Anda di halaman 1dari 21

Makalah Ernestine Wiedenbach’s The Helping Art of Clinical

Nursing Theory and Its Applications

Disusun oleh: Kelompok 2


1. ALMUSLIMIATI 04021281924047
2. KARTIKA ROSALINA 04021181924011
3. ALIFAH MILTAHUL JANNAH 04021281924046
4. ZULFAH CHAIRUNNISAH 04021281924020
5. NYAYU AFIFA TRIANA 04021181924016
6. FITRA ALIYA RAHMA 04021281924045
7. CHANDENI KHOIRUNNISA 04021281924040
8. ILMA ALDILLA SYAHIDA 04021281924030
9. ISNAINI SAHPUTRI 04021181924013
10. MILTA HULJANIYAH 04021181924004
11. NILAM SARI EFHALILLAH 04021181924002
12. POPY DWI KUSUMA 04021281924038
13. YURISA FITRI 04021281924049
14. SEKAR ARUM FAMIKAT 04021281924034

Nama Dosen: Nurna Ningsih, S.Kp., M.Kes.

Fakultas Kedokteran

Program Studi Ilmu Keperawatan 2019/2020


Kata pengantar

Puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunianya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas kompetensi kelompok. Solawat beriring
salam selalu tercurah kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW beserta para
keluargs, sahabat, dan pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman.

Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang.
Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, kami banyak mendapat bantuan bimbingan dan saran.
Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada :

1. Allah SWT, yang telah memberi kehidupan denfan sejuknya keimanan,


2. Dosen Mata Kuliah Falsafah dan Paradigma dalam Keperawatan ibu Nurna Ningsih,
S.Kp., M.Kes.
3. Teman-teman sejawat PSIK UNSRI,
4. Semua pihak yang telah membantu kami.
Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang diberikan kepada
semua orang yang telah mendukung kami dan semoga makalah ini bermanfaaat bagi kita dan
perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin.

Indralaya, 24 November 2019

Kelompok 2
Daftar Isi

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i


DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1
1.2 Rumusan Permasalahan .......................................................... 2
1.3 Tujuan ...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN……...….. ............................................................. 3
2.1 Biografi……………… ............................................................ 3
2.2 Pengertian Teori Ernestine dan Teori Perspektif ..................... 7
2.3 Asumsi Mayor……. ................................................................. 14
2.4 Model teori…….. ..................................................................... 14
2.4.1 The Agents .................................................................... 7
2.4.2 The Means .................................................................... 7
2.4.3 The Framework .............................................................. 7
2.5 Fokus Konseptual Wiedenbach dan Komponen Praktik……. 14
2.6 Tahap-Tahap Mencapai tujuan Askep melalui Teori Ernestine 14
2.7 Aplikasi Teori Ernestine……… .............................................. 14
2.8 Kekuatan dan Kelemahan Teori .............................................. 14

BAB III PENUTUP ………………… ........................................................... 14


3.1 Kesimpulan……. ..................................................................... 14
3.2 Saran……………… ................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA………………………. ................................................ 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan membutuhkan konseptual
teori sebagai arah untuk bertindak. Secara umum teori dan konsep adalah hal yang
sangat berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam pelayanan
keperawatan, teori-teori yang digunakan dalam praktik keperawatan berasal dari
konseptual model keperawatan. Teori atau konsep sejatinya adalah penjelasan dari
suatu kejadian dan fenomena.

Teori keperawatan merupakan salah satu komponen dari hirarki struktur


pengembangan pengetahuan keperawatan yang meliputi paradigma, filsafat, model
konseptual, teori keperawatan dan indikator empiris. Tingkat-tingkat konseptual
pengembangan pengetahuan dalam keperawatan saling bergantung. Model konseptual
keperawatan dikembangkan oleh para ahli keperawatan dengan harapan dapat menjadi
kerangka berpikir perawat, sehingga perawat perlu memahami konsep ini sebagai
kerangka konsep dalam memberikan askep dalam praktik keperawatan.

Perawat perlu memahami dan melaksanakan perannya sebagai pemberi asuhan


keperawatan, pendidik, konselor, advokat, koordinator, kolaborator, peneliti, dan agen
pembaharu dalam pelayanan praktik keperawatan secara holistik dan konpeshensif,
yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Oleh kaena itu,
Perlu diyakini bahwa penerapan suatu teori keperawatan dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan akan berdampak pada peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional akan berkembang bila didukung
oleh teori dan model keperawatan serta pengembangan riset keperawatan dan
diimplementasikan di dalam praktik keperawatan.

Sangat penting bagi para tenaga kesehatan untuk memahami sejarah teori
keperawatan, Salah satu konsep atau teori tersebut adalah teori dari Ernestine
Wiedenbach. Wiedenbach adalah seorang nurse-midwife yang juga teoris di bidang
keperawatan. Teori perspektif yang diciptakan oleh Ernestine Wiedenbach
mengemukakan tentang imu perawatan klinis yang digunakan dalam berkomunikasi
dengan klien dan filosofi dalam ilmu keperawatan. Dengan demikian, perawat dapat
mempraktikkannya sehingga terciptalah hubungan yang baik antara peraat dan klien.

Dalam makalah ini kami akan memberikan penjelasan mengenai teori yang
dikemukakan oleh Ernestine Wiedenbach beserta aplikasinya dalam keperawatan,
teutama dalam seni memberikan asuhan keperawatan klinis yang berkualitas.
1.2 Rumusan Permasalahan

1. Bagaimana biografi Ernestine Wiedenbach ?

2. Apa pengertian teori yang dikemukakan oleh Ernestine Wiedenbach ?

3. Bagaimana model teori Ernestine Wiedenbach ?

4. Bagaimana fokus konseptual dan komponen praktik keperawatan Ernestine


Wiedenbach ?

5. Bagaimana tahap-tahap mencapai tujuan asuhan keperawatan dan


pengaplikasian teori Ernestine Wiedenbach ?

6. Apa saja kekuatan dan kelemahan dari teori yang dikemukakakn oleh Ernestine
Wiedenbach?

1.3 Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk mempelajari model konseptual keperawatan oleh Ernestine Wiedenbach


dalam tatanan praktik asuhan keperawatan.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui biografi Ernestine Wiedenbach.

b. Untuk memahami inti dari teori yang dikemukakan oleh Ernestine


Wiedenbach.

c. Untuk membahas konponen praktik keperawatan dari teori konsep


Ernestine Wiedenbach.

d. Untuk mengetahui tahap-tahap mencapai tujuan dari asuhan


keperawatan menurut konsep teori Ernestine Wiedenbach.

e. Untuk memahami bagaimana cara mengaplikasikan konsep teori


Ernestine Wiedenbach.

f. Untuk dapat mempertimbangkan teori Ernestine Wiedenbach dalam


praktik asuhan keperawatan berdasarkan kekuatan daan kelemahan
yang dimiliki oleh teori Ernestine Wiedenbach.

g. Untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan asuhan


keperawatan yang berkualitas pada klien.

h. Untuk sebagai referensi konsepyual teori dalam praktik asuhan


keperawatan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Biografi Ernestine Wiedenbach

Ernestine Wiedenbach adalah seorang pemimpin yang dikenal dalam pengembangan


teori dan perawatan maternal bayi. Dia menulis suatu artikel teori klasik bersama Dicroff dan
Yakobus, artikel tersebut berisi tentang suatu disiplin praktik yang masih digunakan sekarang
ini ketika mempelajari teori evolusi keperawatan. Ernestine dilahirkan di suatu keluarga
makmur pada tahun 1900. Keluarganya berimigrasi dari Jerman ketika ia masih muda.
Ernestine mulai berminat pada ilmu keperawatan ketika melihat perawatan pada neneknya
yang sedang sakit-sakitan. Kemudian ia senang mendengar saudara perempuan temannya yang
adalah seorang mahasiswi kedokteran menceritakan pengalamannya dirumah sakit. Ernestine
menjadi sangat terkesan dengan peran perawat setelah lulus dari Wellesley Collage dan
mendapatkan gelar sarjana muda di bidang budaya liberal tahun 1922, lalu ia mendaftarkan diri
di sekolah keperawatan agar tidak mengecewakan kedua orangtuanya.
Menurut Nickel, Gesse dan McLaren, 1992, Ernestine mula-mula memasuki Post-
Graduate Hospital School Of Nursing, tetapi setelah “ pertemuan dengan administrasi sekolah
“ dimana ia menjadi pembicara untuk menyampaikan keluhan sekelompok murid. Oleh karena
itu ia di keluarkan. Adelaide Nutting, lulusan Johns Hopkins, ikut campur dan menghubungi
Elsie Lawler, Direktur Johns Hopkins School Of Nursing yang mengijinkan Ernestine
melanjutkan pendidikan perawatnya. Ernestine berhutang budi pada Nutting karena masih
memiliki kesempatan untuk menjadi perawat. Ernestne berjanji untuk tidak lagi mencoba untuk
mengorganisir atau mendorong kesalahpahaman diantara murid Hopkins. Dia menaati semua
peraturan perawat saat itu, bahkan ketika “memotong pendek” satu saja rambut akan
menyebabkan dikeluarkan dari sekolah (Nickel, 1992).
Setelah lulus dari Johns Hopkins pada tahun 1925, ia telah mendapat tawaran sebagai
pengamat karena ia memiliki gelar sarjana muda. Ia bekerja di Johns Hopkins dan kemudian
di Bellevue di New York. Ernestine melanjutkan pendidikannya di Teacher Collage, Columbia
University dengan menghadiri kelas malam, dimana ia mendapatkan gelarsarjana tinggi dan
sertifikat perawatan kesehatan masyarakat pada tahun 1934. Ernestine meninggalkan rumah
sakit dan bekerja dengan perawatan kesehatan masyarakat dari Henry Street Settlement sebagai
perawat untuk sebuah asosiasi untuk meningkatkan kondisi orang-orang lemah/Association for
Improving Conditions Of The Poor (AICP).
Ernestine meninggalkan klinik perawatan dan bekerja sebagai penulis professional
dengan The Nursing Information Bureau (NIB) untuk The American Journal of Nursing. Ia
mengembangkan kemampuan menulisnya dan membuat banyak orang professional penting
menghubunginya. Setelah pengeboman Pearl Harbor, Ernestine bekerja di NIB untuk
menyiapkan perawat-perawat untuk memasuki Perang Dunia II. Penyakit jantung
menyebabkan Ernestine tidak dapat melanjutkan tugasnya pada saat perang.
Setelah perang, Ernestine memohon untuk kembali merawat pasien dan Direktur The
Maternity Center Association of New York, Hazel Corbin, membujuknya untuk mendaftar di
sekolah bidan diumur 45 tahun. Setelah lulus, Ernestine berlatih sebagai bidan di Maternity
Center Association dan mengambil mata pelajaran sore di Teachers Collage untuk perawatan
maternitas. Ernestine menyatakan bahwa bagian favoritnya di pelatihan bidan adalah
kedatangannya di rumah pasien untuk memberikan pertolongan melahirkan.
Pada tahun 1952 Ernestine ditetapkan menjadi direktur program kelulusan di
perawatan kesehatan maternal bayi baru lahir, di Yale University School Of Nursing, yang
dimulai pada tahun 1956. Ia tidak terima posisi itu, karena tujuannya untuk menetapkan suatu
program perawat kebidanan, bagaimanapun, ia telah melobi untuk masuk kebidanan ketika
Yale memulai program kelulusannya. Pada tahun 1958 ia menulis sebuah keperawatan klasik,
Family-Centered Maternity Nursing, sebuah teks menyeluruh pada perawatan kandungan.
Ernestine mengajar bersama Ida Orlando di Yale dan berkerjasama dengan Patricia
James dan William Dickoff tentang perawatan dan filosofi. Contoh ilmu perawatan klinis
Ernestine Wiedenbach telah dikembangkan berdasarkan pengetahuannya selama bertahun-
tahun di aturan klinis dan ajarannya sebagai hubungan profesionalnya. Menurut Ernestine
terdapat 4 elemen / unsur dalam perawatan klinis, yaitu : filosofi, tujuan/maksud, pelatihan,
dan seni.
Ernestine Wiedenbach memiliki banyak buku dan artikel yang telah diterbitkan.
Beberapa diantaranya adalah:
1. Wiedenbach, E (1958). Family-Centered maternity nursing, New York: G.P.
Putnam’s Sons.
2. Wiedenbach, E (1964). Clinical Nursing: A helping Art. New York: Spinger.
Artikel yang ditulis oleh Nickle, Gesse, dan McLarren pada tahun 1992 di Journal of
Nurse-Midwifery sangat luar biasa dan menjadi acuan untuk banyak fakta pribadi yang
dipersembahkan di dalam website. Adalah suatu keharusan bagi seseorang yang mempelajari
pengaruh Ernestine untuk membaca artikel mereka. Satu kaset dan wawancara dengan
Ernestine Wiedenbach bertindak sebagai basis untuk artikel yang berjudul “Ernestine
Wiedenbach : Her Professional Legacy (Warisan Profesionalnya)”.
Ernestine Wiedenbach mengundurkan diri pada tahun 1966. Ia tidak pernah menikah
dan meninggal di umur 97 tahun pada tanggal 8 maret 1998 (Currentnursing, 2012).

2.2 Pengertian Teori Ernestine dan teori Perspektif

Ernestine Wiedenbach adalah seorang perawat kebidanan (nurse midwifery) yang


sangat tertarik pada masalah sepitar keperawatan maternitas yang terfokus pada keluarga
(Family-Centered Maternity Nursing). Ernestine Wiedenbach sudah pernah bekerja dalam
suatu proyek yang mempersiapkan persalinan berdasarkan teori Dr. Grantley Dick Read.

Wiedenbach mengembangkan teorinya secara induktif berdasarkan pengalaman dan


observasi dalam praktik.konsep teori yang dihasilkan Ernestine Wiedenbach bukan hasil
penelitian melainkan hasil pemikirannya yang dituangkan dalam bukunya. Teori Ernestine
Widenbach dikenal dengan “The Need For Help”. Teori ini melihat segala aspek yang terdapat
dalam ruang lingkup asuhan keperawatan baik dari aspek pasien, perawat dan lingkungan sosial
yang berada di sekitar pelayanan kesehatan yang diberikan. Dengan penggunaan teori ini
diharapkan dapat melihat keseluruhan dari aspek-aspek yang terkait dapat menyelesaikan
permasalahan yang terjadi pada pasien terutama dalam keadaan emergensi dengan cepat dan
tepat yaitu dengan mengidentifikasi bantuan segera apa yang dibutuhkan oleh pasien
(kegawatdaruratan), perawat dapat menggunakan sumber dukungan pasien untuk memenuhi
kebutuhannya dan menilai apakah bantuan yang diberikan benar-benar dibutuhkan oleh pasien
(Alligood, 2014).

Teori perspektif yang diciptakan oleh Ernestine Wiedenbach mengemukakan tentang


imu perawatan klinis yang digunakan dalam berkomunikasi dengan klien dan filosofi dalam
ilmu keperawatan.

2.3 Asumsi Mayor

Manusia
1. Proses pengarahan diri sendiri dan relatif bebas, memanfaatkan sebaik mungkin

kapabilitas, memenuhi kapabilitas, memiliki cara untuk menjaga diri; dengan kata lain, ini

adalah fungsi manusia (weidenbach, 2010)


2. Apakah perawat atau klien memberi perhatian dengan potensi yang unik untuk

mengembangkan cara yang mandiri. Pada umumnya orang - orang cenderung bebas dan

memenuhi kapabilitas (eichelberger dan sitzman, 2010).

Keperawatan

1.Keterampilan menolong dengan pengetahuan dan teori. Diarahkan pada tujuan


mempertimbangkan dengan tindakan pikiran, perasaan, persepsi dan tindakan untuk

memahami kondisi kliennya, situasi dan kebutuhan, untuk meningkatkan

kapabilitasnya, memperbaiki kepeduliannya, mencegah keterulangan masalah dan

kecemasan, disabilitas dan penderitaan (wiedenbach, 1964).


2. Identifikasi yang efektif untuk klien membutuhkan pertolongan melalui observasi

untuk menunjukan kebiasaan dan gejala, eksplorasi untuk mengartikan gejala dengan

klien dan penentuan kode karena penyebab ketidak nyamanan.

Sehat

Tidak didenifisikan. Namun , wiedenbach mendukung WHO mendefinisikan sehat sebagai


fisik yang lengkap, mental dan kesejahteraan sosial dan tidak hanya ketiadaan gejala dan
kelemahan (george, 2008).

Lingkungan

Gabungan dari tujuan, kebijaksaan, keadaan, suasana, waktu, manusia, kejadian masa lalu,
jalan peristiwa atau antisipasi terjadi secara dinamis, tidak dapat diprediksikan,
menyenangkan dan mengganggu(wiedenbach,1970).

2.4 Model Teori

2.4.1 The Agents

Kunci Dasar Teori Keperawatan

Wiedenbach mengusulkan 4 elemen utama untuk keperawatan klinis, yaitu:

Filosofi

Filosofi, sikap terhadap kehidupan dan realita berkembang dari setiap perawat yg
memiliki keyaninan dan kode etik, motivasi perawat untuk bertindak, membuat pikiran apa
yang harus dilakukan dan memengaruhi keputusan yang diambil. Itu berasal dari kultur dan
subkultur, dan merupakan bagian bagi dirinya. Ini adalah karakter pribadi, unik setiap
perawat dan mengekspresikan dirinya sebagai perawat. Filosofi menggarisbawahi maksud
dan tujuan mencerminkan filosofi (weidenbach, 1964).

Menurut Widenbach, “Filosofi perawat adalah sikap dan keyakinan mereka tentang
kehidupan dan bagaimana dampak realita bagi mereka.”

Mengidentifikasi 3 komponen utama filosofi keperawatan:


1. Menghormati untuk hadiah dikehidupan
2. Menghormati martabat orang lain, dan
3. Bertindak untuk menyelesaikan masalah secara dinamis dalam suatu hubungan satu
keyakinan (Wiedenbach, 1970).
Tujuan
1. Tujuan perawat adalah bahwa perawat menginginkan untuk menyelesaikan melalui apa

yang ia lakukan.
2. Keselurahan aktif mengarah melalui secara keseluruhan secara baik dari klien.

Keterampilan
1. Keterampilan keperawatan termasuk:
a. Mengerti kebutuhan dan perhatian klien

b. Mengembangkan tujuan dan tindakan klien yang dimaksudkan, dan

c. Mengarahkan aktivitas yang terkait untuk rencana medis terhadap kondisi klien.
2. Perawat juga fokus pencegahan terhadap permasalahan yang terkait keterulangan atau

pengembangan masalah baru


Praktik
Praktik perawat dilihat dari tindakan yang memengaruhi dari keyakinan dan perasaan
tentang pertemuan dengan klien untuk meminta bantuan.

Art dan The Recipient

Menurut Erestine Wiedenbach (1964), keperawatan adalah pengasuhan dan kepedulian


untuk seseorang dengan mengambil sosok seorang ibu. Keperawatan adalah layanan bantuan
yang diberikan dengan kasih sayang, keterampilan, dan pengertian kepada mereka yang
membutuhkan kepedulian, nasihat, dan kepercayaan diri di area kesehatan (Wiedenbach 1977)

Kebijakan keperawatan diperoleh melalui pengalaman yang berarti (Wiedenbach


1964). Sensitivitas mengingatkan perawat tentang kesadaran akan ketidakkonsistenan dalam
situasi yang mungkin akan menimbulkan masalah. Itu adalah faktor kunci dalam membantu
perawat untuk mengidentifikasi pasien yang butuh bantuan.

Keyakinan dan nilai perawat mengenai penghormatan untuk karunia kehidupan, nilai
individu, dan aspirasi setiap manusia menentukan kualitas dari asuhan keperawatan. Tujuan
perawat dalan keperawatan mewakili komitmen profesional.

Menurut Wiedenbach (1967) praktik keperawatan adalah seni di mana tindakan


keperawatan yang didasari oleh prinsip-prinsip membantu (principles of helping). Tindakan
keperawatan dapat di bagi menjadi empat jenis tindakan berikut:

a. refleks
b. dikondisikan

c. impulsif

d. sengaja

Keperawatan sebagai praktik disiplin diarahkan pada tujuan. Sifat dari tindakan
keperawatan didasari oleh pemikiran atau gagasan. Perawat memikirkan dalam-dalam jenis
hasil yang dia inginkan, mempersiapkan aksinya untuk mendapatkan hasil tersebut, menerima
tanggung jawab dari aksi dan hasil dari aksi yang telah dipikirkan di awal. (Wiedenbach 1970).
Sebab keperawatan membutuhkan pemikiran, itu bisa dianggap sebagai tindakan bertanggung
jawab yang disengaja.

2.4.2 The Goal

Tujuan dari proses keperawatan adalah membantu orang yang membutuhkan


pertolongan. Konsep Wiedenbach tujuan akhir dari perawatan “ sebuah ukuran atau tindakan
yang diperlukan dan diinginkan seseorang dan berpotensi untuk merubah atau memperpanjang
kemampuan seseorang tersebut untuk mengatasi keterbatasan “ ( Danko et al., 1989 cite
Wiedenbach’s ( 1964 ).Wiedenbach mendefinisikan need-for-help adalah pengukuran atau
tindakan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh individu dan yang berpotensi untuk memulihkan
atau memperluas kemampuannya untuk mengatasi implisit dalam situasi.
Disadari bahwa kebutuhan masing-masing individu perlu diketahui sebelum menemukan goal.
Bila sudah diketahui kebutuhan ini, maka dapat diperkirakan goal yang akan dicapai dengan
mempertimbangkan tingkah laku fisik, emosional atau psikologis yang berbeda dari kebutuhan
yang biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dengan memperhatikan
tingkah laku fisik, emosional atau psikologis. Untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan pasien,
bidan/perawat harus menggunakan mata, telinga, tangan, serta pikirannya.

2.4.3 The Means

Tindakan dan perangkat yang melalui perawat diaktifkan untuk mencapai tujuan. sarana
terdiri dari kegiatan dan perangkat yang melalui praktisi dimungkinkan untuk mencapai
tujuannya. Sarana termasuk keterampilan, prosedur teknik, dan perangkat yang dapat
digunakan untuk memfasilitasi praktik keperawatan. Cara perawat memberikan perawatan,
mengungkapkan kekhawatiran, menggunakan cara-cara yang tersedia adalah individual dan
ditentukan oleh tujuan utama dan resepnya. (Wiedenbach, 1970)

Maksud atau arti pada pencapaian tujuan perawatan midwifery diekspresikan dalam
praktik terdiri dari empat fase :
1) Identifikasi pengalaman need-for-help pasien.
2) Ministration, yaitu memberikan dukungan dalam pencarian pertolongan yang
dibutuhkan.
3) Validation, mengecek apakah bantuan yang diberikan merupakan bantuan yang
dibutuhkan.
4) Coordination, koordinasi sumber-sumber yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan
pasien.
Model Wiedenbach mengidentifikasi kebutuhan dari nurse midwife akan pengetahuan,
penilaian, dan keterampilan yang dapat dicapai :

1) Pengetahuan meliputi segala sesuatu yang telah dipahami. Pengetahuan dapat berupa
fakta, spekulatif atau praktik dan menyediakan sumber.
2) Penilaian meliputi kemampuan perawat dalam membuat keputusan.
3) Keterampilan menunjukkan kemampuan perawat dalam mencapai keberhasilan hasil.

2.4.4 The Framework

Framework, yaitu kerangka kerja yang terdiri dari lingkungan sosial, organisasi, dan
profesional. Tujuan Wiedenbach dalam teorinya adalah untuk mengindentifikasi bantuan yang
dibutuhkan pasien
melalui tahapan berikut:
1) Mengobservasi perilaku yang konsisten atau tidak konsisten terhadap kenyamanan pasien
2) Mengeksplorasi maksud atau arti dari perilaku pasien
3) Memastikan penyebab ketidaknyamanan atau ketidakmampuan pasien
4) Menentukan apakah pasien dapat mengatasi masalahnya sendiri atau membutuhkan bantuan

A. Kesimpulan
Ernestine Wiedenbach adalah seorang perawat kebidanan (nurse midwifery)
yang sangat tertarik pada masalah sepitar keperawatan maternitas yang terfokus
pada keluarga (Family-Centered Maternity Nursing). Teori Ernestine Widenbach
dikenal dengan “The Need For Help”. Teori ini melihat segala aspek yang
terdapat dalam ruang lingkup asuhan keperawatan baik dari aspek pasien, perawat
dan lingkungan sosial yang berada di sekitar pelayanan kesehatan yang diberikan.
Dalam Teori Ernestine Wiedenbach terdapat 5 konsep model asuhan
kebidanan yaitu:
1. The agent : perawat, bidan, atau tenaga kesehatan lain
2. The recipient : wanita, keluarga, masyarakat
3. The goal : goal dari intervensi (tujuan)
4. The means : metode untuk mencapai tujuan
5. The framework : kerangka kerja (organisasi sosial, lingkungan sosial, dan
professional)
Serta terdapat 4 tahap untuk mencapai tujuan dari asuhan kebidanan antara lain :
1. Identifikasi kebutuhan klien
2. Ministration, yaitu memberikan dukungan dalam pencarian pertolongan yang
dibutuhkan
3. Validation, mengecek apakah bantuan yang diberikan merupakan bantuan
yang dibutuhkan
4. Coordination, koordinasi sumber-sumber yang dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan pasien

2.5 Fokus Konseptual Wiedenbach dan Komponen Praktik Keperawatan


Berdasarkan ilustrasi di atas, pusat dari bulatan adalah pengalaman individu
atau pasien. Individu menerima pelayanan secara langsung melalui komponen-
komponen praktik klinik. Komponen-komponen ini mengidentifikasi need-for-
help, pemberian bantuan (pertolongan) yang dibutuhkan (skema 2.2), dan validasi
bantuan yang dibutuhkan (skema 2.3). Komponen ini memasukkan koordinasi
pelayanan keperawatan, kolaborasi dan konsultasi secara langsung. Pendidikan
keperawatan, administrasi keperawatan dan organisasi keperawatan terlihat sebagai
level praktik selanjutnya, dengan bekerja bersama-sama untuk mencapai perawatan
yang berkualitas. Advanced study, penelitian dan publikadi dipandang sebagai level
tertinggi pada praktik keperawatan profesional untuk menginvestigasi masalah
keperawatan dan mencari solusi.

Wiedenbach percaya bahwa perbaikan kualitas praktik keperawatan dengan


pendidikan yang didukung usaha perawat secara individual untuk bertanggung
jawab akan hasil tanpa adanya pelanggaran keperawatan yang ideal. Wiedenbach
mengatakan bahwa pelayanan keperawatan dan pendidikan keperawatan saling
ketergantungan. Melalui kerja sama dengan mutual respect, dan melalui
pembelajaran yang sistematik akan masalah yang telah menjadi pengalaman dalam
praktik keperawatan, perawat dapat memberikan konsistensi dan stabilitas pada
penyediaan pelayanan keperawatan yang berkualitas.

Adapun skema dari pengelolaan bantuan yang dibutuhkan dan validasi


bantuan digambarkan dalam skema-skema di bawah ini.

Pengelolaan Bantuan yang Dibutuhkan

Perawat memformulasikan perencanaan dalam pertemuan dengan pasien need-for help


berdasarkan sumber: “apa yang pasien pikirkan, ketahui, dapat dilakukan, telah
dilakukan” + “apa yang perawat pikirkan, ketahui, dapat dilakukan, telah dilakukan”
Perawat membuat perencanaan untuk pasien Pasien merespon presentasi perencanaan

Perawat mempersepsikan perilaku konsisten atau tidak konsisten pasien dengan penerimaan
konsep yang direncanakan

Perawat mengeksplorasi, klarifikasi tujuan, maksud/arti perilaku pasien yang diikuti


presentasi perencanaan

Pasien sependapat dengan perencanaan Pasien tidak sependapat dengan perencanaan

Perawat menyarankan cara implementasi Perawat mencari bantuan untuk mendapatkan


dalam perencanaan respon definitiv

Pasien menerima saran Pasien tidak menerima saran

Perencanaan implementasi perawat: Perawat mengeksplorasi penyebab


pemberian pertolongan yang dibutuhkan ketidakterimaan pasien

Pasien mengungkapkan penyebab Pasien tidak mengungkapkan penyebab


ketidakterimaan: masalah yang mengganggu ketidakterimaan Pasien
membutuhkan: penyelesaian masalah

Perawat dapat mencari bantuan untuk menetapkan penyebab ketidakterimaan pasien

Perawat mengeksplorasi kemampuan pasien


dalam solusi masalah

indikasi kemampuan pasien indikasi ketidakmampuan pasien


dalam menyelesaikan masalah: dalam menyelesaikan masalah
pasien tidak membutuhkan bantuan pasien membutuhkan bantuan

Perawat memformulasikan perencanaan dalam pertemuan ini need-for-help berbasis


pengenalan sumber yang baru; perencanaan pasien; dan mengeksplorasi maksud perilaku
pasien dalam merespon perencanaan baru menurut outline pada chart

Skema 2. 2 Pemberian Bantuan untuk Pertolongan (Wiendenbach, 1964)

Validasi Bantuan yang Dibutuhkan yang Telah Ditemukan


Perawat mempersepsikan perilaku konsisten atau tidak konsisten pasien dengan
konsep kenyamanan atau kemampuan

Perawat mengeksplorasi, klarifikasi tujuan, maksud perilaku pasien

Pasien memberikan keyakinan bukti Pasien tidak memberikan keyakinan bukti


pada kenyamanan atau kemampuan pada kenyamanan atau
kemampuan need-for-help-met need-for-help may not have been met

Perawat membutukan rekonstruksi pengalaman untuk memastikan:

1. Identifikasi need-for-help
2. Kebutuhan apa yang ditemukan perawat dalam sebuah cara penerimaan
3. Apa perawat membutuhkan bantuan untuk mengetahui dimana memulai kembali
dan kemudian menetapkan aksi yang sesuai

Skema 2.3 Validasi Bantuan yang Dibutuhkan yang Telah Ditemukan (Wiedenbach, 1964)

2.6 Tahap-Tahap Mencapai Tujuan Askep melaluo Teori Ernestine

Tujuan Wiedenbach adalah untuk mengidentifikasi bantuan yang dibutuhkan pasien melalui
tahapan berikut:

a. Mengobservasi perilaku yang konsisten atau tidak konsisten terhadap kenyamanan


pasien
b. Mengeksplorasi maksud atau arti dari perilaku pasien
c. Memastikan penyebab ketidaknyamanan atau ketidakmampuan pasien
d. Menentukan apakah pasien dapat mengatasi massalahnya sendiri atau membutuhkan
bantuan

2.7 Aplikasi Teori Ernestine

Aplikasi teori Ernestine Wiedenbach paling sesuai digunakan untuk kasus kegawat
daruratan maternal yang membutuhkan penanganan segera dengan cepat dan tepat. Tenaga
kesehatan khususnya keperawatan harus memiliki potensi dan kompentensi yang memadai
untuk mengatasi permasalahan yang muncul, dengan melihat aspek dari perawat dan respon
dari klien teori Wiendenbach dianggap mewakili untuk menyelesaikan kasus perdarahan ini.
Teori Wiendenbach merupakan teori yang terdiri dari lima (5) konsep dari realitas
keperawatan, yaitu :
1. Agent : Bidan / perawat

2. Penerima : Wanita, keluarga dan masyarakat

3. Tujuan / Goal : tujuan dan pelayanan

4. Alat : metode untuk mencapai tujuan

5. Kerangka : sosial dan lingkungan organisasi dan professional

Penggunaan teori ini melihat segala aspek yang terdapat dalam ruang lingkup asuhan
keperawatan baik dari aspek pasien, perawat dan lingkungan sosial yang berada di sekitar
pelayanan kesehatan yang diberikan. Dengan penggunaan teori ini diharapkan dapat melihat
keseluruhan dari aspek-aspek yang terkait dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi
pada pasien terutama dalam keadaan emergensi dengan cepat dan tepat yaitu dengan
mengidentifikasi bantuan segera apa yang dibutuhkan oleh pasien (kegawatdaruratan), perawat
dapat menggunakan sumber dukungan pasien untuk memenuhi kebutuhannya dan menilai
apakah bantuan yang diberikan benar-benar dibutuhkan oleh pasien melalui tahapan:
identifikasi, validasi, ministrasi, dan koordinasi.

Adapun tabel pengkajian Wiedenbanch yaitu :

NO tahap Hasil
1 Agen Agen perawat maternitas atau tenaga medis yang
bertugas pada saat itu
2 Penerima Pasien
3 Tujuan Mengindentifikasi bantuan pasien
4. Metode
a. Identifikasi  Airway dan Breathing
bantuan yang  Circulation
dibutuhkan  Obstetri

b. (Pemberian dukungan dilakukan pada saat


Memberikan implementasi)
bantuan
c. Validasi (Dilakukan apa tahap evaluasi)
d. Koordinasi (Perawat melakukan kolaborasi untuk memberi bantuan
yang dibutuhkan, hal tersebut dilakukan pada saat
implementasi)
5 Framework Faktor pendukung pasien

Pathway Model Konseptual Keperawatan E. Wiedenbach


Aplikasi model konseptual keperawatan Ernestine Wiedenbach pada
asuhan keperawatan Intranatal care dapat dijelaskan dalam pathway berikut:
2.8 Kekuatan dan Kelemahan Teori

Kekuatan :

Perhatian utamanya adalah kepada aspek kiat atau aspek praktik dari
keperawatan. Menurut Wiedenbach keperawatan klinik (clinical nursing) mempunyai
empat komponen, yaitu filasafat (Philosophy), kemanfaatan/ kegunaan (purpose),
praktik, dan kiat (art). Pandangan ini yang melandasi pendapatnya bahwa pada praktik
keperawatan terdapat tiga komponen, yaitu:

a) Mengidentifikasi kebutuhan klien/ pasien;


b) Melaksanakan bantuan yang diperlukan; dan
c) Mengevaluasi dan menyatakan (mensahkan) bahwa bantuan yang diberikan
memang bermanfaat.

Kelemahan :
Sumber Kepedulian Konsep-konsep seperti perawatan pasien-centerer,
persepsi, validasi dan pengembangan pikiran, perasaan, dan tindakan digunakan dalam
banyak pengaturan praktik. Teori ini memberikan panduan untuk menerapkan proses
keperawatan dan telah merangsang banyak upaya untuk membuat konsep proses
interaksi, tetapi terbatas dalam kekuatannya. Lingkup teori ini tetap terbatas pada
individu yang sadar dalam pengaturan rumah sakit: yang pada dasarnya termotivasi
untuk berpartisipasi dalam perawatan mereka sendiri: yang berada dalam keadaan tidak
harmonis dengan lingkungan, situasi atau harapan mereka; dan yang mampu
memahami kebutuhan mereka akan bantuan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari teori The Helping Art of Clinical Nursing adalah dapat disimpulkan sebagai
berikut,

ELEMEN PENJELASAN
Filosofi Cara yang ditempuh seseorang dalam memikirkan
hidup dan
bagaimana kepercayaan mereka mempangaruhi
mereka.
Tujuan Sasaran di mana perawat bermaksud mencapai akhir
daritindakan yang diambil. Semua aktivitas
dimaksudkan untuk mencapai agar sesuatuhal
menjadi semakin baik.
Praktik Tindakan di mana perawat melaksanakan sesuatu
dalam
rangka memelihara kebutuhan pasien
Seni Kemampuan untuk memahami kebutuhan klien, dan
mampu mengembangkan suatu intuisi dalam
hubungan dengan aktivitas mereka

Konsep dan teori keperawatan tentang clinical nursing mendukung persepsi klien akan
perawat yang terampil dan pandai dalam melaksanakan tugas sehari-harinya. Dijelaskan oleh
Ernestine Wiedenbach, dalam The Helping Art of Clinical Nursing (Marriner-Tomey, 1994),
karakteristik perawat profesional antara lain; 1. jelas akan tujuan pekerjaan, 2. terampil dan
berpengetahuan. Mendukung hal ini, Benner (From Novice to Expert: Excellence and Power
in Clinical Nursing Practice) menjabarkan bahwa di rumah sakit/klinik keterampilan
merupakan aplikasi dari pengetahuan teori.

(sumber : Amelia Kurniati, PERSEPSI KLIEN TENTANG PERAWAT, Jurnal Keperawatan


Indonesia, Vol.9, No.2, September 2015, hal 63-70)

3.2 Saran

Dengan adanya teori ini diharapkan agar para tenaga medis khususnya dalam hal ini perawat
dapat mampu menguasai dan terampil dalam melaksanakan tugas sehari-harinya karena
keterampilan itu sendiri merupakan aplikasi dari teori tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Alligood , M. R. 2010 . The Nature of Knowledge Needed For Nursing Practice . In M.
Alligood (Ed.), Nursing theory: Utilization & application ( 4th ed. , pp. 3 – 15 ). St. Louis :
Mosby-Elsevier

Amelia Kurniati, PERSEPSI KLIEN TENTANG PERAWAT, Jurnal Keperawatan Indonesia,


Vol.9, No.2, September 2015, hal 63-70
Fawcett, Jacqueline. 1993. Analysis And Evaluation Of Nursing Theories. Philadelphia: F. A.
Davis

https://ifaria.files.wordpress.com 2014/01,patofis_osteosarcoma (diakses pada 24 November


2019)

. I Gusti Ayu Pramitaresthi.2017.Model Konseptual dari Ernestine Wiedenbach: “The Need


For Help”.Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Denpasar, Bali

Julia B. George, RN, PhD. Nursing Theories; The Base for Professional Nursing Practice
Fourth Edition.S

MayYalung, 2015, https://id.scribd.com/document/264008437/The-Helping-Art-of-Clinical-


Nursing-by-Ernestine-Weidenbach. Diakses pada tanggal 23 November 2019
Nursingtheories, 2012.
http://currentnursing.com/nursing_theory/Ernestine_Wiedenbach.html. Diakses pada tanggal
24 November 2019
Pramitareshi Gusti Ayu I ( 2017 ). Model Konseptual Dari Ernestine Wiedenbach : “The Need
For Help” . Dalam : https://simdos.unud.ac.id/uploads /filepenelitian1 dir/cad02bb6b2ea
6f17037ba3 1cce6d543a.pdf( diakses pada 21 November 2019 )
Rizal, Shaiful ( 2014 ).Aplikasi Model Konseptual Keperawatanernestine Wiedenbach Dalam
Asuhankeperawatan Intranatal Care Padaklien Ny. D (29 Tahun) Dengan Giiip10011uk. 34
Minggu Dengan Ketubanpecah Dini (Kpd) J/T/H Prematur yang Dirawat Di Paviliunmawar
Rsu Dr. H. Koesnadi bondowoso.Laporan Praktek Profesi. Dalam:
https://www.academia.edu/10701197/MODELKONSEPTUAL_
KEPERAWATAN_WIEDENBACH__SHAIFUL_RIZAL_1401031051_(diakses pada 22
November 2019 )
Simdos.Unud.ac.id. Model Konseptual dari Ernestine Wiedenbach; The Need For Help.

Sunarno, Rita Dewi(1)., Setyowat(2) ., Budiati(3). 2015. Application Of Nursing Theories Of


“Need For Help Wiedenbach” And “Conservation Levine” In Nursing Care Of Women With
Postpartum Hemorrhage