Anda di halaman 1dari 6

PELAYANAN PROGRAM THT

No. Dok 440 / /SOP/PKM-


:
SH/ /2018
No. Rev : 00
SOP
Tgl Terbit : Juli 2018

Hal : ½

PUSKESMAS H.Amirin, SKM, M.Kes


NIP:196604151989031007
SUMBER HARUM
Ketertiban pelaksanaan pelayanan THT di Puskesmas
1. Pengertian

Sebagai bahan acuan pelaksanaan pelayanan THT di Puskesmas


2. Tujuan

SK Kepala UPTD Puskesmas Sumber Harum Nomor :440/ /PKM-SH/


3. Kebijakan
VII/ 2018 tentang Pelayanan Klinis.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
4. Referensi
585/MENKES/SK/V/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi
Kesehatan di Puskesmas.
SARANA NON MEDIS
- Ruang pemeriksaan
- Ventilasi dan pencahayaan yang cukup
- Ruang bersih dan rapi
- Wastafel dengan air yang mengalir dilengkapi dengan sabun serta
handuk tangan yang bersih
- Meja kursi untuk pemeriksaan pasien
- Tempat tidur
- Tempat sampah medis dan non medis
- Buku register pasien
- Status atau lembar medis
- Inform consen
5. Alat dan bahan - Kertas resep
- Alat tulis
- Formulir rujukan
- Penggaris kecil

SARANA MEDIS
- Stetoskop dan tensi
- Snanellen card
- Ishihara test
- Senter
- Kapas steril
- Tetes Mata
- Tetes Telinga
- Salep mata Garpu tala THT set
a. Sebelum pelayanan dimulai, perawat mempersiapkan ruang dan
peralatan yang diperlukan untuk dipakai dalam pelayanan.
6.Langkah- langkah
b. Pasien yang akan mendapat pelayanan / pemeriksaan, dipanggil oleh
perawat sesuai dengan nomer urut pendaftaran / status pasien yang
diterima .
c. Perawat melakukan anamnesa singkat terhadap pasien.

d. Status pasien bersama pasiennya dibawa keruang pemeriksaan.

e. Dokter menyamakan nama pasien yang akan diperiksa dengan nama


pada status.

f. Dokter melakukan pemeriksaan terhadap pasien.

g. Dokter menulis / mencatat diagnosa dan terapi yang diberikan pada


lembaran status pasien.

h. Dokter memberitahu kepada pasien dan meminta persetujuan lisan /


tulisan dari pasien bila akan melakukan pemeriksaan tambahan atau
melakukan tindakan terhadap pasien.

i. Kalau ada indikasi, dokter akan melakukan konsultasi kepada bagian /


SMF lain setelah sebelumnya memberitahukan kepada pasien.

j. Perawat mendampingi dan membantu dokter pada saat pemeriksaan,


bila ada tindakan terhadap pasien perawat membantu pelaksanaan
tindakan tersebut dan menulis jasa tindakan serta bahan dan alat
habis pakai pada bon pembayaran.

k. Dokter menjelaskan pemakaian obat yang diberikan terhadap pasien.

l. Dokter menyerahkan status beserta resep pasien kepada perawat,


pasien kembali menghadap perawat.

m. Bila ada tindakan, perawat menyuruh pasien / keluarga pasien untuk


membayar biaya tindakan ke kasir dan setelah menyerahkan bukti
pembayaran perawat menyerahkan resep ke pasien dan pasien
meninggalkan puskesmas.

Petugas mempersiapkan ruang


dan peralatan

Pemanggilan pasien yang mendapatkan pelayanan

anamnesa

Buku catatan pasien dibawa keruangan

7.Bagan Alir
Pencocokan nama pasien dengan nama buku catatan pasien

Pemeriksaan oleh dokter

Dokter menulis / mencatat diagnosa dan terapi

Dokter memberitahu kepada pasien dan meminta persetujuan lisan / tulisan


dari pasien
Kalau ada indikasi, dokter akan melakukan konsultasi kepada bagian
Dokter menyerahkan status beserta resep pasien
kepada perawat
Perawat mendampingi dan membantu dokter pada saat pemeriksaan

Bila ada tindakan, perawat


menyuruh pasien / keluarga
pasien untuk membayar
8. Hal-hal yang perlu biaya tindakan ke kasir dan
Kesesuaian dan ketepatan program
setelah menyerahkan bukti
diperhatikan
pembayaran perawat
1. Petugas Rekam menyerahkan
Medik resep ke
pasien dan pasien
9. Unit terkait 2. Dokter THT
meninggalkan puskesmas.
3. Perawat / Petugas Poliklinik / TU

1. Status pasien

2. Buku resep
10. Dokumen terkait
3. lembaran konsultasi/pemeriksaan penunjang /

4. Buku catatan harian puskesmas.

Tanggal mulai
No Yang diubah Isi perubahan
diberlakukan
11. Rekaman historis
perubahan
PELAYANAN KESEHATAN INDERA
No. Dok 440 / /SOP/PKM-
:
SH/ /2018
No. Rev : 00
SOP
Tgl Terbit : Juli 2018

Hal : ½

PUSKESMAS H.Amirin, SKM, M.Kes


NIP:196604151989031007
SUMBER HARUM
Suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan
1. Pengertian kesehatan mata dan telinga

1. Mengidentifikasi kesehatan mata untuk mencegah serta menentukan


terapi pengobatan ,penanganan lebih lanjut sebagai dasar untuk
2. Tujuan melakukan rujukan kepelayanan kesehatan rujukan/ RS sesuai standart.
2. Sebagai pedoman bagi petugas untuk melakukan pemeriksaaan mata
dan telinga sesuai standart.
SK Kepala UPTD Puskesmas Sumber Harum Nomor :440/ /PKM-SH/
3. Kebijakan
VII/ 2018 tentang Pelayanan Klinis.
1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
4. Referensi HK.02.02/Menkes/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
2. Perawatan dasar Depkes RI Tahun 2005.
SARANA NON MEDIS
- Ruang pemeriksaan
- Ventilasi dan pencahayaan yang cukup
- Ruang bersih dan rapi
- Wastafel dengan air yang mengalir dilengkapi dengan sabun serta
handuk tangan yang bersih
- Meja kursi untuk pemeriksaan pasien
- Tempat tidur
- Tempat sampah medis dan non medis
- Buku register pasien
- Status atau lembar medis
- Inform consen
6. Alat dan bahan - Kertas resep
- Alat tulis
- Formulir rujukan
- Penggaris kecil

SARANA MEDIS
- Stetoskop dan tensi
- Snanellen card
- Ishihara test
- Senter
- Kapas steril
- Tetes Mata
- Tetes Telinga
- Salep mata Garpu tala THT set
1 Petugas mengatur posisi pasien
2 Pemberian tetes mata atau tetes telinga
3 Irigasi / mencuci mata
4 Pemeriksaan tajam penglihtan dan pendengaran
5 Kompres es pada mata
6 Screening katarak
6.Langkah- langkah
7 Pemeriksaan OMSK
8 Pemeriksaan Serumen
9 Pemeriksaan tekanan bola mata
10 Memberi pertolongan pertama pada kedaruratan mata dan telinga
11 Pemeriksaan dan tindakan medik gangguan pendengara
12 Rujukan
13 Pencatatan dan pelaporan

Petugas mengatur posisi


pasien

Pemberian tetes mata atau tetes telinga

Irigasi / mencuci mata

Pemeriksaan tajam penglihtan dan pendengaran

Kompres es pada mata

Screening katarak

7.Bagan Alir
Pemeriksaan OMSK

Pemeriksaan Serumen

Pemeriksaan tekanan bola mata

Memberi pertolongan pertama pada kedaruratan mata dan telinga

Pemeriksaan dan tindakan medik gangguan


pendengaran
Rujukan

Pencatatan dan pelaporan

8. Hal-hal yang perlu


Kesesuaian dan ketepatan program
diperhatikan
1. Ruangan Pendaftaran dan Rekam Medis
2. Ruangan Pemeriksaan Umum
9. Unit terkait
3. Ruangan Konsultasi Gizi
4. Ruangan Konsultasi Sanitasi
5. Laboratorium
6. Ruang Farmasi
1. Status pasien
2. Buku resep
10. Dokumen terkait
3. lembaran konsultasi/pemeriksaan penunjang /
4. Buku catatan harian puskesmas.
Tanggal mulai
No Yang diubah Isi perubahan
diberlakukan
11. Rekaman historis
perubahan