0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
673 tayangan8 halaman

Terapi Kreativitas: Membuat Telur Asin

Terapi kreativitas membuat telur asin dirancang untuk meningkatkan fungsi psikologis, kognitif, dan sosial klien dengan gangguan jiwa. Tujuannya adalah agar klien dapat beradaptasi lebih baik dan mandiri melalui aktivitas membuat telur asin secara terapeutik. Terapi akan dilakukan oleh beberapa mahasiswa keperawatan dengan empat klien selama 45 menit.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
673 tayangan8 halaman

Terapi Kreativitas: Membuat Telur Asin

Terapi kreativitas membuat telur asin dirancang untuk meningkatkan fungsi psikologis, kognitif, dan sosial klien dengan gangguan jiwa. Tujuannya adalah agar klien dapat beradaptasi lebih baik dan mandiri melalui aktivitas membuat telur asin secara terapeutik. Terapi akan dilakukan oleh beberapa mahasiswa keperawatan dengan empat klien selama 45 menit.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL TERAPI KREATIVITAS “MEMBUAT TELUR ASIN”

DIRUANG KUTILANG RS JIWA DAERAH PROVINSI LAMPUNG

DISUSUN OLEH :

1. Alpian Prima Ginanjar 11. Novita


2. Bambang Suwardi 12. Nugroho Ck
3. Dini Ayu Pertiwi 13. Rina Arliyana
4. Eko Sutanto 14. Romzani
5. Hamzah Prihadi 15. Wendi Yuwanda
6. I Gede Subagia 16. Widi Leksono
7. Isnaini Kurniawati 17. Winarto
8. Juhanda Dwi. S 18. Wiwik Hidayani
9. Kesuma Anggraini 19. Yessi Rinta W
10. Maftuhatul 20. Yozi Diniya Fitri

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
2019-2020
TERAPI KREATIVITAS : MEMBUAT TELUR ASIN

A. TOPIK
Membuat telur asin

B. LATAR BELAKANG
Sebagian manusia terkadang mengalami masalah kejiwaan, dimana pada masa
ini seseorang mengalami penurunan kemampuan, baik fisik, mental dan sosial
secara bertahap sampai tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi dan itu
adalah masa yang kurang menyenangkan. Anggapan terhadap klien dengan
gangguan jiwa adalah bingung dan tidak peduli terhadap lingkungan, kesepian
dan tidak bahagia, pikun, dan tidak berguna bagi masyarakat. Namun
kenyataannya tidak semua klien dengan gangguan jiwa seperti demikian. Oleh
karena itu perawat harus dapat membangkitkan semangat dan kreasi klien
dengan gangguan jiwa dalam memecahkan masalah dan mengurangi rasa
putus asa, rendah diri, rasa keterbatasan akibat dari ketidakmampuan dan
kelainan yang dideritanya. Dapat disadari bahwa pendekatan komunikasi dalam
perawatan tidak kalah pentingnya dengan upaya pengobatan medis dalam
proses penyembuhan dan ketenangan para klien dengan gangguan jiwa

Terapi Kreativitas merupakan suatu cara pendekatan agar lanjut klien dengan
gangguan jiwa dapat beradaptasi terhadap situasi, lebih mampu merawat diri
sendiri, banyak aktivitas dan lebih mandiri. Salah satu terapi Kreativitas pada
klien dengan gangguan jiwa adalah terapi membuat telur asin yaitu terapi
dengan menggunakan membuat telur asin secara terapeutik untuk
meningkatkan fungsi fisik, psikologis, kognitif, perilaku dan fungsi sosial serta
meningkatkan hubungan yang terapeutik, juga dapat memperbaiki, memelihara
dan meningkatkan status fisik dan mental.

Terapi membuat telur asin dimulai dengan membangun hubungan dan


kepercayaan serta rasa aman dan membuat klien dengan gangguan jiwa
merasa lebih baik dengan memanfaatkan waktu luang luangnya, terutama
ketika berada dirumah.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah selesai mengikuti Terapi Kreativitas (membuat telur asin) klien
mampu beradaptasi terhadap situasi, lebih banyak aktivitas dan lebih
mandiri.
2. Tujuan Khusus
a. Klien mampu melakukan kreatifitas sesuai instruksi.
b. Klien mampu membentuk kreatifitas yang diinginkan.
c. Klien mampu menceritakan perasaan dan kegunaan dari membuat telur
asin.

D. KLIEN
1. Karakteristik Klien
a. Klien yang mengikuti terapi kreativitas ini ini tidak mengalami perilaku.
agresif atau mengamuk, dalam keadaan tenang.
b. Klien dapat diajak kerjasama (cooperative).
c. Kondisi fisik dalam keadaan baik.
d. Klien mau mengikuti terapi.

2. Proses Seleksi
Seleksi yang dilakukan pada kegiatan ini adalah
a. Observasi keadaan klien.
b. Identitas sesuai kriteria.
c. Mengkonsultasikan proposal dengan pembimbing lahan.
d. Membuat kontrak dengan klien.

3. Data Klien
a. Tn. Rian
b. Tn. Supriyanto
c. Tn. Harun
d. Tn. Mas’ud
e. Tn. Suyatno
f. Tn. Agung
g. Tn. Wartoni
h. Tn. Muslim
i. Tn. Cep Solihin

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu Pelaksanaan
Hari / Tanggal : Sabtu, 02 November 2019
Tempat : Ruang Kutilang
Jam : 10.00 – 10.45 WIB (45 menit)

2. Tim Terapi Dan Uraian Tugas


a. Leader : Widi Leksono
b. Co Leader : Hamzah Prihadi
c. Observer : Eko Sutanto
Wendi Yuwanda
Maftuhatul
Winarto
Juhanda Dwi. S
I Gede Subagia
Nugroho CK
d. Fasilitator : Dini Ayu Pratiwi
Isnaini Kurniawati
Novita
Yuliantina
Rina Arliyana
Wiwik Hidayani
Kesuma Handayani
Yessi Rinta W

Uraian Tugas :
Leader
- Membuka acara.
- Menyampaikan tujuan dilakukannya terapi kreatifitas.
- Menyampaikan aturan kegiatan terapi kreatifitas.
- Menyampaikan materi sesuai tujuan terapi kreatifitas.
- Menjadi role model pada saat kegiatan.
- Menciptakan situasi dan suasana yang memungkinkan klien termotivasi
untuk mengekspresikan perasaannya.
- Mengarahkan proses terapi kreatifitas ke arah pencapaian tujuan
dengan cara memotivasi kepada anggota kelompok untuk terlibat dalam
kegiatan.
- Menutup acara.

a. Co Leader
- Menjadi role model.
- Mengambil alih posisi leader jika leader pasif (bloking).
- Mengingatkan Leader jika kegiatannya menyimpang atau ada kegiatan
yang terlupakan.
- Menciptakan situasi dan suasana yang memungkinkan klien termotivasi
untuk mengekspresikan perasaannya.
- Mengarahkan proses terapi kreatifitas ke arah pencapaian tujuan
dengan cara memotivasi kepada anggota kelompok untuk terlibat dalam
kegiatan.

b. Observer
- Mencatat serta mengamati proses jalannya terapi kreatifitas yang
dilakukan oleh Leader, Co. Leader, Fasilitator dan Klien (dicatat pada
format yang tersedia).
- Memberikan umpan balik terhadap proses kegiatan mulai dari persiapan
sampai acara selesai.
- Menyampaikan hasil observasi pada kelompok.
- Mekanisme Kegiatan.

c. Fasilitator
- Memfasilitasi klien dalam kegiatan terapi kreatifitas.
- Mempertahankan keikutsertaan klien dalam kegiatan.
- Mencegah gangguan atau hambatan terhadap jalannya kegiatan.
- Memberi stimulus kepada anggota yang kurang aktif.
Ikut serta dalam kegiatan kelompok dan berperan sebagai role
model bagi klien sebagai proses aktivitasi kelompok.

3. Setting Tempat
Keterangan :
a. Leader :

b. Co leader :

c. Observer :

d. Fasilitator :

e. Klien :
F. ANTISIPASI MASALAH
1. Peragaan Terhadap Klien Yang Tidak Aktif Dalam Aktivitas
a. Apabila peserta pasif, fasilitator memotivasi untuk mengikuti kegiatan

2. Bila Klien Meninggalkan Kegiatan Tanpa Izin


a. Usahakan dalam keadaan terapeutik.
b. Tanyakan alasan meninggalkan kegiatan.
c. Berikan penjelasan kepada klien bahwa klien dapat ikut kembali
apabila klien mau.

3. Bila Klien Lain Ingin Ikut


a. Berikan penjelasan kepada klien tersebut bahwa kegiatan ini
ditunjukkan pada klien yang telah dipilih.
b. Katakan pada klien bahwa ada waktu khusus buat mereka.
c. Bila klien memaksa ingin keluar, izinkan & beri waktu.

G. LANGKAH KEGIATAN
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan kriteria
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi
a. Memberi salam terapeutik
- Salam dari terapeutik.
b. Evaluasi / validasi.
- Menanyakan perasaan klien saat ini.
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu membuat telur asin
2) Mahasiswa menjelaskan aturan berikut:
a) Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus minta
izin dengan terapis.
b) Lamanya kegiatan 45 menit.
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

3. Kerja
a. Mahasiswa mengajak klien untuk saling memperkenalkan diri nama
dan nama panggilan, dimulai dari mahasiswa secara urutan searah
jarum jam.
b. Mahasiswa menjelaskan tahap-tahapan kegiatan.
c. Mahasiswa membagikan satu buah telur kepada masing-masing klien.
d. Mahasiswa dan klien diminta mengambil abu gosok dan garam sesuai
dengan komposisi yang telah ditentukan.
e. Mahasiswa memberi pujian dan tepuk tangan kepada klien yang dapat
menyelesaikan kreativitas.
f. Mahasiswa menganjurkan klien menceritakan perasaannya setelah
melakukan kreatifitas.

4. Terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti terapi kreatifitas.
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok

b. Kesimpulan
Dari kegiatan hari ini dapat disimpulkan bahwa dalam diri kita memiliki
bakat dan kemampuan yang bisa dilatih dan dapat berguna bagi
kehidupan sehari - hari.
H. DOKUMENTASI KEGIATAN TERAPI KREATIVITAS " MEMBUAT TELUR ASIN”

Hari/ Tanggal : Sabtu, 02 November 2019.


Pukul : 09:00 – 10:00 WIB
Tempat : Halaman depan Ruang Kutilang

No. Nama Klien Mengambil abu Mengambil telur Memberikan Pendapat dari Keterangan
gosok Hasil Kerja
1 Tn. Rian √ √ Puas Bisa memanfaatkan Membuat telur asin
waktu luang dg berkreativitas
2 Tn. Supriyanto √ √ Bisa menggosok telur dengan Membuat telur asin
baik
3 Tn. Harun √ √ Lebih lega bisa beraktifitas Membuat telur asin
membuat telur asin
4 Tn. Mas’ud √ √ Senang bisa berkreativitas di Membuat telur asin
lingkungan RSJ
5 Tn. Suyatno √ √ Puas Bisa memanfaatkan Membuat telur asin
waktu luang dg berkreativitas
6 Tn. Agung √ √ Bisa menggosok telur dengan Membuat telur asin
baik
7 Tn. Wartoni √ √ Lebih lega bisa beraktifitas Membuat telur asin
membuat telur asin
8 Tn. Muslim √ √ Senang bisa berkreativitas di Membuat telur asin
lingkungan RSJ
9 Tn.Cep Solihin √ √ Bisa mengambil telur dengan baik Membuat telur asin

Anda mungkin juga menyukai