Anda di halaman 1dari 2

Contoh laporan portofolio

(Melaporkan tujuan Personal Anda dan kegiatan praktik ini, dan melaporkan apa saja yang telah
dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut)

Portofolio Diri

Tujuan kapasitas saya dalam mengorganisasi tim kecil dalam menyelesaikan tugas project pencegahan
decubitus

Kegiatan:

Pertama, saya berinisiatif mengajukan diri sebagai coordinator tim kecil di Ruang Dahlia.

Saya membagi tugas tim kecil untuk assessment masalah menggunakan pendekatan unsur manajemen
5M

Man, Money saya tangani sendiri. Material Method saya tugaskan ke Rizki, Machine saya tugaskan ke
Dika.

Bersama tim membuat time line kegiatan

D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 DST
Pembuatan Instrument Konsultasi Formulasi Presentasi DST DST DST DST
jadual selesai pembimbing, good pertama
kegiatan revisi question
instrumen sudah
final
Review Pengkajian Bagi
instrument, tugas:
cross Rizki bikik
dalam tim PPT, Dika
Perbaikan dan saya
dan cetak koordinasi
dengan
tim besar

Membantu Dika mengkomunikasikan kegiatan dengan tim besar

Mengingatkan Rizki untuk membuat kriteria evaluasi dan batasan waktu yang jelas

Melakukan kegiatan project sendiri melakukan penyegaran pendokumentasian pressure ulcer


assessment tool

Evauasi

Kegiatan terorganisasi dengan baik, kriteria hasil dapat dicapai 100 %, tidak ada penundaan
pengumpulan laporan. Perasaan puas, bersemangat
Kejadian Luar Biasa

Sewaktu menjadi ketua tim saya bertugas memimpin pelaksanaan asuhan keperawatan. Saya
merancang kegiatan back massase pada Tn. R tgl 19 Maret. Pukul 11 pagi. Tidak disangka Tn. R tiba-tiba
berespon menggenggam erat tangan saya ketika selesai tindakan. Matanya menatap saya dan terlihat
ada air mata di pelupuk matanya. Saya tidak paham dan tidak mengerti maksudnya, karena beliau tidak
bisa bicara. Saya hanya, membalas genggamannya dengan menepuk-nepuk sambil mengucapkan kalibat
yang membesarkan hati dan mendorong untuk kembali kepada tuhan dengan bersabar atas. Kemudian
beliau melepaskan genggaman tanganya, sepertinya tersenyum.

Pengalaman untuk dipelajari.

Pada dasarnya itu ucapan spontan saya saja, karena tidak tahu harus bagaimana, tetapi saya berpikiran
positif bahwa beliau berusaha mengucapkan terimakasih. Rasa sensitive terhadap respon pasien itu
perlu, dan perasaan itu tidak akan dapat diperoleh tanpa tindakan keperawatan melalui hubungan yang
berkualitas dengan pasien. Saya teringat salah seorang teoris keperawatan yang menekankan
pentingnya hubungan yang terpeutik antara perawat dan pasien.