Anda di halaman 1dari 3

a.

Kalimat baku memiliki kejelasan struktur (normatif)

Ciri pertama kalimat baku adalah kalimat yang memiliki kejelasan struktur (normatif). Artinya,
kalimat baku haruslah sesuai dengan struktur kalimat bahasa indonesia. Seperti dijelaskan
sebelumnya, struktur kalimat bahasa Indonesia memiliki enam pola kalimat dasar, yakni (1) S-P,(2) S-
P-O, (3) S-P-Pel, (4) S-P-Ket, (5) S-P-O-Pel, (6) S-P-O-Ket. Namun, setiap pola kalimat dasar itu dapat
pula ditambah dengan berbagai fungsi keterangan. Selain itu, tiap-tiap fungsi dapat pula dijelaskan
dengan frase atau klausa tertentu yang menghasilkan berbagai bentuk kalimat majemuk.

Seprti dijelaskan sebelumnya, salah satu ciri kalimat baku adalah kalimat yang memiliki
kejelasan struktur, seperti (1) jelas struktur aktif atau pasif, (2) subjek tidak berbentuk keterangan,
(3) predikat tidak hilang, (4) keterangan tidak berbentuk subjek, dan (5) subjek tidak hilang. Hal itu
dijelaskan berikut ini.

Pertama, beberapa kalimat yang nonbaku di bawah ini harus diperbaiki agar menjadi kalimat
baku dari segi kejelasn struktur aktif atau pasif.

(1a) Permasalan itu kami sudah merundingkannya dengan Bapak Rektor. (nonbaku)

(2a) hasil penelitian itu saya sudah membacanya. (nonbaku)

(3a) dia punya penelitian belum diselesaikan sampai saat ini. (nonbaku)

Jika kalimat diatas diperbaiki sesuai dengan struktur kalimat yang baik, hasilnya adlah kalimat baku
berikut ini.

(1b) Permasalahan itu sudah kami rundingkan dengan Bapak Rektor. (baku)

(1c) Kami sudah merundingkan permasalahan itu dengan Bapak Rektor. (baku)

(2b) Hasil penelitian itu sudah saya baca. (baku)

(2c) Saya sudah membaca hasil penelitian itu. (baku)

(3b) Penelitiannya belum diselesaikan sampai saat ini. (baku)

Kedua, beberapa kalimat yang non baku di bawah ini harus diperbaiki agar menjadi kalimat
baku dari segi kejelasan subjek (subjek tidak berbentuk keterangan).

(1a) Agar setiap mahasiswa mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. (non baku)

(2a) Dengan cara kerja seperti itu bisa merugikan orang lain. (non baku)

(3a) Untuk masyarakat desa yang hidup bertani masih memerlukan bantuan tunai langsung. (non
baku)

Jika kalimat diperbaiki sesuai dengan struktur kalimat yang baik, hasilnya adalah kalimat
baku berikut ini.

(1b) Setiap mahasiswa mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. (baku)

(2b) Cara kerja seperti itu bisa merugikan orang lain. (baku)
(3b) Masyarakat desa yang hidup bertani masih memerlukan bantuan tunai langsung. (baku)

Ketiga, beberapa kalimat yang non baku di bawah ini harus diperbaiki agar menjadi kalimat
baku dari segi kejelasan predikat (predikat tidak hilang).

(1a) Salah satu ciri logam yaitu akan memuai jika dipanaskan. (non baku)

(2a) Wilayah yang akan dikembangkan menjadi objek wisata misalnya Gunung Padang. (non baku)

Jika kalimat di atas diperbaiki sesuai dengan struktur kalimat yang baik, hasilnya adalah
kalimat baku berikut ini.

(1b) Salah satu ciri logam adalah akan memuai jika dipanaskan. (baku)

(2b) Wilayah yang akan dikembangkan menjadi objek wisata adalah Gunung Padang. (baku)

Keempat, beberapa kalimat yang non baku dibawah ini harus diperbaiki agar menjadi baku
dari segi kejelasan keterangan (keterangan tidak berbentuk subjek).

(1a) Pengumpulan data penelitian ini, penulis dibantu oleh beberapa mahasiswa. (non baku)

(2a) Penempatan pengawas independen di setiap sekolah, para siswa mengikuti ujian dengan tertib.
(non baku)

Jika kalimat di atas diperbaiki sesuai dengan struktur kalimat yang baik, hasilnya adalah
kalimat baku berikut ini.

(1b) Untuk mengumpulkan data penelitian ini, penulis dibantu oleh beberapa mahasiswa. (baku)

(2b) Dengan menempatkan independen di setiap sekolah, para siswa mengikuti ujian dengan tertib.
(baku)

Kelima, beberapa kalimat yang non baku dibawah ini harus diperbaiki agar menjadi baku dari
segi keberadaan subjek (subjek tidak hilang).

(1a) Karena sering kebakaran, pihak pemerintah tidak menyetujui pembangunan kembali los pasar
itu. (non baku)

(2a) Sejak didirikan, kami belum pernah memperbaiki rumah itu. (non baku)

Jika kalimat di atas diperbaiki sesuai dengan struktur kalimat yang baik, hasilnya adalah
kalimat baku berikut ini.

(1b) Karena los pasar itu sering kebakaran, pihak pemerintah tidak menyetujui pembangunan
kembali los pasar itu. (baku)

(2b) Sejak rumah itu didirikan, kami belum pernah memperbaikinya. (baku)
b. Kalimat Baku Memiliki Kelogisan Makna (Logis)
Ciri kalimat baku yang kedua adalah memiliki kelogisan makna, seperti (1) logis hubungan
makna S dengan P dan (2) logis hubungan makna rincian (paralel). Hal itu dijelaskan berikut ini.
Pertama, beberapa kalimat yang non baku di bawah ini harus diperbaiki agar menjadi
kalimat baku dari segi kelogisan hubungan makna S dengan P.

(1a) Masyarakat korban galodo telah diberikan bantuan uang tunai oleh daerah. (non baku)

(2a) Penelitian itu membicarakan sistem demokrasi di Indonesia setelah reformasi. (non baku)

Jika kalimat di atas diperbaiki sesuai dengan kelogisan hubungan makna S dengan P, hasilnya
adalah baku berikut ini.

(1b) Bantuan uang tunai telah diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat korban galodo.
(baku)

(2b) Dalam penelitian itu dibicarakan sistem demokrasi di Indonesia setelah reformasi. (baku)

Kedua, kelogisan makna juga berkaitan dengan keparalelan rincian. Beberapa kalimat yang
non baku di bawah ini harus diperbaiki agar menjadi kalimat baku dari segi kelogisan makna rincian
(paralel).

(1a) Tahap akhir penyelesaian gedung rektorat itu adalah kegiatan pengecatan dinding, memasang
instalasi listrik, mengujian sistem pembagian air, dan menata ruangan. (non baku)

(2a) Seorang pengusaha memerlukan kecerdasan, gigih bekerja, dan harus bersabar. (non baku)

Jika kalimat di atas diperbaiki sesuai dengan kelogisan hubungan makna rincian (paralel),
hasilnya adalah kalimat baku berikut ini.

(1b) Tahap akhir penyelesaian gedung rektorat itu adalah kegiatan pengecatan dinding, memasang
instalasi listrik, mengujian sistem pembagian air, dan menata ruangan. (baku)

(2b) Seorang pengusaha memerlukan kecerdasan, kegigihan, dan kesabaran. (baku)