Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

0953123201

PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL

MODUL: 5

“ENKODER DAN DEKODER”

NAMA : VIGO AGMEL SADEWA

NIM : M0519081

KELOMPOK :3

HARI : RABU

TANGGAL : 13 NOVEMBER 2019

WAKTU : 07.30-09.15

ASISTEN : M. NIBRAASUDDIIN ALEY ZULKARNAEN

PROGRAM STUDI INFORMATIKA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2019
Modul 5
ENKODER DAN DEKODER
VIGO AGMEL SADEWA (M0519081) / Kelompok 3 / RABU, 13 NOVEMBER 2019
Email : vigosadewa00@student.uns.ac.id
Asisten : M. NIBRAASUDDIIN ALEY ZULKARNAEN

Abstraksi— Dalam dunia sistem digital, ada suatu rangkaian logika untuk mengubah sinyal desimal menjadi biner dan
sebaliknya, sinyal biner menjadi desimal. Rangkaian tersebut masing-masing dinamakan enkoder dan dekoder. Pada
praktikum ini, akan dibuktikan bagaimana rangkaian-rangkaian tersebut bekerja

Kata kunci- enkoder, dekoder, biner

I. PENDAHULUAN

E nkoder adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah (konversi) bentuk sinyal decimal menjadi

biner. Dekoder adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah bentuk sinyal biner menjadi decimal.
Enkoder dan dekoder sangat erat hubungannya dengan rangkaian digital, karena rangkaian ini bekerja
dengan kondisi 0 atau 1, dimana enkoder berfungsi merubah kode suatu bilangan digital menjadi bilangan
digital lain sedangkan dekoder mempunyai fungsi kebalikan dari encoder yaitu untuk mengembalikan kode
yang telah diubah menjadi kode asalnya.

II. DASAR TEORI


2.1. Pengertian Enkoder dan Dekoder

Enkoder adalah suatu proses yang berfungsi untuk mengubah (konversi) bentuk sinyal decimal menjadi biner.
Enkoder mempunyai bit-bit output lebih sedikit dari bit-bit input, perangkat seperti itu biasanya disebut sebagai
Enkoder. Rumus untuk output dari enkoder yaitu n dan rumus untuk inputnya adalah 2n. Enkoder dapat dibuat
menggunakan gerbang logika AND atau OR. Enkoder biasanya digunakan pada kompresi data. Berikut adalah gambar
dari enkoder.
Gambar 2.2 Rangkaian Encoder

Gambar 2.1 Blok Diagram Encoder

Dekoder adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah bentuk sinyal biner menjadi decimal. Dekoder
mengubah n-bit code ke dalam satu output yang aktif. Dekoder dapat dirangkai menggunakan gerbang logika AND
atau OR. Rumus untuk inputnya adalah n dan rumus untuk outputnya adalah 2 n. Hanya satu output yang aktif dari
banyaknya input yang diberikan. Berikut adalah gambar untuk dekoder.

Gambar 2.3 Blok Diagram Decoder Gambar 2.4 Rangkaian Decoder


III. ALAT DAN LANGKAH PERCOBAAN

3.1 Alat

1. Digital trainer set atau Digital Work.


2. IC 7400 (Nand), 7402 (Nor), 7408 (And), 7432 (Or), 7486 (Xor), 7404 (Not), 7442(dekoder BCD), 74147
(enkoder desimal biner).

3.2 Prosedur Percobaan

3.2.1 Enkoder.

1. Rangkailah gerbang logika enkoder 4 – 2 berikut ini :

2. Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu LED.

3. Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.

4. Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

5. Rangkailah dekoder dengan menggunakan IC 7442.

6. Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu

LED.

7. Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.

8. Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

1.2.2 Dekoder.

1. Rangkailah gerbang logika dekoder 2 – 4 berikut ini :


2. Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu

LED.

3. Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.

4. Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

5. Rangkailah enkoder dengan menggunakan IC 74147.

6. Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu

LED.

7. Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.

8. Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

Membuka aplikasi
digital works Membuat rangkain enkoder
dan dekoder manual serta
rangkain enkoder dan
dekoder IC set

Menyambungkan
input dengan
switch input dan
terminal output
Menjalankan rangkaian
dengan lampu LED
digital works.
Mengamati keadaan
output terhadap keadaan
input
Membandingkan
output yang telah
dicatat sebelumnya
IV. HASIL DAN ANALISIS PERCOBAAN

1. Rangkaian Enkoder 4 x 2

a. Rangkaian Gerbang Logika

INPUT OUTPUT

0 1 2 3 B0 B1

1 0 0 0 0 0

0 1 0 0 0 1

0 0 1 0 1 0

0 0 0 1 1 1

Rangkaian enkoder 4 x 2 menggunakan gerbang OR yang dihubungkan dengan input 1, 2


dan 3. Sesuai dengan rumusnya, rangkaian memiliki input = 2n dan output = n. Tiap input dinyalakan
secara bergantian. Saat input 0 bernilai high, tidak akan mempengaruhi output karena input 0 tidak
terhubung dengan rangkaian gerbang.

2. Rangkaian Dekoder 2 x 4

a. Rangkaian Gerbang Logika

INPUT OUTPUT

B1 B0 0 1 2 3

0 0 1 0 0 0

0 1 0 1 0 0

1 0 0 0 1 0

1 1 0 0 0 1
Rangkaian dekoder 2 x 4 menggunakan gerbang NOT dan AND yang terhubung dengan
input B1 dan B0. Sesuai dengan rumusnya, rangkaian memiliki input = n dan output 2 n. Input yang
dimasukkan dengan kombinasi 00, 01, 10 dan 11. Untuk tiap kombinasi input, didapat 1 output yang
menyala.
IV.KESIMPULAN

1. Enkoder

 Rangkaian enkoder memiliki input yang menyatakan sinyal desimal dan output menyatakan sinyal biner.
 Dalam rangkaian enkoder, hanya satu input yang menyala dalam suatu waktu.
 Enkoder 4 x 2 memiliki output yang menyatakan hasil konversi biner dari desimal (00, 01, 10, 11)

2. Dekoder

 Rangkaian dekoder memiliki input yang menyatakan sinyal biner dan output menyatakan sinyal desimal.
 Dalam rangkaian dekoder, input yang menyala merupakan kombinasi high-low dari tiap-tiap input.
 Dekoder 2 x 4 memiliki output yang menyatakan hasil konversi dari biner ke desimal (0, 1, 2, 3)

V. DAFTARPUSTAKA

[1] Winarno, SSi. M.Eng., Modul Encoder dan Decoder.


[2] Khairol J, Encoder dan Decoder, http://tentangelektro1.blogspot.com/2014/05/encoder-dan-decoder.html
(diakses pada 16 November 2019).

[3] Dony Siswandi, Pengertian Encoder dan Decoder,


https://donysiswandi.wordpress.com/2013/04/29/pengertian-encoder-dan-decoder/ (diakses pada 16
November 2019).
VI. LAMPIRAN

Enkoder 4 x 2

Dekoder 2 x 4