0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan3 halaman

Krepekan MPK

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan proyek konstruksi bangunan yang baik, meliputi pekerjaan pendahuluan seperti perizinan dan perencanaan, persiapan lapangan, pembangunan infrastruktur sementara, pekerjaan struktur seperti fondasi dan kolom, serta pekerjaan arsitektural seperti dinding. Pekerjaan dilaksanakan dengan tahapan yang terencana dan mengutamakan kualitas melalui kontrol mutu berk

Diunggah oleh

Renaldy Azhar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan3 halaman

Krepekan MPK

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan proyek konstruksi bangunan yang baik, meliputi pekerjaan pendahuluan seperti perizinan dan perencanaan, persiapan lapangan, pembangunan infrastruktur sementara, pekerjaan struktur seperti fondasi dan kolom, serta pekerjaan arsitektural seperti dinding. Pekerjaan dilaksanakan dengan tahapan yang terencana dan mengutamakan kualitas melalui kontrol mutu berk

Diunggah oleh

Renaldy Azhar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Nurhamida Setiya Dina Setempat.

Setempat. Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih dahulu sesuai dengan shop drawing. Setelah
itu barulah campuran beton dituangkan, campuran beton yg digunakan sama dengan campuran
Metode pelaksanaan yg baik dan tepat sesuai rencana kerja(bestek) yaitu: I. PEKERJAAN beton Pondasi yaitu mutu beton K-300. Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan
PENDAHULUAN merupakan pekerjaan persiapan awal yg dibutuhkan dalam pelaksanaan job mix design dan nilai slump tesnya sesuai dengan spesifikasi teknis. Dalam pelaksanaan
proyek. Sebelumnya segala izin yg dibutuhkan sudah diurus, time schedule telah dibuat, dan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas. 7. PEKERJAAN COR BETON KOLOM
kontraktor telah memiliki Shop Drawing. Pekerjaan pendahuluan dalam proyek meliputi : 1. Proses pelaksanaan pekerjaan:-Pekerjaan Pembesian. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat
Pekerjaan Mobilisasi & Demobilisasi. Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/mendatangkan fabrikasi. Besi yg digunakan yaitu besi Ø19 sebagai tulangan utama dan besi Ø10 sebagai
peralatan, personil, dan perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, & sengkang (begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan shop drawing.-Pembuatan
mengembalikan pada keadaan yg diinginkan sesuai dengan gambar kerja. Dalam Pelaksanaan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi
Proyek ini Mobilisasi & Demobilisasi Peralatan yg dilakukan terdiri dari: Excavator 80 – 140 Hp, skur2 penahan agar tidak mudah roboh.-Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yg
Generator set, Water Tanker, Dump truck 3 -4 m3, Water tanker, Concrete Mixer, Stamper. dilakukan, yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol kualitas
Personil terdiri dari: Kepala Proyek, Site Manager, Quality Control, Koordinator HSE (K3), terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan penempatatan pembesian, jarak antar tulangan,
Logistik, Surveyor, Operator-operator alat berat,Tenaga harian. Demobilisasi Pekerjaan ini panjang penjangkaran, ketebalan beton decking (Beton tahu), ukuran baja tulangan yang
merupakan pekerjaan pengembalian & pemindahan peralatan yang telah dipergunakan. Dan digunakan, posisi penempatan water stop. Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat
mengembalikan kondisi lapangan yg telah digunakan sebgai tempat penyimpanan alat, barak pengecoran. Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari Concrete mixer Truck diambil
pekerja, gudang, dan lain sebaginya kembali ke kondisi awal. 2. Pekerjaan Pengukuran dan sampelnya. Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan.-
Pembersihan Lapangan Pembersihan dilakukan dengan menggunakan bantuan alat berat Kegiatan pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh-Kegiatan Curing (perawatan)
excavator. Seiring pembersihan lokasi dibuat papan nama proyek, papan nama proyek ini dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan
dipasang pada tempat yg mudah dilihat dengan mencantumkan datadata proyek antara lain nama dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah. 8. PEKERJAAN COR BETON BALOK &
proyek, pekerjaan, lokasi, nilai proyek, waktu pelaksanaan, pengawas pelaksana proyek, dll. RING BALOK Pelaksanaan pekerjaan ini sama dengan pelaksanaan pekerjaan kolom, hanya saja
Setelah pekerjaan pembersihan lapangan selesai dilakukan maka pengukuran lokasi, bertujuan dalam pengerjaan bekisting perlu adanya tambahan kayu dolken/ubar. Kayu ini berfungsi sebagai
untuk menentukan letak bangunan, elevasi dan titik ikat (Bench Mark). Dalam pengukuran steger/penopang dari bekisting agar bekisting tetap pada tempatnya (tidak terjadi lendutan). Kayu
digunakan alat Theodolit dan rambu ukur. Titik2 yg menjadi acuan ditandai dengan menggunakan steger tersebut ditegakkan dengan jarak sekitar 40 cm. Pelaksanaan pengecoran balok/ring balok,
patok. Patok terbuat dari kayu bulat dengan panjang ± 1m yang ditancapkan kedalam tanah. 3. biasanya seiringan dengan pelaksanaan Pelat lantai. Dalam proyek ini tulangan yg digunakan
Pekerjaan Pemasangan Bouplank dilakukan seiring/setelah pekerjaan pengukuran dilakukan. yaitu besi Ø16 & Ø13 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang (begel) 9.
Bowplank terbuat dari papan yg bagian atasnya dipakukan pada patok kayu persegi 5/7 cm yg PEKERJAAN COR BETON PLAT LANTAI Proses pelaksanaan pekerjaan:-Pekerjaan
tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan ketinggian papan bouwplank secara rata Pengukuran dan Bekisting.Pemasangan bekisting pelat lantai didahului dengan pengukuran posisi
bagian atasnya dari papan bowplank harus di waterpass (horizontal dan siku), sedangkan untuk balok. Pengukuran dilakukan dengan cara memberi tanda as bangunan pada kolom lantai bawah
mengukur dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran. Setiap titik pengukuran ditandai yg tadinya ada pada lantai bawah. Pengukuran ini ditujukan untuk mengantisipasi kesalahan pada
dengan paku dan dicat dengan cat merah & ditulis ukuran pada papan bouwplank agar mudah di posisi balok. Dari hasil pengukuran tersebut maka bekisting balok dan pelat dapat difabrikasi pada
cek kembali. Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 m dari As sekeliling posisi yang benar diatas perancah yang telah disiapkan. Pengaturan level balok dan pelat dapat
bangunan dan dipakukan pada patok – patok yg terlebih dahulu ditancapkan kedalam tanah. 4. dilakukan dengan mengatur ketinggian perancah (Scafolding). Proses pemasangan bekisting ini
Pembuatan Direksi Keet terdiri dari Kantor ukuran 5x10m, Ruang rapat Ukuran 4x4m, gudang dibantu oleh surveyor untuk mengontrol level balok dan pelat.-Pekerjaan Pembesian.Fabrikasi
ukuran 6 x 10m, barak pekerja ukuran 3x10m (2 Lantai), rumah genset, serta Toilet. Barak kerja pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah bekisting siap, besi tulangan yg telah siap
dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga kerja selama proyek berlansung. Gudang dipasang dan dirangkai dilokasi. Pembesian balok dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti
penyimpanan bahan dibuat untuk tempat bahan material yang sifatnya untuk menjaga keselamatan dengan pembesian pelat lantai. Panjang penjangkaran dipasang 30xD Tulangan Utama.-Leveling
dari bahan tersebut. Untuk Gudang penyimpanan semen, tempatnya harus baik sehingga Pengecoran pelat lantai. Agar pengecoran pelat lantai mencapai level yg benar dan tidak terjadi
terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yg merusak. Lantai penyimpanan harus kuat perbedaan tinggi finishing cor, maka perlu dibuat alat bantu leveling pengecoran. Leveling
dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah. 5. Pembuatan Jalan Kerja Proyek dilakukan pengecoran dibuat dari besi siku L.50.50.5 yg ditumpukan pada beberapa titik besi beton. Besi
untuk mempermudah aksesibiltas kendaraan yang masuk ke dalam lokasi proyek. Pekerjaan ini beton ini ditancapkan hingga posisi besi siku tidak lagi bergeser. Penempatan besi siku diukur
dilakukan beriringan dengan pekerjaan Direksi Keet. Selain Pekerjaan diatas, setiap orang yang dengan waterpass dan diukur pada level sesuai gambar desain.-Pekerjaan Kontrol Kualitas, yg
berada di dalam lokasi proyek harus selalu mematuhi peraturan K3. II. PEKERJAAN dilakukan sama dengan kontrol kualitas yg dilakukan pada pekerjaan kolom.-Pengecoran beton
STUKTUR 1. PEKERJAAN GALIAN TANAH PONDASI Setelah pekerjaan Pendahuluan dan Pengecoran dilakukan dengan Ready Mix truck yg dibantu dengan penggunaan Concrete Pump.
pekerjaan pemancangan selesai, yg dilakukan selanjutnya yaitu pekerjaan galian tanah pondasi. Dalam hal ini pengecoran dilakukan secara sekaligus balok dan pelat seluruh lantai. Untuk
Galian tanah pondasi diperlukan untuk perletakan pondasi plat. Bidang horizontal galian tanah mempercepat proses pengecoran dipakai Concrete Pump. Pengecoran dibantu dengan alat vibrator
harus mempunyai jarak yg lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk memungkinkan untuk meratakan dan memadatkan campuran. Selanjutnya finishing lantai cor ini adalah rata
pemasangannya, penopangan dll. Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yg telah ditentukan oleh namun dibiarkan kasar karena selanjutnya akan dilakukan pekerjaan lantai.-Pekerjaan curing
pengawas, karena tanah tersebut akan dipakai kembali. 2. PEKERJAAN LANTAI KERJA sama halnya dengan pekerjaan kolom, dilakukan sehari setelah dilakukan pengecoran. III.
Setelah tanah digali dan diberikan urugan pasir, selanjutnya dibuat lantai kerja dengan campuran PEKERJAAN ARSITEKTURAL 1. PEKERJAAN DINDING Setelah pekerjaan struktur lantai
beton 1Pc:3Ps:5Kr. Sebelum campuran beton diletakkan, dasar tanah diratakan terlebih dahulu. 1 selesai, maka pekerjaan dinding dapat segera dimulai. Sebelum dinding dipasang, batu bata yg
Tebal dari lantai kerja ini sekitar 5 cm, setelah lantai kerja mengeras barulah diatasnya diletakkan digunakan terlebih dahulu di rendam di dalam air sebentar. Proses Pengerjaan dinding bata :-
pondasi Plat Setempat. 3. PEKERJAAN URUGAN PASIR Permukaan tanah yg sudah digali Adukan spesi terlebih dahulu diaduk, sesuai dengan campuran yg terdapat pada gambar kerja dan
diatasnya diberikan pasir urug, kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan spesifikasi teknis.-Dilakukan pengukuran terhadap posisi yg akan dipasangi bata.-Dibuat kepala
pasir ini berfungsi untuk menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan pada sisi sebelah kiri dan kanan kemudian ditarik benang.-Bata yg akan dipasang , harus siku dan
Pasir dipadatkan perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yg sesuai dengan gambar kerja ditegak luruskan oleh surveyor.-Sebelum dipasang batu bata dibasahi terlebih dahulu kemudian
dan spesifikasi teknis yg ada yaitu sekitar 7 cm. 4. PEKERJAAN URUGAN TANAH Pekerjaan baru dipasang.-Batu bata disatukan dengan menggunakan spesi yg sudah disiapkan.-Terakhir
urugan tanah dilakukan setelah pondasi selesai dan telah mengeras. Tanah hasil galian dilakukan penguukuran dengan menggunakan waterpass. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah
dikembalikan lagi,& digunakan untuk menimbun pondasi. Tanah tersebut dipadatkan lapis demi batu bata yang dipasang telah lurus. Adapun peralatan yg digunakan yaitu waterpass, skrop,
lapis baik dengan cara manual / menggunakan alat stamper. Selain itu urugan tanah jg dilakukan ember, benang, sipatan, pacul, dan cetok. 2. PEKERJAAN PLESTERAN dilakukan setelah
pada permukaan lantai. Bagian lantai yg perlu ditinggikan di urug dengan tanah urug. Tanah pekerjaan dinding dilakukan/dapat jg dilakukan sehari setelah dinding dipasang. Proses
dihamparkan kemudian dipadatkan lapis demi lapis hingga didapatkan kepadatan& ketebalan pelaksanaan pekerjaan plesteran:-Pasir pasang yang akan digunakan terlebih dahulu diayak. Hal
yang sesuai dengan spesifikasi teknis. 5. PEKERJAAN PONDASI ada 2 buah jenis pondasi yang ini untuk menghilangkan sampah2 yg ada pada pasir.-Kemudian spesi diaduk sesuai dengan
digunakan yaitu pondasi tiang pancang & Pondasi Plat Setempat. Pondasi Plat Setempat dipakai kebutuhan spesi yg diperlukan.-Pasangan dinding bata terlebih dahulu disiram air.-Dibuat kepala
pada bangunan Pos Jaga, Pagar dan Bangunan Utama, sedangkan Pondasi Tiang Pancang plesteran pada beberapa bagian.- Permukaan dinding diplesteer kemudian diratakan dengan
Digunakan pada Gudang, bangunan Utama& Pagar Luar. Pelaksanaan Pekerjaan Tiang Pancang: sipatan.-Setelah proses plesteran selesai dilakukan baru lah dap dilakukan proses pengacian
a. Pondasi Tiang Pancang Tiang Pancang yg digunakan yaitu Tiang Pancang Beton dengan ukuran dengan menggunakan campuran semen dan air.-Apabila sudah kering digosok menggunakan
35x35 cm dan panjang sekitar 30 m. Tiang Pancang ini merupakan barang pabrikan. Sekitar 1 kertas bekas sak semen hingga halus. Peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini sama dengan
minggu sebelum kegiatan pemancangan dilakukan, tiang pancang telah dipesan. Pelaksanaan peralatan yang digunakan pada pekerjaan dinding. 3. PEKERJAAN LANTAI yang dilakukan
pemancangan:-Melakukan pengukuran kembali dengan theodolit untuk mendapatkan titik2 yang dalam proyek ini meliputi pekerjaan cor lantai, pekerjaan Plint Keramik, Pekerjaan Pemasangan
akan dipancang.-Selanjutnya diatur posisi/ kedudukan dari crane.- Setelah itu dilakukan keramik lantai, pekerjaan pemasangan keramik dinding kamar mandi, dan pekerjaan keramik
penyetelan tiang pancang agar tepat pada posisinya (Centre Line). - Tiang pancang dipukul Homogenius. Proses pelaksanaan Pekerjaan Lantai: -Mula2 permukaan tanah disiangi hingga
dengan menggunakan hammer. Jika tiang pancang tersebut telah hampir tertancap seluruhnya jenuh.-Kemudian campuran beton lantai diletakkan diatas permukaan tanah. Campuran beton
namun setelah dilakukan tes calendering (PDA Test) masih belum mencapai tanah keras, maka yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis yg ada.-Cek kembali elevasi dari dasar lantai
tiang pancang disambung dengan menggunakan las.- Kegiatan pemancangan dapat dihentikan bersma dengan konsultan pengawas. Setelah beton mengeras barulah dapat dipasang keramik.-
jika hasil tes calendering (PDA Test) telah menunjukkan nilai yg diinginkan/ telah mencapai tanah Menentukan siku dari ruang yg akan dipasang keramik.-Sebelum dipasang keramik
keras. Untuk mengetahui tiang pancang telah mencapai tanah keras yaitu jika dipukul hammer disiram/direndam di dalam air terlebih dahulu.-Bersihkan permukaan lantai dari semua kotoran
(alat pemukul) akan membalik. -Sisa tiang pancang yg muncul di permukaan tanah dipotong dan dan sampah organiik lainnya.-Kemudian spesi diaduk sesuai dengan kebutuhan.-Pasang titik
dibobok dengan menggunakan alat potong, kemudian besi dari tiang pancang yg muncul patok di sisi kiri dan kanannya, sebagai acuan tinggi dari keramik.-Letakkan spesi adukan diatas
disambungkan ke balok Sloof dan Kolom. b. Pondasi Plat Setempat Pondasi Plat Setempat terbuat lantai cor beton, kemudian ratakan.-Setelah itu, letakkan keramik diatasnya, dan dipadatkan
dengan mutu beton K-300. Hal pertama dilakukan yaitu merakit tulangan & bekisting pondasi dengan cara sedikit memukul keramik agar tepat menempel. 4. PEKERJAAN KUSEN PINTU
sesuai dengan gambar kerja. Perakitan dan pembuatan mal ini dapat dilakukan bersamaan dengan DAN JENDELA dapat dilakukan bersamaan dengan pemasangan bata/untuk kusen aluminium
pengalian tanah pondasi. Setelah itu bekisting diletakkan diatas lantai kerja dan besi tulangan dilakukan setelah balok gantung dan dinding terpasang. Sedangkan untuk pemasangan pintu dan
dimasukkan ke dalam bekisting. Sebelum besi tulangan diletakkan di dalam bekisting, diatas jendela dapat dilakukan kemudian /ketika pekerjaan lantai selesai dilakukan namun tetap
lantai kerja di berikan beton tahu kira2 berukuran 2x2x2 cm dengan mutu beton yang sama. Beton memperhatikan gambar detail yg ada pada shop drawing. Bersamaan dengan pemasangan pintu
tahu ini berfungsi agar kedudukan tulangan pas berada di tengah dan memberikan ruang untuk dan jendela, dipasang juga aksesoris dari pintu dan jendela seperti, kunci tanam, handle jendela,
selimut beton yg cukup. Jika tulangan dan bekisting telah dipasang maka campuran beton dapat handle pintu dsb. 5. PEKERJAAN PLAFOND Plafond yang digunakan ada 2 jenis plafond
dituang. Ketinggian curahan harus diperhatikan agar seluruh rongga dapat tertutupi oleh material. gypsum dan plafond beton ekspose. Plafond gypsum digunakan pada bangunan Pos jaga, Gedung
Bahan2 yg digunakan dalam campuran beton harus sesuai dengan job mix design yg ada. Bebas kantor, dan storage,menggunakan rangka besi hollow. Plafond beton ekspose digunakan pada
dari material organik, debu dan telah mendapat persetujuan dari pengawas. 6. PEKERJAAN COR bangunan Mekanikal & Elektrikal. Cara pelaksanaan Plafond Gypsum:-Rangka hollow dipasang
BALOK SLOOF Pengecoran balok sloof dilakukan setelah pondasi plat setempat dan pile cap terlebih dahulu sesuai dengan gambar kerja (Shop Drawing). Biasanya pemasangan rangka
selesai dilakukan. Pada dasarnya pelaksanaan balok sloof sama dengan pelaksanaan Pondasi Plat plafond ini beriringan dengan pemasangan rangka atap baja ringan.-Memperhatikan ruangan, dan
mencari sisi dari ruang yg siku terlebih dahulu.-Pasang alat bantu (Scafolding), jika bisa sehingga tercipta suasana motivasi 6. Tercipta organisasi secara team.b.industri jasa konstruksi
scafolding yg digunakan memiliki roda supaya tidak merusak keramik.-Kemudian pasang papan Lingkup kerja jasa industri ada 2 bidang industri yaitu :- Bidang Industri Konstruksi : Produk
gypsum sesuai dengan gambar kerja.-Pemasangan diatur pertemuan antar papan pertigaan. yang dihasilkan dipergunakan . dimanfaatkan ditempat ia dibuat. - Bidang Industri Manufacturing
Sedangkan untuk plafond beton ekspose, dilakukan oleh orang yang mengerti akan pekerjaan : Produk dibuat disuatu tempat tertentu (pabrik) dan kemudian diangkut/dibawa ketempat dimana
tersebut. Pekerjaan ini bertujuan mempercantik tampilan dari beton , dengan menggunakan bahan ia diperlukan/digunakan.Lingkup kerja jasa konstruksi secara garis besar:-Bangunan Gedung
semen portlang dan pasir pasang. 6. PEKERJAAN PENGECATAN Pada permukaan dinding luar :Perkantoran, Rumah Sakit, Perhotelan, Pabrik, Apartemen, Work Shop, Plaza /Mall.-Prasarana
dan dalam, gypsum dilakukan pekerjaan pengecatan dengan cat air dengan terlebih dahulu dan Transportasi :Jalan, Jembatan, Landasan Terbang, Dermaga. -Pengairan :Saluran
membersihkan permukaan dari kotoran, dinding2 diratakan/dihaluskan dengan plamir, sebelum Irigasi,Bendungan c.lingkup kegiatan pelaksanaan pembangunan suatu proyek terdiri:- tahap 1:
dicat dengan cat air dilakukan pengecatan dengan cat dasar. Untuk bahan2 dari kayu seperti : Preliminary Engineering Studies, untuk merumuskan Studi Kelayakan dan Scop Proyek yg dapat
piri2, lisplank, Kozen kayu dan Pintu panel dilakukan pengecatan dengan cat minyak, sebelum diukur terhadap kebutuhan umum atau keuntungan-keuntungan tertentu.- tahap ke2: Engineering
dicat permukaan bahan2 tersebut dibersihkan terlebih dahulu lalu diberi alkali kemudian dicat Design, mempersiapkan Gambar2 Rencana dan Rencana Kerja dan Syaratnya .- tahap ke3:
dengan cat dasar untuk kemudian baru di cat dengan cat minyak. Untuk bahan2 dari Besi seperti Construction, Permulaan pelaksanaan dan kelanjutan sampai selesainya pelaksanaan pekerjaan
: railing tangga, penutup besi, pagar, dsb. Sebelum dicat permukaan bahan2 tersebut dibersihkan konstruksi bangunan itu. d.dalam industri konstruksi ada 3 bidang konstruksi:1. BUILDING
terlebih dahulu lalu diberi minayk cat kemudian dicat dengan cat dasar untuk kemudian baru di CONSTRUCTION Pelaksanaan pekerjaan Gedung dan perumahan2. INDUSTRIAL PROJECT
cat dengan cat minyak. 7. PEKERJAAN SANITAIR Pekerjaan sanitair yg dilakukan meliputi Pelaksanaan pekerjaan Pabrik dan PlantEquipment.3. CIVILENGINEERING WORKS
pekerjaan pemasangan pipa air bersih dan air kotor, pipa buangan air hujan, pemasangan kran air, Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaanTeknik Sipil seperti Jalan, Jembatan, Bendungan, Pelabuhan,
Floor Drain, Kloset, dsb Pemasangan ini berdasarkan persetujuan pemilik dan dilihat oleh Reklamasi, Irigasi dan lain sebagainya.e. sumber daya pembangunan konstruksi Komponen
konsultan pengawas. IV. PEKERJAAN ELEKTRIKAL & MEKANIKAL-Sebelum pekerjaan sumber daya pembangunan dalam industri/proyek konstruksi ada 5 komponen:Tenaga kerja
elektrikal dilaksanakan, perlu ditunjukkan contoh2 material, tipe dan juga merek yang akan (Man), Bahan/Material (Materials),Peralatan (Mechines),Metode/Pengelolaan
digunakan untuk mendapatkan persetujuan.-Pengadaan material untuk pekerjaan elektrikal (Methods),Dana/Uang (Moneys)dalam bahasa ekonomi sumber daya/faktor terdiri: 1. Tenaga
disimpan di sekitar lokasi terdekat dengan area pekerjaan dan melindungi diri dari kemungkinan Kerja (Man) 2. Bahan/Material (Materials) 3. Peralatan (Mechines)dalam indrutri monstruksi
kerusakan material menyebabkan benturan perangkat keras, sedangkan material lain disimpan di sumberdaya/ faktor trdiri: 1. Tenaga Kerja (Man) 2. Bahan/Material (Materials) 3. Peralatan
gudang tertutup.-Teknis pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan gambar desain, RKS dan (Mechines) 4. Metode/Sistim (Methods) 5. Dana/Uang (Moneys) METODE KONSTRUKSI
spesifikasi teknis pekerjaan elektrikal dan mekanikal.-Pelaksanaan pekerjaan elektrikal dan Merupakan salah satu komponen sumber daya dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan
mekanikal sesuai dengan perencanaan dan membutuhkan kontrol yg lebih lanjut, sehingga konstruksi. Merupakan alat/sistem transformasi dari gambargambar rencana dan RKSnya
dikerjakan oleh orang yang berkompeten di bidangnya.-Untuk pekerjaan instalasi listrik, telepon, menjadi wujud fisik bangunan. Merupakan salah satu faktor yang penting dalam pengelolaan
ducting, dan fire alarm dilakukan sebelum plesteran dan dinding dan pemasangan plafond.- pelaksanaan pekerjaan pembangunan dalam Manajemen Proyek.III. JENIS PELAKSANAAN
Instalasi Stop Kontak dan Saklar2 dipasang pada dinding dengan rapi sesuai penempatannya pada PEKERJAAN DALAM PEKERJAAN KONSTRUKSI A.golongan pekerjaan industri
gambar2 rencana, setelah semua instalasi titik api dan instalasi stop kontak dan saklar terpasang konstruksi mnurut jenis plaksanaan pkerjaan dibagi 3 gol:1. TYPICALCONSTRUCTION
barulah diberi lampu2 sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar2 rencana. V. PEKERJAAN WORKS Yaitu pekerjaan2 yang lazimnya terdapat pada setiap pekerjaan konstruksi (Construction
ATAP pemakaian rangka atap yang terdiri dari baja Ringan yang dikerjakan setelah pekerjaan Works).2. HEAVY CONSTRUCTION WORKS Yaitu pelaksanaan pekerjaan2 yang
cor balok dan kolom2 selesai dikerjakan, rangka atap dipasang sedemikian rupa sehingga kokoh mempergunakan banyak Alat2 Berat.3. MARINE WORKS Yaitu pekerjaan2 yg dilaksanakan
dan rapi, agar atap penutupnya dapat dipasang dengan baik dan sempurna, dimensi rangka baja diatas/dibawah permukaan air, terutama proyek2 pelabuhan.B. KATEGORI PEKERJAAN2 YG
dan penempatannya disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana. Atap penutup TERDAPAT DALAM GOLONGAN YAITU : 1. Typical Construction Works : - Sumur Kerja
terdiri dari atap genteng metal zincalume tebal 0,35 mm dan atap spandek, setelah itu dipasang (Bouwfort),Ruang Kerja Sub-Structure(Basement),Galian Pondasi,Pondasi2 ,Cofferdams 2.
juga nok atas genteng dengan bahan yg sama dengan atap penutup, kemudian talang jurai dari Heavy Construction Works : Jalan dan Jembatan,Gedung2,Land Clearing, Pabrik2,Irigasi dan
genteng metal juga dipasang, ukuran dimensi disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar Bendungan,Lapangan Terbang. 3. Marine works: - Pelabuhan - Pengerukan - Reklamasi Pantai -
rencana. Pada proyek ini juga digunakan canopy atap grill aluminium dan canopy kaca mika, Bendungan Penahan Gelombang. IV.PENGENALAN DAN PERKEMBANGAN METODE
dimana pemasangan material tersebut dilakukan oleh orang yang berpengalaman dalam KONSTRUKSI A.pengenalan metode konstruksi Aspek teknologi sangat berperan dalam
mengerjakannya. VI. PEKERJAAN SARANA LUAR BANGUNAN yang dilakukan meliputi suatu proyek konstruksi. Umumnya aplikasi teknologi ini banyak diterapkan dalam metode2
pekerjaan taman, pembuatan jalan lingkungan, pembuatan saluran drainase lingkungan kantor, pelaksanaan pekerjaan konstrukski. Penggunaan metode yg tepat membantu dalam
pembuatan pagar keliling. Pekerjaan ini dibagi ke beberapa kelompok:Pekerjaan Saluran Drainase penyelesaian pekerjaan proyek konstruksi.sehingga target waktu, biaya dan mutu sebagaimana
terbuat dari beton berbentuk U. Pada awalnya tanah digali dengan kedalam yang sesuai ditetapkan dapat tercapai. Penerapan metode pelaksanaan konstruksi yang sesuai kondisi
spesifikasi. Kemudian diberikan urugan pasir dan dipadatkan setiap lapisnya. Lantai kerja lapangan akan sangat membantu dalam penyelesaian proyek konstruksi
diletakkan diatas urugan pasir dengan mutu beton K-175. Saluran beton U ditch diletakkan diatas bersangkutan. Penerapan metode pelaksanaan konstruksi selain terkait erat sekali dengan
lantai kerja, jika panjang saluran tidak cukup maka disambung dengan mengunakan campuran kondisi lapangan, juga tergantung jenis pekerjaan. perlu dikuasai pengetahuan tentang
semen dan pasir. Bagian atas saluran diberikan Grill penutup dari besi untuk mengurangi resiko MetodeMetode Dasar bagi pelaksanaan suatu konstruksi. Dengan mempergunakan dasar2
orang/sesuatu jatuh ke dalamnya.Pembuatan Jalan Lingkungan Ada 3 jenis perkerasan yg teknik dan anlisa didalam kegiatan2 konstruksi akan didapat suatu metode pelaksanaan yang tepat
digunakan untuk pembuatan jalan disekitar lingkungan kantor yaitu Perkerasan jalan lentur, dengan sasaran peningkatan kualitas dan biaya yang rendah. Sedangkan untuk memperoleh
perkerasan beton, dan perkerasan dengan menggunakan conblok. Dalam pelaksanaannya pada suatu metode pelaksanaan konstruksi yang efisien dan efektip serta competitive perlu dimiliki
mulanya tanah diratakan dan dipadatkan. Jika belum didapatkan kepadatan tanah yang diinginkan perkembangan dalam bidang teknologi dari bidang konstruksi. Kesimpulannya setiap konstruksi
maka tanah urug didatangkan dari luar dan kembali diratakan, dipadatkan dan mulai dibentuk harus terlebih dulu dibuat suatu perencanaan pelaksanaan konstruksi yang pada garis besarnya
permukaan badan jalan. Untuk perkerasan lentur setelah tanah dipadatkan, material base lalu terdiri :- metode pelaksanaan konstruksi termasuk seleksi peralatan.-skedul konstruksi.-
dihamparkan dan dipadatkan sampai didapatkan kepadatan dan ketebalan yg sesuai spesifikasi. persyaratan terhadap sumber daya.-job layout lokasi pekerjaanB. Perkembangan mpk Sejalan
Pasir urug didatangkan dan dipadatkan diatas lapisan permukaan base. Setelah padat permukaan dengan perkembangan akan teknologi dan ilmu pengetahuan di negara berkembang, semakin
lapisan tersebut disiram dengan campuran aspal dan kerosin dengan perbandingan 70:30 (Tack dirasakan bahwa teknik2 konstruksi semakin kompleks serta kesulitan dalam me-menage jenis2
Coat). Campuran hotmix pun dapat langsung dihamparkan diatas permukaan badan jalan yg sudah pekerjaan yg semakin kompleks untuk memenuhi tuntutan-tuntutan struktural maupun teknis
diberi lapisan tack Coat kemudian dipadatkan. Dalam pekerjaan ini Penghamparan material pelaksanaannya. Dengan perkembangan pada saat ini, dimana kegiatan2 pelaksanaan pekerjaan
menggunakan alat Motor Grader, penghamparan aspal menggunakan asphalt sprayer, pemadatan proyek konstruksi terpecah (terbagi-bagi) dalam berbagai spesialisasi dan fungsi keteknikan
material menggunakan alat tandem roller. Untuk perkerasan beton, setelah tanah termasuk didalamnya antara lain dalam aspek : struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal dan
diratakan,dipadatkan dan dibentuk sesuai spesifikasi bekisting beton dapat langsung dipasang, interior yg pembangunannya diikut sertakan kontraktor khusus/ subkontraktor, kontraktor utama,
tulangan yg sudah difabrikasi diletakkan ke dalam bekisting. Sebelum tulangan diletakkan kontraktor utama bergerak sbg koordinator/supervisivseluruh kegiatan. Perkembangan metode
permukaan tanah diberikan beton tahu (Beton Decking) untuk menjaga posisi tulangan tepat di pelaksanaan konstruksi yang ada di Barat tidak begitu saja dapat diterapkan di Indonesia, hal ini
tengah dan memperoleh tebal selimut beton yg sesuai dengan spesifikasi. Setelah bekisting dan disebab kan karena kondisi di Indonesia mempunyai karakteristik2 tertentu. Maka untuk
tulangan terpasang, campuran beton dapat dituangkan, dan dipadatkan menggunakan vibrator. memilih suatu sistim yang paling tepat, masih diperlukan studi yang lebih mendalam disertai
Sehari setelah beton mengeras perlu dilakukan perawatan terhadap beton dengan cara ditutupi dengan perbandingan dalam banyak hal disesuaikan kondisi di Indonesia. Seorang Pelaksana
dengan goni basah/atau disirami air. Untuk Perkerasan dengan Conblok, setelah tanah dipadatkan, Fisik (Kontraktor) yang tidak memiliki informasi2dan pengetahuan terbaru perihal teknologi
conblok disusun dengan rapi diatas permukaan tanah. Penyusunan harus memperhatikan sudut2 konstruksi dan metode2 terbaru akan mengalami bahwa competitor2nya dapat underbidding
dari pertemuan conblok, agar saling bertemu. Urugan pasir diletakkan diatas conblok, kemudian terhadap2nya. Merupakan tantangan bagi para teknisi di Indonesia untuk mengikuti
diratakan sehingga mengisi setiap bagian yang kosong dari pertemuan sisi2 conblok. Pembuatan kemajuankemajuan yang telah dicapai dinegaranegara yang telah lebih dulu berkembang. Dari hal
Pagar Keliling menggunakan pondasi strauss pile dan plat setempat. Dimulai dari pembuatan tersebut diatas telah menunjukan bahwa pada dasarnya perkembangan2 metode baru pada dewasa
pondasi, dilanjutkan dengan pembuatan balok sloof dan kolom serta balok. Setelah struktur ini dapat diterima dengan baik, bahkan makin terasa kebutuhan sejalan dengan perencanaan
selesai, maka pekerjaan dinding pagar dapat dilakukan Pembuatan Taman (Land Scape) meliputi proyek2 besar. V. GAMBARAN UMUM PROSES KONSTRUKSI A.lingkup kegiatan proses
pembuatan landscape pada median jalan dan taman di sekitar lingkungan gedung kantor. konstruksi Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam proses konstruksi (pembangunan) yang
Penanaman pohon, Pada bagian tengah jalan dipasang kansten dan dibuat penghijauan untuk lebih populer diistilahkan dalam Manajemen Proyek dengan sebutan“ S I D C O M “ yang terdiri
mengisinya. Dihiasi dengan tanaman2 kecil dan beberapa pohon.VII. SERAH TERIMA dari :> SI = SURVEY AND INVESTIGATION Yang merupakan kegiatankegiatan yang
PERTAMA DAN MASA PEMELIHARAAN Setelah pekerjaan selesai (100%) akan diajukan dilakukan dilapangan berupa kegiatan :-SURVEY -OBSERVASI -INVESTIGASI -
permohonan untuk diadakan pemeriksaan terhadap pekerjaan, setelah dinyatakan pekerjaan yg PENGUKURAN -DAN LAIN-LAIN> D = DESIGN Yang merupakan kegiatan kegiatan
dilakukan bagus dan cukup akan dilakukan permohonan serah terima pertama (I). Setelah Perencanaan Teknik dokumen proyek yang berupa seperti :-GAMBAR RENCANA DENGAN
diadakan serah terima pertama barulah masa pemeliharaan dapat dilaksanakan. Selama masa DETAIL (Detail Engineering Design)-RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (Bestek /
pemeliharaan 100 hari kalender pekerjaan jika terdapat kerusakan pada bangunan maka akan Spesification)- DAFTAR KUANTITAS/VOLUME PEKERJAAN (Bill of Quantity)-
dipertanggung jawabkan. I. DEFINISI : Pelaksanaan RENCANA ANGGARAN BIAYA (Cost Estimate/Engineering Estimate)> C=construction
pekerjaan meliputi semua kegiatan2 yg dilakukan dalam transformasi Gambar2 dan RKS-nya merupakan kegiatan2 selama pelaksanaan Konstruksi> O=operation merupakan kegiatan-
dalam suatu proses untuk mewujudkan kedalam bentuk yg nyata berupa Fisik Bangunan kegiatan paska Konstruksi dalam penggunaan /pemanfaatan bangunan sesuaifungsinya.>M
dilapangan atau lokasi. MPK = Metode Konstruksi ,MPK = Suatu proses perwujudan dari gambar =maintenance merupakan kegiatan-kegiatan Pemeliharaan Fisik untuk menjaga bangunan agar
rencana menjadi wujud nyata suatu konstruksi bangunan yang lazim dilakukan secara bertahap. dapat berfungsi denganbaik (operasional) sesuai umur kegunaannya.B. penerapan
MPK = Salah satu faktor sumber daya pembangunan pada pengelolaan pelaksanaan pekerjaan mpk1.perencanaan persiapan pelaksanaan telah diuraikan diatas didalam pelaksanaan pekerjaan
dalam industri konstruksi.II. BIDANG KONSTRUKSI :a.tujuan : Manajemen Proyek ada 6: 1. sesuatu bangunan apapun juga selalu terlebih dulu harus dibuat suatu perencanaan metode dan
Progres dan penyelesaian proyek agar sesuai dengan anggaran dan target waktu pelaksanaannya. teknik pelaksanaan pekerjaannya.Dimana pada umumnya setiap pelaksanaan proyek baru adalah
2. Pelaksanaan yg efisien dan peningkatan kualitas. 3. Penyerahan kekuasaan / wewenang . 4. tidak sama dengan proyek lalu dan lazimnya produk yang dihasilkan dari kegiatan konstruksi
Keadaan pekerjaan yg aman dan memuaskan 5. Penanganan hubungan kerja sedemikian rupa bersifat complicated yang umumnya berlainan dengan aspek desain1. Langkah2 dasar: Langkah2
dasar dapat diambil dalam mencapai dasar perencanaan persiapan pelaksanaan konstruksi.-
pemilihan kombinasi tertentu antara ke3 faktor/ sumber daya utama( tenaga kerja, alat dan
bahan).- perhatian terhadap perkembangan didalam teknik dan teknologi.- berfikir secara
rasional.- perbandingan kuantitatif alat2 besar dgn padat karya.- perhatian trhdp kuantitas, kualitas
bahan dan pekerjaan.- perlu kerjasama dan hub. yg baik antara pemilik, perencana dan pelaksana
fisik. 2. Azas perencanaan persiapan pelaksanaan konstruksi:>planning(merencanakan) Adalah
suatu proses pemilihan dan penetapan suatu metode dan teknik pelaksanaan konstruksi tertentu
beserta tata kerja pelaksanaan untuk suatu proyek dari beberapa cara yang mungkin dilakukan
untuk melaksanakan pekerjaan itu, lengkap dengan perumusan dan semua kegiatan yang perlu
dilaku kan untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan yg dimaksud.
>scheduling(penjadwalan)Adalah penentuan waktu yg diperlukan untuk menyelesaikan masing-
masing kegiatan pelaksanaan (operasi dan proses) dimana kumpulan dari waktu2 pelaksanaan itu
merupakan jumlah waktu yg diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimaksud. 3.
Kegiatan2 perencanaan persiapan pelaksanaan konstruksi: Kegiatan perencanaan persiapan
pelaksanaan dimulai dengan pembuatan apresiasi, yaitu merumuskan situasi dan kondisi, dengan
berfikir secara logika, serta bertahap secara spesifik dan urutan yang teratur : >tahap I : Terdiri
dari merumuskan maksud2 yg fundamental kemudian diadakan inventarisasi dari semua faktor yg
mungkin timbul didalam melaksanakan pekerjaan itu. >tahapII : Selanjutnya berdasarkan faktor2
itu ditentukan cara cara yang mungkin dapat dipergunakan untuk melaksanakan maksud2 tersebut.
>tahapIII : Setelah itu diadakan pengujian terhadap setiap cara yang feasi bel didalam segi untung-
ruginya dan mudah sukarnya masing2 cara dengan memperhitungkan semua faktor2 yg berlaku.
>tahap IV : Kemudian setelah selesainya pengujianpengujian tersebut diatas, diambil cara yang
terbaik dan itulah yang menjadi Rencana Pelaksanaan Konstruksi. Perencanaan konstruksi ini
akan sangat banyak mempengaruhi jalannya pelaksanaan pembangunan suatu proyek konstruksi,
karena hal ini merupakan suatu cara untuk memecahkan/mengatasi masalah pokok yg akan terjadi
pada saat pelaksanaan semua kegiatan proyek, sumbersumber serta waktu untuk proyek tersebut.
Untuk memperoleh perencanaan untuk pelaksanaan konstruksi yg tepat guna dan kalkulasi biaya
yg cukup teliti, perlu dilakukan kegiatan2 terdibawah ini : > mempelajari secara mendalam semua
gambargambar dan RKS-nya serta kondisi2 yang tertera didalam kontrak. Agar dengan demikian
dikuasai dengan betul2 sifat dan persyaratan serta detail2 dari pekerjaan yg akan dikerjakan
tersebut. > Mempelajari Bill of Quantities terhadap gambargambar yg bersangkutan. > Setelah
tercapainya langkah yang kesatu dan kedua tersebut diatas ini, kiniterlah menjadi familiar dengan
proyek. Maka sekarang dapat dibuat appresiasi secara tertulis dan kemungkinan-kemungkinan
metode dan teknik pelaksanaan beserta prosedurnya dengan semua alternatifnya.> Kunjungan ke
lapangan/lokasi pekerjaan, setelah adanya pra perencanaan dan program pelaksanaan sementara
beserta lay-out pekerjaan dengan syarat2nya setelah mengetahui semua masalah dari proyek,
kunjungan ke lapangan akan menjadi bermanfaat.Dimana di lapangan dilakukan studi tentang : -
TOPOGRAFI. -GEOLOGI. -IKLIM. -FAKTOT-FAKTOR LAIN. Akhirnya, di lapangan harus
diadakan keputusan tentang alternatif-alternatif metode dan teknik pelaksanaan pekerjaan2
sementara. > Sekembalinya dari kunjungan ke lapangan, appresiasi tertulis tersebut dalam
kegiatan terdahulu dipelajari kembali dan bilamana perlu diadakan revisi untuk disesuaikan
dengan hasil2 dari peninjauan ke lapangan. Kemudian perumusan2 penyempurnaan untuk sutu
perencanaan pelaksanaan pekerjaan yg akan diterapkan. Akhirnya dibuat : > RENCANA
PELAKSANAAN KONSTRUKSI DAN SCHEDULE. > METODE PELAKSANAAN
KONSTRUKSI. > PERHITUNGAN BIAYA. Bilamana perlu kunjungan ke lapangan bisa
diulang untuk lebih akurasinya perencanaan dan penerapannya dalam suatu pelaksanaan tersebut.
4. FAKTOR PRODUKTIVITAS Faktor produktivitas memegang peranan penting, dimana
mempengaruhi biaya bahan, biaya peralatan dan biaya tenaga kerja. > Produktivitas dihitung
dengan jalan menghitung karya satu siklus kerja ( “Works Cycle”) dari peralatan kerja dengan
asumsi pelaksanaan yg ideal, yaitu tidak ada waktu kerja yang tidak dipergunakan untuk produksi.
> Sedangkan untuk produktivitas tenaga kerja (buruh), dilakukan bertitik tolak pada suatu pelak>
Sedangkan untuk produktivitas tenaga kerja (buruh), dilakukan bertitik tolak pada suatu
pelaksanaan pekerjaan yg ideal selama jam kerja, yg diambil dari catatan pengalaman2 yg
kemudian dikurangi dengan faktor kondisi lapangan yg perlu dilakukan agar terjadi penyesesuaian
dengan kenyataan yang sebenarnya. Dengan demikian sasaran dari perencanaan Metode
Pelaksanaan Konstruksi ini adalah : > PENINGKATAN KUALITAS PEKERJAAN. >
PENURUNAN BIAYA. > PENYELESAIAN PEKERJAAN TEPAT WAKTUNYA.

Anda mungkin juga menyukai