Anda di halaman 1dari 32

TUGAS MAKALAHELEKTRONIKA BIOMEDIK

“ALAT PEMACU JANTUNG (PACEMAKER)”

Oleh :
Wuri Roro Indraswari (125060300111005)
Laila Roudhotul Karimah (125060301111023)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
MALANG
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar
dan baik guna untuk memenuhi tugas yang diberikan dalam mata kuliah Elektronika
Biomedik , yakni makalah yang berjudul “Alat Pemacu Jantung (Pacemaker)”.

Dalam penyelesaian makalah ini kami juga mengucapkan terimakasih sebesar-


besarnya kepada Bapak Ir. Ponco Siwindarto, M.Eng.Sc selaku dosen pengampu mata
kuliah Elektronika Biomedik dan pihak-pihak yang telah membantu kami dalam dukungan
moriil maupun dukungan materiil, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik.

Kami sendiri juga sangat menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan dari setiap aspeknya. Sehingga, kami mengharapkan saran dan kritik yang
membangun untuk lebih menyempurnakan makalah ini ,dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Malang, 24 Oktober 2014

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar……………………………………………………………………………i

Daftar Isi………………………………………………………………………………….ii

BAB I ; Pendahuluan

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………….1


1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………....1
1.3 Tujuan……………………………………………………………………..2
1.4 Batasan Masalah………………………………………………………......2

BAB II : Tinjauan Pustaka

2.1 Jantung…………………………………………………………………….3
2.2 Pacemaker…………………………………………………………………4

BAB III : Pembahasan…………………………………………………………………….6

3.1 Prinsip Kerja Pacemaker…………………………………………………..6


3.2 Mode Operasi Pacemaker…………………………………………………10
3.3 Life time battery Pacemaker………………………………………………..11
3.4 Rangkaian Elektronik Pacemaker…………………………………………12

BAB IV : Penutup…………………………………………………………………………16

4.1 Kesimpulan………………………………………………………………..16
4.2 Saran……………………………………………………………………….16

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………..17

Pertanyaan…………………………………………………………………………………18

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada kehidupan modern yang serba cepat, dan penuh dengan berbagai macam
aktifitas, kesehatan merupakan aset yang sangat berharga dalam menunjang kegiatan
tersebut. Untuk menunjang kesehatan sering kali kita memiliki ketergantungan kepada
dunia medis dan peralatan pendukungnya untuk menghilangkan sakit maupun untuk
menjaga stamina tubuh agar tetap fit.
Dalam penerapannya, teknik biomedis masa kini memanfaatkan berbagai
peralatan elektronik dalam melakukan penanganan medis. Beberapa peralatan yang
sudah umum digunakan saat ini antara lain adalah elektrokardiogram (ECG/EKG) yang
digunakan untuk mengukur detak jantung,elektroensefalogram (EEG) yang digunakan
untuk mengukur aktivitas gelombang otak, mesin sinar-X yang digunakan untuk
melihat bagian struktur bagian dalam tubuh, alat Ultrasonography (USG) yang biasa
digunakan untuk melihat kondisi perut seorang ibu yang sedang mengandung, alat
pemacu jantung (pacemaker) yang semakin banyak dikembangkan untuk kepentingan
penelitian serta medis, dan masih banyak lagi penerapannya.
Di dalam jantung terdapat sel pacu yang berfungsi mengatur laju kontraksi
jantung.Bila sel pacu mengalami kelainan fungsi, alat pacu dapat dicangkokkan untuk
mengganti fungsinya atau jika terjadi kegagalan sinyal listrik sehingga detak jantung
aritmia, alat pacu jantung dapat mengembalikan irama jantung.Pacemaker merupakan
perangkat medis yang menggunakan impuls listrik untuk mengatur ritme jantung
melalui elektroda yang dihubungkan ke bagian tertentu jantung.Alat pacu jantung
berfungsi menjaga detak jantung dari ritme yang tidak normal baik sebagai akibat sel
pemacu jantung alami tidak cukup cepat, atau ada hambatan pada sistem konduksi
listrik jantung.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat selain untuk memenuhi tugas mata kuliah
elektronika biomedik, juga untuk memberikan informasi lebih kekhalayak umum
tentang prinsip kerja dari pacemaker beserta penggunaannya.

1.2 Rumusan Masalah.


1. Bagaimana prinsip kerja dari pacemaker ?
2. Bagaimana prinsip dari life time battery pada pacemaker ?
3. Bagaimana rangkaian elektronik yang umum pada pacemaker ?

1
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui prinsip kerja dari pacemaker.
2. Untuk mengetahui life time battery pada pacemaker.
3. Untuk mengetahui rangkaian elektronik yang umum pada pacemaker.

1.4 Batasan Masalah.


Pada makalah ini lebih mengfokuskan pada pembahasan menegenai prinsip kerja,
masa umur baterai serta rangkaian elektronik pada pacemaker.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jantung.
Jantung merupakan organ muskular yangterletak di atas epigastrum dan ruang
antara paru(mediatinum) tepat ditengah rongga dada.Kira-kira dua pertiga jantung
terletak di sebelah kiri garistengah sternum.Jantung dilapisi membran yang disebut
perikardium.Jantung terdiri dari empat ruangan yaitu atrium kiri dan kanan, ventrikel
kiri dankanan.Atrium mempunyai dinding tipis dan berfungsi menerima darah.
Jantung dapat dikategorikan sebagaisistem elektromekanikal dimana sinyal untuk
kontraksi otot jantung timbul akibat dari penyebaran arus listrik di sepanjang otot
jantung. Sistem konduksi terdiri dari sel otot jantung yang memiliki sifat unik, terdiri
dari:
1) Nodal Sinortrial (SA).
a) Nodal SA merupakan sekumpulan sel yang terletak di bagian sudut kanan
atas atrium kanan dengan ukuran panjang 10-20 mm dan lebar 2-3 mm serta
merupakan pacemaker jantung.
b) Nodal SA mengatur ritme jantung (60-100/ menit) dengan mempertahankan
kecepatan depolarisasi serta mengawali siklusjantung ditandai dengan sistol
atrium.
c) Impuls dari nodal SA menyebar pertama sekali ke atrium kanan lalu
keatrium kiri (melalui berkas Bacham) yang selanjutnya diteruskan kenodal
atrioventrikular (AV) melalui traktus intermodal.
2) Nodal Artrioventrikular (AV)
a) Nodal AV terletak dekat septum interatrial bagian bawah, diatas sinus
koronarius dan dibelakang katup tricuspid yang berfungsi memperlambat
kecepatan konduksi sehingga memberikankesempatan atrium mengisi
ventrikel sebelum sistol ventrikel serta melindungi ventrikel dari
stimulasi berlebihan atrium seperti pada fibrilasi atrial.
b) Nodal AV menghasilkan impuls 40-60x/ penit dan kecepatan konduksi
0.005 meter/ detik.
c) Impuls dari nodal AV akan diteruskan ke berkas His.
d) Sistem His-Purkinje
 Berkas His terbagi menjadi berkas kanan dan kiri. Berkas His kiri
terbagi menjadi berkas anterior kiri, posterior dan septal.
 Berkas-berkas tersebut bercabang menjadi cabang-cabang kecil atau
serabut purkinje yang tersebar mulai dari septum interventrikel
sampai muskus papilaris dan menghasilkan impalas 20-40x/ menit
dengan kecepatan 4 meter/ detik.
 Impuls listrik menyebar mulai dari endokardium ke miokardium dan
terakhir mencapai epikardium, selanjutnya otot jantung akan
bergerak (twisting) dan memompa darah ke ruang ventrikel ke
pembuluh darah arteri.
Sebagai gambaran lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut ;

3
Gambar 1.1.Anatomi dan fisiologi sistem konduksi jantung.

Sistem listrik jantung mengontrol aksi pompa ruang jantung.Detak jantung normal
dimulai dari atrium kanan, yaitu pada sinus node (SA Node).Kumpulan sel-sel ini,
yang merupakan pacu jantung alamiah, bekerja seperti percikan listrik yang
mengeluarkan impuls listrik regular yang berjalan melalui serat-serat otot khusus.Saat
impuls listrik ini mencapai atrium kanan dan kiri, mereka berkontraksi dan memeras
darah untuk masuk ke dalam ventrikel. Setelah delay sepersekian detik, dan ventrikel
mulai terisi, maka impuls akan mencapai ventrikel dan membuatnya berkontraksi
sehingga aliran darah dapat berjalan ke seluruh tubuh.

2.2 Pacemaker.
Alat pacu jantung (pacemaker) adalah sebuah alat kecil, dengan ukuran sebesar
stopwatch, yang dipasang dibawah kulit dekat jantung untuk membantu mengontrol
detak jantung.Seseorang mungkin membutuhkan alat pacu jantung untuk berbagai
alasan, terutama untuk suatu kondisi yang disebut sebagai aritmia, yaitu kondisi irama
jantung yang tidak normal.Pemasangan alat pacu jantung adalah untuk membantu
mengontrol irama (denyut) jantung.Alat ini dapat dipasang untuk sementara untuk
memperbaiki denyut jantung lambat akibat serangan jantung, operasi, atau keracunan
obat.Alat pacu jantung juga dapat dipasang secara permanen untuk mengoreksi denyut
jantung yang lambat (bradikardia), atau dalam beberapa kasus, untuk membantu
mengobati gagal jantung.
Supaya jantung dapat berfungsi sempurna, ruang jantung harus bekerja secara
terkoordinasi.Jantung harus berdetak dengan kecepatan yang sesuai, normalnya pada
dewasa adalah 60-100 kali per menit saat istirahat. Apabila jantung berdetak terlalu

4
cepat atau terlalu lambat, maka aliran darah yang beredar dalam tubuh menjadi tidak
cukup sehingga seseorangakandapat mengalami kelelahan, pingsan, napas pendek,
kebingungan (disorientasi), dan gejala lainnya.
Sebuah alat pacu jantung elektronik yang telah dipasang akan menyerupai kerja
pacu jantung alamiah yang sudah ada dijantung. Alat pacu jantung yang ditanam terdiri
dari dua bagian yaitu:
1. Pembangkit detak : benda metal kecil yang menggunakan baterei dan sirkuit
listrik yang mengatur kecepatan aliran listrik yang dikirimkan ke jantung
2. Sadapan : kabel yang fleksibel dan terisolasi yang mengantarkan aliran listrik
ke jantung.

Gambar 1.2. Alat Pacu Jantung.


Alat pacu jantung mampu memantau denyut jantung, apabila terlalu lambat, alat
pacu jantung akan mempercepat pengiriman sinyal listrik ke jantung . Sebagai
tambahan, sebagian besar alat pacu jantung memiliki sensor yang dapat mendeteksi
gerakan tubuh atau laju napas, yang memberikan sinyal pada alat pacu jantung untuk
meningkatkan denyut jantung selama berolahraga untuk memenuhi kebutuhan tubuh
akan darah dan oksigen. Untuk lebih jelasnya tentang prinsip kerja pacemaker akan
dibahas lebih lanjut dibagian pembahasan.
Pacemaker akan merangsang salah satu ventrikel jantung dan memberi
rangsangan listrik. Pacemaker atau alat pacu jantung bergantung pada kekuatan baterai.
Daya baterai pada pacu jantung dapat bertahan 5-10 tahun sebelum akhirnya harus
diganti. Berikut ini penempatan pacemaker pada bagian tubuh ditunjukkan pada
gambar 1.2.

Gambar 1.2. Penempatan pacemaker pada tubuh.

5
BAB III

PEMBAHASAN
3.1 Prinsip Kerja Pacemaker.
Alat pemacu jantung merupakan perangkat medis yang menggunakan impuls
listrik untuk mengatur ritme jantung melalui elektroda yang dihubungkan ke bagian
tertentu jantung.Alat pacu jantung berfungsi menjaga detak jantung dari ritme yang
tidak normal baik sebagai akibat sel pemacu jantung alami tidak cukup cepat, atau ada
hambatan pada sistem konduksi listrik jantung.
Beberapa pengaturan yang dilakukan alat pacu jantung antara lain adalah sebagai
berikut:
1. Mempercepat irama jantung yang lambat.
2. Membantu mengendalikan irama jantung abnormal atau cepat,
3. Mengkordinasi sinyal listrik antara bilik atas dan bawah dari jantung,
4. Menkoordinasi sinyal listrik antar ventrikel, dan
5. Mencegah aritmia berbahaya
Sistem pacu jantung terdiri dari generator pulsa dan elektroda konduktif
(lead).Generator pulsa terbungkus rapat dalam titanium.Logam titaium digunakan
karena selain ringan dan kuat juga bersifat biokompatibel.Generator pulsa terdiri dari
battery dan rangkaian elektronik yang menghasilkan pulsa dan sekaligus mendeteksi
aktifitas jantung. Lead merupakan kabel yang diisolasi dengan silikon dan/atau
polyurethane. Lead berfungsi menghantarkan sinyal listrik dari generator pulsa ke
jantug dan sekaligus menghantarkan sinyal myocardial kembali ke alat pacu jantung
sebagai umpan balik.

Gambar 1.3Bagan alat pacu jantung.


Terdapat dua jenis lead yaitu:
(1) endokardial lead yang pemasangannya dimasukkan ke jantung dan
(2) epikardial/myocardial lead yang dijahit di bagian luar jantung.

6
Secara umum, lead terdiri dari beberapa bagian, antara lain adalah sebagai berikut :
1. Pin konektor dipasang ke port pada header generator pulsa,
2. Suture sleeve, merupakan bagian yang dapat digeser dan digunakan untuk
menjahit lead ke jantung,
3. Lead body, bagian panjang dari lead,
4. Elektroda cincin Proximal (proximal ring electrode), elektroda yag
berbentuk cincin terletak tidak jauh dari elektroda ujung distal,
5. Mekanisme fiksasi pasif (passive fixation mechanism),
6. Elektroda ujung distal (distal tip elektrode), elektroda yang terletak di
paling ujung lead.

Gambar 1.4.Bagian-bagian lead.


Berdasarkan konfigurasi elektroda, lead dapat dibedakan menjadi 2 yaitu unipolar
lead dan bipolar lead. Pada unipolar lead hanya terdapat satu elektroda yang terletak
diujung lead (elektroda ujung distal) yang berfungsi sebagai katoda (kutup negatif) dan
generator pulsa sebagai anoda (kutup positif). Pada bipolar lead terdapat dua elektroda,
elektroda cincin proximal sebagai anoda dan elektroda ujung distal sebagai
katoda.Bagan dari unipolar dan bipolar lead dapat dilihat pada gambar berikut.

7
Gambar 1.5.Hantaran listrik pada alat pacu jantung (a) unipolar lead, (b) bipolar lead.

Elektroda dibuat dari bahan berpori sehingga memungkinkan pertumbuhan


jaringan disekeliling elektroda dan mengikat elektroda dengan kuat.Logam dalam
elektroda harus menghantarkan listrik dengan baik tetapi tidak boleh menimbulkan
korosi.Selain itu elektroda harus berukuran relatif kecil namun memiliki luas
penampang yang besar. Material yang digunakan untuk membuat elektroda antara lain:
titanium berlapis platina-iridium, elektroda karbon kaca (karbon dipanaskan) dan
paduan stainless steel.
Alat pacu jantung implan dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
(1) single-chamber, hanya ada satu lead yang ditempatkan di bilik atrium atau
ventrikel;

Gambar.1.6.Single chamber pacemaker, atrial.

Gambar.1.6.Single chamber pacemaker, ventricular.


(2) dual-chamber, terdapat dua lead yang ditempatkan di dua bilik jantung, satu
di atrium dan yang lainnya di ventrikel;

8
Gambar.1.7.Dual chamber pacemaker

(3) rate responsive, pacu jantung yang memiliki sensor yang mendeteksi
perubahan aktivitas fisik pasien dan secara otomatis menyesuaikan tingkat
pemacuan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Sedangkan metode operasi pacu jantung dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
(1) free running (asynchronous) : pacu jantung menjadi tidak sensitif terhadap
ritme yang mungkin dihasilkan di dalam paced-chamber,
(2) Inhibited : pacu jantung mendeteksi aktivitas jantung namun tidak merespon
secara langsung pada saat aktivitas tersebut terjadi, tetapi memberikan
rangsangan setelah waktu berlalu, jika tidak ada aktivitas jantung lebih lanjut
terjadi untuk menghambat operasi jantung., dan
(3) Triggered : pacu jantung akan mendeteksi aktifitas jantung da memberikan
stimulus (rangsangan) yang sesuai pada mode triggered.
Parameter-parameter penting dalam pacu jantung antara lain adalah sebagai berikut :
1. Mode operasi; menunjukkan state machine yang akan digunakan dalam terapi.
Terdapat tiga kode yang umum digunakan dalam tata nama medis untuk
menentukan perilaku pacu jantung. Huruf pertama yang adalah ruang yang
dapat dirangsang oleh perangkat pacu jantung(A, atrium; V, ventrikel; D, baik
atrium dan ventrikel; O, pacu jantung tidak diaktifkan), huruf kedua adalah
ruang yang sensing (dideteksi) (A, atrium; V , ventrikel; D, baik atrium dan
ventrikel; O, tidak tersedia atau tidak diaktifkan), dan huruf ketiga
menunjukkan respon pacu jantung terhadap sensing (I, Inhibited, menghambat
pemacuan jika jantung berfungsi dengan baik; T, Triggered, memicu
pemacuan, D, baik menghambat atau memicu, tergantung pada kodisi diagram
keadaan; O, mengabaikan even deteksi). Jika pacu jantung memiliki tingkatan
respon (response rate), maka huruf keempat merupakan tingkat modulasi (rate
modulation)d an huruf kelima merupakan multiple pacing. Tingkat modulasi
juga disebut tingkat respon atau tingkat adaptasi. Ada banyak pendekatan,
termasuk sensor gerak (accelerometer dan kristal piezoelektrik, ventilasi menit,
dll) Beberapa perangkat dapat menggunakan pendekatan multi-sensor.
Sementara semua tingkat modulasi ini dirancang untuk membantu alat pacu
jantung secara otomatis menyesuaikan tingkat pemacuan untuk memenuhi
kebutuhan pasien.
2. Stimulus, yang meliputi lebar pulsa (durasi dari pulsa untuk menstimulus
jantung), amplitudo pulsa (level tegangan pulsa stimulus).
3. Timing yang meliputi: basic pace interval, jeda waktu alat pacu jantung untuk
menstimulus jantung, diukur dalam denyut / menit; Escape Interval , jeda
waktu pacu jantung setelah QRS spontan dihasilkan (diukur dalam ms); dan
9
Ventricular Refractory period (VRP), jeda waktu rangkaian sensor dalam
keadaan tidak aktif.
4. Pendeteksian, yang meliputi sensitivitas penginderaan atrium dan ventrikel.
Sensivitas pengindraan atrium/vetrikel merupakan tingkat ambang batas
tegangan/ threshold (milivolt) sinyal electrogram dari aktivitas intrinsik
atrium/ventrikel yang dapat dideteksi oleh sensing-amplifier.
Pacemaker menghasilkan sinyal elektrik berupa arus, arus ini mengalir melalui
jantung yang memiliki nilai tahanan RH berkisar antara 100 – 1400 ohm, sehingga
akan timbul teganagan stimulus VS, dan pulsa stimulus. Durasi waktu setiap stimulus
yang terukur dalam orde milisekon ini disebut dengan TD. Tegangan VS ini berubah-
ubah sehingga menghasilkan energi EP yang diperlukan jantung. Ketika pulsa
pacemaker high tegangan stimulus memberikan energi ke jantung, dan ketika pulsa
low, jantung menyerap energi sebesar VSIDT, dimana T adalah periode pulsa, dan ID
adalah arus drain dari baterai. Oleh karena itu energi total yang dihasilkan pacemaker
adalah:

EP = (VS/RH) TD + VSIDT
(J/pulse)
3.2 Mode Operasi Pacemaker.
Mode operasi pacemaker terdiri dari 4 macam mode operasi yang antara lain:
1. Asynchronous Pacemaker.
Mode Asynchronous merupakan mode pacemaker yang tanpa sensor, yang
dapat menciptakan irama kompetitif terjadi. Pacemaker modern tidak pernah
deprogram dengan cara ini. Keuntungan dari pacemaker mode ini adalah
system kerjanya tidak dihambat oleh electrosurgical interference (ESI), yang
secara teoritis dapat menyebabkan bradikardia berkepanjangan/asistol.
Meskipun dengan pacemaker modern dengan penempatan bantalan grounding,
kemungkinan gangguan tersebut masih bisa terjadi.
Pada pacemaker mode ini , pembangkitan pulsa sama dengan yang diset
diawal. Mode operasi asynchronous tidak bisa menyesuaikan hate rate yang
dibutuhkan oleh tubuh. Mode asynchronous terbagi menjadi 3 mode lagi yaitu :
a. Ventricular Asynchronous Pacing (VOO) : merupakan pacing yang
paling sederhana dari semua mode operasi. Hal ini karena tidak
adanya sensor untuk menghasilkan respon siklus. Siklus waktunya
ditunjukkan pada gambar..

10
Gambar 1.6.Siklus waktu dari Ventricular Asynchronous Pacing.

b. Atrial Asynchronous Pacing ( AOO ) hampir mirip dengan system


kerjaVOO , namun bedanya pada pada AOO bekerja pada antrium .
c. AV Sequential Asynchronous Pacing.
2. P-wave Synchronous Pacemaker.
Pada mode ini pacemaker menggunakan sensor. Sensor hampir mirip
semacam ECG. Gelombang yang dideteksi adalah gelombang P. Pacemaker
bisa membangkitkan pulsa jika gelombang P terdeteksi. Sistem konduksi pada
mode ini lemah, namun bisa mengikuti cara kerja jantung. Sistemnya saat
sensor mendeteksi gelombang P terjadi penundaan dan mengakibatkan
pacemaker mengaktifkan pulsa.
3. R-wave Synchronous Pacemaker.
Pada mode ini, pulsa bisa sampai ke ventrikel, namun kurang kuat. Mode ini
juga dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi gelombang R.
Sehingga pemicuan yang dilakukan pacemaker mode ini akan mampu
menyesuaikan hate rate kebutuhan tubuh.
4. R-wave inhibited Pacemaker.
Pada mode ini pacemaker mendeteksi adatidaknya gelombang R. Jika
terdapat gelombang R yang dideteksi oleh sebuah sensor, maka pacemaker
akan membangkitkan pulsa, jika tidak ada maka harus membangkitkan pulsa.

Selain keempat mode pacemaker diatas, pada pacemaker modern terdapat


multipacemaker yang mampu menggunakan keempat mode diatas. Memilihnya
dengan cara mengirim sinyal elektrik yang sudah diset pada
mikrokontrollernya.

3.3 Baterai Pacemaker


Kelemahan dari penggunaan baterai sebagai catu daya untuk instrumentasi
elektronika adalah keterbatasan daya dan ukuran dari baterai tersebut, sedangkan
pacemaker tentunya harus bisa bertahan paling tidak 5 hingga 10 tahun.Awalnya
baterai yang digunakan untuk pacemaker adalah baterai sel mercury yang mampu
bertahan hingga 2 tahun, tetapi sekarang baterai yang digunakan adalah baterai sel

11
lithium iodide yang mampu bertahan hingga 15 tahun. Selain itu terdapat pula baterai
yang mampu bertahan hingga 20 tahun, yaitu baterai bertenaga nuklir, tetapi baterai
jenis ini masih mempunyai risiko yang cukup tinggi terhadap penggunanya, dan masih
dalam tahap riset. Masa pakai baterai juga tergantung pada rasio A-H (Ampere-
Hour).Semakin besar rasio A-H baterai, maka masa pakainya juga semakin lama,
begitu juga sebaliknya. Penggunaan baterai “charge” masih jarang digunakan terutama
untuk peralatan medis seperti pacemaker karena akan lebih cepat habis.
Contoh perhitungan umur baterai:
Sebuah pacemaker dengan lebar pulsa 0,5 ms dan arus drain rangkaian sebesar
1uA menggunakan baterai yang memiliki tegangan kutub sebesar 1,8V, dan
energi yang dihasilkan 1 A-H, digunakan untuk menyuplai jantung dengan RH =
200Ω, dan heart rate 70 bpm (beats per minute). Tentukan masa pakai dari
baterai!
Heart rate 70 bpm = 70 1𝑚⁄60𝑠 = 70/60 bps
T = (1/heart rate) = 60/70 s = 0,857 s
Energi yang dibutuhkan untuk setiap pulsa:

EP = (VS2/RH) TD + VSIDT
(J/pulse)

= (1,82/200) 0,5 10-3 + 1,8 10-6 60/70

= 9,643 uJ/pulsa

Energi Baterai = (1 A-H) (1,8 V) (3600 s/h) = 6480 J


6480𝐽
Masa pakai baterai = 9,643𝑢𝐽 0,857 s = 5,759 108 s
1ℎ 1𝑑 1𝑦
Konversi ke tahun:5,759 108 s (3600𝑠) (24ℎ) (365𝑑) = 18,26 yr

3.4 Rangkaian Elektronika Pacemaker.


Alat pacu jantung mendeteksi depolarisasi jantung dengan mengukur perubahan
potensial listrik dalam sel miokardial antara anoda dan katoda.Electrograms (EGM)
dihasilkan oleh perbedaan potensial listrik antara dua elektroda.EGM Intracardiac
ditandai dalam hal amplitudonya (diukur dalam milivolt) dan laju perubahan tegangan
(diukur dalam volt per detik).Pegukuran EGM intracardiac dilakukan oleh sensing-
amplifier.

12
Gambar 1.7. Bagan pacu jantung berbasis microcontroller.

Sensing amplifier terdiri dari differensial amplifier, filter, referesi tegangan


(threshold) dan level detector. Differensial amplifier mengubah sinyal differensial,
baik dari unipolar ataupun bipolar lead, menjadi sinyal tunggal. Keluaran sinyal dari
differensial amplifier tidak hanya terdiri dari sinyal jantung tetapi juga membawa
sinyal lain yang sangat besar yang dapat disebabkan oleh myopotentials (noise otot)
atau sinyal extracardiac. Oleh karena itu diperlukan rangkaian filter bandpass dengan
frekuensi cut-off 88 Hz ~ 200 Hz untuk menyaring sinyal-sinyal noise tersebut.
Keluaran rangkain filter merupakan sinyal yang lemah dan lebih kecil dari sinyal
jantung sesungguhnya. Sinyal yang sangat lemah dan kecil tersebut kemudian
dikuatkan oleh amplifier dan dibandingkan dengan tegangan referensi (sensitivity
threshold) oleh level detector yang berfungsi sebagai komparator. Besarnya sensitifity
threshold berbeda. Kodisi dimana sinyal keluaran filter/amplifier mecapai tegangan
threshold disebut sebagai sensing-event. Microcotroller hanya aktif jika terjadi
sensing-eventatau parameter timing pacu jantung tercapai.

Gambar 1.8. Diagram blok sensing-amplifier.

Tergantung pada mode operasi pacu jantung, microcontroller memberikan


stimulus yang sesuai melalui generator pulsa. Gambar 1.8menunjukkan diagram blok

13
dari generator pulsa. Charge pump merupakan rangkaian elektronik yang digunakan
untuk mengisi kapasitor ketika microcotroller dalam keadaan inaktif (sleep mode).
Kapasitor diisi hingga melebihi tegangan threshold tertentu (dalam volt). Ketika
tegangan pada kapasitor melebihi tegangan referensi (threshold), pembangkit clock
dimatikan dan pengisian kapasitor berhenti sampai tegangan pada kapasitor lebih kecil
dari tegangan referensi.

Gambar 1.9. Diagram block generator pulsa.

Prinsip kerja rangkaian sederhana capacitor-discharge dari generator pulsa


ditunjukkan gambar 1.9. Pada mode inaktif, microcontroller menset sinyal HIGH
AMPLITUDE STIMULUS ke kondisi low untuk mengisi kapasitor C2 dengan
menghubungkan kutub positif C2 ke VDD melalui Q3. Sedangkan Q4 dalam keadaan
terbuka. Pada keadaan ini sinyal stimulus juga di set ke kondisi low sehingga Q2
bertindak sebagai switch terbuka untuk mencegah terjadinya pengosongan kapasitor
C2. Sinyal ACTIVE DISCHARGE di set ke high dan menjaga switch Q1 dalam
keadaan terbuka. Kopling kapasitor C1 kemudian dikosongkan secara perlahan
melalui resistor R1 (100KOhm) ke jantung dan elektroda yang terhubung dengan V+
dan V-.

14
(a) rangkaian sederhana capacitance-discharge

(b) sinyal pada rangkaian capcitance-discharge

Gambar 1.10. Prinsip kerja rangkaian sederhana capacitor-discharge dari


generator pulsa.

Stimulus dibuat dengan cara menset sinyal HIGH AMPLITUDE STIMULUS ke


kondisi high. Pada kondisi ini Q3 dalam keadaan terbuka dan Q4 dalam keadaan
tertutup, menghubung-singkat kutub positif C2 ke kutub negatif battery. Kutub negatif
C2 kemudian dihubungkan ke kutup negatif C1 melalui Q2 dengan cara menset sinyal
STIMULUS ke kondisi high (switch Q2 tertutup). Kapasitor C2 dikonsongkan melalui
R1 ke jaringan jantung, dan beda pontesial pada V+ dan V- sebesar tegangan pada
kapasitor C2. Selama pengosongan C2, kapasitor kopling C1 diisi. Setelah stimulus
dihantarkan (Q2 dan Q3 diset low), kapasitor kopling C1 tetap diisi. Agar dapat
menghantarkan pulsa stimulus berikutnya, kapasitor kopling C1 harus dikosongkan

dengan cara menghubungkan kutub negatif dengan melalui Q1 dengan menset sinyal
ACTIVE DISCHARGE ke kondisi low sehingga muatan mengalir dari C1 ke jaringan
melalui R2 dan R1 (pengosongan cepat). Waktu yang dibutuhkan untuk pegosongan
C1 setelah stimulus di disebut waktu refractory (refractoty period). Sisa muatan pada
C1 kemudian dilairkan ke jantung melalui R1 secara perlahan.

15
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan.
Alat pemacu jantung merupakan perangkat medis yang menggunakan impuls
listrik untuk mengatur ritme jantung melalui elektroda yang dihubungkan ke
bagian tertentu jantung.Alat pacu jantung berfungsi menjaga detak jantung dari
ritme yang tidak normal baik sebagai akibat sel pemacu jantung alami tidak cukup
cepat, atau ada hambatan pada sistem konduksi listrik jantung.Jantung adalah
organ tubuh vital manusia.Sistem pacu jantung terdiri dari generator pulsa dan
elektroda konduktif (lead).Alat pacu jantung implan dikelompokkan menjadi tiga,
antara lain,single-chamber, dual-chamberdan rate responsive. Kelainan pada
detakan jatung tubuh dapat distabilisasi dengan menggunakan alat pacu jantung.

4.2 Saran.
Makalah ini masih banyak kekurangan, sehingga koreksi dari pihak yang ahli
sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah ini. Selain itu, makalah ini
juga dapat digunakan lebih lanjut untuk kepentingan penelitian dan
pengembangan instrumen elektronika untuk hasil yang lebih akurat.

16
Daftar Pustaka.

Miller, Geralt E.,“Artificial Organ“, First Edition, Morgan & Claypool Publishers, 2006

Sigfredo E. Gonz´alez d´ıaz, “Methodology, Design, and Implementation of a Cardiac


Pacemaker Prototype Using a Commercial Low Power Microcontroller”, University of
puerto rico mayag¨uez campus, 2006

Fred M. Kusumoto, Nora Golschaler, “Cardiac Pacing”, Medical Progress, 1996

Santosh Chede, Kishore Kulat, “Design Overview Of Processor Based Implantable


Pacemaker”, Journal of Computers, Vol. 3, No. 8, August 2008

David Prutci , Michael Nooris, ” Design and Development of Medical Electronics


Instrumentation”, Wiley, 2005.

ST. Jude Medical, “Cardiac Rhythm Management Division U.S. Product Catalog”, August
2010

17
Pertanyaan dan Jawaban mengenai Pacemaker

Kelompok 1 :

1. Apakah ada kekurangan pada alat pemicu jantung ini ? Kalau ada sebutkan dan
jelaskan !
Jawaban :
Ada kekurangan pada alat pemicu jantung, diantaranya :
1. Interferensi medan listrik yang kuat dapat mengganggu kinerja pacemaker,
sehingga dapat membahayakan pengguna.
2. Untuk pacemaker asinkron, pengguna tidak boleh melakukan aktivitas fisik
yang berlebihan, karena pacemaker hanya memacu detak jantung normal
secara kontinyu.
3. Pengguna harus berhati-hati terhadap peralatan elektronik yang
berada di sekitar pengguna.

2. Metode operasi pacu jantung apa yang paling baik digunakan ?


Jawaban :
Metode triggered, karena pacu jantung akan mendeteksi aktifitas jantung dan
memberikan stimulus (rangsangan) yang sesuai pada mode triggered

3. Apakah ada batasan arus maksimal yang digunakan pada jantung ?kalau ada berapa
besarnya ?
Jawaban :
Ada, Jantung kita memiliki hambatan alami sebesar 5 kilo ohm (kΩ) dengan besar
arus listrik maksimal yang bisa diterima oleh jantung sebesar 10 mA. Kalau besar
arus lebih dari itu maka jantung mulai tidak normal bekerja. Dengan demikian
besarnya tegangan yang dapat ditolerir oleh jantung manusia sebesar 50 V.

4. Kenapa baterai yang digunakan pacemaker harus tahan 5-10 tahun ?


Jawaban :
Karena menggantikan baterai pada alat alat pacemaker harus dengan operasi kecil,
sehingga baterai harus tahan lama agar tidak berkali-kali melakukan operasi untuk
penggantian baterai yang dikhawatirkan dapat beresiko bagi tubuh pasien.

5. Apa itu mekanisme fiksasi pasif ?


Jawaban:
bagian dari lead yang penggunaannya untuk mengaitkan ke bagian tonjolan bilik
jantung (trubekula)

18
Kelompok 2 :

6. Pada alat picu jantung implan, ketika baterainya habis, bagaimana cara melakukan
penggantian baterainya ?
Jawaban :
karena implan, maka penggantian batreinya harus dengan operasi kecil, karena
letak batereinya ada didalam power generator.(PPT consept1).

7. Dari tiga kelompok alat pacu jantung, manakah yang menurut kalian paling aman ?
Jawaban :
Kelompok alat pacu jantung yang paling aman yaitu rate responsive, karena pada
pacemaker ini mempunyai sensor yang bisa mendeteksi aktifitas fisik pasien dan
secara otomatis akan mengatur frekuensi kecepatan pemacuan sesuai dengan
kebutuhan metabolisme pasien.

8. Dari jenis unipolar elektrode dan bipolar elektrode, manakah yang paling efektif
dalam aplikasinya ?
Jawaban :
Kedua jenis pacemaker sama-sama efektif dalam aplikasinya tergantung dari
kondisi pasien.

19
Pacemaker 1 lead dan 2 lead digunakan tergantung dari keadaan jantung, 1 lead
digunakan jika yang bermasalah adalah bilik atau serambi, sedangkan yang 2 lead
digunakan jika yang bermasalah adalah bilik dan serambi.

9. Apakah alat pacu jantung dapat bekerja sebaliknya/ reversible ?


Jawaban :
dapat bekerja reversible.

10. Adakah batasan umur untuk menggunakan pacemaker ?


Jawaban :
tidak ada batasan umur

Kelompok 4:

11. Bagaimana cara alat pacu jantung memantau denyut jantung ?


Jawaban :
Dengan sensor yang melengkapi pacemaker. Sensor-sensor yang digunakan oleh
pacemaker :
Accelerometer: Membandingkan aktifitas fisik tubuh dengan
rataan detak jantung
Ventilation: Merespon terhadap rataan nafas
Blended: Accelerometer + Ventilation

12. Apa kelebihan dan kekurangan dari endokardial lead dan epikardial lead ?
Jawaban :
Epicardial pacing: digunakan anak-anak, irisan dibuat di bawah lengkung iga atau
ujung tulang dada,dengan plastik spiral atau sekrup pendek, elektroda dikaitkan
pada dinding jantung, generator ditempatkan di bawah kulit
Endocardial pacing: digunakan orang dewasa, Irisan dibuat beberapa sentimeter di
bawah tulang yang menghubungkan tulang dada dan tulang belikat,Generator
ditanam dalam rongga buatan di bawah irisan kulit.

13. Apa kelemahan pacemaker ?


Jawaban :
Kelemahan pacemaker :
1. Interferensi medan listrik yang kuat dapat mengganggu
kinerja pacemaker, sehingga dapat membahayakan pengguna.
2. Untuk pacemaker asinkron, pengguna tidak boleh melakukan
aktivitas fisik yang berlebihan, karena pacemaker hanya
memacu detak jantung normal secara kontinyu.
3. Pengguna harus berhati-hati terhadap peralatan elektronik
yang berada di sekitar pengguna.

20
14. Apakah ada efek samping dari pacemaker ? Jelaskan !
Jawaban :
Efek samping pacemaker yaitu adanya resiko-resiko yang ditimbulkan dan
terjadinya komplikasi setelah operasi pemasangan alat ini, sumber lain
menyatakan terjadinya komplikasi ini 1 banding 1000
perlakuan operasi yang mengalami komplikasi.

15. Bagaimana cara mengetahui bahwa energi baterai pada pacemaker telah habis?
Jawaban :
Jika baterai sudah mulai lemah, pacemaker akan mengirim sinyal yang dapat
dideteksi oleh dokter sewaktu kunjungan praktek atau klinik pacemaker yang rutin.
Beterai yang lemah masih mempunyai waktu untuk digantikan secara elektif.
Pasien tidak harus khawatir bahwa baterai akan mati dengan tidak diduga-duga.

Kelompok 5 :

16. Apa yang dimaksud dengan septum interatial, sinus koronorius dan katub tricuspid
?Gambarkan letaknya pada jantung dan jelaskan masing-masing funsinya ?
Jawaban :

Septum interatial :
Sinus koronorius :
Katub tricuspid :

17. Berapa tegangan maksimum pacemaker agar justru tidak merusak jantung ?
Jawaban :

21
Tegangan yang dapat ditolerir oleh jantung manusia sebesar 50 V. Karena jantung
kita memiliki hambatan alami sebesar 5 kilo ohm (kΩ) dengan besar arus listrik
maksimal yang bisa diterima oleh jantung sebesar 10 mA. Kalau besar arus lebih
dari itu maka jantung mulai tidak normal bekerja.

18. Bagaimana prosenya sehingga pacemaker bisa membaca ritme detak jantung ?
Apakah memakai jenis sensor tertentu ?
Jawaban :
Pembacaan ritme jantung pada pacemaker memakai beberapa sensor. Adapun
sensor-sensor yang dgunakan adalah sebagai berikut.
Accelerometer: Membandingkan aktifitas fisik tubuh dengan
rataan detak jantung
Ventilation: Merespon terhadap rataan nafas
Blended: Accelerometer + Ventilation

19. Endokardial lead yang mana pemasangannya dimasukkan kedalam jantung, apakah
tidak melukai jantung dan pembuluh-pembuluh darah ?
Jawaban :
Endokardial lead tidak akan melukai jantung dan pembuluh-pembuluh darah.

20. Jika baterai pacemaker habis, bagaimana cara /proses penggantian baterainya ?
Jawaban :
Apabila baterai habis maka penggantian baterainya dengan melakukan operasi
kecil, sehingga generator dikeluarkann dan diganti dengan yang baru.

Kelompok 6 :

21. Kelebihan dan kekurangan penggunaan lead unipolar dan lead bipolar , jelaskan !
Jawaban :
Unipolar leads= Desain sederhana, relatif kecil, dan kemungkinan threshold pacu
jantung rendah, signifikan lebih tinggi skeletal oversensing myopotential.

Bipolar leads =pacu jantung bipolar kurang cenderung menghasilkan pacu jantung
ekstra, dan sensor bipolar tidak mendeteksi potensi myo, sinyal medan jauh, atau
gangguan elektromagnetik.

Para pendukung lead unipolar berpendapat bahwa lead bipolar


memiliki tingkat kegagalan historis lebih tinggi daripada lead unipolar.
Meskipun hal ini benar, jika kegagalan spesifik PELLETHANE
80A dan 55D (Dow Chemical Company, USA) yang
dihapus dari analisis, tingkat kegagalan antara
desain lead unipolar dan bipolar tidak berbeda secara signifikan.

22. Jelaskan mekanisme fiksasi pasif ?

22
Jawaban :
bagian dari lead yang penggunaannya untuk mengaitkan ke bagian tonjolan bilik
jantung (trubekula)

23. Jelaskan bagan pacu jantung basis mikrokontroller ?


Jawaban :

Sinyal Jantung kecil sehingga harus melalui tahap pre amplifier. Pre amplifier
terdiri dari differensial amplifier, filter, referesi tegangan (threshold) dan level
detector. Differensial amplifier mengubah sinyal differensial, baik dari unipolar
ataupun bipolar lead, menjadi sinyal tunggal.

Keluaran sinyal dari differensial amplifier tidak hanya terdiri dari sinyal jantung
tetapi juga membawa sinyal lain (noise) untuk menyaring sinyal-sinyal noise tersebut.
Keluaran rangkain filter merupakan sinyal yang lemah dan lebih kecil dari sinyal
jantung sesungguhnya. Sinyal yang sangat lemah dan kecil tersebut kemudian
dikuatkan oleh amplifier dan dibandingkan dengan tegangan referensi (sensitivity
threshold) oleh level detector yang berfungsi sebagai komparator. Besarnya sensitifity
threshold berbeda. Kodisi dimana sinyal keluaran filter/amplifier mecapai tegangan
threshold disebut sebagai sensing-event. Microcotroller hanya aktif jika terjadi
sensing-eventatau parameter timing pacu jantung tercapai.

24. Jelaskan tentang mode operasi, beri contoh !

23
Jawaban :

25. Jelaskan rangkaian sederhana capacitance discharge !


Jawaban :

Prinsip kerja rangkaian sederhana capacitor-discharge dari generator pulsa


ditunjukkan gambar 1.9. Pada mode inaktif, microcontroller menset sinyal HIGH
AMPLITUDE STIMULUS ke kondisi low untuk mengisi kapasitor C2 dengan
menghubungkan kutub positif C2 ke VDD melalui Q3. Sedangkan Q4 dalam keadaan
terbuka. Pada keadaan ini sinyal stimulus juga di set ke kondisi low sehingga Q2
bertindak sebagai switch terbuka untuk mencegah terjadinya pengosongan kapasitor
C2. Sinyal ACTIVE DISCHARGE di set ke high dan menjaga switch Q1 dalam
keadaan terbuka. Kopling kapasitor C1 kemudian dikosongkan secara perlahan
melalui resistor R1 (100KOhm) ke jantung dan elektroda yang terhubung dengan V+
dan V-.

Kelompok 7 :

26. Mengapa sinyal keluaran dari Pre Amplifier dan filter harus dikuatkan lagi di
amplifier?
Jawaban :
Keluaran sinyal dari Pre amplifier tidak hanya terdiri dari sinyal jantung tetapi juga
membawa sinyal lain (noise). Selanjutnya, rangkaian filter bandpass untuk
menyaring sinyal-sinyal noise tersebut. Keluaran rangkain filter merupakan sinyal
yang lemah dan lebih kecil dari sinyal jantung sesungguhnya. Sehingga sinyal
tersebut perlu dikuatkan kembali dengan amplifier dan dibandingkan dengan
tegangan referensi (sensitivity threshold) oleh level detector yang berfungsi sebagai
komparator.

24
27. Bagaimana penanganan oleh dokter apabila tiba-tiba pacemaker pasien mati?
Jawaban :
Pacemaker pasien akan mati apabila baterainya habis. Namun, hal ini tidak
mungkin terjadi karena saat baterai akan habis, baterai akan mengirim sinyal
sehingga akan mudah dideteksi dan segera dilakukan penggantian baterai oleh
dokter.Oleh karena itu, setidaknya 2 minggu atau 1 bulan sekali pasien melakukan
pemeriksaan atau check up.

28. Mengapa A-Pulse generator dan V-pulse generator harus bekerja secara bergantian?
Jawaban :
Karena memberikan kesempatan agar darah yang dipompa oleh atrium ke ventrium
dapat berpindah semuanya. Sehingga saat V-pulse generator bekerja, pulse ini akan
menahan A-pulse generator.

29. Apa saja perbedaan single chamber dan dual chamber?


Jawaban :
1. Single-chamber Pacing
Hanya dipasang atrium atau ventrikel yang dipacu
Parameter yang dapat diprogram: frekwensi & output
Gambar ritme jantung ;
a. Single chamber pacemaker, atrial

b. Single chamber pacemaker, ventricular

2. Dual-chamber Pacing
Memacu atrium dan ventrikel
Parameter: stroke volume
Menjamin atrioventricular synchrony
Gambar ritme jantung;

25
30. Jelaskan Prinsip Kerja Generator Pulsa!
Jawaban :
Generator pulsa terdiri dari battery dan rangkaian elektronik yang menghasilkan
pulsa dan sekaligus mendeteksi aktifitas jantung.

Kelompok 8 :

31. Pacemaker ada yang dipasang secara permanent didalam tubuh, bagaimana sumber
dari pacemaker tersebut ?
Jawaban :
Pacemaker yang dipasang secara permanent, sumbernya dari baterai.Baterai yang
digunakan merupakan baterai dari bahan mercury yang tahan sampai 2 tahun atau
bahan lithium iodide yang tahan hingga 15 tahun.

32. Ada terdapat 2 jenis lead, ada yang dimasukkan kejantung dan ada yang dijahit,
apakah tidak merusak jantung jika dijahit, dan dijahit dibagian mana ?
Jawaban :
Terdapat dua jenis lead yaitu:
(1) endokardial lead yang pemasangannya dimasukkan ke jantung dan
(2) epikardial/myocardial lead yang dijahit di bagian luar jantung.

Lead yang dimasukkan ke jantung tidak merusak jantung, untuk yang dijahit, leads
ditempatkan pada permukaan luar dari jantung dan kamar pacemaker ditanam
dibawah kulit pada perut bagian atas.

33. Penyakit apa saja yang membutuhkan pemakaian pacemaker ?


Jawaban :
Penyakit yang membutuhkan pacemaker :
1. Aritmia : kehilangan ritme kardiak, terutama iregularitas denyut jantung.
2. Sindrom bradycardia- tachycardia, untuk mencegah bradycardia bergejala atau
beberapa bentuk dari tachyarrhytmia bergejala.
3. Sindrom Neurovascular (vaso-vagal) atau sindrom hipersensitif carotid sinus.
4. Adaptive-rate pacing di indikasikan untuk pasien yang bisa memanfaatkan
pacing dengan rate lebih tinggi sebanding dengan bertambahnya tingkat
aktifitas fisik, pasien yang baru menjalani operasi.

34. Berapa kecepatan detak jantung yang sesuai untuk anak kecil ?
Jawaban :
Denyut nadi pada orang yang sedang berisitirahat adalah sekitar 80 – 100 permenit
untuk anak-anak, Namun denyut nadi bisa lebih cepat jika seseorang dalam
keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau sakit panas. Umumnya denyut nadi

26
akan meningkat sekitar 20 kali permenit untuk setiap satu derajat celcius penderita
sakit panas.

35. Pada pacemaker terdapat sensor, sensor apa saja pada pacemaker ?
Jawaban :
Karena tidak satupun metode sensor adalah sempurna, beberapa pacemaker-
pacemaker sekarang menyertakan banyak sensor-sensor untuk mengukur lebih
akurat aktivitas metabolik tubuh.
Sensor-sensor pada pacemaker :
Accelerometer: Membandingkan aktifitas fisik tubuh dengan
rataan detak jantung
Ventilation: Merespon terhadap rataan nafas
Blended: Accelerometer + Ventilation

27