Anda di halaman 1dari 5

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBELAJARAN

PEMERIKSAAN ANGKLE BRACHIAL INDEX (ABI)

Tujuan umum

Mahasiswa mampu melakukan prosedur pemeriksaan Angkle Brachial Index (ABI)


dengan benar dan tepat.

Tujuan Khusus

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu:


1. Menjelaskan tujuan pemeriksaan Angkle Brachial Index (ABI)
2. Menjelaskan tahapan prosedur pemeriksaan Angkle Brachial Index (ABI)
3. Mendemonstrasikankan pemeriksaan Angkle Brachial Index (ABI) secara benar

Pengertian

Merupakan tindakan untuk proses pemeriksaan Angkle Brachial Index (ABI) secara
manual dengan membandingkan antara tekanan sistolik di angkle dengan tekanan
sistolik di brachial.

Tujuan Pemeriksaan Angkle Brachial Index (ABI)

1. Menilai fungsi sirkulasi apada arteri kaki


2. Mendeteksi adanya pembuluh darah arteri yang mengalami obstruksi (hambatan)
yang mengindikasikan adanya penyakit arteri perifer.

Nama Mahasiswa:

NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tdk Ket.

Pengkajian

1 Kaji adanya riwayat DM dan lama menderita DM

2 Kaji pengetahuan klien mengenai prosedur dan perawatan


diri terkain dengan diabetes
3 Kaji adanya keluhan kaki diabetic

4 Kaji kesiapan klien

5 Kaji kesiapan perawat

6 Diagnosa keperawatan yang sesuai:


Fase pre interaksi

7 Mempersiapkan alat

 Dopler vaskuler
 Jelly
 Kassa/Tissue
 Sphygmomanometer
 Bengkok
 Sampiran
 Alat tulis

Fase Orientasi

Mengucapkan salam dan menyapa nama klien,


8 memvalidasi nama klien dan mlihat gelang nama pasien.

9 Memperkenalkan diri

10 Melakukan kontrak

11 Menjelaskan Tujuan pemeriksaan , Prosedur pelaksanaan


tindakan dan kerjasama yang dibutuhkan.

12 Menanyakan kesediaan klien untuk dilakukan tindakan

13 Mendekatkan alat-alat

14 Menjaga privasi klien dan memperhatikan keamanan


lingkungan

15 Memposisikan klien senyaman mungkin

16 Mencuci tangan

Fase Kerja

17 Mengucapkan basmalah
18 Pasang manset sphygmomanometer pada pergelangan
kaki dengan tepat.

19 Cek arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis


posterior/anterior.

20 Dengan menggunakan 2 atau 3 jari, lakukan iklusi pada


jari paling distal pemeriksa. Kemudian rasakan kekuatan
denyut nadi pasien.

21 Berikan Jelly secukupnya pada area yang teraba denyut


arteri.

22 Pasang dopler dan dengarkan denyut arteri

23 Pompa sphygmomanometer sampai suara menghilang.


Tambahkan tekanan hingga 20 mmHg.

24 Turunkan perlahan-lahan tekanan sphygmomanometer


sambil dengarkan bunyi denyutan yang pertama sebagai
tekanan Systolic ankle.

25 Catat hasil systolic ankle.

26 Lakukan pemeriksaan systolic arteri brachial dengan


langkah langkah seperti pemeriksaan arteri dorsalis pedis
sebelumnya.

27 Catat hasil Systolic Brachial.

28 Hitung nilai ABI dengan cara membandingkan nilai


Systolic ankle (sebagai pembilang) dengan Systolic
Brachial (sebagai penyebut).

29 Rapikan alat alat dan rapikan pasien.

Fase Terminasi

30 Membaca hamdalah

31 Catat hasil pada lembar pencatatan status pasien

32 Mengevaluasi respon klien selama dan setelah tindakan

33 Memberi reinforcement positif

34 Membuat kontrak pertemuan selanjutnya


35 Mengakhiri pertemuan dengan baik: bersama klien
membaca doa

Artinya (Ya Allah. Tuhan segala manusia, hilangkan


segala klienannya, angkat penyakitnya, sembuhkan lah
ia, engkau maha penyembuh, tiada yang
menyembuhkan selain engkau, sembuhkanlah dengan
kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit lagi) dan
berpamitan dengan mengucap salam pada pasien.

36 Merapikan alat

37 Melepas sarung tangan dan mencuci tangan

Evaluasi

38 Evaluasi Keperawatan yang sesuai


 Respon klien selama dan setelah tindakan
 Kenyamanan klien
Dokumentasi

39 a. Catat hasil dan respon klien


b. Catat dengan jelas, mudah dibaca, dan ditandatangani
disertai nama jelas perawat.
c. Catatan ditulis dengan tinta atau ballpoint.
Keterangan :

Tidak = 0 Ya = 1

Jumlah nilai yang didapat


Nilai Akhir = X 100
Jumlah keseluruhan poin yang dinilai

Evaluasi Diri/Penguji

.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
............................................
Pembimbing/Penguji

(……………………………….)