Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL PEMBUATAN TELUR ASIN

DI RUANG MELATI
RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVISI LAMPUNG

DISUSUN OLEH :

1. Desy Deria, S.Kep 19350004


2. Devi Surya Qaulia, S.Kep 19350005
3. Evi Martha S, S.Kep 19350007
4. Intan Putri, S.Kep 19350009
5. Maharani Ayu G. S.Kep 19350012
6. Mei Kurnia P., S.Kep 19350016
7. Puspa Rini, S.Kep 19350022
8. Renda Wulandari, S.Kep 19350024
9. Reni Aprilia, S.Kep. 19350025
10. Ririn Dwi Tariana, S.Kep 19350028
11. Sekardhyta A T, S.Kep 19350031
12. Tari Monica, S.Kep 193500
13. Widia Afira, S.Kep 19350034
14. Yola Anjani, S.Kep 19350037

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2019
TERAPI KREATIFITAS MEMBUAT TELUR ASIN

A. TOPIK
Terapi kreatifitas kelompok membuat telur asin
B. LATAR BELAKANG
Terapi kreatifitas merupakan suatu cara untuk melatih kemampuan klien

agar bisa mandiri dan memiliki kreatifitas setelah klien keluar dan memulai

bergabung dengan masyarakat yang ada dilingkungannya. Terapi ini sangat

bermanfaat bagi klien agar klien merasa mempunyai kemampuan yang bisa

diterapkan dalam masyarakat dan kehidupan sehari-hari, kreatifitas ini akan

dilakukan sekelompok pasien bersama-sama dengan pengarahan mahasiswa

dan berdiskusi satu sama lain.


Klien yang dirawat di rumah sakit jiwa atau klinik jiwa umumnya dengan

keluhan tidak dapat diatur di rumah. Misalnya mengamuk, diam di rumah,

tidak mandi, keluyuran, mengganggu orang lain. Setelah berada dirumah

sakit, hal yang sama sering terjadi banyak klien yang berdiam diri,

menyendiri tanpa kegiatan. Hari – hari perawatan dilalui dengan makan,

minum obat, dan tidur.


Terapi aktifitas merupakan salah satu tindakan keperawatan untuk

gangguan jiwa. Terapi ini adalah terapi kreatifitas yang mengandung makna

sosialisasi, penyaluran energi, stimulasi sensori dan orientasi realitas.

Keterampilan ini penting dalam keberhasilan pengobatan kolektif penyakit

mental.
Seni penyembuhan (kesadaran dibesarkan bersama), kesadaran

dibangkitkan, tidak hanya untuk penyakit mental tetapi sifat – sifat

penyembuhan dari seni dan manifestasi kreatif seniman tak terduga

menunjukan keindahan dan keunikan semangat seperti pekerjaan mereka


yang tergantung di dinding, bercerita secara individual mereka sendiri,

pemahaman kreatifitas memiliki banyak manfaat.


Menciptakan karya seni adalah salah satu cara untuk memerangi penyakit

mental dan saat ini sudah banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Beberapa tahun terakhir praktik terapi seni sudah banyak berkembang luas

dan sudah diterapkan pada pasien sakit jiwa.


C. PENGERTIAN
Terapi aktifitas kelompok adalah salah satu upaya untuk memfasilitasi

psikoterapis terhadap sejumlah klien pada waktu yang sama untuk memantau

dan meningkatkan hubungan antar anggota.


Terapi aktifitas kelompok adalah aktifitas membantu anggotanya untuk

identitas hubungan yang kurang efektif dan mengubah tingkah laku yang mal

adaptif. (Stuart and Sundeen,2006)


Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas dilakukan

perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan

yang sama. Aktifitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan

sebagai target asuhan. (Keliat, 2006)

D. MANFAAT
Manfaat diadakannya kreatifitas kelompok membuat telur asin adalah

untuk melatih kekreatifitasan klien untuk mengisi waktu luang.

E. TUJUAN

1 Tujuan Umum
Setelah selesai mengikuti terapi modalitas terapi membuat telur asin ini

klien mampu beradaptasi terhadap situasi, lebih aktif dan lebih mandiri.
2 Tujuan Khusus
Setelah mengikuti terapi modalitas membuat bantalan telur asin selama

45 menit diharapkan klien dapat meningkatkan interaksi sosial dengan

orang lain, meningkatkan rasa kasih sayang terhadap seseorang.


a. Merasa nyaman, mengurangi stress, menurunkan depresi dan

kecemasan
b. Mengekspresikan perasaan dan melepaskan tekanan emosi yang

dihadapi
c. Meningkatkan kontrol diri dan perasaan berharga
d. Mengubah prilaku
e. Mengembangkan kreatifitas
f. Hiburan atau kegiatan yang menyenangkan

F. KLIEN

1. Karakteristik klien
Dilakukan pada pasien dengan kondisi:
a Pasien yang bisa bergerak dan sehat secara fisik
b Defisit fungsional pada fisik,psikologis atau fungsional mental
c Marah besar dan kesepian
d Gangguan emosi dan perilaku
e Stress dan kecemasan
f Gangguan kepribadian
2. Proses seleksi
Setelah dilakukan oleh terapi selama pengkajian dan observasi serta

wawancara dengan menggunakan pedoman pengkajian fisik psikososial,

masalah emosional, spiritual.

G. PENGORGANISASIAN
1. Waktu Pelaksanaan
a. Waktu dan Tempat
Hari : Senin
Tanggal : 2 Desember 2019
Jam : 10.00 s.d 11.00 WIB
Tempat : Ruang Melati
b. Metode :
Diskusi dan Demontrasi
c. Media dan Alat
1) Papan nama sejumlah pasien
2) Sound System
3) Spidol
4) Air
5) Garam
6) Abu Gosok / Batu Bata yang sudah di ayak
7) Telor Bebek
8) Ember
9) Air
3. Tim Terapi dan Uraian Petugas

Leader : Maharani Ayu G. S.Kep


Tugas:

a. Membuka acara
b. Memimpin kegiatan
c. Memotivasi peserta
d. Menjelaskan tujuan terapi membuat telur rasin
e. Menjelaskan langkah-langkah terapi membuat telu rasin
f. Menjelaskan dan mengontrol jalannya terapi membuat telur asin
g. Menutup acara

Co Leader : Reni Aprillia B S.Kep


Tugas:

a. Mendampingi dan membantu leader menjalankan tugasnya


b. Mengambil tugas leader jika leader pasif

Fasilisator :

1. Desy Deria, S.Kep


2. Devi Surya Qaulia, S.Kep
3. Evi Martha S, S.Kep
4. Intan Putri, S.Kep
5. Renda Wulandari, S.Kep
6. Reni Aprilia, S.Kep.
7. Ririn Dwi Tariana, S.Kep
8. Sekardhyta A T, S.Kep
9. Tari Monica, S.Kep
10. Widia Afira, S.Kep
11. Yola Anjani, S.Kep

Tugas :

a. Mempertahankan keikutsertaan klien


b. Memfasilitasi dan memodifikasi klien untuk ikut serta

Observer : Mei Kurnia P., S.Kep


Puspa Rini, S.Kep

Tugas:

a. Mencatat anggota yang pasif/aktif, respon verbal dan nonverbal

selama terapi berlangsung


b. Mengidentifikasi isu penting selama terapi berlangsung
c. Memberi umpan balik selama proses kegiatan dan mulai persiapan

Setting Tempat
1. Terapis dan klien duduk membentuk lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang
3. Bagan setting

Keterangan :

H. ANTISIPASI MASALAH
1. Peragaan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktifitas, fasilitator

mengikuti kegiatan.
2. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin, fasilitator rmenyelesaikan

terapi.
3. Bila klien lain ingin ikut
I. LANGKAH KEGIATAN
1. Fase persiapan
Klien diatur bentuk melingkar
2. Fase orientasi (5 menit)
a) Leader membuka acara
b) Melakukan perkenalan
c) Leader menyampaikan tujuan terapi membuat telur asin
d) Leader membuat vasilidasi kontrak
e) Co-leader tata tertib
f) Leader di bantu co-leader menjelaskan langkah-langkah membuat telur

asin
3. Fase Kerja (50 menit)
a) Pelaksanaan terapi membuat telur asin
b) Leader memimpin peserta dan terapi untuk membuat telur asi,bahan yang

dibutuhkan adalah ;
1. Garam
2. Abu gosok / bata yang sudah di ayak

3.Telor Bebek

4. Ember
5. Air
c) Langkah pembuatannya adalah seperti ini :

1. Rendam telur dalam air selama 2 menit. Jika ada telur yang mengapung,

buang saja, karena telur tidak bagus.

2. Kemudian bersihkan telur hingga bersih. Hati-hati saat membersihkannya

agar kulit telur tidak pecah atau retak.


3. Anda bisa memilih untuk mengamplasnya atau tidak. Cara ini dilakukan

agar garam dapat lebih mudah meresap karena pori-pori telur terbuka.

Keringkan telur.

4. Campurkan abu dengan air. Aduk rata. Jangan sampi encer. Bentuk hingga

seperti pasta.

5. Masukkan garam. Aduk lagi. Anda bias mengaduknya menggunakan

tangan atau spatula.

6. Lumuri telur dengan Abu gosok yg sudah jadi sampai menggumpal. Kira-

kira hingga ketebalan mencapai 3 cm.

7. Masukkan dalam ember satu per satu.

8. Taburi lagi telur yang sudah dilumuri Abu gosok dengan Abu gosok lagi

secukupnya.
9. Diamkan selama 14 hari.

10. Setelah proses selesai. Rebus telur dengan api kecil. Jangan sampai air

mendidih agar tidak merusak telur. Rebus selama 1 jam.

11. Bisa juga dengan cara dikukus dengan waktu yang sama.

12. Telur asin siap disajikan.

d) Leader membuat kesimpulan


4. Fase terminasi (5 menit)
a) Leader menanyakan perasaan peserta setelah mengikuti terapi membuat

telurasin
b) Leader menanyakan/melakukan evaluasi materi
c) Leader memberikan tugas atau rencana tindaklanjut
d) Leader membuat kontrak yang akan datang
e) Leader menutup acara

J. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Waktu pelaksanaan telah disepakati dengan pembimbing lahan
b. Proposal kreatifitas telah dipersiapkan, sarana dan prasarana sudah

dikonfirmasi dengan pembimbing lahan


c. Topik telah disepakati dengan pembimbing lahan
d. Pasien mendengarkan dan memperhatikan cara membuat telur asin
2. Evaluasi Proses
a. Pasien mampu membuat kerajinan
b. Pasien dapat hadir dan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Alat dan media yang digunakan dapat dipersiapkan dan digunakan

dengan baik
3. Evaluasi Hasil
a. Minimal 80% pasien dapat bekerja sendiri
b. Minimal 80% yang hadir aktif bekerja
c. 80% pasien yang hadir merasa senang mengikuti kreatifitas yang

diberikan