendidikan dan Pelatihan Karyawan dengan kriteria
penilaian : 0 (skor 0), 1-3 Orang (skor 50) dan >3 Orang (skor
100).
• Jumlah Pendidikan dan Pelatihan Karyawan berbasis Kompetensi
yang diteruskan dengan uji kompetensi dengan Kriteria peniliaian :
0 (skor 0), 1-3 Orang (skor 50) dan >3 Orang (skor 100).

9. Rasio Peningkatan Jumlah Anggota 1 (satu) tahun Terakhir


Rasio Peningkatan Jumlah Anggota adalah rasio untuk mengetahui
tingkat perkembangan keanggotaan koperasi. Dengan perkembangan
anggota, dapat diketahui perkembangan pemodalan yang berasal dari
partisipasi anggotanya. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran
pengembangannya, dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Peningkatan Jumlah Anggota dengan kriteria
penilaian: <1% (skor 0), 1-10% (skor 25) dan >10% (skor 50).

• Jumlah Anggota Keluar dengan kriteria penilaian: >50 Orang


(skor 0), 10-50 Orang (skor 25), <10 Orang (skor 50).

65
10. Penghargaan Koperasi 3 (tiga) Tahun Terakhir
Penghargaan koperasi 3 (tiga) tahun terakhir adalah penghargaan
yang tidak hanya diberikan oleh instansi kementerian koperasi dan
UKM tapi juga dapat diberikan oleh pihak lain atas keberhasilan dari
kinerja manajemen atau produk/jasa yang telah dihasilkan, untuk itu
perlu diketahui dari manasaja penghargaan diterima, dengan
parameter pemeringkatan:
• Jumlah Penghargaan yang Pernah Diterima Dari Luar
Kementerian Koperasi dan UKM dengan kriteria penilaian : 0 (skor
0), 1-3 (skor 50) dan >3 (skor 100).
• Jumlah Penghargaan yang Pernah Diterima Dari Kementerian
Koperasi dan UKM dengan Kriteria peniliaian : 0 (skor 0), 1-3 (skor
50) dan >3 (skor 100).
11. Dewan Pengawas Syariah
Dewan Pengawas Syariah adalah merupakan dewan pakar ekonomi
dan ulama yang menguasai bidang foqh mua’amalah yang berdiri
sendiri dan bertugas mengamati dan mengawasi operasional lembaga
keuangan syariah dan produk-produknya agar sesuai dengan
ketentuan-ketentuan syariat Islam, yaitu dengan mengawasi secara
teliti bagaimana bentuk-bentuk perikatan/akad yang dilaksanakan
oleh lembaga keuangan syariah, dengan parameter pemeringkatan:
• Adanya Dewan Pengawas Syariah Bersertifikat dengan kriteria
penilaian: Tidak ada (skor 0), Ada 1 Orang (skor 50) dan Lebih Dari
1 Orang (skor 100).

66
B. ASPEK USAHA KOPERASI, dengan indikator serta parameter sebagai
berikut :
1. Legalitas Usaha
Legalitas usaha adalah suatu dokumen bukti secara sah yang
diterbitkan oleh Pemerintah yang harus dimiliki koperasi dalam
manjalankan kegiatan usahanya, dengan parameter pemeringkatan:
• Izin Usaha Simpan Pinjam Dan Pembiyayaan Syariah dengan
kriteria penilaian: Tidak ada (skor 0), Dalam Proses (skor 50) dan
Ada (skor 100).

2. Rata-rata Nisbah Bagi Hasil Pembiyaan Mudharabah &


Musyarakah
Pembiayaan Mudharabah adalah akad kerjasama antara KSPPS
selaku pemilik dana (shahibul maal) dengan anggota selaku
(mudharib) yang mempunyai keahlian atau keterampilan untuk
mengelola suatu usaha bersama yang produktif dan halal, dengan
parameter pemeringkatan:
• Rata-rata Nisbah Bagi Hasil dengan kriteria penilaian : 70% VS
30% (skor 0), 60% VS 40% (skor 25), 50% VS 50% (skor 50), 40%
VS 60% (skor 75) dan 30% VS 70% (skor 100).
3. Peningkatan Volume Piutang dan Pembiayaan Per Tahun
Dengan parameter pemeringkatan :
• Persentase Peningkatan Volume Piutang dan Pembiayaan dengan
kriteria penilaian : <1% (skor 0), 1-10%% (skor 50) dan >10% (skor
100).

4. Pembiayaan Produktif (Modal Kerja) Terhadap Total Piutang dan


Pembiayaan:
Dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Pembiyaan Produktif Terhadap Total Pinjaman dengan
kriteria penilaian : <10% (skor 0), 10-25% (skor 25), 26-40% (skor
50), 41-60% (skor 75) dan >60% (skor 100).

67
5. Penilaian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan
Syariah
Dengan parameter pemeringkatan:
• Hasil Penilaian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan
Syariah dengan kriteria penilaian : Belum Dinilai (skor 0), Dalam
Pengawasan Khusus (skor 25), Dalam Pengawasan (skor 50),
Cukup Sehat (skor 75) dan Sehat (skor 100).

6. Peningkatan SHU
Peningkatan SHU adalah persentase perolehan keuntungan yang
dihasilkan tahun berjalan dibanding perubahan tahun sebelumnya,
dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Keuntungan yang Dihasilkan Dibanding Tahun
Sebelumnya dengan kriteria penilaian, : <5% (skor 0), 5-10% (skor
50) dan >10% (skor 100).

C. ASPEK KEUANGAN KOPERASI, dengan indikator serta parameter


sebagai berikut :
1. Struktur Permodalan
Struktur Permodalan (Laverage Ratio) adalah Rasio antara Modal
Sendiri dengan Modal Luar (Modal Pinjaman), dengan parameter
pemeringkatan:
• Rasio Antara Modal Sendiri dan Modal Luar dengan kriteria
penilaian : <20% (skor 50), 20-50% (skor 80) dan >50% (skor 100).

2. Tingkat Liquiditas (Kemampuan Penyediaan Dana Untuk


Memenuhi Kewajiban Lancar Atau yang Sudah Jatuh Tempo)
Tingkat Liquiditas adalah kemampuan koperasi untuk memenuhi
kewajiban jangka pendeknya dengan parameter pemeringkatan:
• Cash Reserve Requirement dengan kriteria penilaian : <5% (skor
50) dan ≥5% (skor 100).
• Acid Test Ratio dengan kriteria penilaian: <10% (skor 0)dan ≥10
(skor 100).

68
• Cash Ratio dengan kriteria penilaian : <14% dan >56% (skor 0),
(14% - 20%) dan (46% - 56%) (skor 50), (21% - 25%) dan (35% -
45%) (skor 75) dan 26% - 34% (skor 100).
• Current Ratio dengan kriteria penilaian : <110% (skor 0), 110% -
150% (skor 50) dan >150% (skor 100).

3. Persentase Pelunasan Simpanan Wajib (Nominal Rp)


Dengan parameter pemeringkatan:
• Persentase Peningkatan Simpanan Wajib Secara RIIL Dibanding
Simpanan Wajib Seharusnya dengan kriteria penilaian : <20%
(skor 50), 20-50% (skor 80) dan >50% (skor 100).

4. Persentase Besaran Simpanan Sukarela


Dengan parameter pemeringkatan :
• Persentase Peningkatan Simpanan Dari Anggota per Tahun
dengan kriteria penilaian : <20% (skor 0), 20-50% (skor 25) dan
>50% (skor 50).

5. Kemampuan Koperasi Untuk Memenuhi Kewajibannya


(Solvabilotas)

Tingkat Solvabilitas adalah kemampuan koperasi untuk memenuhi


kewajibannya (baik hutang jangka pendek dan hutang jangka
panjamg), Solvabilitas = Asset / Kewajiban, Dengan parameter
pemeringkatan:
• Persentase Kewajiban dengan Asset dengan kriteria penilaian :
<9% (skor 0), 9%-16% (skor 25) dan 17%-24% (skor 50) dan ≥25%
(skor 100).

69
6. Return On Investment (ROI)
Return On Investment (ROI) adalah rasio laba bersih terhadap asset
biaya, digunakan untuk mengetahui seberapa efisiensi koperasi
memanfaatkan aktivanya untuk mendapatkan keuntungan.

ROI = (SHU Bersih) /Investasi x 100%:


• Persentase Laba Bersih Setelah Pajak Terhadap Asset dengan
kriteria penilaian: <10% (skor 0), 10%-20% (skor 25) dan >20%
(skor 50).

7. Piutang Pembiayaan Bermasalah (Non Performing Financing/NPF)


Kredit Bermasalah (Non Performing Loan (NPL)/ Non Performing
Financing (NPF) adalah bagian dari piutang yang tidak dapat ditagih,
biasanya berupa piutang dagang atau pinjaman terdiri dari kredit
yang berklasifikasi kurang lancar, diragukan dan macet, Dengan
parameter pemeringkatan:
• Tunggakan Macet Berdasarkan Kolektibilitas dengan kriteria
penilaian : >5% (skor 50) dan ≤ 5% (skor 100).

8. Penambahan Asset
Penambahan asset adalah perubahan persentase asset tahun ini
disbanding tahun sebelumnya dikali seratus persen, Dengan
parameter pemeringkatan:
• Persentase Penambahan Asset dengan kriteria penilaian : 0%
(skor 0), 1-5% (skor 50) dan >5% (skor 100).

9. Audit Kantor Akuntan Publik (KAP)


Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah kegiatan audit atas laporan
keuangan (neraca, PHU, arus kas, perubahan ekuitas dan catatan
atas laporan keuangan) dan dengan hasil opini hasil audit apakah
WTP, WDP, Tidak Memberikan Pendapat, Tidak Wajar, dengan
parameter pemeringkatan:

70
• Kelengkapan Laporan Keuangan (Neraca, PHU, Arus Kas,
Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan)
dengan kriteria penilaian : Tidak ada (skor 0), neraca+ PHU
(skor 25), neraca+ PHU + lap peubahan ekuitas (skor 50),
neraca+ PHU + lap peubahan ekuitas + arus kas (skor 75) dan
neraca+ PHU + lap peubahan ekuitas + arus kas + catatan atas
lap keuangan (skor 100).
• Opini Hasil Audit KAP dengan kriteria penilaian : Tidak Ada
(skor 0), Tidak Memberikan Pendapat (skor 25), Tidak Wajar
(skor 50), WDP (skor 75) dan WTP (skor 100).

10. Keberlanjutan Usaha


Keberlanjutan Usaha adalah keberlanjuan kegiatan operasional
koperasi untuk tahun-tahun kedepan, , Dengan parameter
pemeringkatan:
• Rasio antara Pendapatan Operasional Dengan Beban
Operasional dengan kriteria penilaian : <100% (skor 0), 100%-
110% (skor 50) dan >110% (skor 100).
• Kemitraan dengan Lembaga lain dengan kriteria penilaian :
Tidak ada (skor 0) dan ada (skor 60).

D. ASPEK MANFAAT KOPERASI BAGI ANGGOTA, dengan indikator serta


parameter sebagai berikut :
1. Peningkatan Penghasilan Anggota
Peningkatan penghasilan anggota merupakan jumlah SHU yang
diterima Anggota Pertahun, Dengan parameter pemeringkatan:
• Jumlah SHU yang Diterima Anggota Pertahun dengan kriteria
penilaian : <12x UMR Setempat (skor 0), =12x UMR Setempat
(skor 50) dan >12x UMR Setempat (skor 100).

71
• Jumlah Anggota yang Usahanya Naik Kelas (Mikro Ke Kecil atau
Kecil Ke Menengah) dengan kriteria penilaian : <5 (skor 0), 5-20
(skor 50) dan >20 (skor 100).

2. Pengelolaan Zakat Infak Sodaqah (ZIS)


Dengan parameter pemeringkatan:
• Sudah Mempunyai Unit Kerja Khusus Pengelola Zakat Infak
Sodaqoh dengan kriteria penilaian : Sudah (skor 0) dan Belum
(skor 100).

3. Menumbuhkan Motif Berusaha Anggota


Dengan parameter pemeringkatan:
• Jumlah Wirausaha Baru yang Ditumbuhkan Oleh Koperasi
dengan kriteria penilaian : <5 (skor 0), 5-20 (skor 80) dan >20
(skor 100).

4. Menumbuhkan Sikap Jujur dan Terbuka


Menumbuhkan Sikap Jujur dan Terbuka meliputi jumlah publikasi
laporan keuangan dan publikasi informasi perubahan harga barang
dan jasa yang disampaikan oleh koperasi, Dengan parameter
pemeringkatan:
• Jumlah Publikasi Laporan Keuangan dengan kriteria penilaian:
Tidak ada (skor 0), 1-2 (skor 25), 3-4 (skor 75) dan >4 (skor 100).
• Jumlah Publikasi Informasi Perubahan Jasa/Produk Bagi Hasil
Yang Disediakan Koperasi Simpan Pinjam Pembiyayaan Syariah
dengan kriteria penilaian : <2 kali (skor 0), 2-6 kali (skor 25), 7-
12 kali (skor 75) dan >12 kali (skor 100).

72
5. Pemberian Layanan Koperasi Diluar Aktifitas Usaha
Dengan parameter pemeringkatan:
• Koperasi telah memberikan pelayanan kepada anggota dibidang
sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan, olahraga dengan
kriteria penilaian : Tidak Ada (skor 0) dan ada (skor 100).

E. ASPEK MANFAAT KOPERASI TERHADAP MASYARAKAT, dengan


indikator serta parameter sebagai berikut :
1. Penyerapan Tenaga Kerja
Penyerapan Tenaga Kerja adalah jumlah Manajer dan Karyawan yang
bekerja di koperasi baik sebagai tenaga kontrak maupun tetap,
Dengan parameter pemeringkatan:
• Jumlah Tenaga Kerja Koperasi dengan kriteria penilaian : <20
(skor 50) dan ≥20 (skor 100).

2. Jumlah Layanan Koperasi yang Dapat Dinikmati Masyarakat


Jumlah Layanan Koperasi yang Dapat Dinikmati Masyarakat
merupakan dampak keberadaan koperasi bagi masyarakat dibidang
enyediaan/fasitasi infrastruktur, transportasi, penerangan, air bersih
dan kerohanian, Dengan parameter pemeringkatan:
• Jumlah Unit Usaha yang Dapat Diakses Oleh Masyarakat
dengan kriteria penilaian : <3 (skor 50), 3-5 (skor 80) dan >5
(skor 100).

3. Penurunan Angka Kemiskinan


Penurunan Angka Kemiskinan meliputi Pengunaan dana
pembangunan daerah kerja (CSR) terhadap lingkungan dan
Kontribusi gerakan koperasi di daerah yang bersangkutan terhadap
PDRB (kota/kabupaten) untuk menurunkan angka kemiskinan
masyarakat disekitar koperasi, Dengan parameter pemeringkatan::

73
• Persentase Dana Pembangunan Daerah Kerja (CSR) Terhadap
SHU dengan kriteria penilaian : 0 (skor 0), 1-2,5% (skor 60) dan
>2,5% (skor 100).
• Kontribusi koperasi yang bersangkutan terhadap kontribusi
seluruh koperasi terhadap PDRB (kota/kabupaten) dengan
kriteria penilaian : <0,01% (skor 50) dan ≥ 0,01% (skor 100).

74