Anda di halaman 1dari 64

Bila Layla taman melati di musim semi, Majnun padang rumput di musim

gugur. Bila dari balik rambutnya Layla memikat dunia dengan sekali
kerlingan, Majnun menjadi pengembara yang menari dalam kegilaan.
Layla memegang secawan anggur, Majnun mabuk oleh aromanya,
bahkan sebelum mencecap isinya. Layla menanam serumpun mawar,
Majnun menyiraminya dengan air mata. Bila kau tahu hakikat seorang
pencinta, kau pasti menyadari, cinta akan meleburkan jiwamu ke dalam
jiwa kekasihmu.

Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang bernama Qais. Ia


anak tunggal dari seorang kepala suku yang terkemuka. Qais
tampan, gagah dan dicintai semua orang. Ia juga memiliki
segudang keterampilan, tetapi hanya syair yang paling ia gemari.
Setelah cukup umur, Qais bersekolah di sekolah yang paling
prestisius di zamannya. Hanya mereka dari keluarga terpandang
yang dapat bersekolah di sana, termasuk sang putri dari kepala
suku tetangga, Laila. Cantik jelita, ramah mempesona. Banyak
yang melamarnya, tapi hanya pulang dengan tangan hampa.

1
Di sebuah ruang kelas, para mahasisawa sedang mengikuti mata kuliah
Filosofi.

Dosen yang mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang


Tuhan. “Ada yang pernah melihat Tuhan?” tanya si dosen.

Semua diam tak menjawab. “Ada yang pernah mendengar Tuhan


bersuara?” si dosen bertanya lagi. Kali ini pun tak ada yang menyahut.

“Ada yang pernah menyentuh Tuhan?” tanya dosen. Semua diam.


“Kesimpulannya tidak ada Tuhan,” kata dosen senang.

Terdengar gumaman protes, sampai akhirnya seorang mahasiswa berdiri


bertanya,
“Ada yang pernah melihat otak Pak Dosen?” Tak ada jawaban.

“Ada yang pernah mendengar otak Pak Dosen?” Tak seorangpun


menjawab.

“Ada yang pernah menyentuh otak Pak Dosen?” Sekali lagi hening.

“Kesimpulannya Pak Dosen tidak punya otak,” kata mahasiswa.

2
suatu hari ustadznya ditanya sama salah satu santrinya.

Santri : Assalamu’alaikum Ustadz.

Ustadz : Wa’alaikumsalam wr.wb

Santri : Ustadz, saya mau Tanya, berkumur pake kuah bakso saat kita
berpuasa boleh apa nggak?

Ustadz : Ya jelas gak boleh lah !

Santri : Kenapa kok gak boleh ustadz? (Santri tetap penasaran)

Ustadz : Karena kita tidak boleh berkumur dengan sesuatu yang


memiliki rasa., apalagi rasa ingin memiliki

3
Libur telah tiba, seorang bapak sedang gelisah karena harus
membelikan buku baru untuk anaknya. Dalam kegelisahannya, tiba-
tiba sang anak langsung menyapa bapaknya.

Udin : Bapak tahu gak, kalau bapak adalah seorang bapak yang
beruntung?

Bapak : Lah, kok bisa nak?

Udin : Ayah tidak perlu membelikan buku baru buatku tahun ini.

Bapak : Beneran nak ? kamu dapat buku gratis ya (Dengan wajah yang
bahagia)

Udin : Enggak pak, Aku tahun ini tidak naik kelas

Bapak : #@###@#@

4
Seorang guru memperhatikan seorang murid yang tampak lesu. Karena
kesal si guru akhirnya menegurnya

Guru : Aldo, saya perhatikan kamu kok lesu banget, kamu ngantuk?

Aldo : Iya pak, maaf tadi malem saya gak bisa tidur, makanya
sekarang saya ngantuk dan letih

Guru : Oh, Ya uda ujianmu ditunda minggu depan

Aldo : Loh kenapa pak?

Guru : Untuk tidur aja kamu gak bisa, apalagi mengerjakan ujian?

Aldo : @#@#@###@

5
1. Pedagang TAK BISA DITAWAR adalah tukang roti…, promosinya roti
tawar tapi engga bisa ditawar…
2. Pedagang yang PALING NEKAD tukang gas …,udah tau jalanan
menurun masih aja bilang gas’ gas’ bukan rem’ rem’ ..
3. Pedagang yang KURANG KERJAAN…, tukang nasi goreng …, nasi udah
mateng masih aja digoreng…
4. Pedagang yang TAK KENAL KATA MENYESAL…, itu tukang bubur, nasi
udah jadi bubur masih dijual
juga…??
5. Pedagang yang PALING ANEH pedagang ikan ,
ikan mati dibilang segar…!
6. Pedagang PALING BODOH, tukang cetak foto. Ditanyain 3X4 berapa,
dia jawab 500.

6
Suatu ketika terdapat anak kecil yang bernama Joko yang kebetulan
berkulit hitam sedangkan orangtuanya berkulit putih, karena merasa
berbeda dan rasa penasarannya ia mencoba memberanikan diri untuk
bertanya kepada mamanya
Joko : Mama, joko anak mama gak sih?
Mama : Ya iyalah anak mama, anak siapa lagi. Kenapa nanya
gitu nak? (ibu berusaha mencari tahu kenapa anaknya bertanya seperti
itu )
Joko : Soalnya kulit mama putih, tapi kulit joko kok hitam.
Kenapa mama kok lahirkan saya kulitnya hitam? (Joko terus bertanya)
Mama : Biarin lah (Mencoba menjawab dengan singkat supaya
tidak ditanya lagi )
Joko : Lha kenapa ma? Tanya joko masih penasaran
Mama : Kalau kamu putih, nanti gampang kotor nak ,
Joko : #@#@#@#@# (si joko plonga plongo)

7
ada seorang kakek tua yang hidup bersama anak, menantu dan seorang cucu laki-laki.
Penglihatan si kakek sudah kabur. Ia sudah tidak dapat mendengar dengan baik. Lututnya
sudah mulai bergetar.

Jika ia duduk dekat meja makan, ia tidak dapat lagi memegang sendok. Kadang-kadang ia lupa
pula sup di atas taplak meja. Dari dalam mulutnya selalu saja sup itu mengalir lagi keluar.

Anak laki-laki dan menantu perempuannya merasa jijik dengan hal itu. Oleh sebab itu kakek tua
itu akhirnya duduk sendirian di sudut, di belakang sebuah tungku api. Mereka memberi makan
hanya dengan mangkok yang kecil. Ia sering tidak mendapat makan dan minum yang cukup
dan tentu saja ia tetap

lapar dan haus. Ia melihat apa saja yang ada di meja makan dengan sedih, selanjutnya
keluarlah air matanya.

Suatu ketika jemarinya yang sudah tua tidak dapat lagi memegang mangkuk. Mangkuk itu jatuh
dan pecah. Menantu perempuannya mengumpat dan mencaci-maki. Tapi, kakek tua itu tidak
berkata sedikit pun. Ia membiarkan

semuanya terjadi. Lalu Menantunnya itu membelikannya sebuah piring yang terbuat dari kayu
dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kini dengan piring kayu itu kakek tua itu harus makan.
Piring kayu ini dapat membuat si kakek tua lebih tenang karena tidak dapat pecah.

Suatu hari cucunya yang masih berumur empat tahun mengumpulkan batang-batang kayu di
tanah.

“Apa yang sedang kamu buat, Nak ?” tanya ayahnya.

“Saya sedang membuat sebuah piring kayu ,” jawab anaknya polos, “dengan piring ini ayah dan
ibu akan makan, jika nanti saya sudah besar.”

Sejurus kemudian ayah dan ibunya saling bertatapan dan mereka mulai menangis. Sejak
kejadian itu mereka selalu memapah sang kakek tua ke meja makan, untuk makan bersama.
Jika ia lapar atau haus, mereka segera membawakan makanan dan minuman untuknya.
Mereka tidak berkata apa-apa, ketika sedikit saja makanan atau minuman tumpah ke lantai.

Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bagi kita, bahwa seberapa menjengkelkan,
menyebalkan bahkan lebih buruk dari itu perasaan kita terhadap orang tua kita…..ketahuilah
bahwa mereka-lah orang yang telah melahirkan kita

8
ada sebuah desa yang diganggu oleh Jin jahat. Mendengar hal ini, seorang Kyai
menugaskan Santrinya untuk membantu desa tersebut dari gangguan Jin onar, jahat
dan jelek itu XD. Tak pelak, Santri ini merasa sedikit bingung untuk bisa menghadapi
makhluk Gaib, hingga sang Kyai memberikan keyakinan tentang suatu hal :

“Wahai anakku, ingatlah tentang ayat Alquran yang mangatakan bahwa jika Allah menjadi
penolong kamu, maka tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkanmu”.
Mendengar ucapan sang Kyai, si Santri pun mantab untuk pergi mengalahkan Jin di
desa sebelah. Sesampainya di desa tersebut, dia menemui kepala Desa untuk
menanyakan perkara yang terjadi.

Baca Juga : 7 Kebiasaan Unik yang dilakukan Santriwati

Santri : “Pak Kepala Desa, apa sebenarnya yang membuat Jin ini mengganggu
desa ini?”.

Kepala Desa : “itu karena desa ini sangat subur dan memiliki kekayaan berlimpah
untuk kehidupan warga”.

Santri : “Hanya itu saja pak?”.

Kepala Desa : “Jin ini menginginkan tumbal seorang gadis Perawan sebagai imbalan
karena dia menganggap berkat bantuannya lah desa ini bisa subur dan berlimpah. Jika
tidak dituruti, maka desa ini akan dihancurkan olehnya”.

Santri : “Lalu bagaimana wujud jin tersebut?”

Kepala Desa : “Badannya setinggi 10 meter, bertubuh besar, dan rambutnya dikuncir di
antara kepalanya yang botak”.

Baca Juga : Anda sedang sakit mata?? Coba amalkan doa ini

Santri : “Ohhh, dia berasal dari bangsa Jin Ifrit wa akhwatuha. Sebenarnya dia
hanya menggertak saja, pasti ada wanita yang sedang disukainya. Baiklah, tolong
berikan surat tantangan dari saya untuk jin tersebut”.

Sang Santri pun membuat surat tantangan dan diberikan ke Pak Kepala Desa untuk
disampaikan ke Jin Ifrit itu. Tak pelak, Jin pun marah dan berjanji akan mengahajar
habis habisan si Santri yang berani menantangnya.

Sambil menunggu waktu pertandingan, si Santri malah menjahit sarung dengan ukuran
sangat besar sekitar 30 meter tingginya dengan lebar 70 meter. Sarung itu kemudian
dijemur dan diikat di antara 2 pohon kelapa yang tingginya 40 meter. Hingga saat
pertandingan dengan Jin pun tiba.

Jin : dengan suara menggelegar “ Mana manusia yang berani menantangku


itu? Keluar kau dan akan ku lumat habis tubuhmu yang berasal dari tanah liat itu”,
ucapnya sambil marah-marah.

Warga pun ketakutan karena Jin ini memang terkenal jahat dan menyeramkan. Si
Santri pun mendegar panggilan Jin, dan sebelum melangkah keluar, dia berdo’a
kepada Allah SWT : “Ya Allah, hanya Engkau yang mampu menolong hamba dari
kejahatan Jin itu. Ya Allah, aku mengharapkan pertolongan dari-Mu”.

Baca Juga : Kisah Inspiratif dari Kakek Tua (Kisah nyata sang penulis)

Dengan mantab, Santri pun keluar menemui Jin Ifrit itu.

9
Jin : “ Hahahaaa, manusia pendek,! Kamukah yang berani menantangku?
Sudah bosan hidup rupanya. Mari kita bertarung”.

Santri : “ Bukan aku yang akan melawanmu Jin, tapi Guruku. Kebetulan saat ini
beliau sedang mandi, dan aku baru saja mencuci sarung beliau”. Ucap si Santri sambil
menunjuk kain sarung raksasa yang diikat di antara 2 pohon kelapa tadi.

Melihat kain sarung yang berukuran sangat besar itu, Jin Ifrit pun mulai ketakutan.

Jin : “ Jadi, itu sarung gurumu yang kamu jemur di sana?”

Santri : “ Iya Jin,”

Jin : “ Gurumu sangat tinggi dan besar sekali,!” Jin mulai ketakutan

Santri : “ Betul Jin. Beliau adalah ahli perang dan tidak takut akan kematian.
Sebentar akan saya panggilkan, sepertinya beliau sudah selesai mandinya”.

Baca Juga : Tak perlu susah untuk mecari surga, Karna surga ada didalam rumahmu

Jin : “ Tidak usah, lebih baik aku pergi saja dan desa ini tidak akan pernah
aku ganggu lagi”, ujar Jin sambil terbirit-birit karena ketakutan.

Akhirnya, si Santri bisa tersenyum lega karena tidak sampai harus berkelahi dengan
Jin Ifrit yang jahat itu.
Cerita di atas hanya sebagian dari 1001 kisah santri, masih meragukan kepintaran
seorang santri????

10
Sore itu Raja Harun Al-Rasyid sedang berjalan-jalan menikmati udara senja di sekitar alun-alun
kerajaan. Ketika sedang menikmati pemandangan pohon kurma yang tumbuh subur disepanjang
pinggiran alun-alun, ia melihat sosok pria yang selama ini terkenal di kerajaannya.

“Hmmm…!!! Mau kemana orang itu?” Dengus Tuan Harun seraya melangkahkan kakinya
menghampiri pria tersebut.

Pria itu berwajah jenaka, memakai topi bahan katun, dan ia tak henti-hentinya tersenyum bila
bertemu dengan Raja. Pria itu hanya tersenyum lembut ketika melihat Tuan Harun menghampirinya
dengan tampang penasaran.

“Abu Nawas! Mau kemana kamu?” Abu Nawas malah bersenandung riang. Tuan Al-Rasyid merasa
tersinggung dengan sikap Abu Nawas. Ia menghadang jalan Abu Nawas.
“Oh, Tuanku! Kiranya izinkan saya berjalan karena saya sedang membawa remaja putri sang
pemalu!” ujar Abu Nawas sambil bersyair.
“Remaja Putri? Siapa maksudmu? Ku lihat kamu tidak membawa apa-apa!”

Abu nawas mengeluarkan sebuah botol berisi cairan berwarna merah dan memperlihatkannya pada
Tuan Al-Rasyid.
“Ini Tuan!

“Kurang ngajar kamu! Kamu mau menipuku, Abu Nawas? Itu pasti arak! Coba ku lihat!” Tuan Al-
Rasyid merebut botol itu dari Abu Nawas.

“Sungguh berdosa jika saya membawa arak, Tuanku. Itu hanyalah sebotol susu!” Tuan Al-Rasyid
nampak tak percaya.
“Mana ada susu warnanya merah, Abu Nawas!? Kamu mengarang saja.” Tuan Al-Rasyid
menyerahkan botol itu kepada Abu Nawas.

“Begini Tuan, sewaktu Tuan belum datang mengganggu perjalanan saya, susu itu masih berwarna
putih. Namun ketika ia mendengar suara Tuan Harun Al-Rasyid, ia merona merah karena malu
melihat Sang Raja yang gagah nan perkasa. Coba raja pergi dari sini, pasti susu ini kembali
berwarna putih.” Raja Harun Al-Rasyid tertawa terbahak mendengar cerita Abu Nawas.

“Nawas…Nawas! Masa susu memiliki rasa malu. Ada-ada saja kamu!”

Sejak itu Abu Nawas sering di panggil ke istana untuk menghibur tamu kerajaan. Rupanya susu
yang dibawa Abu Nawas sedikit di campur oleh sirup berwarna merah. Namun raja mengira itu
adalah arak

11
Kisah ini terjadi di negeri yang dikenal sebagai negeri seribu satu malam yaitu Irak. Pada zaman
dahulu di salah satu kota di negeri tersebut ada seorang pencuri yang sangat lihai. Bahkan hasil
curiannya yang terakhir mencapai seratus keping uang emas milik salah satu saudagar kaya di kota
itu.

Saudagar dengan dibantu para penegak hukum di kota itu telah berusaha dengan keras tetapi tidak
berhasil menemukan pencurinya. Karena merasa putus asa akhirnya si saudagar kaya
mengumumkan jika pencuri itu mau mengembalikan harta curiannya, maka sebagian dari harta
curian tersebut boleh menjadi miliknya. Namun sampai dengan batas waktu yang ditentukan,
pencuri itu tidak muncul untuk mengembalikan harta curiannya.

Maksud baik saudagar kaya ternyata tidak ditanggapi sang pencuri. Oleh karenanya sang saudagar
akhirnya mengadakan syaembara bagi siapa saja yang berhasil menangkap pencuri hartanya, dia
berhak sepenuhnya memiliki harta yang dicuri.

Syaembara dari saudagar tentu saja sangat menarik, banyak orang ikut mencoba, tetapi semuanya
gagal. Beberapa minggu berlalu sejak pengumuman syaembara, namun pencuri emas tetap tidak
berhasil ditangkap. Akhirnya sang Hakim memutuskan untuk meminta bantuan seorang ahli yang
dikenal memiliki kesaktian dan kecerdasan yaitu Abu Nawas. Abu Nawas dikenal penduduk negeri
Irak sebagai seorang sakti yang merupakan sahabat dari Raja Baghdad. Kini harapan saudagar
dan masyarakat yang resah dengan keberadaan si pencuri lihai tertumpu kepada Abu Nawas yang
tinggal di ibu kota yaitu Baghdad.

Kemasyuran nama Abu Nawas juga terdengar ke telinga si pencuri, dia menjadi merasa takut dan
tertekan. Dia sempat berpikir untuk melarikan diri dari kota tersebut, namun jika hal itu dilakukan
justru akan membuat topengnya menjadi terbongkar dan dia akan kesulitan untuk mencuri di kota
itu lagi.

Berbagai manfaat mainan untuk anak

Hai ayah bunda ternyata banyak loh manfaat mainan untuk tumbuh kembang anak

Dongengceritarakyat.com

Mainan edukasi terbaik untuk anak

Memilih mainan yang tepat sangat penting untuk perkembangan kecerdasan dan kemampuan anak

Dongengceritarakyat.com.com

Ini adalah daftar mainan wajib untuk anak

Ada beberapa mainan yang sangat dianjurkan dimiliki anak sesuai dengan usianya

12
Dongengceritarakyat.com

Ads by Dongengceritarakyat.com

Abu Nawas yang baru sampai di kota itu mengumpulkan seluruh warga masyarakat di lapangan
kota.

“Wahai warga kota hari ini aku akan membagikan kalian tongkat. Tongkat-tongkat itu bukan tongkat
sembarangan, karena tongkat itu sudah aku beri mantra. Besok pagi aku tunggu kalian di
pengadilan kota. Saat itu kalian harus mengumpulkan kembali tongkat yang sudah aku bagikan.
Perlu kalian ketahui tongkat yang saat ini dipegang oleh pencuri akan bertambah panjang satu jari
kelingking besok. Dan bagi yang tongkatnya bertambah satu kelingking akan mengalami kejadian
seperti ini.” Abu Nawas kemudian mengacungkan tongkatnya ke pohon kelapa besar di
belakangnya.”Duarrrrr.” Tiba-tiba pohon kelapa itu meledak, dan buah kelapa jatuh berguguran.

Masyarakat takjub melihat kejadian luar biasa tersebut. Mereka jadi semakin yakin akan kesaktian
Abu Nawas. Tanpa mereka sadari pohon kelapa itu sudah ditaburi bubuk mesiu oleh istri Abu
Nawas, dan tanpa terlihat masyarakat, istri Abu Nawas menyulut sumbu mesiu itu ketika mencapat
isyarat dari Abu Nawas.

“Sekarang kalian boleh pulang.” Ucap Abu Nawas.

Bagi masyarakan yang tidak mencuri tentu saja kekaguman mereka kepada Abu Nawas yang
tersohor semakin bertambah. Namun berbeda halnya dengan si pencuri, rasa takutnya semakin
besar. Dia berpikir bahwa ternyata kesaktian Abu Nawas bukanlah isapan jempol. Walaupun dia
sudah ada di rumah keringat bercucuran dari keningnya. Dia sedang berpikir keras bagaimana agar
tongkat bambu itu tidak bertambah panjang. Pada malam hari sebelum tidur dia menemukan cara
yang jitu agar panjang tongkatnya sama dengan tongkat yang lain. Dia memutuskan memotong
tongkatnya sepanjang jari kelingking. Akhirnya si pencuri dapat tertidur pulas karena berpikir telah
menemukan cara untuk mengelabui Abu Nawas.

Pada pagi hari yang cerah masyarakat termasuk si pencuri telah berkumpul di pengadilan besar
kota tersebut. Satu persatu masyarakat menyerahkan tongkatnya untuk di periksa oleh Abu Nawas.
Dalam hati si pencuri tersenyum, dia sangat bangga dengan idenya dalam mengelabui orang paling
tersohor di kerajaan Baghdad. Tibalah saat sang pencuri menyerahkan tongkatnya pada Abu
Nawas. Dengan percaya diri setelah menyerahkan tongkat pencuri itu hendak pergi. Namun
langkahnya tertahan karena Abu Nawas memerintahkan para penjaga pengadilan untuk
menangkapnya. Abu Nawas tahu bahwa orang itu adalah pencurinya karena tongkatnya berkurang
panjangnya sepanjang satu kelingking.

Si pencuri di adili dan dihukum sesuai dengan peraturan dari kerajaan Baghdad. Abu Nawas yang
cerdik berhak mendapatkan seluruh barang curian. Namun karena kebijaksanaannya Abu Nawas
menyerahkan sebagian harta curian itu kepada keluarga si pencuri dan sebagian lagi dia gunakan
untuk dirinya dan untuk dibagikan juga kepada orang yang membutuhkan.

13
Dikisahkan seorang pemuda bernama Abu Nawas sedang berjualan di pasar. Sedang asyik
berjualan, Dia melihat seorang perempuan cantik, bernama putri Habibah.

“Subhanallah, begitu cantik putri Habibah,” gumam Abu Nawas.

“Ya Abu, sedang apa engkau melamun?” tanya seorang anak kecil kepadanya.

“Tidak, aku hanya terkagum melihat kecantikan putri Habibah, apakah mungkin aku bisa
mendapatkan istri secantik dia?”

Cerita ini juga: Kisah Nabi Sulaiman Alaihissalam Singkat

“Sudahlah, ya Abu, mana mungkin orang miskin seperti kita bisa seperti itu,” jawab anak itu.

Abu Nawas tidak menjawab, namun dia tahu jika Allah SWT menghendaki, maka itu bukan perkara
yang mustahil.

Dari kejauhan Dia mendengar teriakan warga Mesir yang hendak menghakimi seorang pencuri roti.
Abu Nawas yang bijak dan baik hati itupun segera menuju ke pusat kegaduhan.

“Ada apa wahai saudaraku?” tanya Abu Nawas kepada semua warga.

“Aku hanya mengambil roti yang terjatuh,” jelas pencuri yang tidak ditanya sama sekali.

“Bohong, dia memang pencuri,” sahut pemilik toko yang rotinya diambil.

“Sudah, berapa kerugian Bapak, biar saya yang ganti, dan bebaskan orang itu,” ucap Abu Nawas
memberikan pembelaan dan membawa orang itu ke pinggiran Pasar, tujuannya agar kegaduhan itu
cepat teratasi.

Bapak tua itu begitu lahap memakan roti yang katanya terjatuh itu. “Bapak tinggal dimana?” tanya
anak kecil yang sedari tadi mengikuti Abu Nawas.

14
“Saya tingga di kota yang jauh dari sini, saya harus pulang,” jelas Pak tua itu.

“Jika Bapak tidak keberatan, sudilah tinggal bersama kali untuk sementara waktu, namun mohon
maaf, gubuk kami sangat kecil,” Abu Nawas menawarkan pertolongan kepada Bapak itu.

“Kedua anak ini sangat baik hati,” gumam Pak tua itu, “Maaf nak, tapi saya haru segera pulang,
khawatir keluarga saya mengkhawatirkan saya,” jelasnya.

Sebelum beranjak pergi Abu Nawas berkata, “Pak, bawalah kalung peninggalan Ibuku ini, mungkin
Bapak akan lebih memerlukannya di perjalanan nanti.”

Rekomendasi: Kisah Julaibib sahabat Nabi

Bapak tua itupun menerima bantuannya, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.

Berselang beberapa hari, Abu Nawas pamit kepada temannya untuk pergi ke Madinah, tujuannya
untuk mencari pekerjaan yang layak, dia jua berjanji, jika sudah mendapatkan pekerjaan akan
segera mengajaknya.

Abu Nawas berangkat ke Madinah menggunakan Kapal, namun sayangnya, di perjalanan kapal
yang dia tumpangi diguncang badai dan hujan yang sangat labat. Kapal itu hancur berkeping, tidak
tahu siapa saja yang selamat, namu Abu Nawas berhasil selamat karena berpegangan pada kayu
terapung dari bagian kapal.

Abu Nawas yang kebingungan, karena begitu terbangun, dia terdampar di suatu daerah yang sama
sekali tidak dia ketahui. Begitu melihat perkampungan, dia segera menuju ke masjid, untuk sholat
dan mengaji.

Ternyata ada seorang jemaah masjid, yang memperhatikan dia mengaji, orang itu meminta Abu
Nawas untuk mengajarkan semua warga mengaji dan menulis. Sebagai imbalannya dia diberikan
upah setiap kali mengajar.

Lambat laun, uang yang dia kumpulkan itu semakin banyak, namun hebatnya Abu Nawas, walau
dia kesusahan, tetapi tidak pelit dan menyempatkan untuk bersedekah.

Baca: Kisah Nabi Ayub Singkat dan Lengkap

15
Abu Nawas pun diundang oleh salah seorang warga dan diperkenalkan kepada seorang
perempuan cantik, perempuan itu sudah tidak memiliki orang tua, namun hartanya begitu banyak.

Orang tua itu menawarkan kepada Abu Nawas agar bersedia menikahi anak itu. “Wahai Abu
Nawas, sejak tadi saya perhatikan, kamu terus memperhatikan kalung gadis ini, bukan mukanya.”

“Aduh, maaf. Saya tidak bermaksud demikian, saya hanya teringat dengan kalung milik orang tua
saya yang mirip dengan kalung itu, kalung itu saya berikan kepada Bapak Tua sewaktu di Mesir,”
Jawabnya.

Seyara mengucap syukur kepada Allah SWT, serempak warga yang mendengar ucapan Abu
Nawas itu mengucapkan, “Subhanallah.”

“Wahai Abu Nawas, tahukah kamu bahwa orang tua yang kamu tolong itu adalah Ayah dari Gadis
ini. Dia adalah saudagar kaya yang tersesat. Selama hidup dia berdoa agar kelak anaknya
dijodohkan kepada orang yang telah menolongnya itu.”

Betapa kaget Abu Nawas mendengar berita itu, namun itulah kuasa Allah SWT. Akhirnya Abu
Nawas menikah dengan gadis itu dan mengajak temannya yang sepat ditinggalkan di Mesir

16
Hakim: "Anda kenal dengan tersangka?"

Saksi: "Tidak pak!"

Hakim (mengulang): "Anda tidak kenal dengan orang ini?"

Saksi: "Kalau dia kenal, namanya Kadir, bukan Tersangka."

Hakim (mulai jengkel): "Jadi anda kenal dengan saudara Kadir?"

Saksi: "Tidak Pak."

Hakim (geram): "Lhoo... Tadi katanya kenal?!"

Saksi: "Sama Kadir kenal, sama saudaranya tidak!"

Hakim: "GRRRRR!"

*Lempar saksi pake palu*

17
Suatu hari, seorang anak memanjat pohon mangga, hendak mencuri mangga. Tiba-tiba, ia
kepergok sama yang punya pohon.

Pemilik pohon: Hei, sedang apa kamu disitu?

Anak: (Menjawab dengan gugup) Anu Pak. Saya lagi cari sarang burung.

Pemilik pohon: Buat apa?

Anak: (Tambah gugup): Eee... buat bikin rujak Pak.

18
Seorang turis bule datang yang baru pertama kali datang ke Jakarta sedang berkeliling untuk
mengenal jalan-jalan yang ada. Saat istirahat, turis bule itu bertanya kepada seorang teman
pemandunya. (setelah di translate dialognya begini,..)

"Saya heran dengan orang Indonesia, apakah bisa menghafal nama jalan yang begitu panjang?"
keluh turis bule itu.

"Nama jalan yang mana, Sir?"

"Nama jalan, "Jalan Pelan-Pelan, Banyak Anak Menyeberang".

19
Suatu hari, seorang anak kecil memanjat pohon rambutan. Namun tiba-tiba, ia ketahuan oleh
yang punya pohon.

"Hoi, dasar anak bandel. Turun kamu! Ambil rambutan orang seenaknya. Nanti saya bilangin
sama bapak kamu baru tahu rasa!" bentak yang punya pohon.

Sambil merasa gugup, anak itu melihat ke atas pohon dan berkata, "Ayah... kita ketahuan!"

20
Seorang guru sedang mengawasi ujian di kelas. Ia memperhatikan Balu yang dari tadi tampak
mengantuk.

Guru : Jon, kamu kok lesu banget, ngantuk ya?

Balu : Maaf Pak, semalam saya tidak bisa tidur.

Guru : Kalau gitu ujian kamu ditunda saja menggu depan!

Balu : Lho, kenapa Pak?

Guru : Tidur saja nggak bisa, apalagi mengerjakan soal ujian.

Balu : &$@%$#!

21
Ketika Mak Enok belanja di pasar, hujan turun sangat deras. Ia pun terpaksa membeli payung
bekas di sebuah toko.

Mak Enok : Bang, beli payung dong,

Penjual : Aduh mak, payung yang bagus sudah habis. Adanya yang robek-robek, bagaimana?

Mak Enok : Boleh deh, berapa harganya?

Penjual : Yang robeknya satu lubang harganya 3 ribu, yang robek banyak harganya 10 ribu.

Mak Enok : Lho, kok yang robeknya satu doang lebih murah sih?

Penjual : Iya mak, emang robeknya cuma satu, tapi gede banget.

22
Suatu hari, seorang preman datang dari kampung ingin ke kota naik bis AC. Di bis itu ia berdiri
tepat di bawah lubang AC.

Preman : Woy!!! Siapa nih yang niup-niup pundak gua? Dingin tau!

Penumpang lain : Itu AC kali bang,

Preman : Jangankan Si Ase! Si Kipli, Si Jarot, gua hajar nanti..!!!

23
Anak-anak TK sedang berjalan-jalan menjelajahi museum untuk mengamati benda-benda
purbakala. Kemudian mereka melihat mumi.

Anak 1 : Wah, muminya seram ya...

Anak 2 : Iya, seram!

Anak 1 : Terus, angka 2250 SM itu maksudnya apa?

Anak 2 : Mungkin itu dulu nomor plat mobil yang nabrak dia sampai tewas.

24
Suatu hari 4 Tanaman dikebun tengah bercakap-cakap.

Jamur : " Aku mirip Payung "

Brokoli : " Aku mirip Pohon "

Bunga Matahari : " Aku mirip Matahari "

Terong : " Teman-teman , bisa ga Ganti topik bicaranya"

25
Pada suatu hari, ada Guru cewek yang kecewa kepada muridnya yang bernama Siti.

Guru : "Sari, kenapa rambutmu tidak kamu sisir?"

Siti : "Saya tidak punya sisir, bu."

Guru : "Kamu kan bisa pinjam punya kakakmu?"

Siti : "Kebetulan saya anak tunggal, bu."

Guru : "Kan bisa pinjam ibumu?"

Siti : "Ibu saya sudah meninggal, bu."

Guru : "Kalau begitu kamu bisa pinjam punya ayahmu?"

Siti : "Tapi bu, Ayah saya kan gundul!!"

Guru : "!??!!!@@##"

26
Seorang Pimpinan sebuah Kebun Binatang mendapat laporan dari staffnya bahwa seekor gajah
telah mati di kandangnya. Untuk mengecek kebenaran laporan tersebut sang Pimpinan Bonbin
tiba di tempat kejadian dan menemukan seseorang yang sedang menangis di dekat bangkai
binatang itu.

"Sebagai pawang gajah ini tentu anda sangat bersedih atas hal ini dan saya juga demikian, "
sang Pimpinan mencoba menghibur.

"Saya bukan pawang gajah ini, Pak" sahut orang itu. "Tapi sayalah yang ditugaskan untuk
menggali kuburannya.. Gajahnya kan gede banget pak... jadi saya galinya harus dalem
banget..."

27
Seorang wartawan sedang meliput peristiwa kecelakaan. Karena banyak

orang yg mengerumuni lokasi kecelakaan, wartawan tsb tdk dpt menerobos

untuk melihat korban dari dekat. Setelah berpikir keras, wartawan tsb

dpt ide.

"Minggir-minggir semua, saya ayah korban!" ia berseru. "Saya minta jalan.

" Benar saja.....kerumunan itu membiarkan dia lewat. Semua mata terarah

kepada wartawan tsb. (wartawan GR, dalam hati: "Berhasil juga!!!)

Ketika sampai di tengah kerumunan, ia terpana melihat... SEEKOR ANAK

MONYET tergeletak tak berdaya!

28
Dengan tergesa-gesa seorang nyonya masuk ke sebuah ruangan yang ia kira itu ruangan
dokter.

Nyonya : "Dokter, apa yang salah ditubuh saya?"

Laki : "Nyonya, anda terlalu gemuk, pupur anda terlalu tebal, lipstick

anda terlalu merah, rambut anda perlu dicat, anda terlalu banyak

merokok, dan satu lagi... anda masuk keruangan yang salah. Dokter ada

di ruangan sebelah. Saya hanya pengantar koran."

29
A: Kenapa badak kukunya warna merah?

B: Mmm... apa ya... 'gak tau...

A: Biar bisa sembunyi di balik pohon apel...

B: Ah bohong... mana ada badak sembunyi di balik pohon apel?

A: Gak pernah lihat 'kan?... berarti dia berhasil sembunyi...

30
Pada suatu hari ada seorang pengendara yang melanggar lalu lintas, dan

terihat oleh seorang polisi yang berjaga dan memberhentikannya...

"Apakah sodara tidak melihat lampu merah?"( tanya seorang polisi kepada seorang
pengendara sepeda motor).

"Saya lihat, Pak."

"Lalu kenapa sodara tidak berhenti?"

"saya tidak melihat bapak."

31
"Mas... mas... maaf kalo mau merokok di ruang merokok dong... ini

sikecil terganggu dan jadi bangun..." ujar si ibu muda yg lagi menyusui

bayinya.

"Ya mbak... maaf juga... mbak kalo mau nyusuin di ruang menyusui juga

dong... ini si kecil saya juga terganggu dan ikut bangun..."

32
Seorang ibu menemui dokter untuk periksa kehamilan Dokter: Loh ibu ini kan yg tempo hari
periksa, emang ibu hamil lagi ya?

Ibu: iya dok?

Dokter: apa obat KB yang saya beri tempo hari ibu tidak minum?.

Ibu: minum dok ! Dokter: lantas kenapa ibu bisa hamil??

Ibu: ya, gimana tidak mau hamil dok, obat baru nyampe leher, celana dalam udah nyampe
lutut.

33
Diruang kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi mahasiswanya:

Dosen: "menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan ngobrol

seenaknya. Menjawab soal aja juga ga ada yg tahu, jadi percuma aja

kuliah ini,Hayo Sekarang yang merasa dungu BERDIRI !!!! " sang dosen

membentak. Beberapa menit suasana hening. Tiba-tiba dari bangku belakang

seorang mahasiswa berdiri. Dosen: "Jadi kamu yakin betul, kamulah si

dungu itu ??? " " Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak

berdiri sendiri."

34
Alkisah ada 3 pemuda sedang mempamerkan hp mreka

Juned :Gw kemaren bingung milih hp di mall ya udah gw beli I-Phone 5 ajah..

Roni : Gw kemaren disuruh milih hp ama orang tua,ya udah gw milih BB aja deh*belum puas*

Anto : Gw kemaren mau beli hp tapi bingung banget loh,

Juned & Roni : knpa bngung?

Anto : soalnya semua hp itu ga pake kartu perdana semua..

Juned & Roni : *penasaran* kok gk pke kartu sih?

Anto : iya soalnya layarnya kecil sama cuma muncul angka digit dan +-x : doank!

Juned & Anto : ITU KALKULATOR BEGO!!! *lempar ke kuburan*

35
Suatu pagi lewatlah seorang penjual daging."Dagiiing! Dagiiiiiiiinnngg! !!" teriaknya. Seorang
ibu rumah tangga yang ternyata sedang sakit gigi sewot banget mendengar teriakan si tukang
daging. Ibu : "Hei tukang daging! Lu kagak punya otak ya....!!!???

"Tukang daging : "Wah kebetulan gak punya, Bu. Hari ini daging semua..."

36
si Gareng dan si Semar pergi ke pasar baru, senang membeli sepatu futsal dipasar tersebut. si
Gareng senang beli sepatu membuat dia skalian senang bayarin spatu termasuk membuat si
Semar. Setelah keliling2 di seputar pasar tersebut selanjutnya mereka berhenti di suatu toko
yang menjajakan sepatu futsal dan mereka mendapatkan sepatu yang diinginkan di toko
tersebut.

Merekapun telah sepakat dan deal tentang harga bersama si penjaja sepatu tersebut, untuk 2
gunakan sepatu dihargai Rp300.000,namun sesudah senang membayar ternyata duit cash yang
Gareng bawa hanya Rp 100 ribu. Kemudian si Gareng menyita inisiatif menyuruh Semar ke
ATM untuk ambil uangnya di atm. maka dikasihlah dompet si Gareng ke si Semar.

Gareng: “Mar!”

Semar: “Iya Reng, jadi gimana nih?”

Gareng: “Lo ke atm terus ambilin duit 200rb aja dimesin itu pake kartu atm gw lo mampu kan
cara ambil duit di atm?”

Semar: “Ya bisalah, lo kira gw orang cupu, ngambil duit di atm aja gak mampu huh! Jangan
senang ngeremehin gitulah.”

Gareng: “Yaudah nih bawa dompet gw, ntar ambil uangnya pake kartu gw. terus kalo tersedia
apa2 lo telpon gw. buruan sana gw gak sedap mirip abang penjualnya kalo kelamaan ntar dikira
kembali pura2 beli tapi gak punya duit.”

Semar: “Oke gw berangkat, lo standby hp aja. Ntar gw call elo kalo uangnya dah gw ambil ok
boss?”

Gareng: “Yaudah sana berangkat, gw tungguin cepet!”

(Setelah 15 menit menanti tiba2 si Semar nelepon ke hp si Gareng).

Semar: “Reng, waduh celaka kita.”

Gareng: “Celaka gimana maksud loh?”

Semar: “Duit lo gak mampu diambil, kartu elo di tolak terus mirip atm gw telah nanya ke
satpamnya katanya kartu elo tuh gak bisa, bakalan ke reject terus kalo masukin ke atm.

Gareng: “Ah masa sih, padahalkan gw baru aja rubah itu kartu. Masa gak bisa?”

Semar: “Duh gimana nih? Mending batalin aja beli sepatunya dan lo kabur ngumpet2 dari si
abang itu. Besok lo tanyain ke banknya kenapa kartunya ga mampu dipake.”

Gareng: “Emang kartunya yang mana sih yang lo masukin?”

Semar: “Itu tadi gw masukin kartu yg tersedia nama, tanggal lahir, alamat mirip agama elo ke
mesin itu.”

Gareng: “Sampe taun jebot dan gajah mampu ngelahirin ontapun termasuk gak dapat bisa, ktp
untuk ambil duit di atm.”

37
Wakijan udah insyaf dan merasa rajin ngaji.

“Mas Wakijan, shalat Subuh tersedia berapa rakaat?” Ustad ngetes.

“4, ustad!”

“Mas Wakijan pulang pernah deh, cari jawaban yang benar.”

Di tengah jalan, Wakijan ketemu Suratman sahabatnya. Dia lantas bertanya, “Di, menurut
kamu shalat Subuh tersedia berapa rakaat?”

“Ya 2 lah.”

“Wah payah dah, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi.”

“Emang kenapa?”

“Nah gw bilang 4 aja masing salah, apalagi 2?”

Hahaha, berasal dari cerita lucu banget ini kamu jadi jelas kan jika Wakijan juga tukang ngeles
dan ngeyel. Apa ketularan Suratman ya? Emang pantes nih jika mereka berdua sahabatan!

38
Waktu sarapan pagi kala Wakijan mengambil makanan, Suratman yang juga udah seminggu
menginap di Marriot tidak mengambil breakfast yang tersedia, tambah memanggil pelayan.

“Pelayan!” seorang pelayan menghampiri. “Tolong buatkan nasi goreng..”

“Tapi pak, nasi goreng tersedia di meja buffet?”

“Saya dambakan yang beda,” Suratman memaksa, “tambahkan garam di nasi gorengnya, tetap
telurnya diceplok rada gosong…jangan lupa cabenya banyak-banyak”

“Pesananmu koq aneh Di?” Wakijan heran.

“Aku rindu masakan istriku…”

Nggak hanya tersedia kumpulan cerita lucu banget, Suratman punya kisah romantis juga toh.
Ternyata di balik sosoknya yang usil dan kadang ngeselin, Suratman adalah sesosok suami yang
sayang istri.

Beruntung Markonah punya suami setia kaya Suratman. Nasi goreng yang asin, telur dadar
gosong, dan cabe banyak aja selalu buat Suratman kangen. Emang jika rindu buat sakit dan
sedih yah.

39
Suratman dan Ponikem baru saja bercerai dan tengah memperebutkan hak asuh anaknya.

Di area sidang pengadilan Ponikem bersama pedenya berkata: “Anak terlihat berasal dari perut
saya, ya udah tentu milikku”

Suratman marah-marah dan menyanggah: “Kok lucu asal ngomong saja, sebenarnya jika uang
terlihat berasal dari ATM tetap uangnya milik ATM? Jelas udah tentu uangnya punya yang
masukin kartu ATM dong.”

Jaksa pun terbengong-bengong sambil manggut-manggut dan seluruh yang hadir di area sidang
pun tertawa dan berikan tepuk tangan pada Suratman.

Analogi paling cerdas yang jadi cerita lucu singkat. Itulah Suratman bersama kekuatan ngeles
tingkat dewa! Suratman kok dilawan! Yang tersedia tambah lawan ngga bakal berkutik di
hadapan dia.

40
“Anjingku setiap pagi mengantarkan koran sebelum akan aku bangun,” kata Budi.

“Wah, tentu susah tuh melatihnya.” Wakijan kagum.

“Memang sih, apalagi gw kan nggak langganan koran…”

Wkwkwkwk, tetap yang diambil anjing Budi koran siapa? Nggak barangkali kan dia beli berasal
dari toko buku atau pesan berasal dari online shop? Kayanya kamu harus berhati-hati deh jika
tetanggaan mirip Budi.

Atau… jangan-jangan cerita lucu Budi ini tambah ngasih ide bagus buat kamu? Biar kamu bisa
ngirit biaya beli koran gitu maksudnya… engingeng…

41
“Dulu, bersama dengan duwit Rp 5.000,- masuk supermarket, saya udah dapat mendapatkan;
sabun mandi, deterjen, Indomi, susu kaleng, kecap mentega, apalagi rokok,” kisah Mbah Marto
Kapiran mengenang era lalunya.

“Sekarang seluruhnya serba mahal ya mbah?” celetuk Tomi.

“Bukan! CCTV tersedia di mana-mana.”

Gubrakkkk, ternyata Mbah Marto ini tua-tua keladi, makin lama lama tua makin lama lama
hilang kendali… Dikira dia kembali mewakili penduduk yang sedih karena harga sembako
melambung, eh nggak tahunya jadi ngajarin yang nggak bener.

Untung aja di cerita lucu banget ini Mbah Marto mau tobat. Coba kalo ketangkep kamera pas
kembali beraksi, bisa-bisa jadi jadi bahan video lucu yang viral di sosmed.

Kan jarang-jarang tuh! Biasanya termasuk mbah-mbah ikutnya pengajian kek, momong cucu
kek, arisan kek, nah ini jadi ngutil! Dasar mbah-mbah anti mainstream!

42
Setiap pagi sebelum saat dapat bangun tidur, Tomi miliki normalitas kentut keras sekali. Hal ini
tentu mengganggu istrinya yang tidur di sampingnya, apalagi terkecuali bunyi yang
mengagetkan itu disertai bau menyengat yang belum lewat uji emisi, Markonah dapat
kewalahan menghambat baunya.

“Mas, terkecuali kentutmu selalu keras layaknya itu, hati-hati nanti ususmu turut terlihat loh,”
kata Markonah suatu kali.

Suatu malam kala tengah buat persiapan ayam untuk makan sahur, iseng-iseng Markonah
memasukkan usus ayam ke di dalam knalpot suaminya. Diturunkannya celananya pelan-pelan,
lantas diselipkannya usus tidak berdosa itu. Markonah kembali ke dapur seolah tidak terjadi
apa-apa.

Benar saja, tidak lama sesudah itu kala bangun sahur terdengar Tomi kentut keras sekali, lantas
tiba-tiba dilihatnya suaminya terbirit-birit lari ke toilet.

Di dapur, Markonah pura-pura tidak tahu. Tak lama sesudah itu suaminya terlihat berasal
berasal dari toilet bersama dengan muka pucat.

“Ya ampun Nah, apa yang kamu katakan benar! Tadi kala kentut ususku turut keluar, untung
dapat kumasukkan lagi.”

Wkwkwkwk, nggak kebayang gimana Tomi dapat masukin usus ayam ke perutnya. Lewat mana
dong? Masih untung usus ayam kecil, lha terkecuali yang diselipin Markonah usus sapi???

Ada yang tahu gimana caranya? Atau jadi dulu nyoba? Kalau belum, jangan coba-coba tiru
cerita lucu banget ini ya! Pokoknya mimin ogah tanggung jawab!

43
Tomi naik motor pulang Jumatan disetop polisi, ”Bapak gak Mengenakan helm, saya tilang…”
kata pak polisi tegas.

“Mengapa saya kudu Mengenakan helm pak? Saya kan udah Mengenakan peci?” bertanya
Tomi.

“Kalau kecelakaan, helm dapat memelihara kepala Anda,” kata pak polisi sabar….

”Tapi helm terkecuali jatuh kan dapat pecah pak….sedangkan peci nggak?” jawab Tomi
ngeles……

Ada tersedia aja ya akal si Tomi, buat gemes deh! Harusnya pak polisi jawab lagi, “Pecinya sih
nggak, tapi kepala Bapak yang pecah mau nggak pak? Apa mau saya tes dulu?”

Jangan dipraktekin ke polisi ya bro ngeles ala cerita lucu banget ini! Kalau ditilang ya terima aja,
jangan jadi kamu suap pak polisi, bisa-bisa jadi langsung diseret ke penjara lagi.

44
Tomi yang tengah bertugas di Singapura, tiba-tiba di serang sakit mendadak dan kudu dirawat
di Mount Elisabeth Memorial.

Karena rumah sakit tengah penuh, Tomi di letakkan sekamar bersama dengan orang bule.
Kondisi ke-2 orang ini sama-sama gawat supaya hanya dapat berbaring lemas bersama dengan
selang infusnya masing-masing.

Karena saling tidak tahu bahasanya, mereka hanya berdiam diri selama seharian. Namun tiba-
tiba, rekan bulenya terhubung percakapan. “Australia…,” katanya.

Tomi cepat tanggap lantas menjawab, “Indonesia,” lantas diam lagi. Tidak lama kemudian,
“Stephen,” kata si bule “Sydney.” Tomi bersama dengan akrab menjawab, “Tomi, Cilacap!”

Kemudian rekan bulenya menyebutkan penyakit yang dideritanya, “Cancer!” Tomi bersama
dengan cepat menyahut, “Sagitarius…”

Ya ampun Tomi… Tomi…, diakui ini bule senang ramalan bintang apa. Nggak sekalian aja
dikasih tau soal primbon Muk?

Tapi asli ini cerita lucu buat ngakak banget, orang kembali ngomongin penyakit eh si Tomi
nyahutnya jadi Zodiak. Ini mah gagal tahu bersama dengan kata lain Jaka Sembung bawa golok!

45
“Mas tadi kala bukber pada cekikikan ngomongin kodok apaan sih?” tanya Markonah.

“Dulu sekali, aku, Wakijan, Samingan sowan ke mbah Joyongablak nanyain persoalan jodoh,”
jawab Suratman. “Waktu kita pulang, mbah Joyo berpesan, ‘Ati-ati jangan sampai nginjek
kodok.’”

“Celakanya, walaupun udah berhati-hati, Wakijan nginjek kodok,” lanjutnya. “Nggak lama,
Samingan juga nginjek kodok. Cuman aku yang selamat sampai rumah tanpa nginjek kodok.”

“Memang jika nginjek kodok kenapa?”

“Yah tadinya mereka berdua cemas, tapi lama-lama kalimat Mbah Joyo diakui hanya takhayul.
Eh, lima tahun sesudah itu sesudah mereka kawin bininya jelek-jelek, bawel,” terang Suratman
lagi.

“Rupanya karena nginjek kodok, kalimat simbah terbukti. Kamu percaya nggak, Nah?”
tanyanya.

“Percaya sih mas, aku pernah juga nginjek kodok….”

Oalah… pantesan Markonah bisa punya suami kaya Suratman. Ternyata karena kutukan kodok
toh. Teka-teki itu pada akhirnya terjawab melalui cerita lucu singkat ini.

Hayooo, para sista tersedia yang rela niru cerita lucu Suratman ini? Yang rela punya suami kaya
Suratman, merasa saat ini siap-siap injek kodok ya kaya Markonah.

46
Usai berbuka puasa di warung padang, Budi menghampiri pemiliknya, “Uda, pernah dengar
nggak hadist yang menyebutkan bahwa berikan makan orang yang berpuasa pahalanya mirip
bersama pahala orang yang berpuasa?”

“Ya, aku kerap dengar. Tanpa kurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun,” jawab Uda
Asman (Asli Pariaman).

“Syukurlah, Uda rupanya kerap ngaji ya?”

“Memangnya kenapa?” tanya pemilik nasi padang lagi.

“Dompet aku ketinggalan……”

Hihihi, Budi kadang pinter ya! Para pemilik warung padang kayaknya harus ati-ati nih jika Budi
sampai mampir. Kata-katanya itu lho, jago banget… jago buat orang ingin buat dia jadi dendeng
balado.

Cerita lucu banget ini jangan ditiru ya jika nggak ingin jadi dendeng balado. Tapi jika kamu
keukeuh ingin kaya Budi, artinya kamu harus studi kata kata gokil biar makin lama jago ngeles,
eh bersilat lidah.

47
Sambil duduk di kafe Budi berkenalan bersama Leli (lebay sekali) yang sama-sama tengah
menikmati kopi.

“Mas Budi kerja dimana?”

“Saya hanya pengusaha…”

“Tinggalnya di mana mas?”

“Pondok Indah Bukit G0lf…”

“Punya mobil apa aja mas?”

“Cuma dua koq; Bentley mirip Hummer…….”

” Mas udah punya istri…?”

“Hmm…Sampai kala ini … belum tuh…hehe….”

“Mas merokok?” Budi menggeleng.

“Mas suka minum-minuman keras?” Budi menggeleng lagi.

” Mas suka maen judi??”

“Nggak…haram”

“Mas suka dugem gak?”

“Ya nggak lah…”

” Pasti mas Budi udah haji?”

“Yah…baru sekali tapi umroh hampir tiap tahun…”

“Hobinya apa sih mas?”

“Ngibulin orang……”

Bukan Budi namanya jika nggak usil dan buat ketawa bersama cerita lucu singkat kaya gini. Asal
kita nggak tersedia di posisi Leli aja, sih. Kalau mimin jadi dia, barangkali udah mimin jitak si
Budi!

Baru kenal aja langsung dikibulin. Gimana jika udah kenal tetap satu rumah bertahun-tahun?
Jadi salut ya mirip Markonah yang rela sehidup semati mirip Budi…

48
“Hebat, Pak Paijo udah berhenti merokok ya?”

“Betul, teman aku mati karena rokok.”

“Dia kena kanker?”

“Bukan dok. Motornya ditabrak mobil box Gudang Garam.”

Kalau cerita lucu banget yang satu ini super inspiratif, bisa jadi stimulus buat para perokok di
luar sana. Moral of the story: bertobatlah untuk merokok sebelum akan mobil box Gudang
Garam menabrak Anda!

49
Pulang Jum’atan, Mukidi diajak ustad yang isi khutbah siang ini makan siang di Sederhana.
Maklum amplop pak ustad siang ini memadai tebal.

“Ayo mas, sikat saja…” kata ustad begitu makanan selesai dihidangkan. Bagaikan musafir yang
mendapatkan air di padang pasir, Mukidi mengawali makan siangnya bersama dengan ayam
pop lengkap, sesudah itu gulai kepala ikan, giliran selanjutnya udang goreng yang menggoda.

Pak ustad juga tak kalah gesit. Yang mesti halal, pikirnya. Lagipula mentraktir orang, besar
pahalanya.

Mukidi melengkapi makan siang yang mengesankan itu bersama dengan jus durian. Pak ustad
memanggil pelayan untuk mengkalkulasi jumlah makanan yang mereka embat. Seperti biasa, si
pelayan cekatan sekali mengkalkulasi tanpa kalkulator.

“Ustad, apa doanya sehabis makan?” bertanya Mukidi sambil mencuci tangan.
“Astaghfirullah!” ustad berseru.

“Loh doanya telah tukar ya? koq astaghfirullah?”

“Bukan! itu doa kalau menyaksikan bon makan siang…”

Pak Ustad sih… gaya-gayaan rela traktir Mukidi. Tapi jangan kapok ya Pak Ustad, kan pahalanya
malah jadi dobel, berasal berasal dari ntraktir Mukidi serupa berasal berasal dari sering-sering
nyebut. Iya kaaaan?

Ada gunanya juga nih gaul serupa Mukidi, jadi rajin istighfar! Wkwkwkwk. Yang rela malah
pahala, cari temen yang kaya di cerita lucu buat ngakak ini ya!

50
Gara-gara istrinya ngidam kepiting, Mukidi rela ke pasar untuk membelikannya. Tanpa diduga,
di angkot Mukidi ketemu mantan pacarnya saat SMP, terhadap kelanjutannya dia lupa obyek
semula dan menggunakan saat seharian bersama dengan sang mantan.

Waktu telah sore saat dia ingat mesti belanja kepiting. Bergegas dia pergi ke pasar sesudah itu
belanja 5 kg kepiting.

Untuk mengelabuhi sang istri. ..

Sesampainya di halaman rumah, segera kepiting-kepiting itu di lepaskan ikatannya sesudah itu
disebarkan ke tanah. Dengan sebatang tongkat, digiringnya kepiting-kepiting itu sambil
berteriak-teriak,

“Ayo cepetan jalan, sebentar ulang telah nyampe tempat tinggal …..”

Sang isteri yang mendengar teriakan Mukidi segera keluar rumah. Melihat ulah suaminya, dia
malah tertawa terbahak-bahak,

“Weleh …., weleh …. Mas Mukidiii…… bawa kepiting kok digiring kayak giring bebek aja,
pantesan jam segini baru nyampe rumah.

Mukidi : Amaaaan !!!

51
Menjelang Idul Fitri, Markonah tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris. Bukan beli berasal
dari MLM layaknya teman-temannya, tapi kosmetik ajaib yang lebih mahal berasal dari Bobbi
Brown, Stila, ataupun Mac.

Si salesgirl berikan garansi, pemakai kosmetik itu bakal tampil jauh lebih muda berasal dari
usianya.

Setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ‘ajaib’ nya, Markonah
menanyakan kepada Paijo,

“Mas, sejujurnya berapa tahun kurang lebih usiaku sekarang?”

Paijo melihat lekat-lekat istrinya tercinta.

“Kalau diamati berasal dari kulitmu, usiamu 20 tahun; rambutmu, hm…18


tahun….penampilanmu; 25 tahun…”

“Ah mas Paijo tentu sebatas menggoda,” Markonah tersipu manja.

“Tunggu pernah sayang, aku ambil kalkulator….. aku jumlahkan pernah ya…

Asli, ngeselin banget cerita lucu Paijo ini. Untung Paijo bukan petarung ya, jika iya tentu kejam!
Lawannya dibuat seneng dulu, baru dijatuhin. Sakitnya sih nggak seberapa, tapi malunya itu
loh!

17. CERITA LUCU PENDEK “BUKAN TOM AND JERRY”

Cerita Lucu Banget Markonah Bukan Tom and Jerry

Markonah diajak suaminya ke Singapura. Karena Paijo tengah mengikuti meeting, maka dia
ditinggal sendirian di kamar hotel.

Ketika Markonah hendak ke kamar mandi, tiba-tiba seekor tikus nongol entah berasal dari
mana. Markonah pun buru-buru menghubungi front desk.

52
“Hello, do you know Tom and Jerry?”

“Of course mam,” jawab front desk.

“Jerry is here…” lanjut Markonah gugup.

Wkwkwk, ternyata nggak hanya Paijo yang kocak, tapi Markonah juga. Tapi seenggaknya, cerita
lucu buat ngakak ini ngajarin kita buat studi Bahasa Inggris bersama baik dan benar.

Jangan kaya Markonah, jaman tikus dibilang Jerry. Jangan juga studi Bahasa Inggris ngaco
berasal dari antah berantah yang nggak jelas artinya. Percuma jika orang-orang nggak ngerti,
tetap mending Markonah deh jika gitu.

18. CERITA LUCU MUKIDI DIKIBULIN

Di supermarket, Mukidi yang sedang berbelanja tanpa menyadari diikuti oleh seorang ibu. Saat
nyaris mendekati antrian di kasir, Ibu tadi tadi memberi salam Mukidi.

“Nak, maaf kalau tadi ibu ngikutin kamu selalu bisa saja kamu ngerasa nggak nyaman,” ujar si
ibu, “Tapi itu sebab kamu serupa anak aku yang baru saja meninggal.”

Mukidi pun tersentuh mendengarnya, “Oh, ya nggak papa, Bu.” “Ibu mempunyai satu
permintaan, boleh?” kata ibu lagi. “Apa itu bu?” sahut Mukidi.

“Ketika ibu pergi, katakanlah, ‘DAH MAMAAH’ mampu kan?” pinta ibu itu memelas. “Baiklah
Bu,” jawab Mukidi yang jadi kasihan. (Si ibu sesudah itu menyerahkan barangnya ke kasir
sambil menatap Mukidi paling akhir kalinya). “Dah Mamaaa!” seru Mukidi.

53
(Tak lama, tiba giliran Mukidi untuk membayar belanjaannya) “Jadi, seluruhnya berapa Mas?”
tanyanya. “Lima ratus ribu,” jawab mas mas kasir singkat. “Wah, Kok Mahal amat? Aku kan
cuma beli tissu toilet,” sahut Mukidi kaget.

“Ibu yang tadi bilang kalau barang belanjaannya rela di bayar serupa anaknya,” kata mas kasir
santai.

Wwkwkwkwk, buat kesel aja ini ibu. Udah ditolong sebab terharu ternyata malah ngibulin. Bisa
jadi modus penipuan baru nih cerita lucu banget yang satu ini.

Yang sabar ya Mukidi… Mending Mukidi menyaksikan gambar gambar lucu aja deh biar mampu
ketawa dan nggak amat kesel.

19. CERITA LUCU BANGET “MUKIDI DISENGAT LEBAH”

Kumpulan Cerita Lucu Mukidi Desengat Lebah

Mukidi disengat lebah. Karena kesakitan, dia berlari ke kamar praktik dokter.

“Tolong dok, aku disengat lebah.”

“Tenang pak, nanti aku oleskan krim…”

“Nggak bisa saja dok, lebah itu tentu telah terbang jauh berasal berasal dari sini…”

“Bukan… bukan… kamu tentu tidak mengerti,” pak dokter menghindar sabar, “saya bakal
oleskan tempat kamu disengat..”

“Oh.. iya dok di bawah pohon, saat aku beristirahat disana…”

“Bukan… bukan ..itu, bagian tubuh kamu yang disengat…”

“Jari saya… oh… jari saya…lebah itu menyengat jari saya….”

54
“Yang mana?” pak dokter jadi dongkol.

“Mana aku tahu? Semua lebah kan serupa saja…”

Nah, kalau yang di cerita lucu Mukidi ini pak dokternya yang mesti sabar wkwkwkwk. Untung
mimin bukan dokter, jadi nggak bakal ketemu pasien yang aneh-aneh dan ngeselin kaya
Mukidi.

Ada untungnya juga ya mimin nggak pinter… nggak mesti stres kaya di cerita lucu banget ini!
*ngeles padahal juga nggak bakal keterima jadi dokter*

20. ISTRI MUKIDI PEMALU

Suatu hari Markonah, istri Mukidi bercerita terhadap suaminya, “Mas tadi saat aku terhubung
BH di depan kaca yang di pinggir jendela. Eh nggak tahunya tersedia cowok ganteng lihatin aku
terus.”

Mukidi pun kaget bukan kepalang, “Terus apa yang kamu lakukan?”

“Aku malu banget mas, sesudah itu aku tutupin aja muka aku pake BH,” sahut Markonah
sambil tersipu.

Mukidi sontak menegurnya, “Dasar dodol!”

“Bukan dodol Mas. Tapi aku malu,” sahut Markonah semakin lama merona.

Wkwkwkwk, sesungguhnya dodol si Markonah di cerita lucu banget ini, terang aja Mukidi
kaget. Wong malu kok yang ditutupin malah mukanya, selalu yang bawah nggak ditutupin apa-
apa dong?

21. CERITA LUCU MUKIDI TETAP MUKIDI

Jaya adalah tetangga Mukidi, namun mereka tak pernah rukun. Mukidi jadi Jaya adalah
saingannya.

55
Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi tidak rela kalah. Mukidi ya beli sepeda baru juga.

Ketika menjelang Lebaran, tempat tinggal Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi mengecat
bersama dengan warna merah juga.

Karena kini 17 Agustus-an, Jaya menempatkan spanduk di depan tempat tinggal bertulisan
“INDONESIA TETAP JAYA”.

Hati Mukidi panas dan menempatkan spanduk juga bersama dengan tulisan “INDONESIA TETAP
MUKIDI”

Dasar Mukidi koplak! Nggak cuma pinter ngeles namun ngeyelnya minta ampun. Ada-ada aja
nih cerita lucu Mukidi yang satu ini.

Saking nggak rela kalahnya serupa Jaya, segera samber aja tanpa pikir panjang. Sampai-sampai
tulisan Indonesia selalu Jaya pun jadi selalu Mukidi!

22. CERITA LUCU KEJAHATAN TAHUN BARU

Hari ini adalah Tahun Baru dan hakim tengah di dalam kondisi hati yang gembira,

56
Hakim: “Anda dituntut karena tuduhan apa?”

Terdakwa: “Melakukan membeli Tahun Baru benar-benar awal.”

Hakim: “Itu bukan suatu pelanggaran, seberapa awal anda melaksanakan belanja?”

Terdakwa: “Sebelum toko diakses Pak Hakim.”

Hakim: “Lalu di mana letak salahnya Jaksa Penuntut?”

(Jaksa Penuntut melongo bersama muka tak percaya).

23. CERTIA LUCU PENGANTIN BARU DAN PENJAHAT

Pada suatu hari seorang pembunuh yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup melarikan
diri. Ia lalu bersembunyi di rumah sepasangan pengantin baru. Tanpa pikir panjang ia langsung
mengikat si pengantin pria ke kursi dan si pengantin wanita ke area tidur. Sang pengantin pria
tak mampu berbuat banyak kala si napi itu menjambak istrinya dan menciumnya. Ia baru
mampu mendekati istrinya kala si napi itu muncul dari ruangan.

Suami: “sayang, aku melihatnya menciummu, kemungkinan ia berbuat layaknya itu karena
telah lama tidak melihat wanita. Aku minta padamu, melaksanakan apa saja yang ia minta,
lebih-lebih jikalau ia memintamu melayaninya. Jangan membuat ia marah ingatlah bahwa
hidup kita bergantung terhadap hal ini.” (Sambil menatap kasihan terhadap istrinya).

Istri: (Menatapnya) “Ia tidak menciumku, ia hanya berbisik padaku bahwa menurutnya engkau
tampan dan seksi, ia termasuk menanyakan apakah kita punya vaselin di kamar mandi.”

24. CERITA LUCU PENGANTIN BARU MALAM PERTAMA

Ini Menceritakan tentang pengantin baru yang berduaan di kamar. Pada tengah malam
pertama itu, tiba-tiba

57
Istri: (Mengerang) “Aduh, sakitnya bang! Bagaimana nih kisah malam pertama bang.?”

Suami: (Menenangkan) “Jangan nangis Sayang, nanti emak papa dengar mereka kemungkinan
belum tidur kembali tu.”

Kebetulan kamar mertua hanya bersebelahan kamar tidur pengantin.

Isteri: (Teresak esak mengerang) “Sakitnya Bang.”

Tapi kerana tidak mampu menahan sakit, isterinya malah kuat mengerang.

suami: (Kuat sedikit suaranya) “Sabar Sayang! Tahan saja, besok baru cabut.”

Sejak dari tadi si mertua lelaki tetap belum tidur. Dia memang terdengar anak perempuannya
mengerang, tapi dia tidak peduli, biasalah malam pengantin fikirnya. Tapi kali ini dia telah
hilang sabar, karena anak perempuanya terus menerus mengerang kesakitan. Dia bangun,
pergi ke kamar pengantin

Mertua: (Menendang pintu kamar pengantin dan berteriak) “Ada apa ini? Tak faham aku? Anak
aku mampu mati jikalau besok baru kau cabut! CABUT SEKARANG JUGA!”

(Terkejut besarlah ke dua pengantin itu).

Pengantin Perempuan: (Sambil tersipu-sipu) “Abah, sakit gigi takan mati, lagipun mana tersedia
klinik Gigi yang buka 24 jam?”

25. CERITA LUCU PENGANTIN BARU MENAHAN GEJOLAK

Sepasang pengantin baru mengalami gangguan kesehatan. Setelah di check bersama teliti,
dokter menyimpulkan hal itu disebabkan frekuensi interaksi seks yang benar-benar tinggi
membuat mereka.

58
Dokter: “Sebaiknya untuk waktu kalian batasi dulu aktivitas seks kalian, tiga kali saja seminggu,
untuk memudahkan mengingat, aku sarankan untuk melaksanakan interaksi intim hanya
terhadap hari yang berawalan bersama S, yakni Senin, Selasa dan Sabtu.”

Tapi yang namanya pengantin baru, sang suami rupanya tidak kuat termasuk menahan gejolak
nafsunya. Sehingga terhadap suatu malam si suami mendekati istrinya yang telah tidur.
Kemudian ia mencumbu istrinya sampai terbangun.

Istri: “Iiih Mas gimana sih, kan telah dibilangin mirip dokter, Mas inget ngga ini hari apa?”

Suami: (Dengan singkat) “Iya mengerti ini Hari Sum’at.”

26. CERITA LUCU RESOLUSI TAHUN BARU: BERHENTI MEROKOK

Semar menanyakan kepada tidak benar satu temannya yang bYati Pesekma Petruk kala Petruk
tengah berharap sebatang rokok kepada Semar.

Semar: “Aku pikir anda tengah menyebabkan resolusi th. baru untuk berhenti merokok?”

Petruk: “Aku tengah di dalam proses berhenti. Saat ini aku telah berada di bagian pertama.”

Semar: “Apa itu bagian pertama?”

Petruk: “Aku telah berhenti membeli rokok!”

27. CERITA LUCU PULANG MABUK SAAT TAHUN BARU

Pada malam th. baru, Bagong benar-benar mabuk agar dia tidak mampu untuk mengemudi,
agar ia bersama bijaksana meninggalkan mobilnya di area parkir dan terjadi pulang. Saat ia
terjadi bersama sempoyongan, ia dihentikan oleh seorang polisi.

Polisi: “Apa yang Anda melaksanakan di sini terhadap pukul 4 pagi?”

Bagong: “Saya tengah di dalam perjalanan ke kuliah,” (Dengan yakin diri).

59
Polisi: (Dengan sinis) “Dan siapa di bumi ini, di dalam kondisi yang waras, dapat mengimbuhkan
kuliah di malam th. baru layaknya waktu ini?”

Bagong: “Istri saya.” (Sambil tersenyum menyeringai).

28. CERITA LUCU TENTANG PEMBANTU BARU

Bu Nunung kembali memperkenalkan baby sitter nya yang baru kepada anaknya si Gareng
berusia 4 tahun.

Bu Nunung: “Gareng, ini baby sitter anda yang baru!”

Gareng: “kok rubah kembali sih bu?”

Bu Nunung: “Iya, baby sitter yang kemarin tidak cukup rajin, ayo cium!”

Gareng: “Gak senang ah!”

Bu Nunung: “Kenapa?”

Gareng: “Tadi pagi papa menciumnya langsung di tampar!”

Bu Nunung: “Apaaa??”

29. CERITA LUCU KEJADIAN MALAM TAHUN BARU

2 orang cewek berbincang2 waktu malam th. baru,

Cewek 1: “Eh kenapa? datang2 kok nangis?”

Cewek 2: “Tadi tepat senang kesini, aku ambil jalur pintas melalui lorong situ, gak

60
taunya tersedia orang mabok, ehh gw diperkosa, gw diperkosa 2 kali malem ini.”

Cewek 1: “2 kali? kan hanya sekali diperkosa, premannya tersedia 2?”

Cewek 2: “Sekali, premannya termasuk hanya satu.”

Cewek 1: “Loh kok ngomongnya 2 kali!”

Cewek 2: “Ntar pulangnya aku melalui sana lagi, berarti diperkosa kembali dong.”

Cewek 1: -_-

30. CERITA LUCU MOTOR BARU

Pagi itu, Petruk yang di beliin motor baru oleh ayahnya punya niat menghendaki belajar naik
motornya. Bapaknya yang melihat anaknya belajar motor jadi heran karna dari tadi motornya
hanya di dorong-dorong aja tanpa di starter. Kemudian Bapaknya mendekati Petruk,

Bapak: “Kenapa anda belajarnya begitu?”

Petruk: “Bapak ingat waktu papa belajar naik sepeda? Kan di dorong dulu pak.”

Bapak: “Dasar Bego! Cara belajar naik sepeda itu beda bersama cara belajar naik motor.”

Petruk: “Lah terus bagaimana pak caranya jikalau blajar naik motor?”

Bapak: “Kamu naik dulu, ntar papa yang dorong motornya dari belakang.”

Petruk: (Langsung menaiki motornya sambil berteriak) “DORONG COY! SAMPAI TUA!”

31. CERITA LUCU MOBIL BARU

61
Ada seorang eksekutif muda yang tengah mengendarai mobil BMW seri terbarunya dan waktu
ini ia seorang diri menyetir. Ditengah jalan, secara tak terduga, tiba-tiba terjadi kecelakaan
yang menyebabkan pintu mobilnya lepas.

Sang eksekutif muda: (Terkejut). “Wahhh! Pintunya lepas, pintunya lepas!”

(Dia terus saja berteriak-teriak tidak karuan sampai seorang polisi tiba untuk mengevaluasi
kecelakaan tersebut).

Eksekutif: “Pak! Bagaimana ini, pintu mobil aku rusak!”

Polisi: “Anda ini bagaimana! Pintu mobil saja yang anda ributkan! Lihat tuh tangan anda
putus!”

Eksekutif: (Melihat tangannya yang putus dan berteriak histeris) “Waa jam tangan Rolex aku
mana!”

(Polisi tidak mampu komentar apa-apa lagi).

32. CERITA LUCU IBU PERGI KE PASAR BARU

Seorang ibu pergi ke Pasar Baru untuk membeli karpet. Masuklah si ibu ke tidak benar satu
toko karpet. Saat si ibu membungkuk untuk menyentuh sebuah permadani indah yang letaknya
di bawah, tiba-tiba

Ibu: (Gak mampu nahan kentut tuut, tuuut, lalu bunyi kembali untuk ke dua kalinya tuut, tuut).

Si ibu nengok ke belakang, risau tersedia yang dengar. Ternyata di belakangnya tersedia si
pemilik toko, seorang papa india berkumis dan memakai sorban.

Ibu: (Grogi) “Ehmm, permadani yang ini, berapa harganya pak?”

Si INDIA: (Dengan logat india & sambil goyang kepala) “Acha, acha, acha, you pegang karpet
saja telah kentut, lebih-lebih kalo you tau harganya bisa² you mencret!”

62
Ibu: -__-

33. CERITA LUCU BARU BELI HP

Suatu kala Bagong beli HP untuk pertama kalinya karena dorongan dari pacar tercintanya.
Setelah beli Hp Bagong langsung registrasi.

Bagong: “Beb, bagaimana cara regristasinya? Dari tadi gue kok gak bisa-bisa ya? Padahal telah
gue tekan pager berkali-kali sampe jempol gue sakit nih.”

Cewek: “Hah? Bukan pager rumah kali yang loe tekan.”

Bagong: “Lho, katanya penjaja tadi suruh tekan pager.”

Cewek: “Tombol pager yang tersedia di Hp maksudnya.”

Bagong: “Oh gitu ya. Terus kata penjualnya tadi mirip tekan bintang, yang mana?

Cewek: “Hah, masa katanya gitu?”

Bagong: “Iya.”

Cewek: “Itu penjaja pasti goblok banget, masa tersedia bintang di HP, ayo kita kembalikan HP
nya.”

Bagong: “Hmm.”

34. CERITA LUCU BARU BELI MOTOR BALAP

Pada suatu hari tersedia orang desa yg baru jual tanahnya 2 hektar namanya Semar, sesudah
tanahnya laku dan mendapat duit banyak si Semar ceritanya beli motor balap. Pas muncul
dealernya si Semar langsung tancap gas tuh motor sekenceng kencengnya, di persimpangan
jalur dia ngeliat mobil BMW, tuh mobil langsung dipepet mirip si Semar sambil gedor-gedor
kaca tuh mobil,

63
Yang punya mobil: (kaget, duak, duak, duak dan mengakses kaca) “Ada apaan?”

Semar: “woy lo punya gak motor kayak gini?”

Yang punya mobil: (Pikirnya ini orang sombong banget mentang2 punya motor balap).

Semar: (Masih penasaran nge-gedor-gedor tuh mobil

lagi).

Yang punya mobil: “Apaan kembali siiih!”

Semar: “Woy lo punyaa gak motorr kayak ginii?”

Yang punya mobil: (Bt ditanyain mulu langsung banting stir).

si Semar yang kembali ngebut nabrak tuh mobil dan jatuh and bersimbah darah pula,

Yang punya mobil: (Merasa iba langsung turun senang nolongin si Semar). “Eh lo gak kenapa2
kan?”

Semar: “Woy lo punya gak motor kayak gini? Gue hanya senang nanya rem-nya

dimana!”

64