Anda di halaman 1dari 12

A.

STANDAR AUDIT (SA) 700

Ruang Lingkup

1. Standar audit mengatur tanggung jawab auditor dalam merumuskan suatu opini atas

laporan keuangan dan mengatur bentuk dan isi laporan auditor yang diterbitkan sebagai

hasil suatu audit atas LK.

2. SA 705 dan SA 706 mengatur bagaimana bentuk dan isi laporan auditor dipengaruhi

ketika auditor menyatukan suatu opini modifikasi atau mencantumkan suatu paragraph

penekanan atau paragraph lain dalam laporan auditor.

3. SA ini ditulis dalam konteks laporan keuangan bertujuan umum yang lengkap.

4. SA ini mendorong konsistensi dalam laporan auditor.

Tanggal Efektif

1. Tanggal 1 januari 2013 (untuk emiten) .

2. 1 januari 2014 untuk entitas selain emiten .

3. Penerapan dini dianjurkan.

Tujuan

1. Merumuskan suatu opini atas LK berdasarkan evaluasi atas kesimpulan yang ditarik dari

bukti audit.

2. Untuk menyatakan suatu opini secara jelas melalui suatu laporan tertulis menjelaskan

basis.

Definisi

1. Laporan keuangan bertujuan umum


2. Suatu kerangka pelaporan keuangan dirancang untuk memenuhi kebutuhan keuangan.

Istilah kerangka pelaporan wajar digunakan untuk merujuk pada kerangka keuangan

yang mengharuskan kepatuhan terhadap ketentuan.

3. Pengacuan pada “LK” berarti suatu laporan keuangan bertujuan umum yang lengkap

termasuk catatan atas laporan keuangan terkait.

4. Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapakan Dewan Standar Keungan Ikatan

Akuntansi Indonesia dan pengacuan pada “Standar Akuntansi Pemerintah”.

Ketentuan

Perumusan Suatu Opini atas Laporan Keuangan :

1. Merumuskan tentang apakah LK disusun dalam hal semua material sesuai kerangka

keuangan.

2. Auditor harus menyimpulkan auditor telah memperoleh keyakinan memadai tentang

apakah LK secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material.

3. Auditor harus mengevalusi apakah LK disusun dalam semua hal yang material sesuai

dengan kerangka pelaporan keuangan.

4. Auditor harus mengevalusi:

a. LK mengungkapkan kebijakan akuntansi signifikan yang dipilih dan diterapkan

secara memadai.

b. Kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan konsisten dengan kerangka

pelaporan keuangan.

c. Estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen adalah wajar.

d. Informasi yang disajikan dalam LK adalah relevan, dapat diandalkan, dapat

diperbandingkan, dan dapat dipahami.


e. LK menyediakan pengungkapan yang memadai untuk pengguna LK yang dituju

memahami pengaruh transaksi dan peristiwa material terhadap informasi yang

disampaikan.

Bentuk Opini

Auditor harus menyatakan opini tanpa modifikasi,

1. Jika auditor mempeoleh kesimpulan :

a. Menyimpulkan bahwa berdasarkan bukti audit LK secara keseluruhan tidak bebas dari

kesalahan penyajian material.

b. Tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyimpulkan bahwa

laporan keuangan scara keselurhan bebas dari kesalahan penyajian material.

2. Jika pelaporan LK sesuai dengan kerangka penyajian tidak mencapai penyajian wajar

maka auditor harus mendiskusikan dengan manajemen.

3. Dalam suatu kerangka kepatuhan auditor tidak harus mengevaluasi apakah laporan

keuangan mencapai penyajian wajar.

Laporan Auditor

1. Harus tertulis.

2. Harus memiliki judul yang menunjukan laporan auditor independen.

3. Harus ditujukan kepihak yang diharuskan sesuai perikatan.

4. Paragraph pendahuluan harus :

a. Mengidentifikasi entitas laporan keuangan diaudit.

b. Menyatakan pengauditan

c. Mengidentifikasikan judul menjadi bagian laporan keuangan.


d. Merujuk pada ikhtisar kebijakan akuntan signifikan dan informasi penjelasan

lainnya.

e. Menyebutkan tanggal atau peridoe yang dicakup .

Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan

1. Laporan auditor tidak selalu merujuk ke manajemen tetapi harus pada kerangka yuridiksi

tertentu.

2. Laporan auditor harus mencakup suatu bagian judul tanggung jawab manajemen atas

LK

3. Laporan auditor harus menjelaskan tanggung jawab manajemen atas penyusunan LK.

4. Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dalam laporan auditor harus

merujuk pada penyusunan dan penyajian yang wajar.

Tanggung Jawab Auditor

1. Laporan auditor harus mencakup suatu bagian judul tanggung jawab auditor.

2. Tanggung jawab auditor adalah untuk menyatakan suatu pendapat atas LK

berdasarkan audit.

3. Laporan auditor harus menyatakan bahwa audit dilaksanakan berdasarka standar

audit yang ditetapkan oleh IAPI.

4. Harus menggambarkan suatu audit dengan menyatakan :

a. Melibatkan prosedur untuk memperoleh bukti.

b. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor.

c. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketetapan kebijakan akuntansi

yang digunakan.

d. Harus menyatakan bahwa auditor meyakini bukti audit yang telah diperoleh.
Opini Auditor

1. Ketika menyatakan opini tanpa modifikasian atas LK . dalam semua hal yang material

harus sesuai dengan standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

2. Jika bukan maka harus mengidentifikasikan yuridiksi asal kerangka tersebut.

Tanggung Jawab Pelaporan Lainnya

1. Pelaporan lain harus dinyatakan atas ketentuan hukum dan regulasi.

2. Penjelasan harus diberi judul pelaporan atas LK.

3. Tanda Tangan Auditor harus ditandatangani

4. Tanggal Pelaporan Audit tidak lebih awal daripada tanggal ketika auditor telah

memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mendasari opini auditor atas LK.

5. Alamat audito harus menyebutkan lokasi dalam yuridiksi tempat auditor berpraktik.

6. Bentuk Baku Laporan Auditor Tanpa Modifikasi, Dalam Bahasa Indonesia atas audit

yang dilakukan berdasarkan Standar Audit ditetapkan IAPI.

Laporan Auditor Independent

1. Tanggung Jawab Manajemen atas LK

2. Tanggung jawab auditor

3. Opini

4. Nama kantor akuntan public.

5. Tanda tangan akuntan public

6. Nama akuntan public

7. Nomor registrasi akuntan public.

8. Nomor registrasi KAP.

9. Tanggal laporan.
10. Alamat KAP.

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain

Aspek Kualitatif Praktik Akuntansi Entitas :

1. Manajemen membuat sejumlah pertimbahangan tentang angka-angka dan

pengungkapan dalam LK.

2. SA 260 berisi suatu pembahasan tentang aspek kualitatif praktik akuntansi.

3. SA 540 mengatur kemungkinan adanya pertimbangan manajemen yang bias dalam

membuat estimasi akuntansi.

Pengungkapan Pengaruh Transaksi dan Peristiwa Material terhadap Informasi yang

disampaikan dalam Laporan Keuangan :

Penyajian posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas dalam suatu laporan keuangan

yang disusun berdasarkan suatu kerangka pelaporan keuangan bertujuan umum merupakan

hal yang umum.

Deskripsi Kerangka Pelaporan Keuangan yang Berlaku :

1. Dijelaskan dalam SA 200

2. Kerangka pelaporan keuangan yang berlaku yang berisi pegecualian atau bahasa

pembatasan yang tidak tepat.

Bentuk Opini :

Manajemen perlu mencantumkan pengungkapan tambahan dalam laporan keuangan

melebihi pengungkapan yang diharuskan kerangka pelaporan keuangan.

Laporan Auditor :

1. Suatu laporan tertulis mencakup laporan-laporan yag diterbitkan dalam format kertas

dan elektronik.
2. Laporan auditor untuk audit yang dilakukan berdasarkan standar audit.

a. Judul yang mengidentifikasikan bahwa laporan tersebut independen.

b. Pihak yang dituju.

c. Paragraph pendahuluan : Menyatakan bahwa auditor telah mengaudit laporan

keuangan dari entitas yang terdiri dari judul setiap laporan keungan serta ikhtisar

kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelas lainya

Opini Auditor mengharuskan auditor mengevaluasi

a. Apakah pengguna laporan kemungkinan keliru memahami keyakinan yang diperoleh

dari audit atas LK.

b. Apakah penjelasan tambahan dalam laporan auditor dapat memitigasi kemungkinan

kesalah pahaman tersebut.

Ilustrasi Laporan Auditor atas LK :

1. Suatu laporan auditor atas laporan keuangan tahunan yang disusun sesuai dengan suatu

kerangka penyajian wajar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi

keuangan umum dari banyak pengguna LK.

2. Suatu laporan auditor atas laporan keuangan tahunan yang disusun seusai kerangka

kepatuhan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan umum dari

banyak pengguna laporan keuangan.

3. Suatu laporan auditor atau LK kosolidasian tahunan yang disusun sesuai dengan suatu

kerangka penyajian yang wajar.


B. STANDAR AUDIT (SA) 701

Lingkup ISA 701

1. Standar Internasional untuk Audit (ISA) ini berkaitan dengan tanggung jawab auditor

untuk mengkomunikasikan masalah audit utama dalam laporan auditor.

2. Mengkomunikasikan hal-hal audit utama memberikan informasi tambahan kepada

pengguna laporan keuangan untuk membantu mereka memahami hal-hal yang,

menurut penilaian profesional auditor, yang paling penting dalam audit laporan

keuangan periode berjalan. Mengkomunikasikan hal-hal kunci audit juga dapat

membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami entitas dan bidang

penilaian manajemen yang signifikan dalam laporan keuangan yang diaudit, karena

hal-hal tersebut fokus dalam melakukan audit.

3. Komunikasi masalah audit utama dalam laporan auditor juga dapat memberikan

pengguna laporan keuangan dasar untuk terlibat lebih lanjut dengan manajemen dan

pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai hal-hal tertentu yang

berkaitan dengan entitas dan laporan keuangan yang diaudit.

4. ISA ini berlaku untuk set lengkap audit laporan keuangan yang bertujuan umum dari

entitas yang terdaftar. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab baik penilaian auditor

mengenai apa yang harus dikomunikasikan dalam laporan auditor dan bentuk dan isi

komunikasi tersebut. ISA ini juga berlaku bila auditor laporan keuangan entitas selain

entitas terdaftar mengkomunikasikan hal-hal audit utama dalam laporan auditor.

Tujuan

Tujuan Auditor adalah untuk menentukan hal - hal kunci audit dan, berdasarkan

pendapatnya
atas Laporan keuangan, mengkomunikasikan hal tersebut dengan menjelaskannya dalam

laporan auditor.

Definisi

Untuk tujuan ISA, istilah berikut memiliki arti yaitu masalah audit utama, hal-hal yang

menurut penilaian profesional auditor, sangat penting dalam audit laporan keuangan periode

berjalan. Masalah audit utama dipilih dari hal-hal yang dikomunikasikan dengan pihak yang

bertanggung jawab atas tata kelola.

Syarat-syarat

1. Menentukan Masalah Audit Kunci

Auditor harus menentukan hal mana yang dikomunikasikan dengan pihak yang

bertanggung jawab atas tata kelola yang merupakan hal kunci audit. Dalam membuat

keputusan ini, auditor harus mempertimbangkan bidang perhatian auditor yang signifikan

dalam melakukan audit, termasuk:

a. Wilayah yang diidentifikasi sebagai risiko signifikan sesuai dengan ISA 315 (Revisi) 1

atau melibatkan penilaian auditor secara signifikan.

b. Wilayah di mana auditor mengalami kesulitan yang signifikan selama audit, termasuk

untuk memperoleh bukti audit yang memadai.

c. Keadaan yang memerlukan modifikasi yang signifikan terhadap pendekatan yang

direncanakan auditor terhadap audit, termasuk sebagai hasil identifikasi kekurangan

kontrol internal yang signifikan.

2. Mengkomunikasikan Hal-hal Audit Kunci

Auditor harus mengkomunikasikan hal-hal audit utama yang ditentukan dari laporan

auditor di bawah "Masalah Audit Utama" pos. Laporan auditor harus menyatakan bahwa :
a. Masalah audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional auditor,

sangat penting dalam audit laporan keuangan [periode berjalan];

b. Hal-hal audit utama dipilih dari hal-hal yang dikomunikasikan dengan [pejabat yang

berwenang], namun tidak dimaksudkan untuk mewakili semua hal yang telah dibahas;

c. Prosedur auditor yang berkaitan dengan hal-hal ini dirancang dalam konteks audit

laporan keuangan secara keseluruhan; dan

d. Pendapat auditor terhadap laporan keuangan tidak dimodifikasi sehubungan dengan

masalah audit utama, dan auditor tidak mengungkapkan pendapat atas masalah

individual ini.

Auditor harus menjelaskan setiap masalah audit utama di bagian Key Audit Matters

dengan menggunakan subpos yang sesuai, uraian tentang setiap masalah audit utama

meliputi:

a. Penjelasan mengapa auditor menganggap masalah ini sebagai salah satu hal yang paling

penting dalam audit dan, sejauh auditor menganggap perlu sebagai bagian dari

penjelasan ini, pengaruhnya terhadap audit; dan

b. Referensi terhadap pengungkapan terkait, jika ada, dalam laporan keuangan.

Suatu masalah yang menimbulkan opini yang memenuhi syarat atau merugikan sesuai

dengan usulan ISA 705 (Revisi) atau adanya ketidakpastian material yang berkaitan dengan

kejadian atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap

kemampuan entitas untuk melanjutkan sebagai kelangsungan usaha (selanjutnya

disebut Disebut sebagai "ketidakpastian material") sesuai dengan usulan ISA 570 (Revisi)

pada dasarnya merupakan masalah audit utama. Namun, auditor harus:

a. Melaporkan hal-hal ini sesuai dengan ISA yang berlaku;


b. Tidak menjelaskan hal-hal ini di bagian-bagian Key Audit Matters dari laporan

auditor; dan

c. Sertakan referensi ke Dasar Pendapat Berkualitas (atau Adverse) atau bagian yang

menimbulkan kekhawatiran dalam pendahuluan dari bagian Key Audit Matters.

Auditor harus berkomunikasi dengan mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola,

hal-hal yang telah ditentukan auditor adalah masalah audit utama yang harus disertakan

dalam laporan auditor.

Jika auditor menentukan bahwa tidak ada masalah audit utama yang dapat

dikomunikasikan dalam laporan auditor, auditor harus:

a. Diskusikan kesimpulan ini dengan reviewer kontrol terhadap masalah yang terkait, pada

seseorang telah ditunjuk;

b. Mengkomunikasikan kesimpulan ini dengan mereka yang dituduh melakukan tata kelola

yang salah

c. Jelaskan dalam laporan auditor bahwa bagian laporan auditor ini dimaksudkan untuk

menjelaskan hal-hal yang dikomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas

tata kelola yang telah ditentukan auditor, dalam penilaian profesional auditor, paling

penting dalam audit laporan keuangan Dan auditor telah menetapkan bahwa tidak ada

masalah untuk dilaporkan.

Hubungan antara Matters Audit Key dan Auditor :

a. hal audit yang penting, walaupun hal tersebut mereka tidak disajikan dalam Audit Key

Matters bagian dari laporan auditor.

b. Ketika auditor mengekspresikan pendapat wajar atau merugikan, diskusi dari setiap

pemeriksaan kunci lainnya hal-hal akan tetap relevan untuk meningkatkan pemahaman
pengguna audit dan karena itu persyaratan dalam ayat 8 berlaku. Namun, diusulkan ISA

705 (Revisi) melarang auditor dari berkomunikasi audit yang penting penting ketika

auditor menolak pendapat atas laporan keuangan.

Dokumentasi

Auditor harus mendokumentasikan hal-hal yang akan dikomunikasikan sebagai hal kunci

audit, dan Penilaian profesional yang signifikan dilakukan dalam mencapai penentuan ini,

sesuai dengan ISA 230. Ini termasuk, bila memungkinkan, alasan penentuan auditor bahwa

tidak ada audit kunci penting untuk dikomunikasikan dalam laporan auditor.

DAFTAR PUSTAKA

IAPI,2013, Standar Profesional Akuntan Publik, Jakarta: Salemba Empat