Anda di halaman 1dari 7

Topik Kegiatan : Kegiatan Penyuluhan Pendidikan Kesehatan

Pokok Bahasan : Kehamilan Risiko Tinggi Plasenta Previa


Sub Pokok Bahasan : Penjelasan Mengenai Kehamilan Risiko Tinggi Plasenta Previa
Sasaran : Ny W dengan riwayat Plasenta Previa di RW 02 Desa Kebumen
Hari/tanggal : Senin, 19 November 2019
Waktu : 11.00-12.00 WIB
Tempat : Rumah Ny W dengan riwayat Plasenta Previa

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, diharapkan ibu memahami tentang
konsep plasenta previa.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapat penyuluhan tentang epistaksis, Ny W diharapkan dapat:
a. Menjelaskan pengertian plasenta previa
b. Menjelaskan penyebab plasenta previa
c. Menjelaskan tanda dan gejala plasenta previa
d. komplikasi plasenta previa
e. Cara menyelesaikan persalinan plasenta previa
B. Metode
Ceramah dan diskusi

C. Media
Lembar Balik

D. Pengorganisasian
1. Moderator : Efra Meiriska B, S.Kep
2. Penyaji : Fizar Ramadhan, S.Kep
3. Observer : Teti Surantika, S.Kep
4. Fasilitator : Rizqa Afiqa, S.Kep
E. Proses Kegiatan
No Kegiatan Penyaji Kegiatan Peserta Waktu
1. Pendahuluan/pembukaan:
a. Memberi salam Membalas salam
b. Perkenalan Mendengarkan 10 menit
c. Jelaskan tujuan Mendengarkan
d. Persamaan persepsi Menjawab
2. Isi
a. Menjelaskan materi Mendengarkan dan
- Menjelaskan pengertian plasenta previa memperhatikan
- Menjelaskan penyebab plasenta previa
- Menjelaskan tanda dan gejala plasenta
previa
30 menit
- komplikasi plasenta previa
- Cara menyelesaikan persalinan plasenta
previa
b. Cara pencegahan atau antisipasi dari bahaya Bertanya dan menjawab
kehamilanTanya jawab
c. Evaluasi sesuai dengan pedoman
3. Penutup
a. Menyimpulkan hasil diskusi Menjawab
10 menit
b. Member motivasi dan pujian Memperhatikan
c. Mengucapkan salam penutup Menjawab salam

F. Evaluasi
Peserta mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh penyuluh yaitu sesuai
dengan tujuan khusus, peserta memahami dan dapat menjelaskan kembali tentang:
a. Menjelaskan pengertian plasenta previa dengan benar
b. Menjelaskan tanda dan gejala plasenta previa dengan benar
c. komplikasi plasenta previa dengan benar
d. Cara menyelesaikan persalinan plasenta previa dengan benar.
LAMPIRAN : Materi Kehamilan Resiko Tinggi (Plasenta Previa)

A. PENGERTIAN
Placenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim yaitu
di atas dan dekat tulang cerviks dalam dan menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri
internum (Guspika, A 2011).
Placenta previa adalah placenta yang berimplatasi rendah sehingga menutupi
sebagian atau seluruh ostium uteri internum (Sulaiman, S hh.33).
Jadi plasenta previa adalah plasenta yang letaknya pada segmen bawah rahim
sehingga menutupi sebagian atau seluruh permukaan jalan lahir.

B. PENYEBAB
Menurut Manuaba (2003), penyebab terjadinya plasenta previa diantaranya
mencakup ;
1. Perdarahan (hemorrhaging).
2. Usia lebih dari 35 tahun.
3. Multiparitas.
4. Pengobatan infertilitas.
5. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya.
6. Keguguran berulang.
7. Status sosial ekonomi yang rendah.
8. Jarak antar kehamilan yang pendek.
9. Merokok.
Penyebab plasenta previa secara pasti sulit ditentukan, tetapi ada beberapa faktor yang
meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa, misalnya bekas operasi rahim
(bekas sesar atau operasi mioma), sering mengalami infeksi rahim (radang
panggul), kehamilan ganda,

C. TANDA DAN GEJALA


1. Perdarahan tanpa nyeri.
2. Perdarahan berulang.
3. Warna perdarahan merah segar.
4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah.
5. Timbulnya perlahan-lahan.
6. Waktu terjadinya saat hamil.
7. His biasanya tidak ada.
8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi.
9. Denyut jantung janin ada.
10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina.
11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggu
12. Presentasi mungkin abnormal.
Jadi kejadian yang paling khas pada plasenta previa adalah perdarahan tanpa nyeri
biasanya baru terlihat setelah trimester kedua atau sesudahnya.

D. Komplikasi
Komplikasi yang terjadi dianternya (Arief, M,2000) adalah :
1. Pada ibu dapat terjadi perubahan hingga syok akibat perdarahan, anemia karena
perdarahan, plasentitis, dan endometritis pasca persalinan.
2. Pada janin biasanya terjadi persalinan prematur dan komplikasinya seperti asfiksia berat

E. Cara Penanganan
1. Operasi
2. Melahirkan dengan menekan plesenta

F. Yang Harus Dilakukan Bila Ibu Hamil Mengalami Plasenta Previa


1. Bedrest total/ istirahat total
2. Mencegah bayi terlahir premature
3. Memperhatikan kebutuhan gizi ibu hamil
4. Persiapan biaya.
Dokumentasi
DAFTAR PUSTAKA

1. Guspika, A 2011. KTI Gambaran Kejadian Plasenta Previa di


RSUD Tenriawaru. Akademi Kebidanan Batari Toja Watampone.
1. Mansyoer, A. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jakarta. Jakarta,
Media Aesculopus.
2. Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit
Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan.
Jakarta : EGC.
3. Prawirohardjo, Sarwono 2009, Ilmu Kebidanan Cetakan ke 2, edk 4,
Bina Pustaka, Jakarta.
4. Saifudin, Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Prawirohardjo.
5. Smeltzer, S & Bare, B 2001, Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta,
EGC.
6. Sulaiman Sastra, W. Djamhoer, M & Firman, F.W. 2004. Ilmu
Kesehatan Reproduksi Obtetri Patologi. Jakarta. EGC.