Anda di halaman 1dari 2

Jangan pernah percaya ada obat gagal ginjal kronis selain.......

Terhitung sejak September 2018, saya rutin menjalani cuci darah (hemodialisis atau populer
disingkat HD) sepekan dua kali di RS PKU Muhammadiyah Solo.

Minggu2 awal keharusan HD saya jalani dengan penuh penderitaan fisik dan mental. Namun
karena semua adalah konsekuensi dari kondisi gagal ginjal kronis (GGK) saya, secara perlahan
saya terima dengan lapang dada.

Akhirnya HD menjadi semacam rutinitas belaka, tidak menjadi beban hidup yang membuat
sengsara.

Untuk diketahui saja, sampai saat ini belum ada obat penyembuh GGK. Kalau ada yang disebut
obat GGK itu hanya bertujuan mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan
memperlambat perkembangan penyakit.

Penanganan GGK hanya dua macam. Pertama, dialisis (terdiri dari CAPD dan hemodialisis/HD);
dan, kedua, transplantasi/cangkok ginjal.

Dalam kaitan inilah saya pengin menyampaikan, jika Anda atau keluarga Anda dinyatakan GGK
oleh dokter, maka pilihan untuk melanjutkan hidup hanya dua: dialisis atau cangkok ginjal.
Jangan pernah manawar, kecuali kondisinya akan semakin parah.

Di antara ribuan pasien GGK (yang tergabung di komunitas GGK, ada beberapa membentuk
grup di FB) banyak sudah yang termakan promosi berbagai pihak yang menyatakan punya obat
penyembuh GGK. Saya awalnya juga mempertimbangkan alternatif ini itu, tetapi kemudian
disadarkan adanya ratusan testimoni betapa yang namanya pengobatan alternatif GGK adalah
hoax semata (testimoni tersebut ada di grup2 pasein GGK).

Puluhan orang mengaku telah jadi korban. Alih-alih sembuh, setelah konsumsi ini itu malah
sakitnya makin parah dan keluar masuk ICU. Mulai dari yang herbal seperti ramuan daun ini itu
sampai yang berbau mistis (seakan agamis), semuanya tidak pernah terbukti menyembuhkan
pasien GGK (dalam artian lepas dari HD tanpa perlu transplantasi).

Kalau Anda tidak percaya betapa tidak ada satupun pengobatan GGK selain dialisis dan
cangkok ginjal, maka silakan gabung ke grup pasien GGK yang ada beberapa di FB ini.

Sekali lagi, jangan pernah percaya ada pengobatan alternatif selain dialisis atau cangkok ginjal
untuk GGK. Kalau ada orang sudah rutin melakukan HD/cuci darah kemudian bisa lepas dari
dialisisi tanpa cangkok ginjal, berarti bukan GGK tetapi GGA (gagal ginjal akut).

Terpenting lagi untuk Anda yang sehat, sayangi ginjal Anda. Oke?

INI... AGAR TERHINDAR DARI GAGAL GINJAL KRONIS...


Menyambung tulisan terdahulu tentang gagal ginjal kronis (GGK), saya akan cerita sedikit
tentang penyebab GGK yang saya alami dan tuturan pengalaman beberapa teman sesama
penderita.
Ya ini sekadar cerita dengan harapan Anda atau keluarga Anda bisa mengantisipasinya dan
terhindar dari GGK.
Kalau secara umum, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI
diketahui penyebab utama GGK adalah komplikasi dari penyakit hipertensi dan diabetes militus
(juga obesitas).
Di luar hipertensi atau diabetes militus, maka batu ginjal juga menjadi tersangka utama. Batu
ginjal inilah yang menyumbat aliran air dari ginjal ke kandung kemih saya. Batu itu baru ketahuan
belakangan setelah ginjal saya benar-benar rusak kronis akibat selalu terendam air yang
mengalir tidak lancar ke kandung kemih.
Iya, saya tidak pernah merasakan sakit apapun dengan keberadaan batu itu. Tetapi justru itulah
yang menjadikan semua sudah terlambat. Andaikata saya sadar ada batu sejak awal, tentu
sudah saya bersihkan.
Ada banyak cara membersihkan batu ginjal. Banyak ramuan herbal yang terbukti bisa
menghancurkan batu ginjal. Untuk urusan pengusir batu ginjal cara herbal ini ada ahlinya, sebut
saja misalnya Om Sulistio Raharjo.
(Catatan: Selain ahli meramu obat penghancur batu ginjal, Om Sulistio juga ahli terapi untuk
mencegah agar batu tidak muncul lagi)
Sayang sekali, saya justru tahu menderita batu ginjal setelah semuanya terlambat, yakni ketika
ginjal sudah lama terendam air (ini adalah bahasa yang digunakan dokter penyakit dalam ketika
menjelaskan tentang kondisi ginjal saya) dan mengalami gagal kronis stadium IV.
Nah itu penyebab GGK saya. Apa yang bisa diambil hikmahnya? Anda jangan malas cek darah
rutin minimal dua bulan sekali untuk mengetahui fungsi dan kesehatan ginjal (dengan indikator
jumlah kreatinin dan ureum dalam darah).
Begitu ada indikasi penurunan fungsi ginjal, segera ambil tindakan, turuti dan ikuti petunjuk
dokter. Intinya, jangan sampai terlambat tahu. Ketahui dan antisipasi sedini mungkin. Jangan
pernah merasa "aku sehat-sehat saja kok" hanya berdasar perasaan. Itu yang dulu saya pernah
omongkan setiap isteri bilang, "Mas mbok ya istirahat dulu, jangan di depan komputer melulu,
kalau mancing jangan lupa banyak minum air putih..." dll dll dll.
Kalau batu ginjal adalah penyebab langsung saya kena GGK, lain lagi dengan beberapa teman
sesama penderita GGK yang pernah cerita dalam berbagai kesempatan bertemu.
Sangat variatif memang tetapi ini beberapa pernik yang perlu diperhatikan saat ginjal Anda
masih sehat:
1. Jangan suka makan makanan junk food (rendah gizi); jangan menjauhi makan buah-buahan;
jangan menghindari banyak minum air putih --- ini penyebab awal GGK yang diakui kawan
seruangan HD (hemodialisis/cuci darah) saya yang berinisial R (umur 18 tahun sudah GGK).
2. Jangan suka minum minuman berpemanis dan berpewarna buatan. Minuman seperti itu diakui
menjadi penyebab GGK kawan saya dari Boyolali berinisial D (sudah 11 tahun menjalani cuci
darah).
3. Jangan sedikit-sedikit minum obat analgesik. Pusing sedikit minum pil ini, pegal sedikit pil itu,
jamu ini jamu itu dsb. "Itu merusak ginjal saya," kata kawan berinisial U yang sudah 5 tahun cuci
darah dan kawan berinisial E dari Karanganyar (sudah setahun cuci darah).
4. Jangan suka minum minuman beralkohol berlebih agar Anda tidak senasib dengan kawan
saya Mas A (asal Magetan, kondisi parah, belum ada sepekan ini meninggal dunia -- Alfatehah)
5. Jangan kecanduan minuman berkarbonasi agar tidak bernasib sama dengan kawan saya, D,
yang sudah cuci darah selama 3 tahun hingga saat ini.
6. Dan -- ini yang paling harus menjadi perhatian -- jangan remehkan hipertensi dan/atau
diabetes. Begitu ada gejala itu, kelola dengan sebenar-benarnya di bawah pengawasan dokter.
Jangan sampai telanjur kronis yang akan menimbulkan komplikasi ke ginjal Anda.
Ingat itu semua kawan, jangan sampai terlambat antisipasi...
Catatan: Tulisan ini saya muat juga di wall pribadi saya untuk memudahkan membagikannya.
Trims.