Anda di halaman 1dari 8

PWA

1. TAHUN SAMA
Dua mesin dibawah pertimbangan sebuah pabrik metal. Mesin A akan mempunyai
biaya awal $ 15,000, biaya perawatan dan operasi tahunan $ 3,000, dan nilai sisa $
3,000. Mesin B akan mempunyai biaya awal $ 22,000, biaya perawatan dan operasi
tahunan $ 1,500, dan nilai sisa $ 5,000. Jika kedua mesin diperkirakan berumur 10
tahun, carilah mesin mana yang akan dipilih jika menggunakan metode present
worth dengan tingkat suku bunga 12%!

Jawab:

 Buat tabel

 Buat cast flow diagram


Mesin A

Mesin B

 Cari nilai present worth A dan B


PWA = $ 15,000 + $ 3,000 (P/A ; 12% ; 10) - $ 3,000 (P/F ; 12% ; 10)
= $ 15,000 + $ 3,000 (5.6502) - $ 3,000 (0.3220)
= $ 15,000 + 16950.6 – 966
= 30984.6
PWB = $ 22,000 + $ 1,500 (P/A ; 12% ; 10) - $ 5,000 (P/F ; 12% ; 10)
= $ 22,000 + $ 1,500 (5.6502) - $ 5,000 (0.3220)
= $ 22,000 + 8475.3 – 1610
= 28865.3

Karena PWA > PWB, jadi yang dipilih adalah Mesin B

2. TAHUN BEDA

Dua mesin dibawah pertimbangan sebuah pabrik metal. Mesin A akan mempunyai biaya
awal $ 15,000, biaya perawatan dan operasi tahunan $ 3,000, dan nilai sisa $ 3,000. Mesin
B akan mempunyai biaya awal $ 22,000, biaya perawatan dan operasi tahunan $ 1,500,
dan nilai sisa $ 5,000. Jika Mesin A dan Mesin B masing - masing diperkirakan berumur 3
dan 4 tahun, carilah mesin mana yang akan dipilih jika menggunakan metode present worth
dengan tingkat suku bunga 12%!
Jawab:
 Buat tabel

 Terlebih dahulu mencari KPK dari umur mesin yaitu KPK 3 dan 4 seperti berikut:
3 = 3, 6, 9, 12
4 = 4, 8, 12
 Buat cast flow diagram
Mesin A

Mesin B
 Cari nilai present worth A dan B
PWA = $ 15,000 + $ 3,000 (P/A ; 12% ; 12) + $ 15,000 (P/F ; 12% ; 3) +
$ 15,000 (P/F ; 12% ; 6) + $ 15,000 (P/F ; 12% ; 9) –
$ 3,000 (P/F ; 12% ; 3) - $ 3,000 (P/F ; 12% ; 6) - $ 3,000 (P/F ; 12% ; 9) –
$ 3,000 (P/F ; 12% ; 12)
= $ 15,000 + $ 3,000 (6.1944) + $ 15,000 (0.7118) + $ 15,000 (0.5066) +
$ 15,000 (0.3606) – $ 3,000 (0.7118) - $ 3,000 (0.5066) - $ 3,000 (0.3606) –
$ 3,000 (0.2567)
= $ 15,000 + 18583.2 + 10677 + 7599 + 5409 – 2135.4 – 1519.8 – 1081.8 – 770.1
= 51761.1
PWB = $ 22,000 + $ 1,500 (P/A ; 12% ; 12) + $ 22,000 (P/F ; 12% ; 4) +
$ 22,000 (P/F ; 12% ; 8) – $ 5,000 (P/F ; 12% ; 4) - $ 5,000 (P/F ; 12% ; 8) –
$ 5,000 (P/F ; 12% ; 12)
= $ 22,000 + $ 1,500 (6.1944) + $ 22,000 (0.6355) + $ 22,000 (0.4039) –
$ 5,000 (0.6355) - $ 5,000 (0.4039) - $ 5,000 (0.2567)
= $ 22,000 + 9291.6 + 13981 + 8885.8 – 3177.5 – 2019.5 – 1283.5
= 47677.9

Karena PWA > PWB, jadi yang dipilih adalah Mesin B

Tambahan 1:

Present Worth Method (analisis) merupakan suatu alternatif perbandingan untuk memilih
suatu barang dalam berbagai macam pertimbangan.
Dalam memilih barang diperioritaskan memilih yang nilai present worthnya kecil.
Nilai-nilai yang berwarna biru diperoleh dari penggunaan rumus hubungan atau dengan
melihat pada tabel. Klik disini
Tambahan 2:
Pada postingan sebelumnya aku sudah berikan rumus dasar hubungan-hubungan beserta
file exel yang siap download dengan isi file yaitu penggunaan rumus suku bunga simbolis
yang memudahkan anda untuk mendapatkan nilai-nilai dari rumus simbolis. Klik disini
Present Worth Analysis
Present worth analysis (analisis nilai sekarang) didasarkan pada konsep ekuivalensi dimana semua
arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan terhadap titik waktu sekarang pada suatu tingkat
pengembalian minimum yang diinginkan (minimum attractive rate of return – MARR).
Usia pakai berbagai alternatif yang akan dibandingkan dan periode analisis yang akan digunakan bisa
berada dalam situasi:

1. Usia pakai sama dengan periode analisis


2. Usia pakai berbeda dengan periode analisis
3. Periode analisis tak terhingga
Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Net Present Value (NPV) dari masing-masing
alternatif. NPV diperoleh menggunakan persamaan:
NPV = PW pendapatan – PW pengeluaran

Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai NPV ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara
untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan NPV terbesar merupakan
alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada
bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki NPV ≥ 0.
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000.
Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun.
Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per
tahun dan digunakan present worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut
menguntungkan?

Penyelesaian:

NPV = 40000000(P/F,12%,8) + 1000000(P/A,12%,8) – 30000000

NPV = 40000000(0,40388) + 1000000(4,96764) – 30000000

NPV = -8.877.160

Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.
Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis
Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan
menggunakan periode analisis yang sama dengan usia pakai alternatif. Dalam kasus ini tidak diperlukan
penyelesaian terhadap arus kas.

Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan
tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada
perusahaan:

Nilai Sisa
Harga Keuntungan
di Akhir
Mesin Beli per Tahun
Usia Pakai
(Rp.) (Rp.)
(Rp.)
X 2500000 750000 1000000
Y 3500000 900000 1500000
Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.

Penyelesaian:

Mesin X:

NPV X = 750000(P/A,15%,8) + 1000000(P/F,15%,8) – 2500000

NPV X = 750000(4,48732) + 1000000(0,32690) – 2500000

NPV X = 1192390

Mesin Y

NPV Y = 900000(P/A,15%,8) + 1500000(P/F,15%,8) – 3500000

NPV Y = 900000(4,48732) + 1500000(0,32690) – 3500000

NPV Y = 1028938

Kesimpulan : Pilih mesin X


Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis
Pada situasi usia pakai berbeda dengan periode analisis, digunakan asumsi perulangan (repeatability
assumption) dengan periode analisis yang merupakan kelipatan persekutuan terkecil dari usia pakai
alternatif. Dengan asumsi itu, alternatif yang telah habis usia pakainya sebelum periode analisis akhir
akan digantikan oleh alternatif yang sama.
Jika asumsi perulangan tidak dapat diterapkan pada suatu situasi pengambilan keputusan, akan dipilih
periode analisis yang sesuai dengan masalah yang dihadapi (asumsi berakhir bersamaan
atau coterminated assumption). Pada asumsi ini diperlukan penyesuaian arus kas pada alternatif yang
memiliki usia pakai berbeda dengan periode analisis.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan
tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:

Nilai Sisa
Usia Harga Keuntungan di Akhir
Mesin Pakai Beli per Tahun Usia
(Tahun) (Rp.) (Rp.) Pakai
(Rp.)
X 8 2500000 750000 1000000
Y 16 3500000 900000 1500000
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya dibeli.

Penyelesaian:

Mesin X

NPV X = 750000(P/A,15%,16) + 1000000(P/F,15%,8) + 1000000(P/F,15%,16) – 2500000 –


2500000(P/F,15%,8)

NPV X = 750000(5,95423) + 1000000(0,32690) + 1000000(0,10686) – 2500000 – 2500000(0,32690)

NPV X = 1582182,5

Mesin Y

NPV Y = 900000(P/A,15%,16) + 1500000(P/F,15%,16) – 3500000

NPV Y = 900000(5,95423) + 1500000(0,10686) – 3500000

NPV Y = 2019097

NPV mesin Y, Rp. 2.019.097, lebih besar daripada NPV mesin X, Rp. 1.582.182,5. Pilih mesin Y.
Periode Analisis Tak Terhingga – Capitalized Worth
Pada situasi dimana periode analisis tak terhingga, perhitungan NPV dari semua arus masuk dan arus
keluar dilakukan dengan metode capitalized worth (nilai modal). Jika hanya unsur biaya yang saja yang
diperhitungkan, maka hasil yang diperoleh disebut capitalized cost (biaya modal)
Capitalized Worth (CW) adalah sejumlah uang yang harus dimiliki saat ini. Dengan demikian,
diperoleh pembayaran yang besarnya sama selama periode tak terhingga pada tingkat suku bunga i%
per periode. Dari factor bunga majemuk untuk nilai n tak terhingga, didapatkan nilai (P/A,I,n) = 1/i
sehingga:
CW = PW n→∞ = A(P/A,i,∞) = A

Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan
tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:

Nilai Sisa
Usia Harga Keuntungan di Akhir
Mesin Pakai Beli per Tahun Usia
(Tahun) (Rp.) (Rp.) Pakai
(Rp.)
X 8 2500000 750000 1000000
Y 16 3500000 900000 1500000
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun dan periode analisis tak hingga, tentukan mesin yang
seharusnya dibeli.

Penyelesaian:

Dengan capitalized worth, setiap alternatif hanya dianalisis dengan satu kali usia pakai saja.
Mesin X

CW X = 750000(P/A,15%,∞) + 1000000(A/F,15%,8)(P/A,15%,∞) – 2500000(A/P,15%,8)(P/A,15%,∞)

CW X = 7500000(1/0,15) + 1000000(0,07285)(1/0,15) – 2500000(0,22285)(1/0,15)

CW X = 1771500

Mesin Y

CW Y = 900000(P/A,15%,∞) + 1500000(A/F,15%,9)(P/A,15%,∞) – 3500000(A/P,15%,9)(P/A,15%,∞)

CW Y = 900000(1/0,15) + 1500000(0,05957)(1/0,15) – 3500000(0,20957)(1/0,15)

CW Y = 1705733,33

CW mesin X, Rp. 1.771.500 lebih besar daripada CW mesin Y, Rp. 1.705.733,33. Untuk itu pilih mesin
X.
Seorang teknisi elektronika membuat tabungan untuk dia membuat alat baru dalam waktu 5 tahun.
Dengan memperhatikan suku bunga 15% berapa jumlah uang yang harus ia tabung agar memdapatkan
uang sebesar Rp.80.000.000,-?

Penyelesaian:

PV = FV / [1+i]n

PV = 80.000.000 / [1+15%]5

PV = 80.000.000 / 2,011

PV = Rp 160.908.575,-