Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN ICU

Tanggal masuk : 23 Juni 2019, pukul 07.50 WIB

Tanggal pengkajian : 24 Juni 2019, pukul 13.45 WIB

Ruang : ICU (Intensive Care Unit) RSUD Dr.R Goeteng


Purbalingga

I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny. D
Usia : 81 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Suku/Bangsa : Jawa
Agama : Islam
Diagnosa : close fraktur collum femur sinistra (post op
hermiarthoplasty)
Alamat : Karangreja, Purbalingga
No RM : 00750XXX

Penanggung Jawab
Nama : Ny. T
Usia : 59 th
Penanggung jawab : Anak
Suku Bangsa : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerja : Ibu Rumah Tangga
II. PENGKAJIAN PRIMER
Airway : tidak terdapat sumbatan pada jalan nafas, pasien dapat
berbicara dengan jelas, tidak terdapat bunyi nafas tambahan.
Breathing : pergerakan dinding dada simetris, tidak menggunakan otot
bantu nafas, tidak terdapat jejas, tidak terdapat deviasi trakea,
auskultasi vesikuler, irama reguler, RR = 18 x/menit, SPO2:
100%, menggunakan alat bantu nafas nasal kanus 10 lpm
Circulation : akral teraba hangat, CRT <2detik, HR : 101 x/menit, irama
regular, tidak terdapat sianosis, nadi teraba kuat, tidak terdapat
perdarahan, pasien terpasang infus assering dan cc 20 tpm pada
tangan kanan.
Disabillity : Kesadaran compos mentis, pupil isokor 3mm, terdapat reaksi
cahaya kanan (+) kiri (+), tidak ada paresis,
GCS : 15 (E : 4, M: 6, V: 5)
Kekuatan otot :
5
Eksposure : Tidak ada oedem, 5 Tidak ada fraktur, Suhu
36,3°C, tidak ada dekubitus
Keluhan Utama : pasien mengeluhkan nyeri
P= bergerak; Q tajam/ tusukan; R = panggul kiri; S= 7; T= Intermitten

A. PENGKAJIAN SEKUNDER
1. Wawancara
a. Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri di pinggul kiri
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RSUD Goeteng Purbalingga pada
tanggal 23 Juni 2019 pukul 08.00 pagi hari dengan keluhan
nyeri di pinggul kiri post terjatuh saat mau duduk , luka
dikepala sebelah kiri, berdarah, (robek ± 0,5x1cm), post
kejadian pasien sadar. Pasien di diagnosa close fraktur collum
femur sinistra kemudian pasien dipindah ke ruang Gardena
lantai I namun pasien sempat mengalami muntah darah dan
penurunan kesadaran sehingga pasien dipindahkan ke ICU
agar mendapatkan perawatan intensif untuk memperbaiki
kondisinya. Pada saat dilakukan pengkajian pasien mengatakan
sesak nafas, lemas. Pasien terpasang nasal kanul 3 liter per
menit, Hasil tanda-tanda vital pasien adalah TD: 85/45 mmHg,
N: 103 x/menit, RR: 26 x/mnt, S: 36,10C.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Keluarga pasien mengatakan bahwa 4 tahun lalu memiliki
riwayat endoskopi. Pasien pernah jatuh dari kamar mandi, dan
pasien juga mengatakan pernah periksa rontgen dengan hasil
tulang iga renggang tiga. Pasien mengatakan setelah jatuh dari
kamar mandi tidak kuat untuk berjalan, saat ini pasien
menggunakan kursi roda.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit keluarga.
e. Riwayat Pekerjaan
Pasien mengatakan tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah
tangga dan lingkungkan dirumahnya bersih karena tiap hari
selalu dibersihkan oleh anaknya atau pasien sendiri.
f. Riwayat Geografi
Pasien mengatakan bahwa lingkungan tempat tinggalnya baik,
dengan tetangga saling akrab. Pasien mengatakan bahwa
dilingkungan sekitar sering mengadakan kerja bakti setiap satu
bulan sekali.
g. Riwayat Alergi
Pasien mengatakan tidak memiliki alergi debu, alergi cuaca
dingin ataupun panas, alergi obat dan alergi makanan.
h. Kebiasaan Sosial
Pasien mengatakan tidak mengkonsumsi alkohol. Pasien
mengatakan terkadang minum teh manis.
i. Kebiasaan Merokok
Pasien mengatakan tidak merokok.

I. Pemeriksaan Fisik
1. Kepala dan leher
Kepala : persebaran rambut merata, tidak ada lesi dan massa, bentuk kepala
proporsional,
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera anikterik, tidak terdapat sekret.
Hidung : tidak terdapat cuping hidung, tidak terdapat polip, tidak ada lesi,
terpasang oksigen NRM 10 lpm.
Mulut : mukosa bibir tampak kering dan pucat, tidak terdapat sianosis,
tidak terdapat lesi.
Telinga: tidak terdapat sekret, tidak terdapat gangguan pendengaran, tidak
ada edema, tidak ada lesi, tidak nyeri tekan.
Leher : tidak terdapat pembesaran kelenjar tyroid, tidak terdapat deviasi
trakea, tidak ada edema, tidak ada lesi, tidak nyeri tekan.
2. Dada
Inspeksi : tidak ada lesi, jejas, pergerakan dinding dada simetris, tidak ada
retraksi dinding dada, bentuk dada normal.
Palpasi : tidak terdapat massa, krepitasi, ekspansi paru simetris, teraba
iktus kordis.
Perkusi : pada paru terdengar sonor sedangkan pada jantung terdengar
pekak.
Auskultasi : pada paru terdengar vesikuler, tidak terdapat suara nafas
tambahan, pada jantung terdengar S1-S2 reguler.
3. Abdomen :
Inspeksi : luka post op laparotomi di perut bagian kiri, dan tidak
terdapat massa.
Auskultasi : bising usus 12x/menit
Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan hanya terdapat nyeri tekan pada
bagian luka post op, tidak teraba massa.
Perkusi : timpani
4. Ekstremitas

Tangan Kanan
Tangan Kiri
=5
=5

Kaki Kanan Kaki Kiri


=5 =2

Keterangan:
0= tidak mampu bergerak sama sekali,
1= hanya mampu menggerakkan ujung ekstremitas,
2= hanya mampu menggeser sedikit,
3= mampu mengangkat tangan dengan bantuan, saat
bantuan dilepaskan tangan ikut jatuh,
4= kekuatan otot sedikit berkurang, mampu
melawan gravitasi sesaat lalu jatuh
5= kekuatan otot penuh mampu melawan gravitasi.

Ujung kaki dan tangan pasien dingin dan kadang kesemutan.


Edema
- -
- -
Tidak terdapat sianosis dan clubbing finger, Ekstremitas atas kanan
terpasang IVFD Assering dan CC.
5. Genitalia
Tidak terdapat lesi, edema, dan genital tampak bersih, tidak terdapat
kelainan pada genital.
6. Integumen
Turgor kulit < 2 detik, kulit terlihat lembab, tidak terdapat lesi, tidak ada
kemerahan, tidak ada edema.

7. Sistem peryarafan

Tanggal 26/16/2019
Status Mental
 Tingkat Kesadaran Composmentis
 GCS 15
 Gaya Bicara Normal
Fungsi Intelektual
 Orientasi Waktu Dapat berorientasi dengan baik
 Orientasi Tempat Dapat berorientasi dengan baik
 Orientasi Orang Tidak dapat berorientasi dengan
baik
Daya Pikir
 Spontan, alamiah, masuk akal Masuk akal
 Kesulitan berfikir Tidak ada kesulitan berfikir
 Halusinasi Tidak ada
Status Emosional
 Alamiah dan datar Alamiah
 Pemarah Tidak
 Cemas Tidak
 Apatis Tidak

8. Aktivitas dan Latihan

Kemampuan Perawatan Diri 0 1 2 3 4

Makan/minum 

Toileting 

Berpakaian 

Mobilitas di tempat tidur 

Berpindah 
Ambulasi/ ROM 

Keterangan:
0= mandiri
1= dengan alat bantu
2= dibantu orang lain
3= dibantu orang lain dan dengan alat
4= tergantung total
Pasien mengatakan bahwa sesak bertambah ketika melakukan
aktivitas sehingga kemampuan makan/minum, berpakaian,
berpindah dan ambulasi atau ROM pada pasien dibantu oleh
orang lain. Toileting pada pasien dibantu oleh orang lain dengan
pampers dan kateter urin. Serta mobilisasi pada pasien ditempat
tidur dibantu oleh orang lain.

9. Nutrisi dan cairan


Pasien makan dari rumah sakit MLETPT 1/3 porsi, tidak ada alergi
makanan, albumin 2,1.
10. Eliminasi
Pasien terpasang kateter, belum BAB dari pasien datang ke ruang ICU. Urin
±250cc/18 jam, muntah 300cc/18jam, drain 10cc/18jam, balance
cairan +568cc/18jam
11. Kenyamanan
Pasien mengatakan sakit didaerah kaki, dan kepalanya terkadang sakit
12. Toleransi koping stress
Koing terhadap sakitnya pasien menerima, bila ada masalah pasien
menyelesaikan dengan meminta bantuan orang terdekat
13. Pemeriksaan Penunjang
23-06-2019

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hematologi
Darah Rutin
- Hemoglobin L 11.6 g/dL 11.7-15.5
- Leukosit H 14.6 10^3/uL 3.6-11
- Hematokrit 35 % 35-47
- Eritrosit 3.8 10^6/uL 3.0-5.2
- Trombosit 151 10^3/uL 150-440
- MCH 31 pg 28-34
- MCHC 33 g/dL 32-36
- MCV 92 fL 80-100
Diff Count
- Eosinofil L0 % 1-3
- Basofil 0 % 0-1
- Netrofil Segmen H 86 % 50-70
- Limfosit L 10 % 25-40
- Monosit 4 % 2-8
Kimia Klinik
- Gula Darah Sewaktu H 187.5 mg/dL 100-150
- Ureum 21.5 mg/dL 10-50
- Creatinin 0.83 mg/dL 0,4-0,9
Sero Imunologi 12.7 U/L <= 31
- HBsAg - Negatif

24-06-2019

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hematologi
Darah Rutin
- Hemoglobin L 5.9 g/dL 11.7-15.5
- Leukosit 8.8 10^3/uL 3.6-11
- Hematokrit LL 18 % 35-47
- Eritrosit L 1.9 10^6/uL 3.0-5.2
- Trombosit L 70 10^3/uL 150-440
- MCH 31 pg 28-34
- MCHC 34 g/dL 32-36
- MCV 92 fL 80-100
Diff Count
- Eosinofil 1 % 1-3
- Basofil 0 % 0-1
- Netrofil Segmen H 78 % 50-70
- Limfosit L 16 % 25-40
- Monosit 16 % 2-8
Kimia Klinik
- Elektrolit
- Natrium L 134.0 mmol/L 135.0-147.0
- Kalium L 3.1 mmol/L 3.5-5.0
- Klorida H 1.137 mmol/L 95.0-105.0
- Gula Darah Sewaktu H 128.0 mg/dL 100-150
- Ureum 34.5 mg/dL 10-50
- Creatinin H 1.14 mg/dL 0,4-0,9
- Asam urat .4.42 mg/dL < 6.8
- Albumin L 2.1 g/dL 3

25-06-2019

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hematologi
Darah Rutin
- Hemoglobin L 9.3 g/dL 11.7-15.5
- Leukosit 9.6 10^3/uL 3.6-11
- Hematokrit L 27 % 35-47
- Eritrosit L 3.0 10^6/uL 3.0-5.2
- Trombosit L 66 10^3/uL 150-440
- MCH 31 pg 28-34
- MCHC 35 g/dL 32-36
- MCV 89 fL 80-100
Diff Count
- Eosinofil L1 % 1-3
- Basofil 0 % 0-1
- Netrofil Segmen H 84 % 50-70
- Limfosit L8 % 25-40
- Monosit 7 % 2-8

14. Terapi

Injeksi
Cefoperazon Sulbactan 2x1
Detketoprofen 3x1
Cerneart 1x1
Ranitidin 2x1
Inf
Inf. Assering 20 tpm
Inf. cc 20 tpm
I. Analisis Data
DATA PROBLEM ETIOLOGI
Ds : pasien mengatakan nyeri luka post Nyeri akut Agen Injuri fisik
op
 P : Luka insisi
Q : Perih (nyeri intermitten)
R : bagian panggul kiri
S : 7
T : muncul jika bergerak
Do : pasien terlihat kesakitan menahan
nyeri , pasien berbaring di tempat tidur,
terlihat lemas, KU sedang CM, O2 nasal
kanul 3 lpm, MAP : 78, HR : 100 TD :
124/64 x/menit, , N : 100 x/menit, RR :
18 x/menit, S : 36,5 °C, SpO2 : 100 %,
BC +568,5 cc/18jam, muntah 300 cc/18
jam, drain 10 cc/18jam

DS: Ketidakefektifan Gaya hidup


Pasien mengatakan nyeri kakinya saat perfusi jaringan kurang gerak
bergerak sedikit
perifer
DO:
- Warna kulit pucat saat elevasi
- Hb 5,9
- Klaudikasio intermitten
- Perubahan karakteristik
kuli( warna pucat, suhu
hangatkuku puccat
- Parastesia (kesemutan)
Ds : Konfusi akut Nyeri
 Pasien mengatakan lupa dengan
keluarganya (Demensia)
DO :
 Pasien terlihat lua dengan keluarganya
termasuk anak dan cucunya
 Usia >60 tahun
 Sedang mengalami nyeri post op
Diagnosa Keperawatan
 Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik ditandai dengan pasien
mengatakan nyeri luka post op P : Luka insisi ;Q : Perih (nyeri intermitten); R:
bagian pinggul kiri; S : 6; T : muncul jika bergerak, pasien terlihat kesakitan,
pasien berbaring di tempat tidur, terlihat lemas, KU sedang CM, O 2 nasal
kanul 3 lpm, MAP : 78, HR : 100 TD : 124/64 x/mmenit, , N : 100 x/menit,
RR : 18 x/menit, S : 36,5 °C, SpO2 : 100 %, BC +568,5 cc/18jam, muntah 300
cc/18 jam, drain 10 cc/18jam.
 Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubuga dengan gaya hidup kurang
gerak ditandai dengan pasien mengatakan nyeri kakinya saat bergerak sedikit,
Warna kulit pucat saat elevasi, Hb 5,9, Klaudikasio intermitten, Perubahan
karakteristik kuli( warna pucat, suhu hangatkuku puccat, Parastesia
(kesemutan)
 Konfusi akut berhubungan dengan nyeri ditandai dengan Pasien mengatakan lupa
dengan keluarganya (Demensia), Pasien terlihat lua dengan keluarganya
termasuk anak dan cucunya, Usia >60 tahun, Sedang mengalami nyeri post
op
II. NURSING CARE PLANNING

No Diagnosa Outcome Intervensi


1 Nyeri akut NOC : Tingkat Nyeri NIC: Manajemen Nyeri
b.d agen Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x8 jam diharapkan 1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
cedera fisik nyeri teratasi dengan indikator: termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor presipitasi.
Indikator Awal Akhir 2. Observasi reaksi non verbal dan
Melaporkan adanya 2 4 ketidaknyamanan
nyeri 3. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
Frekuensi nyeri 2 4 mengatahui pengalam nyeri pasien
Panjang episode 2 4 4. Pilih dan lakukan penangan nyeri (farmakalogi
nyeri dan non farmakologi)
Ekspresi nyeri pada 2 4 5. Ajarkan teknik non farmakologi
wajah 6. Kolaborasi dengan memberikan analgetik untuk
Keterangan: mengurangi nyeri
1. Parah 7. Evaluasi ke efektifan kontrol nyeri
2. Cukup parah 8. Tingkatkan istirahat
3. Sedang
4. ringan
5. tidak ada
Ketidakefek NOC : Perfusi Jaringan perifer NIC: Manajemen sensasi perifer
tifan perfusi Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x8 jam diharapkan 1. Monitor adanya parastesia
jaringan Perfusi Jaringan perifer teratasi dengan indikator: 2. Instruksikan pasien dan keluarga untuk menjaga
perifer posisi tubuh ketika sedang beraktivitas,
berhubuga Indikator Awal Akhir berbaring, makan,
Suhu kulit ujung kaki 2 4
dengan dan tangan 3. Intruksikan pasen dan keluarga memeriksa
gaya hidup Muka pucat 2 4 adanya kerusakan kulit
kurang Kram otom 2 4 4. Imobilisasi leher, kepala , pungung, dengan tepat
gerak Parastesia 2 4 5. Berikan obat analgesic
Keterangan: 6. Monitor troboemboli dan tromboplebitis
1. Berat
2. Cukup berat
3. Sedang
4. Ringan
5. tidak ada
Risiko NOC : Orientasi Kognitif NIC: Manajemen delirium
konfusi Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x8 jam diharapkan 1. Identifikasi faktor penyebab terjadinya delirium
akut b.d risiko konfusi akut teratasi dengan indikator: (melakukn TTV, cek saturasi oksigen,
nyeri hemoglobin).
Indikator Awal Akhir 2. Gunakan terapi awitan yang dapat menurunkan
Mengidentifikasi diri 3 4 atau atau menghilangkan faktor penyebab
snediri delirium.
Mengidentifikasi 2 4 3. Libatkan anggota keluarga di rumah sakit untuk
orang-rang yang mengawasi pasien yang mengalami agitasi
signifikan 4. Informasikan pada pasien terkait, orang, tempat
Mengidentifikasi 2 4 dan waktu jika diperlukan
peristiwa signifikan 5. Gunakan petunjuk lingkungan (tanda, jam, orang
Keterangan: lain dan kode warna) untuk menstimulasi
1. Sangat terganggu memori, re-orientasi dan meningkatkan perilaku
2. Banyak terganggu yang tepat
3. Cukup tergaggu 6. Panggil nama pasien ketika akan mulai
4. Sediki terganggu
5. Tidak terganggu berinteraksi
7. Berikan informasi secara perlahan-lahan dan
sedikit demi sedikit dengan periode istirahat
yang sering.
III. IMPLEMENTASI
No Hari/Jam Diagnosa Implementasi Respon
1 Selasa/ 25-
06-2019/ 2  Memanggil nama pasien sebelu S: -
14.10 memulai berinteraksi O: Pasien tampak memperhatikan ketika dipanggil, walaupun
terkadang pandangannya sedikit bngung
 Melakukan pengkajian nyeri S: P : Luka insisi
1
secara komprehensif termasuk Q : Perih (nyeri intermitten)
14.42 R : bagian pungul kiri
lokasi, karakteristik, durasi,
S:3
frekuensi, kualitas dan faktor T : muncul jika bergerak
presipitasi. S:Pasien mengatakan tidak ada parstesia
14.53 3 O: -
 Monitor adanya parastesia S:-
O:
1,2,3  Memeriksa TTV :TD = 120/65 mmHg
HR : 97x/menit
MAP : 83 mmHg
RR : 20x/menit
SpO2 : 98%
Hemoglobin :

S:-
15.45
O: Pasien tampat lebih tenang
 Memberikan injeksi S:
1 Defketoprofen  Pasien mengatakan jika nyerinya timbul ingin bangkit dari tidur,
16.34 atau ketika tubuh digerakkan
 Mengobservasi reaksi non verbal O: Pasien tampak mengerti
1 dan ketidaknyamanan pasien
S: -
16.57 O: Keluarga terlihat sangat tegar
 Memberikan kesempatan kepada S:
keluarga untuk mengawasi pasien O: Keluarga tampak ingi mengikuti intruksi
17.21 2
 Menginstruksikan pasien dan
3 keluarga untuk menjaga posisi
S:
17.43 tubuh ketika sedang beraktivitas, O: Keluarga tampak ingi mengikuti intruksi
berbaring, makan,
 Menginstruksikan pasen dan S:
keluarga memeriksa adanya O: Pasien sudah sedikit mengenal beberapa keluarga, dan pasien
3
kerusakan kulit berada dimana
 Membantu menginformasikan S:
17.52 O: Pasien terlihat mengerti, walaupun terkadang lupa lagi
kepada pasien terkait anggota
1,2,3
keluarganya, tempat dan
waktunya
 Memberikan petunjuk lingkungan S: Pasien mengatakan mau diajarkan teknik rileksasi nafas dalam
19.30 2
(untuk mengenalkan seorang ke O:
orang lain) misal cucunya ibu  Pasien mampu mempraktekan teknik napas dalam dengan baik
anak dari ibu A. Terus sabar dan dan benar
mengigatkan dengan perlahan- S:
lahan O
1,2 : Pasien tampat lebih tenang dan bisa berisitirhat
 Mengajarkan teknik non
farmakologi yaitu teknik nafas S:
O
dalam
: Pasien tampat lebih tenang dan bisa berisitirhat
1,2

 Memberikan injeksi Ranitidin,


Cefoperazon Sulbactan

 Imobilisasi leher, kepala ,


pungung, dengan tepat
IV. EVALUASI

No Hari/Jam Diagnosa Evaluasi Paraf


1 Selasa/ 25- Nyeri akut S: Pasien mengeluh nyerinya sudah berkurang dari skala 2 ke 4
06-2019/ O: Pasien sudah bergerak lebih leluasa, dan tidak meringis nyeri
b.d agen
19.45 A: Masalah nyeri teratasi
Cedera
NOC: Tingkat Nyeri
Fisik
(Proses Indikator Awal Target Akhir
Pembedah Melaporkan adanya nyeri 2 4 4
Frekuensi nyeri 3 4 4
an)
Panjang episode nyeri 3 4 4
Ekspresi nyeri pada wajah 3 4 3
Melaporkan adanya nyeri 3 4 4
Keterangan:
1. Parah
2. Cukup parah
3. Sedang
4. Ringan
5. Tidak ada
P: Pasien dianjurkan melakukan teknik rileksasi nafas dalam, dan makan sesuai asupan gizi
rumah sakit supaya lebih kuat dan tidak lemas.
2 Selasa/ 25- S: Pasien mengeluh kramnya sudah berkurang dari skala 2 ke 4
06-2019/ O: Pasien sudah bergerak lebih leluasa, dan tidak kesakitan saat bergerak.
19.49 A: Masalah Perfusi Jaringan perifer teratasi sebagian
NOC : Perfusi Jaringan perifer
Indikator Awal Targer Akhir
Suhu kulit ujung kaki 2 4 3
dan tangan
Muka pucat 2 4 3
Kram otom 2 4 3
Parastesia 2 4 4
Keterangan:
1. Berat
2. Cukup berat
3. Sedang
4. Ringan
5. tidak ada
P: Pasien dianjurkan melakukan menggerakkan ekstremitasnya secara perlahan-lahan, dan
keluarga membantu memonitor nya.
No Hari/Jam Diagnosa Evaluasi Paraf
2 Selasa/ 25- Risiko S: Pasien mengatakan sudah mengenal diri sendiri, beberapa keluarganya walau terkadang lupa
06-2019/ kembali
konfusi
19.55 O: Pasien tampak mengenal beberapa keluargany, dan harus diingatkan lagi saat bertemu
akut
A: Masalah Konfusi Akut teratasi sebagaian
NOC : Orientasi Kognitif
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x8 jam diharapkan risiko konfusi akut teratasi
dengan indikator:

Indikator Awal Target Akhir


Mengidentifikasi diri sendiri 3 4 4
Mengidentifikasi orang-rang yang signifikan 2 3 4
Mengidentifikasi peristiwa signifikan 2 3 4
Keterangan:
1. Sangat terganggu
2. Banyak terganggu
3. Cukup tergaggu
4. Sediki terganggu
5. Tidak terganggu
P: Pasien dianjurkan melakukan teknik rileksasi nafas dalam, menginformasikan keluarga untu
mengingatkan kembali pada pasien dengan anggota keluarganya, peristiwa yang dianggap
penting, suatu beda foto) yang danggap penting namun secara perlahan-lahan. dan mengerti
perasaan pasien.