Anda di halaman 1dari 24

RANCANGAN AKTUALISASI

PENYEDIAAN BUKU PANDUAN DAN LEMBAR CHECK LIST


VERIFIKASI KELENGKAPAN BERKAS UNTUK PERCEPATAN
PENGUMPULAN DATA YURIDIS PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS
LENGKAP (PTSL) DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN MERANGIN

Disusun oleh:
PETRUS WIDIYANTO
19960527 201903 1 001

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III


GELOMBANG II ANGKATAN XI

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
BOGOR, 2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendaftaran tanah merupakan salah satu tugas dari Kementerian Agraria dan
Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Setiap pemegang hak
atas tanah berhak untuk mendapatkan kepastian hukum atas hak yang dimilikinya,
sebagaimana diamanatkan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Pendaftaran tanah sendiri
merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terus menerus,
berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan,
penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis dalam bentuk peta dan daftar
mengenai bidang-bidang tanah dan satuan rumah susun, termasuk pemberian surat
tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan hak milik
atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya.
Menurut Pasal 11 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
Pendaftaran Tanah, pelaksanaan pendaftaran tanah terdiri atas dua kegiatan utama,
yaitu kegiatan pendaftaran tanah pertama kali dan pemeliharaan data pendafataran
tanah. Pendaftaran tanah pertama kali adalah kegiatan pendaftaran tanah yang
dilakukan terhadap obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah atau
Peraturan Pemerintah ini. Dalam rangka memberikan kepastian hukum dan
perlindungan hukum hak atas tanah, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran
masyarakat, serta mengurangi dan mencegah sengketa atau konflik pertanahan, maka
pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
mengadakan program strategis pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik
Indonesia melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional Nomor 6 Tahun 2018, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)
merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara
serentak bagi semua objek pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia
dalam satu wilayah desa/kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu yang
meliputi pengumpulan data fisik dan data yuridis mengenai satu atau beberapa objek
pendaftaran tanah untuk keperluan pendaftarannya. Lokasi target pelaksanaan PTSL
dikonsentrasikan di wilayah desa/kelurahan yang ditetapkan oleh Kantor Pertanahan
Kabupaten/Kota.
Kegiatan PTSL secara teknis dilakukan oleh Kantor Pertanahan di seluruh
Indonesia sejak tahun 2017 dengan target total sebanyak 5.000.000 bidang tanah.
Pada tahun 2018, pemerintah menaikkan target PTSL menjadi 7.000.000 bidang
tanah, sementara pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 9.000.000 bidang tanah akan
tersertipikasi melalui Program PTSL. Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin
sebagai instansi vertikal dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi turut berperan dalam
program PTSL.
Berkaitan dengan materi pelatihan kedudukan dan peran ASN, salah satu
peran ASN Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional adalah
memberikan pelayanan publik yang prima di bidang pertanahan melalui Program
PTSL yang dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin. Pelayanan
publik melalui Program PTSL ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum
dan perlindungan hukum Hak atas Tanah masyarakat, menyediakan akses
permodalan dan mewujudkan tertib administrasi pertanahan yang bermuara pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Merangin. Oleh
karena itu, pelaksanaan PTSL harus lebih dioptimalkan dan didukung dengan
pengetahuan serta pemahaman pegawai pelaksana PTSL mengenai prosedur dan
persyaratan PTSL itu sendiri. Fungsi koordinasi yang tercermin dari peran ASN
dalam Whole of Government juga harus ditingkatkan, agar pegawai dan masyarakat
memiliki pemahaman yang sama mengenai Program PTSL sehingga dapat
mendukung kelancaran pelaksanaan PTSL di Kabupaten Merangin.
Jumlah target PTSL yang ditetapkan untuk Kantor Pertanahan Kabupaten
Merangin pada tahun 2019 adalah sebanyak 18.000 bidang. Dengan cukup tingginya
target yang ditetapkan, maka terdapat pula beberapa kendala yang harus dihadapi
dalam pelaksanaan PTSL oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin. Kelancaran
Program PTSL masih terhalang oleh minimnya pengetahuan dan pemahaman petugas
pengumpulan data yuridis (puldadis) mengenai prosedur dan kelengkapan berkas
persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat untuk mengikuti Program PTSL.
Formulir pendaftaran tanah melalui PTSL yang harus diisi oleh masyarakat juga
sering kali tidak lengkap yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai tata cara pengisian formulir berkas permohonan. Selain itu, koordinasi
antara petugas yuridis Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin dengan masyarakat
sebagai peserta PTSL masih tergolong kurang, sehingga menyebabkan rendahnya
progres pengumpulan data yuridis (puldadis) permohonan pendaftaran tanah
melalui Program PTSL di Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin.

B. Penetapan Permasalahan
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan bentuk
permasalahan atau isu yang terdapat pada Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin,
Provinsi Jambi yaitu rendahnya progres pengumpulan data yuridis (puldadis)
permohonan pendaftaran tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin.

C. Identifikasi dan Penetapan Gagasan


Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan tersebut, maka dapat
diidentifikasi beberapa gagasan yang penulis pandang sebagai alternatif solusi.
Gagasan terbaik yang akan diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan ditentukan
dengan Metode Tapisan. Metode ini menekankan pada pemilihan gagasan yang
paling efektif dan efisien untuk menyelesaikan permasalahan, serta memperhatikan
aspek kemudahan dalam implementasinya. Identifikasi gagasan dan penerapan
metode tapisan dalam penetapan gagasan dapat ditunjukkan dalam tabel sebagai
berikut:
N
Alternatif Gagasan Efektifitas Efisiensi Kemudahan Total Ket.
o.
1. Membuat buku
panduan dan lembar T
check list verifikasi E
kelengkapan berkas R
permohonan P
5 4 4 13
pendaftaran tanah I
melalui Program L
I
PTSL.
H

2. Melakukan
monitoring dan
penyuluhan
langsung kepada
masyarakat 4 3 3 10
khususnya
perangkat desa
sebagai panitia
yuridis PTSL.
3. Mengoptimalkan
media massa Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Merangin sebagai
media promosi 2 3 4 9
untuk meningkatkan
pengetahuan
masyarakat
mengenai Program
PTSL.
Keterangan: 1: Tidak efektif/efisien/mudah
2. Kurang efektif/efisien/mudah
3. Cukup efektif/efisien/mudah
4. Efektif/efisien/mudah
5. Sangat efektif/efisien/mudah
FORMULIR RANCANGAN AKTUALISASI

UNIT KERJA : Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi

Rendahnya progres pengumpulan data yuridis (puldadis) permohonan


ISU YANG DIANGKAT : pendaftaran tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap
(PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin.

1. Membuat buku panduan dan lembar check list verifikasi kelengkapan


berkas permohonan pendaftaran tanah melalui Program PTSL.

2. Melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat khususnya


IDENTIFIKASI GAGASAN perangkat desa sebagai panitia yuridis PTSL untuk meningkatkan
:
pengetahuan masyarakat mengenai Program PTSL.

3. Mengoptimalkan media massa Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin


sebagai media promosi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat
mengenai Program PTSL.

GAGASAN PEMECAHAN ISU Membuat buku panduan dan lembar check list verifikasi kelengkapan
:
berkas permohonan pendaftaran tanah melalui Program PTSL.
Output/ Keterkaitan dengan
Kontribusi Terhadap Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil Substansi Mata
Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi
Kegiatan Pelatihan
1. Membuat buku a. Menghimpun dan a. Buku a. Tahapan Kegiatan 1: Terwujudnya a. Sapta Tertib:
panduan dan mempelajari Panduan Akuntabilitas berupa pengelolaan ruang dan Tertib
lembar check list peraturan terkait Pelaksanaan Akuntabilitas personal pertanahan yang Kepegawaian
PTSL terpercaya dan berupa
verifikasi prosedur yang bertanggung jawab
b.Lembar berstandar dunia. peningkatan
kelengkapan pelaksanaan dan check list untuk mempelajari serta pengetahuan,
berkas syarat pendaftaran verifikasi memahami peraturan kemampuan dan
permohonan hak tanah melalui kelengkapan terkait PTSL dan keterampilan
pendaftaran PTSL berkas merangkumnya dengan dalam puldadis
tanah melalui b. Menyiapkan konsep PTSL jelas untuk dijadikan program PTSL.
Program PTSL. dan desain buku dasar pembuatan buku
Tertib
panduan dan lembar panduan dan lembar
Administrasi
check list verifikasi check list verifikasi berupa
kelengkapan berkas kelengkapan berkas penyediaan buku
PTSL Nasionalisme penerapan panduan dan
c. Melakukan nilai Pancasila Sila lembar check list
konsultasi dengan ketiga ditunjukkan dari verifikasi
atasan mengenai adanya upaya dan kelengkapan
konsep dan desain berkas yang
keinginan memperkaya
buku panduan dan mendukung
lembar check list pengetahuan dengan pelaksanaan
verifikasi mempelajari peraturan puldadis PTSL.
kelengkapan berkas perundang-undangan
PTSL. yang berlaku. Tertib Moral
d. Mencetak buku Etika Publik tercermin dengan
panduan dan lembar melaksanakan
dari penerapan kode etik
check list verifikasi kode etik BPN
ASN yaitu harus cermat yang
kelengkapan berkas
PTSL dan memiliki berkepribadian
pengetahuan sesuai adil, integritas dan
peraturan yang berlaku transparan.
khususnya mengenai
b. Catur Tekad:
PTSL.
Mewujudkan
Komitmen Mutu sikap pegawai
melalui perencanaan yang jujur, adil,
dengan mempelajari dan transparan,
meringkas peraturan akuntabel, tepat
yang berlaku, maka mutu waktu, cerdas,
dari buku panduan dan kreatif dan senang
memudahkan.
lembar check list
verifikasi berkas akan
lebih terjamin isinya
sesuai peraturan yang
berlaku.
b. Tahapan Kegiatan 2
Akuntabilitas
menyiapkan konsep dan
desain adalah bentuk
akuntabilitas individu di
mana ada pertanggung
jawaban dan tindak
lanjut dari gagasan
pembuatan buku
panduan dan lembar
check list verifikasi
berkas.
Nasionalisme
pembuatan konsep dan
desain buku panduan dan
check list verifikasi
kelengkapan berkas
adalah implementasi
nilai Pancasila, Sila
kelima yaitu berupaya
membantu orang lain
khususnya petugas
puldadis untuk lebih
memahami tugasnya
berkaitan dengan PTSL.
Komitmen Mutu
adanya perencanaan
dalam bentuk pembuatan
konsep dan desain yang
jelas merupakan
penerapan manajemen
mutu tepadu yang
bertujuan untuk
meningkatkan
pemahaman seluruh
pegawai yang terlibat
dalam puldadis PTSL
secara lebih efektif dan
efisien.
c. Tahapan Kegiatan 3
Akuntabilitas
merupakan bentuk
akuntabilitas kelompok
dan penerapan aspek
akuntabilitas sebagai
hubungan yang saling
bekerja sama antara
penulis dan atasan untuk
memperbaiki kinerja.
Nasionalisme konsultasi
merupakan implementasi
nilai Pancasila, Sila
keempat yaitu kemauan
untuk mendengar
masukan dan mengikuti
arahan dari atasan
perbaikan desain dan
konsep buku panduan
serta lembar check list
verifikasi berkas PTSL.
Etika Publik tercermin
dari penerapan prinsip
etika yaitu kebaikan
dalam berinteraksi
dengan tutur kata yang
sopan dan menerima
masukan yang
membangun dari atasan.
Komitmen Mutu
konsultasi merupakan
bentuk pengawasan dan
perbaikan dari atasan
mengenai buku panduan
dan lembar check list
yang akan dibuat.
Anti Korupsi dalam
sikap penulis yang
menerapkan nilai jujur,
tanggung jawab dan
transparan dalam
berkonsultasi dengan
atasan.
d. Tahapan Kegiatan 4
Akuntabilitas bentuk
pertanggungjawaban
penulis terhadap
kewajiban untuk
merealisasikan gagasan
dalam upaya mencapai
tujuan yang diharapkan
yaitu dengan mencetak
dan memperbanyak
buku panduan dan
lembar check list yang
telah dibuat.
Nasionalisme
penerapan nilai
Pancasila, Sila kelima
yaitu memperhatikan
kebutuhan rekan kerja
akan buku panduan dan
lembar check list
verifikasi untuk
membantu
meningkatkan
pengetahuan dan
pemahaman mengenai
PTSL.
Komitmen Mutu
pengadaan buku
pedoman dan lembar
check list verifikasi
berkas ditujukan untuk
menambah
pengetahuan dan
pemahaman petugas
mengenai PTSL dengan
lebih efektif dan efisien
serta bagian dari upaya
untuk meningkatkan
kinerja petugas.
Pelayanan Publik
melalui penyediaan
buku panduan dan
check list verifikasi,
maka dapat membantu
petugas puldadis untuk
meningkatkan kualitas
pelayanan kepada
masyarakat dalam
pelaksanaan PTSL.
2. Melakukan a. Melakukan konsultasi a. Berita Acara a.Tahapan Kegiatan 1 Terwujudnya a.Sapta Tertib:
sosialisasi dengan atasan terkait pelaksanaan Akuntabilitas konsultasi pengelolaan ruang dan Tertib
penggunaan pelaksanaan sosialisasi adalah bentuk pertanahan yang Kepegawaian
buku panduan sosialisasi. b.Absensi terpercaya dan berupa
akuntabilitas kelompok,
dan lembar b. Melakukan peserta berstandar dunia. peningkatan
check list koordinasi dengan sosialisasi yaitu hubungan antara pengetahuan,
verifikasi pegawai yang terlibat c. Dokumentasi penulis dan atasan untuk kemampuan dan
kelengkapan dalam puldadis dan membangun komunikasi keterampilan
berkas rekan kerja lainnya dan kerja sama mengenai dalam puldadis
permohonan terkait pelaksanaan rencana pelaksanaan program PTSL.
pendaftaran sosialisasi. sosialisasi.
tanah melalui c. Melakukan konsultasi Tertib Moral
Nasionalisme:
Program PTSL. dengan Kasubbag dengan
Tata Usaha mengenai implementasi nilai melaksanakan
tempat, waktu dan Pancasila, Sila keempat kode etik BPN
keperluan sosialisasi. yaitu kemauan untuk yang
d. Melaksanakan mendengar masukan dan berkepribadian
sosialisasi di Kantor mengikuti arahan dari adil, integritas dan
Pertanahan atasan untuk transparan.
Kabupaten Merangin.
melaksanakan sosialisasi
yang dapat membantu
meningkatkan b. Catur Tekad:
pengetahuan rekan kerja Mewujudkan
mengenai PTSL. sikap pegawai
Etika Publik tercermin yang jujur, adil,
dari penerapan prinsip transparan,
etika yaitu kebaikan akuntabel, tepat
waktu, cerdas,
dalam berinteraksi
kreatif dan senang
dengan tutur kata yang memudahkan.
sopan dan menerima
masukan yang
membangun dari atasan
Komitmen Mutu
konsultasi merupakan
bentuk komunikasi
dengan atasan yang
dapat membantu penulis
dalam mempersiapkan
kegiatan sosialisasi
sehingga berlangsung
dengan efektif dan
efisien.
b. Tahapan Kegiatan 2
Akuntabilitas
Koordinasi dengan
pegawai lain merupakan
bentuk akuntabilitas
kelompok yang
mengutamakan kerja
sama untuk
melaksanakan sosialisasi
Nasionalisme
Koordinasi
mencerminkan
penerapan nilai Pancasila
dengan menghormati hak
orang lain, mengajak
semua pegawai yang
terlibat dalam puldadis
untuk mengikuti
sosialisasi tanpa
memandang latar
belakang pribadinya,
serta membangun
budaya saling membantu
dan bertukar pikiran
mengenai pelaksanaan
sosialisasi.
Etika Publik tercermin
dari sikap menjalankan
tugas dengan
bertanggung jawab dan
tidak berpihak,
menciptakan lingkungan
non diskriminatif,
menjunjung standar etika
luhur serta menghargai
komunikasi, konsultasi
dan kerja sama.
Komitmen Mutu
koordinasi dimaksudkan
untuk mengajak semua
pegawai khususnya yang
terlibat dalam puldadis
agar mengikuti
sosialisasi sehingga upya
untuk meningkatkan
kompetensi pegawai
dapat dilaksanakan
dengan efektif dan
efisien.
c. Tahapan Kegiatan 3:
Akuntabilitas konsultasi
dengan pihak TU adalah
bentuk akuntabilitas
kelompok dan penerapan
akuntabilitas sebagai
hubungan untuk
menjalin komunikasi dan
kerja sama serta
memohon arahan dan
bantuan terkait
pelaksanaan sosialisasi.
Nasionalisme konsultasi
dengan pihak TU
mencerminkan nilai
Pancasila yaitu bekerja
sama dan saling
membantu demi
tercapainya tujuan.
Etika Publik tercermin
dari sikap untuk
menghargai komunikasi
dan konsultasi dengan
tutur kata dan sikap yang
sopan terhadap atasan
(dalam hal ini Kasubbag
TU) untuk membangun
kerja sama demi
pencapaian tujuan.
Komitmen Mutu
melakukan konsultasi
dengan pihak TU
dimaksudkan untuk
menjamin pelaksanaan
sosialisasi yang lebih
efektif dan efisien
berkaitan dengan tempat,
waktu dan kebutuhan
lain terkait dengan
pelaksanaan sosialisasi.
Anti Korupsi
berhubungan dengan
nilai transparansi dan
koordinasi penulis
dengan pihak TU
sebelum melaksanakan
sosialisasi, serta adanya
pertanggungjawaban
terkait penggunaan
fasilitas dari kantor
untuk pelaksanaan
sosialisasi.
d. Tahapan Kegiatan 4
Akuntabilitas
sosialisasi merupakan
bentuk dari akuntabilitas
organisasi. Menerapkan
nilai transparansi dan
tanggung jawab untuk
memberikan
pengetahuan dan
pemahaman pegawai
tentang prosedur dan
persyaratan PTSL yang
akan meningkatkan
kinerja pegawai dalam
puldadis Program PTSL.
Nasionalisme sosialisasi
merupakan salah satu
bentuk penerapan nilai
Pancasila Sila keempat,
yaitu musyawarah dan
kerja sama untuk
mencapai tujuan yang
diharapkan.
Etika Publik tercermin
dari pelaksanaan
sosialisasi yang
mengedepankan rasa
saling menghormati,
sopan santun,
menghargai komunikasi
dan saling bekerjasama.
Komitmen Mutu
sosialisasi merupakan
salah satu upaya untuk
meningkatkan
pengetahuan dan
pemahaman pegawai
sehingga dapat
memperbaiki kinerja
pegawai dalam proses
puldadis Program PTSL.
3. Membuat a. Menyiapkan konsep Laporan hasil a. Tahapan Kegiatan 1 Terwujudnya a.Sapta Tertib:
laporan hasil dan format laporan kegiatan Akuntabilitas konsep pengelolaan ruang dan Tertib Moral
kegiatan hasil kegiatan dan format laporan hasil pertanahan yang dengan
penyediaan buku b. Menyiapkan isi terpercaya dan melaksanakan
kegiatan memuat
panduan dan laporan hasil berstandar dunia. kode etik BPN
lembar check list kegiatan indikator yang yang
verifikasi c. Menyampaikan transparan dan dapat berkepribadian
kelengkapan laporan hasil dipertanggungjawabkan. adil, integritas dan
berkas kegiatan. Etika Publik mengacu transparan.
permohonan pada kode etik ASN
pendaftaran yaitu taat aturan, b. Tertib
tanah melalui Administrasi
tanggung jawab,
program PTSL. berupa pembuatan
berintegritas dan laporan hasil
mengutamakan kualitas kegiatan sebagai
laporan kegiatan. bahan evaluasi
dan monitoring.
Komitmen Mutu
penyiapan konsep dan
format laporan c. Catur Tekad:
dimaksudkan untuk Mewujudkan sikap
menjadi bahan evaluasi pegawai yang
untuk memperbaiki jujur, adil,
kinerja. transparan,
akuntabel, tepat
Anti Korupsi dilihat
waktu, cerdas,
dari penyiapan konsep kreatif dan senang
dan format dengan memudahkan.
indikator laporan yang
jelas, terukur, transparan
dan dapat dipertanggung
jawabkan.
b. Tahapan Kegiatan 2
Akuntabilitas laporan
hasil kegiatan didukung
dengan penyajian data,
hasil dan informasi yang
jujur dan dapat
dipertanggungjawabkan
Nasionalisme
Penerapan Sila keempat
dengan menyajikan data
hasil pelaksanaan
kegiatan yang jujur,
berintegritas, mengikuti
aturan, dan
bertanggungjawab.
Etika Publik isi dari
laporan mengacu pada
kode etik ASN yaitu
pelaporan yang jujur,
tanggung jawab, cermat,
dan tepat.
Komitmen Mutu isi
dari laporan mengacu
pada data yang dapat
digunakan untuk
mengukur capaian hasil
kegiatan dan bahan
evaluasi perbaikan
kinerja.
c. Tahapan Kegiatan 3
Akuntabilitas laporan
hasil kegiatan
merupakan bentuk
pertanggungjawaban dan
transparansi kepada
pimpinan.
Nasionalisme laporan
yang dibuat
mencerminkan
penerapan nilai Pancasila
yaitu pribadi yang jujur
dan berintegritas serta
mengikuti aturan yang
berlaku dalam organisasi
Etika Publik
pelaksanaan kode etik
ASN yaitu melaksanakan
kegiatan dengan jujur,
tanggung jawab,
berintegritas, cermat,
disiplin dan taat pada
aturan.
Komitmen Mutu
pelaporan kegiatan dapat
digunakan sebagai bahan
evaluasi sekaligus acuan
untuk mengambil
kebijakan terkait upaya
meningkatkan
pengetahuan pegawai
dan progress puldadis
PTSL
Anti Korupsi tercermin
dengan adanya pelaporan
kegiatan yang
transparan, jujur dan
dapat di
pertanggungjawabkan
JADWAL KEGIATAN

Waktu
No Kegiatan
Mei 2019 Juni 2019 Juli 2019
27 28 29 1 2-9 10 11 12 13 14 17 18 19 20 21 24 25 26 27 28 1 2 3 4 5
1. Membuat buku

Hari Lahir Pancasila

Cuti bersama & Libur Idul Fitri


panduan dan lembar
check list verifikasi
kelengkapan berkas
permohonan
pendaftaran tanah
melalui Program PTSL.
2. Melakukan sosialisasi
penggunaan buku
panduan dan lembar
check list verifikasi
kelengkapan berkas
permohonan
pendaftaran tanah
melalui Program PTSL.
3. Membuat laporan hasil
kegiatan penyediaan
buku panduan dan
lembar check list
verifikasi kelengkapan
berkas permohonan
pendaftaran tanah
melalui program PTSL.