LAPORAN PRAKTIKUM ELKTRONIKA DIGITAL
HALF AND FULL ADDER
Disusun Oleh :
Nama : Annisa Suci Andarini
NIM : 022000006
Dosen Praktikum : Ayu Jati Puspitasari, M.Si,
Elektronika Instrumentasi
Jurusan Teknofika Nuklir
Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rangkaian Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan
untukmenjumlahkan dua buah angka (dalam sistem bilangan biner), sementara itu di
dalamkomputer rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU (Arithmetic
LogicUnit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder adalah :
• Sistem bilangan biner (memiliki base/radix 2)
• Sistem bilangan oktal (memiliki base/radix 8)
• Sistem bilangan desimal (memiliki base/radix 10)
• Sistem bilangan 'e!adesimal (memiliki base/radix 16)
Namun, diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar adalah sistem bilangan
biner, sementara itu untukmenerapkan nilai negatif, maka digunakanlah sistem bilangan
complement. BCD (binary-coded decimal).
1.2 Rumusan Masakah
1. Bagaimana pengoprasian rangkaian half & full adder?
2. Bagaimana persamaan rangkaian half & full adder?
1.3 Tujuan
1. Menyusun rangkaian half & Full Adder dengan gerbang logic.
2. Menguji operasi rangkaian half & full adder dengan bantuan tabel logika
3. Menjelaskan operasi rangkaian half & full adder.
4. Menentukan persamaan rangkaian half & full adder.
1.4 Manfaat
2. Dapat Menyusun rangkaian half & full adder
3. Dapat mengetahui cara pengoprasian rangkaian half & full adder
4. Mengetahui persamaan rangkaian half & full adder.
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam penjumlahan dua bit angka biner, dapat dimulai dengan bit yang paling tidak berarti
lsb (lsb = least significant bit). Dalam penjumlahan tersebut kemungkinan menimbulkan kelebihan
bit atau bit ke 3 dan disebut carry (biasanya disingkat Cy atau C saja). Rangkaian yang digunakan
untuk ini disebut half adder seperti terlihat pada gambar 1. Output gerbang Exclusive-OR
digunakan untuk menampilkan hasil jumlahan (Sum) karena prinsip kerja EXOR IC 7486 adalah
input sama maka output = 0, sedangkan output gerbang AND IC 7408 digunakan untuk
menampilkan Carry karena gerbang AND akan menghasilkan keluaran 1 jika hanya jika kedua
input = 1.
A
Carry = AB
B
A B carry sum
Sum = AB + AB 0 0 0 0
0 1 0 1
1 0 0 1
1 1 1 0
Gambar 1. Half adder
Penjelasan masukan demi masukan :
Pertama :
Input : A = 0 dan B = 0, maka : 0 + 0 = 0 tanpa carry atau carry = 0. hasilnya adalah : SUM = 0
dan CARRY = 0 seperti tabel baris ke 2.
Kedua :
Input : A = 0 dan B = 1, maka : 0 + 1 = 1 tanpa carry atau carry = 0, hasilnya adalah : SUM = 1
dan CARRY = 0 seperti tabel baris ke 3.
Ketiga :
Input : A = 1 dan B = 0, maka : 1 + 0 = 1 tanpa carry atau carry = 0, hasilnya adalah : SUM = 1
dan CARRY = 0 seperti tabel baris ke 4.
Keempat :
Input : A = 1 dan B = 1, maka : 1 + 1 = 10, ada carry atau carry = 1, hasilnya adalah : SUM = 0
dan CARRY = 1 seperti tabel baris ke 5.
Seperti yang terlihat di atas, logika penjumlahan half adder adalah penjumlahan 2 bit biner
dengan menimbulkan hasil jumlahan (sum) dan kelebihan (carry). Untuk jumlah kolom bit yang
lebih banyak kita harus menggunakan full-adder, yaitu sebuah rangkaian logika yang dapat
menjumlah tiga bit sekaligus. Rangkaian logika full-adder ditunjukkan pada gambar 2. berikut :
Rangkaian full adder atau penjumlahan 3 bit dapat dirancang dengan menggunakan peta
Karnough dengan cara sebagai berikut :
Untuk 3 variabel ABC maka jumlah kotak peta Karnough ada 8 kotak (23 = 8), atau dikatakan
mempunyai 8 minterm dan penyajiannya adalah sbb. :
AB 00 01 11 10
0 2 6 4
C 0
1 3 7 5
1
Penyajian 3 variabel masukan untuk Sum dan Carry
ABC Sum Carry
000 0 0
001 1 0
010 1 0
011 0 1
100 1 0
101 0 1
110 0 1
111 1 1
Sum sebagai fungsi ABC adalah :
S = f (ABC) = m (1, 2, 4, 7), masukkan ke peta Karnough
AB 00 01 11 10
1 1
C 0
1 1
1
minterm 1 = A B C, minterm 2 = A B C, minterm 4 = A B C dan minterm 7= A B C
Carry sebagai fungsi ABC adalah :
C = f (ABC) = m (3, 5, 6, 7), masukkan ke peta Karnough
AB 00 01 11 10
1
C 0
1 1 1
1
Gabungan minterm 3 dan 7 = B C, gabungan minterm 5 dan 7 = AC.
Didapat kesimpulan :
S = f (ABC) = m (1, 2, 4, 7) = A B C + A B C + A B C + A B C
C = f (ABC) = m (3, 5, 6, 7) = BC + AC + AB
Hasil rancangan rangkaian adalah seperti gambar 3.
Gambar 3. Rangkaian Full Adder
IC yang dibutuhkan adalah 7404 inverter, 7411 AND 3 input dan IC 7432 gerbang OR 2 input.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan
Pada praktikum gerbang logika ini, dibutuhkan peralatan seperti power supply dan
multimeter. Kemudian bahan atau komponen rangkaiannya yang utama adalah IC, jenis IC
yang digunakan adalah , IC 7408 (AND), 7432 (OR), dan 7486 (EXOR). IC akan
disambungkan dengan lampu LED dengan kabel jumper. Selanjtnya, untuk menguji lampu
sebelum perangkaian bisa dengan multimeter.
3.2 Langkah Kerja
Percobaan 1 (Half Adder)
Pertama siap alat bahan yang dibutuhkan yakni IC 7408 dan 7486, lampu LED, dan
resistor. Susun rangkaian seperti gambar. Lalu uji rangkaian half-Adder tersebut dan hasilnya
masukkan ke tabel.
1
3
2 7408 1
1
3
2 7486 1
Percobaan 2 (Full Adder)
Pertama siap alat bahan yang dibutuhkan yakni IC 7408, 7432 dan 7486, lampu
LED, dan resistor. Lalu menyusun rangkaian seperti gambar dan melakukan uji rangkaian full-
Adder tersebut dan hasilnya masukkan ke tabel.
1
3
2 7408 1
3-4
4
6
6
5 7408 1
7432
9
8
10 7408 1
1
2 6
5 7486 1
3-4
3.3 Diagram Alir
START
Siapkan alat dan bahan
Lakukan percobaan 2
Full-Adder
Susun dan hubungkan
rangkaian
Nyalakan power
supply
LED mati
LED nyala
Input data 1 (high) Input data 0 (low)
FINISH
BAB IV
HASIL ANALISA DATA
4.1 Hasil Data Percobaan
Percobaan 1 (Half-Adder)
Tabel 1. Hasil percobaan Half-Adder
A B carry sum
0 0 0 0
0 1 0 1
1 0 0 1
1 1 1 0
Percobaan 2 (Full-Adder)
Tabel 2. Hasil percobaan Full-Adder
A B C Carry Sum
0 0 0 0 0
0 0 1 0 1
0 1 0 0 1
0 1 1 1 0
1 0 0 0 1
1 0 1 1 0
1 1 0 1 0
1 1 1 1 1
4.2 Pembahasan
Adder merupakan rangkaian utama yang digunakan untuk melakukan perhitungan ALU
(Arithmetic-Logic Unit) dalam pengolahan bilangan dari system digital untuk menjumlahkan
bilangan. Pada perangkaiannya, Adder merupakan rangkaian kombinasional aritmatika yang
menggunkan gerbang EXOR sebagai keluaran dari hasil penjumlahan (SUM) dan gerbang
AND sebagai nilai carry.
Half-Adder
Half adder merupakan dasar penjumlahan bilangan biner yang masing-masing hanya terdiri
dari 1 bit. Sehingga pada perangkaiannya terdapat 2 input A dan B, serta hanya menggunakan
satu gerbang AND (IC-7408) untuk keluaran carry dan EXOR (IC-7486) sebagai keluaran
hasil penjumlahan. Pengujian rangkaian dengan pemasangan resistor dan LED yang
dihubungkan ke ground pada masing-masing hasil keluaran pada IC. Pemasangan kaki 8 pada
masing-masing IC dihubungkan ke VCC sebesar 5 volt dan kaki 7 pada masing-masing IC
dihubungkan ke ground.
Pada hasil pengujian rangkaian ini digunakan 4 kombinasi keluaran dari 2 input (22).
Berdasarkan hasil pengujian dapat dikatakan kluaran yang dihasilkan telah sesuai dengan
perhutungan penjumlahan biner maupun dari karakteristik keluaran dari gerbang AND berupa
nilai carry dan karakteristik keluaran dari gerbang EXOR berupa nilai SUM.
Full-Adder
Full adder merupakan pengolahan penjumlahan untuk 3 bit bilangan. Sehingga pada
perangkaiannya terdapat 3 input A,B dan C dengan 8 kombinasi keluaran dari 3 input (23).
Sehingga dalam perangkaiannya menggunakan 3 gerbang AND dengan kombinasi 2 input
pada masing-masing gerbang AND (IC-7408) yaitu AB, AC, dan BC lalu keluarannya di
jumlahkan dengan gerbang OR (IC-7432) untuk keluaran carry. Adapun EXOR (IC-7486) 3
input A,B,C sebagai keluaran hasil penjumlahan. Pengujian rangkaian dengan pemasangan
resistor dan LED yang dihubungkan ke ground pada masing-masing hasil keluaran pada IC.
Pemasangan kaki 8 pada masing-masing IC dihubungkan ke VCC sebesar 5 volt dan kaki 7
pada masing-masing IC dihubungkan ke ground.
Berdasarkan hasil pengujian dapat dikatakan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan
perhutungan penjumlahan biner maupun dari karakteristik keluaran dari gerbang AND lalu di-
OR berupa nilai carry dan karakteristik keluaran dari gerbang EXOR berupa nilai SUM.
Namun pada saat praktikum terdapat kendala, salah satunya pada saat pengujian lampu
LED sebagai keluaran nilai carry terus menyala walau dengan nilai input yang seharusnya
menghasilkan keluaran 0. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan karena penempatan lubang
dalam merangkai pada projectboard keliru. Dimana pada lubang projectboard tidak seluruhnya
terhubung atau dapat terkoneksi walau secara teori teknik dalam perangkaian sudah tepat dan
seharusnya terhubung, begitupun sebaliknya. Sehingga perlu menguji setiap lubang pada
projectboadnya untuk mendapatkan hasil yang sesuai.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan.
1. Banyaknya kombinasi keluaran pada suatu rangkaian logika diperoleh dari 2n, n adalah
banyakanya input yang digunakan.
2. Pada rangkaian Half Adder yakni penjumlahan 2 bit ,terdapat 2 input dengan 4 kombinasi
Sehingga hanya menggunakan 1 gerbang AND sebagai keluaran nilai carry dan 1
gerbang EXOR sebagai nilai keluaran dari hasil penjumlahan.
3. Pada rangkaian Full Adder yakni penjumlahan 3 bit, terdapat 3 input dengan 8 kombinasi
Sehingga memerlukan 3 gerbang AND lalu di-OR-kan sebagai keluaran nilai carry dan 1
gerbang EXOR 3 input sebagai nilai keluaran dari hasil penjumlahan.
4. Persamaan logika Half Adder adalah SUM = (A’.B) + (A .B’) serta Carry = A.B
5. Persamaan logika Full Adder adalah SUM = A’B’C + A’B C’ + A B’C’ + A B C serta
Carry = A’B C + A B’ C + A B C’ + A B C .
5.2 Saran
1. Para pratikan diharapkan agar dapat memeriksa terlebih dahulu alat atau komponen yang
akan digunakan sebelum merangkai.
2. Komponen yang digunkan sebaiknya adalah komponen yang baru dan bagus.
3. Para praktikan diharapkan teliti dalam perangkaian dan penyusunan kabel karena
memengaruhi hasil data dan efisiensi waktu.
DAFTAR PUSTAKA
Puspitasari, Ayu J. 2020. Petunjuk Praktikum Elektronika Digital Half and Full Adder.
Yogyakarta: STTN-BATAN.
Aminah, Nonoh S. 2013. Logika Biner dan Pencacah. Surakarta : UNS Press.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Rang%20Aritmetik.pdf Diakses pada 13 Januari 2021.