Anda di halaman 1dari 36

TURUNAN ANYAMAN DASAR

Polos Langsung :
• Rib Lusi
• Rib Pakan
• Panama
Tidak Langsung
:
• Ajour
• Huckaback Langsung :
Anyaman • K. Rangkap
Keper • K. Diperkuat
Dasar
• K. Runcing
Tidak Langsung
:
• K. Tulang
Ikan
• K. Jalin
Satin • K. Diamond Langsung :
• Babat
Tidak Langsung • Diperkuat
:
• Rib miring
• Satin-natte
• S, Keper
1. Turunan Anyaman Polos Langsung

a. Anyaman Rib
Anyaman rib merupakan turunan dari
anyaman polos dimana terjadi dari
perpanjangan efek lusi atau efek pakan.
a.1 Rib Lusi
 Anyaman Rib Lusi
dapat diperoleh rusuk-
rusuk yang melintang
kearah lusi yang
disebabkan
bertambahnya benang Rib Lusi teratur
pakan sehingga
menjadi perpanjangan
efek lusi.
 Rib Lusi terbagi
menjadi Rib lusi
teratur dan Rib Lusi
tidak teratur
Rib Lusi tidak teratur
a.2 Rib Pakan
 Anyaman Rib
pakan terjadi
apabila terdapat
perpanjangan
efek pakan pada
anyaman polos
sehingga Rib Pakan teratur
membentuk
rusuk-rusuk yang
memanjang
kearah pakan.
 Rib pakan Terdiri
dari Rib pakan
langsung dan
tidakl langsung Rib Pakan tidak
teratur
b. Anyaman Panama
 Anyaman panama atau dikenal dengan
anyaman basket, dihasilkan dengan
menggunakan benang double untuk
menghasilkan desain yang menyerupai
pola keranjang.
 Dua atau lebih benang dengan atau tanpa
ikatan disatukan dengan pola 2 x 2, 3 x 3
atau 4x4.
Anyaman Panama
2. Turunan Anyaman Polos Tidak Langsung

a. Anyaman Ajour
 Anyaman ajour sering disebut sebagai anyaman berbutir.
 Apabila dalam anyaman polos di tempat-tempat tertentu
dalam beberapa repeat ditambahkan atau dikurangi efek
lusi atau/dan efek pakan akan terjadi pengelompokan
benang-benang lusi dan benang-benang pakan sehingga
akan terbentuk lubang-lubang / butir-butir.
 Luasnya lubang yang terbentuk pada kain tergantung pada
:
 Panjang pendeknya efek kelompok lusi dan pakan
 Tetal lusi dan tetal pakan
Proses
penambahan
atau
pengurangan
efek lusi atau
atau pakan
b. Anyaman Hackaback
 Anyaman ini merupakan gabungan antara
anyaman polos, rib lusi dan rib pakan.
 Pada anyaman huckaback ini anyaman polos
digunakan untuk memberikan keteguhan letak
benang pada kain, sedangkan efek lusi dan
efek pakan yang ditimbulkan dari rib lusi
maupun rib pakan dimaksudkan untuk
memberikan sifat kain yang mampu menyerap
air.
 Kenampakan dari kedua permukaan kain sama
3. Turunan Anyaman Keper Langsung

a. Anyaman Keper Rangkap


 Anyaman rangkap merupakan anyaman
turunan keper yang dihasilkan dari efek
lusi dan efek pakan yang sama
panjangnya.
1
 Sebagai contoh keper rangkap 2
2
 Keper rangkap juga
dapat dibuat dengan 2
buah keper atau lebih
 menggunakan 2 buah
angka atau lebih, baik di
atas garis maupun
dibawah garis pada
rumus contoh Kain
Keper Rangkap
1_2
1 2 1

Gambar Anyaman keper rangkap dengan 2 buah


Keper
b. Anyaman Keper Diperkuat
 Keper diperkuat pada umumnya terdiri dari
anyaman keper dasar yang mempunyai
repeat anyaman besar atau dengan kata lain
garis kepernya lebar, karenanya perlu
diperkuat dengan jalan menambah silangan
benang.
 Persyaratan untuk membuat anyaman keper
diperkuat adalah :
– Panjang efek lusi dan efek pakan tidak
sama
– Pada keper diperkuat angka 1 pada rumus
tidak dipergunakan, karena termasuk
golongan keper dasar.
Anyaman keper diperkuat
c. Anyaman Keper Runcing
Anyaman keper runcing ini terdiri dari keper
kanan dan keper kiri, dimana garis-garis
miringnya bertemu pada satu puncak

Anyaman Keper Runcing Lusi yang dibentuk dari


anyaman keper diperkuat
Anyaman Keper
Runcing Pakan
4. Turunan Anyaman Keper Tidak Langsung

a. Anyaman Keper Tulang Ikan


 Anyaman keper tulang ikan (Herring
bone twill) terdiri dari keper kanan dan
keper kiri dimana perpindahan garis
keper kanan terhadap keper kiri tidak
saling bertemu melainkan bersilangan.
 Efek lusi bertemu dengan efek pakan.
Anyaman Keper Tulang
Ikan (Herringbone Twill)
b. Anyaman Keper Jalin
 Anyaman keper jalin mempunyai bagian-
bagian garis keper yang sama panjang
dan sejajar.
 Garis-garis keper pada anyaman ini
tersusun sedemikian rupa sehingga
tampak saling menganyam.
Anyaman Keper
Jalin
b. Anyaman Diamond
• Anyaman diamond atau dikenal dengan
anyaman intan/ anyaman wajik. Dibuat
dengan menggabungkan dua keper
runcing yaitu keper runcing lusi atau keper
runcing pakan yang berlawanan arah
• Anyaman ini dapat dibentuk dengan
terlebih dahulu membentuk efek lusi
pendek hingga membentuk kotak-kotak.
Kemudian pada kotak-kotak kosong (efek
pakannya) ditambahkan efek lusi sesuai
dengan pola dasar yang diinginkan.
Dengan
penambahan
efek lusi
c. Anyaman Babat (Honey comb)
 Anyaman babat adalah
turunan/perubahan sebagian dari keper
runcing dan anyaman polos.
 Kain ini dihasilkan benang-benang yang
berefek panjang dan berefek pendek.
5. Turunan Anyaman Satin Langsung
a. Anyaman Satin Diperkuat
 Anyaman satin diperkuat diperoleh dengan
jalan menambah efek lusi pendek pada satin
pakan atau dengan melakukan perluasan/
perpanjangan titik silang di samping
melakukan penambahan efek lusi.
 Titik silang yang diperluas/diperpanjang
dengan 3 macam cara, yaitu :
• Perpanjangan kearah horizontal
• Perpanjangan kearah vertical
• Perpanjangan kearah horizontal dan
vertikal
6. Turunan Anyaman Satin Tidak Langsung

a. Rib Miring
 Anyaman rib miring
adalah anyaman
berusuk yang
dibentuk dari
anyaman dasar
satin pakan.
 Rusuk - rusuknya
membentuk sudut
tertentu terhadap
arah benang
pakannya.
Anyaman Rib Miring Lusi
b. Satin-natte (twilled hopsack)
 Anyaman satin-natte adalah anyaman yang
berupa kotak-kotak kecil seperti halnya
anyaman panama.
 Namun pada satin-natte ini bentuk kotak-
kotaknya membentuk deretan garis miring
dengan pola anyaman satin pakan.
 Penambahan kotak-kotak kecil ini dilakukan
pada anyaman dasar satin pakan dengan
penambahan sebagai berikut :
– Penambahan efek lusi kearah atas, atau
– Penambahan efek lusi kearah salah satu
sampingnya, atau
– Penambahan efek lusi dilakukan ke semua
arah.
Anyaman satin-natte
c. Satin Keper
 Anyaman satin keper dibentuk melalui
anyaman dasar keper satin.
 Dikatakan satin keper karena anyaman
yang dihasilkan menyerupai keper atau
pengubahan dari anyaman keper.
Tugas

• Jelaskan cara pembuatan desain


anyaman turunan langsung dan tidak
langsung dari anyaman dasar polos, keper
dan satin dengan menggunakan gambar
(masing-masing satu buah anyaman)
SELESAI