Anda di halaman 1dari 14

PERTEMUAN KE-14

FAKTOR-FAKTOR KONTEKSTUAL
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai Faktor-faktor Kontekstual, dengan
demikian diharapkan Anda harus mampu:
1.1. Memahami Faktor–faktor Kontekstual
1.2. Memahami Pertimbangan–pertimbangan Rancangan
1.3. Memahami Pengendalian dalam Era Pemberdayaan
1.4. Memahami Laporan Keuangan

B. URAIAN MATERI
Tujuan Pembelajaran 1.1:
1.1 Memahami Faktor–faktor Kontekstual
1.1. Faktor–faktor Kontekstual
Konteks dapat menjadi penting untuk keberhasilan dalam mendesain dan
mengimplementasikan sistem pengendalian keuangan. Proses dalam
mengidentifikasikan faktor-faktor kontekstual yang penting merupakan
subjek tertinggi dan sangat temporer. Semua daftar dari faktor-faktor
kontekstual kritis merupakan subjek untuk melakukan perbaikan secara
keseluruhan.
a) Ukuran
Ukuran dapat dipandang sebagai suatu peluang dan suatu
hambatan.Ukuran dipandang sebagai peluang jika berfungsi sebagai
pemberi manfaat ekonomi dan bukan sebagai strategi
pengendalian.Ukuran dapat menjadi suatu hambatan jika pertumbuhan
ekonomi menyebabkan terjadinya eliminasi terhadap strategi
pengendalian.Ketika ukuran menjadi sesuatu yang penting dalam
melakukan pembatasan konteks, ukuran juga banyak dikaitkan dengan
variabel-variabel lainnya.Kondisi ini membuat ukuran tidak dapat
memisahkan diri menjadi satu variabel saja.Hal ini membuatnya menjadi

1
tidak mungkin untuk mengisolasi setiap faktor tunggal, seperti ukuran,
sebagai sesuatu yang dominan.
b) Stabilitas Lingkungan
Desain pengendalian dalam lingkungan yang stabil dapat berbeda dari
desain pengendalian dalam lingkungan yang selalu berubah.Stabilitas
dalam lingkungan eksogen dapat dinilai dari kekuatan gerakan yang secara
eksternal menghasilkan produk-produk yang memerlukan suatu
tanggapan.Derajat stabilitas lingkungan dapat ditingkatkan dengan
memilih alat yang tepat terhadap perubahan lingkungan.Suatu lingkungan
eksogen yang stabil diasumsikan dalam banyak pembahasan sistem biaya
standard dan analisis hubungan atas varians biaya.Asumsi ini
memunculkan fakta yang terpisah antara operasi yang sementara dengan
lingkungan bisnis yang menuntut adanya perubahan secara terus menerus.
c) Motif Keuangan
Keberadaan dari motif keuangan tentunya bukanlah penghalang untuk
menggunakan ukuran-ukuran penilaian akuntansi terhadap produktivitas.
Pada sisi lain, jelas bahwa Sistem pengendalian dan didasarkan pada motif
dan ukuran-ukuran profitabilitas sering kali tidak dapat diterjemahkan
secara langsung pada konteks nirlaba (nonprofit). Ukuran-ukuran laba
adalah penting dan meskipun sulit dapat menjadi indikator dari
keberhasilan.
d) Faktor-faktor Proses
Suatu faktor proses penting dalam pegendalian biaya-biaya yang tidak
dapat dihindari dan biaya-biaya untuk melakukan rekayasa adalah biaya
variable. Strategi pengendalian biaya untuk proses strategi biaya variable
sering kali berbeda dalam hal substansi dengan startegi pengendalian
biaya yang disesuaikan, seperti aplikasi biaya tetap1.

1
http://fekool.blogspot.co.id/2014/03/pengendalian-keuangan.html

2
Tujuan manajer keuangan adalah membuat rencana guna memperoleh
dan menggunakan dana, serta memaksimalkan nilai organisasi. Berikut
beberapa kegiatan yang terlibat, yaitu:
a. Dalam perencanaan dan peramalan, manajer keuangan berinteraksi
denganpara eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan
perencanaan strategis umum.
b. Manajer keuangan harus memusatkan perhatiannya pada keputusan
investasidan perhitungan biaya, serta segala hal yang berkaitan
dengannya. Perusahaan yang berhasil biasanya mengalami laju
pertumbuhan penjualan yang tinggi sehingga memerlukan dukungan
penambahan investasi. Para manajer keuangan perlu menentukan laju
pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat prioritas
atas alternatif investasi yang tersedia.
c. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lainnya
agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin karena semua
keputusan bisnis memiliki dampak keuangan.
d. Manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan
pasar modal yang merupakan sumber perolehan dana dan tempat surat
berharga perusahaan diperdagangkan.

1.2. Pertimbangan–pertimbangan Rancangan

Tujuan Pembelajaran 1.2:


1.2 Memahami Pertimbangan–pertimbangan Rancangan
Walaupun perincian antar-organisasi bervariasi, akan tetapi fungsi
keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, dalam
perhitungan biaya, serta dividen untuk suatu organisasi. Dana dikumpulkan
dari sumber-sumber keuangan eksternal dan dialokasikan untuk penggunaan
yang berbeda-beda. Jadi arus dana di dalam perusahaan dipantau. Imbalan

3
untuk sumber-sumber perhitungan ini dapat berupa tingkat pengembalian
(return), pembayaran kembali, serta produk dan jasa.
Berikut adalah pertimbangan-pertimbangan dalam rancangan
keuangan, sebagai berikut:
1. Antisipasi terhadap Konsekuensi Logis. Antisipasi terhadap
konsekuensi logis merupakan komponen-komponen inti dalam mendesain
pengendalian. Jadi kondisi ini merupakan hal yang penting bagi seorang
manajer keuangan yang terbiasa untuk membuat pertimbangan
berdasarkan pada apakah hasil itu adalah baik atau buruk;
2. Relevansi dengan Teori Agensi. Teori agensi menyangkut persoalan
“biaya” dimana suatu pendelegasian dengan asumsi keputusan-keputusan
tertentu bersifat tidak jelas atau dipengaruhi secara bersama-sama agar
menjadi tidak nyata.
3. Pengelolaan Perubahan. Pengelolaan perubahan adalah sesuat yang
penting dalam menentukan rancangan-rancangan pengendalian. Jadi para
manajer melaksanakan pengendalian untuk mencapai tujuan-tujuan yang
sering kali dihadapkan pada satu atau lebih dilema bisnis2.

1.3. Pengendalian dalam Era Pemberdayaan

Tujuan Pembelajaran 1.3:


1.3 Memahami Pengendalian dalam Era Pemberdayaan
Untuk melindungi perusahaannya, para manajer senior didorong untuk
mendefinisikan ulang bagaimana mereka melaksanakan tugas-tugas mereka
dan bagaimana mereka yakin bahwa bawahan dengan bakat kewirausahaan
tidak membahayakan kelangsungan hidup perusahaan.
1) Sistem Pengendalian Diagnostik
Salah satu tujuan utama Sistem pengendalian diagnostic adalah bertujuan
untuk menghilangkan beban manajer terhadap pengawasan yang

2
http://si-akuntansi.blogspot.co.id/2016/01/pertimbangan-pertimbangan-rancangan.html

4
konstan.Sekali tujuan ditetapkan, penghargaan akan didasarkan pada
tujuan tersebut.
2) Sistem Kepercayaan
Perusahaan menggunakan Sistem kepercayaan selama bertahun-tahun
dalam upayanya untuk menegaskan nilai-nilai dan arah yang diinginkan
oleh para manajer yang diterapkan oleh karyawannya.
3) Sistem Batasan
Sistem ini didasarkan pada prinsip manajemen yang sederhana namun
mendasar, yang dapat disebut sebagai kekuatan pemikiran negative.
4) Sistem Pengendalian Interaktif
Sistem pengendalian interaktif merupakan Sistem informasi formal yang
digunakan oleh para manajer untuk melibatkan diri secara terus menerus
dan secara personal dalam keputusan bawahan.
5) Penyeimbangan Pemberdayaan dan Pengendalian
Para manajer senior yang mengatur arah dan strategi perusahaan secara
keseluruhan memastikan bahwa mereka memiliki cukup pengendalian atas
operasinya yang luas dengan menggunakan seluruh unsure pengendalian.
Untuk mengkomunikasikan nilai inti, mereka mengandalkan Sistem
kepercayaan

Dikebanyakan organisasi yang beroperasi dalam pasar yang sangat


kompetitif, paramanajernya tidak dapat mengahabiskan seluruh waktu dan
upayanya guna memastikan bahwasemua orang melaksanakan
permintaannya.Para manajer cenderung mengartikan pengendaliansecara
sempit, seperti mengukur kemajuan terhadap rencana untuk menjamin
pencapaian tujuanyang telah ditentukan.

Ada empat macam sistem pengendalian, yaitu:


a. Sistem Pengendalian Diagnostik

5
Banyak bisnis memanfaatkan sistem pengendalian ini untuk
membantu manajermengetahui kemajuan individu, departemen, atau
fasilitas produksi ke arah tujuan-tujuan yangpenting secara strategis.
Manajer menggunakan sistem pengendalian ini untuk memonitor
tujuandan profitabilitas serta memastikan kemajuan kea rah target, seperti
pertumbuhan laba danpangsa pasar. Salah satu tujuan utama sistem
pengendalian diagnostik adalah bertujuan untukmenghilangkan beban
manajer terhadap pengawasan yang konstan. Sekali tujuan
ditetapkan,penghargaan akan didasarkan pada tujuan tersebut.
b. Sistem Kepercayaan
Umumnya, sistem ini bersifat singkat, sarat nilai dan organisasi
menciptakan nilai, upayauntuk mencapai tingkat kinerja organisasi dan
cara seseorang diharapkan untuk mengaturhubungan internal dan
eksternal. Sistem ini dapat memotivasi individu untuk mecari cara-
carabaru dari nilai yang diciptakan.Sistem ini meningkatkan
pengendalian diagnostik gunamemberikan pengendalian yang lebih
besar kepada para manajer dewasa ini.
c. Sistem Batasan
Sistem ini didasarkan pada prinsip manajemen yang sederhana namun
mendasar, yangdapat disebut sebagai kekuatan pemikiran negatif.Sistem
ini tidaklah selalu jelas bagi paramanajer senior.Banyak aturan main
ditetapkan setelah skandal publik atau penyelididkan internal atas
tindakan yang dipertanyakan. Sistem batasan dan sistem
kepercayaan yangdigabungkan akan menciptakan ketegangan yang
dinamis serta kepercayaan yang hangat, positifdan inspirasional secara
bersama-sama.
d. Sistem Pengendalian Interaktif
Sistem pengendalian interaktif merupakan sistem informasi formal yang
digunakan olehpara manajer untuk melibatkan diri secara terus menerus
dan secara personal dalam keputusanbawahan.Suatu sistem pengendalian

6
dapat bersifat interaktif jika ada perhatian dari seluruhpihak yang
terlibat dalam perusahaan. Sistem pengendalian interaktif
memiliki empat karakteristik yang membedakannya dengan sistem
pengendalian diagnostik, yaitu:
a. Memfokuskan pada informasi yang berubah secara konstan dan
diidentifisikan oleh paramanajer puncak sebagai informasi yang
potensial bersifat strategis.
b. Informasi menuntuk perhatian rutin yang cukup signifikan
dari para manajer operasidiseluruh tingkatan organisasi
c. Data yang dihasilakan dijabarkan dan didiskusikan dalam rapat
langsung yang dihadiri olehpara penyelia, bawahan dan rekan sejawat.
d. Debat hanya akan berlangsung mengenai data, asumsi dan tindakan
perencanaan.Sistem pengendalian interaktif ini dirancang untuk
mengumpulkan informasi yangmungkin dapat menantang visi masa
depan3.

Manejer yang efektif akan memberdayakan organisasinya karena mereka


percaya pada potensi dasar manusia untuk melakukan inovasi dan
menambah nilai. Secara kolektif ,keempat jenis pengendalian tersebut
disusun dalam kekuatan yang saling mendukung,Karena organisasi
menjadi lebih kompleks,para manejer akan selalu berhubungan dengan
kesempatan dan kekuatan kompetitif yang bertambah serta penurunan
dalam waktu dan perhatian untuk mencapai keuntungan dari inovasi dan
kreativitas yang tidak dapat dicapai dengan mengorbankan pengendalian.
1. Sistem kepercayaan sistem batasan
2. Nilai-Nilai Inti
3. Resiko yang Akan dihindari
4. Strategi Bisnis
5. Ketidakpastian Strategis

3
https://www.coursehero.com/file/p7r9drk/7-Pengendalian-dalam-Era-Pemberdayaan-
Dikebanyakan-organisasi-yang-beroperasi/

7
6. Varibel Kinerja yang penting
7. Sistem pengendalian Sistem Pengendalian
8. Iteraktif Diagnostik

1.4. Laporan Keuangan

Tujuan Pembelajaran 1.4:


1.4 Memahami Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang pada mulanya hanyalah sebagai alat penguji
dari pekerjaan bagian pembukuan, untuk selanjutnya juga digunakan sebagai
dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan,
kemudian dengan hasil penilaian tersebut pihak – pihak yang berkepentingan
membuat suatu keputusan.Jadi laporan keuangan diperlukan untuk
mengetahui posisi keuangan dari suatu perusahaan dan hasil – hasil yang telah
dicapai oleh perusahaan tersebut selama kurun waktu tertentu.
Berikut adalah beberapa pengertian laporang keuangan, antara lain sbb:
• Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 01
paragraf 07 revisi 2009 mengungkapkan ”pengertian laporan keuangan
sebagai suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja
keuangan suatu entitas yang menunjukkan hasil pertanggungjawaban
manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada
mereka”.
• Menurut Munawir (2002:56), ”laporan keuangan merupakan alat yang
sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi
keuangan dan hasilhasil yang telah dicapai oleh perusahaan sehingga
diharapkan akan membantu bagi para pengguna untuk membuat keputusan
ekonomi yang bersifat finansial”4.

4
S. Munawir, 2004. Analisis Laporan Keuangan, Liberty,Yogyakarta.

8
• Baridwan (2004:11) berpendapat bahwa ”laporan keuangan adalah
ringkasan dari suatu proses pencatatan yang merupakan ringkasan dari
transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan”.
Sedangkan menurut Fahmi (2012:25) mengemukakan bahwa “laporan
keuangan adalah hasil proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat
untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan
dengan pihakpihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas
tersebut”.
• Kemudian menurut Sugiono dan Untung (2008:3) menyatakan bahwa
“laporan keuangan pada perusahaan merupakan hasil akhir dari kegiatan
akuntansi (siklus akuntansi) yang mencerminkan kondisi keuangan dan
hasil operasi perusahaan”.
• Lebih lanjut Kasmir (2006:239) menjelaskan bahwa “laporan keuangan
adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan bank secara
keseluruhan dan menunjukkan kinerja manajemen bank untuk melihat
bagaimana kondisi bank yang sesungguhnya untuk melihat kelebihan dan
kelemahan yang dimiliki”.
• Menurut Miswanto dan Eko Widodo ( 1998 : 80 ) :“Laporan keuangan
merupakan media informasi yang digunakan oleh perusahaan yang
bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangannya kepada
pihak – pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor,
dan pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri”5.

Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, dengan adanya laporan
keuangan yang disediakan pihak manajemen perusahaan maka sangat
membantu pihak pemegang saham dalam proses pengambilan keputusan, dan

5
Miswanto dan Eko widodo, 1998. Manajemen Keuangan I, Gunadarma,,Jakarta.

9
sangat berguna dalam melihat kondisi pada saat ini maupun dijadikan sebagai
alat untuk memprediksi kondisi masa yang akan datang.

Agar laporan keuangan dapat bermanfaat dengan baik maka harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :

a. Relevan : Data yang diolah dan disajikan dalam laporan keuangan


hanyalah data yang ada kaitannya dengan transaksi yang bersangkutan.
Data yang tidak perlu diungkapkan dan tidak ada kaitannya dengan
kegiatan perusahaan tidak perlu disajikan.
b. Jelas dan dapat dimengerti : Informasi keuangan yang disajikan dalam
laporan keuangan harus ditampilkan dengan cara sedemikian rupa hingga
jelas dapat dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca laporan
keuangan. Dengan demikian, para pemakai laporan keuangan dapat
mengambil keputusan yang relevan dari informasi yang dibaca.
c. Dapat diuji kebenarannya : Data dan informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan harus dapat ditelusuri kepada bukti asalnya, baik dalam
bentuk dokumen dasar, formulir berharga, maupun fisik aktiva
bersangkutan. Semua data dan informasi yang disajikan harus dapat
dipertanggungjawabkan oleh manajemen perusahaan.
d. Netral : Laporan keuangan haruslah disajikan untuk dapat dipergunakan
oleh semua pihak. Laporan keuangan tidak ditujukan untuk memenuhi
pihak-pihak tertentu, sehingga harus dibuat lebih dari satu macam laporan
keuangan sesuai dengan kebutuhan informasi para pemakai. Laporan
keuangan yang disajikan harus dibuat tidak biasa atau harus netral
sehingga semua pihak dapat mempergunakannya.
e. Tepat waktu : Laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan,
sehingga jelas batas pelaporan dari posisi harta, hutang, modal,
pendapatan, dan biaya dari perusahaan yang akan dilaporkan. Waktu
penyajiannya harus dinyatakan dengan jelas dan disajikan dalam batas
waktu yang wajar, dalam arti tidak terlalu terlambat sehingga dapat

10
digunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan yang sifatnya
manajerial maupun teknikal .
f. Dapat diperbandingkan : Laporan keuangan yang disajikan harus dapat
diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya sebagai dasar untuk
mengikuti perkembangan arah (trend) dari harta, hutang, modal,
pendapatan, serta biaya. Dasar dari laporan yang dapat diperbandingkan
adalah penerapan prinsip akuntansi secara konsisten .Lengkap : Data yang
disajikan dalam informasi akuntansi, baik dalam neraca, ikhtisar laba-rugi,
maupun ikhtisar posisi keuangan, haruslah lengkap sehingga tidak
memberikan informasi yang menyesatkan bagi para pemakai laporan
keuangan. Keutuhan data akuntansi merupakan syarat mutlak bagi
tercapainya azas relevan.
Ikatan Akuntan Indonesia (2007: 2) mengklasifikasikan pemakai laporan
keuangan berdasarkan kepentingan mereka, sebagai berikut:
1. Investor, yang berkepentingan dengan risiko dan hasil investasi dari
investasi yang mereka lakukan. Informasi yang dibutuhkan untuk
menentukan apakah mereka akan membeli, menahan, atau menjual
investasi tersebut. Yang biasa dilihat oleh investor adalah informasi
mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen;
2. Kreditor, yang menggunakan informasi akuntansi untuk membantu
mereka memutuskan apakah pinjaman dan bunganya dapat dibayar pada
waktu jatuh tempo;
3. Pemasok, yang membutuhkan informasi mengenai kemampuan
perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya pada saat jatuh tempo;
4. Karyawan, yang membutuhkan informasi mengenai stabilitas dan
profitabilitas perusahaan, dan kemampuan memberi pensiun dan
kesempatan kerja;
5. Pelanggan, yang berkepentingan dengan informasi tentang kelangsungan
hidup perusahaan terutama bagi mereka yang memiliki perjanjian jangka
panjang dengan perusahaan;

11
6. Pemerintah, yang berkepentingan dengan informasi untuk mengatur
aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak, dan untuk menyusun
statistik pendapatan nasional dan lain-lain;
7. Masyarakat, yang berkepentingan dengan informasi tentang
kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta
berbagai aktivitas yang menyertainya6.

Menurut Fahmi (2012:26), “tujuan laporan keuangan adalah untuk


memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu
perusahaan dari sudut angka dalam satuan moneter”. Selanjutnya Taswan
(2010:15) berpendapat bahwa: Laporan Keuangan dimaksudkan untuk
memberikan informasi berkala mengenai kondisi bank secara menyeluruh
termasuk perkembangan usaha dan kinerja perbankan, seluruh informasi tersebut
diharapkan dapat meningkatkan transparansi kondisi keuangan bank kepada
publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.
Sedangkan, Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
No. 01 paragraf 07 revisi 2009 menjelaskan “tujuan laporan keuangan adalah
memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas
entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam
pembuatan keputusan ekonomi”.
Menurut Lesmana dan Surjanto (2004:11) menyebutkan ada lima yang
termasuk ke dalam unsur atau komponen laporan keuangan yakni:
1. Neraca Pada intinya, neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan
posisi keuangan. Ini sejalan yang dikemukakan oleh Munawir (2007:13),
bahwa “neraca merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang
serta modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan tujuan untuk
menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu,
biasanya pada waktu dimana buku-buku di tutup dan ditentukan sisanya pada
suatu akhir tahun”.
6
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20191/3/Chapter%20II.pdf

12
2. Laporan laba rugi Merupakan laporan yang menyajikan hasil usaha
pendapatan, beban, laba atau rugi bersih untuk periode akuntansi tertentu. Jika
pendapatan yang diperoleh lebih besar dari beban yang dikeluarkan
dinamakan laba. Namun sebaliknya, jika beban yang dikeluarkan lebih besar
dari pendapatan yang diperoleh maka dinamakan rugi.
3. Laporan perubahan modal adalah laporan yang merekonsiliasi saldo awal dan
akhir semua akun yang ada dalam ekuitas pemegang saham.
4. Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi tentang arus kas
masuk dan keluar dari kegiatan operasi, pendanaan, dan investasi selama
periode akuntansi.
5. Catatan atas laporan keuangan Catatan atas laporan keuangan berisi informasi
tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan
pendapatan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan
perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan
memberikan penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam
laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos-pos yang tidak
memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan7.

Berikut ini adalah pengelompokan rasio keuangan menurut (BambangRiyanto


1997:330):
a. Rasio-rasio Neraca (Balance Sheet Ratios)
Yang tergolong dalam rasio ini adalah semua datanya diambil atau bersumber
pada neraca misalnya : Current Ratio, Acid Test Ratio, Current Assets to Total
Assets Ratio, Current Liabilities to Total Assets Ratio.
b. Rasio-rasio Laporan Keuangan Laba / Rugi (Income Statement Ratios)
Yaitu angka-angka rasio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil
dari laporan laba / rugi, misalnya: Gross Profit Margin, Net Operating Ratio.
c. Rasio-rasio Antar Laporan (Interstatement Ratios)
Semua angka yang penyusunan datanya berasal dari neraca dan data lainnya
dari laporan laba / rugi, misalnya: tingkat perputaran persediaan (Inventory
Turn Over), Sales to Fixed Asset8.
7
http://a-research.upi.edu/operator/upload/s_pea_0800998_chapterii.pdf
8
Bambang Riyanto, 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi 4,
BPFE, Yogyakarta.

13
C. Latihan dan Soal
Jawablah pertanyaan berikut ini:
1. Coba saudara jelaskan Faktor–faktor Kontekstual dalam suatu organisasi atau
perusahaan? Jelaskan.
2. Coba saudara jelaskan Pertimbangan–pertimbangan Rancangan dalam suatu
organisasi atau perusahaan? Jelaskan.
3. Bagaimana cara Pengendalian dalam Era Pemberdayaan dalam suatu
organisasi atau perusahaan? Jelaskan.
4. Coba saudara jelaskan arti penting dari adanya Laporan Keuangan? Jelaskan.

D. Daftar Pustaka
Buku:
Bambang Riyanto, 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi 4,

Miswanto dan Eko widodo, 1998. Manajemen Keuangan I, Gunadarma,,Jakarta.

S. Munawir, 2004. Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta.

Internet:
http://fekool.blogspot.co.id/2014/03/pengendalian-keuangan.html (Diakses Hari
Senin, Tanggal 13 September 2016)

http://si-akuntansi.blogspot.co.id/2016/01/pertimbangan-pertimbangan-
rancangan.html. (Diakses Hari Senin, Tanggal 13 September 2016)

https://www.coursehero.com/file/p7r9drk/7-Pengendalian-dalam-Era-
Pemberdayaan-Dikebanyakan-organisasi-yang-beroperasi/. (Diakses Hari
Senin, Tanggal 13 September 2016)

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20191/3/Chapter%20II.pdf,
(Diakses Hari Senin, Tanggal 13 September 2016)

http://a-research.upi.edu/operator/upload/s_pea_0800998_chapterii.pdf. (Diakses
Hari Senin, Tanggal 13 September 2016)

14