Anda di halaman 1dari 6

Hari/tanggal : Kamis, 13 juni 20189

Kasus : Post partum SC


Ny. A datang ke Poliklinik Kebidanan dengan untuk kontrol luka operasi
SC. Ny. A menjalani perasi SC atas indikasi pre eklamsia berat pada tanggal 5
Juni 2019 dan melahirkan seorang anak perempuan dengan berat 3700 gram
dan panjang 50 cm. Berdasarakan hasil pemeriksaan fisik didapatkan luka
bekas operasi SC terlihat melintang dibagian perut bawah, luka sedikit kotor
dan kering, terdapat kemerahan, edema, dan jahitannya kurang menyatu.
Namun ketika dilakukan aff hecting, sedikit pus dan keluar darah rembes dari
jahitan. BB: 66 kg, TB: 160 cm, TD: 150/ 90 mmHg, tinggi fundus uterus
setinggi 5 jari dibawah umbilikus, lochea masih keluar berwarna kuning
kemerahan, tidak ada gumpalan dan berbau khas (anyir). Pasien mendapatkan
terapi dari dokter berupa cefadroxil tablet 500 mg, SF tablet 60 mg, dan asam
mefenamat 500 mg

A. Pengkajian
Keluhan utama: kontrol post SC H-8
Data subjektif :
- Pasien mengatakan dijadwalkan untuk kontrol luka post sc
Data objektif :
- Terdapat luka operasi sc melintang dibagian perut bawah
- Luka terlihat sedikit kotor dan kering
- Terdapat kemerahan, edema, dan jahitannya kurang menyatu tetapi
ketika di aff hecting terdapat sedikit pus dan keluar darah rembes
dari jahitan
- Lochea berwarna kuning kemerahan, tidak ada gumpalan dan
berbau khas
- TTV: BB: 66 kg, TB: 160 cm, TD: 150/ 90 mmHg

B. Diagnosa Keperawatan
Risiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasif
C. Rencana Asuhan Keperawatan
Tanggal Diagnosa Tujuan Intervensi
D. T
13 juni Risiko NOC: Kontrol Risiko: Proses Infeksi Kontrol Infeksi
2019i Infeksi b.d Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x1 jam 1. Bersihkan lingkungan dengan baik.
prosedur diharapkan masalah risiko infeksi teratasi dengan 2. Lakukan tindakan-tindakan pencegahan yang
n invasif indikator bersifat universal.
d 3. Pastikan teknik perawatan luka yang tepat.
Skala Skala
Indikator 4. Dorong intake cairan yang sesuai.
a awal tujuan
1. Mengidentifikasi faktor risiko 2 4 5. Berikan terapi antibiotik yang sesuai.
k
2. Mengidentifikasi tanda dan 2 4 6. Anjurkan pasien dan keluarga untuk
a mengenali tanda dan gejala infeksi.
gejala infeksi
n 3. Mempertahankan lingkungan 2 4
yang bersih.
4. Mempraktikan strategi untuk 2 4
K
mengontrol infeksi
e
p Keterangan
e 1= Buruk
2=Kurang
r
3= Sedang
a 4=Baik
w 5= Sangat Baik
D.IMPLEMENTASI
Tgl/jam Dx.Kep Tindakan Respon Paraf
13 juni Risiko
2019 infeksi b.d 1. Menganjurkan pasien untuk meningkatkan S: pasien mengatakan akan melakukan hal
pukul prosedur kebersihan diri seperti mandi dua kali sehari, tersebut dirumah
10.00 invasif luka tidak boleh kena air, setiap kencing harus O: pasien tampak mendengarkan anjuran
mengganti celana dalam dan pembalut petugas kesehatan

2. Menganjurkan perawatan luka yang tepat di S: pasien mengatakan akan melakukan


tempat pelayanan kesehatan terdekat. perawatan luka di puskesmas terdekat
O:-

3. Menganjurkan intake makanan yang S: pasien mengatakan sudah makan putih


mengandung tinggi protein seperti makan putih telur, tetapi seringnya makan tempe atau
telur rebus dan ikan bogo. tahu
4. Memberikan obat ceftriaxone sesuai dengan O:-
resep dokter
5. Menganjurkan pasien dan keluarga untuk
mengenali tanda dan gejala infeksi seperti
demam tinggi, mual muntah atau terdapat
perdarahan
E. EVALUASI
Tgl/jam Dx.Kep Evaluasi Paraf
13 juni Risiko S: pasien mengatakan akan melakukan perawatan luka di tempat pelayanan kesehatan kesehatan terdekat
2019 infeksi b.d yaitu puskesmas dan akan meningkatkan konsumsi tinggi protein seperti putih telur rebus dan ikan bogo
prosedur O: luka bekas operasi SC terlihat melintang dibagian perut bawah, luka sedikit kotor dan kering, terdapat
invasif kemerahan, edema, dan jahitan nya mernyatu. Namun ketika dilakukan aff hecting, pus kental dan berbau
berwarna kuning keruh keluar dari jahitan. BB: 66 kg, TB: 160 cm, TD: 150/ 90 mmHg, tinggi fundus uterus
setinggi 5 jari dibawah umbilikus, lochea masih keluar berwarna kuning kemerahan, tidak ada gumpalan dan
berbau khas (anyir)
A: Masalah keperawatan risiko infeksi belum teratasi, dengan indikator sebagai berikut

Indikator Awal Tujuan Akhir

1. Mengidentifikasi faktor risiko 2 4 3


2. Mengidentifikasi tanda dan 2 4 3
gejala infeksi
3. Mempertahankan lingkungan 2 4 4
yang bersih.
4. Mempraktikan strategi untuk 2 4 4
mengontrol infeksi

P: pasien dianjurkan untuk melakukan perawatan luka di tempat pelayanan kesehatan terdekat dan melakukan
kontrol apabila terdapat tanda-tanda infeksi, kolaborasi pemberian obat (oral)