Sistem Tinggi Orthometrik (H).
Tinggi orthometrik adalah tinggi yang mengacu ke permukaan Geoid
adalah gayaberat menengah sepanjang garis unting-unting antara geoid dan titik
pengamatan di permukaan tanah
g(z): nilai gaya berat di Q
Mengenal Geoid, Undulasi, dan Tinggi Orthometrik – Ketika kita melakukan
pengukuran menggunakan GNSS/GPS nilai ketinggian yang kita dapatkan
sesungguhnya adalah ketinggian diatas elipsoid. Bukan diatas Geoid. Oleh karena itu,
kita memerlukan besaran nilai undulasi untuk mendapatkan tinggi orthometrik diatas
titik tersebut. Sebelum berbicara lebih jauh tentang undulasi, ada baiknya kita mulai
pembahasan dari Geoid. Apa itu Geoid? Silakan disimak ulasan dibawah ini
Gambar 1-Permodelan Permukaan Bumi
Definisi Geoid
Geoid merupakan salah satu permodelan bentuk permukaan bumi
dengan suatu bidang yang mempunyai nilai potensial yang sama.
Geoid biasanya digunakan pada saat pengukuran menggunakan waterpass/sipat
datar. Untuk mendapatkan besaran nilai geoid ada beberapa cara. Pertama melalui
pengukuran sipat datar yang dikombinasikan dengan GPS. Kedua, menggunakan
perhitungan dari persamaan dengan metode yang sudah ada (menggunakan data
gravimetric).
Geoid merupakan bidang ekuipotensial bumi yang dianggap berhimpit dengan
permukaan air laut rata-rata. Untuk mengetahui bidang geoid diperlukan pengukuran
gaya berat. Saat ini digunakan beberapa pendekatan model geoid secara global
diantaranya EGM 96, EGM 2008, dll.
Namun di Indonesia model global tersebut masih memilki ketelitian yang cukup rendah
( kurang lebih 1 meter ) karena masih relative sedikit lokasi pengukuran gaya berat di
Indonesia.
Geoid juga disebut sebagai permodelan bumi yang sesungguhnya, karena itu secara
praktis geoid dianggap berhimpit dengan permukaan laut rata-rata (Mean sea level-
MSL).
Jarak geoid terhadap ellipsoid disebut Undulasi geoid (N). Nilai dari undulasi geoid
tidak sama di semua tempat, hal ini disebabkan ketidakseragaman sebaran densitas
massa bumi. Untuk keperluan aplikasi geodesi, geofisika dan oseanografi dibutuhkan
nilai geoid dengan ketelitian yang cukup tinggi.
Perkembangan teknologi penentuan posisi dengan satelit saat ini seperti penentuan
posisi dengan satelit GPS, telah dapat menentukan koordinat baik kearah horizontal
maupun arah vertical dengan mudah, cepat dan dengan biaya yang relatif murah.
Namun ketinggian yang didapat dari penentuan posisi dengan satelit
mengacu terhadap ellipsoid, sementara ketinggian yang umum
digunakan sehari-hari adalah ketinggian yang mengacu pada geoid atau
tinggi orthometrik.
Cara Mendapatkan Besaran Tinggi Orthometrik
Untuk mendapatkan tinggi orthometrik dari tinggi ellipsoid diperlukan data tambahan
lain yaitu undulasi geoid(N), dengan adanya undulasi maka tinggi orthometrik dapat
dihitung dari tinggi ellipsoid dengan persamaan H=h-N.
Ada beberapa metoda untuk mendapatkan harga undulasi geoid diantaranya metoda
geometrik dan metoda gravimetrik. Pada metoda geometrik undulasi geoid dihitung
dari kombinasi data ketinggian posisi satelit dengan ketinggian dan pengukuran sipat
datar (levelling). Sedangkan pada metoda gravimetrik, undulasi geoid dihitung dari
data gaya berat terestris dan model geopotensial global (koefisien potensial gayaberat
global).
Sampai saat ini telah banyak dipublikasikan model-model geopotensial gaya berat
global yang dikeluarkan oleh beberapa institusi seperti OSU91A (Ohio State
University), EGM96 (kerjasama NIMA, NGSF dan OSU), GPM98CR (Goddard Space
Flight Center (GSFC)), PGM2000A dan lain-lain.
Tinggi Ortometris
Tinggi ortometris suatu titik adalah jarak geometris yang diukur sepanjang unting – unting (
Plumb Line ) antara geoid ke titik tersebut ( Irawan Syafri , 1990 ). Tinggi ortometris ini merupakan
tinggi yang umumnya dimengerti dan paling banyak digunakan. Lain halnya dengan tinggi dinamis,
tinggi ortometrik ini memiliki nilai geometris. Permukaan geoid referensi sangat unik hal ini
dikarenakan satu bidang equipotensial yang merupakan bidang yang memiliki nilai gravitasi tunggal
sama dengan permukaan laut di lautan terbuka. Dalam praktis nya tinggi ortometrik sangat sulit
direalisasikan, karena untuk merealisasikannya hal yang perlu diketahui adalah arah tegak lurus dari
percepatan gravitasi terhadap permukaan disemua titik yang berada sepanjang jarak tersebut.
Ilustrasi tinggi ortometrik. ( W. E. Featherstone, 2006 ).
Apabila dilakukan pengukuran beda tinggi dengan menggunakan sipat datar terhadap dua
titik atau lebih maka akan didapatkan beda tingginya antar titik tersebut. Untuk merubah beda tinggi
tersebut untuk menjadi tinggi ortometris harus dilakukan koreksi ortometris terlebih dahulu, tetapi
apabila pengukuran dilakukan di daerah yang sempit dimana diasumsikan bahwa bidang nivo di tiap
titik saling sejajar maka koreksi ortometrik bisa diabaikan. Dengan kata lain, koreksi ortometrik
diberlakukan untuk pengukuran dengan cakupan wilayah yang luas dimana besar gaya gravitasinya
sudah berbeda di tiap titik nya.
Untuk mendapatkan tinggi orthometrik dari tinggi ellipsoid diperlukan data tambahanlain
yaitu undulasi geoid (N), dengan adanya undulasi maka tinggi orthometrik dapatdihitung
dari tinggi ellipsoid dengan Persamaan H = h - N (ketinggian orthometrik adalahselisih antara
ketinggian elipsoid dengan undulasi geoid). Ada beberapa metoda untuk mendapatkan harga undulasi
geoid diantaranya metodageometrik dan metoda gravimetrik. Pada metoda geometrik undulasi geoid
dihitung darikombinasi data ketinggian posisi satelit dengan ketinggian dan pengukuran sipat
datar (levelling).
Tinggi orthometrik suatu titik dipermukaan bumi dapat didefinisikan sebagai jarak
geometrik antara titik tersebut dipermukaan bumi dengan titik pasangannya di permukaan geoid dan
diukur sepanjang garis untung – unting ( Plumbline ).