Anda di halaman 1dari 7

Makalah Seni Budaya

Seni Tari Saman


Dari Aceh

Disusun Oleh :

Nama : Siti Musyarofah


Kelas : VIII D

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi JAmbi


SMP Negeri 30 Tebo
Tahun Pelajaran 2018 / 2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah Hirobbil Alamin, Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberi rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis mampu dan dapat menyelesaikan
makalah ini. Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Seni Budaya tentang
TARI SAMAN.
Penulisan makalah ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan bimbingan dan arahan
dari berbagai pihak. Semoga budi baik mereka di terima Allah SWT sebagai amal ibadah dan
akan diberi balasan berupa pahala yang berlipat ganda. Dan penulis menyadari bahwa
penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca guna penyempurnaan
makalah ini.
Penulis mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang
memerlukan khususnya untuk teman-teman di sekolah dan masyarakat pada umumnya.

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i


DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang .................................................................................................... 1
1.2 Tujuan ................................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tari Saman ...................................................................................... 2
2.2 Sejarah Gerakan Tari Saman .............................................................................. 2
2.3 Ciri-ciri Tari Saman ......................................................................................... 2
2.4 Funsi dan Makna Tari Saman ............................................................................. 2

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 4
3.2 Saran ................................................................................................................... 4

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai aspek sosial budaya yang beragam
banyaknya. Secara spesifik, keadaan Budaya Indonesia sangat kompleks, mengingat
penduduk Indonesia lebih dari 200 juta jiwa dalam 30 kesatuan suku bangsa. Indonesia
memiliki 67 budaya yang terbesar daribarat sampai ketimur Nusantara. Dari pernyataan
diatas dapat diketahui bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya raya akan sumber daya
alam, Sumber daya manusia dan sumberdaya budaya yang melimpah. Bangsa kita
merupakan bangsa yang serba multi, baik multi bangsa, multi agama, maupun multi
Budaya. Bahkan banyak dari budaya kita dipamerkan dan dipertontonkan di pameran luar
negeri. Kebudayaan mencangkup segala hal yang merupakan keseluruhan hasil cipta,
karsa, dan karya manusia, termasuk didalamnya benda-benda hasil kreativitas dan ciptaan
manusia, lagu daerah, dan kesenian daerah lainnya. Sehubungan dengan hal itu,saya akan
menyodorkan suatu informasi mengenai kebudayaan tari Indonesia khususnya tari saman
yang mungkin berguna sebagai informasi bagi pembaca. Kami tertarik membahas kajian
ini karena kita sama-sama tau kalau saat ini kebudayaan Indonesia hampir kurang
diminati oleh masyarakat, khususnya para remaja. Mengingat kemajuan budaya barat dan
globalisasi dengan harapan masyarakat lebih dalam mengetahui tari saman dan akan terus
melestarikannya di generasi berikutnya.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mendukung penuh peran budaya daerah dalam menunjang budaya nasional
2. Mengasah kemampuan penulisan ilmiah
3. Mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenali budaya daerah lebih dalam
4. Munumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tari Saman


Tari saman adalah tarian yang berasal dari Aceh, mengapa tarian inidinamakan tari
Saman? Tarian ini di namakan Saman karena diciptakanoleh seorang Ulama Aceh
bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo.
Awalnya, tarian ini hanyalah berupapermainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun,
kemudianditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT,
serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari.Saat itu, tarisaman
menjadi salah satu media dakwah

2.2 Sejarah Gerakan Tari Saman


Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian
saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh
saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak
yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam
konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media
untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan. Tarian
Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak
tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-
saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi
sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis.
Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman
menarik.

2.3 Ciri-Ciri Tari Saman


Ciri khas tari yaitu Keunikan tari saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang
sangat menakjubkan. Para penari saman dapat bergerakserentak mengikuti irama musik
yang harmonis.Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh, terus menari
dengan kompak, mengikutidendanglagu yang dinamis.Sungguh menarik, bukan?Tak
salah jika tarisaman banyak memikat hati para penikmat seni tari.Bukanhanya dari
Indonesia, tapi juga dari mancanegara.

2.4 Makna Dan Fungsi Tari Saman


Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil pemuka
adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan nasehat-nasehat
yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang di antunkan dalam tari
Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah. Namun dewasa ini, fungsi tarian saman
menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-
pesta, hajatan, dan acara-acara lain.

2
1. Pada tari Saman, terdapat 5 macam nyanyian : Rengum, yaitu sebagai pembukaan
atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato
pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung
secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian
kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-
tumbuhan.
2. Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari
pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi
melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh
penari solo.
Penari Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki.
tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga
dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang
dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil
bernyanyi. Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu
akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di
sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman.
6. Kostum Tari Saman Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu: ·
Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi
disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies. · Pada badan: baju pokok/ baju
kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bahagian
pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain
sarung. · Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan
warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna
menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan
kekompakan , kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

3
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Tari Saman berasal dari Aceh diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernamaSyekh
Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo, TariSaman sangat
terkenal karena Para penari saman dapat bergerak serentakmengikuti irama musik
yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolahdigerakkan satu tubuh, tari saman
juga dikenal sebagai tari seribu tangan yang sangat menarik Pertunjukkan tari Saman
tidak hanya populer di negerikita sendiri, namun juga populer di manca Negara
seperti di Australia danEropa. Baru-baru ini tari saman di pertunjukkan di Australia
untukmemperingati bencana besar tsunami pada 26 Desember 2006 silam.

B. Saran
Sebagai generasi muda, kita harus melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Salah
satunya yaitu Tari Saman. Agar Generasi selanjutnya masih bisa melihat keunikan tari
sama ini.

DAFTAR PUSTAKA ·
http://travel.okezone.com/read/2011/11/24/407/533860/sejarah-tari-saman ·
http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_saman ·
http://kebudayaan1.blogspot.com/2013/08/sejarah-dan-asal-usul-tari-saman.html ·
http://diah11ips2-8.blogspot.com/2013/11/makalah-tari-saman.html ·
http://lailatulhudairiah.blogspot.com/2011/10/peran-budaya-daerah-dalam-
menunjang_09.html

Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto