0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
297 tayangan40 halaman

Pengolahan Data GNSS dengan gLAB

Dokumen tersebut membahas pengolahan data RINEX GPS menggunakan perangkat lunak gLAB untuk mendapatkan koordinat geodetik. Metode statik dan kinematik digunakan untuk mengolah data dari Mojokerto dan Jember, yang menghasilkan rata-rata koordinat dan ketelitian yang lebih tinggi untuk metode statik."

Diunggah oleh

shinta angelina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
297 tayangan40 halaman

Pengolahan Data GNSS dengan gLAB

Dokumen tersebut membahas pengolahan data RINEX GPS menggunakan perangkat lunak gLAB untuk mendapatkan koordinat geodetik. Metode statik dan kinematik digunakan untuk mengolah data dari Mojokerto dan Jember, yang menghasilkan rata-rata koordinat dan ketelitian yang lebih tinggi untuk metode statik."

Diunggah oleh

shinta angelina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Responsi 5 GNSS

Pengolahan Data Rinex SRGI


Melalui GLAB
Nama : Shinta Angelina
NRP : 03311940000005
Kelas : B
1. Definisi gLAB
DEFINISI
• gLAB adalah rangkaian alat perangkat
lunak yang dikembangkan di bawah
Kontrak Badan Antariksa Eropa (ESA)
oleh kelompok penelitian Astronomi dan
Geomatika (gAGE) dari Universitas
Politecnica de Catalunya (UPC)

• gLAB melakukan pemodelan presisi data


GNSS yang dapat diamati (fase semu dan
pembawa) pada tingkat cm ,
memungkinkan penentuan posisi GPS
mandiri. gLAB disesuaikan dengan
berbagai format standar seperti file
RINEX-3.00, SP3, ANTEX dan SINEX,
antara lain.
2.Metode Pengukuran GPS Statik dan
Kinematik
a.Statik
• Metode statik singkat (rapid static) merupakan salah satu metode GPS statik dengan waktu
pengamatan lebih singkat, penggunaannya untuk menentukan koordinat titik-titik kontrol yang relatif
dekat serta berorde ketelitian yang relatif lebih rendah [Abidin, 2011].

• Pada metode pengukuran statik,titik yang akan ditentukan posisinya tidak bergerak, pengamatan
yang dilakukan bisa secara absolute maupun diferensial, data pengamatan bisa menggunakan
pseudorange dan/atau phase yang selanjutnya dilakukan pengolahan data setelah pengamatan (post
process), keandalan dan ketelitian yang diperoleh cukup tinggi yaitu di sampai centimeter, dan
biasanya digunakan untuk penentuan titik-titik kontrol survey pemetaan maupun survey geodetik.
b.Kinematik
• Pada metode pengukuran kinematik ,titik-titik yang akan ditentukan posisinya bergerak
(kinematik), selain untuk posisi, GNSS juga bisa digunakan untuk menentukan kecepatan,
percepatan dan altitude. Pengamatan ini bisa dilakukan secara absolute maupun
diferensial dengan menggunakan data pseudorange dan/atau phase.

• Hasil penentuan posisi nya bisa diperlukan saat pengamatan (real-time) ataupun
sesudah pengamatan (post-processing), untuk pengamatan diferensial secara realtime
diperlukan komunikasi data antara stasiun referensi dengan receiver yang bergerak.

• Penentuan posisi kinematik secara teliti memerlukan penggunaan data phase dengan
penentuan ambiguitas phase secara on-the-fly. Penggunaan metode kinematik biasanya
dilakukan untuk navigasi, pemantauan (surveilance), guidance, fotogrametri, airborne
gravimetry, survei hidrografi dan lain-lain.
Ilustrasi Pengukuran GPS Statik dan
Kinematik

Metode Pengamatan Absolute Statik dan Kinematik Metode Pengamatan Differensial Statik dan
Kinematik
3.Pengolahan data rinex GPS statik dan
kinematik menggunakan gLab
a.Diagram Alir Metodologi

• Pada tugas ini diperlihatkan


bagaimana cara mengolah data
rinex GPS untuk menghasilkan
informasi berupa koordinat
geodetik melalui software
gLab.Data rinex didapatkan
dengan men-download pada portal
SRGI.Berikut ditampilkan diagram
alir metodologi pengerjaan
pengolahan data rinex.
Web SRGI

WEB SRGI adalah web yang dibuat dan dikelola oleh BIG (Badan Informasi Geospasial)
yang memberikan layanan produk mulai dari Jaring Kontrol Geodesi, model geoid, model
deformasi, model pasut, atmosfer dan transformasi koordinat. Dalam web ini pula dapat
dilakukan pengunduhan RINEX dari CORS yang ada di seluruh Indonesia dengan gratis.
• Login website SRGI,setelah login pilih pencarian yang diinginkan.Pada
pengolahan data rinex ini saya menggunakan “Stasiun Cors”.Kemudian
pilih daerah dimana data rinex ingin di download dan klik “download rinex
seperti pada gambar diatas”
• Sebelum download data rinex,buka
• Kemudian pada pilihan download
gnsscalendar.com,dan pilih
data rinex srgi,pilih DOY “179” dan
hari,tanggal,bulan,tahun kemudian lihat berapa
klik “download” maka data rinex akan
DOY.Pada presentasi ini saya menggunakan
terdownload dalam format .o dan .n
tanggal 28 Juni 2021 di daerah Mojokerto dengan
DOY 179
Pengolahan Data gLab

Pada menu “input” masukkan file rinex .o dan .n Pada menu preprocess centang pilihan fitur
yang telah di download.Berikan tanda centang sesuai gambar diatas
sesuai gambar diatas
Pilih menu “modelling” kemudian centang Pilih menu “filter” kemudian untuk pilihan
fitur sesuai dengan gambar diatas “Available Frequencies” dipilih Dual-
Frequency .Dan untuk centang fitur sesuai
dengan gambar diatas
Pilih “output files” dimana data ingin disimpan dan centang pada “Ref File” untuk
mendapatkan txt koordinat
Hasil pengolahan glab Mojokerto DOY 179 Metode Statik

• Pada data pengolahan


gLab ini dihasilkan
koordinat geodetik berupa
longitude dan latitude
daerah Mojokerto pada
tanggal 28 Juni 2021
dengan DOY 179 seperti
pada gambar disamping

• .Dilakukan convert
koordinat menjadi UTM
dengan bantuan Arcgis
untuk dihitung rata rata
dan standar deviasi

Koordinat Geografis Geodetik


Koordinat UTM Data Pengolahan Mojokerto DOY 179 Statik

• Telah ditampilkan data hasil koordinat UTM dengan metode


statik pada Daerah Mojokerto dengan DOY 179.Didapatkan
rata-rata easting,northing,dan standar deviasi/ketelitian
sebagai berikut :

1. Easting : 659081.426 m
2. Northing : 9174522.168 m
3. Standar Deviasi
 Std Easting : 0.229887287
 Std Northing: 0.113197465
Hasil pengolahan glab Mojokerto DOY 179 Metode
Kinematik

• Dari pengolahan data rinex


daerah Mojokerto dengan DOY
179 didapatkan koordinat yang
berjumlah 287 data.Tabel
disamping merupakan hasil
sampe koordinat geodetik
dengan metode kinematik
Koordinat UTM Data Pengolahan Mojokerto DOY 179
Kinematik

• Telah ditampilkan data hasil koordinat UTM


dengan metode kinematik pada Daerah
Mojokerto dengan DOY 179.Didapatkan rata-rata
easting,northing,dan standar deviasi/ketelitian
sebagai berikut :

1. Easting : 659081.0365 m
2. Northing : 9174522.091 m
3. Standar Deviasi
 Std Easting : 0.64790057
 Std Northing: 0.324936789
Hasil pengolahan glab Jember DOY 143 Metode Statik

• Dari pengolahan data rinex


daerah Mojokerto dengan DOY
179 didapatkan koordinat yang
berjumlah 287 data.Tabel
disamping merupakan hasil
sampe koordinat geodetik
dengan metode kinematik
Koordinat UTM Data Pengolahan Jember DOY 143 Statik

• Telah ditampilkan data hasil koordinat UTM


dengan metode statik pada Daerah Jember
dengan DOY 143.Didapatkan rata-rata
easting,northing,dan standar deviasi/ketelitian
sebagai berikut :

1. Easting : 796768.9476 m
2. Northing : 9095377.947 m
3. Standar Deviasi
 Std Easting : 0.174578233
 Std Northing : 0.227304353
Hasil pengolahan glab Jember DOY 143 Metode Kinematik

• Pada data pengolahan gLab


ini dihasilkan koordinat
geodetik berupa longitude dan
latitude daerah Jember pada
tanggal 23 Mei 2021 dengan
DOY 143 seperti pada gambar
disamping.Data yang
ditampilan hanya berjumlah
22 dari 287 data
Koordinat UTM Data Pengolahan Jember DOY 143 Kinematik

• Telah ditampilkan data hasil koordinat UTM


dengan metode kinematik pada Daerah
Jember dengan DOY 143.Didapatkan rata-rata
easting,northing,dan standar deviasi/ketelitian
sebagai berikut :

1. Easting : 796768.8269 m
2. Northing : 9095377.971 m
3. Standar Deviasi
 Std Easting : 0.585487774
 Std Northing : 0.313925392
Analisis Metode Statik dan Kinematik Koordinat UTM

Dari tabel perbandingan ratarata lintang,bujur,dan ketiggian serta standar deviasi didapatkan kesimpulan
bahwa pengolahan data GPS dengan metode statik mempunyai tingkat ketelitian yang lebih akurat
dibandingkan dengan metode kinematik.Hal ini diikarenakan standar deviasi yang dihasilkan oleh metode
statik lebih kecil (teliti) dibandingkan standar deviasi metode kinematik
3.Fitur Analysis
Glab
1. NEU Positioning Error : Grafik yang berisi kesalahan posisi NEU (Utara, Timur dan
Atas) dari kesalahan penerima positioning yang diperoleh dari filter. Kesalahan
ini dihitung dengan perbedaan antara estimasi filter langsung dan Posisi
Penerima Apriori.

2. Horizontal Positioning Error : Plot horizontal positioning error berisi kesalahan


posisi North dan East.Dimana sumbu x merupakan error east dalam m,sedangkan
sumbu y merupakan error north dalam m.

3. Dilution of Precision : DOP mengukur kekuatan geometri satelit yang dikaitkan


dengan jarak dan posisi satelit di angkasa.DOP dapat memperbesar pengaruh
kesalahan satelit.Pada plot DOP gLab,sumbu x merupakan interval waktu 60 s
sedangkan sumbu y merupakan nilai DOP

4. Satellite Skyplot : Grafik Skyplot Satelit menetapkan opsi untuk menghasilkan


elevasi / azimuth satelit di skyplot, menjadi pusat plot zenith satelit, dan
ketinggian yang lebih rendah.
5. Model Components : Plot komponen Model mengatur opsi untuk mencetak komponen
model sebagai fungsi waktu. Secara default, ia memilih Efek relativitas, tetapi dapat
dengan mudah dipilih model mana yang akan dicetak, dengan memilihnya. dalam
opsi Kolom Y.Untuk sumbu x merupakan interval waktu yakni 60 s

6. Zenith Troposperic Delay : Plot Zenith Tropospheric Delay menetapkan pilihan untuk
mencetak estimasi troposfer sebagai fungsi waktu. Ini termasuk bagian nominal yang
dikoreksi dalam pemodelan dan perkiraan bagian yang dihitung dalam
filternya.Sumbu x merupakan interval waktu 60 s,sedangkan sumbu Y merupakan
estimasi troposfer dalam m

7. Iosnopheric Combinations : Plot kombinasi Ionosfer menetapkan pilihan untuk


mencetak dua kombinasi ionosfer (bebas geometris) yakni PI (P2-P1) [pseudorange]
dan LI (L1-L2) [fase pembawa].Sumbu x merupakan waktu dalam interval 60 s,sumbu
y merupakan kombinasi ionosfer L1 dan P1 dalam m

8. Carrier Phase Ambiguities : Phase ambiguities merupakan jumlah gelombang penuh


yang tidak terukur oleh receiver GPS.Plot ambiguitas fase Carrier menetapkan opsi
untuk mencetak estimasi pengukuran fase pembawa di filter.
Fitur Analysis Data Rinex Jember DOY 143 Statik Interval 60
s
NEU Positioning Error Horizontal Positioning Error
Fitur Analysis Data Rinex Jember DOY 143 Statik Interval 60
s
Dilution of Precision Satellite SkyPlot
Fitur Analysis Data Rinex Jember DOY 143 Statik Interval 60 s

Model Components Prefit Residuals


Fitur Analysis Data Rinex Jember DOY 143 Statik Interval 60 s

Posfit Residuals Measurement Multipath/Noise


Fitur Analysis Data Rinex Jember DOY 143 Statik Interval 60 s

Zenith Troposperic Delay Ionospheric Combination


Fitur Analysis Data Rinex Jember DOY 143 Statik Interval 60 s

Carrier Phase Ambiguities


Fitur Analysis Data Rinex Mojokerto DOY 179 Statik Interval
60 s
NEU Positioning Error Horizontal Positioning Error
Fitur Analysis Data Rinex Mojokerto DOY 179 Statik Interval
60 s
Dilution of Precision Satellite SkyPlot
Fitur Analysis Data Rinex Mojokerto DOY 179 Statik Interval 60
s

Model Components Prefit Residuals


Fitur Analysis Data Rinex Mojokerto DOY 179 Statik Interval 60
s

Posfit Residuals Measurement Multipath/Noise


Fitur Analysis Data Rinex Mojokerto DOY 179 Statik Interval 60
s

Zenith Troposperic Delay Ionospheric Combination


Fitur Analysis Data Rinex Jember DOY 143 Statik Interval 60 s

Carrier Phase Ambiguities


TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai