Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya yang begitu besar,
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan harapan dapat bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan kita.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Akuntansi Keprilakuan. Dalam
membuat makalah ini, dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki, kami berusaha mencari sumber data
dari berbagai sumber informasi. Kegiatan penyusunan makalah ini memberikan kami tambahan ilmu pengetahuan
yang dapat bermanfaat bagi kehidupan kami, dan semoga bagi para pengguna makalah ini.
Sebagai manusia biasa, kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
oleh karena itu kami berharap akan adanya masukan yang membangun, sehingga makalah ini dapat bermanfaat
baik bagi sendiri maupun pengguna makalah ini.

Makassar, 30 Oktober 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................i

DAFTAR ISI .........................................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................... ...........

1.1. Latar Belakang .................................................................................................. ...........


1.2. Rumusan Masalah............................................................................................ ...........
1.3. Tujuan............................................................................................................... ...........
BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................................................

A. Model Penerimaan Teknologi (TAM) .................................................................. ...........


B. Konstruk Dalam TAM ........................................................................................... ...........
C. Perbedaan TAM dan TPB……………………………………………………………………
D. Perkembangan TAM………………………………………….. ……………………………..
BAB IV PENUTUP ................................................................................................................... ...........

A. Kesimpulan ........................................................................................................... ...........


B. Saran ..................................................................................................................... ...........
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Technology Acceptance Model (TAM), yang pertama kali diperkenalkan oleh Davis, adalah sebuah aplikasi dan
pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang dispesialisasikan untuk memodelkan penerimaan
pemakai (user acceptance) terhadap sistem informasi. Tujuan TAM diantaranya yaitu untuk menjelaskan faktor
penentu penerimaan teknologi berbasis informasi secara general serta menjelaskan tingkah laku pemakai akhir
(akhir (end-user) teknologi informasi dengan variasi yang cukup luas serta populasi pemakai. Secara ideal sebuah
model merupakan pemakai. Dan seyogyanya suatu model merupakan prediksi, dibarengi dengan penjelasan,
sehingga peneliti maupun praktisi dapat mengidenti fikasi mengapa sistem tertentu mungkin tidak dapat diterima,
sehingga diperlukan mengambil langkah revisi dalam rangka mengambil langkah perbaikan, untuk mengatasinya.
Pada akhirnya, maksud dan tujuan TAM tak lain adalah untuk menyediakan dasar dalam rangka mengetahui
pengaruh dari faktor eksternal terhadap kepercayaan internal, sikap, dan niat. TAM diformulasikan untuk mencapai
tujuan ini melalui pengidentifikasian sejumlah kecil variabel pokok, yang didapatkan dari penelitian sebelumnya
terhadap teori maupun faktor penentu dari penerimaan teknologi, serta menerapkan TRA sebagai latar belakang
teoretis dalam memodelkan relasi antara-variabel.

Perkembangan sistem informasi yang masih dilakukan secara manual sehingga terjadi perubahan menjadi berbasis
teknologi berbasis online dengan menggunakan teknologi mobile dan fasilitas internet, alat komunikasi seperti
telepon seluler yang dapat mempermudah melakukan transaksi dan cara kerjanya sangat mudah dengan efesiensi
dengan jarak dan waktu.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Metode Penerimaan Teknologi (TAM)?


2. Apa saja konstruk utama dari TAM?
3. Apa perbedaan dari TAM dan TPB?
4. Bagaimana perkembangan (Technology Acceptance Model)?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Metode Penerimaan Teknologi (TAM).
2. Mengetahui Konstruk Utama dari TAM.
3. Untuk mengetahui perbedaan TAM dan TPB.
4. Untuk mengetahui Perkembangan TAM.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Model Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model)


Technology Acceptance Model (TAM) adalah landasan teoritis untuk menjelaskan dan
memprediksi penerimaan individu terhadap sistem teknologi informasi. TAM pertama kali diusulkan oleh
Davis (1989) dalam tesis Doktoralnya. Model Penerimaan Teknologi (TAM) yang telah dikembangkan oleh
Davis (1989) adalah salah satu model penelitian yang paling populer untuk memprediksi penggunaan dan
penerimaan sistem informasi dan teknologi oleh pengguna individual. TAM telah dipelajari dan diverifikasi
secara luas oleh berbagai studi yang menguji perilaku penerimaan teknologi individual dalam konstruksi
sistem informasi yang berbeda-beda.
Model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model atau TAM) merupakan suatu model
penerimaan teknologi atau techchnology acceptance model (TAM) dikembangkan oleh David et al. pada
tahun 1989 berdasarkan model TRA.
TAM menambahkan dua konstruk utama ke dalam model TRA. Dua konstruk utama ini adalah
kegunaan persepsian (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan persepsian (perceived ease of
use). Keduanya mempunyai pengaruh ke niat perilaku (behavioral intention). Pemakaian teknologi akan
mempunyai niat menggunakan teknologi (niat perilaku) jika merasa sistem teknologi bermanfaat dan
mudah digunakan.
B. Konstruk Dalam TAM

Penerapan konstruk Technology Acceptance Model (TAM) sebagai pengukuran model peneriman
sebuah teknologi atau penerimaan penggunan teknologi merupakan cara yang efektif dalam melihat
keberhasilan pelayanan sebuah instansi atau perusahaan yang menerapkan aplikasi-aplikasi teknologi,
baik yang menggunakan personal computer (PC) atau menggunakan Handphone (HP) melalui teknologi
yang berbasi pada android maupun IOS. Sebab menurut Larsen (2008) bahwa TAM masih dipercaya
selama 28 tahun terakhir sebagai model proses adopsi teknologi informasi. Konstruk TAM yang
menggunakan atribut variabel persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, sikap perilaku, minat penggunaan
sangat relevan dalam pengukuran adopsi teknologi yang dipergunakan oleh PDAM ini yang memakai
mobile application dalam pelayanannya. (Jogiyanto, 2007)

TAM yang pertama belum dimodifikasi dan hanya menggunakan lima konstruk utama, yaitu:
a. Kegunaan persepsian (perceived usefulness).
b. Kemudahan penggunaan persepsian (perceived ease of use).
c. Sikap terhadap perilaku (attitude towards behavior atau sikap menggunakan teknologi (attitude
towards using technology).
d. Niat perilaku (behavioral intention) atau niat perilaku menggunakan teknologi (behavioral intention
to use)
e. Perilaku (behavior) atau penggunaan teknologi sesungguhnya (actual technology use)
 Konstruk-Konstruk Technology Acceptance Model
Terdapat lima konstruk utama yang membentuk TAM, kelima konstruk tersebut adalah sebagai berikut:

1. Persepsi terhadap Kegunaan (Perceived Usefulness)

Jogiyanto ( 2007:114) mendefinisikan Persepsi terhadap kegunaan (perceived usefulness) sebagai


sejauhmana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan kinerja
pekerjaannya. Kemanfaatan penggunaan TI dapat diketahui dari kepercayaan pengguna TI dalam
memutuskan penerimaan TI, dengan satu kepercayaan bahwa penggunaan TI tersebut memberikan
kontribusi positif bagi penggunanya. Pengukuran konstruk kegunaan (usefulness) menurut Davis (1986)
terdiri dari (1) Menjadikan pekerjaan lebih cepat (work more quickly), (2) Bermanfaat (useful), (3)
Menambah produktifitas (Increase productivity), (4) Mempertinggi efektifitas (enchance efectiveness) dan
(5) Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance).

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa konstruk Persepsi terhadap kegunaan (perceived usefulness)
mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem informasi. Selain itu konstruk
Persepsi terhadap kegunaan merupakan konstruk paling signifikan dan penting mempengaruhi sikap
(attitude), minat (behavioral intention) dan perilaku (behaviour) di dalam menggunakan teknologi informasi
dibandingkan dengan konstruk yang lain.

2. Persepsi terhadap kemudahan kegunaan (Perceived Ease of Use)

Kemudahan penggunaan (ease of use) didefinisikan sebagai sejauhmana seseorang percaya bahwa
menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha (Jogiyanto, 2007:114). Berdasarkan definisi diatas
dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan akan mengurangi usaha (baik waktu dan tenaga)
seseorang didalam mempelajari komputer. Pengguna TI mempercayai bahwa TI yang lebih fleksibel,
mudah dipahami dan mudah pengoperasiannya (compatible) sebagai karakteristik kemudahan
penggunaan. Davis.F.D (1986) memberikan beberapa indikator konstruk kemudahan penggunaan yaitu;
(1) Kemudahan untuk dipelajari (easy to learn), (2) Controllable (3) Clear & understable, (4) Flexible, (5)
Keterampilan menjadi bertambah (easy to become skillful) (6) Mudah digunakan (easy to use). Penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa kostruk kemudahan penggunaan mempengaruhi sikap (attitude), minat
(behavioral intention) dan penggunaan sesungguhnya (actual usage).

3. Sikap terhadap Perilaku (Attitude toward Behaviour)

Sikap terhadap perilaku (attitude toward behaviour) didefinisikan oleh Davis et al (1989) sebagai perasaan
positif atau negatif seseorang jika harus melakukan perilaku yang akan ditentukan. Beberapa penelitian
menunjukkan sikap (attitude) berpengaruh secara positif terhadap minat perilaku (behavioral intention).
Akan tetapi beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sikap (attitude) tidak berpengaruh signifikan ke
minat perilaku, sehingga sebagian penelitian tidak memasukkan konstruk sikap di dalam model.

4. Minat Perilaku (Behavioral Intention)

Minat perilaku adalah suatu keinginan (minat) seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu.
Seseorang akan melakukan suatu perilaku jika mempunyai keinginan atau minat untuk melakukannya
(Jogiyanto 2007:116). Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa minat perilaku merupakan prediksi
terbaik dari penggunaan teknologi oleh pemakai sistem.

5. Perilaku (Behaviour)

Perilaku (behaviour) adalah tindakan yang dilakukan seseorang. Dalam konteks penggunaan sistem
teknologi informasi, perilaku (behaviour) adalah penggunaan sesungguhnya (actual usage) dari teknologi
(Jogiyanto 2007:117). Di dalam berbagai penelitian karena penggunaan sesungguhnya tidak dapat
diobservasi oleh peneliti yang menggunakan daftar pertanyaan, maka penggunaan sesungguhnya ini
banyak diganti dengan nama pemakaian persepsian (perceived usage). David (1989) menggunakan
penggunaan yang sesungguhnya, sedangkan Igbaria et al (1995) menggunakan pengukuran pemakaian
persepsian (perceived usage) yang diukur sebagai jumlah waktu yang digunakan untuk berinteraksi
dengan suatu teknologi dan frekuensi penggunaannya.

C. PERBEDAAN TAM DAN TPB

Tiga perbedaan utama antara TAM dan TPB, sebagai berikut:


1. Tingkat generalisasinya berbeda.
2. Variable-variabel sosialnya.
3. Perlakuan terhadap control perilaku.

 KELEBIHAN-KELEBIHAN TAM
Kelebihan-kelebihan TAM adalah sebagai berikut:
 TAM merupakan model perilaku yang bermnfaat untuk menjawab pertanyaan mengapa banyak
sistem teknologi informasi gagal diterapkan karena pemakaian tidak mempunyai niat untuk
mengguanakan.
 TAM dibangun dengan dasar teori yang kuat.
 TAM telah diuji dengan banyak penelitian dan hasilnya sebagaian besar mendukung dan
menyimpulkan bahwa TAM mrupakan model yag baik.
 Kelebihan TAM yang paling penting adalah model ini merupakan parsimony yaitu model yang
sederhana tetapi valid.
 KELEMAHAN-KELEMAHAN TAM
TAM juga mempunyai beberapa kekurangan, yaitu:
 TAM hanya memberikan informasi atau hasil yang sangat umum saja tentang niat dan perilaku
pemakai sistem dalam menerima sistem teknologi informasi.
 Perilaku pemakai sistem teknologi informasi di TAM tidak dikontrol dengan control perilaku yang
membatasi niat perilaku seseorang.
 Perilaku yang diukur di TAM seharusnya adalah pemakaian atau penggunaan teknologi
sesungguhnya.
 Penelitian-penelitian TAM umumnya hanya menggunakan sebuah sistem informasi saja
seharunya lebih dari satu.
 Beberapa penelitian TAM menggunakan subyek mahasiswa padahal seharunya merefleksikan
dengan lingkungan kerja yang sebenarnya.
 Penelitian-penelitian TAM hanya menggunakan subyek tunggal sejenis saja.
 Penelitian-penelitian ini umumnya hanya melibatkan waktu satu periode tetapi banyak sampel
individu.
 Penelitian-penelitian TAM hanya menggunakan sebuah tugas saja.
 Penelitian TAM kurang dapat memperjelas hubungan variabel-variabel dalam model.
 Titrukdak mempertimbangkan perbedaan kultur.

E. Perkembangan TAM

Pengembangan TAM mendeskripsikan terdapat dua faktor yang secara dominan mempengaruhi
integrasi teknologi. Faktor pertama adalah persepsi pengguna terhadap manfaat teknologi. Sedangkan
faktor kedua adalah persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan teknologi. Kedua faktor tersebut
mempengaruhi kemauan untuk memanfaatkan teknologi. Selanjutnya kemauan untuk memanfaatkan
teknologi akan mempengaruhi penggunaan teknologi yang sesungguhnya. Menurut Sharma dan Mochtar
(2005), ketersediaan teknologi bagi masyarakat mencakup “includes not just the availability of content and
applications but its affordability as well. The issue of usability is also relevant, given that 80% of Internet
content is in English.” Dari uraian tersebut, ketersediaan akses informasi/teknologi perlu juga
mempertimbangkan ketersediaan, kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat dalam mengakses
informasi. Sebagai contoh adalah menyediakan konten di internet yang disesuaikan dengan bahasa
masyarakat setempat. Pengembangan TAM bertujuan untuk memberikan rekomendasi upaya
pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat informasi. Upaya pemberdayaan masyarakat berupaya
meningkatkan persepsi masyarakat terhadap manfaat dan kemudahan pendayagunaan TIK.

Upaya pemberdayaan memberi landasan secara jelas dukungan media komunikasi dan
pelaksanaan pemberdayaan yang harus diambil fasilitator bilamana dihadapkan pada konteks yang
berlaku di masyarakat. Media komunikasi bertujuan agar masyarakat dapat lebih mudah menerima dan
memahami informasi dari fasilitator pemberdayaan. Dukungan media komunikasi berpengaruh dalam
menumbuhkan persepsi positif masyarakat untuk mendayagunakan TIK. Dengan kesiapan dukungan
media komunikasi maka pelaksanaan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat informasi dapat
dimulai. Tahap pelaksanaan pemberdayaan masyarakat meliputi keseluruhan aktivitas yang dilaksanakan
fasilitator bersama masyarakat. Meningkatnya persepsi masyarakat terhadap pendayagunaan TIK
diharapkan dapat berimplikasi mereduksi kesenjangan digital dan mewujudkan masyarakat yang berdaya
terhadap informasi. Masyarakat informasi akan memiliki kesadaran dan kebutuhan terhadap informasi
sebagai sumber kekuatan.
BAB IV
PENUTU

DAFTAR PUSTAKA
Yitno Utomo, Djoko Adi Walujo : Penerapan Konstruk Technology Acceptance Model (TAM) Pada Layanan
Mobile Application Di PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Model_penerimaan_teknologi

file:///C:/Users/Rosser/Downloads/256-08-the-technology-acceptance-model-past-present-and-future.pdf