Anda di halaman 1dari 10

KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP)

PIJAT REFLEKSI KAKI

OLEH : KELOMPOK 3

ABSEN 11-49

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM

JURUSAN KEPERAWATAN

PRODI D III KEPERAWATAN MATARAM

2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PIJAT REFLEKSI KAKI

Topik : Pijat Refleksi Kaki


Sub Topik : Pengertian,manfaat,indikasi dan kontra indikasi dan prosedur pelaksanaan
Hari/Tanggal : Senin, 26 Agustus 2019
Waktu / Jam : 20 Menit
Tempat : Ruang Kelas Rolling Door
Peserta : Mahasiswa Tingkat 3B DIII KEPERAWATAN MATARAM

I. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta mengetahui pengertian, manfaat indikasi dan
kontraindikasi serta prosedur pelaksanaan pijat refleksi kaki.

II. TUJUAN KHUSUS


Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit Petugas Laboratorium mampu :
1. Menjelaskan pengertian pijat refleksi kaki
2. Menjelaskan manfaat pijat refleksi kaki
3. Menjelaskan indikasi dan kontra indikasi pijat refleksi kaki
4. Menjelaskan prosedur pelaksanaan pijat refleksi kaki

III. SASARAN
Mahasiswa Tingkat 3B DIII KEPERAWATAN MATARAM

IV. MATERI PENYULUHAN (Terlampir)


1. Pengertian pijat refleksi kaki
2. Manfaat pijat refleksi kaki
3. Indikasi dan kontra indikasi pijat refleksi kaki
4. Prosedur pelaksanaan pijat refleksi kaki
V. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 2 menit Pembukaan :
a. Membuka/memulai kegiatan a. Menjawab salam
dengan mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri b. Mendengarkan
c. Menjelaskan tujuan dari c. Mendengarkan
penyuluhan d. Mendengarkan &
d. Menyebutkan materi penyuluhan memperhatikan
e. Bertanya kepada peserta apakah e. Menjawab
sudah mengetahui tentang pijat pertanyaan
refleksi kaki

2 15 menit Pelaksanaan :
Penyampaian materi :
a. Menjelaskan tentang pengertian a. Mendengarkan
pijat refleksi kaki
b. Memberikan kesempatan kepada b. Mendengarkan
peserta untuk bertanya
c. Menjelaskan tentang manfaat pijat c. Menjawab
refleksi kaki pertanyaan
d. Memberikan kesempatan kepada d. Mendengarkan
peserta untuk bertanya e. Menjawab
e. Menjelaskan prosedur pelaksanaan pertanyaan
pijat refleksi kaki
f. Memberikan kesempatan kepada
peserta untuk bertanya f. Mendengarkan
3 2 menit Evaluasi :
a. Menanyakan kepada peserta a. Menjawab
tentang materi yang telah pertanyaan
diberikan, dan rein-forcement
kepada peserta yang dapat
menjawab.

4 1 menit Terminasi :
a. Mengucapkan terima kasih atas a. Mendengarkan.
peran serta-nya
b. Mengucapkan salam penutup. b. Menjawab salam

VI. METODE
Ceramah Dan Tanya Jawab

VII. MEDIA DAN ALAT


1. Slide power point
2. LCD + Layar Proyektor
3. Wireless

VIII. EVALUASI HASIL PENYULUHAN


1. Menjelaskan pengertian pijat refleksi kaki
2. Menjelaskan manfaat pijat refleksi kaki
3. Menjelaskan indikasi dan kontra indikasi pijat refleksi kaki
4. Menjelaskan prosedur pelaksanaan pijat refleksi kaki

VII. REFERENSI
MODUL diktat keperawatan komplementer untuk mahasiswa keperawatan
LAMPIRAN MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian
Foot Massage terdiri atas dua suku kata yaitu“foot” dan “massage”. Kata “foot “
dalam bahasa inggris adalah kaki, sedangkan massage dalam bahasa inggris adalah
pijat. Dalam bahasa arab “mash” berarti memberikan penekanan yang lembut.
Massage adalah bentuk manipulasi yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan
sentuhan pada bagian tubuh yang sakit. Massage adalah bentuk upaya pencegahan
dalam melakukan perawatan kesehatan dan berfungsi untuk meningkatkan semangat
hidup, mengurangi rasa letih, dan penyembuhan tubuh non farmakologis dengan cara
pemijatan titik titik tertentu pada tubuh (Namikoshi, 2006).
Menurut Pamungkas (2010) pijat kaki refleksiologi adalah suatu bentuk
pengobatan dengan adopsi ketahanan dan kekuatan dari tubuh sendiri, dengan
memijat pada area yang sudah dipetakan sesuai dengan letak zona terapi .Pijat
refleksi kaki juga didefinisikan sebagai bentuk pengobatan suatu penyaki tuntuk
memperlancar system peredaran tubuh melalui titik-titik saraf tertentu yang
menghubungkan organ tubuh manusia (Gillanders, 2005). Hal ini dikarenakan pada
area telapak kaki mempunyai titik-titik saraf tertentu dengan organ tubuh manusia.
Mekanisme kerja pijat refleksi kaki yaitu merangsang relaksasi pada area yang
berkaitan dengan persarafan kaki yang telah dipijat (Wijayakusuma, 2006).

2. Manfaat
Pijat akan memberikan pengaruh pada kontraksi dinding kapiler sehingga akan
terjadi vasodilatasi pembuluh darah kapiler dan pembuluh getah bening. Adanya
peningkatan peredaran oksigen dalam darah, pembuangan sampah metabolic akan
berdampak pada munculnya hormone endorphin untuk memberikan efek
kenyamanan( Jurch, 2009 dalamWahyuni, 2014).

3. Indikasi dan kontra indikasi


a. Indikasi
Indikasi merupakan kondisi tubuh yang dapat memberikan dampak yang baik
ketika diberikan pemijatan. Berikut ini adalah indikasi pijat refleksi kaki :
- Kondisi tubuh yang lelah
- Ketidaknormalan tubuh yang terjadi karena pengaruh cuaca atau kerja yang
berlebihan sehingga berakibat pada kekakuan otot dan nyeri sendi serta
gangguan
b. Kontra indikasi
Kontra indikasi merupakan keadaaan dimana menjadi pantangan atau beresiko
terjadi dampak yang merugikan pada tubuh manusia. Kontraindikasi pijat kaki
refleksi sebagai berikut :
kondisi-kondisi tertentu yang membuat Anda tidak boleh melakukan pijat
refleksi, yaitu:
- Cedera kaki saat mengalami cedera, luka, asam urat, atau peradangan di
bagian kaki maka sebaiknya Anda tidak melakukan terapi refleksi. Terapi
yang Anda lakukan hanya akan membuat cedera Anda bertambah parah.
Klien dalam kondisi berpenyakit kulit dimana terdapat jejas, luka baru,
cedera akibat kecelakaan atau aktivitas lainnya
- Kehamilan. Terapi refleksi lebih baik dihindari oleh wanita yang sedang
hamil, terutama ketika kehamilan masih berada di trimester pertama.
Tekanan yang diterima pada telapak kaki akan merangsang kontraksi pada
ibu hamil
- Memiliki masalah pembekuan darah. Terapi refleksiologi bisa
meningkatkan sirkulasi yang kemudian berpotensi mengakibatkan gumpalan
darah di daerah jantung dan otak.

4. Prosedur Pelaksanaan
a. Persiapan pasien
Menjelaskan prosedur dan tujuan tindakan yang akan dilakukan
b. Persiapan alat
- Minyak telon
- Handbody/lotion
c. Persiapan lingkungan
- Memberikan lingkungan yang aman dan nyaman
- Tutup sketsel
d. Prosedur
- Waktu pijat refleksi dapat dilakukan selama 30-40 menit. Tetapi bagi
penderita penyakit kronis, lanjut usia waktunya lebih pendek
- Setiap titik refleksi hanya dipijat 5 sampai 9 menit dalam sekali pemijatan
- Bisa menggunakan minyak agar kulit tidak lecet tatkala dipijat
- Gerakan pertama disebut dengan eflurage yaitu memijat dari pergelangan
kaki ditarik sampai ke jari-jari. Gerakan dapat dilakukan sekitar 3 – 4 kali.

- Gerakan kedua ini sama dengan gerakan pertama yaitu menarik dari
pergelangan kaki hingga sampai ujung jari melewati perselangan jari diakhiri
dengan tarikan kecil pada jari. Gerakan ini dilakukan pada semua jari kaki,
dari kelingking hingga jempol.
- Setelah itu, dilakukan seperti gerakan pertama tetapi dengan menungkupkan
semua telapak tangan pada atas dan bawah telapak kaki, ditarik lembut dari
pergelangan kaki hingga ke jari kaki. Gerakan ini dilakukan 3 – 4 kali.

- Pegang kaki seperti gambar di atas, lakukan pemijatan pada daerah tumit
dengan gerakan melingkar. Penekanan pemijatan dipuasatkan pada jempol
tangan yang dilakukan seperti gerakan-gerakan memutar kecil searah jarum
jam. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 3 – 4 kali.

- Lakukan pemijatan dengan memfokuskan penekanan pada jempol, jari


telunjuk, dan jari tengah dengan membuat gerakan tarikan dari mata kaki
kearah tumit. Gerakan ini dilakukan sebanyak 3 – 4 kali.

- Lakukan pemijatan penekanan yang berfokus pada jempol, mengusap dari


telapak kaki bagian atas hingga ke bawah. Gerakan ini dapat dilakukan
sebanyak 3 – 4 kali.
- Gerakan ke tujuh hampir sama dengan gerakan ke-6, tetapi gerakan ini
dilakukan dengan posisi agak ke tengah dari telapak kaki. Gerakan ini dapat
dilakukan sebanyak 3 – 4 kali.

- Gerakan selanjutnya yaitu dengan membuat gerakan kecil memutar dengan


memberikan sedikit penekanan yang berfokus pada jempol,gerakan ini
dilakukan dari bagian atas telapak kaki (bawah jempol) hingga di bagian
tumit tetapi telapak bagian tepi. Gerakan ini tidak dilakukan perulangan,
cukup satu kali saja.

- Gerakan selanjutnya hampir sama dengan gerakan ke-8, hanya bedanya


gerakan ke-9 ini lebih di area telapak kaki bagian tengah. Gerakan ini juga
tidak dilakukan perulangan, cukup satu kali saja.
- Gerakan ke-10 adalah dengan melakukan penekanan pada bawah jari, seperti
yang dilakukan gambar di atas. Gerakan ini dilakukan pada semua jari kaki.
Gerakan ini dilakukan dengan menekan dan memberikan putaran-putaran
kecil searah jarum jam. Setiap jari kaki diberikan pijatan 3 – 4 kali.

- Gerakan selanjutnya yaitu memberikan penekanan dan gerakan memutar


kecil pada area tersebut (seperti pada gambar). Gerakan yang dilakukan dapat
sebanyak 4 – 5 kali pada titik ini saja.

- Gerakan selanjutnya dapat dilakukan dengan memutar pergelangan kaki,


posisi tangan dapat dilakukan seperti pada gambar. Pemutaran pergelangan
kaki dapat dilakukan sebanyak 4 – 5 kali.

- Setelah itu regangkan kaki, yaitu dengan memegang daerah pergelangan kaki
dan memberikan sedikit dorongan ke luar pada telapak kaki bagian atas.
Gerakan ini dapat dilakukan 3 – 4 kali.
- Gerakan terakhir yaitu memberi usapan lembut dengan sedikit diberikan
penekanan dari pergelangan kaki hingga semua ujung kaki. Gerakan ini
dilakukan 3 -4 kali, dan ditutup dengan mengusap satu kali dengan lembut
dari atas pergelangan kaki hingga ujung kaki tanpa diberikan penekanan.

- Kebanyakan orang memerlukan perawatan 4 sampai 8 minggu untuk


memperoleh hasil yang memuaskan. Tetapi bagi pasien berpenyakit kronis
dipijat tiga kali dalam seminggu atau dua hari sekali, jangan memijat setiap
hari
- Usahkan komunikasi pasien dengan pemijatan terjalin dengan baik, jangan
membicarakan segala sesuatu yang dapat memberatkan mental pasien
khusunya mengenai pasien
- Cucilah tangan sehabis memijat